Semalam Chanyeol tidur lagi dirumah Eommanya setelah mengantar Baekhyun. Pagi ini Chanyeol bangun lebih awal karena dia berjanji akan menjemput Baekhyun lagi dan tak ingin membuat Baekhyun kecewa.
"Eomma aku berangkat dulu yaa" ucap Chanyeol sambil berjalan kearah bagasi.
"Kau tak mebawa mobil Chan ?" Mama Park menghampiri Chanyeol yang tengah membuka bagasinya.
"Chan ingin memakai motor vespa Chan yang sudah lama tak terpakai Eomma. Aku merindukan udara yang segar Eomma" ucap Chanyeol sambil memasangkan helm pada kepalanya.
"Ehh kenapa kau membawa 2 helm Chan ? Satunya untuk siapa?" tanya Mama Park sedikit penasaran.
"Chan akan berangkat bersama Sekertaris Chan Eomma" ucap Chanyeol dengan sedikit tersenyum.
Mama Park yang melihat sedikit geli pasalnya Mamanya itu tak pernah melihat senyuman Chanyeol yang seperti itu.
"Wajahmu berseri sekali Chan seperti Namja yang akan menjemput Yeoja Chingunya" celetuk Mama Park.
Chanyeol langsung melebarkan matanya ketika mendengar celetukkan dari Eommanya.
"A-ah Aniyo Eomma. Kenapa Eomma bicara seperti itu. Aiishh." Chanyeol menggaruk tengkuknya yang tidak Gatal.
"Sudah cepat berangkat sana, nanti kau terlambat menjemput Sekertarismu itu. Dan jangan lupa nanti malam ajak dia kerumah Appamu ingin bertemu". Mama Park mengingatkan Chanyeol lagi.
"Ne Eomma. Aku pamit berangkat dulu Eomma. Annyeong". Ucap Chanyeol pamit pada Eommanya.
"Hati hati Chan" Mama Park melambaikan tangannya.
Dalam perjalanan mejemput Baekhyun, Chanyeol bersepeda sambil bersenandung riang. Moodnya hari ini sangat baik seperti cuaca hari ini juga sangat cerah.
Ini masih pukul 6 lebih 25 menit, Chanyeol sengaja berangkat lebih awal agar ketika sampai dirumah Baekhyun tepat waktu.
Chanyeol telah sampai didepan rumah Baekhyun dan memarkirkan motor Vespanya. Lalu dengan cepat Chanyeol mengetuk pintu rumah Baekhyun. Tak lama pintu terbuka dan menampilkan seorang Yeoja cantik yang sama dengan kemarin.
"Annyeonghaseyo Ahjumma" sapa Chanyeol pada Sooyoung.
"Annyenghaseyo. Oh Chanyeol ?" Sooyoung sedikit mengingat namanya.
"Ne benar Ahjumma" jawab Chanyeol.
"Apa Baekhyun ada dirumah Ahjumma?" tanya Chanyeol pada Sooyoung.
"Baekhyunee ada didalam. Dia sedang bersiap. Apa kau mau masuk dulu Chanyeol?" tawar Sooyoung pada Chanyeol.
"Ahh Ne Khamsamhamnida Ahjumma" lalu Chanyeol mengikuti Sooyoung dari belakang.
"Baekhyunee cepatlah sedikit, Chanyeol sudah datang" teriak Sooyoung dari bawah.
Chanyeol suka sekali dengan panggilan Baekhyunee itu terkesan manis dan itupun pas dengan porsi tubuh Baekhyun yang kecil.
Dari arah lantai 2 rumah Baekhyun terdengar suara gaduh yang diduga berasal dari kamar Baekhyun. Dan tak lama keluar seorang Namja kecil manis dari ruangan itu. Baekhyun belum menyadari kalau diruang tamu ada Chanyeol. Baekhyun seperti biasa akan melakukan ritual paginya yaitu meminta ciuman dari Eomma Appanya. Chanyeol terbelalak kaget ketika melihat tingkah Baekhyun yang jarang diperlihatkan didepan umum itu. Ruang tamu Baekhyun kebetulan tak memiliki sekat dengan ruang makan Baekhyun jadi Chanyeol bisa melihat aktifitas keluarga Baekhyun dari ruang tamu. Tingkah Baekhyun sangat seperti anak anak, tingkahnya ceria, dan manis. Berbeda ketika Baekhyun berada diluar rumah apalagi ketika bersama Chanyeol dia akan berubah 180° dia akan berubah menjadi orang yang sangat dingin dan cuek. Chanyeol jadi semakin ingin mengenal Baekhyun lebih dalam.
"Ohh Sajangnim, sejak kapan anda berada disitu?" tanya Baekhyun ketika menyadari ada seseorang selain Eomma Appanya dirumahnya. Chanyeol tersenyum melihat Baekhyun dengan ekpresi kagetnya.
"Mungkin sudah 10 menit yang lalu" Chanyeol menyengir lebar. Baekhyun membelalakan matanya. "Mwo?" Apa? 10 menit yang lalu? Jadi Chanyeol melihat semua kelakuannya tadi? Tamatlah kau Byun itu akan menjadi alat Chanyeol untuk menggodamu.
"Tapi kenapa aku tak mendengar suara mobil anda Sajangnim?" tanya Baekhyun lagi karena penasaran. "Apakah kau sudah selesai ? Kalau sudah Kajja kita berangkat nanti kita bisa telat sampai kantor" ajak Chanyeol pada Baekhyun tanpa menjawab pertanyaan dari Baekhyun.
"Tunggu sebentar Sajangnim saya berpamitan dulu dengan Eomma Appa" dan Chanyeol hanya memberi anggukan. Baekhyun segera menuju kemeja makan tempat Eomma Appanya berada.
"Eomma Appa Baekhyunee berangkat dulu Ne" pamit Baekhyun sambil memcium pipi Eomma Appanya. "Jadi Chanyeol adalah Sajangnimmu Baekhyunee?" itu Eommanya yang bertanya. Dengan cepat Baekhyun menganggukan kepalanya. "Ne Eomma Chanyeol adalah Sajangnimku dikantor". "Appa kira dia Namja Chingumu Baekhyunee" sindir Appanya dengan sedikit terkekeh.
Baekhyun melebarkan matanya ketika mendengarkan celetukkan Appanya itu. "Aiisshh apa apaan Appa ini" dan hanya dapat sebuah senyuman dari Appanya. "Cepat berangkat Chanyeol sudah menunggumu" Baekhyun mengangguk "Ne Eomma, Baekhyun berangkat dulu Ne. Dahh Eomma Dah Appa" Baekhyun melambaikan tangannya.
"Hati Hati Baekhyunee, Hati Hati Chanyeol" Eomma Baekhyun berteriak. "Ne Eomma" sahut Baekhyun juga berteriak.
"Ehh mana mobil Sajangnim?" tanya Baekhyun ketika tak mendapati mobil Chanyeol didepan rumahnya. "Kita akan naik motor ini Baekhyunee. Kajja cepat kita akan terlambat". Baekhyun sedikit kaget karena tak menyangka Chanyeol akan membawa motor untuk menuju kekantor.
Chanyeol mengambil helm dan memakainya dan mengambil helm lainnya untuk memakaikannya pada Baekhyun. Baekhyun masih tertegun, ketika Chanyeol memakaikan helmnya barulah kesadaran Baekhyun kembali. Tiba tiba pipi Baekhyun terasa panas karena perlakuan Chanyeol padanya. Pipinya berubah warna menjadi warna merah meskipun tak semerah tomat. Chanyeol menyadari kalau Baekhyun tengah merona.
"Kenapa pipimu memerah Baekhyunee ?" goda Chanyeol. Tangan Baekhyun reflek dengan cepat memukul lengan Chanyeol pelan. Chanyeol mengaduh berpura pura kalau pukulan Baekhyun sangat sakit.
"Cepat Sajangnim nanti kita terlambat" ucap Baekhyun dengan ekpresi juteknya. Chanyeol semakin gemas dengan perubahan ekspresi Baekhyun. Semakin membuat Chanyeol ingin segera memilikinya.
"Kajja pergeganganlah dipinggangku Baekhyunee aku akan melajukan motor ini dengan cepat" Chanyeolpun juga mengulurkan tangannya pada Baekhyun dan hanya mendapat lirikan dari Baekhyun. Chanyeol hanya bisa sabar dengan sikap Baekhyun.
Dengan cepat Baekhyun naik kemotor Chanyeol dan Chanyeol langsung melajukan vespanya dengan cepat. Tanpa disadari Baekhyun, tangannya sudah memeluk tubuh Chanyeol meskipun tak sepenuhnya. Chanyeol yang menyadari itu hanya bisa tersenyum menang.
Mereka berdua telah sampai dikantor mereka pukul 7 kurang 5 menit. Chanyeol berjalan beriringan dengan Baekhyun tanpa obrolan apapun. Dan mendapatkan tatapan dari semua Staff yang mereka lewati. Pasalnya tak biasannya CEOnya itu berangkat dengan seseorang. Tapi kali ini Chanyeol berangkat berdua bersama Baekhyun.
Wajah Chanyeol hari ini terlihat berseri seri beda dengan Baekhyun yang menampilkan wajah datarnya. Bukan Baekhyun tak suka yaaa memang seperti itu wajah Baekhyun kalau diluar rumah. Berbeda dengan dirumah.
Mereka sudah masuk kedalam ruangannya Baekhyunpun segera menuju ke mejanya. Tanpa sepengetahuannya Baekhyun, Chanyeol mengikutinya hingga kemejanya.
"Yaak! Sajangnim! Apa apaan anda! Aiishh mengagetkan saja!" omel Baekhyun yang kaget ketika membalikkan badan dan Chanyeol ada di belakangnya. Chanyeol hanya memperlihatkan senyuman idiotnya.
"Ada apa dengan anda Sajangnim? Kenapa wajah anda sumringah seperti itu? Dan omong omong meja anda disebelah sana Sajangnim" Baekhyun memberi pertanyaan Chanyeol tanpa jeda.
"Kalau tanya satu satu saja Baekhyunee" goda Chanyeol pada Baekhyun. Baekhyun hanya meberi Chanyeol dead glare. Chanyeol tersenyum menang. Hobby Chanyeol sekarang bertambah adalah menggoda Baekhyun.
"Baekhyunee kau tak lupakan kalau hari ini ada pertemuan dengan Appaku ?" Chanyeol masih ditempatnya dengan memandangi Baekhyun dalam. Yang dipandangi tidak bisa berkutik. Seolah pandangan Chanyeol mengunci gerakan Baekhyun.
"A-aniyo Sajangnim". Baekhyun menjawab sambil menggelengkan kepalanya. Chanyeol tersenyum lagi. "Nanti aku jemput Ne" Chanyeol berbicara lagi. Ketika Chanyeol akan melangkah ke mejanya ia mengingat sesuatu.
"Oh yaa Baek, beberapa hari yang lalu kau pernah bilang kalau ada kolega yang ingin bekerja sama dengan kita membangun Apartement di Jepang benar ?" Baekhyun sedikit bernafas lega karena Bosnya tengah membahas hal yang penting tidak seperti tadi yang hanya menggodanya tanpa henti.
"Ne Sajangnim, dari The Land Group" Chanyeol mengangguk paham.
"Lalu kapan pertemuan itu kau Jadwalkan Baek?" Chanyeol bertanya lagi. Chanyeol semakin senang jika banyak kolega yang ingin bekerjasama dengan perusahaannya itu berarti perusahaannya telah dipercaya jadi dia tak akan pernah menolak sebuah kerjasama dari manapun asal itu menguntungkan untuk perusahaannya.
"Hari Jum'at besok Sajangnim pukul 10 pagi". Chanyeol mengangguk lagi dan kali ini dia pergi menuju pintu ruangannya.
"Geurrae. Kalau begitu siapkan semuanya Baekhyun aku mempercayakan semuanya padamu" setelahnya Chanyeol tersenyum.
"Ne Sajangnim akan saya usahakan" ucap Baekhyun. Chanyeol percaya kalau Baekhyun bisa diandalkan. Dan dia yakin Proyek ini akan mendapatkan keuntungan yang besar.
Setelahnya Chanyeol keluar dari ruangan itu dan menuju keruangan Kyungsoo. Setelah pertemuan mereka kemarin siang, Kyungsoo dan Jongin tak menampakkan batang hidungnya sama sekali dikantor. Chanyeol butuh penjelasan dari Jongin karena banyak yang mengganjal dihati Chanyeol. Meskipun Kyungsoo hanya wakilnya tapi Chanyeol sangat menyayanginya dan sudah dianggap seperti Hyungnya sendiri.
Ketika Chanyeol akan membuka pintu ruangan Kyungsoo, pintu telah terbuka terlebih dahulu dan menampilkan tubuh Kyungsoo yang hendak keluar. Sepertinya Kyungsoo akan kerungannya karena terlihat Kyungsoo yang sedang mebawa beberapa tumpuk file yang harus ditanda tangani Chanyeol.
"Apa semua itu yang harus aku tanda tangani Hyung?" tanya Chanyeol pada Kyungsoo yang sedikit terkaget ketika melihat Chanyeol sudab berdiri dihadapannya.
"Ne Sajangnim ini semua adalah hasil laporan dari kolega bisnis yang harus anda tanda tangani" ucap Kyungsoo menjelaskan.
"Kutanda tangani diruanganmu saja Hyung karena aku juga akan bertanya sesuatu padamu". Detik itu juga mata Kyungsoo membesar. Apakah Chanyeol akan bertanya masalahnya dengan Jongin yang selaku kolega bisnis dan teman popoknya? Kyungsoo tak berkutik dan hanya bisa menganggukan kepalanya.
"Santailah Hyung aku tak akan membunuhmu, kenapa kau gugup seperti itu eoh ?" Kyungsoo menggeleng lucu. Ini kebiasaan Kyungsoo ketika dia gugup. Dia hanya akan memberikan sebuah isyarat tanpa ucapan. Itu semakin meyakinkan orang yang bertanya padanya jika ada yang tengah ia sembunyikan.
Chanyeol menghela nafasnya heran, dia hanya ingin bertanya oke. Tapi kenapa ekspresi Kyungsoo seperti orang yang temgah diintrogasi.
Chanyeol mengambil alih tumpukan file yang dibawa Kyungsoo yang akan ditandatanganinya tadi. "Hyung, sejauh mana kau sudah berhubungan dengan Jongin?"
Duuuaaaarrrr
Seperti disambar gledek ditengah ladang, Kyungsoo hanya diam membisu. Kyungsoo bingung akan menjawab pertanyaan Chanyeol seperti apa. Chanyeol masih fokus pada filenya.
Tak lama helaan nafas keluar dari mulut Kyungsoo.
"Geurrae aku akan jujur padamu". Chanyeol mendongakkan kepalanya dan tersenyum. Karena Chanyeol suka kejujuran meskipun terkadang menyakitkan.
"Aku sudah bersetubuh dengan Jongin dan sekarang kami telah resmi menjalin hubungan" ucap Kyungsoo datar tanpa ada jeda.
Chanyeol yang mendengarkan penjelasan Kyungsoo langsung membulatkan matanya yang sudah bulat. Chanyeol tak menyangka kalau Jongin bisa secepat itu. Awalnya Chanyeol mengira kalau Jongin akan mendapatkan penolakan dari Kyungsoo mengingat Kyungsoo sangat dingin dengan orang yang baru dikenal seperti Chanyeol dulu ketika baru menjadi CEO. Chanyeolpun mati matian agar bisa berteman dengan Kyungsoo.
"Daebak! Dengan apa Jongin merayumu Hyung hingga kau menyerahkan dirimu begitu saja heum?" tanya Chanyeol sedikit tak menyangka kalau Kyungsoo akan semudah itu. Karena Chanyeol tak mengetahui masalalu Kyungsoo jadi dia berpikiran Kyungsoo terlalu mudah untuk ditaklukkan dalam hal "ITU".
Kyungsoo paham dengan ucapan Chanyeol. Chanyeol belum mengenal dirinya sepenuhnya jadi dia akan membiarkan Chanyeol dengan spekulasinya. Karena percuma saja Kyungsoo menjelaskannya Chanyeol tak akan percaya.
"Yaaa kenyataannya seperti itu Chanyeol, kau hanya tak mengenalku lebih jauh" ucap Kyungsoo datar. Chanyeol memijat keningnya pelan, dan menghela nafasnya.
"Aku tau kau bisa memilih yang terbaik untukkmu Hyung aku percaya padamu. Tapi jika Jongin itu melukaimu setitik saja maka aku akan menghabisinya" ucap Chanyeol dengan wajah seperti akan membunuh. Dia tak ingin Kyungsoo dilukai siapapun karena Chanyeol menyayanginya sebagai Hyungnya.
Chanyeol teringat dengan tujuannya tadi keruangan Kyungsoo. Bukan untuk membahas Jongin dan Kyungsoklo melainkan dia ingin bertanya sesuatu tentang Baekhyun pada Kyungsoo.
"Hyung menurutmu Baekhyun orang seperti apa?" Chanyeol bertanya pada Kyungsoo karena ia merasa Kyungsoo mengenal Baekhyun lebih dulu.
"Aku belum mengenalnya terlalu dalam Chanyeol kami baru berteman kurang dari 1 minggu" Chanyeol baru ingat jika Baekhyun baru bekerja ditempatnya selama seminggu.
Kyungsoo mengeryitkan dahinya bingung "Kenapa kau menanyakan hal tentang Baekhyun Chan ? Apa sekarang kau benar benar jatuh Cinta pada Baekhyu ?" goda Kyungsoo pada Chanyeol.
Chanyeol memandang Kyungsoo sesaat dan menghela nafasnya lagi "Sepertinya aku jatuh semakin dalam pada pesonanya Hyung. Padahal dia tak pernah melakukan sesuatu yang membuatku tertarik padanya Hyung, tapi semakin kesini aku semakin penasaran dengan semua yang ada dalam diri Baekhyun Hyung. Eottokae aku bingung Hyung" Chanyeol membenamkan wajahnya pada lipatan tanganmya diatas meja.
"Kau benar benar jatuh Cinta padanya Chan, kau tak bisa mengelak lagi. Kalau kau bersi keras mengelaknya maka sakit hati yang akan kau rasakan" ucap Kyungsoo santai. Chanyeol mengangkat wajahnya dan memperhatikan Kyungsoo yang berada disampingnya.
"Cinta yang tengah Kau rasakan itu Istimewa Chan, jika kau bisa mendapatkannya maka kau akan merasakan kebahagiaan yang amat sangat indah. Tapi jika kau tak memperjuangkannya kau akan merasakan sebuah sakit hati yang sangat dalam" Kyungsoo kembali berucap pada Chanyeol.
"Geurrae aku akan memperjuangkkannya Hyung. Terima kasih telah menyemangatiku" tanpa aba aba Chanyeol memeluk tubuh Kyungsoo. Baru saja Chanyeol memeluk tubuh Hyungnya, pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan Jongin yang sedang membawa barang ditangannya. Dengan cepat Chanyeol melepaskan pelukannya pada Kyungsoo. Dia takut Jongin salah paham.
Kyungsoo yang merasakan ada orang lain selain dia dan Chanyeol, segera ia menolehkan wajahnya kebelakang kearah pintu ruangannya dan dia membelalakkan matanya kaget karena ada Jongin disana.
"Hey Jong jangan salah paham dulu Ne, aku hanya memeluknya sebagai Hyung dan Dongsaeng tak lebih" ucap Chanyeol pada Jongin dan hanya mendapatkan tatapan datar dari Jongin. Kyungsoo hanya bisa diam kaku.
"Hyung aku pergi dulu Ne, nikmati waktu berdua kalian, aku tak akan mengganggu. Annyeong" dengan cepat Chanyeol menutup pintunya sebelum Jongin marah padanya.
Didalam ruangan Kyungsoo berusaha menjelaskan pada Jongin agar tak ada salah paham antara dia dan Chanyeol. Sebenarnya Jongin sudah tau tapi dia ingin sedikit menggoda Kyungsoo.
"Kau menyakitiku Babby Soo~ Kau harus dihukum" ucap Jongin pada Kyungsoo. Kyungsoo yang mendengarkan ucapan Jongin hanya bisa menelan salivanya kasar. Kyungsoo tau apa yang dimaksut "hukuman" oleh Jongin. Heol pliss yang kemarin sakitnya saja belum hilang lalu akan ditambah lagi, apakah Jongin sudah gila ?
Jam kerja telah habis, Baekhyunpun membereskan mejanya dan segera bergegas pulang. Entah apa yang membuat moodnya sedikit baik, apa karena akan bertemu dengan Tuan Park atau akan berboncengan dengan Chanyeol lagi menggunakan vespanya ? Entahlah yang penting sekarang moodnya tengah sumeringah.
Chanyeol muncul didepan pintu dan sedikit mengagetkan Baekhyun.
"Apa kau sudah selesai Baek?" tanya Chanyeol pada Baekhyun.
"Sudah Sajangnim" Baekhyun berjalan menuju tempat Chanyeol berdiri.
"Kajja kita pulang, Appaku sudah menunggumu dirumah" Chanyeol tersenyum pada Baekhyun dan Baekhyun tetap dengan wajahnya yang dingin. Chanyeol sedikit merasa kecewa karena ekspresi Baekhyun tapi dia tak akan menyerah karena Chanyeol sudah jatuh cinta pada Baekhyun.
Selama perjalanan Baekhyun dan Chanyeol sama sama terdiam diatas motor vespa Chanyeol. Tak ada yang bertanya dan tak ada yang menjawab. Chanyeol sibuk dengan jantungnya yang berdegup semakin kencang. Berbeda dengan Chanyeol, Baekhyun tengah mempersiapkan mentalnya untuk bertemu Tuan Park. Dia takut mengecewakaan Tuan Park.
Setelah 30 menit perjalanan mereka, Baekhyun turun dari motor vespa Chanyeol dan mengucapkan terima kasih pada Chanyeol.
"Gumapsemnida Sajangnim, telah mengantarkan saya sampai rumah" ucap Baekhyun. Chanyeol tak suka jika dipanggil seperti itu jika sedang berdua atau diluar kantor.
"Chanyeol Baek, kita tengah diluar kantor dan berdua" ucap Chanyeol sedikit merengek. Baekhyun paham dan meminta maaf pada Chanyeol.
"Nanti jam 7 malam aku jemput Ne, berdandanlah yang cantik Baek" Chanyeol berucap sambil mengerling nakal pada Baekhyun. Dan dengan cepat Baekhyun menghadiahi Chanyeol sebuah tinjuan dilenganya tapi itu buka tinjuan sebuah jurus jadi tak akan terasa sakit.
"Aku namja Chanyeol kau ingat ?"
"Tapi kau Cantik Baek" kali ini Chanyeol mengatakan dengan sungguh sungguh. Dan Baekhyun hanya tersenyum tipis.
"Kalau begitu aku pulang dulu Baek. Annyeong" ucap Chanyeol sambil mengendari kotor vespanya. Tanpa diketahui Chanyeol, Baekhyun tengah memegang dadanya yang sedang berdegub tak karuan. Hanya karena pujian Chanyeol dia sudah seperti ini, apalagi jika Chanyeol melakukan sesuatu untuknya, Apakah hatinya nanti masih utuh ? Entahlah.
Sekarang Baekhyun sedang keluar dari mobil Chanyeol yang sudah berada didepan rumah Chanyeol. Setengah jam yang lalu Chanyeol menjempunya dirumah. Chanyeol keluar dari mobilnya dan mendekati Baekhyun.
Sebelum memasuki rumahnya, Chanyeol sempat memandangi penampilan Baekhyun yang sangat sempurna. Dengan setelan Kemeja putih dengan lengan sedikit ditekuk sampai sikunya dan celana warna hitam pres body. Memang sederhana namun Baekhyun tetap terlihat Cantik dan jangan lupa eyeliner kebanggaannya yang slalu menghiasi matanya dan menambahkan kecantikkannya. Chanyeol benar benar semakin terjatuh pada Baekhyun.
"Kenapa diam saja Baek? Ayo masuk. Appa sama Eomma sudah menunggumu" ucap Chanyeol sambil membawa Baekhyun memasuki rumahnya.
"Appa Eomma aku datang" teriak Chanyeol dari ruang tamu. Appa Eommanya tengah berada diruang makan.
"Appa Eomma perkenalkan ini Baekhyun sekertarisku di Kantor. Dan Baekhyun ini Appa dan Eommaku" Chanyeol mengenalkan keduanya.
"Annyeonghaseyo, Byun Baekhyun imnida Ahjumma, Ahjussi" ucap Baekhyun dan menunduk hormat pada Appa dan Eomma Chanyeol.
"Annyeonghaseyo Baekhyun selamat datangn dirumah keluarga Park" Appa Chanyeol menyahuti sapaan Baekhyun dan Baekhyun tersenyum sangat manis saat itu juga.
"Aigoo Chan, kenapa sekertarismu manis sekali heum ? Apa kau sengaja memilihnya karena dia terlihat sangat manis Chan ?" goda Eomma Chanyeol padanya dan sedikit berbisik.
"Mwo? Kenapa Eomma bisa berpikiran seperti itu? Tentu saja tidak Eomma, dia memang sangat hebat" Chanyeol mejawab dengan tegas pada Eommanya. Dan Eommanya hanya terkekeh.
"Silakan duduk Baekhyun anggap saja ini rumah sendiri Ne" ucap Appa Chanyeol enteng. Dan Baekhyun menjawabnya dan mengangguk manis.
Duduknya diruang makan sekarang adalah disisi tengah ada Appa Chanyeol disamping kiri Appanya ada Eommanya dan ada Chanyeol. Baekhyun duduk berhadapan dengan Eomma Chanyeol.
Mereka makan dengan sangat tenang tanpa ada suara. Setelah mereka selesai makan mereka menuju ke ruang tengah Mansion megah itu.
"Terima kasih Baekhyun atas kontribusimu pada perusahaanku sekarang, yaa meski kau masih seminggu diperusahaanku tapi kinerjamu sungguh bagus Baek, aku memantau semuanya dari rumah. Semenjak kau bekerja diperusahaanku grafik perusahaan terus meningkat tak seperti ketika Chanyeol yang mengatasinya grafik itu tak berubah sama sekali yang ada malah mengalami penurunan" ucap Appa Chanyeol pada Baekhyun dan juga sedikit menggoda Chanyeol.
Posisi mereka sekarang adalah berhadap hadapan. Chanyeol duduk dengan Baekhyun di sofa panjang dan Appa Eomma Chanyeol juga duduk di sofa panjang yang menghadap ChanBaek. Posisi mereka seperti orang tua yang meminta pertanggung jawaban atas kehamilan anak mereka.
"Mwo, kenapa Appa bicara seperti itu ? Aku sudah berusaha Appa" rengek Chanyeol.
"See Baekhyun ? Dia seperti anak kecil" goda Appanya semakin menjadi jadi. Baekhyun hanya terkekeh melihat tingkah Appa dan anak itu.
"Jangan dengarkan yang Appa bicarakan Baekhyun, Arraseo ?" Baekhyun hanya diam. Dia tau kalau Appa Chanyeol tengah mnggoda Chanyeol.
"Oh yaa Baekhyun, kenapa kau gak tinggal dengan Chanyeol saja di apartementnya, apa kau tak terlalu jauh jika berangkat dari sini ?" ucap Eommanya enteng.
Seketika Chanyeol dan Baekhyun membulatkan matanya.
"Mwo? Apa Eomma sudah gila ?" teriak Chanyeol. Baekhyun tak mengerti kenapa Eommanya Chanyeol bisa mempunyai ide seperti itu.
"Benar apa kata Eommamu Chan, kasihan Baekhyum harus pulang pergi menempuh perjalanan yang jauh dia pasti lelah". Appa Chanyeol membenarkan ucapan istrinya.
"A-aniyo tak usah Ahjussi, aku sudah terbiasa seperti itu". Baekhyun menolaknya sopan, mana mungkin Baekhyun mau tinggal satu Apartement dengan Chanyeol. Cukup dikantor saja dia diganggu Chanyeol tidak dengan diluar kantor.
Namun watak keras kepala Chanyeol menurun dari Appanya. "Tak ada penolakan Baekhyun, besonlk kami akan kerumahmu dan meminta izin pada orang tuamu agar kau diizinkan tinggal diapartement Chanyeol." Itu perintah mutlak dari Appa Chanyeol yang tak bisa di ganggu gugat.
Entah harus bagaimana Chanyeol sekarang, haruskah dia senang atau bersedih Chanyeol bingung. Yang pasti Chanyeol masih terkejut dengan ide dari Eommanya dan menjadi sebuah perintah dari Appanya.
Setelah itu mereka berbincang bincang sebentar, lalu Chanyeol pamit untuk mengantarkan Baekhyun pulang. Dan sekarang mereka tengah dalam perjalanan pulang.
"Baek apa kau tidak keberatan dengan perintah Appaku ?" tanya Chanyeol hati hayi takut Baekhyun marah.
"Aku bisa apa Yeol jika Appamu sudah bilang aku tak bisa menolaknya" ucap Baekhyun sambil menundukkan kepalanya dan memandangi jemarinya yang saling bertautan.
Tanpa keraguan Chanyeol menggengam tangan Baekhyun dengan tangan kanannya yang bebas tak memegang kemudi. "Jangan takut Baek aku tak akan macam macam padamu" ucap Chanyeol meyakinkan. Baekhyunpun menganggukan kepalanya dengan pasrah. Mungkin sekarang seperti itu entah nanti akan seperti apa jadinya ketika mereka sudah tinggal berdua dengan waktu yang lama. Mari kita lihat saja nanti.
Tbceeeeeeee...
Annyeong yaeorobun.
Minal aidzin wlfaidzin yaaah Mohon maaf lahir batin.
Dan Maap yaaa updatenya agak telat bcs pulang kampung dan sempet blank dan lupa alur cerita
Tapi sekrang sudah kembali.
Semoga puas yaaaa maaf typonya banyak bcs ngetiknya ngebut. Wkwkw
Salam ChanBaek is Real
