My Secretary
Chapter 11
Suasana kantor pagi ini masih seperti biasa, banyak staff yang berlalu lalang keluar masuk ruangannya. Ada yang baru datang ada pula yang tengah berdandan. Aktifitas kerja mereka akan dimulai 15 menit lagi itu artinya mereka harus sudah siap bekerja.
Seperti sekarang terlihat seorang Namja mungil tengah berjalan memasuki kantor dengan santai dan dibelakangnya diikuti seorang Namja yang kelebihan kalsium. Itu Baekhyun dan sang CEO -Chanyeol. Semua staff sudah tahu fakta bahwa mereka tinggal 1 apatemen akibat salah satu staff memergoki mereka masuk kedalam apartemen yang sama dan keluar dari apartemen yang sama. Jadi tak kaget jika melihat mereka keluar dari mobil yang sama.
Baekhyun selalu berjalan lebih dulu, karena ia tak mau dibilang sebagai sok akrab dengan Bos meskipun kenyataannya seperti itu. Baekhyun tak mau urusan kantor dan pribadi disangkut pautkan. Jika di kantor mereka berdua adalah CEO dan Sekertaris, namun dirumah mereka adalah Chanyeol dan Baekhyun yang bisa dibilang teman.
Chanyeol sudah biasa selalu diperlakukan seperti itu oleh Baekhyun, Chanyeol memakluminya. Karena Baekhyun bukan orang yang suka mencari perhatian. Baekhyun akan membatasi kedekatannya dengan Chanyeol. Chanyeol sangat suka dengan kepribadian Baekhyun. Kepribadian yang menurutnya sangat langkah.
Mereka berdua memasuki ruangan mereka dan menuju kemeja kerja masing masing. Ini hari pertama mereka bekerja setelah kemarin ada acara di pulau Jeju.
Jari jari si mungil tengah menari diatas ponselnya. Jari lentik itu menari sangat indah dan sangat cepat seperti tengah mengetikkan sesuatu disana. Chanyeol penasaran dengan apa yang Baekhyun tengah lakukan. Mencoba mengendap endap kearah Baekhyun, namun belum sampai 5 langkah, Baekhyun sudah menolehkan kepalanya lebih dulu. Chanyeol yang kaget cepat berpura pura jalan kearah pantrie yang ada didalam ruangan mereka.
Baekhyun tahu bahwa ia tengah diamati oleh Chanyeol, makanya dia dengan cepat menolehkan kepalanya. Sebenarnya Baekhyun menahan tawanya karena ekspresi Chanyeol yang kaget.
Baekhyun kembali fokus pada ponselnya dan kembali mengetikkan pesan pada seseorang. Dari arah pantrie, Chanyeol masih mengamati Baekhyun. Chanyeol masih penasaran Baekhyun sedang apa dengan benda pipihnya itu.
"Kau sedang apa Baek ? Kenapa senyum senyum sendiri ?" akhirnya Chanyeol memberanikan diri untuk bertanya. Masih tetap berada pada posisi di pantrie sambil mengaduk kopinya, Chanyeol melirikan ekor matanya pada Baekhyun yang belum menjawab.
"Bukan siapa siapa Chan, hanya teman lama" jawab Baekhyun dengan menatap Chanyeol sebentar. Chanyeol mengangkat satu alisnya penasaran kira kira siapa yang dimaksut Baekhyun teman lama ? Apa teman Baekhyun yang mengajak Baekhyun pulang larut malam waktu itu? Jika itu benar maka Chanyeol akan meninju muka teman lama yang dimaksut Baekhyun tadi.
Suara ketukan sepatu pada lantai menggema diruangan mereka yang terlalu hening karena tak ada suara dari mereka sang penghuni. Si tinggi meletakkan satu gelas susu strawberry dimeja si kecil dan si tinggi memegang satu gelas kopi hangat. Si kecil mengalihkan atensinya pada si tinggi yang awalnya fokus pada ponselnya sedari tadi. Baekhyun mengerjap pelan dan bergantian melihat antara Chanyeol dan satu gelas susu strawberrynya. Tak biasanya Chanyeol membuatkan susu untuknya biasanya malah Baekhyun yang selalu membuatkan kopi untuk Chanyeol dipagi hari.
"K-kau membuatkannya untukku ?" tanya Baekhyun pelan dan masih menatap Chanyeol. Si tinggipun menjawabnya dengan sebuah anggukan dan senyum tipis yang manis. Pipi Baekhyun merona seketika. Hanya dengan perilaku Chanyeol perhatian padanya, itu sudah bisa membuat jantungnya berdebar.
Chanyeol kembali menuju ke mejanya dan meletakkan kopinya disebelah laptopnya. Tangan besarnya mulai menari pada benda kotak yang bisa menyimpan jutaan memori maupun file itu. Baekhyun memperhatikan Chanyeol dari mejanya dengan sebuah tatapan memuja. Baekhyun kadang berpikir betapa menawannya seorang Park Chanyeol itu ditambah gelarnya sebagai CEO Termuda di Korea Selatan. Baekhyun mengagumi rahang tegas CEOnya, parasnya yang bak Dewa, postur tubuhnya yang kokoh dan pesonanya yang menawan, selalu bisa menghipnotis Baekhyun.
"Aiishh. Apa yang aku pikirkan ini" Baekhyun bergumam pelan sampil menepuk pipinya pelan.
"Chanyeol, nanti sepulang kerja kau tak perlu menungguku. Aku nanti akan bertemu dengan teman lamaku sebentar" ucap Baekhyun dan menghadapkan dirinya pada Chanyeol. Si tinggipun menoleh pada sumber suara dan menaikan satu alisnya tanda seperti sedang bertanya.
"Bertemu dengan siapa ? Apa teman lama mu yang mengajakmu pulang larut malam seperti waktu itu ?" Chanyeol memasang wajah tak suka dengan sebutan teman lama yang Baekhyun maksut. Karena sebutan itu membuat dirinya trauma.
Dengan cepat Baekhyun menggeleng, sebelum Chanyeol marah padanya.
"Aniyo Chan. Ini teman lama yang sudah tak pernah bertemu sejak aku pindah ke apartemenmu" jelas sikecil pelan. Chanyeol mengangguk pelan dan sedikit bernafas lega.
"Apa perlu aku mengantarmu ?" tawar Chanyeol pada si kecil.
"Tak usah, aku bisa pergi dengan Bus"
"Tapi aku khawatir denganmu Baek"
"Tak usah Chan. Lagi pula aku hanya bertemu sebentar tak akn lama. Okey"
"Kau yakin ?"
Dan sikecil hanya menjawabnya dengan anggukan.
"Geurrae. Kalau ada sesuatu yang terjadi cepat cepat kau hubungi aku sebelum Eomma kita memngomeliku karena anak kecil kesayangan mereka kenapa kenapa" ucap Chanyeol khawatir meskipun itu sedikit berlebihan dan Baekhyun hanya menganggukan dan tertawa.
Hiruk pikuk aktifitas di Bandara Incheon saat ini sangat padat. Banyak turis maupun wisatawan lokal yang datang atau akan pergi keluar negeri. Seperti namja berambut pirang ini yang baru saja leanding beberapa menit yang lalu. Kaca mata hitam besarnya yang bertengger tegas dihidung mancungnya menjadi penambah nilai plus untuk dirinya. Jari besarnya sedang mnenari diatas ponselnya lalu tak lama mengarahkan pada telinganya dan menunggu jawaban dari orang disebrang.
"Kau dimana ? Aku sudah leanding beberapa menit yang lalu"
"..."
"Palli Palli" dan ia memutuskan panggilan itu sepihak.
Tak sampai 10 menit mobil yang menjempunya telah datang. Segera ia masukan semua koper yang ia bawa dan duduk di jok belakang.
"Antarkan aku ke cafetaria daerah Gangnam" perintahnya pada sang supir dan dijawab dengan anggukan.
Seperti biasa, ketika jam makan siang tiba Jongin akan selalu berkeliaran di perusahaan teman popoknya -Chanyeol. Jongin akan selalu terlihat disana berjalan kearah sebuah ruangan dengan kedua tangan yang tersimpan disaku celana. Banyak Yeoja yang terhipnotis dengan kharisma seorang CEO itu. Pesonanya yang memancar sering kali membuat siapapun yang melihat akan terpaku. Namun berbeda dengan Kyungsoo yang pertama kali bertemu waktu itu, Kyungsoo sama sekali tak tertarik pada pandangan pertama dengan Jongin. Kyungsoo baru terpesona dengan Jongin ketika melakukan sexs pertama mereka. Aura Hot Jongin waktu itu benar benar keluar. Aura Sexy, tampan, gagah dan bergairah keluar menjadi satu dari tubuh Jongin dan membuat Kyungsoo terpaku dan berhasil membuat pipi Kyungsoo memerah dengan cepat.
Tanpa mengetuk pintu, Jongin langsung masuk kedalam ruangan itu dan berjalan kearah meja seorang Namja kecil.
"Hay Baby" sapa Jongin dan langsung mengecup pipi namja kecil itu dengan cepat. Yang dikecup langsung membelalakan mata bulatnya terkejut. Tidak, dia -Kyungsoo tak akan marah. Dia hanya kaget dengan kedatangan kekasihnya.
"Tak bisakah kau mengetuk pintu dulu Kai" Kyungsoo berbicara cukup pelan. Jongin hanya menggeleng dan tersenyum.
Dengan gerakan cepat Jongin menarik tangan Kyungsoo agar dia berdiri dari kursinya. Setelah Kyungsol berdiri, Jongin dengan cepat duduk dikursi Kyungsoo dan menarik tangan Kyungsoo kembali agar duduk diatas pangkuannya.
"Jangan panggil Kai baby Soo~. Otteokae Kalau dia bangun heum?" suara Jongin menggoda Kyungsoo sambil menaik turunkan alisnya. Kyungsoo langsung melarikan jemarinya pada kepala Jongin dan memukulnya manja. Jongin mengaduh kesakitan pada Kyungsoo dan hanya mendapat dengusan dari si mata bulat.
"Biar saja. Tapi aku tak mau menuntaskannya, tuntaskan saja sendiri" Kyungsoo mencicit didepan bibir Jongin. Kyungsoo segera berdiri dari pangkuan Jongin, namun belum sempat Kyungsoo mengangkat pantat sintalnya, Jongin sudah lebih dulu menahan bahunya lalu mencium bibir Kyungsoo cepat.
Tangan mungil Kyungsoo memukul-mukul dada Jongin pelan memberi tanda bahwa dia kehabisan oksigen. Dengan berat hati Jongin melepas ciuman itu sambil memanyunkan bibirnya.
"Tadi pagi kita sudah olahraga Jongin, badanku masih lelah" Kyungsoo mengingatkan Jongin tentang kejadian tadi pagi yang menyebabkan Kyungsoo telat 5 menit.
Jongin hanya mengangguk lucu lalu ia melarikan tangannya kepinggang sempit kekasih kecilnya. Menatap mata kekasihnya dalam tanpa berkedip.
"Soo-yaa~"
"Hhmmm"
"Nomu Saranghae"
"Nado Nomu Saranghae Jongin-ah~"
Jongin menubrukan kepalanya pada dada Kyungsoo dan menenggelamkan wajahnya disana. Kyungsoo membalas pelukan itu dan mengecup pucuk kepala Jongin dengan lembut. Mereka terlalu tenggelam dalam suasana romantis mereka berdua hingga tak menyadari kedatangan seseorang berdiri didepan pintu dan menyaksikan drama roman picisan seperti di televisi. Segera saja ia meninggalkan ruangan itu dan tak mau mengganggu Hyung dan temannya yang sedang bermesraan.
Si jangkung melangkahkan kakinya kearah ruang favoritnya setelah menyaksikan live drama diruangan Hyungnya. Tangan kirinya ia simpan didalam saku celananya dan tangan kanannya sedang memainkan benda pipih nan pintar. Badan besarnya ia hempaskan pada sofa di studio musicnya dan memejamkan matanya sejenak. Pikirannya berkecamuk memikirkan soal Baekhyun yang akan bertemu dengan seseorang nanti sore. Chanyeol penasaran dengan orang yang disebut sebagai teman lama itu.
"Apa aku ikuti saja ya nanti ?" gumamnya seorang diri. Chanyeol mendudukan dirinya lalu mengusap wajahnya kasar.
Chanyeol tak suka kalau Baekhyun bertemu dengan temannya itu. Bukan membatasi pertemanan Baekhyun, namun firasatnya mengatakan tak baik tapi tak tau itu apa.
"Ahh. Mollaa" gerutunya lagi dan kembali memejamkan matanya lagi.
Jam makan siang akan selesai sebentar lagi namun batang hidung Chanyeol tak terlihat sama sekali. Biasanya jam makan siang seperti ini ia akan bergentayangan didepan wajah mungil Baekhyun. Baekhyun sedikit merasa aneh ketika Chanyeol tak mengganggu makan siangnya. Mungkin sudah menjadi kebiasaan Baekhyun menerima tingkah jail Chanyeol. Jadi ketika si tukang jail itu tak menganggunya akan terasa aneh.
Sejak saat Jongin menjadi kekasih Kyungsoo, Baekhyun sudah tak pernah lagi makan siang bersama Namja bermata bulat itu. Karena sebelum jam makan siang, Jongin sudah berada diruangan Kyungsoo untuk mengajak makan siang diluar. Jadi apa boleh buat, Baekhyun akan istirahat dikantin dan ditemani kejailan Chanyeol.
"Tumben sekali dia tak kemari ?" tanyanya pada diri sendiri. Baekhyun tak terlalu memikirkan itu dan segera mengemasi kotak makan siangnya dan kembali keruangannya. Biasanya Chanyeol juga di bawakan Baekhyun bekal makan siang dan memakan bersamanya. Namun hari ini Chanyeol tak menampakan dirinya sejak keluar dari ruangannya tadi pagi sampai sekarang.
Jam kerja kantor akan segera berakhir 10 menit lagi. Baekhyunpun merapikan meja kerjanya lalu segera pulang. Namun ketika ia merapikan mejanya, ia mendengar seseorang masuk kedalam ruangannya dan segera menolehkan kepalanya.
"Eoh, Chanyeol dari mana saja kau ? Kenapa baru kembali ?" ucap Baekhyun spontan. Chanyeol yang diberi pertanyaan hanya menaikan satu alisnya heran, apakah baru saja Baekhyun mengkhawatirkannya ?
Baekhyun melangkah maju pada Chanyeol dan melambaikan tangannya didepan wajah CEOnya.
"Kau kenapa ? Kenapa tak menjawab ? Apa ada masalah heum ?" tanyanya lagi namun Chanyeol masih enggan menjawab dan memilih diam.
Baekhyun masih menunggu Chanyeol menjawab namun kelihatannya tak akan menjawabnya. Akhirnya Baekhyun memimilih kembali pada mejanya dan segera meninggalkan ruangannya karena seseorang telah menunggunya di suatu tempat.
Baekhyun berjalan melalui Chanyeol dan tak mengucapkan apapun. Baru saja melewati Chanyeol 3 langkah, Chanyeol membuka suaranya.
"Kau bertemu dengan siapa Baekhyun ? Apa dia orang penting untukmu ?" ucapnya tanpa membalikkan badan.
Baekhyun yang mendengarkan suara itu segera membalikkan badannya menghadap Chanyeol. Apa maksut Chanyeol bertanya seperti itu ? Dia hanya menemui temannya bukan siapa siapa.
"Hanyan teman Chan, bukan siapa siapa" jawab Baekhyun. Chanyeol lalu membalikkan badannya menghadap Baekhyun dengan kedua tangan yang ia simpan disaku celana masing masing.
"Bukan siapa siapa ? Lalu kenapa kau tak mau ku antar eoh ?" tanyanya lagi dengan nada sedikit penekanan.
Yang lebih kecil mengeryitkan dahinya. Kenapa Chanyeol tiba tiba dingin seperti ini? Lalu Baekhyunpun memasang wajah datarnya lagi yang belakangan ini hampir tak pernah ia tunjukan lagi jika bersama Chanyeol.
"Hanya teman, kau tak perlu khawatir Chan. Aku bisa menjaga diriku sendiri!" suara datarnyapun kembali ia keluarkan. Baekhyun tak suka jika ia dicurigai. Karena ia sudah berkata sejujurnya. Tapi kenapa Chanyeol tak mempercayainya?
Chanyeol menundukan kepalanya sesaat lalu mengusap wajahnya dengan satu tangannya.
"Mianhae Baekhyunee. Aku hanya terlalu khawatir denganmu" tatapannya menyayu pada Baekhyun, berbeda sekali dengan tatapan pada pertanyaan pertama tadi.
Baekhyun menghela nafas pelan. Ia tahu kenapa Chanyeol sekhawatir ini. Namun Chanyeol tak perlu khawatir ia pasti bisa menjaga dirinya.
"Aku tak akan pulang terlalu larut malam. Mungkin hanya sampai jam 7. Jangan meleawatkan makan malammu. Annyeong" lalu Baekhyun membawa kaki kecilnya kerluar ruangan menuju halte bus dekat kantor.
Chanyeol dengan segala keras kepalanya, dia berlari menuju mobilnya, lalu mengikuti kemana Baekhyun pergi.
Sekitar 20 menit perjalan, Baekhyun lalu turun dari Bus dan segera menuju Cafe yang berada diseberang jalan. Chanyeol yang berada di belakang Bus yang ditumpangi Baekhyun tadi memilih memarkirkan mobilnya disebarang jalan agar Baekhyun tak menyadari keberadaannya.
Mata lebar Chanyeol masih mengikuti kemana Baekhyun pergi sampai tiba pada satu sosok yang pernah ia temui. Ya, Chanyeol tahu siapa orang yang disebut Baekhyun teman lama.
Itu Kris, Namja yang menyukai Baekhyun. Sudah hampir 5 bulan ini dia tak pernah menampakan dirinya dihadapan Baekhyun. Namun sekarang dia menampakan diri kembali. Dan Chanyeol tak menyukai itu.
Baekhyun ketika masuk kedalam Cafe itu, langsung menemukan sosok yang dicarinya berada di dekat jendela menghadap pada jalanan.
"Hay Bee" sapa Kris lebi dulu pada Baekhyun. Dan panggilan itupun tak pernah berubah.
"Hay Hyung" timpal Baekhyun sambil menudukkan dirinya didepan Kris.
"Kemana saja kau selama 5 bulan ini Hyung ? Kenapa tak mengabariku jika ke Kanada eoh ?" tanya Baekhyun dengan nada yang dibuat buat seperti tengah merajuk. Kris hanya bisa terkekeh dengan kelakuan Baekhyun yang masih tak berubah. Itu yang selalu dirindukan Kris ketika tbertuga di Kanada.
"Mianhae Bee aku sibuk. Kau ingat waktu aku kerumahmu terakhir kali ketika kau akan pergi ?" ucapa Kris mengingatkan hari dimana Kris menemui Baekhyun. Lalu Baekhyunenjawabnya dengan anggukan.
"Itu sebenarnya aku sekalian akan pamit padamu, namun sepertinya waktu itu kau sibuk Bee. Jadi aku mekutuskan untuk langsung berangkat tanpa berpamitan padamu" jelas Kris pada Baekhyun. Baekhyun pun kembali mengangguk tanda paham.
Seseorang didalam mobil yang tengah mengamati dari sebrang jalan mencoba untuk sabar dan tak menghampiri mereka berdua karena cemburu. Rasa cemburu Chanyeol tiba tiba muncul ketika Kris mengusak rambut Baekhyun sesekali didalam perbincangan mereka. Alhasil Chanyeol hanya bisa melampiaskan rasa cemburunya pada setir mobilnya.
"Kenapa dia muncul lagi eoh ? Dan kenapa Baekhyun menemui dia harus sendiri ?" ucapnya seorang diri dengan meremas setir mobilnya.
"Aiishh. Ya jelas saja Baekhyun tak akan memberi tahuku. Kitakan belum ada status, kenapa juga Baekhyun harus repot repot memberi tahuku" Chanyeol membenturkan kepalanya pelan pada setir mobilnya.
"Apa Baekhyun suka pada Namja pirang itu ? Kenapa ia sampai menemuinya lagi ?" kembali Chanyeol menggerutu sendiri.
"Eottokae jika Baekhyun benar benar menyukai namja itu eoh ? Aisshh kau bodoh Chanyeol" dan ia pun kembali membenturkan kepalanya berkali kali pada setirnya.
Baekhyun membuka pintu Apartemen Chanyeol dan melihat ruangan lampunya sudah menyala semua bertanda sudah ada seseorang didalam Apartemen ini. Baekhyun melangkahkan kakinya kearah kulkas yang berada didapur. Baekhyun mengambil susu starwberry favoritnya dan menuangkan dalam gelas. Belum sempat Baekhyun meminumnya, suara bass mengagetkannya.
"Kau baru pulang ?" dan Baekhyun menjawab dengan anggukan.
"Kau janji kembali jam berapa ?" Chanyeol kembali bertanya pada Baekhyun dan menghampirinya yang berada didapur.
"Jam 7"
"Dan sekarang jam berapa ?"
"Setengah 8. Hanya telat setengah jam Chanyeol. Lagian ini juga belum malam" si kecil menjawab setelah meminum susunya habis.
"Naik apa kau pulang" Chanyeol kembali memberi Baekhyun pertanyaan dan Baekhyun hanya meliriknya.
"Naik Bus"
"Bus terakhir dari Gangnam pukul setengah 7 Baekhyunee. Kau jangan mencoba berbohong padaku" ucapnya tanpa melihat kearah Baekhyun dan memilih mengambil buah pisang kesukaannya untuk dijadikan Jus.
"A-aku.."
"Sudah jujur saja. Kau diantar siapa ?"
Baekhyun tak langsung menjawabnya. Dia menunduk sebentar lalu menghadap pada Chanyeol.
"Teman lamaku yang mengantarkanku Chan" kembali Baekhyun menundukan kepalanya.
"Temanmu tak punya nama ? Kenapa dari tadi pagi kau menyebutnya teman lama ? Apakah dia penting untukmu ?" Chanyeol membrondong Baekhyun pertanyaan kali ini dan berhasil membuatnya mati kutu.
Bukan Baekhyun tak mau memberi tahu Chanyeol, namun Baekhyun tahu Chanyeol tak menyukai Kris karena Chanyeol tahu kalau Kris menyukai Baekhyun. Namun Baekhyun hanya menganggap Kris sebagai Hyung tak lebih. Karena hatinya tak berdegup seperti ketika bersama Chanyeol.
"Kris. Dia yang aku sebut teman lama" jawab Baekhyun pelan.
Chanyeol sudah tahu jawabannya namun dia hanya berpura pura tak tahu. Dan mengetes kejujuran Baekhyun.
"Lalu kenapa kau tak mengatakannya dari awal ? Kenapa harus menungguku bertanya heuh ?" suara Chanyeol sedikit meninggi. Hatinya berdenyut sakit ketika mendengar jawaban Baekhyun yang menyebut Kris teman lama. Chanyeol tak suka dengan kenyataan bahwa Kris mengenal Baekhyun lebih dulu.
Baekhyun tak menjawabnya namun hanya melirik Chanyeol dari ekor matanya yang kebetulan ada di belakangnya. Baekhyun tak suka urusan pribadinya terlalu diikut campuri oleh Chanyeol karena Chanyeol bukan siapa siapanya. Ia sama dengan Kris sama sama hanya teman namun hati Baekhyun berbeda respon dengan keduanya.
"Kau tak perlu ikut campur dengan urusan pribadiku Chan, kita hanya teman tak lebih. Jadi mari kita urusi urusan kita masing masing"
Duuaarrr
Skak mat!. Ucapan Baekhyun pada Chanyeol penuh penekanan dengan suara datarnya. Baekhyun segera membawa dirinya menuju kamarnya. Chanyeol berdiri terpaku ditempatnya masih meresapi apa yang dikatan Baekhyun barusan. Membutuhkan waktu beberapa menit untuk Chanyeol bisa mencernanya. Jelas sekali bahwa Baekhyun menyindir status hubungan mereka. Hubungan mereka hanya sebatas teman jadi tak perlu ada yang harus dicari tahu sampai pada akarnya. Chanyeol hanya menghela nafasnya pelan, mungkin dia sudah keterlaluan pada Baekhyun dalam mencari tahu siapa yang Baekhyun temui tadi siang dan Chanyeol merasa bersalah karena rasa Cemburunya yang terlalu besar.
Baekhyun menghempaskan tubuhnya pada ranjang. Ia merogoh saku celanannya dan mengambil benda pipih kesayangannya. Disana nama Kris tertera pada Lockscreennya menandakan bahwa ada sebuah pesan masuk untuknya. Jemari lentiknya menyentuh lalu mebaca pesan itu.
"Hai Bee, apa kau sudah berada dikamarmu? Jika sudah cepatlah mandi lalu segera tidur. Jangan tidur terlalu malam. Saranghae" -Kris
Baekhyun hanya membacanya lalu melemparkan ponselnya pada sisinya. Sejenak ia memejamkan matanya dan merenungkan pertemuannya dengan Kris tadi siang. Kris menceritakan semuanya selama mereka tak bertemu dan selama Kris berada di Kanada. Baekhyun mengira bahwa Namja pirang itu sudah melupakan perasaannya. Namun salah Kris si keras kepala tetap pada perasaannya yang dulu. Perasaannya tak berubah sedikitpun. Namun perasaan Baekhyun berbeda. Baekhyun tak merasakan apapun ketika bersama Kris atau melakukan sesuatu dengan Kris.
Baekhyun hanya sudah terbiasa dengan sikap Kris padanya. Perlakuan special Kris tak pernah merubah perasaannya. Jadi dia akan diam saja ketika Kris memperlakukan Baekhyun berlebihan.
Lalu Baekhyum teringat dengan Chanyeol. Alisnya terangkat satu dan menunjukan ekspresi bertanya. Baekhyun mendudukan tubuhnya disisian tempat tidur dan mengingat kejadian barusan ia perang dingin dengam Chanyeol. Baekhyun bingung kenapa Chanheol marah padanya karena ia menemui Kris ? Apa salah dia menemui teman lama yang sudah lama tak bertemu ?
"Ada apa dengannya heuh ? Kenapa dia kepo sekali" omelnya sendiri. Baekhyun tak tahu apa yang terjadi pada Chanyeol hari ini sehingga merubah sikap hangatnya menjadi sedingin es.
Baekhyun menggelengkan kepalanya pelan lalu menuju kamar mandinya untuk membersihkan diri lalu segera tidur dan mencoba tak memikirkannya.
Berbeda dengan orang yang berada disebelah kamar Baekhyun. Orang itu -Chanyeol merasa bersalah telah membuat Baekhyun marah karena rasa cemburunya. Chanyeol tak suka jika sikap Baekhyun kembali dingin karena menurutnya itu menakutkan.
"Apa sebaiknya aku meminta maaf padanya sekarang ?" Chanyeol bertanya pada pantulan dirinya dicermin. Chanye ingin minta maaf namun rasa cemburunya masih meluap luap. Ia tak suka dengen kenyataan Kria datang lagi pada kehidupan Baekhyun.
Chanyeol membanting tubuhnya lalu menyembunyikan dirinya pada selimut tebal pada ranjangnya. Ia memutuskan untuk meminta maaf pada Baekhyun besok pagi saja dan semoga rasa cemburunya hiang ketika Chanyeol membuka matanya esok.
Setiap pagi kini Chanyeol akan bangun lebih awal dari Baekhyun sejak ia ditinggal Sekertarisnya berangkat lebih dulu. Chanyeol akan membersihkan Apartemen mereka lalu menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Baekhyun hanya akan menyiapkan kotak bekal mereka. Dulu Baekhyun juga yang memasak namun sekarang tugas itu diambil oleh Chanyeol.
Ponselnya bergetar dalam saku celana boxernya. Chanyeol mengambilnya lalu melihat siapa yang menelfonnya sepagi ini. Yoora Noona, nama itu yang tampil pada layar ponselnya. Dengam cepat Chanyeol mengangkat telfon itu.
"Yeobseyo"
"..."
"Ne, kenapa noona ? Aku masih nelum berangkat"
"..."
"Ne noona. Setelah mengantar Baekhyun aku akan kesana"
"..."
"Ne noona. Annyeong"
Setelah mematikan sambungan itu Chanyeol meletakkan ponselnya dimeja dapur dan mendengarkan music favoritnya.
"Ohh! Sejak kapan kau disitu?!" Chanyeol teriak karena terkejut dengan keberadaan seseorang. Orang itu masih dengan keadaan setengah sadarnya yang menyandarkan tubuhnya pada kuris meja makan dapur itu.
"Apakah Yoora noona yang menelfon tadi Chan ?" tanyanya dengan wajah ciri khas orang bangun tidur. Chanyeol hanya menganggukan kepalanya lalu melanjutkan acara memasaknya.
"Kau mandilah dulu Baek" penrintah Chanyeol pada seseorang itu yang tak lain adalah Baekhyun, teman sekaligus Sekertarisnya. Lalu Baekhyun hanya menganggukan kepalanya lalu berjalan menuju kamar mandi lantai 1.
Disaat Baekhyun mandi, Chanyeol mempersiapkan sarapan mereka dan bekal untuk makan siang Baekhyun. Siang ini dia tak akan makan dikantor karena Yoora noona memintanya untuk mengunjungi Boutiqenya.
Baekhyun keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan handuk yang hanya melilit didaerah privasinya. Chanyeol tak sengaja menoleh ketika suara pintu kamar mandi terbuka. Dan langsung disuguhkan dengan pemandangan yang indah. Meskipun mereka sudah tinggal bersama hampir setwngah tahun, namun Chanyeol maupun Baekhyun belum pernah bertemu dalam keadaan seperti ini. Karena mereka selalu mandi didalam kamar mandir kamar mereka masing masing.
Ini pertama kalinya Chanyeol melihat tubuh toples Baekhyun secara langsung. Tubuh yang selama ini menjadi bahan imajinasinya untuk menuntaskan hasratnya yang menyiksa. Tapi kali ini tak hanya membayangkan, Chanyeol bahkan melihatnya sangat dekat. Tubuhnya begitu mulus dan seputih susu. Kulitnya terlihat sangat halus. Tak lupa dua tonjolan kemerahan didada Baekhyun yang sangat menggoda. Ditambah dengan rambut Baekhyun yang basah akibat keramas menjadi nilai tambah untuk kesexyan tubuh Baekhyun.
Glupp
Chanyeol menelan salivanya kasar karena tak kuat dengan pemandangan didepannya. Kini Chanyeol hanya berharap semoga juniornya tak akan bangun hanya karena melihat dada mulus Baekhyun secara langsung. Namun sepertinya terlambat, sang benda pusaka kebanggaannya kini sudah mulai nampak menggembung dari balik celana boxernya. Untung saja posisi junior Chanyeol tak terlihat oleh Baekhyun karena terhalang meja makan. Jika terlihat maka Chanyeol akan malu setengah mati. Cepat cepat Chanyeol menghilangkan pikiran kotornya agar juniornya cepat kembali tertidur.
"Kenapa kau bengong Chan ?" suara Baekhyun membuyarkan lamunan Chanyeol. Baekhyun berjalan kearah meja makan untuk segera sarapan namun masih dengan keadaan handuk yang melilit area privasinya.
Chanyeol lalu duduk didepan Baekhyun dan sarapan bersama. Hanya suara dentingan antara sendok dan piring yang terdengar diruangan itu. Keduanya sama sama diam tak bersuara. Sesekali Chanyeol akan melirik Baekhyun yang berada didepannya namun ketika Baekhyun juga menatapnya ia akan berpura pura melihat kearah lain.
"Eumm, Baekhyunee. Mianhaeyo atas kejadian semalem ne ? Aku hanya tak suka kau bertemu seseorang tanpa aku. Apalagi itu Namja, aku cemburu Baekhyunee" Chanyeolpun memutuskan untuk meminta maaf pada Baekhyun karena semalam telah terlalu mencampuri urusan Baekhyun.
"Aku tak bermaksut mencampuri urusan pribadimu Baek, aku hanya tak suka melihatmu pergi sendiri tanpa aku" ucapnya kembali menjelaskan pada Baekhyun dengan wajah sedikit memelas.
Cemburu ? Chanyeol cemburu karena ia menemui Kris ? Apa Chanyeol menyukainya ? Apa maksut dari kata Cemburu itu ? Semua pertanyaan itu berputar didalam otak Baekhyun dan membuat Baekhyun pusing. Denga cepat ia menyingkirkan semua pertanyaan itu dari dalam fikirannya.
"Kau mau memaafkanku kan ?" Chanyeol bertanya pada si kecil dan Baekhyunpun menjawabnya dengan anggukan.
"Kau tak perlu cemburu Chan, Kris hanya temanku tak lebih" jelas Baekhyun pada Chanyeol.
"Tapi dia menyukaimu sedari dulu Baek dari semasa kalian masih Senior High School. Bagaimana aku tak cemburu" Chanyeol ingat dulu Baekhyun pernah sedikit bercerita tentang kedekatannya dengan Kris.
Chanyeol tak bisa berhenti mengatakan kalau ia memang cemburu. Karena kenyataannya memang seperti itu. Chanyeol tak mau Baekhyun dimiliki orang lain selain dirinya. Karena Chanyeol sudah benar benar mencintai Baekhyun.
"Lain kali bicaralah jujur padaku Baek. Aku mohon jangan buatku khawatir lagi ne?" sikecil hanya menghela nafas lalu mengangguk pasrah.
"Kalau begitu segeralah bersiap aku akan mengantarmu kekantor"
"Mengantarku ? Kau tak kekantor ?"
"Ani. Yoora noona menyuruhku pergi ke boutiqenya" Lalu Baekhyun hanya mengangguk dan segera menuju kamarnya dan bersiap untuk pergi kekantor.
Setelah mengantar Baekhyun sampai didepan lobby kantor, Chanyeol segera melesatkan mobilnya ke boutiqe Noonanya. Chanyeol tak tahu tujuan Noonanya memanggilnya ke boutiqe untuk apa. Yang Chanyeol ingat Noonanya hanya bilang ada hal yang harus mereka berdua bicarakan.
Kini Mobil Merchedes Hitamnya terparkir cantik didepan boutiqe Noonanya. Lalu ia membawa kakinya masuk kedalam dan segera menuju ruangan Noonanya. Semua pegawai Noonanya memberi salam pada Chanyeol yang tak lain Donsaeng dari Boss mereka.
Tanpa mengetuk pintu Chanyeol langsung masuk dan duduk di sofa yang ada diruangan Yoora.
"Biasakan untuk mengetuk pintu Chanyeol!" omel Noonanya ketika tahu Donsaeng nakalnya itu masuk kedalam ruangannya.
"Ada apa Noona menyuruhku kemari ? Sepenting apa sampai aku harus libur kerja dan meninggalkan Baekhyuneeku sendirian ?" ucap Chanyeol dengan nada yang dibuat buat.
Yoora sudah tak kaget dengan kelakuan Chanyeol yang seperti itu. Sejak Baekhyun datang kekehidupan Chanyeol, Chanyeol sekarang menjadi lebih posesif dan lebih sering menyebut Baekhyun dengan embel embel Ku ketika bicara pada keluarganya. Tapi Yoora masih bingung hingga sekarang, jika Chanyeol memang mencintai Baekhyun dan tak mau Baekhyun diambil siapapun, mengapa sampai detik ini Chanyeol tak mengungkapkan perasaannya pada Baekhyun ? Apalagi yang ditunggu pikirnya.
"Kekasihku akan melamarku bulan depan Chan" ketika mendengar ucapan itu seketika mata Chanyeol melebar. Chanyeol kaget bukan main. Masalahnya calon dari Noonanya ini belum pernah bertemu dengannya. Kenapa harus secepat ini ? Chanyeol masih tak rela Noonanya meninggalkannya dan bersama dengan kekasihnya.
"Mwo! Kenapa cepat sekali Noona ? Aku saja belum bertemu dengannya!" protes Chanyeol pada Noonanya. Bukan Chanyeol tak setuju Noonanya menikah namun Chanyeol tak mau Noonanya itu sampak salah pilih pendamping hidup.
"Memang aku belum membawanya kerumah Chan. Tujuanku menyuruhmu kesini adalah memberitahu pertemuan itu. Hari sabtu besok aku akan membawanya kerumah ajak Baekhyunee juga Ne. Aku merindukannya" Yoora pun menjelaskan pada Chanyeol dan dijawab anggukan oleh Chanyeol.
"Noona tinggal dulu kebawah Chan, ada client yang menunggu. Istirahatlah dulu" Yoorapun langsung meninggalkan Chanyeol diruangannya sendiri.
Ruangan Yoora lumayan luas. Designnya elegan dengan cat tembok putih. Disisi sebelah kanannya terdapat Kaca besar yang langsung mengarah pada lobby Boutiqe itu. Dari kaca itu kita bisa melihat semua keadaan dilantai 1.
Ketika Chanyeol memperhatikan orang yang beraktifitas disana, matanya tertuju pada sesosok Namja tinggi berambut pirang yang kebetulan membelakanginya. Chanyeol menajamkan penglihatannya untuk memastikan siapa Namja itu. Sepertinya ia pernah bertemu dengan Namja itu namun ia belum yakin karena belum melihat wajah itu sepenuhnya.
Pengelihatannya beralih pada Yeoja yang berada didepan Namja rambut pirang itu yang tengah memilih Gaun Pengantin.
"Yuan ? Kenapa dia ada disini ?" monolognya sendiri. Chanyeol masih belum mengalihkan pandangan pada Yuan yang seperti tengah bertanya mana yang bagus pada Namja yang berada didepannya.
Chanyeol tetap mengikuti pergerakan Yuan dan Namja itu yang sebenarnya hanya menyilangkan tangannya didada dan mengangguk ketika Yuan bertanya. Namun ketika Namja itu mebalik badan kearah Noonanya matanya seketika melebar. Chanyeol tahu siapa Namja berambut pirang itu. Kedua tangannya mengepal keras di samping tubuhnya. Chanyeol marah ketika tahu siapa Namja itu. Ya, Namja itu Kris yang disebut teman lama oleh Baekhyun.
Chanyeol dengan perasaan marahnya masih mencoba mengontrol emosinya. Ia tak tahu apa status hubungan Kris dan Yuan saat ini. Chanyeol bertanya tanya apa yang mereka berdua lakukan diboutiqe Noonanya dan memilih Gaun pengantin. Ia marah karena setahunya Kris menyukai Baekhyun dan baru kemarin mereka bertemu. Namun kini ia melihat Namja itu dengan Yeoja lain dan sedang memilih Gaun pengantin. Pikiran siapa yang tak berpikiran aneh aneh. Semua orang pasti akan berpikiran sama dengannya.
Sekitar 20 menit kemudian Yoora Noona memasuki ruangannya. Chanyeol yang masih berdiri didekat pembatas kaca itu menoleh kebelakang kearah Noonannya.
"Kau tak istirahat Chan?" Yoora bertanya pada Dongsaeng kesayangannya.
"Aniyaa Noona aku tak lelah" jawab Chanyeol sambil kembali menuju kearah sofa. Yoorapun juga menuju kemeja kebesarannya dan membuka buku sketsa Design bajunya. Chanyeol memperhatikan Noonanya dari sofa melihat bagaimana Noonanya menarikan jemarinya diatas kertas putih bersih itu.
Beberapa menit mereka sama sama terdiam dalam dunia masing masing. Namun Tak lama Chanyeol berdehem untuk mengalihlan atensi Noonanya dan berhasil membuat Noonanya itu memandangnya.
"Noona, bolehkah aku bertanya sesuatu?" ucap Chanyeol pada Yoora yang akan melanjutkan designnya. Yoorapun menyanggupi dengan anggukan.
"Apakah dua orang yang kau temui dibawah tadi adalah Clientmu ?" Yoorapun mengangguk lagi.
"Apakah mereka sepasang kekasih?" tanyanya lagi pada Yoora.
"Ne Chan, mereka sepasang kekasih yang akan menikah sekitar 3 bulan lagi. Memangnya kenapa ?" dan jawaban Yoora berhasil membuat Chanyeol syok.
Kris dan Yuan akan menikah ? Tapi kenapa kemarin Kris menemui Baekhyun dan memberi perlakuan sepeti itu ? Chanyeol semakin bingung dengan keadaan ini. Harusnya ia tak perlu bingung karena Kris tak akan menggoda Baekhyun lagi jadi sedikit aman.
Chanyeol tak menjawab pertanyaan Noonanya malah dia hanya tersenyum hampir terlampau lebar.
"Baiklah Noona kalau begitu aku akan kembali ke rumah dan mungkin akan menjemput Baekhyunee dulu" pamitnya cepat dan berjalan menuju pintu keluar ruangan Noonanya.
"Hati hati Chan. Salam pada Baekhyunee" teriak Yoora dari dalam ruangan yang masih terdengar oleh Chanyeol.
Ini sudah seminggu dari hari dimana Chanyeol mengetahui bahwa Kris dan Yuan adalah sepasang kekasih. Bukannya Chanyeol malah tenang tapi Chanyeol malah pusing setengah mati. Karena Baekhyun hampir setiap hari bertemu dengan Kris. Chanyeol selalu mengikuti kemanapun Baekhyun pergi bersama teman lamanya itu.
Seperti sekarang Chanyeol tengah mengikuti mereka yang bertemu disebuah cafe didekat Apartemennya. Chanyeol berada tepat disebelah meja Baekhyun dan Kris. Chanye harus menggunakan masker dan topi agar tak ketahuan oleh Baekhyun.
Dari mereka datang sampai makanan sudah habis, mereka berdua tak teelalu membicara kan sesuatu yang serius, hanya obrolan santai biasa. Namun Chanyeol tahu perilaku dan sikap Kris ada maksut tersendiri.
Tak lama kemudian arah obrolan mereka berubah menjadi sedikit lebih serius. Chanyeol semakin melebarkan telinganya yang sudah lebar agar tak melewatkan satu kalimatpun yang keluar dari mulut Kris dan Baekhyun.
"Bee, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu"
"Apa itu Hyung?" tanya Baekhyum dengan nada datar seperti biasanya.
"Bee, apa kau mau menjadi kekasihku ? Aku benar benar mencingaimu Bee. Kumohon jadilah kekasihku Ne?"
Baekhyun membelalakan matanaya lebar kaget dengan ucapan Kris yang penuh dengan nada penekanan. Chanyeolpun yang berada disebelahnya juga membelalakan matanya karena terkejut dengan apa yang barusan ia dengat. Kris menyatakan perasaannya pada Baekhyun. Chanyeol tak bisa melakukan apa apa karena ia sedang membuntuti mereka.
Baekhyun hanya terdiam tanpa suara dari tadi. Perasaan Baekhyun masih sama pada Kris tak pernah berubah. Baekhyun hanya menganggapnya sebagai Hyung tak lebih. Chanyeol hanya bisa berharap Baekhyun tak menerimanya karena tahu status Kris adalah kekasih orang. Ia tak mau Baekhyun dianggap perusak hubungan orang oleh Yuan yang tak lain adalah koleganya sendiri.
Sampai beberapa detik tak ada suara apapun, Chanyeol meberanikan diri melihat kearah meja Baekhyun dan tak ada pergerakan apapun namun tangan Kris bertautan dengan Baekhyun entah sejak kapan.
Hatinya berdenyut sakit melihat jemari Baekhyun disentuh oleh orang lain. Ingin rasanya Chanyeol melepas tautan tangan itu. Tapi apalah daya ia tak bisa.
Baekhyun menarik perlahan jemari yang digenggam Kris.
"Mianhae Hyung. A-aku tak bisa" ucap Baekhyun pelan. Baekhyun takut Kris akan marah padanya.
Dengan cepat Baekhyun berdiri dan segera pergi dari cafe itu namun belum sempat Baekhyun melangkah, Kris menariknya dan menahan agar tak pergi. Baekhyun berusaha melepas diri. Namun Kris menangkup pipi gembil Baekhyun dan tanpa aba aba langsung mendaratkan bibirnya diatas bibir ranum Baekhyun.
Chanyeol melihatnya dengan jelas. Tangannya mengepal keras diatas meja. Dengan cepat ia berdiri dan menghampiro Kris dan Baekhyun.
Bhuaghhh
"Chanyeeeooolll"
Tbceeeee...
Annyeong Gayseu...
Pinkeu Back bawak Chap 11.
Lama gak updatenya ?
Ada yang nungguin crita ini gak?
Haha
Sedikit info sihh. Ini FF kliatannya bakal panjang dan Chapternya sampai diatas 20. Soalnya aku mau disini perjuangan Chanyeol terbukti. Alurnya mungkin maju mundur Syantik yaaa. Hahaha
Oke selamat membaca jangan lupa review juceyooo
Salam Chanbaek is REAL...
