Pagi ini Baekhyun sudah berada diruangannya lebih awal. Ini pertama kalinnya untuk Baekhyun akan mempersentasikan proyeknya didepan kolega besar dan pertama kalinya dia mengikuti meeting saat menjadi Sekertaris di Park Group. Baekhyun sangat semangat dan tak akan membuat Bosnya itu kecewa. Dan dia akan membuktikan pada Chanyeol kalau dia memang berbeda dari Bo Ra.

Tak lama kemudian Chanyeol memasuki ruangannya dan langsung disuguhi tubuh molek Baekhyun yang memunggunginya dengan posisi menungging saat mengambil bulpointnya yang sedang terjatuh. Chanyeol menelan ludahnya kasar pasalnya ini masih pagi, dimana ini jam jam rawan untuk sang junior bereaksi. Chanyeol berdiri kaku di depan pintu tak beranjak sama sekali. Tubuh Baekhyun begitu berisi jika diperhatikan dibagian pantatnya sangat menggoda dan pantat itu sangat sexy apalagi jika sedang posisi menungging.

Chanyeol masih berperang dengan batinnya tiba tiba suara Baekhyun memecahkannya. "Sajangnim, Gwaencana ? Kenapa anda bengong disitu?" Chanyeol gelagapan menjawabnya "E-ehh Gwaencana Baekhyun-ssi. S-saya tinggal keruangan sebelah dulu ya" Chanyeol segera berlari kestudio musicnya dan benar saja Juniornya itu kini sedang ereksi dan ingin dimanjakan. Aah Chanyeol harus menyelesaikan ini dengan cepat karena jam 8 nanti meeting dengan Kim Land Group akan dimulai.

Setelah kepergian Chanyeol dengan wajah aneh tadi, Baekhyun kembali menuju mejannya dan menyelasaikan materi untuk presentasi nanti. Baekhyun berdoa semoga presentasinnya nanti berjalan lancar dan berhasil menggait kolega itu agar bekerja sama dengan perusahaannya.

Kyungsoo berjalan keruangan CEOnya untuk memberikan beberapa file yang harus dibahas diruang meeting "Mana Sajangnim Baek?" tanya Kyungsoo pada Baekhyun. "Entah Kyung. Tadi Sajangnim sudah memasuki ruangan tapi ketika aku menyapanya wajahnya berubah aneh dan pergi begitu saja" ucap Baekhyun.

Kyungsoo mengangguk tau kemana Sajangnimnya itu pergi. "Yasudah jangan lupa jam 8 nanti ada meeting dengan Kim Land Group ya Baek. Masalah Sajangnim nanti aku yang menelponnya" Baekhyun mengangguk dan Kyungsoo keluar dari ruangan itu.

Ketika Kyungsoo akan menelfon Chanyeol, Chanyeol tiba tiba saja sudah ada didepan Kyungsoo. "Ohh Sajangnim sejak kapan anda disini?"

"Hyung bisa keruangmu sebentar aku mau bertanya padamu" ucap Chanyeol sambil berbisik pada Kyungsoo. Kyungsoo hanya membalasnya dengan anggukan.

"Ada apa Chanyeol kenapa mukaku berkeringat sepeti itu?" Jika suasana seperti ini Kyungsoo akan memanggil Chanyeol dengan nama saja karena akan membuat susana lebih nyaman. Kyungsoo tau Chanyeol akan membicarakan apa. "Aku baru saja menyelesaikan ritual pagi Hyung" Kyungsoo mengeryitkan dahinya tanda tak mengerti. Selang beberapa detik Kyungsoo paham.

"Apa yang membuatmu bisa melakukan ritual sepagi ini ?" tanya Kyungsoo to the point.

"Baekhyun" ucap Chanyeol singkat.

"Mwo? Kenapa bisa Baekhyun?" Kyungsoo terkejut dengan jawaban Chanyeol. Pasalnya Chanyeol orang yang sangat susah terpancing oleh seseorang. Tapi kenapa dengan Baekhyun saja dia bisa seperti ini.

"Aku juga tak tahu Hyung. Tadi ketika aku masuk keruanganku tanpa sengaja aku melihat Baekhyun tengah menungging saat mengambil bulpointnya yang terjatuh dan itu langsung membuatku ereksi hebat sepagi ini" ucap Chanyeol dengan wajah merengek.

Kyungsoo menggelengkan kepalanya heran. "Kenapa bisa seperti itu Chan ? Apa kau menyukai Baekhyun?". Chanyeol tak langsung menjawab pertanyaan Kyungsoo. Dia terdiam beberapa menit dengan wajah tertunduk.

Helaan nafas kecil keluar dari bibir Chanyeol. "Aku juga tak tau Hyung" masih dengan wajah tetunduk dan ada sedikit jeda dari Chanyeol.

"Tapi ketika aku berada di dekat Baekhyun atau sedang menatap wajanya jantungku berdetak lebih kencang Hyung" ucap Chanyeol sedikit gelisah.

Sekali Chanyeol berucap Kyungsoo sudah memahami apa yang dirasakannya saat ini karena Kyungsoo juga seperti itu tapi bedanya Kyungsoo belum pernah merasakan jantung yang berdetak hebat. Hanya dulu ketika di Senior High School, Kyungsoo pernah merasakannya namun bertepuk sebelah tangan.

"Kau menyukainya Chanyeol" Kyungsoo menjawab dengan enteng. Seketika Chanyeol langsung mengangkat wajahnya. "Mwo? Itu tak mungkin Hyung aku masih normal".

"Mau bagaimanapun kau mengelak tapi kenyataannya seperti itu Chan. Kau harus menerimannya". Kyungsoo mengingatkan Chanyeol. "Itu perasaan istimewa Chan, kau belum mendapatkannya. Perjuangkan dulu Chan setelah kau mendapatkannya kau akan tau" setelah itu Kyungsoo tersenyum.

"Tapi tak mungkin aku Gay Hyung. Aku masih menyukai Yeoja". Chanyeol masih tak mengakuinya. Kyungsoo terkekeh lagi karena sikap Chanyeol yang mengelak akan orientasinya. "Heyy ada apa dengan Gay Chan? Mereka sama dengan kita hanya saja CINTA yang mereka miliki itu istimewa". Kyungsoo menjelaskan sambil mengelus bahu Chanyeol. Meskipun tinggi mereka jauh tapi Kyungsoo masih tetap bisa meraih bahu Chanyeol. Tanpa jawaban Chanyeol memilih keluar ruangan Kyungsoo dan menuju keruang meetingnya karena 15 menit lagi meeting akan dimulai.

Ruangan itu masih sepi ketika Chanyeol datang. Segera saja Chanyeol menuju kekursinya. Dia masih memikirkan ucapan Kyungsoo tadi. Apakah benar jika dia Gay? Tapi dari perkataan Kyungsoo sedikit ada benarnya dan perkataan Jongin di cafe waktu itu. Chanyeol masih berperang dengan hatinya tak menyadari jika Kyungsoo dan Baekhyun memasuki ruangan itu.

"Masih memikirkan yang tadi Sajangnim ?" celetuk Kyungsoo yang membuyarkan lamunan Chanyeol. "H-hyung sejak kapan kau disitu?". "Baru beberapa detik yang lalu" Kyungsoo tersenyum tipis kepada Chanyeol, Kyungsoo tau apa yang dipikirkan Chanyeol.

Disamping Kyungsoo berdiri ada Baekhyun yang bengong dan tak tau apa yang dibicarakan Kyungsoo dan Chanyeol saat ini.

Kyungsoo melangkah menuju kursinya dan diikuti oleh Baekhyun. "Baekhyun kau duduk disebelah kirinya Sajangnim" Baekhyun menoleh kepada Kyungsoo. "Aku duduk disebelah kanannya Sajangnim Baekhyun. Sekertaris duduk disebelah kirinya Sajangnim". Baekhyun menganggukan kepalanya dan menempatkan dirinya disebelah kiri Chanyeol.

Chanyeol salah tingkah dia lupa jika yang akan duduk disebelah kirinya adalah sang Sekertaris. Chanyeol tak berani melihat kearah Baekhyun sama sekali. Duduk bersebelahan saja jantungnya sudah berdetak cepat apalagi menatapnya.

"Sajangnim, apa kolega kita belum sampai ?" Tanya Kyungsoo memecah keheningan. Kyungsoo tau jika Chanyeol tengah gerogi. Berbeda dengan Chanyeol, ekspresi Baekhyun lebih tenang meskipun Kyungsoo tau jika Baekhyun juga sama seperti Chanyeol yang sedang menahan debaran jantung masing masing.

Beberapa menit kemudian CEO dan Staff dari Kim Land Group telah datang dan mereka segera memulai meetingnya. Chanyeol yang membuka meeting itu terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan presentasi dari Baekhyun.

Ketika Baekhyun mempresentasikan kinerja Park Group didepan koleganya, Chanyeol yang berada tepat di belakang Baekhyun tak bisa mengalihkan pandangannya dari tubuh Baekhyun. Chanyeol mengamati tubuh Baekhyun dari belakang mulai dari atas kepala hingga unjuk sepatunya. Chanyeol tak memperhatikan presentasi Baekhyun sama sekali. Yang Chanyeol liat hanya gerak tubuh Baekhyun dan gerak bibirnya yang kecil dan menggairahkan itu.

Dan tiba tiba suara seseorang menginstrupsinya "Bagaimana apakah kau sudah percaya bahwa dirimu Gay?" itu suara Kyungsoo yang membisikan tepat ditelinga Chanyeol. Sontak Chanyeol melototkan matanya. Dia baru sadar dengan apa yang dia lakukan. Chanyeolpun akhirnya fokus kepresentasi Baekhyun.

"Bagaimana Mr. Kim apakah anda mau menerima kerja sama dengan kami ?" ucap Baekhyun pada Jongin selaku CEO Kim Land Group. "Tanpa pikir panjang, aku tau Proyek ini akan sukses. Jadi DEAL saya menerima kerjasama ini" ucap Jongin sambil menaik turunkan alisnya pada Chanyeol. Chanyeol hanya terkekeh menanggapi ucapan Jongin.

Meeting telah selesai 15 menit yang lalu dan kini Kyungsoo tengah berada diruangannya. Tak lama ada suara seseorang mengetuk pintu ruangannya. "Silakan masuk" teriak Kyungsoo. Ketika seseorang itu masuk Kyungsoo terlonjak kaget, pasalnya yang mendatangi ruangannya adalah CEO Kim Land Group. "O-oh Annyeonghaseyo Kim Sajangnim" Kyungsoo berdiri dan memberi hormat pada Jongin.

"Annyeonghaseyo Kyungsoo-ssi" balas Jongin dengan senyum manis dan berjalan mendekati Kyungsoo. "Apakah makan siang nanti kau ada waktu?" tanya Jongin to the point. Mata Kyungsoo langsung melebar. "E-eh Maksut Sajangnim ? Sajangnim mengajak saya makan siang?" Jongin menganggukan kepalanya cepat. "Apakah anda tak salah orang Sajangnim ? Seharusnya Sajangnim mengajak Park Sajangnim untuk makan siang bukan saya yang hanya Wakil dari Park Sajangnim" Ucap Kyungsoo takut.

"Aku sudah terlalu sering makan bersamanya, bahkan masih pakai popok dulu" Jongin menjawabnya sambil tertawa kecil. "Oh Kim Sajangnim adalah teman kecil Park Sajangnim ?" Jongin mengangguk lagi.

Jongin kembali bertanya pada Kyungsoo "Bagaimana Kyungsoo-ssi apa kau ada waktu?". Kyungsoo sedikit berpikir dan akhirnya Kyungsoo menganggukkan kepalanya. Lalu mereka berdua berjalan keluar kantor dengan berdampingan. Ketika mereka berdua berjalan melewati pintu ruangan Chanyeol, tanpa disengaja Chanyeol keluar dari ruangannya.

"Eeyy Eeyyy mau kau bawa kemana Kyungsoo Hyungku Jong?" goda Chanyeol. Sebenarnya Chayeol sudah tau kalau Jongin akan mengajak Kyungsoo makan siang jadi dia sedikit menggoda Jongin ketika tak sengaja bertemu mereka berdua.

Jongin tak perduli dan segera membawa Kyungsoo pergi. Chanyeol terkekeh karena melihat ekspresi Jongin tadi.

Ketika Chanyeol akan memasuki ruangannya Baekhyun berjalan akan keluar ruangannya. "Kau mau kemana Baekhyun-ssi?". Baekhyun menoleh pada Chanyeol. "Saya akan keruangan Kyungsoo dan pergi kekantin bersama Sajangnim" jawab Baekhyun tanpa Ekspresi.

"Kyungsoo Hyung sudah pergi makan siang diluar" Baekhyun mengeryit. "Oh begitu, terima kasih atas informasinya Sajangnim". "Mau ku temani ?" tawar Chanyeol. "Tak usah Sajangnim" Chanyeol geram dan mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun. "Tak ada penolakan Tuan Byun" dengan cepat Chanyeol menggandeng tangan Baekhyun untuk menuju kekantin. Baekhyun kaget dengan sifat Chanyeol yang tiba tiba seperti ini. Sejak kapan dia tak boleh menolak Chanyeol padahal dia punya Hak. Tapi ini sudah terlanjur dan akhirnya Baekhyun hanya bisa menurutinya.

Baekhyun memilih tempat seperti biasanya ketika bersama Kyungsoo. Chanyeol mengikuti Baekhyun dan duduk dihadapannya. Baekhyun segera membuka kotak bekal makan siangnnya. "Sajangnim tak makan?" tanya Baekhyun kepada Chanyeol. "Aku minta bekalmu saja Baek". "Andwae Sajangnim. Lebih baik Sajangnim beli makan sendiri saja" ucap Baekhyum singkat. Chanyeol mulai gemas pada Baekhyun karena sifat dinginnya. "Kalau aku tetap tak mau beli bagaimana ? Apa kau tak kasian pada Bossmu yang tampan ini ?" ucap Chanyeol terlalu narsis.

Baekhyun dengan cepat berekspresi memutar matanya malas. "Heol! Anda orang kaya Park Sajangnim, kenapa tak beli makanan sendiri saja!" ucap Baekhyun dengan nada dingin sekali. Chanyeol tak menyerah dia tetap berusaha agar bisa makan bekal yang dibawa Baekhyun. "Tapi aku ingin makan bekalmu Baek". Baekhyun rasanya ingin muntah karena melihat ekpresi memelas Bossnya itu. Awal mereka bertemu ketika wawancara, Chanyeol terlihat sangat tegas dan berwibawa tapi nyatanya Chanyeol pintar merayu dan melakukan Aegyo.

Semakin Baekhyun menolak Chanyeol akan terus berusaha tak kenal putus asa. Dan pada akhirnya Baekhyun menyerah dan merelakan bekalnya dibagi dengan Bossnya.

"Oh yaa Baek kalau kita sedang berdua atau diluar kantor panggil aku Chanyeol saja jangan Sajangnim. Terlihat sangat tua jika aku dipanggil seperti itu" ucap Chanyeol sambil memakan kimbap Baekhyun. "Tapi kenyataannya anda Boss disini Sajangnim" Baekhyun menjawabnya karena tak setuju. Chayeol berhenti mengunyah "Hanya panggil aku Sajangnim ketika didalam kantor oke" ketika Baekhyun akan menjawab, Chanyeol kembali bersuara dengan sumpit yang mengacung didepan wajahnya. "Tidak ada penolakan Baekhyun!" dan Chanyeol kembali memakan kimbap Baekhyun lagi. Baekhyun hanya bisa menghela nafas dan pasrah.

Percuma saja berdebat dengan Chanyeol karena itu akan membuang tenaga sia sia.

Cafe Kammong

Jongin dan Kyungsoo duduk disudut cafe yang lumayan sepi. Mereka masih terdiam belum ada yang berani membuka suara. Karena ini kali pertama mereka bertemu dengan jarak sedekat ini. Sebelumnya mereka sudah bertemu hanya sekedar bertemu sebagai kolega perusahaan.

Jongin memberanikan diri membuka suara terlebih dulu. "Terima kasih Kyungsoo-ssi" Kyungsoo menoleh pada Jongin yang berada disebelahnya. "Terima kasih untuk apa Kim Sajangnim?" tanya Kyungsoo karena tak paham maksut Jongin.

"Terima kasih sudah bersedia meluangkan waktumu untuk ikut denganku makan siang diluar" ucap Jongin malu malu. "Tak apa Kim Sajangnim. Hanya sebuah makan siang tak akan merepotkan" jawab Kyungsoo dengan senyum manisnya. Jantung Jongin bedetak lebih cepat lagi ketika melihat senyuman Kyungsoo. Tak ada bedanya dengan Jongin, Kyungsoopun sama berdebarnya.

Tak lama pesanan mereka datang dan mereka melanjutkan makan siang mereka dengan berbincang bincang pekenalan satu sama lain. Setelah semua makan itu habis. Jongin kembali fokus kepada Kyungsoo. Jika dilihat dari dekat Kyungsoo sangat menggemaskan. Senyumannya sangat manis. Bibir lovenya yang membikin hati Jongin lebih berdebar lagi. Jongin ingin merasakan benda lunak milik Kyungsoo itu tapi dia berpikir ini terlalu cepat jadi Jongin mengurungkan niatnya dan menahan dirinya.

Mereka sekarang didalam mobil dan berada di basement kantor Chanyeol. "Gomawo Kim Sajangnim untuk ajakan Makan siangnnya. Maaf jika merepotkan". Kyungsoo menundukkan badannya kedepan kepada Jongin. "Gwaencana Kyung itu hanya makan siang biasa" jawab Jongin. Jongin menggenggam tangan Kyungsoo yang begitu terlihat pas ditangannya.

Jongin mengecup tangan Kyungsoo sekilas dimana itu membuat Kyungsoo melebarkan matanya. "K-kim Sajangnim kenapa mencium tanganku? Itu berlebihan Sajangnim". Jongin memandang Kyungsoo lagi lebih dalam. "Jangan pernah memanggilku Sajangnim ketika kita berduaan Soo. Itu sangat aneh". Kyungsoo masih terdiam karena ulah Jongin dan kini mebuat hatinya semakin berdegup lebih kencang.

"T-tapi itu tak sopan Sajangnim" ucap Kyungsoo sedikit takut. "Ketika sedang berdua saja Soo. Jika ada Chanyeol atau yang lain kau boleh memanggilku sajangnim. Aku hanya ingin lebih dekat denganmu Soo-yaa~" jawab Jongin sedikit Manja. Pipi Kyungsoo memerah saat itu juga. Kyungsoo tak menyangka jika ada yang ingin lebih dekat dengannya setelah sekian lama.

"Baiklah jika Saj- ani jika kau memaksa Jongin" Jongin tersenyum manis dan mengusak rambut Kyungsoo gemas. Secara tiba tiba Kyungsoo dengan cepat mendaratkan bibirnya ke bibir Jongin sekilas. Jongin yang mendapat ciuman sekilas itu hanya bisa terdiam. Kyungsoo menciumnya, pujaan hatinya telah menciumnya.

Tanpa pikir panjang Jongin menarik dagu Kyungsoo kedepan wajahnya. Tanpa aba aba Jongin segera menempelkan bibirnya pada bibir tebal Kyungsoo. Awalnya hanya menempel tanpa ada pergerakan. Tak lama bibir Jongin bergerak mengulum bibir bawah Kyungsoo. Kyungsoo yang masih terdiam belum memberi respon apapun. Beberapa detik kemudian Kyungsoo membalas lumatan yang Jongin berikan. Kyungsoo melumat bibir atas Jongin dan berusaha mengimbangi Jongin yang sudah sangat bernafsu untuk menghabiskan bibir Kyungsoo.

"Aahh J-jongin-ahh~~~ ssshh~~" desahan pertama Kyungsoo lolos begitu saja yang sejak awal ditahan olehnya. Kyungsoo sudah tak kuat dengan ciuman Jongin yang berubah semakin ganas. Kyungsoo ingat ini masih di Basement kantornya.

"J-jongin hen..sshh...tikan kitaa...ahhh masihh...dibase...sshhh ment kan..ahhh...tor..sshh" Kyungsoo ingin memberitahu Jongin tapi Jongin tengah dikuasai nafsu hingga tak dapat berhenti.

Dengan sedikit kasar Kyungsoo menarik wajahnya menjauh dari Jongin agar Jongin tak melakukan hal lebih karena ini masih di tempat umum. "Haaahh...haaaahh... Ini masih di basement Jongin jangan sampai kelepasan" ucap Kyungsoo sambil mengumpulkan oksigen.

Sama dengan Kyungsoo, Jongin juga tengah meraup oksigen akibat ciuman panas mereka. "Tanggung Soo ini sudah setengah, Kai-ku sudah terbangun?" Kyungsoo mengeryit bingung. "Kai-mu ? Siapa?" Jongin tak menjawab hanya menunjuk benda yang tengah turn on di bagian selatan tubuhnya. Kyungsoo pun paham setelahnya.

Kyungsoo mendekat ketubuh Jongin dan sedikit menunduk. "Kai-ahh bersabarlah nanti kau akan mendapatkan surga duniamu" lalu Kyungsoo mengecup benda Jongin yang tengah berdiri itu. "Sshhh Soo-yaa~~" Jongin mendesah tak kuat.

"Kita lanjutkan nanti malam diapartemenku saja ne". Jongin mengangkat alisnya. "Kenapa tak sekarang saja Soo-yaaa Kai kecil sudah ingin dimanjakan" rengek Jongin pada Kyungsoo. "Jangan disini Jongin-ahh disini Bahaya. Kau mau nama Kim Sajangnim tercoret?" Jongin sedikit berpikir dan akhirnya mengangguk setuju.

"Baiklah nanti malam aku akan ke apartementmu. Berikan alamat dan nomer ponselmu Soo". Setelah itu Kyungsoo meberikan alamat dan nomer ponselnya dan kembali kekantornya sebelumnya sudah merapikan penampilan mereka yang sempat acak acakan karena ciuman panas mereka.

Jam kerja baru saja berakhir. Kyungsoo yang biasanya akan sedikit pulang lebih lama tapi kali ini dia pulang lebih cepat. Yaaa karena kejadian tadi siang jadi dia harus mempersiapkan semuanya. Sebenarnya Kyungsoo adalah orang yang sangat Mesoom. Hanya saja dia tak akan menunjukkan kepada semua orang. Dia akan agresif jika lawannya ini sudah menaruh hati padanya. Dia akan memberikan semuanya pada orang itu.

Berbeda dengan Kyungsoo, Baekhyun kali ini pulang lebih lama karena laporan hasil meeting tadi siang harus selesai hari ini juga. Dan karena Chanyeol mengajak ngobrol lama ketika makan siang waktunya jadi tersita. "Kau tak pulang Baek ?" tanya Chanyeol ketika keluar dari kamar mandi. "Pekerjaanku belum selesai Sajangnim" jawab Baekhyun singkat tanpa menatap Chanyeol.

"Tatap orangnya jika sedang berbicara Baek itu tak sopan" ucap Chanyeol sedikit gemas dengan sifat Baekhyun yang terlalu dingin. Baekhyun tak menjawab hanya melirik Chanyeol saja. Tak lama ponsel Baekhyun berbunyi pertanda ada telfon masuk.

"Yeobseyo ada apa Hyung? Ini masih berada dikantor. Lima menit lagi selesai. Mwo kenapa begitu ? Aishh kau selalu seperti itu Hyung. Ne. Annyeong" Baekhyun meletakkan kembali ponselnya. Chanyeol mendengarkan percakapan itu dan sedikit penasaran siapa yang baru saja menelfon Baekhyun.

"Siapa yang baru saja menelfonmu ?" tanya Chanyeol sinis. Entah kenapa Chanyeol sedikit tak suka. "Anda tak perlu tau Sajangnim" jawabannya selalu datar dan tak bereksprei. "Aku ini Bossmu Baek kenapa tak boleh tau ?" Baekhyun memutar matanya malas. "Atasan bukan berarti harus tau urusan pribadi bawahannya Sajangnim" Baekhyun mengingatkan kembali. "Ahh arraseo arraseo" ucap Chanyeol sambil melangkah pergi.

Chanyeol masih penasaran siapa yang menelfon Baekhyun tadi. Dan disinilah dia menunggu diruang lobby menunggu Baekhyun keluar ruangan. Sekitar 10 menit Chanyeol menunggu akhirnya Baekhyun keluar ruangannya dan menuju pintu utama Kantor ini. Dengan cepat Chanyeol mengikuti Baekhyun.

Ketika berada di dekat trotoar jalan, Baekhyun berhenti seperti menunggu sesuatu. Apakah Baekhyun dijemput seseorang? Chanyeol bertanya dalam hati. Tak lama mobil sedan hitam berhenti didepan Baekhyun dan seorang Namja keluar dari mobil itu.

Jarak Chanyeol bersembunyi dan Baekhyun berdiri hanya berjarak kurang dari 2 meter jadi Chanyeol dapat mendengarkan apa yang dibicarakan Baekhyun dengan Namja itu.

"Tak usah Hyung aku bisa pulang sendiri" tolak Baekhyun pada Namja itu. "Ini sudah malam bee tak akan ada bus" ucap Kris mengingatkan Baekhyun.

Hyung? Apa itu kakak Baekhyun ? Tapi kenapa mereka seperti sepasang kekasih. Dan heyy apa apaan itu Namja itu memanggil Baekhyun dengan sebutan Bee.

"Yasudah jika kau memaksa Hyu-" ucapan Baekhyun terpotong oleh seseorang dibelakangnya. "Baekhyun akan pulang bersamaku" dengan angkuh Chanyeol berbicara dan dengan seenaknya Chanyeol merangkul pundak Baekhyun. "Apa apaan anda Sajangnim siapa bil-" Ucapan Baekhyun kembali terpotong karena jari telunjuk Chanyeol berhenti didepan bibirnya. "Sstttt.. Ingat Byun... Tak ada penolakan" Chanyeol diam diam tersenyum menang karena Baekhyun tak bisa membalasnya.

"O-oh anda Sajangnimnya Baekhyun? Mianhaeyo Sajangnim" Kris menunduk sopan. "Tapi Baekhyun harus pulang dengan saya Sajangnim karena rumah kita searah" ucap Kris mencoba membatalkan niatan Chanyeol untuk mengantar Barekhyun. Baekhyun sedari tadi tak berbicara karena dia sibuk dengan jantungnya yang berdetak cepat. Dan posisinya dengan Chanyeol sangat dekat bahkan tanpa ruang sedikitpun.

Kris melirik Baekhyun yang hanya terdiam sedari tadi. Kris tau Baekhyun tak pernah suka diperintah oleh seseorang tapi ketika melihat Chanyeol memberi perintah Baekhyun tak melawan sedikitpun. Menurut Kris sedikit ada yang aneh, Tapi entah itu apa.

Mereka bertiga terdiam sesaat. Dan suara Baekhyun kemudian memecahkan keheningan. "Lebih baik saya pulang sendiri saja Sajangnim, Kris Hyung. Itu lebih adil" ucap Baekhyun sambil melepaskan rangkulan tangan Chanyeol dan berjalan mengikuti Trotoar. Baekhyun melupakan sesuatu, bahwa bus terakhir sudah lewat setengah jam yang lalu dan berakhirlah Baekhyun duduk dihalte bus sendirian.

Chanyeol tak tinggal diam setelah melihat Baekhyun berjalan meninggalkannya, Chanyeol cepat cepat mengambil mobilnya dan menyusul Baekhyun. Berbeda dengan Kris dia hanya melihat Chanyeol yang seperti orang kesetanan mengemudi dengan cepat menyusul Baekhyun. Kris memilih membuntutinya saja.

Chanyeol menemukan Baekhyun tengah duduk di halte bus. Chanyeol segera menghampiri Baekhyun dan mengulurkan tangannya ke depan Baekhyun. Baekhyun mendongak dan mendapati wajah Chanyeol didepannya. "Kenapa Sajangnim keras kepala sekali? Aku akan pulang sendiri Sajangnim". Chanyeol melangkahkan kakinya sedikit mendekati Baekhyun.

"Dengan apa kau akan pulang Baek ?" nada suara Chanyeol sedikit dingin. "Bahkan bus terakhir saja sudah lewat setengah jam yang lalu" suaranya kembali melembut. Tak ada jawaban dari Baekhyun. Baekhyun hanya memperhatikan wajah Chanyeol.

"Aku hanya tak mau merepotkanmu Sajangnim". "Chanyeol, panggil aku Chanyeol jika sedang berdua dan diluar kantor Baekhyun. Apa kau lupa?". Baekhyun memutar matanya malas. Sajangnimnya ini sangat semena mena padanya.

"Kajja kita pulang, aku akan mengantarkanmu sampai kerumah dengan selamat" Chanyeol mengulurkan tangannya kearah Baekhyun. Mau tak mau Baekhyun harus menerima tumpangan Chanyeol karena tak ada pilihan lain.

Dari kejauhan Kris melihat itu semua dari balik kemudi. "Sepertinya kau menyukainnya Sajangnim? Baik lihat saja siapa yang akan mendapatkan hati Baekhyun" Kris tersenyum setan dan melajukan mobilnya untuk pulang kerumah.

Perjalan kerumah Baekhyun memakan waktu 30 menit. Dan kini mereka sudah sampai didepan rumah Baekhyun. Chanyeol segera keluar dari mobilnya dan mebukakan pintu untuk Baekhyun. Baekhyun hanya tersenyum manis mendapat perlakuan seperti itu dari Chanyeol.

"Khamsamhamnida Saj- Chanyeol" suara Baekhyun sedikit gugup. "Sama sama Baek. Tak perlu sungkan. Kebetulan rumah Eommaku dekat sini mungkin aku akan tidur dirumah Eommaku". Baekhyun sedikit bingung dengan ucapan Chanyeol "Apa itu artinya kau tak tinggal bersama mereka Chan?". "Ahh tidak, aku tinggal di Apartement dekat kantor Baek. Karena aku orang yang susah bangun pagi jadi aku memilih tinggal di Apartement dekat kantor saja" jawab Chanyeol panjang lebar dan hanya mendapat anggukan kepala dari Baekhyun.

"Oke kalau begitu aku pulang dulu yaa Baek. Tak enak ini sudah malam" Chanyeol tersenyum manis menampilkan dimplenya. Baekhyun sempat terhipnotis oleh dimple itu tapi dia kembali fokus pada Chanyeol. "Arraseo. Hati Hati Chan" Baekhyun melambaikan tangannya. "Besok pagi aku jemput pukul setengah 7 pagi Baek. Ingat tak ada penolakan. Annyeong" belum sempat Baekhyun menjawab Chanyeol sudah melajukan mobilnya.

Entah kenapa hati Baekhyun sedikit senang karena Chanyeol. Ahh mungkin Baekhyun malam ini akan tidur nyenyak.

Tbceee...

Euuwww adegan panasnya udah datang yaaa gaysssss diawali dengan Kaisoo dulu. Chanbaeknya ntar dulu sabar.

Disini ceritanya Kyungsoo sangat mesoom yaaa gays jangan marah Kyungsoo stan ini cuman cerita mearang bebas...

Ada yang nungguin FF ini gak sih

Biar dah kalo gak ada yang nungguin

See you next Chap...

Salam Chanbaek is Real