My Secretary
Chapter 12
Secepat kilat suasana Cafe itu langsung riuh karena pekikan suara orang orang pengunjung. Suasana tiba tiba menjadi mencekam. Semua orang sibuk berbisik satu sama lain karena mereka baru saja melihat adegan seperti didrama televisi.
Kris, Chanyeol dan Baekhyun kini menjadi sorotan semua pengunjung karena ulah Chanyeol. Chanyeol berdiri dengan tangan masih terkepal karena emosi. Baekhyun membantu Kris berdiri karena pukulan yang diberikan Chanyeol. Dan bibir Kris mengeluarkan sedikit darah karena pukulan Chanyeol.
Setelah Baekhyun membantu Kris berdiri, ia menghadapkan tubuhnya kearah Chanyeol. Raut muka Baekhyun tak bisa dibaca wajahnya hanya menampilkan ekpresi datar.
"Apa yang kau lakukan Chanyeol?!" tanya Baekhyun pada Chanyeol dengan nada datar. Chanyeol tak menjawabnya namun hanya memandang wajah Kris penuh emosi.
Dengan langkah pelan Baekhyun menghampiri Chanyeol.
"Kau mengikutiku eoh ?" tanya Baekhyun lagi.
Kini Chanyeol tak memandang Kris lagi namun matanya kini menatap mata caramel Baekhyun yang berada hanya 10 centi darinya.
Plaaak
Tanpa diduga Baekhyun melayangkan jemari mungilnya pada pipi kiri Chanyeol hingga terhempas kekanan. Chanyeol kaget dengan perlakuan Baekhyun yang menamparnya. Apa salahnya sampai Baekhyun menamparnya didepan banyak orang dan didepan Kris ?
Dari belakang punggung Baekhyun, Kris menyunggingkan senyumnya merasa menang karena Baekhyun membelanya.
"Apa kau lupa dengan perbincangan kita minggu lalu heuh ?" suara Baekhyun datar namun bergetar seperti tengah menahan tangisnya.
Chanyeol merasa sakit karena tamparan Baekhyun. Bukan sakit dipipinya melainkan didalam hatinya. Apakah Baekhyun membela Kris ? Apa Baekhyun mencintai Kris ? Semuanya berkecamuk didalam pikirannya.
"Jangan pernah campuri urusanku Chanyeol! Kau tak ada hak memukul Kris!" kali ini Baekhyun sedikit berteriak. Chanyeol ingin marah pada Baekhyun karena dia membela orang yang salah.
"Kau tak tahu siapa dia Baekhyun. Dia pembohong ulung" Chanyeol mencoba menjelaskan siapa Kris sebenarnya pada Baekhyun.
"Apa maksutmu Chanyeol ?! Kau memfitnahku haaaah?!" teriak Kris dari arah belakang tubuh Baekhyun. Ingin rasanya Chanyeol kembali memukul wajah itu.
"Aku yang mengenalnya lebih jauh Chanyeol. Jadi aku lebih tahu siapa Kris" lalu Baekhyun meninggalkan Chanyeol dan menuntun Kris untuk keluar Cafe.
Chanyeol hanya bisa melihat kepergian Baekhyun bersama Kris dari dalam cafe. Lalu ia juga memutuskan untuk meninggalkan cafe itu dan menyisakan orang orang pengunjung yang melihat drama mereka sedari tadi.
Sudah hampir jam 10 malam Baekhyun belum juga kembali setelah pergi dengan Kris dari Cafe tadi. Chanyeol berulang kali menelfonnya namun tak ada jawaban sama sekali. Chanyeol bingung harus menghubungi siapa untuk menanyakan Baekhyun dimana. Menelfon orang tuanya atau orang tua Baekhyun sama saja mencari masalah. Karena mereka akan juga memarahinya dan dianggap tak becus menjaga Baekhyun yang notabennya seorang anak pendiam.
Tak lama kemudian suara digit pintu apartemen terdengar dan menampilkan sesosok yang dinantinya sedari tadi.
Dengan cepat Chanyeol berlari kearah Baekhyun dan memeluknya. Chanyeol memang berhasil memeluknya namun Baekhyun tak balas memeluknya. Perlahan Chanyeol melepaskan pelukkannya dan tangannya berhenti di kedua bahu Baekhyun.
Chanyeol menatap mata Baekhyun dalam seperti ingin menyampaikan bahwa dia mengkhawatirkan Baekhyun.
"Kau kemana saja Baekhyunee?" tanyanya dengan suara yang lembut. Baekhyun memalingkan wajahnya dan menghempaskan tangan Chanyeol lalu memilih pergi menuju kamarnya.
Dengan cepat Chanyeol menghadang Baekhyun agar tak pergi.
"Baekhyunee, Kris bukan Namja yang baik" Chanyeol mencoba memulai membahas kembali masalah tadi sore.
"Aku mengenal Kris lebih dulu Chanyeol. Bahkan kau tak pernah berbicara dengannya, kau hanya bertemu dan itupun sekali ketika aku menjadi Sekertaris barumu waktu itu" jelas Baekhyun dengan ekspresi datarnya.
"Tapi kau tak tahu kelakuannya diluar sana Baek, dia sudah mempunyai kekasih dan Yeoja itu cantik"
"Apa maksutmu ? Kau mau menjelekkan Kris eoh ?" bentak Baekhyun tak suka dengan penjelasan Chanyeol. Tahu dari mana dia kalau Kris seperti itu ? Bertemu saja hanya sekali pikir Baekhyun.
"Aku melihatnya sendiri Baek dia bersama seorang Yeoja-"
"Aku tak percaya jika belum melihatnya sendiri!" sela Baekhyun cepat.
Sebentar Chanyeol terdiam seperti tengah mencari cara agar Baekhyun mempercayainya.
"Apa kau mencintainya Baekhyunee?" ucap Chanyeol lirih dan masih bisa didengar oleh telinga kecil Baekhyun.
Baekhyun tak menjawabnya namun hatinya sakit ketika Chanyeol memberi pertanyaan padanya seperti itu. Dia tak memiliki perasaan pada Kris dia hanya mempunyai perasaan pada orang yang tengah berdiri dihadapannya. Tapi apakah seseorang yang berdiri dihadapannya juga mempunyai perasaan padanya ? Entahlah Baekhyun rasa itu tak mungkin.
Namun apakah Baekhyun tak merasakan semua perlakuan Chanyeol padanya selama ini ? Apa Baekhyun tak peka terhadap semua yang Chanyeol coba sampaikan lewat perhatiannya ?
Rasanya mereka sama sama tak peka terhadap perasaan mereka satu sama lain. Mereka saling mencintai namun belum saling menyadari.
"Aku hanya menganggapnya sebagai Hyung tak lebih. Tapi aku tak suka dengan perlakuanmu padanya tadi sore" jawab Baekhyun datar.
"Aku tahu kau tak pernah menyukai Kris Hyung,tapi ku mohon jangan memfitnahnya" kembali Baekhyun bersuara. Chanyeol hanya mendengar sikecil menjelaskan semuanya.
"Tapi dia menciummu Baek. Dia bukan siapa siapamu" ucap Chanyeol dengan nada sedikit gemetar.
Baekhyun menaikan alisnya sebelah.
"Lalu apa bedanya dengan kau yang menciumku di Jeju waktu itu ? Apa kau lupa kita ini siapa ?"
Skak Mat. Bagai disambar petir di siang bolong, hati Chanyeol langsung berdenyut sakit mendengar ucapan Baekhyun. Ya Chanyeol mengingatnya ketika dia mencium Baekhyun berkali kali di Jeju waktu itu.
Chanyeol bagai disadarkan lagi apa statusnya dengan Baekhyun saat ini.
Setelah mengucapkan itu Baekhyun pergi melalui Chanyeol dan menuju kamarnya. Lalu setelahnya terdengar suara debuman pintu sangat keras.
Chanyeol mematung tak bergerak. Tak percaya Baekhyun akan mengatakan hal itu.
"Tapi kau menerima ciumanku itu Baek" ucapnya lirih dan langsung hilang dibawa angin. Tak akan ada yang mendengar itu karena kini dia sedang sendiri.
Pagi ini Chanyeol bangun dengan kekurangan semangat. Tidurnya tak nyenyak sama sekali. Pikirannya masih memikirkan perkataan Baekhyun. Sebenarnya Chanyeol ingin sekali mengungkapkan isi hatinya pada Baekhyun namun ia takut Baekhyun akan menolaknya dan berujung mereka bermusuhan dan Baekhyun akan mengundurkan diri dari posisi Sekertaris pribadinya. Chanyeol tak mau itu terjadi. Maka dari itu Chanyeol benar benar harus meyakinkan diri bahwa Baekhyun juga punya rasa yang sama padanya.
Seperti biasa Chanyeol akan membuatkan sarapan untuk mereka berdua. Chanyeol berencana membuatkan nasi goreng kimchi kesukaan Baekhyun. Siapa tahu dengan membuatkan sarapan favoritnya, Baekhyun memaafkannya.
Ketika Chanyeol telah selesai dengan masakannya, Baekhyun terlihat turun dari tangga lantai 2. Namun Baekhyun sudah sangat rapi dan siap berangkat bekerja. Chanyeol masih menatap Baekhyun dari dapur, tumben sekali Baekhyun sudah rapi jam segini pikirnya.
"Kau sudah akan berangkat Baek?" sapanya pada Baekhyun yang melewati meja makan mereka.
"Ne." Jawab Baekhyun dengan anggukan kecil.
Chanyeol mengeryit heran, apa Baekhyun benar benar marah padanya hingga memutuskan berangkat ke kantor sepagi ini ?
"Aku berangkat dulu Chan" setelahnya Baekhyun menutup pintu Apartemen mereka.
Chanyeol menatap masakan yang baru saja dibuatnya. Ia tak tahu harus ia apakan nasi goreng itu. Tak mungkin juga ia memakannya sendirian. Dan akhirnya Chanyeol memilih meninggalkan nasi goreng itu dimeja makan tanpa menjamahnya sama sekali.
Baekhyun kini tengah berada dimeja kantornya. Kepalanya sedikit pusing karena belum sarapan. Salahkan saja dirinya yang munafik tak ingin makan bersama Chanyeol seperti biasanya. Malah memilih berangkat lebih pagi bersama Kris.
Kris memang membawakan sandwich untuknya namun Baekhyun masih saja lapar. Mungkin sudah kebiasaanya setiap pagi selalu sarapan, jadi jika ia melewatkan sarapannya ia akan mengalami pusing.
Baekhyun masih marah pada Chanyeol maka dari itu ia menerima tawaran Kris untuk mengantarnya kekantor.
Baekhyun tak mengira kalau Chanyeol akan ikut campur dalam urusan pribadinya sampai sejauh ini. Awalnya Baekhyun pikir mungkin itu hanya rasa khawatir Chanyeol padanya. Namun rasanya kini Chanyeol sudah keterlaluan ikut campur dalam urusan pribadinya.
Pintu ruangannya terbuka menampilkan tubuh tinggi yang tak lain adalah CEOnya. Baekhyun menatap Chanyeol sekilas lalu membuang wajahnya lagi dan memilih fokus pada laptopnya. Baekhyun tak menyadari bagaimana raut muka Chanyeol barusan. Raut muka berantakan tak ada jiwa jiwa seorang CEO yang tampan.
Hati Chanyeol sakit melihat sikap Baekhyun seperti itu padanya.
"Kau masih marah padaku Baek?" tanya Chanyeol setelah ia mendudukkan dirinya pada kursi kebesarannya.
Baekhyun hanya meliriknya tanpa ada niatan menjawabnya. Chanyeol menghelas nafasnya pelan, dia harus bersabar dengan sikap cuek Baekhyun. Ini resiko yang harus dihadapinya jika mencintai seseorang dengan sikap yang cuek dan datar.
"Nanti pulang bersamaku ya Baek" ucap Chanyeol lagi.
"Shireo. Aku akan pulang bersama Kris Hyung" jawab Baekhyun tanpa melihat Chanyeol.
Kris lagi, Kris lagi? Bisakah Baekhyun tak mengucapkan nama itu didepannya ? Ingin rasanya Chanyeol membunuh orang itu.
Chanyeol hanya diam. Dia memilih membuka laptopnya dan melihat perkembangan perusahaannya.
Hei dimana Chanyeol si pemaksa heum? Dimana kata 'tak ada penolakan' itu ? Kenapa sifat pemaksanya hilang begitu saja hanya karena Namja kecil seperti Baekhyun?
Ingin sebenarnya Chanyeol memaksa Baekhyun, namun ia tahu, ia tak mau membuat Baekhyun semakin marah dan berujung menjauhinya.
Chanyeol mencoba fokus pada laptopnya namun tak bisa. Keberadaan Baekhyun disekitarnya membuat Chanyeol tak bisa berkonsentrasi. Akhirnya Chanyeolpun memilih untuk keluar menuju studio musicnya. Mungkin akan sedikit membuat hatinya tenang.
Sudah hampir 3 hari ini Baekhyun selalu diantar dan dijemput oleh Kris. Baekhyun semakin menjauhinya bahkan tak mau bicara ketika mereka di rumah dan Baekhyun lebih memilih mengurung diri didalam kamarnya.
Chanyeol frustasi karena sikap Baekhyun. Chanyeol sudah tak tahan dengan sikap Baekhyun yang mendiaminya. Pulang kerja nanti dia akan berniat mengajak pulang Baekhyun bersama sebelum Kris menjemputnya.
Baekhyun sudah bersiap membereskan meja kerjanya dan akan segera pulang. Chanyeol hanya mengawasi pergerakan Baekhyun dari mejanya. Ia tak mau menawari Baekhyun untuk pulang bersama. Ia akan memilih memaksanya pulang bersama karena hanya cara itu agar Baekhyun mau pulang bersamanya.
Baekhyun menuju pintu ruangan itu dan keluar tanpa mengucapkan apapun pada Chanyeol. Chanyeolpun mengikuti Baekhyun sampai didepan lobby kantor. Dengan cepat Chanyeol menarik lengan Baekhyun dan membawanya menuju basement tempat mobilnya terparkir. Namun dengan cepat Baekhyun menghempas cengkraman tangan Chanyeol.
"Apa apaan kau Chanyeol!" teriak Baekhyun yang berhasil membuat perhatian semua orang menuju pada mereka.
Chanyeol hanya menatap Baekhyun tajam lalu kembali menghampiri Baekhyun. Chanyeol kembali mencengkeram tangan Baekhyun namun Baekhyun berhasil menghindarinya.
"Kau harus pulang bersamaku Baek!" ucap Chanyeol tegas.
"Shireoyo. Aku tak mau pulang bersamamu!" jawab Baekhyun dengan nada datar.
"Aku akan pulang bersama Kris Hyung!" lagi Baekhyun berusara.
Hati Chanyeol sakit ketika mendengar Baekhyun lebih memilih pulang dengan orang yang tak baik untuknya. Chanyeol takut Baekhyun tak akan langsung pulang ke apartemen mereka karena selama Baekhyun diantar jemput Kris, Baekhyun selalu pulang hampir larut malam. Chanyeol tak mau Baekhyun di rusak oleh Kris.
Setelahnya Baekhyun meninggalkan Chanyeol sendiri dan menuju mobil Kris yang sudah terparkir tak jauh dari mereka.
Chanyeol hanya bisa melihat kepergian Baekhyun dengan hati yang sakit. Chanyeol tak mengira kalau Baekhyun akan memilih Kris daripada dirinya.
Dengan pikiran kacau Chanyeol menuju kemobilnya lalu melesatkan mobilnya entah kemana dengan kecepatan diatas rata rata. Yang ada difikirannya sekarang adalah pergi ke suatu tempat yang sedikit bisa menghilangkan sakit hatinya.
Chanyeol memutuskan menuju kesalah satu club malam didaerah Gangnam. Sebelumnya ia tak pernah menginjakkan kakinya ditempat kotor seperti ini meskipun ia dalam keadaan kacau. Namun hanya karena Namja kecil itu Chanyeol untuk pertama kalinya menginjakan kakinya disini di The Night Club.
Hiruk pikuk Kota Seoul kini sedikit lengang karena hari sudah sangat larut. Tak banyak kendaraan berlalu lalang hanya ada 1 atau 2 yang lewat. Angin malam yang membelai dedaunan menambah suasana yang hening. Lampu kota yang temaram juga menjadi penambah.
Dia -Chanyeol, kini sedang berada didalam mobilnya sejak 1 jam yang lalu diarea basement Apartemennya. Chanyeol tadi sudah kembali ke Apartementnya namun Apartementnya itu kosong dan ia memutuskan untuk keluar dan menuju kedalam mobilnya. Ia sengaja menunggu kepulangan Baekhyun dan menunggunya didalam mobil. Ia ingin tahu sampai pukul berapa si kecil itu pulang. Karena semenjak Baekhyun dia antar jemput oleh Kris namja kecil itu pulang selalu larut malam entah setelah pulang kerja mereka kemana Chanyeol tak tahu.
Chanyeol masih menunggu dengan sabar meskipun pusing melanda kepalanya. Kini waktu menunjukan pukul 23.15 menit itu tandanya Chanyeol sudah menunggu hampir 1 jam lebih 15 menit didalam mobil dan belum melihat tanda tanda si kecil itu pulang.
"Kau kemana Baekhyun" rengeknya pada angin malam yang menemaninya. Berulang kali ia mengusap wajahnya menahan sakit dikepalanya akibat minuman beralkohol yang ia minum diclub beberapa jam yang lalu. Karena mabuk bukanlah kebiasaan Chanyeol.
Tak lama kemudian, matanya tersorot oleh lampu dari mobil seseorang. Mobil itu berhenti tepat beberapa meter didepannya. Chanyeol memicingkan penglihatannya untuk memastikan siapa yang akan keluar dari mobil Merchy hitam itu.
Penantian Chanyeol tak sia-sia. Itu Baekhyun dan Kris yang keluar dari Mobil itu. Chanyeol masih meperhatikan pergerakan mereka berdua. Terlihat Baekhyun melambaikan tangannya pada Kris yang akan masuk kedalam lift namun ditahan oleh Kris. Mereka berdua terdiam beberapa detik tak ada pergerakan sama sekali. Lalu detik berikutnya Kris mendaratkan bibirnya pada pipi kanan Baekhyun.
Chanyeol melihatnya, Chanyeol melihat Kris mencium pipi gembil Baekhyun.
Baekhyun dengan cepat memundurkan wajahnya lalu masuk kedalam lift setelahnya. Kris masih berdiri disana dengan senyuman kemenangannya.
Chanyeol yang melihat Kris tersenyum bak setan dengan cepat keluar dari dalam mobil dan menghampirinya.
Buaghhh.
Chanyeol meninju pipi kiri Kris dan berhasil membuat Kris tersungkur jatuh ketanah. Chanyeol menarik kerah jas Kris dan menariknya untuk berdiri. Kembali Chanyeol menghadiahkan pukulan kearah wajah Kris. Emosinya sudah tak bisa ia tahan. Ditambah dengan Chanyeol terpengaruh oleh minuman beralkohol.
Kris tak tinggal diam. Dia menahan tangan Chanyeol yang akan meninjunya lalu mendaratkan pukulannya keperut Chanyeol.
Bughhh
Chanyeol jatuh terpental ketanah sambil memegang perutnya namun dia cepat berdiri. Dengan nafas yang sedikit terengah Chanyeol mencoba menyerang Kris kembali namun Kris memukul wajahnya tepat di hidungnya dan menimbulkan luka sobek yang sedikit lebar. Perih yang dirasakan Chanyeol namun tak seperih hatinya ketika melihat Kris mencium belahan jiwanya.
Chanyeol berdiri memandang Kris yang ternyata juga terluka dibibirnya.
"Beraninya kau menyentuh Baekhyunku" ucap Chanyeol dengan nafas terengah.
Kris yang mendengar itu hanya tersenyum miring.
"Baekhyunmu ?" timpal Kris dengan nada sedikit mengejek.
"Apakah kalian ada ikatan heum?" lagi Kris berbicara masih dengan nada yang sama.
Chanyeol tak bisa menjawab, karena kenyataannya memang dia dan Baekhyun belum ada ikatan. Chanyeol memandangi wajah sombong itu. Ia ingat ketika Kris memeluk mesra pinggang ramping Yuan saat berada di Boutiqe Noonanya. Namun sekarang dia malah mencium Baekhyun dengan seenaknya. Apa dia tak ingat bahwa Kris sudah memiliki Yuan ?
Chanyeol maju lagi dan kembali memukul Kris. Tanpa ampun dia memukuli wajah Kris. Krispun tak tinggal diam ia juga melawan dan berusaha mebalas pukulan Chanyeol. Parkir Basement Apartement itu sangat sepi jadi tak ada yang melihat mereka yang tengah saling adu jotos.
"Kau tak ingat jika kau punya Yuan haaah?!" ucap Chanyeol masih dalam keadaan memukuli wajah Kris.
Kris mengeryit bingung dalam kesakitannya karena pukulan Chanyeol yang terus menerus. Dari mana ia tahu soal Yuan ? Kris tak bisa berpikir lama karena Chanyeol masih memukulinya membabi buta.
"Yuan Nuguya? Aku tak mengenalnya brengsek" elak Kris pada ucapan Chanyeol dan masih berusaha memukul Chanyeol.
Mereka sama sama sudah kehabisan tenaga. Chanyeol sempat terjatuh dan berusaha berdiri sempoyongan karena badannya dipengaruhi alkohol. Kris sempat terjatuh juga namun ia masih bisa berdiri seimbang.
Chanyeol kembali tergeletak dilantai basement dengan nafas terengah. Kris memandanginya lalu menampilkan senyuman iblisnya.
"Kau tak akan bisa membongkarnya dihadapan Baekhyun, Chanyeol!" setelahnya Kris masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan Chanyeol disana.
Chanyeol mendengar apa yang Kris ucapkan. Dengan sisa sisa tenaganya, Chanyeol mencoba membangkitkan tubuhnya lalu melihat sekeliling area parkir basement gedung apartemenya.
Sepanjang koridor Apartemen, Chanyeol tak bisa berjalan dengan lurus, ia berjalan sempoyongan. Pusing akibat pengaruh alkohol masih terasa sampai sekarang. Ditambah luka yang ada dihidung dan dibibirnya.
Chanyeol masih memikirkan ucapan Kris yang terakhir sebelum meninggalkannya tadi. Apa maksutnya bicara seperti itu ? Apa Kris punya rencana buruk untuk Baekhyun ? Ia tak tahu.
Sesampainya didepan pintu Apartementnya, Chanyeol menekan digit pin itu lalu masuk kedalam Apartemenya. Lampu seluruh ruangan sudah menyala semua itu bertanda sudah ada seseorang didalam Apartemennya. Namun baru beberapa langkah Chanyeol memasuki Apartementnya, ia sudah limbung dan tersungkur dilantai. Chanyeol sudah tak kuat menahan tubuhnya.
Dipengelihatan terakhirnya, Chanyeol melihat Baekhyun berlari menghampirinya dan setelah itu Chanyeol tak mengingat apapun.
Baekhyun yang sedari tadi sibuk dengan dapurnya, tiba tiba ia mendengarkan suara aneh dari arah pintu seperti suara benda terjatuh. Cepat cepat Baekhyun menuju ke arah pintu apartementnya dan betapa terkejutnya Baekhyun melihat Chanyeol tersungkur dilantai dengan wajah yang babak belur.
"Chanyeoolll" teriak Baekhyun saat melihat keadaan bosnya itu. Baekhyun mengangkat kepala Chanyeol lalu meletakkannya diatas pahanya. Baekhyun menepuk pipi Chanyeol pelan sambil terus memanggil namanya. Tak lama kemudian jemari Chanyeol bergerak memberi tanda bahwa ia telah sadar.
"Apa kau kuat berjalan Chan?" tanyanya pada Chanyeol. Karena jujur saja Baekhyun tak yakin ia bisa membawa tubuh besar itu kekamarnya yang berada dilantai 2 rasanya itu mustahil melihat proporsi badan mereka yang sangat jauh berbeda.
Chanyeol mengangguk pelan. Baekhyun membantu Chanyeol berdiri dan melingkarkan tangannya di pundaknya. Baekhyun menuntunnya pelan dan hati hati. Baekhyun sedikit mengeryitkan hidungnya karena bau alkohol yang menyengat dari nafas Chanyeol.
Setelah sampai di kamar Chanyeol, Baekhyun segera membaringkan tubuh besar Chanyeol dan melepas sepatu kantornya. Sebentar Baekhyun mengamati wajah babak belur Chanyeol, ia berpikir dari mana Chanyeol mendapatkan semua luka itu ? Apa Chanyeol berkelahi dengan preman ? Baekhyun tak tahu.
"Tunggu sebentar aku akan mengambilkanmu air hangat dan beberapa obat" ucap Baekhyun lalu meninggalkan kamar Chanyeol.
Chanyeol tak menjawabnya ia hanya melihat kepergian Baekhyun yang sedikit berlari. Lalu ia memejamkan matanya untuk menahan rasa perih yang berasal dari luka diwajahnya.
Tak lama suara derap langkah seseorang terdengar ditelinga Chanyeol, itu Baekhyun yang membawa nampan berisi air hangat dan antiseptic dan obat obatan lainnya.
"Apa ditubuhmu juga ada luka Chan?" tanya Baekhyun sedikit ragu. Chanyeolpun hanya menjawab dengan gelengan kecil.
Baekhyun mengawali dengan membersihkan darah yang mengering pada luka diwajah Chanyeol. Baekhyun menyekanya dengan sangat pelan berusaha agar tak mengenai luka itu.
Saat Baekhyun tengah membersihkan darah di wajah Chanyeol, jantungnya berdegup kencang seperti biasanya ketika ia berada begitu dekat dengan Chanyeol. Ketika ia membersihkan luka itu, otomatis Baekhyun memandangi wajah Chanyeol.
Bagaimana bisa wajah itu masih sangat tegas dengan luka yang ada diwajahnya pikir Baekhyun. Rahangnya yang tegas, hidungnya yang bangir, dan bibirnya yang sexy. Luka luka diwajahnya tak mempengaruhi kadar ketampanan Chanyeol. Baekhyun sedikit tersenyum ketika mengagumi wajah Bosnya itu.
"Kenapa kau masih setampan ini saat wajahmu terluka heum?" gumam Baekhyun sendiri masih dengan mengobati luka Chanyeol. Baekhyun tersenyum tipis sekali heran dengan apa yang baru saja ia katakan. Apa jadinya jika Chanyeol mendengarnya pasti lelaki tinggi itu akan kegirangan.
Tapi nyatanya memang Chanyeol mendengarnya karena sebenarnya Chanyeol sadar sedari tadi hanya saja ia tak ingin membuka matanya. Ia ingin mengetahui bagaimana reaksi Baekhyun ketika wajahnya penuh dengan luka. Dan Chanyeol berhasil, ia mendengar Baekhyun memujinya. Chanyeol sangat senang namun ia tak bisa berselebrasi karena dia masih pura pura tertidur.
Tak lama Baekhyun telah selesai mengobati luka Chanyeol, lalu ia membereskan semuanya dan segera menuju kearah dapur. Chanyeol membuka matanya pelan pelan guna melihat apakah Baekhyun sudah benar benar pergi dari kamarnya atau belum.
Ketika ia tak melihat keberadaan Baekhyun disekelilingnya, Chanyeol segera mebuka matanya lebar dan memegang dada kirinya yang berdegup kencang sedari Baekhyun memujinya. Sumringah kebahagiaan Chanyeol tampilkan meskipun tak ada yang melihatnya.
"Huuhhh... Dia bilang aku tampan? Apa aku tak salah dengar ?" ucapnya sendiri sambil memegangi dadanya. Ia terlalu senang karena pujian dari Baekhyun. Seseorang yang dicintainya.
Ketika Chanyeol sedang asyik dengan kebahagiaan dihatinya, ia mendengar suara derap langkah yang mengarah kekamarnya, segera ia kembali berpura pura tidur agar Baekhyun tak curiga.
Benar, itu Baekhyun yang membawa beberapa makan dan jus pisang. Baekhyun meletakkan nampannya dinakas samping tempat tidur Chanyeol. Baekhyun menggoyangkan bahu Chanyeol pelan guna membangunkannya.
"Bangunlah sebentar Chan. Makan dulu. Kau pasti belum makan kan?" bisiknya pelan pada Chanyeol.
Chanyeol menggerakan matanya lalu membukanya pelan. Baekhyunpun mebantu Chanyeol untuk bersandar pada kepala ranjangnya agar memudahkannya untuk makan.
"Arrrgghhh"
"Apa itu sangat sakit?" tanya Baekhyun dan dijawab anggukan oleh Chanyeol.
Chanyeol rasa luka yang berada dihidungnya sangat parah karena benar benar sangat sakit.
"Makanlah dulu, nanti baru tidurlah kembali" tuntun Baekhyun sambil mengulurkan mangkuk berisi bubur yang ia buatkan.
Chanyeol hanya memandangi mangkuk itu tak ada keinginan mengambilnya. Sebenarnya perutnya terasa sangat mual akibat alkohol yang ia konsumsi tadi, namun ia tak mau muntah di hadapan Baekhyun jadi ia menahannya.
Baekhyun pikir Chanyeol masih lemah jadi tak bisa makan bubur itu sendiri. Baekhyunpun berinisiatif menyuapi lelaki itu.
"Aaaaa..."
Chanyeol hanya bisa melebarkan matanya tak percaya bahwa Baekhyun akan menyuapinya.
"Buka mulutmu Chan. Sebelum buburnya dingin" ucap Baekhyun dengan posisi sendok penuh bubur didepan bibir Chanyeol.
Mau tak mau Chanyeol membuka mulutnya lalu menerima suapan dari Baekhyun. Baekhyun tersenyum manis ketika Chanyeol melahap sendok berisi bubur itu.
"Apa rasanya tak enak ?" tanya Baekhyun pada Chanyeol karena melihat ekspresi Chanyeol yang tak biasa.
"A-aniyo Baek. I-ini sangat enak" ucap Chanyeol dengan suara sedikit tergagap. Bukan rasanya tak enak, namun ia masih terkejut dengan perlakuan Baekhyun padanya. Tak pernah ia melihat Baekhyun seperhatian ini. Biasanya Baekhyun hanya akan menyiapkan makanan dan obat saja ketika Chanyeol demam. Namun kali ini berbeda, Baekhyun sangat hangat merawatnya. Apa ini sisi hangat Baekhyun yang pernah dikatakan Mama Byun padanya? Bisa jadi itu iya.
"Kau berkelahi dengan siapa Chanyeol ? Bagaimana bisa sampai seperti ini ?" Baekhyun bertanya masih dengan menyuapi Chanyeol. Mulut Chanyeol yang penuh dengan buburpun tak bisa menjawabnya. Chanyeol hanya bisa memandangi wajah lembut Baekhyun. Wajah yang selalu bisa membuatnya tenang ketika memandangnya.
Tangan Chanyeol memberi isyarat pada Baekhyun bahwa perutnya seperti akan mengeluarkan isinya. Akhirnya Baekhyun menghentikan suapannya fan meletakkan mangkuk itu di meja nakas. Baekhyun mengambil jus oisang favoritnya dan menyerahkannya pada Chanyeol.
"Kau mau tahu aku berkelahi dengan siapa Baekhyunee? Tapi jika aku sudah bercerita berjanjilah untuk mendengarku lebih dulu dan jangan marah setelahnya" tanya Chanyeol pada Baekhyun karena Chanyeol tau jika ini menyangkut Kris, Baekhyun pasti akan marah. Jadi sebelum Baekhyun marah, Chanyeol mencoba untuk menawarkan pada Baekhyun.
"Geurrae. Aku akan mendengarkannya" jawab Baekhyun sambil menganggukan kepalanya.
"Aku berkelahi dengan Kris di basement Apartemen" ucap Chanyeol singkat. Baekhyun yang mendengarnya langsung melebarkan matanya.
"Mwo ? Kris ? Bagaimana bisa ? Apa kalian bertemu ?" Baekhyun memberondong Chanyeol dengan pertanyaan.
"Berjanjilah jangan marah. Aku akan menceritakannya" Chanyeol menjulurkan kelingkingnya didepan Baekhyun. Tak lama Baekhyun mengaitkan jari kelingkingnya demgan Chanyeol yang terlihat sangat kontras. Setelahnya mereka melepaskan kaitan jemari itu.
"Aku sengaja menunggu kepulanganmu di basement Apartemen Baek, ketika aku tahu kau belum pulang" Chanyeol menjeda ucapannya sebentar.
"Lalu ketika aku melihatmu pulang dan itu diantar Kris apalagi dia sampai menciummu, aku marah Baek. Aku cemburu dan aku tak suka dia menciummu seperti itu"
Baekhyun terdiam, jadi Chanyeol tahu Kris tadi menciumnya ? Baekhyun pun bisa menarik kesimpulan bahwa luka ini timbul karena rasa cemburu itu.
"Aku sudah pernah bilang jang-"
"Dengarkan aku dulu Baek. Aku mohon kali ini dengarkan aku Ne?" ucapan Baekhyun dipotong cepat oleh Chanyeol sambil menggenggam jemari Baekhyun. Sedikit meberi usapan meyakinkan agar mau mendengarnya. Chanyeol tahu Baekhyun pasti akan mengingatkannya agar tak mengikuti urusan pribadinya. Lalu Baekhyun hanya menganggukkan kepala pelan.
"Kris sudah mempunyai kekasih Baek. Kekasihnya adalah seorang CEO salah satu kolega kita. Kaupun juga mengenalnya" Chanyeol mencoba menjelaskan siapa Kris pada Baekhyun.
"Mungkin kau kenal lebih dalam soal Kris. Tapi kau tak tahu sisi buruknya Baek. Dia hanya memperlihatkan sisi baiknya didepanmu"
Baekhyun masih memandang Chanyeol dalam tanya. Sebenarnya apa yang diketahui Chanyeol sampai hati ia bilang Kris punya sisi buruk.
"Yuan. Dia kekasih Kris Baek. Mereka akan menikah" kembali Chanyeol bersuara. Baekhyun sedikit kaget dengan kenyataan yang baru Chanyeol katakan. Baekhyun tahu Yuan. Yeoja yang dulu juga pernah menggoda Chanyeol ketika di Jeju.
"Dari mana kau tahu semua itu Chan?" tanya Baekhyun lirih masih tetap memandangi Chanyeol menuntut sebuah jawaban.
"Kau ingat ketika aku diminta Yoora Noona ke Boutiqenya ?" si kecilpun menganggukan kepalanya pelan.
"Tak sengaja disana aku melihat mereka berdua ketika memilih gaun pernikahan. Dan semua itu diperjelas dengan fakta dari Yoora Noona yang kebetulan diminta untuk mendesign baju untuk resepsi mereka nanti. Yoora Noona bilang mereka sepasang kekasih Baek" jelas Chanyeol sedikit bergetar karena takut Baekhyun tak mempercayainya.
Baekhyun hanya diam tak memberi respon apa apa. Ia masih tak percaya dengan perlakuan Kris selama ini padanya. Bagaimana bisa ia berperilaku seperti itu ketika ia sudah mempunyai orang lain?
"Aku mohon percaya padaku Baek. Kris bukan orang yang baik buatmu" Chanyeol kembali meyakinkan Baekhyun.
"Tapi aku belum melihatnya sendiri Chanyeol" ucap Baekhyun lirih dan masih didengar oleh Chanyeol.
Chanyeol bingung tak tahu harus menjawab apa. Dia hanya bisa menundukkan kepalanya.
Mereka berdua terdiam selama beberapa detik.
"Baiklah aku percaya padamu meskipun belum 100%" Chanyeolpun segera mendongakkan kepalanya cepat ketika mendengar suara Baekhyun.
"Lalu siapa yang memulai memukul ?" tanya Baekhyun pada Chanyeol. Chanyeol menggaruk lehernya yang tak gatal dengan sedikit cengiran.
"A-aku yang memukulnya duluan" jawab Chanyeol pelan.
"Kenapa kau memukulnya ?"
Chanyeol menghela nafasnya pelan. Baekhyun memang tak peka atau bagaimana sih, sudah jelas Chanyeol memukul duluan karena apa, kenapa masih bertanya.
"Yaa karena aku cemburu dia menciummu Baek" jelas Chanyeol dengan sedikit penekanan pada nada bicaranya.
"Kenapa harus cemburu" kembali Baekhyun bertanya kali ini malah dengan wajah polos tak berdosanya.
Chanyeol mengusak kepalanya pelan.
"KARENA AKU MENCINTAIMU BAEKHYUN!"
"Eeehh...?"
Tebeceeeeeeeee
Mampoos nggantungkan. Hehe
Annyeong Pinkeu Back bawa Chap 12.
Yeeeeeaa akhirnya Chanyeol ngomong yaaa alhamdulillah.
Tinggal ngomong begitu aja susah amat pak -_-
Baek mah masih labil. Katanya gak ada rasa sama kris tapi dicum kris diem diem bae'
Udahh ada yg bisa nebak chap depan gimana ?
Review Juceyoooo 'ㅅ'
Salam Chanbaek is REAL…..
