My Secretary
Chapter 10
Seperti biasa suara Baekhyun akan menjadi alarm pagi untuk Chanyeol. Ini sudah memasuki bulan kelima Baekhyun tinggal di Apartemen Chanyeol. Chanyeol sangat senang ketika Baekhyun berteriak membangunkannya. Seperti sekarang ini Chanyeol tengah menunggu Baekhyun menghampirinya didalam kamar.
Terkadang Chanyeol akan menjahili Baekhyun. Chanyeol akan berupura-pura tidur dan menunggu Baekhyun kekamarnya agar membangunkannya.
Tapi Chanyeol rasa ini sudah terlalu lama menunggu Baekhyun yang tak kunjung membangunkannya. Chanyeol menyingkap selimutnya lalu mengambil ponselnya yang berada diatas nakas tempat tidurnya. Ini sudah pukul 7 lebih 5 menit tapi kenapa belum membangunkannya? Lalu dengan cepat Chanyeol membawa langkahnya menuju keluar kamar dan memastikan Baekhyun.
Apartemennya masih gelap dan sepi. Chanyeol mengeryitkan dahinya bingung pasalnya tak biasanya Apartemenya masih gelap ketika waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi. Lalu Chanyeol beralih menuju dapurnya namun sama dapur itu masih sepi biasanya makanan untuk sarapan sudah tertata rapi sebelum ia bangun, tapi kini yang dilihatnya adalah meja makannya kosong.
Chanyeol beralih menatap kamar Baekhyun dari lantai 1. Sedikit berpikir, apakah Baekhyun belum bangun ? Tak biasanya Baekhyun melupakan kebiasaanya setiap pagi. Kaki panjangnya Chanyeol bawa menuju kamar Baekhyun untuk memastikan si mungil, siapa tau Baekhyun memang belum bangun.
Cklek
"Heuh tak dikunci ?" ucapnya sambil membuka pintu kamar Baekhyun. Kamarnya gelap tak ada cahaya sama sekali. Chanyeol menuju jendela besar kamar Baekhyun lalu mebuka tirai besar itu. Ketika Chanyeol membalik tubuhnya dan menatap kearah ranjang Baekhyun, Chanyeol sedikit syok. Ranjangnya rapi dan ranjang itu kosong.
"Heuh kosong ?"
Chanyeol belum menyadarinya bahwa Baekhyun tak ada dikamarnya. Lalu ketika Chanyeol kembali melihat kearah ranjang kosong itu barulah Chanyeol tersadar.
Secepat kilat Chanyeol berlari menuju kamarnya untuk mengambil ponselnya dan menghubungi Baekhyun.
Tuuuuuttt Tuuuuuutttt Tuuuuuttt
"Ayo angkat Baek. Kau ada dimana" omelnya sendiri sambil mencoba menghubungi Baekhyun berkali kali.
Waktu berjalan jam sudah menunjukan pukul hampir setengah 8. Chanyeol segera berlari lagi menuju kamarnya dan bersiap untuk berangkat kekantor dan masih tetap berusaha menghubungi Baekhyun. Chanyeol tak mau terkena omelan Eommanya lagi seperti waktu itu. Gara gara Baekhyun pergi dengan teman junior high schoolnya namun tak pamit pada Chanyeol. Waktu itu sudah hampir larut malam Chanyeol mencoba menghubungi Baekhyun takut ada hal yang tak diinginkan terjadi. Namun ponsel Baekhyun tak dapat dihubungi sama sekali. Chanyeol sudah bingung tak tahu harus bagaimana lagi dan memutuskan untuk menghubungi Eommanya dan Eomma Baekhyun siapa tau anak itu pulang kerumahnya atau pulang kerumah Chanyeol.
Dan alhasil ketika Mama Park mendengar bahwa Baekhyun tak ada diapartemenya, Chanyeol terkena omelan Naga Eommanya. Eommanya begitu menyayangi Baekhyun melebihi anaknya sendiri.
Setelah dirasa tubuhnya rapi, Chanyeol segera menuju kantor perusahaanya. Mau tak mau Chanyeol harus pergi kekantor karena hari ini akan ada meeting rutin dengan karyawannya.
"Aargghhh kau dimana Baekhyun kenapa tak mengangkat telfonku heuh!" teriak Chanyeol pelan dan menjambak rambutnya. Chanyeol takut Baekhyun diculik atau lainnya. Chanyeol tak mau Baekhyunnya terluka.
Masih dengan menggerutu tak karuan, Chanyeol melangkahkan kakinya menuju ruangannya. Menghiraukan semua sapaan karyawannya. Chanyeol membuka pintu ruangnnya terlampau kasar namun Chanyeol tak mengalihkan pandangannya dari benda pipih persegi panjang itu. Fokusnya masih pada mencoba menghubungi Baekhyun. Sampai tak menyadari bahwa mahkluk mungil yang berada disebelah mejanya tengah memandanganya.
"Ayo Baek angkat telfonnya aku mohon" sambil berjalan mondar mandir Chanyeol masih berusaha menghubungi Sekertarisnya itu.
"Sedang menghubungi siapa Sajangnim?" tanya si mungil pelan.
"Baekhyun.. Aku sedang menghubung-" ucapan Chanyeol tertahan ketika menyadari ada seseorang didalam ruangannya. Dengan cepat Chanyeol membalikkan badannya dan benar itu si mungil yang tengah Chanyeol cari sedari tadi.
"Yakkkhhh Baekhyun kenapa kau bisa berada disini heuh ? Kenapa kau meninggalkanku ? Kenapa kau tak membangunkanku heuh ?" teriak Chanyeol sambil menggoyangkan bahu Baekhyun. Ekspresi Baekhyun hanya datar ketika Chanyeol meneriakinya.
Baekhyun diam tak menjawab sama sekali pertanyaan Chanyeol. Chanyeol masih mengatur nafasnya. Dia takut bukan main tapi yang sedang dikhawatirkan hanya memasang wajah datar. Ingin rasanya Chanyeol memukulnya namun sadar bahwa mahkluk mungil didepannya ini adalah orang yang harus Chanyeol lindungi. Karena Chanyeol mencintainya karena Chanyeol menyayangi Baekhyun.
"Aku hanya berangkat kekantor lebih dulu Chan. Kenapa kau ketakutan seperti orang yang tengah kehilangan sesuatu yang berharga ?" ujar Baekhyun datar tanpa ekspresi. Tak tahukah Chanyeol tengah khawatir? Kenapa Baekhyun harus menanyakannya ?
"Aku mengkhawatirkanmu bodoh. Aissshhh"
"Aku hanya berangkat lebih dulu Chan. Kau tak perlu berlebihan"
"Biasanya kau membangunkaku Baek, kenapa tadi tak membangunkan ku heuh ?" Chanyeol yang sudah hampir gila dan Baekhyun hanya menjawab dengan seenaknya.
"Aku tak membangunkamu agar kau terbiasa bangun sendiri Chan. Sampai kapan kau akan jadi tukang tidur heuh ?" ucap Baekhyun sambil menatap dalam Chanyeol. Baekhyun merasa Chanyeol sudah dewasa harusnya Chanyeol bertanggung jawab dengan kehidupannya.
Chanyeol diam beberapa saat dan memandangi raut muka datar Baekhyun. Ekspresinya datar namun sebenarnya didalam matanya menampilkan rasa perhatian pada Chanyeol agar berubah lebih bertanggung jawab. Dan mungkin alasan lainnya adalah Baekhyun lelah harus berteriak setiap pagi dikamar Chanyeol.
"Tapi aku suka saat kau berteriak mebangunkaku setiap pagi Baek" ucap Chanyeol dibuat buat seperti tengah merajuk.
Tukk
"Akkkhh"
"Belajarlah bertanggung jawab dari hal kecil Chan. Jangan terus menjadi kekanakan" petuah Baekhyun pada Chanyeol.
Chanyeol merundukkan kepalanya, ucapan Baekhyun ada benarnya. Ia tak boleh terus menerus seperti ini.
"Tapi jangan pernah berangkat kekantor sendirian lagi Baek. Aku tak mau terjadi apa apa padamu Baek" nada suara Chanyeol terlihat begitu khawatir. Lalu Baekhyun hanya mengangguk.
"Kembalilah kemejamu Chan. Nanti jam 10 kita ada meeting rutin dengan Staff" Baekhyun mengingatkan jadwal Chanyeol untuk hari ini dan hanya mendapat anggukan dari si Tinggi.
Meeting kali ini bukan meeting dengan kolega luar negri atau kolega lokal, melainkan dengan Staffnya sendiri dan sedang membahas kinerja perusahaannya. Chanyeol memimpin meeting hari ini. Seperti biasa Kyungsoo dan Baekhyun pun mendampingi Chanyeol.
Ketika semua Staff terfokus pada penjelasan Chanyeol dilayar Proyektor, seseorang tiba tiba membuka pintu.
Cklek
Semua orang mengarahkan pandangan pada pintu yang terbuka dan menampilkan sesosok yang tak asing.
"Eoh, Appa!" seru Chanyeol.
Ya yang datang adalah Appa Chanyeol, Park Minho. Pria dewasa yang dulu memimpin perusahaan Park Group itu menghampiri anak lelakinya yang sedang presentasi. Semua yang berada diruangan itu hening tanpa suara. Dulu Park Minho sangat dikenal dengan image dingin dan tegas. Park Minho akan memecat Staffnya jika Staffnya tak bekerja dengan benar walaupun kesalahan itu sangat kecil. Park Minho adalah orang yang menginginkan semuanya serba Perfect.
Chanyeol, Kyungsoo, dan Baekhyun berdiri dan memberikan salam pada Park Minho dan diikuti dengan yang lainnya. Park Minho hanya membalasnya dengan senyuman. Setelahnya Park Minho langsung mendudukan dirinya dikursi Chanyeol yang kosong. Chanyeol terkejut atas kedatangan Appanya yang mendadak.
"Kenapa kau berhenti Chanyeol ? Lanjutkan saja. Appa hanya berkunjung" ucap Minho pada Chanyeol karena menyadari ekspresi anaknya yang masih terkejut. Lalu Chanyeol hanya mengangguk dan melanjutkan presentasinya.
Kini giliran Baekhyun yang berpresentasi. Baekhyun sedikit gugup karena ini pertama kalinya Baekhyun presentasi didepan Appa Chanyeol. Sebenarnya Baekhyun sudah pernah bertemu dengan Appa Chanyeol bahkan sering namun ini kali pertamanya Baekhyun bertemu dikantor dan mengikuti meeting.
Park Minho tak berhenti tersenyum saat Baekhyun mempresentasikan grafik perusahaannya. Perusahaannya beberapa bulan ini semakin dikenal dikalangan perusahaan Property lainnya. Meskipun Minho sudah tak memimpinnya saat ini namun Pria dewasa itu diam diam memantaunya dari rumah. Dan selalu menilai kinerja Chanyeol, Kyungsoo dan Baekhyun. Minhopun penasaran dengan kinerja Baekhyun ketika dilapangan makanya ia menyempatkan diri untuk datang ke perusahaannya.
"Kenapa Appa senyum senyum melihat Baekhyun ? Apa Appa tertarik padanya?" bisik Chanyeol pada Appanya yang kebetulan duduk disebelahnya.
Minho terkekeh pelan dan hanya melirik Chanyeol tanpa menjawab. Minho tau bahwa Chanyeol menaruh hati pada Baekhyun dari tingkah lakunya. Mungkin Chanyeol cemburu ketika Minho menatap Baekhyun dengan terus tersenyum.
Ketika Kyungsoo mendapat giliran berpresentasi, Minho juga tersenyum sama seperti saat Baekhyun berpresentasi. Chanyeol kesal karena ekspresi Appanya sangat berbeda ketika Chanyeol yang berpresentasi.
Minho percaya bahwa perusahaannya sekarang tengah dipegang oleh orang orang yang tepat, terutama pada Chanyeol. Minho tau meskipun Chanyeol orang yang masih suka bermain namun dia tahu bahwa Chanyeol orang yang sangat bertanggung jawab.
Meeting sudah selesai tepat sesaat sebelum jam makan siang. Semua staff kembali pada meja dan ruangan masing masing. Dan diruang meeting hanya tersisa Minho, Chanyeol, Baekhyun dan Kyungsoo.
"Chanyeol-ah, Baekhyun-ah, Kyungsoo-yaa, terima kasih atas kerja keras kalian. Berkat kalian perusahaan kita semakin unggul dibidang property" Ucap Minho dengan tersenyum.
"Ne Sajangnim. Itu sudah kewajiban kita untuk mendedikasikan diri pada perusahaan ini" ujar Kyungsoo sambil membungkuk pada Minho.
Minho hanya mengangguk dan tersenyum. "Sebagai perayaan kecil kecilan, ayo kita makan siang bersama, Eomma Chanyeol sudah menunggu direstaurantnya" ajak Minho pada Chanyeol, Baekhyun dan Kyungsoo.
"Eeuhh tak perlu repot repot Sajangnim kita bisa makan dikantin saja"
"Kau mau makan dikantin atau makan siang diluar bersama Jongin Hyung ?" celetuk Chanyeol pada Kyungsoo dan mendapata date glare dari mata burung hantunya.
"Eh Jongin ? Siapa itu Jongin ?" tanya Minho pada Kyungsoo.
"Di-"
"Pacar Kyungsoo Hyung Appa. Teman masa kecilku" jawab Chanyeol memotong ucapan Kyungsoo.
Tukk
"Yakkh. Appo Hyung kenapa kau memukulku?" gerutu Chanyeol sambil memegang keningnya. Dan Kyungsoo hanya menatapnya tajam tanpa menjawab. Baekhyun hanya tersenyum tipis hampir tak terlihat sedari tadi.
"Jongin anak dari Kim Taemin ?" tanya Minho lagi dan Chanyeol menganggukan kepalanya bertanda benar.
"Tak Apa Kyung jika kau sudah ada janji dengan Jongin. Ehhh, bagaimana ajak Jongin ke restaurant Eomma Chanyeol, sekalian aku ingin melihatnya. Sudah lama aku tak bertemu" usul Minho pada Kyungsoo.
"Ne Sajangnim akan aku coba katakan pada Jongin nanti" jawab Kyungsoo. Dan Minho hanya mengangguk.
"Geurrae kalau begitu Cha.. Ayo kita berangkat Eommamu sudah menunggu Chan" ucap Minho sambil berjalan keluar ruangan. Lalu disusul dengan Baekhyun dan Chanyeol.
Minho, Chanyeol dan Baekhyun kini tengah berada dalam satu mobil menuju restaurant Eomma Chanyeol. Dari Jok belakang Baekhyun bisa melihat kemiripan Chanyeol dan Appanya. Mereka berdua sangat akrab, meskipun terkadang Minho masih suka menjahili Chanyeol.
"Cha.. Kita sudah sampai" ujar Minho lalu segera turun dari mobil.
"Baekhyunee~~"
Yang dipanggil langsung menoleh dan menemukan siapa yang memanggilnya. Yaa itu adalah Eomma Chanyeol. Selain Eomma Appanya sendiri dan Chanyeol, sekarang Eomma Appa Chanyeol juga memanggil Baekhyun dengan 'Baekhyunee' akibat Chanyeol selalu memanggilnya seperti itu ketika dirumahnya.
Baekhyun tersenyum lalu menyambut pelukan Eomma Chanyeol. Eomma Chanyeol selalu menyambut Baekhyun dengan pelukan hangat. Baekhyun juga menyukai kehangatan keluarga Chanyeol.
"Duduklah Baekhyunee" tuntun Eomma Chanyeol pada Baekhyun.
"Ne Eomma" jawab Baekhyun sambil tersenyum. Selain pada keluarganya sendiri, Baekhyun akan menampilkan senyumnya didepan orang tua Chanyeol. Namun tidak pada Chanyeol. Baekhyun akan menampilkan wajah datarnya pada Namja yang kelebihan kalsium itu. Bukan karena alasan Baekhyun menampilkan ekspresi itu karena Baekhyun malas meladeni kejahilan Chanyeol meskipun terkadang ia harus menahan tawanya.
"Eomma, apa Yoora Noona tak kesini ?" tanya Chanyeol pada Eommanya yang sibuk memeluk Baekhyun. Terkadang Chanyeol jengkel pada Eommanya, sebenarnya anaknya itu Chanyeol atau Baekhyun sih? Kenapa yang selalu diperhatikan lebih adalah Baekhyun ?
"Ne Chan Noonamu akan kesini katanya masih dalam perjalanan" ucap Eomma Chanyeol diiringi dengan anggukan.
Terkadang Chanyeol ingin menangis ketika melihat keakraban Eommanya dengan Baekhyun. Sebelumnya Eomma Chanyeol tak pernah seakrab ini dengan teman Chanyeol. Contohnya Jongin, dulu ketika Chanyeol dan Jongin bersahabat Eommanya tak pernah memeluk Jongin seerat ketika Eommanya memeluk Baekhyun. Terkadang Chanyeol berkhayal tentang Baekhyun yang akan dipersuntingnya kelak. Pasti Eommanya akan sangat bahagia.
"Kenapa kau melamun Chan ? Apa ada yang mengganggu pikiranmu ?" ucap Minho membuyarkan lamunannya.
"Tak ada Appa. Hanya sedikit berkhayal. ㅋㅋㅋ"
"Berkhayal tengah memeluk Baekhyun heum?"
"Yaaakk. Kenapa Appa berpikir seperti itu eoh ?"
Appa Chanyeol sangat hobi menjahili Chanyeol apalagi itu berhubungan dengan Baekhyun. Minho tau bagaimana perasaan Chanyeol pada Baekhyun dan tak mempermasalahkannya toh Baekhyun juga tak buruk.
Suara lonceng pintu restaurant tiba tiba berbunyi menandakan ada seseorang yang tengah memasuki restauran itu.
"Annyeong~~"
Wanita itu menyapa dengan suara cerianya. Wanita yang berprofesi sebagai designer ini sangatlah Cantik tak kalah cantik dengan Eommanya. Itu Yoora, Kakak Chanyeol.
Dengan cepat Yoora menghambur memeluk Eomma dan Appanya bergantian. Namun Yoora tak langsung memeluk Hoobaenya, malah langsung memeluk Baekhyun. Yang dipeluk sedikit tersentak kaget karena pelukan yang mendadak.
"Baekhyunee. Bogoshippeoyo~~" ucap Yoora dengan nada semanja mungkin. Baekhyun membalas Yoora yang juga sudah ia anggap Kakaknya sendiri.
"Nado Noona. Apa noona sehat ?" tanya Baekhyun pada Yoora yang masih memeluknya. Lalu Yoorapun menganggukan kepalanya tanpa suara.
Yoora memang tak serumah dengan orang tuanya. Yoora memilik Apartemen didekat Boutiqnya. Alasan Yoora berpindah ke Apartemen dekat Boutiqnya karena agar memudahkannya mengurus Boutiqnya. Buka seperti alasan Chanyeol yang membeli Apartemen dekat kantornya agar ketika ia bangun kesiangan ia tak perlu tergesa-gesa.
"Baekhyunee, tinggalah dengaku saja Ne. Tak usah tinggal bersama Chanyeol, dia merepotkanmu" bujuk Yoora pada Baekhyun yang duduk disebelahnya.
Baekhyun hanya terkekeh pelan melihat kelakuan satu keluarga ini. Rasanya mereka seperti selalu memperbutkan Baekhyun dan berujung Chanyeol akan berteriak.
"Yaakk Noona jangan macam macam kau!" suara Chanyeol menggelegar keseluruh ruangan. Untung saja ini diruang VIP jadi tak akan ada yang mendengarnya karena juga didesign sebagai ruang keluarga.
"Sudah sudah kalian ini. Lebih baik kita makan ini dulu sebelum makananya dingin" suruh Eomma Chanyeol agar mereka tak beradu mulut lagi.
Mereka makan dengan suasana hening tak ada yang bersuara hanya ada suara dentingan antar sendok dan permukaan piring.
Chanyeol memperhatikan Baekhyun secara diam diam. Chanyeol selalu mengagumi wajah mungil itu. Matanya, hidungnya, bibirnya, dagunya semuanya begitu indah. Entah kenapa Chanyeol suka memandangi wajah Baekhyun. Terkadang memandangi wajah Baekhyun dapat menambah semangat didalam tubuhnya. Wajahnya seperti pembawa energi Positif.
"...Yeol"
Chanyeol yang tengah asik memandang Baekhyun akhirnya terganggu oleh suara panggilan dari seseorang.
"Sebegitu menawankah Baekhyun sampai kau tak mendengar panggilan Appa ?" Minho menghardik Chanyeol dengan cepat.
"A-aniyo Appa. Aku tak sedang memandang Baekhyun" elak Chanyeol karena malu untuk mengakuinya. Kenapa Chanyeol harus menutupinya ? Nyatanya Minho sudah tau yang sebenarnya meskipun Chanyeol belum mengatakan padanya.
"Apa benar Jum'at besok kau ada undangan untuk bertemu dengan semua pemimpin perusahaan property di Jeju ?" tanya Minho pada Chanyeol.
"Ne, benar Appa. Jum'at besok aku akan ke Jeju untuk pertemuan itu. Appa tahu dari mana ?"
"Apa kau lupa jika Appa mempunyai teman yang masih memimpin perusahaannya ?" jawab Minho santai. Minho selalu mendapatkan info dari koleganya duku yang sekaramg masih berhunungan baik.
"Apa Baekhyunee akan ikut Chan ?"kini Eommanya yang bertanya.
"Ne Eomma. Aku mengajak Baekhyun dan Kyungsoo. Aku tak mau Baekhyun sendirian disana" jawabnya sambil mengerlingkan mata kearah Baekhyun. Yang mendapat kerlingan hanya memutar bola matanya malas.
"Noona apa Noona akan kembali ke Boutiqe ?" tanya Baekhyun pada Yoora.
"Neeh. Akuwh akan kembwali keuh Boutiqe" jawab Yoora dengan mulut masih penuh dengan isi.
"Telan dulu makananmu Noona. Jangan sampai itu menyembur ke Baekhyunee" Chanyeol mengingatkan Yoora. Dan Yoora hanya tersenyum mengejek.
"Noona aku ikut denganmu saja yaaa. Aku tak mau satu mobil dengan Chanyeol" rayu Baekhyun pada Yoora.
"Mwo? Kenapa kau ikut Noona Baekhyunee? Tidak. Kau harus kembali kekantor bersamaku!" perintah Chanyeol mutlak.
"Andwae! Aku tak mau kembali denganmu!" dengan ekspresi datar Baekhyun menolak Chanyeol. Chanyeol melebarkan matanya kearah Baekhyun dnamu Baekhyun juga membalas tatapan itu.
"Tak ada penolakan Baek!" perintah Chanyeol tak bisa di ganggu gugat.
Eomma, Appa dan Yoora hanya melihat pertengkaran itu karena mereka akan selalu seperti itu ketika kumpul bersama. Chanyeol yang protektif dan Baekhyun yang tak suka diatur.
"Baekhyunee, kau dirumah Eomma saja Ne, tak usah bekerja dikantor. Eomma tak ada yang menemani Baek" kini giliran Eomma Chanyeol yang merayu Baekhyun. Chanyeol yang mendengarnya langsung melototkan matanya kearah Eommanya. Eommanya memang selalu mengatakan itu pada Baekhyun jika mereka sedang berkumpul seperti ini.
"Ne Eomma. Aku akan dirumah saja bersama Eomma. Aku juga sudah lelah menjadi sekertaris Chanyeol. Dia menyebalkan" sambil tertawa Baekhyun mencoba menggoda Chanyeol.
"Yaaak Baekhyuunn. Apa apaan kau hah!" teriak Chanyeol pada Baekhyun namun Baekhyun hanya tertawa. Kapan lagi melihat Sajangnimnya marah seperti itu.
Setelah mereka pamit lalu kembali kekantor, Baekhyun langsung diserbu dengan perkerjaan dari Kyungsoo. Berbeda dengan Baekhyun, Chanyeol lebih memilih ke studio musicnya untuk tidur siang. Bagi Chanyeol tidur siang adalah sebuah kesempatan emas.
Pintu ruangan Baekhyun diketuk dari luar lalu menampilkan sosok kecil yang berjalan seperti pinguin.
Kyungsoo mendekat pada meja Baekhyun lalu bertanya sesuatu, "Baek apakah kau akan ikut ke Jeju untuk pertemuan semua Pemimpin perusahaan dari Seoul ?"
"Ne Kyung. Chanyeol memaksaku ikut. Waeyo Kyung ?" tanya Baekhyun selanjutnya.
"Tak apa Baek hanya bertanya. Apa kau tak pulang?"
"Sebentar lagi Kyung. Lagian Chanyeol juga belum kembali dari studionya" lalu Kyungsoo hanya mengangguk. Setelah terdiam beberapa menit Kyungsoo kembali betanya,
"Baek, apa selama ini kau merasakan sesuatu ketika berdua dengan Chanyeol?"
DEG
Baekhyun terperangah dengan pertanyaan Kyungsoo. Apa maksut pertanyaan Kyungsoo ini ? Kenapa tiba tiba menanyakan ini.
"M-maksutmu apa Kyung ? Aku tak mengerti" dengan wajah sok polos Baekhyun menggelengkan kepalanya.
Kyungsoo memijit keningnya tanda bingung. Baekhyun ini polos atau bagaimana? Apa pertanyaan Kyungsoo kurang jelas.
"Sudah lupakan. Kalau begitu aku pulang dulu Baek. Annyeong" pamit Kyungsoo lalu keluar ruangan.
Baekhyun menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi dan menutup matanya. Baekhyun tak tau bagaimana perasaannya pada Chanyeol. Terkadang Baekhyun akan merasakan senang namun terkadang Baekhyun juga merasakan jengkel. Untuk saat ini Chanyeol masih mendominasi isi ruang hatinya. Jantungnya selalu bekerja ekstra ketika sedang berduaan dengan Chanyeol.
Baekhyun terlalu larut dalam lamunannya sehingga tak menyadari kedatangan seseorang yang sedang mendekatinya. Seseorang itu lalu mendekatkan dirinya dan mengangkat tangan sebelah kanannya untuk menyentuh pipi mochi Baekhyun.
Jari besar Chanyeol mengelusnya pelan agar tak mengagetkan Baekhyun. Pipinya begitu kenyal dan halus. Ingin rasanya Chanyeol menggigit pipi itu namun Chanyeol tak mempunyai cukup keberanian dan lebih memilih menaruk tangannya sebelum Baekhyun menyadarinya.
Lalu Chanyeol menjauhkan tubuhnya melangkah mundur menuju kursi singgah sananya dan berpura pura baru masuk keruangan itu. Sedikit lebih lama memandangi wajah Baekhyun dari kejauhan membuat Chanyeol tersenyum manis. Bagaimana bisa wajah Baekhyun tetap cantik meskipun dalam keadaan tertidur.
"Ekhmm" dehem Chanyeol membangunkan Baekhyun. Baekhyun yang mendengarnya langsung terlonjak kaget dan segera menegakkan tubuhnya lalu segera merapikan tubuhnya.
"Kau tak pulang Baek ?" ucap Chanyeol sambil berpura pura menatap layar Laptopnya. Baekhyun masih belum sepenuhnya sadar jadi tak menjawabnya.
Chanyeol hanya tertawa lirih melihat ekspresi Baekhyun yang menggemaskan seperti Puppy. Ingin rasanya Chanyeol menerkamnya sekarang juga namun ia sadar dengan Statusnya.
"Kau lelah ? Kalau begitu Kajja kita pulang Baek" ajak Chanyeol sambil mengulurkan tangannya pada Baekhyun dan mengajaknya pulang. Dan Baekhyun hanya menganggukan kepalanya. Tubuh Baekhyun terlalu lelah hingga tak punyak tenaga untuk menjawab.
Chanyeol memapah Baekhyun kedalam mobilnya. Pundak sebelah kirinya membawa tas kerja Baekhyun dan tangan kanannya sibuk memeluk pundak Baekhyun. Setelah didalam mobil Chanyeol memperhatikan wajah lelah Baekhyun. Chanyeol meraih tangan kiri Baekhyun lalu menggenggam dengan kedua tangannya.
"Gomawo Baekhyunee untuk kerja kerasmu selama ini untuk perusahaan. Gomawo telah merelakan kesehatanmu juga. Jangan terlalu lelah" ucap Chanyeol lirih sambil mengusap pelan jemari lentik Baekhyun.
"Aku mencintaimu Baekhyunee" dan diakhiri dengan kecupan manis dijemari Baekhyun.
Sebenarnya Baekhyun tak benar benar tertidur, ia hanya terlalu lelah. Baekhyun menegang mendengarkan ucapan Chanyeol tadi. Baekhyun tak menyangka kalau Chanyeol sebenarnya mempunyai hati yang lembut. Chanyeol mengkhawatirkannya. Sebelumnya Baekhyun tak pernah merasakan perasaan seperti ini pada Namja atau Yeoja yang dulu mendekatinya. Perasaannya menghangat ketika jemarinya digenggam dan dikecup Chanyeol. Ada apa dengan hatinya ? Apa Baekhyun mulai membuka hati untuk Chanyeol ?
Tak membutuhkan waktu lama untuk menuju apartemen mereka. Setelah memarkirkan mobilnya Chanyeol membangunkan Baekhyun lalu memapahnya untuk menuju lantai apartemen mereka.
Chanyeol masih memapah Baekhyun hingga kekamarnya dan membantu Baekhyun merbahkan tubuhnya diatas ranjang.
"Kau tak ingin mandi dulu Baek ?" tanya Chanyeol sambil meletakan tas kerja Baekhyun didekat meja kerjanya. Baekhyun hanya menggeleng pelan.
"Kalau kau membutuhkan apapun kau bisa menelfonku baek" Chanyeol berucap kembali sambil mengelus surai hitam Baekhyun.
Chanyeol membawa kakinya keluar dari kamar Baekhyun. Chanyeol sebenarnya ingin menemani Baekhyun namun Chanyeol tak mau mengganggu waktu istirahat Baekhyun.
Perlahan Baekhyun membuka matanya setelah dirasa Chanyeol sudah tak ada didalam kamarnya. Baekhyun menghela nafasnya pelan lalu membangkitkan tubuhnya dan bersandar dinakas tempat tidurnya. Baekhyun memandangi jemari sebelah kirinya yang tadi sempat dikecup oleh Chanyeol. Entah kenapa jika membayangankan itu hati Baekhyun menghangat. Seperti ada ribuan kupu kupu yang berterbangan di dalam hatinya.
Baekhyun menggenggam jemari sebelah kirinya dengan jemari sebelah kanannya mencoba merasakan sisa dari genggaman jemari Chanyeol. Senyum di bibir Baekhyun mengembang dengan sendirinya. Senyumnya sangat manis, senyuman yang hampir tak pernah ia tampilkan pada semua orang.
"Ada apa dengan hatiku? Kenapa rasanya sesenang ini" gumamnya sambil memegang dadanya. Baekhyun tak berhenti tersenyum sedari tadi. Lalu Baekhyun kembali teringat dengan ucapan Kyungsoo tadi siang. Baekhyun menggeleng pelan.
"Ahh tak mungkin aku menyukainya. Andwae andwae" Baekhyun menarik selimutnya sampai keatas kepalanya. Baekhyun meyakinkan hatinya bahwa ia tak menaruh hati pada Chanyeol.
"Semoga ini hanya perasaan nyaman, tak lebih" suaranya meeyakinkan dirinya sendiri. Lalu Baekhyun memejamkan matanya dan terlelap.
Suara alarm pagi selalu menjadi penyapa telinga Chanyeol dipagi hari. Namun bunyi suara alarmnya kali ini sedikit lebih pagi. Biasanya suara alarm itu akan bunyi pukul 7 namun sekarang pukul 6 sudah berbunyi.
Setelah mematikan alarm diponselnya, Chanyeol segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak langsung memakai pakaian kerjanya, Chanyeol keluar kamar mandi malah hanya menggunakan Bathrobe saja. Hari ini Chanyeol berencana untuk membuatkan sarapan untuk Baekhyun karena keadaannya kemarin yang kurang tenaga.
Chanyeol menuju Counter dapurnya dan menyiapkan semua bahan bahan untuk membuat Sandwich. Sebenarnya Chanyeol bisa memasak namun pagi ini ia ingin sedikit memberi Baekhyun makanan bervitamin agar kondisinya cepat kembali. Tak lupa Chanyeol juga membuatkan Sup untuk Baekhyun.
Dirasa semuanya sudah siap, Chanyeol melihat jam diponselnya. Sekarang masih jam setengah 7 pagi. Chanyeol melepas appronnya lalu membawa kaki panjangnya ke lantai 2 menuju kamar Baekhyun.
Cklek
"Eoh tak dikunci ?" sambil mendorong pintunya perlahan agar Baekhyun tak terbangun. Chanyeol membawa dirinya menuju jendela besar kamar itu lalu membuka tirainya.
"Eunghh" lenguh si mungil ketika terkena cahaya dari arah jendela. Chanyeol segera menuju si mungil yang masih bergelung dibawah selimutnya.
"Baekhyunee~~ Irroena. Pali irroena" sambil menggoyangkan lengan si mungil dari luar selimut. Baekhyun hanya diam tak menjawab. Chanyeol masih berusaha membangunkan lagi. Dirasa Baekhyun tak kunjung memperlihatkan wajahnya dari balik selimut, Chanyeol membuka selimut itu lalu menyentuh pundaknya. Matanya membelalak lebar, wajah Baekhyun terlihat sangat pucat. Chanyeol lalu melarikan tangan besarnya kedahi Baekhyun.
"Haaah? Kenapa panas sekali ?" gumamnya sambil menarik tangannya. Chanyeol berlari menuju kelantai 1 dan mengambil kotak P3Knya yang disediakan oleh Yoora Noona. Setelah mengambilnya Chanyeol kembali berlari menuju kamar Baekhyun. Chanyeol mengambil termometernya lalu menyelipkan dibibir Baekhyun. Baekhyun melenguh pelan.
Chanyeol menyalakan pendingin ruangan Baekhyun agar badannya dingin pikirnya. Lalu Chanyeol mencabut termometernya dan matanya terbelalak lebar lagi.
"Haaaah? 38° ? Ahh dia pasti deman. Aku harus bagaimana ini" Chanyeol mengusak kepalanya. Chanyeol bingung apa yang kini harus ia lakukan karena ini pertama kalinya Chanyeol merawat orang sakit.
"Eunghh~~Eommaa~~~" suara lenguhan Baekhyun mengalihkan pandangannya. Segera Chanyeol menghampiri dan meraih tangan Baekhyun.
"Ada Baek heum ? Apa kau pusing ? Atau menginginkan sesuatu ? Katakan Baby" tanya Chanyeol beruntun karena cemas. Baekhyun menggeleng pelan namun menggenggam tangan Chanyeol lebih erat.
"Astaga Baek. Badanmu panas sekali. Aku panggilkan dokter ne" Chanyeol berusaha melepas tangan Baekhyun namun dicegah. Baekhyun menggeleng lagi.
"Dingin Chan" suaranya bergetar.
"Mwo ? Badanmu panas Baek, kenapa kau malah bilang dingin?" namun Baekhyun tak menjawabnya.
Chanyeol bingung dengan keadaan Baekhyun, suhu diluar kulitnya panas namun Baekhyun bilang dia kedinginan. Tanpa pikir panjang Chanyeol meraih ponselnya lalu menghubungi Eomma Baekhyun sambil tangannya tetap menggenggam tangan Baekhyun.
"Yeobsseo"
"..."
"Eomma bisakah Eomma datang ke Apartementku ? Baekhyun badannya demam Eomma. Aku tak tau harus bagaimana"
"..."
"Ahhh Eomma dan Appa sedang diluar kota ? Lalu aku harus bagaimana Eomma?"
"..."
"Ne Eomma. Obat yang mana harus aku berikan pada Baekhyun Eomma?"
"..."
"Ah Ne Eomma. Maaf mengganggumu. Ne. Gamshamnida Eomma. Annyeong" Chanyeol mengakhiri panggilannya.
"Tunggu sebentar Baek. Aku akan mengambilkan makanan, minum sama air hangat untukmu" Chanyeol melepas tangan Baekhyun dan berlari menuju dapurnya.
Sambil berlari menuju kelantai bawah, Chanyeol mencari kontak Kyungsoo dan menghubunginya.
"Hyung, hari ini aku tak kekantor. Baekhyun demam aku sedang merawatnya" ucapnya dengan terburu.
"..."
"Ne. Gomawo Hyung. Annyeong" dia kembali menutup ponselnya dan mengambil yang tadi diberitahukan oleh Eomma Baekhyun.
Cepat cepat Chanyeol kembali ke kamar Baekhyun agar tak membuatnya menunggu. Chanyeol meletakkan wadah yang berisi air es dan sup yang ia masak tadi. Chanyeol membantu Baekhyun untuk duduk dan bersandar dinakas ranjang Baekhyun.
"Makan sup ini ya Baek setelah itu minum obat lalu tidur" perintah Chanyeol dan dijawab dengan anggukan oleh Baekhyun. Chanyeol membantu Baekhyun untuk memakan supnya. Namun baru beberapa suao sup Baekhyun sudah tak mau mekannya. Lalu Chanyeol mengambil obat yang diberitahu oleh Eomma Baekhyun tadi dan meminumkannya pada Baekhyun.
Chanyeol merebahkan badan Baekhyun kembali untuk tidur. Tangan besarnya ia arahkan kedahi Baekhyun untuk mengechek suhu badannya. Ternyata masih sama seperti tadi masih saja panas. Secepatnya Chanyeol mengambil air es yang telah ia siapkan tadi lalu mengompres dahi Baekhyun.
Setelah Chanyeol mengompres Baekhyun, ia tak langsung meninggalkan kamar Baekhyun. Chanyeol masih menunggu Baekhyun takut nanti terjadi apa apa pada Baekhyun. Jemarinya meraih tangan lentik Baekhyun. Chanyeol genggam dan sedikit mengusapnya. Tangannya juga terasa panas.
"Mianhae Baekhyunee. Mianhae telah memforsirmu bekerja terlalu keras untuk perusahaan" sambil mengusap tangan Baekhyun.
"Cepat sembuh Baekhyunee. Aku tak suka kau diam seperti ini" ucapnya sendiri lalu mengecup pelan jemari itu seolah olah itu akan membuat Baekhyun sembuh.
Setelah beberapa kali mengganti kompres Baekhyun, Chanyeol berniat untuk kembali kekamarnya untuk berganti baju karena sedari tadi Chanyeol menggunakan boxer dan bathrobe saja. Konyol sekali.
Namun belum sempat Chanyeol menjauhkan tangannya, Baekhyun menahannya.
"Jangan pergi Chan~~" ucapnya lirih hampir tak terdengar.
"Apa kau butuh sesuatu Baek ? Aku akan mengambilkannya untukmu"
Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya pelan. Kembali terdiam namun tak lama Baekhyun berkata,
"Temani aku disini saja~"
Chanyeol melebarkan matanya. Apa telinganya tak salah dengan ? Baekhyun meminta untuk menemaninya. Chanyeol lalu mendekat pada Baekhyun.
"Aku ganti baju sebentar okey. Nanti aku kembali"
Namun Baekhyun kembali menggeleng.
"Tidurlah disini" sambil menepuk tempat kosong di sampinya.
"Kau yakin ?" tanya Chanyeol dan Baekhyun mengangguk. Tanpa pikir lama Chanyeol segera menaiki ranjang Baekhyun lalu menempatkan dirinya disamping Baekhyun dan menghadapkan tubuhnya pada Baekhyun. Baekhyun hanya memandanginya tak ada pergerakan sama sekali.
"Apa kau benar benar tak menginginkan sesuatu Baek ?" suara bass itu kembali bertanya. Baekhyun hanya mengarahkan jarinya pada dada Chanyeol yang tak sengaja terekspos karena bathrobenya sedikit terbuka. Chanyeol menaikan satu alisnya tanda bingung. Mecoba menerka apa yang tengah diinginkan Baekhyun.
"Apa kau mau aku memelukmu Baek ?" kembali Chanyeol bertanya. Namun kali ini jawabannya adalah sebuah anggukan kecil tanda Baekhyun mau. Dengan cepat Chanyeol merapatkan tubuhnya pada Baekhyun lalu memeluknya. Nafas Baekhyun sedikit menerpa permukaan dada bidang Chanyeol. Nafasnya terasa sangat panas.
"Buka tali Bathrobemu Chan. Aku butuh hangat tubuhmu" akhirnya si mungil mengeluarkan suara meskipun sangat pelan namun masih terdengar oleh Chanyeol.
Tanpa waktu lama Chanyeol membuka tali bathrobenya lalu membukanya namun tak sampai lepas. Baekhyun langsung meringsut masuk kedalam dekapan Chanyeol. Baekhyun merasakan bahwa dada Chanyeol sangat hangat pas sekali dengan suhu yang dingin dari dalam tubuhnya meskipun sebenarnya luar tubuh suhunya sangat panas. Chanyeol tak apa harus merasakan panas suhu Baekhyun yang terpenting Baekhyun sembuh.
"Cepatlah sembuh Baekhyunee. Minggu depan kita ke Jeju. Jangan sakit sakit ne" ucap Chanyeol pada Baekhyun sambil mengusak rambut Baekhyun. Baekhyun hanya mengangguk dalam dekapan Chanyeol. Lalu setelahnya mereka sama sama tertidur dijam yang masih pagi.
Bandara
Terlihat dua orang yang duduk disebuah bangku seperti sedang menunggu kedatangan seseorang. Disamping mereka ada 1 koper besar bermotifkan Strawberry. Itu Chanyeol dan Baekhyun sedang menunggu kedatangan Kyungsoo.
"Chan.. Apa Kyungie masih lama ?" si mungil membuka suara karena bosan menunggu.
"Sebentar lagi Baekhyunee. Sabar sedikit Ne" dan Baekhyun hanya mengangguk.
Tak lama seseorang datang dengan membawa koper kearah mereka.
"Mianhae. Apa kalian menungguku terlalu lama ?" tanya Namja bermata bulat itu.
"Tak apa Hyung. Kita baru sampai 15 menit tadi" jawab Chanyeol.
"Chan apa kita hanya bertiga ?" tanya si mungil pada si tinggi.
"Tentu saja tidak Baek. Kita pergi berempat" tiba tiba suara seseorang muncul dan menjawab dari belakang tubuh Kyungsoo lalu mencium pipinya cepat.
Kyungsoo membelalakan matanya dan langsung memukul dada Namja berkulit tan itu. Itu Jongin Keekasih Kyungsoo.
"Kenapa dia ikut Chan ?" dengan polosnya Baekhyun bertanya. Heol apa Baekhyun lupa kalau Jongin juga seorang CEO ? tentu saja Jongin juga akan di undang keacara ini.
"Kau lupa Baek ? Aku pemimpin Kim Land Group!" ucap Jongin sedikit dengan nada kesal. Baekhyun menepuk jidatnya pelan. Kenapa dia bisa sampai lupa.
"Kalau begitu kajja kita kedalam. 20 menit lagi kita harus take off" ajak Chanyeol pada lainnya.
Mereka telah sampai di Jeju dan sedang menuju Hotel tempat mereka akan menginap. Hotel yang akan mereka tempati adalah salah satu hasil kerja sama Park Grouo dengan Seoul Group. Chanyeol dan Baekhyun turun dari mobil dan disusul Jongin dan Kyungsoo. Lalu mereka menuju Lobby Hotel.
"Bookingan atas nama Park Chanyeol" ucapnya pada Receptionis Hotel itu. Lalu Receptionis itu memberikan 2 kunci kamar.
Baekhyun mengeryitkan dahinya bingung. Bertanya tanya kenapa Chanyeol hanya menerima 2 kunci, sedangkan mereka sekarang berempat.
"Kita berempat Chanyeol kenapa kau hanya membooking 2 kamar eoh ?" tanya Baekhyun sambil memandang wajah Chanyeol.
"Kita bisa berbagi Baek ka-"
"Aku satu kamar dengan Kyungsoo" ucap Baekhyun cepat memotong omongan Chanyeol. Jongin, Chanyeol dan Kyungsoo langsung menoleh pada Baekhyun.
"Andwae! Kau denga Chanyeol saja Baek. Aku dengan Kyungsoo~~" tolak Jongin karena ia takmau berpisah dengan kekasih burung hantunya.
"Yaaakk! Apa ini rencanamu Chan?" teriak Baekhyun. Chanyeol hanya bisa diam karena memang ini rencananya agar dia bisa satu ranjang ladi dengan Baekhyun seperti kemarin saat Baekhyun sakit.
"Kenapa tak mau Baek ? Kalian hanya tidur satu ranjang" Kyungsoo bersuara meyakinkan Baekhyun agar mau satu kamar demgan Chanyeol.
"Aiiissshhh" Baekhyun langsung meninggalkan mereka bertiga. Mereka bertiga tertawa pelan lalu bergegas mengikuti Baekhyun.
Mau tak mau Baekhyun harus satu kamar dengan Chanyeol. Bukan Baekhyun tak mau, tapi Baekhyun hanya takut dengan perasaannya. Takut perasaan itu semakin membesar jika terlalu sering satu ruangan dengan Chanyeol.
Setelah tragedi Baekhyun meminta dipeluk ketika sakit kemarin, perasaannya semakin tak karuan jika melihat Chanyeol. Perasaannya akan nyaman dengan Chanyeol yang selalu disampingnya. Perasaannya akan menghangat karena sentuhan Chanyeol. Jantungnya akan bekerja lebih cepat ketika hanya berdua dengan Chanyeol.
Baekhyun melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar Hotel itu lalu diikuti oleh Chanyeol. Chanyeol meletakkan koper disamping ranjangnya dan melihat Baekhyun sudah merebahkan tubuhnya diatas ranjang King size itu.
"Kau tak mau mandi dulu Baek ?" sambil mendekat pada Baekhyun. Baekhyun yang tengah memejamkan matanya hanya bergumam pelan, "Nanti saja Chan. Aku masih mengantuk"
Seperti biasa Baekhyun hanya memasang wajah datarnya pada Chanyeol jika sedang kesal pada Chanyeol. Itu sudah seperti makanan Chanyeol setiap hari.
Chanyeol hanya memandangi wajah lelah Baekhyun dari samping ranjangnya.
"Apa kau masih sakit Baek ?" ucap Chanyeol khawatir. Dan Baekhyun hanya memnjawab dengan gelengan kepala. Semenjak Baekhyun sakit, Chanyeol selalu mencoba menjadi orang yang siap siaga untuk Baekhyun. Karena Chanyeol tak mau melihat wajah pucat itu lagi. Hati Chanyeol rasanya ikut sakit ketima melihat Baekhyun yang lemah.
Setelahnya Baekhyun tertidur pulas dan Chanyeol memilih menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Mungkin setelah ini Chanyeol akan menyusul Baekhyun kealam mimpi. Masih ada waktu sampai nanti sore untuk beristirahat sebelum acara itu dimulai.
Kini Chanyeol tengah bersiap siap untuk menghadiri acara pertemuan itu. Chanyeol mengajak Baekhyun untuk ikut kesana meskipun itu pertemuan hanya diperuntukkan CEO. Chanyeol tak mau Baekhyun sendirian dikamar Hotel. Barkhyun nanti juga akan ditemani Kyungsoo.
"Kau nanti jangan pisah dengan Kyungsoo Hyung ya Baek. Jangan pergu kemanapun tanpa Kyungsoo Hyung. Oke" Baekhyun memutar matanya malas. Baekhyun merasa Chanyeol berlebihan. Baekhyun sudah besar kenapa tak boleh kemana mana ? Baekhyun bukan anak kecil lagi.
"Jangan membangkang Baek" ucap Chanyeol dengan ekspresi serius. Dan dengan berat hati Baekhyun mengangguk.
Chanyeol dan Jongin sekarang tengah berada di Balroom Hotel The Jeju. Di Balroom ini hampir semua CEO di Korea Selatan datang. Ini acara tahunan yang selalu diadakan pemerintah Negara. Ini ketiga kalinya Chanyeol menghadiri acara ini.
Chanyeol dan Jongin serius memperhatikan jalannya acara. Setelah acara Inti selesai, mereka semua dijamu dengan makan malam dengan nuansa Outdoor. Duo sahabat popok itu tengah asik mengobrol tak menyadari seseorang Yeoja menghampiri mereka.
"Chanyeol-ssi" Yeoja itu menyapa dengan suara lembut. Chanyeol segera menoleh kesumber suara. Sedikit kaget karena kedatangan Yeoja yang tak asing baginya.
"Oh. Yuan-ssi" Chanyeol menyapanya balik. Ya itu Yuan CEO dari The Land Group, dan salah satu koleganya. Chanyeol membungkuk memberi salam dan Yuan membalasnya.
Yuan melihat sekelilingnya. Seperti ada yang janggal. Biasanya dia akan melihat mahkluk kecil yang selalu berada disisi Chanyeol namun kali ini tak ada. Ahh Yuan baru ingat bahwa ini acara hanya untuk CEO dan si kecil adalah Sekertaris.
"Apa kalian hanya berdua ? Dan siapa dia Chanyeol-ssi?" tanya Yuan dan menunjuk kearah Jongin.
"Annyeonghaseyo. Jongin imnida" ucap Jongin memperkenalkan diri dan membungkuk pada Yuan. Lalu Yuan hanya tersenyum.
Yuan seperti tengah beruntung. Tak ada si kecil disamping Chanyeol. Ini akan menjadi kesempatan Yuan untuk membuat Chanyeol menyukainya.
"Chanyeol, apa besok kau ada waktu ?" tanya Yuan sambil mendekatkan tubuhnya pada Chanyeol. Chanyeol risih, Chanyeol tak suka dengan gerakan Yuan yang sensual seperti itu. Chanyeol belum sempat menjawab namun Yuan sudah memgelus dada bidang Chanyeol dan tanpa sengaja buah dada Yuan menempel pada lengan Chanyeol.
Dengan pelan Chanyeol mundur kebelakang dan sedikit menahan emosinya. Chanyeol jijik dengan kelajuan Yeoja seperti itu. Seperti Yeoja tak beretika.
"Eumm. Joesonghabnida Yuan-ssi. Besok aku sudah ada janji" tolak Chanyeol sopan. Yuan mendengus pelan. Dia tak akan pernah menyerah sebelum apa yang diinginkan, ia dapatkan.
"Apa benar kau tak ingin berjalan jalan denganku?" kembali Yuan menggoda Chanyeol kali ini sedikit berbisik didekat telinga Chanyeol dengan nada sangat sensual. Chanyeol geram, ingin rasanya Chanyeol memukul wajah Yuan namun dia sadar Yuan adalah seorang Yeoja yang mana bukanlah tandingannya.
Chanyeol kembali menjawab dengan tegas.
"Sekali lagi Joesonghabnida Yuan-ssi. Saya sudah ada janji terlebih dahulu" Chanyeol membungkuk laku pergi sambil menyeret Jongin. Jongin sedari tadi hanya bengong melihat kelakuan binal Yuan. Jongin tak habis fikir, Yuan sangat Cantik namun sayang kelakuannya tak Cantik seperti parasnya.
Tanpa ada yang tahu sesosok mungil sedari memperhatikan semua adegan itu dari sudut area jamuan makan malam. Si mungil ditemani Kyungsoo. Kyungsok sudah mengajaknya pergi sedari tadi namun Baekhyun menahannya karena penasaran dengan apa yang dilakukan Chanyeol.
Dada Baekhyun sedikit merasakan sakit. Entah karena apa. Namun Baekhyun tak suka melihat kelakuan Yeoja itu pada Chanyeol. Meskioun tindakan Chanyeol tak merespin kelakuan Yeoja itu. Baekhyun tahu siapa Yeoja itu. Yeoja yang pernah bertemu dengannya dan sekarang menjadi kolega perusahaannya bekerja.
"Baek apa kau marah melihat itu?" suara Kyungsoo membuyarkan konsentrasi Baekhyun. Baekhyun menggeleng dan menatap Kyungsoo.
"Kenapa aku harus marah Kyung ?" tanya Baekhyun pada Kyungsoo. Kyungsok diam tak menjawab. Baekhyun menghela nafasnya lalu mengajak Kyungsok kembali ke kamar Hotelnya.
Baekhyun masih tetap diam. Kyungsoo tahu bahwa Baekhyun tengah cemburu. Namun Baekhyun mencoba untuk mengelaknya. Karema Baekhyun masih bersikukuh dengan dirinya bahwa ia tak mempunyai perasaan pada Chanyeol.
"Jika kau cemburu bilang saja Baek, tak usah kau simpan sendiri" ucap Kyungsoo santai. Baekhyun yang mendengar langsung menoleh pada Kyungsoo dan memberinya tatapan sedatar mungkin. Baekhyun tak suka jika ada seseorang yang bicara seperti itu. Karena setelahnya Baekgyun akan memmikirkan kata kata kita sampai tak bisa tidur.
"Aku tak cemburu Kyung. Jangan sok tahu" ucap Baekhyun ketus.
"Pfthhh. Kau bilang tak cemburu ? Terus kenapa kau marah" ucap Kyungsoo dengan nada sedikit menggoda.
Baekhyun memukul tangan Kyungsok pelan dan Kyungsok berpura phra seperti kesakitan.
"Aku tak marah kau tahu!" lagi Baekhyun berucao lalu meninggalkannya berjalan menuju kamarnya.
Ketika Baekhyun sudah memasuki kamar hotelnya. Kyungsoo dikagetkan dengan kedatangan Jongin dari belakang.
"Ada apa dengan Baekhyun Soo-yaa~" tanya Jongin sambil memeluk pinggang Kyungsoo dari samping.
"Dia cemburu melihat Yuan menggida Chanyeolnya" ucapnya sambil tertawa.
"Mwo?! Baekhyun melihatnya Soo?" dan diberi anggukan oleh Kyungsoo.
"Tapi anak itu tak mengakuinya Jongin-ah~~. Dia masih menyangkal perasaannya pada Chanyeol" ucao Kyungsoo.
"Ahh. Kenapa manis sekali mereka"
"Kau menyukai Baekhyun ?"
Jongin menoleh dan melihat Kyungsoo menatapnya tajam.
"Bukan begitu Soo. Aku hanya gemas pada mereka berdua" dan mendapat cubitan bertubi tubi.
"Akhhh. Appo Baby Soo. Ampun sudah sudah" racau Jongin tak karuan menahan cubitan Kyungsoo. Dengan gerakan cepat Jongin menangkap tangan Kyungsoo dan menguncinya. Lalu tanpa pikir lama Jongin mencium bibir tebal milik Kyungsoo.
Chup~
Kyungsok membelalakan matanya karena kelakuan Jongin. Ini masih dilorong hotel tapi Jongin dengan seenaknya mencium Kyungsoo tanpa rasa takut.
Awalnya bibir Jongin hanya menempel. Namun lama kelamaan ciuman itu semakin menuntut. Jongin menyesap bibir bawah Kyungsok denga bergairah. Kyungsoo terbuai dan memilih membalas ciuman kekasihnya.
"Eunghh~~"
Lenguhan pertama Kyungsoo lolos dari bibirnya. Jongin bersmirk ria karena berhasil mebuat Kyungsoo terbuai oleh ciumannya.
Perlahan Jongin melepaskan tangan Kyungsoo yang ia kunci tadi. Ciuman itu semakin memanas. Libido mereka berdua sudah menyeruak keluar. Kyungsoo dengan cepat mengakungkan tangannya pada leher Jongin. Jongin merambatkan tangannya pada bongkahan kenyal mulik Kyungsok dan meremasnya sensual.
"Eunghh~~"
Lenguhan Kyungsoo terdengar lagi membuat gairah Jongin semakin bertambah. Tak menunggu waktu lama Jongin mengangkat tubuh Kyungsoo lalu menggendongnya seperti koala tanpa melepas ciuman mereka. Kyungsoopun mengalungkan kakinya pada pinggang Jongin. Jongin berjalan dan membuka pintu kamar hotelnya lalu menutupnya dengan kakinya. Lalu mereka melanjutkan pergumulan panas mereka diatas ranjang King Size kamar Hotel mereka.
Berbeda dengan Kyungsoo dan Jongin, Chanyeol yang memang kembali kekamar hotel duluan lebih memilih merebahkan tubuh tingginya pada ranjangnya. Lalu tak lama suara ointu terbuka dan suara kaki dihentak hentakkan.
Seseorang itu terdengar sepeeti tengah mengomel sendiri. Chanyeol tahu itu pasti Baekhyun.
"Aku tak cemburu dan aku tak marah kenapa mata burung hantu itu berbicara sepeti itu!" gerutunya sendiri tanpa menyadari bahwa sudah ada seseorang didalam kamar hotelnya itu.
"Biar saja Chanyeol dengan Yeoja itu. Aku tak peduli!" masih dengan omelnya sambil melepas jasnya.
Chanyeol yang mendengarnya membelalakan matanya lebar. Apa Baekhyun melihatnya ketika Yuan menghampirinya? Chanyeol tetap diam agar tak mebuat Baekhyun kaget dan mendengar lagi siapa tahu Baekhyun masih mengomel.
"Haaaaah. Tapi kenapa Yuan Yuan itu binal sekali. Bagaimana kalau Chanyeol terangsang ? Aaarrghhh" Baekhyun mengusak kepalanya kasar. Chanyeol ingin tertawa namun ia tahan. Ingin rasanya Chanyeol menerkam Baekhyun sekarang juga.
Ketika Baekhyun akan membuka kemeja putihnya, Baekhyun membalikkan badan dan melotot melihat siapa yang tengah merebahkan tubuhnya diatas ranjang dengan posisi terlentang.
"Aaaaakkkkkhhhhhhh" teriak Baekhyun sekencang mungkin dan dengan cepat menutup kemejanya kembali.
"Sejak kapan kau berada disitu Chan?" tanya Baekhyun dengan nafas yang tersengal. Chanyeol tak menjawab namjn hanya memandang Baekhyun dengan tatapan laparnya. Bagian selatan bawah tubuhnya hampir terbangun karena melihat dada rata Baekhyun sekilas.
Dengan cepat Baekhyun menghampiri Chanyeol dan menghadiahi dengan pukulan bertubi tubi.
"Yakkh. Baekhyun Appo kenapa kau memukulku Akhhhh" erang Chanyeol kesakitan dan berusaha menghentikan Baekhyun.
"Salah sendiri. Sejak kapan kau ada disini haaaah" masih berusaha memukuli Chanyeol. Chanyeol tak menjawab namun Chanyeol malah menangkap tangan mungil Baekhyun lalu menariknya diatas ranjang dan posisi mereka kini Baekhyun berada dibawah dan Chanyeol berada diatas sambil mengunci pergerakan Baekhyun.
Baekhyun mati kutu tak bisa bergerak. Baekhyun lupa kalau badan Chanyeol lebih besar darinya bjsa dipastikan dia akan kalah dengan postur tubuh yang berbeda. Dan tak sengaja dada Baekgyun terkespos kembali karena kemeja yang tadi sempat dibuka dan belum dikacing kembali.
"M-mau apa kau Chan?" tanya Baekhyun takut dengan suara pelan.
Chanyeol sebenarnya sudah ereksi sedari tadi namun ia tahan karena tak mau membuat Baekhyun berpikir yang aneh aneh tentangnya.
"Apa kau tadi melihatku bersama Yuan ?" tanya Chanyeol memastikan. Baekhyun tak dapat berkata kata lagi yang hanya bisa ia lakukan adalah diam.
"Apa kau cemburu ?" tanyanya lagi.
"Apa ? T-tidak aku tidak cemburu" elak Baekhyun tapi ekspresi mukanya tak sinkron dengan jawabannya. Mukanya memerah.
Chanyeol menampilkan smirknya dan itu berhasil membuat Baekhyun takut.
Chup~~
Baekhyun membelalakkan matanya kaget. Chanyeol menciumnya tanpa ijin dan itu adalah Firts Kissnya. Ciuman pertamanya diambil oleh Chanyeol. Orang yang selalu membuat hatinya berdegub kencang, orang yang selalu membuatnya nyaman, dan orang yang selalu mengkhawatirkannya.
"Yaaaak Chanyeeeooolll" teriak Baekhyun sambil berusaha melepaskan kungkungan Chanyeol.
"Kalau kau teriak lagi, aku akan menciummu lagi Baekhyunee" ancam Chanyeol dan Baekhyun berhasil ketakutan.
"Andwaeee Andwaee Chanyeool. Eommaaaa~~~" teriak Baekhyun semakin keras.
"Oh ternyata kau ingin aku cium Baek ? Geurrae aku akan menciummu sampai wajahmu tak bersisa" dan Chanyeol langsung mencium Baekhyun bertubi tubi pada wajah Baekhyun.
"Yakkk Chanyeol~~Mphhmm" dan suara Baekhyunpun hilang dan terkadang hanya terdengar suara kekehan mereka berdua. Chanyeol mencium Baekhyun tanpa nafsu hanya ingin menggoda Baekhyun saja.
Tbeceeeeee.
Haaayyyiiiii
I'm back. Bawak Chap 10. Gimana Gimana fell gak ?
Untuk saat ini adegan setengah hotnya masih Kaisoo yaaa soalnya Chanbaek belum taken. ㅋㅋㅋ
Reviewnya Juceyoooo. 'ㅅ'
Salam Chanbaek is REAL…..
