Setelah mengantar Baekhyun dengan selamat. Chanyeol langsung menuju kerumah Eommanya. Memang benar rumah Eommanya hanya berjarak beberapa meter dari rumah Baekhyun.
"Eomma aku pulang" teriak Chanyeol dari pintu utama. Dengan langkah cepat Chanyeol segera menuju ruang tengah rumah Eommanya.
"Chanyeol! Tumben sekali kau pulang kerumah Chan, biasanya 2minggu sekali jika tidak lupa" sindir Papa Park. Chanyeol hanya memanyunkan bibirnya kedepan dan menghampiri sang Mama. "Eomma, Appa menjahatiku". Mama Park hanya bisa tertawa.
"Aigoo anak Eomma manja sekali. Ada apa kesini malam malam sayang?" tanya Mama Park. Chanyeol mendudukkan dirinya disamping Eommanya. Chanyeol akan berubah menjadi sangat manja ketika dirumah bersama Appa Eommanya.
"Tadi Chan mengantarkan teman Chan pulang Eomma, dan kebetulan rumahnya beberapa meter dari rumah Eomma jadi aku pulang saja kesini". Ucap Chanyeol. "Siapa dia Chan. Bukankah Kyungsoo tinggal diapartement di daerah dekat kanatormu ?" Appa Chanyeol bertanya.
Chanyeol menggelengkan kepalanya "Bukan Appa. Dia sekertaris baruku yang menggantikan Bo Ra selama dia cuti hamil". Appa Chanyeol hanya mengangguk. Eomma Chanyeol menoleh pada Chanyeol "Apa dia seorang Yeoja cantik Chan?" Chanyeol memutar bola matanya malas. "Dia Namja Eomma. Sekertarisku yang baru seorang Namja kecil. Tapi dia sangat pintar Eomma, baru kerja 3 hari dia sudah bisa menggait Kolega dari China untuk bergabung diproyek kita yang baru". Chanyeol menceritakannya dengan ekspresi yang menggebu seperti ada perasaan bangga.
"Whooa! Benarkah itu Chanyeol?" itu bukan suara Eommanya tapi suara Appanya. Chanyeol menoleh pada Appanya dan mengangguk. "Ne, itu benar Appa. Hasil test ketika seleksi kemarin saja dia mendapatkan 97% Appa. Dan pengalaman sebelumnya dia pernah bekerja diperusahaan besar yang sempat berjaya di Korea tapi sekarang sudah pindah ke China. Tapi dia tak bisa ikut pindah". Sepertinya Chanyeol tengah membanggakan Baekhyun didepan Appa dan Eommanya.
"Bolehka Appa bertemu dengannya Chanyeol?" celetuk Appa Chanyeol dengan spontan. Chanyeol membelalakkan matanya lebar "Mwo! Kenapa tiba tiba ingin bertemu dengannya?". "Apa kau lupa Chanyeol kalau perusahaan yang tengah kau Pimpin itu perusahaan Appa juga?" ucap Minho mengingatkan Chanyeol. Benar Chanyeol sempat melupakan bahwa perusahaan itu adalah milik Ayahnya.
"Tapi kenapa harus bertemu Appa?" Chanyeol sedikit tak suka denga usul Appanya. "Appa juga harus tau siapa yang sudah berkontribusi baik untuk perusahaan Yeol" ucap Appanya. Chanyeol hanya bisa mengangguk malas. "Tak apa Chan Appa hanya ingin bertemu tak akan memakannya Sayang jangan khawatir" ucap Eommanya seraya meyakinkan Chanyeol.
"Lusa ajak dia kerumah Chanyeol". Chanyeol membulatkan matanya lagi "Kenapa cepat sekali Appa?". Minho mengeryitkan "Emang apa masalahnya Chanyeol ? Hanya bertemu, Appa tak menyuruhmu menikah dengannya Oke" Chanyeol hanya menghela nafasnya.
Mau tidak mau Chanyeol harus mengiyakan perintah Appanya. Bukan Chanyeol tak mau mengajak Baekhyun bertemu Appanya, Chanyeol hanya belum siap dengan jantungnya nanti jika bertemu lama dengan Baekhyun.
"Kalau begitu Chan mau pergi tidur dulu Eomma Appa. Jaljayo~~~" Chanyeolpun segera pergi menuju kamarnya dan membersihkan diri sebelum tidur.
Cahaya Matahari pagi menembus melalui cela Jendela kamar Baekhyun. Baekhyun masih bersembunyi didalam selimutnya. Suara burung yang berada didekat jendela membangunkan Baekhyun dari tidurnya. Baekhyun membuka matanya perlahan dan mengumpulkan kesadarannya. Ini masih jam 6 pagi. Dengan malas Baekhyun beranjak dari tempat tidurnya dan merapikan tempat tidurnya terlebih dulu sebelum mandi dan bersiap untuk pergi bekerja.
"Selamat Pagi Eomma Appa" Sapa Baekhyun pada Sooyoung dan Yunho yang tengah sarapan di meja makan. "Selamat pagi juga Baekhyunee" Chuu~~. Secara bergantian Baekhyun mendapatkan kecupan dari Eomma Appanya setiap pagi. Baekhyun bilang kecupan Eomma Appanya dipagi hari adalah sebuah Energi tersendiri untuk Baekhyun.
Entah apa yang membuat Baekhyun sangat semangat pagi ini dari biasanya. Chanyeol hari ini akan menjemputnya dan Baekhyun telah siap 5 menit sebelum Chanyeol datang.
15 menit berlalu Chanyeol belum datang juga. Baekhyun berpikir mungkin Chanyeol sedang ada sedikit masalah. Baekhyun menunggu lagi hingga jam menunjukkan pukul 7 kurang 10 menit. Baekhyun bingung sampai jam segini Chanyeol belum menjemputnya juga. Bodohnya Baekhyun kemarin lupa meminta nomor telfon Chanyeol. Jadi dia hanya bisa menunggu.
Di tempat lain tepatnya di rumah Eomma Chanyeol, Chanyeol masih dengan tenang tertidur pulas dikamarnya. Eomma Chanyeol sudah berkali kali mengetuk pintu Chanyeol tapi Chanyeol tak kunjung bangun. Tapi seperti sudah terbiasa Chanyeol akan terbangun dengan sendirinya ketika jam menunjukkan pukul 7 kurang 15 menit.
Chanyeol masih mengumpulkan kesadarannya. Dan ketika dia mengedarkan pandangannya Chanyeol baru sadar bahwa dia berada dirumahnya bukan apartementnya. Dan begitu kesadarannya penuh dia langsung teringat kalau dia berjanji akan menjemput Baekhyun jam setengah 7 pagi tapi nyatanya ini sudah kelewat 15 menit.
Dengan cepat Chanyeol menuju kamar mandi dan mandi dengan secepat kilat. Chanyeol baru tersadar kalau dia tak mempunyai nomer ponsel Baekhyun sehingga Chanyeol tak bisa memberi kabar bahwa dia bangun kesiangan.
Baekhyun hanya takut terlambat, dengan berat hati dia menelfon Kris untuk mengantarkan ketempat kerja. Baekhyun tak punya pilihan lain dia tak mau kena sindiran dari Staff yang lainnya. Tak lama kemudian Kris datang menjemput Baekhyun dan langsung mengantarkan Baekhyun.
Tak berselang lama mobil Chanyeol berhenti di depan pintu rumah Baekhyun. Segera Chanyeol turun dari mobilnya dan masuk kehalaman ruman Baekhyun. Chanyeol langsung mengetuk pintu rumah Baekhyun. Pintupun terbuka dan menampilkan seorang Yeoja yang sangat cantik yang di duga Chanyeol itu adalah Eomma Baekhyun.
"Annyeonghaseyo Ahjumma, Chanyeol imnida, Apa Baekhyun ada dirumah?" sapa Chanyeol dan langsung memperkenalkan diri. "O-oh Annyeonghaseyo, Byun Sooyoung imnida. Baekhyun baru saja berangkat bekerja. Apa nak Chanyeol ada perlu dengan Baekhyunee?" Chanyeol mengeryitkan dahinya Baekhyunee ? Apa itu panggilan untuk Baekhyun ketika dirumah ? Ahh manis sekali. Diam diam Chanyeol tersenyum.
"Sebenarnya kami sudah janjian Ahjumma, hanya saja saya terlambat dari waktu yang kami sepakati. Kalau boleh tau Baekhyun berangkat bersama siapa Ahjumma?" tanya Chanyeol pada Sooyoung. "Baekhyunee tadi berangkat bersama Kris" jawab Eomma Baekhyun.
Chanyeol kali ini kalah start dengan Kris. Ini tak bisa dibiarkan Baekhyun tak boleh dekat dengan Kris. Karena Baekhyun miliknya. Ehh? Miliknya? Sejak kapan dia melabeli Baekhyun sebagai miliknya? Chanyeol rasa dia sudah benar benar jatuh Cinta pada Baekhyun.
"Baiklah kalau begitu Ahjumma, saya pamit dulu. Annyeong" Chanyeol memberi hormat pada Sooyoung. Segera Chanyeol menuju mobilnya dan melesat cepat kekantornya.
Baekhyun sudah sampai dikantornya pukul 7 lebih 10 menit. Baekhyun sekarang tengah duduk di meja kerjanya dan memulai pekerjaannya. Baekhyun sedikit bertanya tanya karena sampai saat ini Chanyeol belum datang biasanya Chanyeol akan berada dikantornya pukul 7 pagi tak pernah lebih. Tapi kali ini Chanyeol belum menampakkan batang hidungnya. Baekhyun sedikit merasa bersalah karena dia memilih berangkat terlebih dahulu dengan Kris. Dia hanya tak mau terlambat itu saja.
Setelah memarkirkan mobilnya diparkiran basement Chanyeol langsung berlari seperti orang kesetanan menuju ruangannya. Setelah sampai didepan ruangannya Chanyeol langsung membuka pintunya dan menemukan Baekhyun tengah duduk dimejanya dengan sangat manis.
Chanyeol masih mengontrol nafasnya karena berlari tadi. Setelah nafasnya normal Chanyeol langsung berjalan menuju meja Baekhyun. Baekhyun kaget ketika melihat keringat didahi Chanyeol yang sebesar jagung. Baekhyun menduga bahwa Chanyeol habis berlari entah karena apa.
"Baekhyun, Mianhaeyo aku terlambat menjemputmu tadi karena aku bangun kesiangan" Chanyeol berbicara dengan nafas yang masih sedikit terengah engah. Baekhyun melebarkan matanya, Jadi Chanyeol kesiangan ?. "Dan tadi aku menjemputmu dirumah tapi kata seorang Yeoja yang sangat Cantik kau sudah berangkat bersama Kris" jadi Chanyeol bertemu Eommanya? Haah Baekhyun melupakan hal itu.
"Tak apa Sajangnim. Lain kali jangan bangun kesiangan rumah Eommamu dengan kantor jaraknya jauh. Beda dengan jarak apartementmu dengan kantor" sindir Baekhyun tak melihat kearah Chanyeol sama sekali.
Chanyeol mendekat kemeja Baekhyun lagi. "Apa kau marah padaku Baekhyunee?" ucap Chanyeol dan bersmirk ria. Baekhyun yang mendengarkan panggilan itu langsung melotot kearah Chanyeol. Dari mana Chanyeol tau nama panggilannya ketika dirumah ? Bahkan Kris tak tahu panggilan itu. Ahh Baekhyun ingat pasti Eommanya tadi menggunakan nama itu. Aiisshh pasti Chanyeol aka memanggilnya dengan nama itu untuk menggodanya.
Baekhyun hanya melirik kepada Chanyeol tak memberi respilon apapun. "Mianhaeyo Baekhyunee aku kesiangan jadi terlambat menjemputmu. Maafkan aku Ne?" rengek Chanyeol pada Baekhyun. "Geurrae aku tak akan marah lagi pada Sajangnim. Asalkan ada syaratnya" Chanyeol mengangkat alisnya sebelah dan berifikir akan ada hal yang diminta Baekhyun. "Jangan pernah memanggil namaku dengam Baekhyunee ketika dikantor, panggil Baekhyun saja tanpa ada embel embel, Arraseo?". Tak ada pilihan lagi Chanyeol harus melakukannya karena dia tak ingin didiami oleh Baekhyun. Cukup sikapnya yang sudah dingin jangan ditambahkan lagi.
"Arraseo. Aku tak akan memanggil nama itu ketika dikantor. Tapi nama itu sangat menggemaskan Baek kenapa kau tak suka heum?" tanya Chanyeol pada Baekhyun dengan sedikit menggoda. Dan hanya mendapatkan Dead Glare dari Baekhyun.
Setelah Chanyeol merayu Baekhyun dia menuju ruangan Kyungsoo. Tanpa mengetuk atau apa Chanyeol langsung saja masuk keruangan Kyungsoo. Itu sudah kebiasaan Chanyeol saat memasuki ruangan Kyungsoo. "Annyeong Kyungoo Hyung" sapa Chanyeol pada Kyungsoo dengan senyum lebarnya. Kyungsoo sudah bisa menebak kalau perasaan Chanyeol hari inibtengah bahagia. Terlihat dari senyumnya yang sangat lebar.
"Ada apa kesini pagi pagi heum? Apa mau mengadu kalau kau ereksi lagi gara gara Baekhyun?" ucap Kyungsoo to the point. Chanyeol langsung melotot tak percaya. "Mwo! Kenapa kau bisa berbicara seperti itu Hyung?". "Yaaa mungkin saja aku hanya menebaknya" jawab Kyungsoo sambil tersenyum.
"Ohh Hyung kenapa lehermu merah merah ? Apa kau sakit?" tak sengaja Chanyeol melihatnya dan segera menanyakannya karena dia penasaran. Kyungsoo lupa menutupinya ini adalah hasil karya Jongin tadi malam diapartementnya. Ini hanya terlihat seperti gatal biasa maka dari itu Chanyeol tak menyadarinya bahwa itu adalah sebuah Hickey. Yang berada dileher Kyungsoo tak seberapa, jika bajunya dibuka maka didada Kyungsoo sangat banyak maha karya yang dibuat Jongin.
Kyungsoo mengangguk berbohong. "Iya Chan ini gatal alergi". Chanyeol dengan cepat melebarkan matanya "Kau alergi apa Hyung ? Kalau kau sakit lebih baik ijin saja Hyung". "Tak usah Chan hanya gatal biasa" dibalas sebuah anggukan oleh Chanyeol.
Waktu menunjukan jam makan siang. Kyungsoo segera keluar ruangannya untuk makan siang. Belum sempat memegang pintu tiba tiba Jongin sudah ada di depannya. "Butuh bantuan Babby Soo?" tawar Jongin menggoda Kyungsoo. Kyungsoo hanya menghela nafasnya "Ini gara gara kau yang bermain terlalu kasar Jongin. Rasanya badanku hancur" rengek Kyungsoo. Jongin segera menghampiri Kyungsoo dan membantunya berjalan untuk makan aiang diluar. "Mianhae Babby Soo. Aku sudah tak terkontrol tadi malam. Itu sungguh nikmat Soo-yaa. Aku menginginkannya lagi" lalu mengecup pipi gembil Kyungsoo. Pipi Kyungsoo langsung merona karena bisikan Jongin.
Ketika Jongin dan Kyungsoo keluar ruangan Chanyeol kembali memergoki mereka berdua, bedanya sekarang disebelah Chanyeol ada Baekhyun. "Kyung kenapa jalanmu seperti pinguin ? Apabkau sakit?" tanya Baekhyun khawatir dan langsung mendekati Kyungsoo. "Aniyo Baek aku tak apa hanya pinggangku sedikit bermasalah". Chanyeol terdiam beberapa saat dan pada akhirnya paham dengan itu semua, dari merah merah di leher Kyungsoo dan cara Kyungsoo berjalan dan ditambah ada Jongin sekarang.
"Kau apakan Kyungsoo Hyungku Jong?" tanya Chanyeol kepada Jongin. Jongin sedikit kaget dengan pertanyaan Chanyeol. Apa Chanyeol tau jika dia melakukan "ITU" dengan Kyungsoo?. "Aku tak melakukan apa apa Caplang" jawab Jongin Sakartis.
Chanyeol hanya tertawa renyah. "Tak usah menutupinya Jong. Kau berhutang penjelasan padaku. Aku tinggal kekantin dulu. Annyeong" ucap Chanyeol dan menyeret Baekhyun yang tengah bingung dengan pembicaraan mereka bertiga. Baekhyun ini masih sangat terlalu polos karena Baekhyun hampir tak pernah berpacaran. Jadi maklum dia kalau dia bingung.
Kini Chanyeol dan Baekhyun telah berada dikantin sedang makan siang. Baekhyun kembali membawa bekal kimbap kesukaannya dan seperti kemarin Chanyeol akan memintanya. "Baekhyunee lusa kau diundang Appaku kerumahku untuk makan malam" ucap Chanyeol santai. Baekhyun yang mendengarkannya saja mensongak pada Chanyeol karema tadi posisinya tengah memakan kimbapnya.
"Jangan menggunakan nama itu ketika masih berada di lingkungan kantor Sajangnim. Apa anda lupa dengan perjanjiannya" jawab Baekhyun datar. "Arraseo tapk aku suka dengan nama itu Baek" dan hanya mendapatka lirikan dari Baekhyun. "Dan kenapa Appa anda tiba tiba ingin bertemu denganku? Aku tak pernah mengenal Appa anda Sajangnim" ucap Baekhyun.
"Appaku pemilik perusahaan ini Baek sebelum aku yang memimpin dulu yang memimpin disini adalah Appaku" jawab Chanyeol. "Appa ingin bertemu dengan orang yang sudah berkontribusi baik untuk perusahaannya" jelas Chanyeol lagi. Baekhyun terdiam beberapa detik. Lalu menghela nafasnya.
"Geurrae saya akan datang kerumah anda Sajangnim. Berikan alamatnya padaku". "Tak usah, aku akan menjemputmu Baek" Baekhyun mengeryit tak setuju. Ketika Baekhyun akan mengeluarkan suaranya Chanyeol terlebih dulu membuka suaranya "Tak ada penolakan Baekhyun" dan Baekhyun hanya bisa pasrah. Lalu setelah mereka menghabiskan Kimbap bersama mereka kembali keruangannya.
Baekhyun sampai dimejanya dan langsung membuka laptonya. Dan ada sebuah email masuk dari luar. Isinya adalah sebuah tawaran kerjasama dari kolega baru mereka yang berasal dari Jepang. "Sajangnim, ada sebuah email masuk dari perusahaan The Land Group menawarkan sebuah kerjasama sebuah proyek pembuatan Apartement di Jepang" lapor Baekhyun pada Chanyeol yang sedang berada dimejanya.
Chanyeol menghampiri Baekhyun dan melihat isi email itu. "Atur jadwal pertemuannya Baekhyun kita coba liat presentari mereka dulu stelah itu kita ambil langkah". Baekhyun mengangguk "Ne Sajangnim" dan mereka kembali kepada pekerjaan mereka masing masing.
Jam kerja akan segera berakhir. Chanyeol tengah bersiap akan pulang dan rencananya dia akan mengantar Baekhyun lagi hari ini sebagai ganti tadi pagi dia gagal menjemput Baekhyun. Ketika Chanyeol akan mengajak Baekhyun pulang, Baekhyun terlebih dulu mendapatkan sebuah telfon. Chanyeol mendekat pada Baekhyun. Firasat Chanyeol mengatakan bahwa yang menelfon Baekhyun adalah Kris karena ini jam pulang kerja dan Kris akan menjemputnya. Belum sempat Baekhyun menjawab telfon dari Kris ponsel Baekhyun telah dirampas oleh Chanyeol. "Baekhyun akan pulang bersamaku! Jadi jangan menjemputnya" ucap Chanyeol dan mematikan telfon itu sepihak.
Baekhyun melebarkan matanya karena jawaban Chanyeol. "Yakk kenapa kau mengatakan itu pada Ktis Hyung eoh ? Dan kata siapa aku akan oulang bersamamu?" ucap Baekhyun sedikit berteriak. Chanyeol memutar bola matanya malas kenapa Baekhyun keras kepala sekali. "Kau harus pulang bersamaku karena ini untuk mengganti tadi pagi karena tak bisa menjemputmu" ucap Chanyeol dan langsung menggandeng Baekhyun keluar ruangan. "Yaaakk! Kau yang keras kepala Sajangnim" Baekhyun berbicara dengan beeusaha melepas tangannya dari genggaman Chanyeol tapi itu nihil karena tenaga Chanyeol lebih besar dan Baekhyun hanya bisa pasrah kembali.
Tbceeee..
Happy Chanbaek Day
Apa harapan kalian buat Chanyeol Baekhyun ?
Kalau aku sih yang pasti, mereka tetap saling cinta saling berbagi saling mengerti tanpa ada pertengkaran. Cepet cepet Coming out dan hidup bahahia selalu dengan cara kalian sendiri. Jangan pernah mendengarkan perkataan orang lain diluar sana karena sebetulnya mereka hanya iri dengan Kalian, iri dengam CINTA kalian.
Tetaplah bersama yaaa Chanbaek Sayang
I Love You
Salam Chanbaek is Real
