Hari ini adalah hari minggu. Hari dimana semua orang tengah libur dari semua aktifitas kerja.

Biasanya mereka yang sedang libur akan memanfaatkan dengan cara berlibur kesebuah taman atau tempat wisata.

Namun tidak dengan Chanyeol. Dia lebih memilih untuk tidur hingga siang menjemput. Tidur ketika hari libur adalah hobi Chanyeol jadi jika ada hari libur dia akan tidur seharian diranjang King size Apartemenya atau dirumah Orang Tuanya seperti sekarang.

Setelah kemarin Chanyeol dan orang tuanya berkunjung kerumah Baekhyun yang tak lain itu adalah sahabat lama orangtuanya, hari ini Baekhyun akan pindah ke Apartementnya. Dari semalam Chanyeol tak bisa tidur karena menantikan hari ini. Dimana dia dan Baekhyun akan tinggal satu atap. Chanyeol tentu saja sangat bahagia karena dia akan bisa lebih leluasa berdekatan dengan Baekhyun.

Tok tok tok

Samar samar Chanyeol mendengar seperti suara pintu tengah diketuk seseorang. Dahinya mengerut lalu membuka matanya pelan pelan. Bias sinar matahari sudah menembus jendela kamarnya sejak tadi pagi namun Chanyeol enggan membuka matanya.

Suara ketukan itu semakin keras. Dengan terpaksa Chanyeol membuka matanya dan mendudukan dirinya pelan. Dia mengumpulkan kesadarannya lalu benjalan gontai menuju pintu kamarnya.

"Siapa sih, ini masih pagi kenapa membangunkanku?" Chanyeol mengomel sembari membuka pintunya.

"Eohh.. Eomma ada apa ?"

Ternyata itu Eommanya yang sedang menyilangkan tangannya didepan dada.

"Ini sudah jam berapa Chanyeol ?" ucap Eommanya datar.

"Ini masih jam 7 Eomma memangnya kenapa ?" jawab Chanyeol dengan entengnya.

Tukk

"Yak. Dasar tukang tidur. Liat ini sudah jam berapa ? Apa kau lupa hari ini ada janji apa ?" Eommanya berujar sambil memukul kepala Chanyeol.

"Akhh. Appo Eomma, emangnya ada apa ? Aku tak membuat jan- " tiba tiba suara Chanyeol tertahan. Chanyeol membulatkan matanya cepat dan melihat jam dinding yang ada didalam kamarnya.

Jam menunjukan pukul setengah 12 siang. Dan dia ingat jika dia berjanji akan menjemput Baekhyun jam 10 pagi untuk membantu proses pindah ke Apartemennya.

"Yakk. Eomma kenapa tak membangunkanku dari tadi eoh? Baekhyun pasti sudah menunggu aishhh" ucap Chanyeol sambil berlari kekamar mandi untuk bersiap lalu menjemput Baekhyun.

"Itu salahmu sendiri tukang tidur" teriak Eomma Chanyeol dari pintu kamarnya lalu pergi.

Ini kedua kalinya Chanyeol terlambat menjemput Baekhyun karena ketiduran. Setelah mandi dan telah bersiap Chanyeol meraih ponselnya dan berusaha menghubungi Baekhyun. Namun sial dia baru ingat kalau dia tak menyimpan nomor ponsel Baekhyun.

"Aisshh. Kenapa aku bisa lupa meminta nomor ponselnya" omelnya pada diri sendiri. Chanyeol segera menyambar kunci mobilnya lalu menuju kegarasi rumahnya.

"Eomma aku berangkaatt" teriak Chanyeol dari luar rumah. Dan langsung melesatkan mobilnya menuju rumah Baekhyun.

Disisi lain Baekhyun sekarang tengah berada di ruang tengah rumahnya. Baekhyun sudah bersiap dari jam 10 tadi karena Chanyeol berjanji akan menjemputnya. Namun sampai sekarang Chanyeol tak kunjung menampakan batang hidungnya.

"Aissshh. Dimana kau Chanyeol" gerutu Baekhyun karena menunggu Chanyeol tak kunjung datang.

"Eomma lebih baik aku tak usah tinggal diapartemen Chanyeol Ne ? Dia tak menjemputku sampai sekarang" ucap Baekhyun pada Eommanya yang kebetulan berada dicounter dapur.

"Tunggu saja Baekhyunee, mungkin Chanyeol masih ada sedikit urusan. Eoh, kenapa kau tak coba menghubunginya baby ?" usul Eomma Baekhyun.

"Masalahnya aku tak mempunyai nomor ponselnya Eomma" cicit Baekhyun sambil merebahkan dirinya disofa. Bodohnya Baekhyun kemarin tak meminta nomor ponsel Chanyeol.

"Yaak. Bagaimana bisa kau tak memiliki nomor ponselnya ? Kau kan Sekertarisnya ?" teriak Eomma Baekhyun dari Counter dapur dengan nada yang sangat keras.

Baekhyun menghela nafasnya pelan lalu terdiam.

"Tapi Eomma kita berduakan sudah bertemu setiap hari dikantor kenapa harus menyimpan nomor ponselnya eoh ?" ucap Baekhyun sedikit kesal. Karena Baekhyun pikir tak ada yang harus di bicarakan ketika sudah diluar jam kantor. Namun sekarang sudah beda cerita karena setelah ini mereka berdua akan terus berkomunikasi.

Eomma Baekhyun berjalan mendekat kearahnya lalu mendudukkan dirinya disebelah Baekhyun.

Tukk

"Akhhhh. Kenapa memukulku Eomma ? Auhhhh" erang Baekhyun sambil memegang keningnya yang dipukul dengan sendok oleh Eommanya.

"Kau bodoh atau bagaimana heuh ? Ya tentu saja kau harus menyimpan nomornya apalagi sekarang kalian berdua akan tinggal bersama" ucap Eommanya. Perkataan Eommanya ada benarnya juga, harusnya mereka harus sudah bertukar nomor ponsel sejak hari pertama bekerja. Dan Baekhyunpun hanya diam tak menjawab lagi.

Tak lama suara mobil berhenti didepan rumahnya. Baekhyun dengan cepat menuju pintu utama rumahnya segera menyambut Chanyeol dan akan menghadiahi pukulan, namun ketika Baekhyun membuka pintunya yang keluar dari dalam mobil bukanlah Chanyeol, melainkan seorang Namja tinggi dengan rambut pirang. Itu Kris.

Baekhyun sedikit tersentak oleh suara Kris, "Hai Baek. Apakah kau menunggu kedatanganku sehingga kau membuka pintu lebih dulu sebelum aku mengetuk pintumu ?".

Baekhyun terdiam didepan Kris. Dia tak sedang menunggu kedatangan Kris, Dia tengah menunggu kedatangan seseorang yang lain.

"A-aniyo Hyung. I-itu tadi sebenarnya aku tak sengaja membuka pintu. Aku kira Baekbom Hyung yang datang karena suara mobilmu sama denganya" ucap Baekhyun sedikit gagap karena masih kaget.

Kris sedikit mengeryitkan dahinya. Setahunya suara mobil milik Baekbom Hyung tak sama dengannya. Dari merk mobilnya saja sudah berbeda. Namun Kris tak ambil pusing.

"Ada apa Hyung kesini ?" tanya Baekhyun datar pada Kris. Baekhyun mengingat lagi rasanya hari ini dia tak ada janji dengan namja yang tingginya hampir mencapai 190 itu.

Kris tersenyum gemas melihat raut muka Baekhyun yang berubah tak seperti saat membuka pintu tadi.

"Hanya ingin menengok adik kecilku ini. Apa tak boleh ?" ucap Kris sambil mencubit hidung Baekhyun pelan.

"Kenapa tak memberi tahuku terlebih dulu?" tanya Baekhyun. Jika Kris ingin bertemu dengannya, biasanya Kris akan menghubunginya terlebih dulu. Itu sudah menjadi kebiasaan. Tapi kali ini tidak, Kris tiba tiba datang kerumahnya.

"Aku merindukanmu Baek. Jadi tanpa pikir panjang aku langsung menemuimu" ucap Kris sambil tersenyum pada Baekhyun.

Baekhyun hanya tersenyum tipis dan tak menjawabnya.

"Apakah kau tak mempersilahkanku masuk Baek?" Kris bersuara dan membuat Baekhyun tersadar dari acara melamunnya.

"Mianhaeyo Kris Hyung aku tak bisa. Aku akan pergi kesuatu tempat setelah ini" jawab Baekhyun pelan. Baekhyun tak ingin Kris tau kalau dia akan pindah di Apartemen Chanyeol.

Kris terdiam sebentar. Tak biasanya Baekhyun menolaknya. Biasanya Baekhyun akan mengiyakannya.

"Apa benar tak bisa Baek ? Apa ada acara penting ? Apa perlu aku antar?" tawar Kris pada Baekhyun namun sebenarnya itu adalah alasan Kris agar tau kemana sebenarnya Baekhyun akan pergi.

"Mianhae Hyung aku tak bisa. Lagipula sudah ada yang menjemputku nanti. Hyung tak perlu khawatir" ucap Baekhyun sambil tersenyum pada Kris.

Kris menganggukan kepalanya pelan, "Geurrae. Kalau begitu aku pamit Baek. Hati hati dijalan". Sebelum pergi Kris mengusak rambut Baekhyun gemas.

Setelahnya Krispun pergi meninggalkan rumah Baekhyun. Baekhyun akan menutup pintu rumahnya namun suara mobil terdengar lagi. Dengan cepat Baekhyun membukanya lagi. Dan benar yang keluar dari dalam mobil kali ini adalah Chanyeol, seseorang yang ditunggunya dari 2 jam yang lalu.

Dengan kecepatan super Chanyeol berlari menuju pintu rumah Baekhyun. Nafasnya putus putus karena berlari dan mengemudi mobil dengan cepat.

"Yaaaakkk, dari mana saja kau Pabbo ? Ini sudah jam berapa haaah ? Apa kau pikun Sajangnim ?" omel Baekhyun pada Chanyeol dengan wajah yang memerah karena emosi.

Chanyeol hanya meringis lebar didepan Baekhyun.

"Mianhaeyo Baekhyunee. Aku bangun kesiangan. Hehe" ucap Chanyeol dengan polosnya. Rasanya Baekhyun ingin memukul muka Chanyeol dengan jurus Hapkidonya saat itu juga. Bagaimana tidak, Baekhyun sudah menunggu selama 2 jam lalu Chanyeol datang dengan ekspresi yang konyol.

"Dasar tukang tidur!" ujar Baekhyun lalu masuk kedalam rumahnya dan meninggalkan Chanyeol yang masih berdiri didepan pintu.

"Yaaaak Baekhyun kenapa kau meninggalkanku. Aaiissshh dasar" teriak Chanyeol lalu menyusul Baekhyun masuk kedalam rumah.

"Eoh. Annyeong Ahjumma" sapa Chanyeol ketika melihat Eomma Baekhyun sedang duduk disebelah Baekhyun.

Baekhyun masih memasang wajah marahnya dan menyilangkan tangannya didepan dada.

"Annyeong Chanyeol. Silahkan duduk" jawab Eomma Baekhyun lalu mempersilahkan untuk duduk.

Sooyoung menoleh pada Baekhyun yamg dirasa sedari tadi diam saja ketika Chanyeol masuk kerumahnya.

"Kenapa kau diam Baekhyunee? Chanyeol sudah datang tunggu apalagi ?" tanya Sooyoung pada Baekhyun. Sooyoung rasa anaknya sekarang dalam mode merajuknya pada Chanyeol karena telat menjemputnya.

Diam selama beberapa detik, Baekhyun tak menjawabnya. Lalu Chanyeol yang kemudian bersuara "Eum Ahjumma, sebelumnya aku meminta maaf karena telat menjemputnya dari jam perjanjian kita. Aku tadi tertidur Ahjumma".

Sooyoung mengangguk pelan dan teringat akan perkataan Yoona -Eomma Chanyeol kemarin kalau Chanyeol adalah tukang tidur dan sangat susah dibangunkan. Maka dari itu Chanyeol lebih memilih tinggal diapartement yang dekat dengan perusahaannya agar ketika dia bangun kesiangan dia tak harus berangkat dengan tergesa gesa. Heol diakan CEOnya kenapa harus takut telat ?

"Yasudah kalau begitu kalian cepat berangkat saja" suruh Eomma Baekhyun karena melihat hari sudah mulai siang.

"Ne Eomma. Ayo Baek" ajak Chanyeol.

Baekhyun hanya mengangguk lalu mengambil koper yang sudah berada didekat pintu. Chanyeol pamit pada Eomma Baekhyun lalu membantu Baekhyun membawakan kopernya.

Setelah dirasa semuanya sudah masuk kedalam mobil, Chanyeol membukakan pintu sebelah kanan kemudi untuk Baekhyun. Namun sebelum Baekhyun masuk kedalam mobil, Baekhyun terdiam seperti tengah teringat sesuatu. Tak lama kemudian Baekhyun menjentikkan jarinya dan berlari masuk kedalam rumah. Chanyeol mengerjap bingung karena tingkah Baekhyun.

Ini sudah hampir 10 menit namun Baekhyun belum kembali keluar dari rumahnya.

"Aisshh. Kenapa Baekhyun lama sekali" gerutu Chanyeol sambil melirik jam Rolex mahal ditangannya.

Tak lama kemudian pintu rumah Baekhyun terbuka. Chanyeol mengeryitkan dahinya heran karena tak melihat Baekhyun keluar namun sebuah boneka beruang besar yang keluar dan berjalan kearahnya. Chanyeol mengucek matanya sebentar takut takut matanya salah melihat namun pengelihatannya masih sama boneka beruang itu berjalan kearahnya.

Tak lama suara seseorang terdengar,

"Tak bisakah kau menolongku ? Aku tak bisa melihat".

Chanyeol sedikit kaget, dia mengira itu suara si boneka beruang. Namun ketika dia kembali mengamati boneka besar itu, dia baru menyadari bahwa boneka itu berkaki manusia. Lalu Chanyeol mengalihkan pandangannya pada sisi belakang boneka. Tiba tiba Chanyeol tertawa kencang karena baru menyadari yang berada dibelakang boneka itu adalah Baekhyun.

Lalu Chanyeol membawa tungkainya menghampiri Baekhyun yamg masih kesusahan membawa Boneka besar itu dan membantu membawakannya.

"Gomawo Chan. Mianhae jadi merepotkanmu"

"Tak apa Baek. Ini hanya boneka"

Dan hanya dijawab dengan senyuman oleh Baekhyun.

Baekhyunpun membuka bagasi belakang mobil Chanyeol untuk menempatkan bonekanya. Namun ketika bagasi itu dibuka Baekhyun menghela nafasnya pelan lalu menengok kepada Chanyeol, "Chanyeol bagasinya tak muat untuk membawa BonBoni".

Baekhyun mengrucutkan bibirnya kedepan namun Chanyeol tak melihatnya karena terhalang oleh boneka.

"Siapa itu BonBoni Baek?" tanya Chanyeol dibalik boneka itu.

"BonBoni itu Boneka yang tengah kau bawa itu Chan" jawab Baekhyun.

"Kalau begitu BonBoni taruh saja di kursi belakang Baek kan masih kosong"

"Ah kau benar Chan. Tunggu sebentar akan aku bukakan pintunya Chan".

Baekhyun segera membuka pintunya lalu Chanyeol memasukkannya kedalam mobil. Lalu disusul Chanyeol membukakan pintu untuk Baekhyun lalu Chanyeol pergi menuju kursi kemudi.

Dalam perjalan mereka berdua dalam keadaan hening. Baekhyun yang pada dasarnya memang cuek tak akan mau memulai pembicaraan duluan, Chanyeol yang grogi karena terlalu excited. Sesekali Chanyeol melirik Baekhyun yang sedang memainkan ponselnya.

"Ekhhmm"

Chanyeol berdehem mencoba untuk mencairkan suasana agar tidak terlalu canggung. Namun Baekhyun hanya menengoknya sedikit lalu kembali pada ponselnya.

"Apa ponsel lebih menarik dari pada diriku Baekhyunee?"

Akhirnya suara bariton Chanyeol memecah keheningan. Baekhyun yang merasa di panggil menoleh pada Chanyeol dan mengangkat sebelah alisnya.

"Percaya diri sekali kau Chan" ucap Baekhyun dengan tawa kecil sedikit mengejek.

Chanyeol hanya membelalakan matanya. Tak percaya bahwa Baekhyun tak mengakui Chanyeol tampan. Seluruh penjuru Korea Selatan tau siapa Pemimpin Park Group. Pemimpin yang dinobatkan menjadi pemimpin terbaik dan termuda di Korea Selatan. Pemimpin yamg terkenal karena ketampanannya. Tapi kenapa Baekhyun tak mengakuinya?

Setelah itu suasana kembali menjadi hening hingga sampai di lobby apartemen Chanyeol.

Chanyeol bergegas keluar dan membukakan pintu untuk Baekhyun lalu membuka bagasinya untuk menurunkan semua koper dan barang barang Baekhyun lainnya.

Baekhyun pun tak lupa mengambil BonBoninya di kursi belakang mobil Chanyeol.

"Chanyeol, aku tak bisa membantumu membawakan koperku, tanganku sudah penuh karena memeluk BonBoni"

Chanyeol menolehkan kepalanya pada Baekhyun lalu tertawa.

"Tak apa Baekhyunee biar aku saja yang membawakan semuanya"

"Tapi koper dan tasku banyak Chan tak bisa hanya dibawa 2 tangan"

"Lalu kita harus bagaimana ? Kita bawa dulu sebagian ke atas lalu kembali lagi bagaimana ?"

"Andwae andwae itu akan melelahkan. Aku ada ide. Bagaimana kalao seperti ini"

Belum sempat Chanyeol menjawab Baekhyun sudah merebuy koper yang sudah berada di tangannya. Lalu Baekhyun membawa BonBoni kebelakang punggung Chanyeol. Baekhyun sedikit berpikir guna mencari sesuatu barang yang bisa untuk mengikat. Tak lama kemudian Baekhyun melepas ikat pinggangnya lalu mengikat tangan BonBoni dileher Chanyeol agar tak jatuh.

"Nah bereskan Chan" ucap Baekhyun serasa memepuk tangan BonBoni.

Chanyeol hanya mengangguk patuh pada Baekhyun. Karena kalau sudah Cinta biasanya akan merelakan apa saja demi orang yang dicinta.

"Kalau begitu ayo segera ke atas. Kau bawa 1 koper dan 2 tasmu itu Baek. Dan aku membawa 2 kopermu" ucap Chanyeol. Lalu Baekhyun hanya tersenyum tipis lalu berjalan disamping Chanyeol.

Ketika mereka sampai didepan pintu Apartemen Chanyeol dan membuka pintunya, Chanyeol sedikit kesusahan untuk masuk kedalamnya karena punggungnya tertahan oleh BonBoni. Baekhyun yang mengetahui itu hanya terkiki pelan karena melihat ekpresi Chanyeol yang berusaha masuk dengan BonBoni dipunggungnya.

Baekhyun lalu menghampirinya dan membantu melepas ikat pinggang yang digunakan untuk mengikat tangan BonBoni dileher Chanyeol. Setelah melepasnya Chanyeol bisa masuk dan berusaha untuk membawa BonBoni masuk dibantu juga oleh Baekhyun.

Setelah berhasil membawa masuk BonBoni Chanyeol menunjukan kamar yang akan digunakan Baekhyun selama disini. Kamarmya tepat disebelah kamar Chanyeol. Di Apartemen Chanyeol hanya tersedia 2 kamar saja karena dulu ia tak berencana tinggal bersama seseorang disini karena ia fikir ini hanya sementara.

"Nah ini kamarmu Baek. Maaf kalau kamarnya tak semewah kamar milik rumahmu" ucap Chanyeol sambil membawa semua barang barang Baekhyun tanpa BonBoni karena BonBoni madih berada dilantai bawah.

"Tak apa Chan ini sudah lebih dari cukup" jawab Baekhyun dengan senyum yang manis dan yang jarang diperlihatkan diluar.

"Apa perlu BonBoni ku bawa kesini sekarang Baek ?"

"Ne. Kalau begitu kubantu Chan"

Akhirnya mereka berhasil membawa BonBoni kekamar Baekhyun lalu meletakannya disamping tempat tidur Baekhyun.

"Apa ada yang masih ingin kubantu Baek ? Kalau ada katakan saja jangan sungkan" tawar Chanyeol.

"Tak usah Chan. Aku hanya perlu merapikan pakaianku kedalam lemari. Kau pasti lelah karena tadi menggendong BonBonikan? Maka Istirahatlah Chan" ucap Baekhyun yang memang tak mau merepotkan Chanyeol terus. Selama itu bisa ia kerjakan sendiri ia akan mengatasinya.

Chanyeol menganggukan kepalanya "Geurrae. Tapi kalau butuh bantu ketuk saja pintu kamar sebelah. Itu kamarmu Baek".

Baekhyun hanya menganggukan kepalanya lucu. Lalu Chanyeol pergi menuju kamarnya untuk beristirahat.

Kini hari sudah mulai gelap. Tak terasa sudah hampir 4jam Baekhyun menata kamar barunya. Kamar itu benar benar terlihat sangat rapi dan bersih berbeda dengan sebelum ia datang.

Baekhyun menata kamarnya senyaman mungkin agar dia betah berada di apartemen Chanyeol.

Krukk~~~

Tiba tiba cacing diperut Baekhyun bersuara. Ahh dia ingat sedari tadi siang ia belum memakan apapun.

Kaki kecilnya ia bawa turun ke lantai 1 apartemen Chanyeol. Sedikit melihat lihat isi dilantai 1, disebelah kiri tangga pandangannya langsung disuguhi ruang tv sekaligus bersantai. Dari ruangan itupun ia bisa melihat pemandangan kota Seoul yang sangat indah.

"Uwaaahh cantik sekali" serunya sambil mendekati jendela besar itu.

Setelah puas memandangi pemandangan kota Seoul, Baekhyun kembali ingat dengan tujuannya. Lalu Baekhyun membawa dirinya menuju dapur yang kebetulan sudah langsung tersambung dengan ruangan tv. Dilantai 1 tak ada sekat pemisah ruangan sama sekali.

Baekhyun membuka kulkas dan melihat didalamnya. Dia hanya menemukan daging dan beberapa sayuran. Sedikit berpikir akan memasak apa dengan bahan bahan itu. Lalu tangannya pun mulai mengambil peralatan memasak.

Baekhyun merogoh saku celana pendeknya sebentar dan meraih ponselnya lalu memutar playlist lagu kesukaannya.

Tangannya sangat lihay memainkan pisau dan bergerak memasukan bahan masakan kedalam wajan. Sesekali pinggulnya akan bergoyang kala mengikuti irama lagu EXO yang diputarnya.

"Power~~Power~~Power~~"

Baekhyun bergoyang mengikuti gerakan lagu Power milik EXO itu hingga tak menyadari seseorang dibelakangnya telah duduk manis sambil memperhatikan setiap geraknya.

Yang memperhatikan hanya bisa terkekeh pelan melihat tingkah simungil itu.

Hampir sekitar 20 menit Baekhyun berkutat dengan masakannya dan kini tinggal finishing saja. Ketika Baekhyun akan meletakkan masakannya dimeja makan, dia dikejutkan dengan seseorang yang sudah duduk manis sambil menopang dagunya dengan sebelah tangannya.

"Yaaakkk. Haiisshhhh kau mengagetkanku Chanyeol" seru Baekhyun dengan menyeimbangkan tangannya yang tengah membawa masakan yang panas.

Chanyeol hanya terkekeh pelan melihat ekspresi Baekhyun. Heol apa Baekhyun tak menyadarinya kalau Chanyeol sudah memperhatikannya sedari tadi.

"Asik sekali eum sampai tak menyadari ku sedari tadi ?"

"A-apa ? K-kau dari tadi Chan ?" Baekhyun tiba tiba menjadi gagap dan Chanyeol menganggukan kepalanya cepat.

"J-jadi kau melihat s-semuanya ?" tanya Baekhyun lagi dengan muka sedikit memerah. Jika benar Chanyeol melihat semuanya, itu benar benar sangat memalukan.

Dan benar saja Chanyeol menjawab dengan anggukan kepala lagi. Seketika muka Baekhyun memerah lalu dengan cepat membalikan tubuhnya membelakangi Chanyeol dan mengusapnya kasar berusaha menghilangkan warna merah diwajahnya. Menurutnya ini benar benar memalukan kenapa ia sampai tak menyadarinya kalau Chanyeol sudah berada disini. Ah benar saja Baekhyun baru ingat kalau dia sudah tinggal diapartemen Chanyeol. Jadi mulai sekarang dia akan sering dikagetkan dengan kehadiran Chanyeol.

Lalu Baekhyun membalikan badannya perlahan menghadap Chanyeol dan melihat posisi Chanyeol sama sekali tak berubah sedari tadi.

"Kenapa kau memerah Baekhyunee?" tanya Chanyeol pada Baekhyun yang masih menundukan wajahnya bermaksut untuk menggodanya.

Chanyeol terkikik pelan lalu mendekatkan dirinya pada Baekhyun. Satu jari Chanyeol arahkan pada dagu Baekhyun dan mengangkat sedikit agar Chanyeol bisa melihat wajah memerah Baekhyun lebih dekat. Yang sedang ditatap hanya bisa mengatupkan bibirnya rapat rapat. Jantungnya semakin tak karuan. Sebisa mungkin Baekhyun menyembunyikan debaran jantung agar Chanyeol tak mendengarnya.

Chanyeol terkekeh lagi dia tau Baekhyun tengah menyembunyikan rasa gugupnya.

"Kau memasak apa baek ?" tanya Chanyeol cepat agar tak merasa jantungnya berdebar lebih cepat lagi.

Baekhyun masih terdiam mencoba menetralkan debar jantungnya lalu Baekhyun menghela nafasnya pelan.

"Aku memasak Bulgogi dan Kimchi Jjigae Chan" jawab Baekhyun sambil mendudukkan dirinya dikursi sebrang Chanyeol.

"Boleh aku memcobanya Baek?"

"Silahkan Chan aku memang sengaja memasak ini untuk kita berdua. Aku tau kau belum makan juga kan dari tadi siang?" ucap Baekhyun tanpa sadar. Kata kata 'kita berdua' itu membuat pipi Chanyeol memerah. Hanya karena Baekhyun mengatakan itu kenapa membuat Chanyeol sesenang ini?

"Cepatlah makan Chan nanti keburu dingin" suruh Baekhyun pada Chanyeol karena dari tadi Chanyeol hanya melihat makanannya tanpa menyentuhnya.

"Ahh Iya Baek". Lalu Chanyeol segera memakan Bulgoginya lalu lanjut pada Kimchi Jjigaenya. Chanyeol terdiam beberapa saat untuk meresapi rasa masakan Baekhyun.

"Akkkhhhh" pekik Chanyeol.

Baekhyun mendongak dengan cepat belum sempat memasukan makanan kedalam mulutnya. Baekhyun mengeryitkan dahinya sedikit berfikir apakah makanannya tak enak ?

"Apakah rasanya tak enak Chan ?" tanya Baekhyun pada Chanyeol.

"Sangat sangat tak enak Baek. Co-" belum sempat Chanyeol melanjutkan ucapannya Baekhyun sudah mencicipi masakannya lebih dulu.

Baekhyun merasakan masakannya sejenak. Rasanya tadi ia tak melewatkan rempah rempah sedikitpun. Dan benar felling Baekhyun tak salah, rasa masakannya tak bermasalah malahan rasanya persis seperti masakan Eommanya.

"Rasanya enak Chanyeol, ini aman. Lalu kenapa kau teriak ?" ucap Baekhyun datar dan menatap Chanyeol sinis.

Chanyeol menelan ludahnya lambat karena mendapat tatapan sinis Baekhyun. Baru kali ini Chanyeol mendapatkan tatapan sinis Baekhyun.

"A-aniya Baek. A-aku tadi belum selesai bicara. J-jadi kau salah paham" ujar Chanyeol sedikit gagap karena takut Baekhyun marah.

"A-hahaha. Jangan seperti itu Baekhyun aku hanya bercanda oke? Jangan marah ne?" ucap Chanyeol kembali sambil mendekati Baekhyun.

Baekhyun rasanya ingin memukul wajah Chanyeol saat itu juga. Tapi dia tahu diri sekarang ia tengah berada di apartemen siapa.

Baekhyun kembali fokus pada makanannya dan tak memperdulikan Chanyeol yang berusaha duduk disebelahnya.

"Liat aku Baek"

Baekhyun menoleh pada Chanyeol. Jarak mereka sangat dekat sekarang. Setelah diam beberapa saat Chanyeol kembali bersuara,

"Masakanmu sangat enak Baek, aku tadi hanya bercanda, oke ?".

Baekhyun berkedip lucu mendengar perkataan Chanyeol. Baru kali ini masakannya dipuji seseorang biasanya hanya Eomma yang mengujinya. Terkadang Appa dan Hyungnya memuji sesekali.

Chanyeol kini tengah menahan nafsunya untuk tak menerkam Baekhyun yang sedang memandangnya dengan raut innocent.

Baekhyun tak merespon ucapan Chanyeol sama sekali, dia hanya memandangi wajah Chanyeol. Garis rahangnya begitu tegas, pahatan wajahnya sangat sempurna. Baru kali ini Baekhyun melihat wajah Chanyeol sangat dekat, dan berhasil membuat jantungnya berdebar lebih cepat.

"Kembali ketempatmu dan makanlah kembali Chanyeol nanti makanannya bisa dingin" ucap Baekhyun datar pada Chanyeol karena berusaha menutupi rasa gugupnya.

Namun Chanyeol tak kembali ketempatnya, Chanyeol mengambil piringnya dan kembali duduk disamping Baekhyun. Baekhyun hanya memandangannya datar tanpa ekspresi.

Mereka dalam keadaan hening selama makan malam. Sampai Chanyeol meletakan piring dalam wadah cuci piring lalu disusul Baekhyun.

"Kau tidurlah dulu Baek. Aku akan merapikan meja makan dan mencuci piringnya. Aku tau kau lelah" ucap Chanyeol pada Baekhyun yang tengah membereskan counter dapur yang tadi ia gunakan untuk memasak.

"Tak usah Chan biar aku saja. Aku yang membuat dapurmu berantakan" ujar Baekhyun.

Baekhyun tak enak hati karena ia yang membuat dapurnya berantakan. Chanyeol tak menjawabnya namun tiba tiba tangan besar Chanyeol memegang jemari mungil Baekhyun,

"Tak apa Baek. Itung itung ini balas budiku karena kau sudah membuatkan makan malam yang sangat eenaaakk untukku". Baekhyun tak mampu menjawabnya, ia hanya mengedipkan matanya. Matanya melihat kearah tangan Chanyeol yang sedang menggengam tangannya, entah kenapa itu terlihat sangat begitu pas.

Jantungnya terus terusan berdeguo kencang ketika sedang bersama Chanyeol. Cepat cepat Baekhyun melepaskan genggaman Chanyeol karena Baekhyun takut Chanyeol akan mendengar degup jantungnya yang sangat keras.

"Kalau begitu aku kembali kekamar Chan. Setelah selesai semuanya kau juga langsung tidur, besok pagi kita bekerja" ucap Baekhyun mengingatkan Chanyeol dan dihawab dengan anggukan oleh si tinggi.

"J-jaljayo Chanyeol-ah"

Chanyeol melebarkan matanya. Apa tadi ia tak salah dengar ? Baekhyun mengatakan selamat tidur untuknya ? Apa ia bermimpi ?

Sesaat Baekhyun sudah memasuki kamarnya, Chanyeol segera menampar pipinya untuk memastikan bahwa dirinya tak sedang bermimpi.

"Akkhhhh" teriak Chanyeol pelan.

Benar ternyata ia tak bermimpi.

Blushhhh

Pipinya tiba tiba berubah menjadi merah hanya karena Baekhyun mengucapkan 'Jaljayo' padanya. Jantungnya berdegup semakin kencang melebihi biasanya. Chanyeol fikir ia sudah benar benar jatuh Cinta pada Baekhyun, Sekertarisnya.

Tititit Tititit Tititit

Suara alarm itu semakin keras membuat si mungil menggeliat didalam selimutnya. Bias cahaya sanga surya sudah memasuki celah jendela kamarnya.

Tangan mungilnya menggapai alarm kecil diatas nakasnya lalu mematikannya. Sedikit mengusap wajahnya yang masih mengantuk Baekhyun berusaha duduk dan diam beberapa saat untuk mengumpulkan kesadarannya.

Ini masih jam 6 pagi dan sudah menjadi kebiasaan Baekhyun bangun jam segini.

Baekhyun membawa kaki kecilnya menuju jendela kamarnya.

"Uwahhhh" serunya dengan suara parau khas orang bangun tidur.

Baekhyun menyibak lebar tirai jendelanya, pemandangan pagi Kota Seoulpun menjadi sajiannya. Baekhyun sedikit pemanadan dipagi hari agar otot ototnya tak menjadi kaku. Setelahnya Baekhyun menuju ke kamar mandi dan bersiap untuk berangkat kerja.

Setelah dirasa tubuhnya harum dan penampilannya rapi, Baekhyun turun ke lantai 1. Sepanjang matanya memandang, Baekhyun tak menemukan Chanyeol. Ruangan dilantai 1 pun masih gelap, lalu Baekhyun membuka tirai yang berapa didekat ruang santai. Jendela itu seperti pengganti lampu untuk pagi hari. Karena cahaya matahari akan langsung masuk melalu jendela besar itu.

Kaki mungilnya ia bawa menuju counter dapur untu melihat apakah ada makanan untuk sarapannya pagi ini.

Dulu ketika Baekhyun dirumahnya, makanan sudah tersedia sebelum Baekhyun berangkat bekerja karena Baekhyun tak bisa jika tak sarapan terlebih dahulu itu sudah menjadi kebiasaannya. Namun kali ini Baekhyun harus membiasakan diri untuk menyiapkan sarapannya sendiri.

Baekhyun mencoba membuka kulkas, namun nihil. Isi kulkas itu sudah kosong tak ada apa apa. Lalu ia mencoba mengecek lemari dapur diatasnya, dan Gotcha Baekhyun menemukan sebungkus roti tawar dan ada selai Strawberry disebelahnya.

"Sementara makan ini saja, dari pada tidak sarapan" omel Baekhyun sendiri sambil mengolesi roti dengan selai.

Baekhyun sungguh menikmati sarapan tenangnya kali ini. Sesekali ia memainkan ponselnya sekedar melihat Instagramnya.

Tak terasa sekarang sudah hampir pukul 7 pagi, namun Baekhyun masih belum melihat batang hidung Chanyeol. Apakah Chanyeol masih tidur ?

Baekhyun kembali ke lantai 2 menuju kamar Chanyeol untuk memastikan apakah Chanyeol sudah bangun atau belum. Ketika sampai didepan pintu kamar Chanyeol, tiba tiba Baekhyun ragu untuk mengetuk pintu itu. Baekhyun takut akan mengganggu tidur Chanyeol. Tapu jika Baekhyun tak membangunkannya, ia akan terlambat menuju kantor.

Tanpa menunggu lebih lama lagi Baekhyun akhirnya mengutuk pintu kamar itu. Ketika Baekhyun mengutuk pintu itu, tiba tiba pintunya terbuka dengan sendirinya,

"Ehhh tak dikunci?"

Baekhyunpun memberanikan dirinya untuk masuk ke kamar Chanyeol dan membangunkannya. Baekhyun melangkahkan kakinya hati hati agar tak menimbulkan suara apapun. Kamar Chanyeol begitu gelap akibat tirainya belum terbuka. Ketika Baekhyun sampai disamping tempat tidur Chanyeol, Baekhyun mengulurkan tangannya menggoyang tubuh Chanyeol agar segera bangun.

"Chan..Chanyeol..Bangun" bisik Baekhyun sedikit membungkukkan tubuhnya kearah Chanyeol. Namun nihil, Chanyeol tak kunjung bangun. Baekhyun kembali mencoba mengguncangnya sedikit lebih keras munfkin akan berhasil.

Sreetttt

Belum sempat Baekhyun bersuara, tiba tiba tangannya sudah ditarik oleh Chanyeol. Baekhyunpun limbung kearah Chanyeol.

"Yaakkhh-" teriak Baekhyun karena terkejut dengan tarikan tangan Chanyeol. Belum selesai dengan teriakannya, tiba tiba tangan besar milik Chanyeol memeluknya.

GREB

"Ini masih pagi Baekhyun jangan berisik" ucap Chanyeol masih dengan mata tertutupnya. Mata Baekhyun melebar seketika. Apa masih pagi ? Heol, bahkan ini sudah hampir jam 7 ini sudah termasuk jam siang menutu Baekhyun.

"Lepaas C-chan akuhh takh bisa b-berna-pass" ujar Baekhyun sedikit terengah karena pelukan Chanyeol yang terlalu kuat sambil memukul dadanya pelan.

Chanyeol melepaskan pelukan itu lalu mendudukkan dirinya didepan Baekhyun yang masih mengatur nafasnya.

"Ini masih jam 7 Baekhyunee. Kenapa kau sudah membangunkanku heum ?" tanya Chanyeol pada Baekhyun.

"Ini sudah jam 7 Chanyeol, apa kau lupa jika kau punyak perusahaan yang harus kau pimpin ?" ucap Baekhyun terlampau datar.

"Aku yang memimpin Baekhyunee, jadi aku tak perlu takut terlam-"

"TAPI AKU SEKERTARISMU CHANYEOOOL. AKU KARYAWANMU. AKU YANG AKAN TERLAMBAT" teriak Baekhyun setelah memotong ucapan Chanyeol. Dadanya naik turun setelah berteriak. Baekhyun kesal bukan main. Setelah tadi memeluk dengan tiba tiba sekarang dengan enaknya dia bilang tak akan terlambat? Chanyeol lupa atau bagaimana kalau Baekhyun adalah Sekertarisnya.

"Kalau kau tak siap dalam waktu 10 menit aku akan berangkat sendiri saja" ucap Baekhyun sambil meninggalkan kamar Chanyeol.

"Yaaakkhh Baekhyun tunggu aku" teriak Chanyeol langsung menujur kamar mandinya.

Mulai sekarang Pagi Chanyeol akan dihiasi dengan teriakan Baekhyun.

Tebeceeeeeeee

Akhirnya Chap 9 Update

Nyambung gak ? Kalau gak nyambung disambung sambungin aja yakkk

Jangan lupa reviewnya

Salam Chanbaek is REAL...