Sepertinya menjemput Baekhyun untuk berangkat kerja bersama adalah rutinitas Chanyeol sekarang. Sejak mengantarkan Baekhyun beberapa hari yang lalu, dan ditambah Appanya yang meminta bertemu dengan Sekertaris kecilnya itu, Chanyeol sudah tak pulang ke Apartementnya. Sekarang Chanyeol selalu pulang kerumah orang tuanya yang lebih dekat dengan rumah Baekhyun. Bilang saja Chanyeol malas kembali ke Apartementnya karena jauh dan alasan yang lain adalah agar bisa lebih dekat dengan Baekhyun. Istilah lainnya adalah Modus seorang Park Chanyeol.
Entah kenapa belakangan ini Chanyeol lebih suka memakai scooter vespanya untuk menjemput Baekhyun dan pergi kekantor bersama. Chanyeol merasa bisa lebih dekat dengan Baekhyun. Karena secara otomatis Baekhyun akan berpegangan pada pinggangnya ketika Chanyeol menambah kecepatan scooter vespanya. Dan ini juga adalah salah satu modus dari Park Chanyeol.
"Kita sudah sampai Baek" dengan cepat Baekhyun turun dan melepaskan helmnya. Chanyeolpun sama melepas helmnya dan menyimpan di scooter vespanya.
Tanpa menunggu Chanyeol, Baekhyun langsung saja berjalan cepat masuk ke gedung perusahaan. Baekhyun hanya menghindari tatapan Karyawan lainnya karena hampir seminggu ini dia datang bersama dengan CEOnya yang dalam sejarah tak pernah berangkat dengan seseorang.
Ini sangat aneh. Sejak kedatangan Baekhyun di Perusahaan Park Group kelakuan CEOnya itu berubah sangat jauh dari biasanya. Biasanya yang tak pernah tersenyum pada karyawannya sekarang Chanyeol kadang tersenyum kadang sampai terlalu lebar. Kadang yang tak pernah makan siang dikantin sekarang dia selalu makan siang dikantin. Dulu yang tak pernah terjun mengechek data perusahaan sekarang dia yang memantaunya sendiri. Dulu dia selalu menyerahkan semuanya pada Bo Ra atau Kyungsoo.
Tapi kini Chanyeol yang memantau semuanya. Entah kenapa Chanyeol berubah seperti ini. Mungkin saja ini efek kedatangan Baekhyun di perusahaannya dan juga mungkin di hatinya.
Chanyeol dengan cepat menyusul Baekhyun masuk kedalam kantor dengan sedikit berlari.
"Baekhyunee, kenapa meninggalkanku eoh?" nafas Chanyeol sedikit tersengal karena berlari mengejar Baekhyun.
Yang dipanggil langsung menoleh pada sumber suara. Baekhyun menghela nafasnya pelan. "Aku tak mau mendapat tatapan membunuh dari semua karyawan yang mengidolankanmu Sajangnim"
Chanyeol mengangkat satu alisnya. Kenapa alasannya seperti itu ? Apa dia terganggu karena mendapatkan tatapan dari karyawan lain ? Ahh Chanyeol tau mungkin Baekhyun hanya tak ingin bermasalah dengan karyawan yang lain.
Chanyeol mendekati meja Baekhyun. Dengan tangan yang disembunyikan disaku celananya yang semakin menambah kadar ketampanannya. Jantung Baekhyun tiba tiba berdetak lebih cepat seperti biasannya jika Chanyeol mendekatinnya.
Chanyeol memiringkan senyumnya sangat tipis. Chanyeol tau jika Baekhyun tengah gugup. Sebenarnya Chanyeol sama gugupnya tapi dia berusaha untuk menyembunyikannya.
"Kenapa harus takut ? Ada aku Baekhyunee aku CEO disini" ucap Chanyeol sambil tersenyum.
Jantung Baekhyun semakin cepat. Suara itu yang selalu membayanginya setiap malam. Tapi dia menyukai suara khas itu.
Baekhyun masih diam tak bergerak dan dengan cepat Chanyeol mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun. Baekhyun melebarkan matanya dan sedikit memundurkan wajahnya. Chanyeol melihat pipi Baekhyun bersemu merah dan sudah merambat pada telinganya. Sudah beberapa detik mereka masih pada posisi yang sama.
"Aku akan tetap melindungi Baekhyunee jangan pernah takut".
Senyum Chanyeol sangat tulus terlihat dari sorot matanya yang tak ada kebohongan sama sekali. Hati Baekhyun terenyuh dan semakin membuat jantung Baekhyun bekerja lebih keras dan menyalurkan semburat merah pada pipinya.
Dengan cepat Baekhyun mendorong wajah Chanyeol dengan jari telunjuknya yang sangat lentik.
"Jauhkan wajah anda Sajangnim, ini terlalu dekat. Jika ada karyawan yang memergoki kita bisa menjadi gosip nantinya" jawab Baekhyun ketus.
Chanyeol mempoutkan bibirnya. Heol dia sungguh tak pantas melakukan itu karena berbanding terbalik dengan tubuhnya yang seperti tiang listrik itu.
Baekhyun kembali pada kursinya dan membuka note book yang selalu dibawanya kemana mana.
"Hari ini anda ada jadwal meeting dengan The Land Group Sajangnim" ucap Baekhyun mengingatkan Chanyeol.
"Aaah benar aku hampir lupa. Kau siapkan semuanya Baekhyunee. Aku mempercayakan semuanya padamu" dan diakhiri dengan kerlingan mata.
Baekhyun melebarkan matanya. Heol Baekhyun tak habis fikir kenapa dia bisa mempunyai Boss yang sangat genit.
Ruang Meeting.
Lee Yuan adalah CEO The Land Group yang sedang melangsungkan meeting dengan perusahaan Chanyeol. Lee Yuan adalah anak dari Lee Yoo Chun. Lee Yuan menggantikan posisi Appanya karena sedang sakit keras.
Selama meeting berlangsung Yuan tak mengalihkan atensinya pada seseorang yang cukup menyita perhatiannya. Saat sekertaris dari perusahaannya sedang mempresentasikan kinerja perusahan, Yuan tetap tak mengalihkan atensinnya sebelum suara Kyungsoo membuyarkannya.
"...Yuan-sshi, apa anda menyimak penjelasan kami ?" tanya Kyungsoo karena sedari tadi dia tahu bahwa Yuan tak memperhatikan proses meeting sama sekali.
"A-aniyo. Aku memperhatikkannya Kyungsoo-sshi" elak Yuan pada Kyungsoo.
Kyungsoo merasakan ada sesuatu yang sedikit tidak beres pada diri Yuan. Entah apa yang menbuatnya sedikit tak suka dengan Yuan.
"Sekarang giliran perwakilan dari Park Group, silahkan Baekhyun-sshi" ujar Kyungsoo.
Baekhyun menjelaskan cara kinerja Park Group dan tak terlewatkan satupun. Chanyeol benar benar memperhatikan Baekhyun yang tengah berpresentasi didepannya.
Disebrang Chanyeol, Yuan memperhatikkan Chanyeol lagi dan Yuan menyadari bahwa Chanyeol seperti tengah memperhatikan orang yang special. Dari tatapan mata Chanyeol Yuan bisa membacanya. Dan Yuan mengalihkan atensinya pada objek yang tengah diperhatikan Chanyeol yaitu Baekhyun yang tengah berada didepannya.
Setelah meeting itu selesai Chanyeol dan Baekhyun kembali keruangan mereka sedangkan Kyungsoo langsung pergi makan siang bersama Jongin yang telah menjemputnya.
"Baekhyunee, apakah kau mau makan siang diluar bersamaku ?" ajak Chanyeol pada Baekhyun yang sudah mendudukkan dirinya dimejanya.
"Tak usah Sajangnim, aku makan dikantin saja. Kantin lebih nyaman" jawab Baekhyun datar tak berekspresi.
"Ayolah... Ayolahhh Baekhyunee... Sekali saja ne." Ucap Chanyeol sedikit memohon pada Baekhyun sambil menggoyangkan pelan tubuh Baekhyun.
Baekhyun tetap menggelengkan kepalanya. Baekhyun hanya malas keluar kantor yang pasti diluar sangatlah panas karena sekarang tengah musim semi. Meskipun indah tapi dia tak seberapa suka dengan cuaca panas.
"Ayolah Baekhyunee aku akan menraktirmu" Chanyeol masih berusaha membujuk Baekhyun.
"Jangan menggangguku ketika aku sedang mengerjakan laporan hasil meeting tadi Sajangnim" nada suara Baekhyun sedikit meninggi.
"Ayolah Baek. Sebentar saja Ne. Aku hanya ingin mengajakmu makan siang". Chanyeol masih memohon pada Baekhyun. Beberapa detik Baekhyun masih diam pada posisinya.
"Baiklah. Tapi setelah makan kita harus kembali aku masih harus menyelesaikan laporan ini dan menyerahkan pada Kyungie besok siang" ucap Baekhyun dengan nada datar seperti biasanya.
Chanyeol dengan kecepatan persekian detik langsung menghamburkan tubuhnya pada Baekhyun tanpa sadar. Chanyeol terlalu senang karena usahanya memohon pada Baekhyun tak sia sia. Yang dipeluk hanya bisa membelalakan matanya lebar. Baekhyun shyok dengan perlakuan Chanyeol yang tiba tiba memeluknya.
Namun dengan cepat Chanyeol menarik tubuhnya menjauh dari Baekhyun.
"M-mianhae Baek. A-aku hanya reflek" nada biacara Chanyeol tiba tiba berubah menjadi gagap. Baekhyun masih saja terdiam di posisinya. Jantungnya berdetak semakin kencang.
Tak mau membuang waktu Chanyeol segera menarik tangan Baekhyun. Namun baru berjalan beberapa langkah Baekhyun melepaskan tautan tangan mereka.
"Jangan menggandengku Sajangnim, nanti aku bisa mendapat tatapan tajam dari para fans Yeojamu diluar sana" ucap Baekhyun sedikit ketus.
Entah kenapa ketika Baekhyun berbicara dengan nada yang datar membuat Chanyeol semakin mencintai Baekhyun dan semakin ingin memiliki Baekhyun seutuhnya. Selama ini Chanyeol sering mendengar nada suara datar Baekhyun dan itu hanya berubah ketika moodnya semakin buruk. Nadanya tak turun namun nadanya semakin meninggi.
Chanyeol pernah mendengar nada suara lain dari Baekhyun saat Chanyeol menjemput Baekhyun untuk pertama kalinya dirumah. Nadanya sangat berbeda dan sangat manja. Nada suara manjanya lebih cocok dengan wajahnya dari pada nada suara datarnya.
Chanyeol telah ditinggal berjalan terlebih dulu oleh Baekhyun. Heol, apa hobi Baekhyun adalah meninggalkan Chanyeol dan membuatnya harus sedikit berlari untuk mengejarnya ? Entahlah.
Sekarang mereka tengah berada di restaurant makanan Jepang. Chanyeol yang memilih restaurant ini. Baekhyun hanya bisa mengikuti Bossnya itu tanpa perlawanan. Karena Baekhyun tak suka beradu argument. Dia lebih suka mengalah.
Mereka duduk ditempat paling ujung dekat jendela besar yang menghadap langsung kejalan raya. Meskipun di ujung tapi masih bisa terlihat dari semua sudut.
"Park Chanyeol-sshi, Baekhyun-sshi".
Yang dipanggil langsung menolehkan kepalanya. Itu Yuan koleganya yang tadi pagi baru saja menjalin kontrak kerja bersama untuk membangun sebuah Apartement di Jepang.
"Ahh Yuan-sshi. Sedang apa kau disini ?". Itu Chanyeol yang bertanya.
"Aku sedang makan siang disini. Kau juga sedang apa disini ?" ucap Yuan.
"Sama aku juga makan siang bersama sekertarisku" Chanyeol berujar dengan sedikit senyuman mengarah ke Baekhyun.
"Annyeong Yuan Sajangnim" Baekhyun menyapa Yuan dengan sopan dan dibalas oleh Yuan.
"Boleh aku bergabung?" tanya Yuan pada Chanyeol dan Baekhyun.
"A..."
"Tentu saja boleh Sajangnim. Silakan duduk"
Itu Baekhyun yang menjawab.
Mata Chanyeol melebar dengan cepat. Chanyeol tak mau makan siangnya bersama Baekhyun terganggu. Chanyeol telah bersusah payah membujuk Baekhyun untuk mau makan siang bersamanya dan tak mau usaha berakhir sia sia.
Chanyeol memberikan kode pada Baekhyun dengan memelototkan matanya namun Baekhyun tak peduli.
Baekhyun menpunyai alasan kenapa dia memperbolehkan Yuan bergabung bersamanya dan Chanyeol. Baekhyun hanya tak ingin suasana antara dia dan Chanyeol menjadi canggung.
"Geumapsemnida Baekhyun-sshi" Yuanpun mendudukkan dirinya disamping Chanyeol. Yuan mencuri curi padang pada Chanyeol. Dan sepertinya Yuan menyukai Chanyeol.
Mereka menikmati makan siangnya dengan tenang hanya ada sedikit pembicaraan dan itupun hanya seputar pekerjaan.
Dan sekarang Chanyeol dan Baekhyun sedang berada di mobil milik kantor dan dalam perjalan kembali ke kantor. Baekhyun yang meminta Chanyeol membawa mobil karena dia sedang tak mau terkena sinar matahari.
"Kenapa kau tadi mengijinkan Yuan untuk bergabung Baek?" tanya Chanyeol sedikit uring uringan. Gara gara ada Yuan Chanyeol jadi tak bisa berduaan dengan Baekhyun meskipun mereka sudah sering berduaan.
"Itu kolega anda Sajangnim. Kenapa tak boleh bergabung ? Kita harus sopan Sajangnim" omel Baekhyun pada Chanyeol. Chanyeolpun mempoutkan bibirnya.
"Jangan memajukan bibir anda seperti itu Sajangnim, itu sangatlah tidak pantas dengan gelar anda sebagai CEO". Ingin rasanya Chanyeol menerkam bibir Baekhyun yang sedari tadi bicara dengan nada datar.
Baekhyun kembali fokus pada hasil laporan meeting tadi siang karena besok dia harus menyerahkannya pada Kyungsoo. Rasanya seperti baru saja memulai perkerjaannya namun ternyata jam sudah menujukkan jam 5 sore.
"Baru saja memulai kenapa sudah jam 5 saja" Baekhyun berbicara sendiri dan sedikit menghela nafasnya.
Baekhyun segera membereskan mejanya karena hari ini Baekhyun ingin pulang cepat dan beristirahat. Ketika Baekhyun akan keluar ruangan tiba tiba tubuh tinggi menjulang seperti tiang listrik menghalanginya. Dengan cepat Baekhyun mendongakkan kepalanya. Siapa lagi kalau bukan Chanyeol yang berdiri didepannya dengan senyuman lebarnya.
"Baekhyunee, kau ingatkan hari ini Appa dan Eommaku akan kerumahmu ?" Baekhyun mengeryitkan dahinya dan menampilkan ekspresi wajah bertanya tanya.
"Apakah hari ini Sajangnim? Aku belum sempat berbicara pada Appa dan Eommaku" shebenarnya belum siap jika harus tinggal satu atap dengan Chanyeol. Cukup dikantor Baekhyun dibuat pusing dengan Chanyeol jangan tambah dengan dirumah apalagi sampai satu Apartement.
"Kemarin kau dengar sendiri kan Baek, kalau Appa dan Eommaku akan kerumahmu, kenapa tak memberi tahunya heum ?" Chanyeol mencoba mengingatkan soal ucapan Eommanya kemarin pada Baekhyun.
"Geurrae. Kalau begitu setelah sampai rumah nanti aku akan membicarakan pada Appa dan Eomma Sajangnim. Tapi aku tak bisa menyiadakan makanan mewah karena ini terlalu mendadak" ucap Baekhyun dengan diiringi anggukan kepala.
"Tak perlu yang mewah Baekhyunee, Appa dan Eommaku kerumahmu hanya meminta izin untuk kita tinggal satu tempat bukan untuk melamarmu"
Blusssshhhh
Dengan cepat pipi Baekhyun berubah warna menjadi merah. Heol hanya karena kata kata Chanyeol Baekhyun sudah blushing eoh ? Aissshh.
Tanpa bicara Baekhyun segera menabrak tubuh tinggi Chanyeol yang berada didepan pintu dan segera berlari keluar kantor sambil menutupi wajahnya yang sudah semerah tomat.
Chanyeol yang melihat tingkah Baekhyun langsung tersenyum dan segera menyusul Baekhyun untuk pulang bersama.
Salah Baekhyun sendiri tak memberi tahu Eomma dan Appanya jadilah sekarang mereka sedang menyiapkan hidangan dengan memesan makan cepat saji saja karena waktunya hanya ada 2 jam.
Chanyeol sekarang sedang berisap kerumah Baekhyun bersama Eomma dan Appanya. Chanyeol sedikit membenarkan bajunya didepan cermin kamarnya.
"Anak Eomma sudah siap ?" itu suara Mama Park sedang berada didepan pintu kamar Chanyeol dan sudah siap untuk berangkat.
"Ne Eomma, ini hanya merapikan saja. Apa Eomma dan Appa sudah siap ?" tanya Chanyeol balik pada Mama Park.
"Appamu sudah siap dari tadi Chan. Ayo kita turun" ajak Mama Park sambil menggandeng tangan Chanyeol.
Ketika sampai dibawah dan melihat penampilan Papa Park, Chanyeol sedikit heran ini kan hanya pertemuan untuk meminta ijin ke orang tua Baekhyun agar bisa satu Apartement dengan Chanyeol, bukan untuk melamarnya. Tapi lihat penampilan Papa Park sangat rapi dengan pakaian formal sedangkan Chanyeol hanya pakai kaos dan dilapisi kemeja.
"Appa, kitakan hanya berkunjung kerumah Baekhtun untuk meminta ijin saja bukan melamarnya" protes Chanyeol karena ia merasa Papanya terlalu formal.
"Bukankah Appamu selalu seperti itu Chan ? Apa kau lupa ?" Chanyeol menoleh pada Eommanya yang baru saja mengingatkan Chanyeol. Appanya itu selalu berpakaian rapi dan formal karema itu sudah menjadi kebiasaan Appa Park dari kecil. Chanyeolpun hanya menganggukan kepalanya.
"Kajja kita berangkat agar tak terlalu malam" ajak Papa Park dan di ikuti oleh Mama Park dan Chanyeol dibelakang.
Tak butuh waktu lama untuk sampai rumah Baekhyun hanya membutuhkan waktu 20 menit saja.
Bel rumah ditekan oleh Chanyeol. Dan tak lama pintu terbuka dari dalam dan menampilkan Baekhyun didepan pintu.
"Annyeong Chanyeol, Annyeong Ahjumma dan Ahjusshi" sapa Baekhyun dengan senyum manisnya.
Chanyeol tercekat melihat penampilan Baekhyun. Entah kenapa malam ini Baekhyun terlihat sangat Cantik sekali. Sebenarnya Baekhyun tak menggunakan baju formal atau gaun sekalipun hanya saja riasan garis hitam dimatanya dan sedikit pemanis di bibirnya membuat Chanyeol terpesona.
Dengan cepat Chanyeol menyadarkan dirinya. Dia harus terlihat santai jangan sampai terlihat haus ingin memakan Baekhyun. Sebenarnya Chanyeol sudah tak tahan namun demi mendapatkan Baekhyun Chanyeol harus sabar tak boleh terlalu menggebu gebu.
"Annyeong Baekhyun" ucap Appa dan Eomma Park.
"Silakan masuk Ahjumma Ahjusshi, Appa dan Eomma sudah menunggu didalam" Baekhyun mempersilahkan Eomma dan Appa Chanyeol untuk masuk kedalam rumahnya. Chanyeol mengikutinya dari belakang.
Sebelum masuk kerumah Baekhyun, Appa Chanyeol sedikit tak asing dengan mobil yang terparkir dihalaman rumah Baekhyun. Itu seperti milik seseorang yang ia kenal. Namun entahlah Appa Chanyeol tak bisa mengingatnya. Namun ketika sudah masuk kedalam rumah Baekhyun, rasa penasaran Appa Chanyeol terjawab.
"Byun Yunho?" yang dipanggil segera menoleh dan benar itu adalah Byun Yunho sahabatnya waktu kecil. Eomma Byun juga segera menyambut kedatangan mereka. Tanpa disangka mereka dipertemukan dalam setuasi seperti ini. Byun Yunho dan Byun Sooyoung sudah mengenal Park Minho dan Park Yoona. Bisa dibilang ini adalah reuni karena hampir 5 tahun mereka tak bertemu karena sama sama sibuk.
Park Minho dan Byun Yunho sudah berteman sejak masih kecil namu ketika memasuk Junior High School Byun Yunho harus pindah lingkungan dan sekolah karena perkerjaan sang Ayah waktu itu. Setelah itu Byun Yunho kembali ke rumah lamanya namun hanya berpindah Blok karena rumah lamanya sudah terjual. 5 tahun yang lalu mereka bertemu tanpa sengaja dan tak terlalu lama mereka hanya saling mengobrol sebentar.
"Huaaah tak kusangka kita bertemu dengan cara seperti ini Park" ucap Tuan Byun pada Tuan Park dan saling berpelukan. Byun Sooyoung dan Park Yonnapun juga berpelukan. Dan setelahnya mereka duduk dimeja makan.
Chanyeol dan Baekhyun masih dibuat kebingungan dengan keadaan ini karena mereka berdua memang tak pernah diberitahu mengenai pertemanan mereka.
"Appa bisakah Appa menceritakan pada kami? Aku dan Baekhyun sangat bingung" ucap Chanyeol menutut penjelasan pada Appanya dan Baekhyun hanya mengangguk lucu.
"Kita dulu sahabat dari kecil Chanyeol, namun kita berpisah karena Appa Baekhyun harus ikut dengan Appanya yang dipindah tugaskan ditempat lain. Namun kita bertemu lagi 5 tahun yang lalu saat di Mall dan kita tak sempat saling bertukar cerita hanya saja kami bertukar nomor ponsel. Namun karena waktu itu kita sama sama sibuk jadi tak pernah bertemu dan ini untuk pertama kalinya setelah 5 tahun yang lalu" jelas Appa Chanyeol pada semuanya dan di balas anggukan dengan semuanya.
"Jadi Baekhyun ini anakmu Yunho ?" tanya Tuan Park pada Tuan Byun.
"Ne Minho. Baekhyunee anak laki lakiku yang ke 2. Yang pertama ada Baekbom tapi sekarang dia tengah berada di Busan memegang cabangku disana" jawab Appa Byun.
"Jadi Chanyeol ini adalah anakmu Park ?" Appa Byun betanya balik pada Appa Park.
"Ne sama dia juga anak ke 2 ku yang pertama seorang Yeoja. Dia punya butique dan tak mau memegabg perusahaan makanya Chanyeol sekarang yang memegangnya". Appa dan Eomma Byun hanya ber. Oh ria.
"Pantas saja aku seperti pernah mendengar marga dari Baekhyun ternyata dia anakmu Byun" Appa Chanyeol terkekeh.
"Baekhyun tak banyak cerita soal Bosnya jadi aku tak tau jika dia anakmu" dan semuanya tertawa.
Setelah mereka berbicara sedikit akhirnya mereka makan malam bersama. Chanyeol dan Baekhyun sama sama diam seribu bahasa. Di meja makan itu yang saling bercerita sedari tadi hanya Tuan Park dan Tuan Byun sedangkan Nyonya Park dan Nyonya Byun hanya menyimak dan sesekali menimpali.
Sekarang mereka berada diruang tengah rumah Baekhyun.
"Jadi apa yang membuatmu repot repot datang kembali Minho-yah?" tanya Appa Byun.
"Kau tau Yunho kalau Baekhyun putramu ini bekerja menjadi sekertaris di perusahaanku yang sekarang di pegang oleh Putraku kan ?" Tuan Yunho memberi anggukan untuk memberikan jawaban.
"Jarak dari rumah kita menuju kantor itu sangatlah jauh, jadi aku meminta izin padamu untuk mengizinkan Baekhyun tinggal di Apartement Chanyeol yang kebetulan dekat dengan kantor" Tuan Byun sempat terdiam beberapa detik. Namu setelah itu Tuan Byun menghela nafas.
"Kalau menurutku itu tak masalah Park, tapi aku tetap harus menanyakannya pada Baekhyun karena dia yang menjalani" Tuan Byun menolehkan pandangannya pada Baekhyun.
Yang tengah dipandang-Baekhyun masih diam tak bergeming. Sebenarnya Baekhyun tengah bingung dia harus mengiyakan ide dari Eomma Chanyeol atau menolaknya. Baekhyun hanya masih tak siap tinggal satu atap dengan Chanyeol.
"Ehhh...Maaf Ahjumma Ahjusshi. Mungkin lebih baik saya di rumah saja. Takut nanti merepotkan Chanyeol Sajangnim". Baekhyun berharap ini keputusan yang tepat.
Tiba tiba Eomma Chanyeol menghampirinya dan memeluk pundak Baekhyun dan mengelusnya pelan. Baekhyun menundukkan wajahnya sedikit merasa tak enak pada Nyonya Park.
"Kau yakin Baekhyun ? Kalau kau tinggal dengan Chanyeol Kau tak akan merepotkannya" Nyonya Park mencoba meyakinkan Baekhyun.
Baekhyun bimbang sekarang, dia hanya takut terkena serangan jantung lebih cepat karena jantungnya yang akan bekerja lebih cepat setiap harinya.
Eommanya pun ikut menghampirinya. Dan ikut memeluk anaknya.
"Baekhyunee, kenapa kau tak mencobanya heum ? Itung itung itu juga menghemat waktumu Sayang".
Baekhyun melihat Eommanya yang memberikan senyuman manisnya. Chanyeol yang melihatnya sedikit terharu. Posisi mereka bertiga sangat Manis saling memeluk dan mencoba meyakinkan Baekhyun.
Chanyeol sebenarnya sedikit bingung. Ini acara meminta izin untuk tinggal bersama atau sedang melamar? Kenapa keadaannya menjadi seperti ini.
Baekhyunpun akhirnya mengangguk dan tersenyum kepada semua yang ada diruangan itu. Senyuman yang sangat manis dan tak pernah dilihat oleh Chanyeol. Ini moment langkah.
"Geurrae aku akan menyetujuinnya" semuanya pun tersenyum senang terutama Nyonya Park. Karena sejujurnya Nyonya Park menyukai Baekhyun meskipun baru mengenalnya. Entahlah apa yang membuatnya menyukai Baekhyun. Namun firasatnya mengatakan Baekhyun orang yang baik.
Setelahnya mereka kembali berbincang dan melepas rindu. Namun Chanyeol dan Baekhyun memilih menjauh dari para orang tua dan disini mereka sekarang di ruang santai lantai 2 rumah Baekhyun.
"Baekhyunee, Gomawo ne" ucap Chanyeol dan tersenyum pada Baekhyun.
Posisi mereka sekarang tengah tiduran di depan televisi karena memang ruangan santai ini di desaign Appa Baekhyun tak ada kursi namun melainkan diganti dengan karpet yang empuk dan ditambahkan dengan bantal. Tujuan Appa Baekhyun membuat ruangan ini adalah untuk membuat lebih dekat satu sama lain karena jika sudah diruangan ini tak akan ada jarak.
Namun sekarang Chanyeol dan Baekhyun masih berjarak karena mereka belum terlalu dekat.
"Aku menyetujuinya karena aku tak tega melihat Eommamu Sajangnim jangan besar kepala" hardik Baekhyun pada Chanyeol.
Dan sekarang Baekhyun kembali pada mode cueknya. Heol padahal Chanyeol sudah senang dengan mode manisnya seperti tadi.
"Chanyeol Baekhyunee bukan Sajangnim, kita sedang berdua" ucap Chanyeol dengan sedikit nada manja. Baekhyun hanya memutar bola matanya malas.
"Tapi jika nanti kita sudah tinggal bersama jangan kau coba coba mengangguku atau mengaturku Chan" Chanyeol mengeryitkan dahinya bingung.
"Waeee ? Kenapa begitu ?" tanya Chanyeol.
"Cukup dikantor saja kau mengangguku Park jangan ditambah diapartement juga" nada suara Baekhyun menambah.
"Geurra geurrae Baekhyunee, aku tak akan mengganggumu" ucao Chanyeol sambil mengusak rambut hitam Baekhyun.
"Yakk CHANYEOOOLLLLL"
Dan Chanyeol hanya bisa tertawa melihat ekspresi Baekhyun. Mungkin nanti Chanyeol akan lebih sering menggoda Baekhyun dan akan menjadi rutinitasnya.
Tbceeeeeeee
Haaayy Haaaayy Saya back
Gimana giman ini ceritanya
Panjang gak ?
Nyambung gak ?
Terlalu berbelit gak ?
Reviewnya Juseyooo
