My Secretary
Chapter 13
.
.
Sejak kejadian semalam, Baekhyun jadi susah berkonsentrasi pada pekerjaannya. Fikirannya masih melayang jauh pada ucapan Chanyeol kemarin malam. Baekhyun mencoba untuk tak memikirkan arti dari ucapan Chanyeol, tapi kalimat dan bahkan suara teriakan Chanyeol masih terngiang ngiang didalam kepalanya.
"Aarrggghhh. Kenapa suaramu tak mau hilang dumbo" gerutunya sambil mengacak ngacak rambutnya.
Dimatanya tercetak lingkaran hitam akibat dia tak tidur semalaman dan masih dengan sebab yang sama, yaitu ucapan Chanyeol.
Pagi ini Baekhyun sengaja berangkat lebih dulu, karena dia masih malu jika harus bertemu dengan Chanyeol. Dia tak tau harus bertingkah seperti apa di depan Chanyeol. Karena sejujurnya Baekhyun juga punya rasa yang sama pada Chanyeol namun belum berani mengutarakan pada lelaki bertelinga lebar itu.
Semalam setelah Chanyeol berteriak dengan kalimat itu, Baekhyun terkejut lalu dengan tergesa gesa meninggalkan kamar tidur Chanyeol. Chanyeol yang melihatnyapun bingung kenapa Baekhyun meninggalnya dengan tergesa gesa. Tak lama dia menepuk keningnya pelan dan sadar apa yang baru saja ia ucapkan.
Baekhyun memikirkan kalimat itu sepanjang malam. Baekhyun tak menyangka bahwa Chanyeol mempunyai rasa padanya. Tapi apa yang disukai Chanyeol darinya ? Menurutnya ia hanya seorang namja biasa tanpa ada kelebihan apapun. Tapi kenapa Namja seperfect Chanyeol bisa menaruh hati padanya? Namun Baekhyun mencoba menghilangkan spekulasi itu. Dia pikir bisa saja Chanyeol punya rasa padanya karena mereka terbiasa berdua istilah lainnya mungkin Cinlok.
Masih pada pekerjaan melamunnya, Baekhyun tak menyadari bahwa orang yang sedari tadi ia pikirkan tengah memperhatikannya dari arah mejanya.
Chanyeol duduk menghadap kearah Baekhyun dan memperhatikan apa yang tengah namja mungil itu lakukan. Ketika Chanyeol memperhatikan wajah Baekhyun, ia sedikit terkejut. Kenapa lingkaran hitam dimatanya tiba tiba muncul ? Apa semalam ia tak tidur ? Batin Chanyeol.
"Ekhhhmm" dehem Chanyeol agar menyadarkan Baekhyun dari acara melamunnya.
Baekhyun tak langsung menolehkan kepalanya. Namun matanya terbelalak lebar. Suara itu, ia kenal siapa pemiliknya. Dengan cepat ia berdiri dan membungkukkan badannya.
"Selamat Pagi Sajangnim. Maaf tak melihat anda sudah masuk dalam ruangan" ucap Baekhyun sambil tetap membungkuk dihadapan Chanyeol.
Chanyeol mengangkat satu alisnya. Heran dengan sikap Baekhyun. Sebelumnya Baekhyun tak akan kaget ketika Chanyeol sudah didalam ruangan itu.
Chanyeol berdiri menghampiri Baekhyun yang masih dengan posisi yang sama. Saat Chanyeol akan menyentuh bahu Baekhyun, Baekhyun segera membuka suara lagi.
"Jeongsonghamnida Sajangnim, saya harus keruangan Kyungsoo sekarang. Permisi" dengan secepat kilat Baekhyun menghilang dari hadapan Chanyeol.
Chanyeol hanya bisa menghela nafasnya pelan.
"Ahh Waaee ? Kenapa kau menghindariku Baekhyun ?" gerutu Chanyeol sendiri sambil mengacak rambutnya. Lalu Chanyeol kembali duduk dimejanya dan memilih untuk menenggelamkan wajahnya pada lipatan tangannya.
Si mungil yang sudah lari keluar dari ruangan itu tengah mengambil nafasnya sebentar setelah berlari. Tangan kecilnya berada dilutut untuk menumpu badannya dan bibir tipisnya sibuk meraup udara sebanyak banyaknya.
Sebenarnya ia berlari tak terlalu jauh hanya beberapa meter dari ruangannya saja. Tapi entah kenapa jantungnya bekerja cepat yang mana membuatnya terengah engah.
Baekhyun kembali berjalan dan menuju ruangan Kyungsoo. Tanpa mengetuk pintu, Baekhyun langsung masuk kedalam ruangan Wakil CEOnya itu.
"Sudah kubilang kalau masuk ruanganku ketuk dulu Ka- Eh Baekhyun?" teriak Namja bermata lebar dari arah mejanya. Kyungsoo kira itu Jongin yang punya kebiasaan tak pernah mengetuk pintu. Namun ternyata itu Baekhyun yang menatapnya dengan tatapan datar.
Baekhyun sedikit kaget dengan teriakan Kyungsoo tadi. Tapi ia tak memperdulikannya dan tetap masuk dan berjalan menuju sofa diruangan Kyungsoo.
"Ada apa Baek ? Tumben pagi pagi sekali kau kesini ?" tanyak Kyungsoo sambil berjalan menghampiri Baekhyun yang tengah menyandarkan tubuhnya pada sofa dan memejamkan mata seperti orang kelelahan.
Yang ditanyai hanya menggelengkan kepalanya lemah.
Baekhyun masih bingung harus bersikap seperti apa jika nanti bertemu dengan Chanyeol. Karena dia pasti akan bertemu Chanyeol lagi mengingat mereka satu apartement sekarang.
"Kau yakin ?" tanya Kyungsoo lagi namun tak ada respon sama sekali dari Baekhyun
Takk.
"Akkhh" teriak Baekhyun pelan setelah mendapat jitakan dikepalanya dari Kyungsoo.
"Jika ada orang bertanya jawab dengan benar Baek" Baekhyun hanya mengerucutkan bibirnya kedepan.
Baekhyun membenarkan posisi duduknya dan menghadapkan dirinya pada Kyungsoo yang duduk disebelahnya.
"Aku tak baik baik saja Kyung" ucap Baekhyun sambil dengan nada suara anak kecil yang seperti tengah merajuk.
Kyungsoo memutar matanya malas. Jika Baekhyun sudah mengeluarkan suaranya seperti ini berarti hatinya sedang tidak dalam keadaan baik baik saja. Selama beberapa bulan Kyungsoo berteman dengan Baekhyun, dia sedikit banyak tahu sifat Baekhyun. Jadi dia hampir hafal dengan semua sikap Baekhyun. Meskipun Baekhyun jarang menunjukan didepan umum.
Kyungsoo tersenyum dan meletakkan tanganya di kedua bahu Baekhyun.
"Ada apa ? Apa ada yang mengganggu pikiranmu heum ?" tanya Kyungsoo mencoba membantu si kecil melepaskan pikiran yang mengganggunya.
Lama Baekhyun terdiam lalu melihat kearah mata Kyungsoo. Dia orang yang dipercaya Baekhyun setelah Eomma dan Appanya. Baekhyun sudah menceritakan semuanya pada Kyungsoo. Dari dia menyadari bahwa dirinya Gay, sampai jantungnya berdetak cepat ketika berada didekat Chanyeol. Baekhyun menceritakan semuanya pada Kyungsoo. Karena Baekhyun merasa Kyungsoo sama dengannya jadi itu mungkin akan lebih mudah untuk saling mengerti.
Baekhyun menghela nafasnya sedikit dan menceritakan kejadian semalam pada Kyungsoo.
Setelah mendengar semuanya dari Baekhyun, Kyungsoo hanya bisa tertawa melihat ekspresi Baekhyun yang begitu lucu saat bercerita.
"Lalu kau menjawabnya atau tidak heum ?" tanya Kyungsoo dengan nada seperti Hyung yang sedang mendengar curahan hati dongsaengnya yang tengah jatuh cinta.
"Aniyoo Kyung" Baekhyun menggeleng.
"Itu bukan sebuah ungkapan Kyung, kenapa aku harus menjawabnya?" yang lebih kecil memprotes.
"Ahh kau benar. Tapi kenapa kau tak juga mengungkapkan perasaanmu juga, siapa tahu kalian bisa jadian" goda Kyungsoo dengan menaik turunkan alisnya.
Bughh. Bughh. Bughh
Baekhyun memukul Kyungsoo malu malu. Yang dipukul hanya meringis.
"Aku tak yakin dengan Chanyeol Kyung. Kau ingat Yuan, sepertinya dia juga menyukai Chanyeol" ucap Baekhyun kembali menyandarkan badannya pada sofa.
Kyungsoo mengerutkan dahinya,
"Lalu apa hubungannya ? Kalau Chanyeol hanya menyukaimu eottaeyo ?" tanya Kyungsoo lagi.
Baekhyun menundukkan kepalanya. Ada benarnya juga apa yang diucapkan Kyungsoo. Kalau memang Chanyeol memilihnya, kenapa harus memikirkan orang lain ? Yang terpenting sekarang bagaimana perasaannya terhadap Chanyeol.
"Aku sedikit ragu Kyung"
"Dalam hal ?"
"Aku takut tak bisa menjadi yang terbaik untuk Chanyeol. Kau tahu, dia sangat sempurna, sedangkan aku" Baekhyun menundukkan wajahnya setelah mengakhiri ucapannya.
"Kau sempurna Baekhyun. Kau Cantik, kau pintar. Yaaa mungkin hanya saja kau terlalu cuek." Ucap Kyungsoo mencoba meyakinkan Baekhyun.
Baekhyun kembali menatap Kyungsoo memberikan ekspresi bingungnya.
"Aku yakin kau juga mempunyai rasa yang sama pada Chanyeol Baek. Hanya saja kalian sama sama tak ada yang berani mengungkapkannya" Kyungsoo kembali mengusap bahu Baekhyun sambil tersenyum. Kyungsoo benar benar mengerti apa yang dirasakan Baekhyun.
Lalu Baekhyun memeluk Kyungsoo.
"Eohh!"
Tiba tiba suara seseorang mengganggu acara pelukan mereka. Baekhyun segera melepaskan diri dari Kyungsoo dan melihat suara siapa yang menganggu mereka.
"Wuaaahh. Apakah kau akan merebut Kyungsoo dariku Baek?"
Ya, itu Jongin kekasih Kyungsoo.
"Aniyo~~ Jongin Sajangnim" Baekhyun menggelengkan kepalanya.
"Siapa juga yang mau berpacaran dengan namja bermata bulat itu" ucap Baekhyun sambil melirikan matanya kearah Kyungsoo.
Kyungsoo yang mendengarnya langsung membulatkan matanya.
"Yaakkk. Awas kau Baekhyun" teriak Kyungsoo dan memukul lengan kanan Baekhyun main main.
Jongin hanya bisa terkekeh melihat kelakuan kekasih dan teman kekasihnya itu. Bagaimana bisa yang awalnya tadi berpelukan sekarang malah saling memukul. Dan itu hanya bisa Jongin lihat di persahabatan Kyungsoo dan Baekhyun yang terkadang ia sebut dengan panggilan "Duo Berisik".
"Sepertinya aku harus kembali keruanganku. Aku takut menganggu kalian berdua" dan hanya dapat sebuah tatapan tajam dari Kyungsoo. Setelahnya Baekhyun pamit dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Jongin menghampiri Kyungsoo yang duduk disofa lalu mendaratkan sebuah kecupan ringan di pipi kiri Kyungsoo. Kyungsoo membalasnya dengan mencium pipi Jongin juga.
"Tumben sekali jam segini sudah kesini ? Ada apa heum ? Apa sudah merindukanku ?" tanya Kyungsoo sambil mengelus rambut Jongin.
Jika mereka sedang berdua, Jongin akan selalu memeluk pinggang Kyungsoo dari samping dan menenggelamkan wajahnya pada dada Kyungsoo. Dan Kyungsoopun dengan senang hati akan balas memeluknya.
"Aku selalu merindukanmu setiap saat soo-yaaa~~" ucap Jongin dengan nada manjanya.
Kyungsoo mengangguk karena tahu Jongin akan selalu berkata seperti itu.
Terdiam beberapa saat tenggelam akan kehangatan tubuh satu sama lain, Jongin menjadi orang pertama yang melepaskan pelukan mereka.
"Soo-yaa?"
"Heum?"
"Apa Baekhyun bercerita sesuatu tentang Chanyeol padamu ?" tanya Jongin.
Kyungsoo tak langsung menjawabnya. Ia terdiam beberapa saat.
"Jujurlah sayang. Aku sudah tahu semuanya. Chanyeol juga sudah bercerita padaku" belum sempat Kyungsoo menjawab Jongin lebih dulu kembali bersuara.
"Emang Chanyeol bercerita apa padamu?" tanya Kyungsoo.
Jongin lalu bangkit dan membenarkan posisi duduknya dan menatap kekasihnya.
"Apa benar Baekhyun bercerita padamu tentang kejadian semalam yang mereka alami ?"
Kyungsoo mengangguk.
"Apa benar Baekhyun bercerita bahwa Chanyeol mengungkapkan perasaannya ?"
Kyungsoo mengangguk lagi.
Jongin menghela nafasnya pelan. Dia sedikit heran dengan kelakuan teman popoknya itu.
"Lalu apa kau tahu bagaimana perasaan Baekhyun kepada Chanyeol?"
Kali ini Kyungsoo tak langsung menjawabnya. Ia terdiam beberapa saat. Ia tak ingin mengatankan pada Jongin karena secara otomatis Jongin akan memberitahukanya pada Chanyeol. Kyungsoo ingin Chanyeol sedikit berusaha untuk mendapatkan Baekhyun. Jadi Kyungsoo lebih memilih diam.
"Aku tak tahu lebih tepatnya seperti apa perasaan Baekhyun pada Chanyeol, namun sepertinya Baekhyun mempunyai rasa pada Chanyeol" ucap Kyungsoo sedikit berbohong.
Jongin tersenyum dan sedikit mengangguk.
"Soo-yaa, bagaimana kalau kita comblangkan saja mereka heum?" usul Jongin pada kekasihnya. Kyungsoo hanya melebarkan matanya tak menyangka dengan ucapan kekasihnya itu.
"Jonginie, dengarkan aku" ucap Kyungsoo sambil menggenggam tangan Jongin.
"Biarkan Chanyeol memperjuangkan Baekhyun, biarkan Chanyeol berusaha mendapatkan hati Baekhyun. Kita tak usah ikut campur. Cukup tampung apa yang mereka ceritakan pada kita. Karena jika memang Chanyeol mencintai Baekhyun maka dia akan berusaha untuk mendapatkannya. Chanyeol adalah orang yang tak pernah menyerah sebelum apa yang ia mau bisa ia dapatkan. Percayalah Baekhyun pasti akan jatuh pada tangan Chanyeol" dan diakhiri sebuah senyuman manis dari Kyungsoo.
Jongin mengangguk membenarkan apa yang diucapkan kekasih kecilnya itu.
Karena CINTA butuh usaha dan penjuangan.
"Arraseoh. Aku akan beri semangat pada Chanyeol" lalu Jonginpun ikut tersenyum.
"Ohh sepertinya aku harus bekerja Tuan Kim Sajangnim" ucap Kyungsoo.
Jam sudah hampir menujukkan pukul setengah 10 pagi. Hampir setengah hari Kyungsoo tak mengerjakan apa apa padahal semua pekerjaannya menunggu.
Jongin hanya memandang Kyungsoo yang berdiri dan berjalan menuju kemeja kerjanya. Kekasihnya itu sedikit terlihat lebih berisi dari awal pertemuan mereka. Tapi Jongin tak peduli dengan keadaan fisik Kyungsoo. Ia mencintai kekasih kecilnya itu apa adanya. Tanpa sadar Jongin yang sedang tersenyum tipis sambil memandang Kyungsoo, Kyungsoo pun juga tengah memandang Jongin lalu hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum. Terkadang Kyungsoo berpikir, bagaimana bisa ia jatuh Cinta pada lelaki yang mesum sekaligus pintar itu.
"Bolehkah aku tidur disini Baby Soo? Aku sedang malas berada dikantorku" sambil mempoutkan bibirnya Jongin langsung merebahkan tubuhnya pada sofa ruangan Kyungsoo.
"Eiiy, kenapa bisa begitu ? Jangan menjadi contoh yang jelek untuk karyawanmu Nini~" ucap Kyungsoo.
"Hanya sekali Soo-yaa~" ucapnya memelas pada Kyungsoo. Jika sudah begini, Kyungsoo tak bisa menolaknya dan hanya bisa menganggukan kepalanya. Mungkin Jongin butuh istirahat karena selama ini ia tahu kekasihnya itu sangat bekerja keras meskipun fikirannya sangat mesum.
Suara petikan gitar mungkin selalu bisa membuat Chanyeol sedikit lebih tenang. Entah bagaimana tapi rasanya itu sangat menenangkan. Jika hati Chanyeol sedang kacau, ia akan selalu mengurung dirinya diruangan musicnya. Chanyeol akan memainkan gitarnya.
"Haahhh"
Terdengar Chanyeol menghela nafasnya. Pikirannya masih berputar pada Baekhyun, lelaki kecil yang berhasil membuat Orientasinya menyimpang. Chanyeol masih memikirkan kejadian semalam yang dengan gampangnya ia mengungkapkan perasaannya pada Baekhyun.
"Apa semalam aku salah bicara ? Kenapa Baekhyun menghindariku?"
Posisi tangannya masih memainkan senar gitarnya tapi hanya memetiknya sesekali. Chanyeol sedikit teringat dengan ucapan Jongin tadi,
"Ajak Baekhyun bicara berdua lalu ungkapkan perasaanmu lagi dengan suasana yang lebih mendukung seperti dinner atau menonton film di apartemen."
"Apa aku harus mencoba saran dari si Kamjong itu ?"
Chanyeol sedikit menimbang.
"Bagaimana mau mengajaknya dinner atau menonton film, aku baru memanggilnya saja dia sudah lari" Chanyeol mengusap wajahnya.
"Atau... Coba ajak Baekhyun berhubungan sex yeol. Siapa tahu dia luluh dengan permainan ranjangmu. Hihihi"
Kembali Chanyeol menimbang saran dari Jongin.
"Aahh...Andwae, andwae. Nanti kalau di tolak bagaimana ? Yang ada nanti Baekhyun malah menjauhiku dan membenciku. Andwaeee" omelnya sambil mengusak rambutnya kasar. Chanyeol tak mau dijauhi lagi oleh Baekhyun. Apalagi sampai dibenci Namja Manis pujaannya itu Chanyeol takkan sanggup. Baekhyun menghindarinya pagi ini saja sudah membuat kepalanya pusing.
"Saran yang pertama tak begitu buruk. Oke coba kita gunakan cara itu. Fighthing Chanyeol." Berusaha memberi semangat pada dirinya sendiri.
Disisi lain Namja yang dipuja puja oleh Chanyeol kini tengah menelangkupkan wajahnya pada lipatan tangannya diatas meja kerjanya.
Baekhyun sudah kembali dari ruangan Kyungsoo sejam yang lalu dan langsung mengerjakan pekerjaannya yang sempat terabaikan karena suasana hatinya.
Namun Baekhyun sama sekali tak bisa fokus untuk mengerjakan pekerjaannya karena pikirannya masih terisi dengan Namja bertelinga lebar itu. Padahal pekerjaan itu dideadline oleh Kyungsoo hari ini harus sudah berada di meja Kyungsoo sebelum jam pulang kerja. Tapi sampai jam segini pekerjaannya hanya rampung 40%.
Sesekali Baekhyun menolehkan kepalanya kearah meja kerja Chanyeol. Namun nihil, meja itu masih kosong. Semenjak ia duduk dikursinya, Baekhyun tak melihat Chanyeol sama sekali.
Drrrttt Drrrttt Drrttt
Ponsel Baekhyun bergetar diatas meja pertanda ada panggilan masuk untuknya. Dengan sedikit malas Baekhyun meraih ponselnya. Dilayarnya tertera foto Yoora Noona, berarti yang menelfon adalah Yoora Noona.
"Yeobseoyo Noona" dengan sedikit nada melas.
"Annyeong Baekhyunee. Apa nanti jam makan siang kau sibuk?"
"Ani Noona. Waeyoo?"
"Ahh...Kebetulan sekali. Bisakah kau mengunjungi Noona diBoutiqe? Noona merindukanmu Baekhyunee~~"
Baekhyun sedikit tertawa karena ucapan Noonanya Chanyeol itu. Sepertinya Yoora lebih sayang pada Baekhyun dari pada Chanyeol yang notabennya adalah Dongsaeng kandungnya sendiri.
"Aahh. Mian Noona tapi pekerjaanku masih belum selesai" ucap Baekhyun sedikit pelan karena takut membuat Yoora kecewa.
"Ayolah Baekhyunee. Apa kau tak merindukan Noona heum ?"
Baekhyun terdiam sebentar untuk menimbang nimbang.
"Geurrae aku akan kesana. Tapi setelah makan siang ya Noona. Aku harus menyelesaikan pekerjaanku dulu" ucap Baekhyun semangat karena sejujurnya ia juga merindukan Yoora Noona.
"Yeeaah. Gomawo Baekhyunee~~ Nanti berhati hatilah dijalan. Bye Baekhyunee~"
"Bye Noona" setelahnya panggilan itu berakhir.
"Baiklah mari kita selesaikan ini lalu pergi ke tempat Yoora Noona Baekhyunee. Fighthing" ucapnya memberi semangat pada dirinya sendiri.
Hampir setengah jam Baekhyun menunggu Yoora diruangan Yeoja Cantik itu. Yoora tengah menemui Cliennya yang tiba tiba datang tanpa ada janji. Biasanya Yoora dan Cliennya akan membuat janji jika ada yang harus dibicarakan.
Mata Baekhyun sedari tadi memandangi ruangan yang bisa dikatakan elegant ini. Warna putih di dindingnya menambah kesan anggun untuk ruangan seorang Yeoja. Berbeda dengan ruangannya dan Chanyeol di kantornya yang lebih dominan dengan warna sedikit gelap.
Dinding kaca yang berada disamping kanannya itu menarik perhatiannya. Baekhyun menghampiri kaca itu. Karena untuk pertama kalinya Baekhyun datang dan masuk keruangan Boutiqe Yoora. Biasanya dia hanya berada di Lobby dengan Chanyeol.
Matanya mengarah pada Lobby Boutiqe, memperhatikan setiap Gaun yang terpajang disana. Semua gaun itu rancangan Yoora sendiri. Gaun yang dipajang rata rata berwarna putih.
Lalu matanya tak sengaja menangkap Yoora tengah berdiri didepan pintu Lobby dengan seorang Yeoja. Baekhyun memicingkan matanya lagi karena merasa familiar dengan postur Yeoja itu. Baekhyun tak bisa mengenali karena Yeoja itu membelakanginya. Baekhyun terus memperhatikan kedua Yeoja yang tengah berbincang itu. Sampai Yeoja yang baginya familiar itu membalikan tubuhnya, Baekhyun kenal dengan Yeoja itu.
"Yuan?"
Ya Yeoja itu adalah Yuan. CEO salah satu kolega proyeknya yang tengah berlangsung di Jeju.
"Kenapa dia berada disini ? Apa yang dia lakukan ? Apa dia mengenal Yoora Noona?" Baekhyun bertanya pada dirinya sendiri sampai tak menyadari dibelakangnya sudah ada Yoora yang berjalan menghampirinya.
"Bosan yaa Baekhyunee~~ ? Mianhaeyoo Ne Baekhyunee telah meninggalkanmu sendirian" ucap Yoora sambil meletakkan kedua tangannya di bahu Baekhyun.
Baekhyun terlonjak kaget karena suara Yoora yang tiba tiba mengintrupsinya.
"A-aniyo Noona. Aku hanya ingin melihat koleksi Gaunmu" ucap Baekhyun sambil tersenyum.
"Duduklah sini Baekhyunee. Aku ingin memberi tahumu sesuatu" sambil menarik tangan Baekhyun pelan, Yoora membawanya kemeja kerjanya.
"Apakah Chanyeol sudah memberitahumu sesuatu?" tanya Yoora antusias. Namun Baekhyun hanya menggeleng.
"Aiishh dasar telinga lebar" dengus Yoora.
"Emang ada apa Noona ?" tanya Baekhyun penasaran.
"Kekasihku akan melamarku dalam waktu dekat ini Baekhyunee" ucap Yoora girang.
Baekhyun melebarkan matanya.
"Kekasihmu ? Kekasih yang mana Noona ? Noona saja tak pernah membawa seorang Namja kerumah Eomma Appa, kenapa bilang akan dilamar?" ucap Baekhyun sakartis. Seperti inilah Baekhyun akan selalu menggoda Yoora karena sudah dianggap seperti Sunbaenya sendiri.
"Aisshh. Kau meledek ku eoh ? Lihat, kau sendiri bagaimana ? Kau sendiri malah masih sendiri!"
Skak mat. Bagaikan Boomerang, Baekhyun termakan ledekannya sendiri. Seketika Baekhyun memajukan bibirnya kedepan.
"Eiiyy ada yang merajuk heum?" goda Yoora sambil menoel noel pipi chubby Baekhyun. Baekhyunpun hanya bisa tersenyum malu malu.
"Jadi kapan Noona akan membawa Calon Noona kerumah Eomma dan Appa ?" tanya Baekhyun pada Yoora untuk mengembalikan topik.
"Besok malam Baekhyunee. Datanglah bersama Chanyeol Ne" dan dibalas anggukan oleh Baekhyun dan senyuman manis.
"Ah Noona, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu ?" kembali Baekhyun bertanya pada Yoora.
Yoora mengangguk, "Boleh, mau bertanya apa ? Apa ini soal si telinga lebar?"
Baekhyun memutar matanya.
"Aniyo Noona" jawabnya sambil mengangkat tangannya memberi isyarat.
"Lalu ?"
Baekhyun sesikit menjeda suaranya.
"Apakah benar Yeoja yang bersamamu di Lobby tadi itu bernama Yuan, Lee Yuan?" tanya Baekhyun sedikit ragu.
"Ne Baek. Yeoja itu Lee Yuan CEO dari The Land Group" jawab Yoora dengan jelas.
"Ahh pantas saja aku seperti mengenalnya. Ternyata benar Lee Yuan" ucap Baekhyun sambil terkekeh.
Didalam fikirannya sekarang timbul banyak pertanyaan. Apa hubungan Yuan dengan Yoora Noona? Apakah Yuan sengaja mendekati Yoora agar bisa mendapatkan Chanyeol ? Pertanyaan itu terus berputar dikepalanya hingga tak menyadari Yoora Noona sudah memanggilnya berkali kail.
"...Hyunee"
"A-ah Ne Noona waeyo ?"
"Kenapa kau melamun ? Apa ada yang mengganggu pikiranmu ?" tanya Yoora mencoba membantu Baekhyun siapa tahu ia bisa membantu.
Baekhyun menggeleng pelan dan menggaruk lehernya yang tidak gatal.
"Kalau boleh tahu, ada urusan apa Yuan menemuimu Noona ?" tanya Baekhyun kembali untuk memastikan agar otaknya tak penuh dengan pertanyaan pertanyaan.
Yoora terkekeh pelan.
"Yuan Clienku Baekhyunee. Dia memesan Gaun rancanganku" jawab Yoora. Baekhyun yang mendengar jawaban Yoorapun menghela nafasnya lega.
Baekhyun takut jika Yuan mendekati Yoora hanya untuk bisa mendekati Chanyeol dan menggali informasi dari Yoora. Baekhyun tak suka itu.
"Dia akan menikah bulan depan" sambung Yoora lagi.
Apa menikah ? Apa Baekhyun tak salah dengar ? Jika memang benar Yuan akan menikah, tapi kenapa Yuan masih suka menarik perhatian Chanyeol ? Apakah Yuan punya niat lain pada Chanyeol ?
"Kalau boleh tahu, Yuan akan menikah dengan siapa Noona ? Apakah seorang CEO juga ?" tanya Baekhyun lagi yang sekarang sedikit menggeser kursinya kedepan agar lebih mendekat pada Yoora.
"Kalau tidak salah Calonnya bernama Yifan, Wu Yifan" jawab Yoora sambil mengingat ingat nama Calon dari Clientnya itu.
Baekhyun terdiam, dia seperti tidak asing dengan nama itu. Sepertinya ia pernah mendengarkan nama itu. Tapi dimana?
"Sudah jangan melamun terus Baekhyunee. Sekarang bantu aku memilih rancangan Gaunku untuk pesta resepsiku" ucap Yoora sambil menunjukan design Gaunnya.
"Yaak. Noona saja belum membawanya kerumah kenapa sudah memilih Gaunnya eoh?" teriak Baekhyun kesal. Yoora hanya bisa tertawa akibat teriakan Baekhyun yang lucu. Setelahnya mereka bergurau sampai tak mengingat waktu. Jika Baekhyun sudah bertemu Yoora mereka berdua akan lupa daratan.
Hello Angel geurim gata
Haneureul beumyeon
Neoman boyeo~~
Suara ringtone dari ponselnya berbunyi mengganggu tidur lelapnya. Dengan sedikit malas Chanyeol meraih ponselnya yang berada disampingnya.
Kyungsoo Hyung is Calling
"Tckh..mengganggu tidurku saja"
Baru saja Chanyeol mendekatkan ponsel pada telinganya, suara teriakan yang menggelegar menyapanya.
"Yaaaak Yodaa kemana saja kau haaah!" teriak Kyungsoo dari sebrang telfon. Pasalnya Wakil CEOnya itu sudah mencarinya kemanapun dan sudah menelfonnya berkali kali.
"Aiish. Pelankan suaramu Hyung. Tak perlu teriak teriak" jawab Chanyeol dengan nada khas orang bangun tidur.
Disebrang telfon Kyungsoo hanya berdecak malas. Dengan mudahnya Chanyeol berbicara seperti itu? Apakah dia tak tahu bahwa Kyungsoo sudah mencarinya kemana mana ?
"Yaakk. Kau tak tahu aku sudah mencarimu kemana mana heuh ? Disaat penting seperti ini kau hilang kemana haah ?" Kyungsoo masih dengan mode marahnya. Chanyeol masih menjauhkan ponselnya dari telingnya. Jika Kyungsoo sudah berteriak seperti ini pertanda kesabarannya sudah habis.
"Aiissh. Kubilang tak usah teriak Hyung. Kecilkan suaramu dan berbicaralah pelan pelan" ucap Chanyeol santai. Terdengar Kyungsoo membuang nafasnya beberapa kali kali untuk menetralkan emosinya.
"Sudah ? Sekarang bicaralah Hyung" kembali Chanyeol berbucap.
"Kemana saja kau ? Tadi ada asisten dari Nyonya Yuan datang kesini mencarimu" Chanyeol mengangkat alisnya sebelah merasa heran, tak biasanya Yuan akan menyuruh asistennya kesini. Jika ada apa apa dengan proyek mereka, Asistennya itu akan menghubungi Baekhyun dan akan membuat jadwal pertemuan. Namun kenapa kali ini asistennya itu sampai repot repot mencarinya ke kantor ? Chanyeol tak tahu.
"Kenapa mencariku ? Biasanyakan selalu menghubungi Baekhyun terlebih dulu jika ada yang harus dibicarakan kan?" tanya Chanyeol. Kyungsoo kembali menghembuskan nafas. Dia harus sabar menghadapi CEOnya yang sedang jatuh cinta ini.
"Baekhyun tak dapat dihubungi Chanyeol. Asisten Yuan itu sudah menelfon Baekhyun berkali kali namun tak ada jawaban sama sekali" jawab Kyungsoo ketus.
"APA?" Kyungsoo reflek menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Jangan berteriak Chanyeol. Telingaku kecil tak selebar telingamu"
"Kemana Baekhyun ? Bukankah tadi pagi ada dirunganmu Hyung ?" tanya Chanyeol karena seingatnya tadi pagi Baekhyun pamit menuju ruangan Kyungsoo.
"Dia sudah kembali dari jam 10 tadi, lalu aku tak tahu dia kemana. Sedari tadi aku mencoba menghubunginyapun tidak ada jawaban sama sekali, dan sepertinya ponselnya tertinggal dimeja kerjanya" jelas Kyungsoo pada Chanyeol. Chanyeol melebarkan matanya.
"Kau tak bercanda Hyung?"
"Apa untungnya aku bercanda heuh ?"
"Sekarang apakah urusan dengan asisten Yuan sudah selesai ?"
"Aku membuat janji untuk mereka datang kesini besok pagi. Sebenarnya dia bilang ini urgent tapi berhubung kau tak dapat dihubungi sama sekali, dengan berbagai cara aku merayunya agar besok kembali kesini" omel Kyungsoo panjang lebar.
"Geurrae Hyung. Gomawo sudah membantuku. Sekarang aku akan mencari Baekhyun dulu. Bye"
Pip.
Chanyeol memutus panggilan itu sepihak. Sekarang dia mencoba menghubungi ponsel Baekhyun. Dan benar tak ada jawaban sama sekali. Chanyeol mulai bingung. Ia melangkahkan kakinya menuju ruangan kerjanya. Benar saja ternyata ponsel Baekhyun tergeletak diatas mejanya. Chanyeol mengambil ponsel Baekhyun dan memasukkannya kedalam saku jas kerjanya.
Chanyeol melangkahkan kakinya keluar kantor guna mencari Baekhyun. Langit sudah mulai terlihat gelap. Cahaya matahari sudah mulai hilang dan akan tergantikan oleh cahaya sang rembulan.
"Apakah aku tidur terlalu lama ?" gumamnya sendiri saat ia melihat keadaan diluar kantor. Karena seingatnya dia berada di Studio Musicnya sejak pagi. Berarti itu dia melewatkan jam makan siangnya dan tak bekerja sama sekali hari ini.
Chanyeol melajukan mobilnya menuju Apartemen siapa tahu Baekhyun sudah pulang. Tangan kanannya tetap memegang ponsel mencoba untuk menghubungi Eommanya.
"Yeobseyo Eomma. Apa Baekhyunee ada dirumah Eomma ?"
"..."
"Tak ada ?"
"..."
"A-aniyo Eomma. Dia meninggalkan ponselnya dimejanya. Mungkin dia sudah pulang ke Apartemen."
"..."
"Ne Eomma. Tak usaha Khawatir. Annyeong Eomma" setelahnya Chanyeol melempar ponselnya ke jok sampingnya. Dan langsung melesatkan mobilnya menuju Apartemen.
Tak sampai lima menit Chanyeol sudah memarkirkan mobil mahalnya di basement apartementnya. Kaki panjangnya ia bawa cepat menuju Apartemennya. Sedikit tergesa gesa karena hatinya sangat tak tenang. Apalagi kalau bukan karena Baekhyun.
Jari besarnya menekan digit password apartementnya. Namun ketika pintunya terbuka, dalam sekejap badannya membeku. Apartemennya masih gelap menandakan bahwa belum ada seseorang disana. Chanyeol coba membawa masuk dirinya langsung menuju pada kamar Baekhyun dan nihil kamarnya kosong.
"Shit. Kemana kau Baek" Chanyeol sedikit menjambak rambutnya pelan. Chanyeol bingung harus mencari kemana. Dia tak memiliki Contact teman teman Baekhyun.
Dahinya mengeryit, "Apa dia keluar dengan Kris ?" seklibat pikirannya langsung menuju pada Kris, karena setahunya hanya Kris yang paling dekat dengan Baekhyun selain Kyungsoo.
Chanyeol merogoh kantong celana guna mengambil ponselnya. Dengan cepat Chanyeol menghubungi seseorang lagi. Sedikit menunggu sampai sambungan telfon itu tersambung, Chanyeol mondar mandir sambil memikirkan kemana lagi dia harus mencari.
"Yeobseoyo Lee Ahjussi. Aku perlu bantuanmu. Kerahkan semua anak buahmu untuk mencari Baekhyun sekarang juga" ucapnya dengan sekali tarikan nafas.
"..."
"Ne, nanti akan kukirimkan fotonya padamu" lalu Chanyeol mematikan telfonnya dan berlari keluar Apartemen menuju mobilnya.
"Awas saja kalau sampai kau bersama Kris Baek!" omelnya sendiri.
Hampir satu jam Chanyeol mencari Baekhyun kemana mana. Ke tempat yang selalu Baekhyun kunjungi sudah ia datangi. Namun nihil Baekhyun tak ada disana.
Kini Chanyeol tengah duduk didalam mobilnya. Kini ia hanya bisa berharap ada kabar dari anak buah Lee Ahjussi. Wajahnya terlihat lelah. Jas kerjanya sudah tergeletak di jok belakang mobil. Lengan bajunya sudah naik sampai siku. Chanyeol sangat khawatir dengan Baekhyun takut takut kalau si kecil jadi target penculikan mengingat tubuhnya yang berperawakan kecil.
"Kau dimana Baek" ucapnya lirih sambil memandangi foto Baekhyun yang berada diponselnya.
Tak lama nama kontak Lee Ahjussi muncul, dengan secepat kilat Chanyeol menekan tombol hijau dan menggesernya.
"Bagaimana Lee Ahjussi? Apakah Baekhyun sudah ketemu?" tanpa salam atau apapun Chanyeol langsung bertanya.
Chanyeol terdiam mendengarkan penjelasan dari Lee Ahjussi. Pandangannya kosong. Sepertinya Lee Ahjussi memberikan jawaban yang tak memuaskan.
Chanyeol mencengkeram kemudi mobilnya sangat kuat sampai urat urat ditangannya muncul. "CARI DIA SAMPAI KETEMU DAN AKU TAK MAU TAU! BAEKHYUN HARUS KETEMU!" teriaknya lalu memutuskan sambungan telfonnya dan melemparkan ponselnya pada jok belakang mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Apartemennya.
Kaki panjangnya melangkah sangat lebar. Keadaannya berantakan. Sama sekali tak menampakan gelar yang disandanganya sebagai CEO Tampan.
Chanyeol memasuki apartemennya dengan amarah yang tak surut sama sekali. Namun ketika kakinya sudah berpijak diruang tamu dan matanya mengarah pada sofa didepan ruang tv. Badannya menegang, matanya melebar.
Disana tengah duduk seorang Namja kecil sedang asik menatap layar tv. Dipangkuannya ada semangkuk es krim strawberry. Seketika jas yang awalnya ada digenggamannya kini jatuh diatas lantai tak berdaya.
Seseorang yang sedari tadi dicarinya kemana mana berjam jam diluar sana, ternyata seseorang itu sedang asik memakan es krim dan menonton televisi dengan tenang, Heol. Apakah Chanyeol tengah di permainkan oleh Namja kecil itu?
Yang lebih kecil menoleh karena merasa ada seseorang yang menatapnya sedari tadi.
"Eoh Chanyeol"
Si kecil terkejut dengan posisi Chanyeol yang sudah berdiri menatapnya.
Kaki panjangnya ia bawa menghampiri si kecil lalu mendudukan diri disampingnya. Si kecil -Baekhyun menatap Chanyeol aneh namun tak mempunyai niatan untuk menjauhkan dirinya. Baekhyun meletakkan es krimnya diatas meja lalu memutar tubuhnya menghadap Chanyeol.
"Kau dari mana heum ? Kenapa kau berantakan sekali?" tanya Baekhyun sangat enteng.
Chanyeol tak menjawab, dia hanya memandang Baekhyun dengan raut wajah yang tak bisa dibaca. Tiba tiba Chanyeol menubrukkan badannya pada Baekhyun. Baekhyun yang tak siap dengan serangan Chanyeol, hanya bisa terdiam. Tak ada pergerakan sama sekali , namun Baekhyun mendengar suara isakan samar.
"Hey Chanyeol, are you okay?" tanya Baekhyun sambil menggoyangkan lengan Chanyeol pelan.
Chanyeol hanya menggelengkan kepalnya pelan. Chanyeol semakin menelusupkan wajahnya pada perpotongan ceruk leher Baekhyun dan mengeratkan pelukannya. Baekhyun termenung dan pelan pelan mengangkat kedua tangannya dan mendaratkan pada punggung lebar Chanyeol dan sedikit mengusapnya.
"Gwaenchanayo Chanyeol-ah ?" sekali lagi Baekhyun mencoba bertanya.
Chanyeol menarik tubuhnya dari Baekhyun. Matanya sudah berlinangan air mata. Baekhyun melebarkan matanya. Ada apa dengan Chanyeol ? Apa yang membuatnya sampai menangis seperti ini ?
"K-kau dari mana saja Baekhyunee ?" tanya Chanyeol sedikit tersendat karena isakannya.
"Aku..."
"Aku mencarimu kemana mana Baek tapi aku tak menemukanmu. Kau kemana saja heum ? Apa Kris yang membawamu ? Hiks. Bahkan kau meninggalkan ponselmu di kantor, apa kau sengaja agar aku tak mengganggumu Baek ?" belum sempat Baekhyun menjawab namun Chanyeol sudah memotongnya.
Chanyeol menangis. Orang yang ia tahu kuat dan tak pernah menangis ini kali ini terlihat sangat rapuh dan lemah.
"Apa yang membuatmu menangis heum ?" tanya Baekhyun sambil mengusap bahu Chanyeol.
"Aku mengkhawatirkanmu Baek. Aku takut kau kabur dan menjauhiku. Hiks" jawabnya sesenggukan.
Baekhyun tersipu. Pipinya memanas. Hatinya ikut menghangat. Karena Chanyeol mengkhawatirkannya. Baekhyun tersenyum lalu mengangkat dagu Chanyeol dengan jari telunjuknya yang lentik.
"Hey Chanyeol..."
Yang dipanggil hanya menatap dengan air mata yang masih keluar. Baekhyun menjeda ucapannya,
"Aku hanya dari Boutiqe Yoora Noona. Kenapa kau sepanik ini?"
Jedeeerrr
Seperti terkena petir ditengah lapangan, Chanyeol yang mendengar ucapan Baekhyun hanya bisa melebarkan matanya.
"A-apa ?" tanya Chanyeol pelan masih dengan ekpresi kagetnya.
"Aku dari Boutiqe Yoora Noona dari tadi siang Chanyeol. Yoora Noona yang memintaku. Lalu tak sengaja aku meninggalkan ponselku dikantor. Dan akupun tertidur disana" jawab Baekhyun.
Chanyeol melemas. Usahanya sedari tadi mencari Baekhyun adalah sia sia. Ahh benar kenapa ia sampai lupa tak menelfon Yoora. Chanyeol hanya bisa menunduk malu karena kebodohannya.
"Kenapa kau sepanik ini Chanyeol ?" tanya Baekhyun lagi kali ini jemarinya berada di bahu Chanyeol dan sedikit mengusapnya dan memberi sedikit ketenangan.
"Aku hanya takut kau menjauhiku Baek. Aku takut kau membenciku karena, ka-karena..." Chanyeol tiba tiba gugup. Ia takut Baekhyun menjauhinya.
"Karena apa heum ?" nada suara Baekhyun sangat lembut tak seperti biasanya yang datar tak berlengkuk. Nada suara lembut itu membuat Chanyeol semakin jatuh kedalam diri Baekhyun. Andaikan sifat Baekhyun seperti ini mungkin Chanyeol tak akan setres jika sedang menghadapi Baekhyun yang terlalu cuek.
Chanyeol meraih tangan Baekhyun yang berada dibahunya lalu menggenggamnya.
"Karena aku menyukaimu Baek. Aku mencintaimu. Aku takut kau kenapa kenapa. Aku khawatir denganmu Baekhyunee" ujar Chanyeol dengan ekspresi melasnya.
Baekhyun membeku. Jantungnya berdebar lebih kencang seperti biasanya.
"A-apa ini ungkapan perasaanmu padaku Chanyeol-ah ?" tanya Baekhyun gugup setengah mati.
Chanyeol mengangguk cepat. Dan semakin menggenggam jemari Baekhyun. Yang digenggam mengarahkan matanya pada jemari mereka yang sedang bertautan.
"T-tapi aku belum bisa menjawabnya sekarang C-chanyeol" kembali Baekhyun bersuara.
Chanyeol melebarkan matanya. Apa barusan Baekhyun menolaknya ?
"Apa kau menolakku Baek?" tanya Chanyeol.
"A-aniyo Chanyeol-ah. M-maksudku, a-aku masih belum yakin pada mu" jawab Baekhyun lirih dan menundukkan wajahnya.
Chanyeol melepas satu tangannya dan mengangkat dagu Baekhyun agar menatapnya.
"Apa yang membuatmu ragu Baekhyunee ?" tanya Chanyeol memastikan.
"A-aku hanya takut perasaanmu itu hanya sesaat Chanyeol, bisa dibilang hanya perasaan cinlok karena kita terlaku sering bersa-"
"Ani Baekhyunee" Chanyeol memutus ucapan Baekhyun dan menggelengkan kepalanya.
"Ini bukan perasaan sesaat atau Cinlok Baek. Ini perasaan nyata. Aku menyukaimu sejak pertama bertemu" jelas Chanyeol.
Lalu Baekhyun terdiam setelah mendengarkan penuturan Chanyeol. Namun pipinya merona kembali. Chanyeol yang melihat sebenarnya gemas ingin mencium pipi yang tengah merona itu. Tapi sikonnya tak tepat.
"Tak apa Baek. Jika kau belum bisa menjawab-"
"Aku butuh bukti" potong Baekhyun cepat. Chanyeol mengangkat satu alisnya.
"Kau ingin aku membuktikannya ?" dan Baekhyunpun hanya mengangguk.
"Geurrae aku akan membuktikan padamu. Kalau begitu mari kita sama sama saling membuka diri dan membuktikan Perasaan Cinta itu Baekhyunee" setelahnya Chanyeol tersenyum dan Baekhyun mengangguk dan menampilkan Puppy Eyesnya. Membuat Chanyeol semakin gemas.
Lalu Chanyeol melarikan kedua jemari tangannya pada rahang pipi Baekhyun dan mengusapnya lembut. Lalu Chanyeol mengikis jaraknya dengan Baekhyun.
Chup~
Tiba tiba Chanyeol mencium bibir Baekhyun. Hanya sekilas. Baekhyun terdiam tak bergerak. Chanyeol kini sedang menatap matanya dalam. Yang dipandang hanya mengerjapkan matanya lucu.
"Mulai sekarang bilang padaku jika mau kemana mana. Aku janji tak akan melarangmu. Cukup beritahu aku kau pergi kemana dengan siapa itu sudah cukup" ujar Chanyeol pelan dengan nada yang lembut.
"Aku bukan membatasimu, aku hanya tak mau terjadi apa apa pada dirimu Baekhyunee. Kau berharga untukku"
Bluushh
Pipi Baekhyun kembali memerah hanya karena ucapan Chanyeol. Lalu Baekhyun tersenyum manis padanya.
"Geurrae aku akan memberitahumu. Dan terima kasih sudah menganggapku menjadi yang paling berharga Chanyeol-ah" setelahnya Baekhyun memeluk Chanyeol.
"Mianhae sudah membuatmu khawatir Chanyeol. Mianhaeyo~" sambil berpelukan Baekhyun meminta maaf pada Chanyeol. Dan Chanyeol membalasnya dengan anggukan.
Tebeceeeeeee
Akhirnya mereka bisa bicara tanpa emosi yaaa gays.
Sabar yaaa Bapak Chanyeol udah confess tinggal nunggu keputusan si Ibu Baekhyun yaaa.
Hari ini tgl 19 Oktober yaaa
Gue ulang tahun yeeeee. *kagak ada yg nanyak
Biarin hehehe
Hari ini Lay Oppa reales Album Namanana yaaa
Terus hari ini Mantan kita Kriswu buka P.O buat album barunya yang kebetulan juga realesnya tgl 02 November barengan sama EXO Comeback Coyyy
Terus terus hari ini juga Wendi ft John Legend reales lagu SM STATION.
Dan hari ini SM reales EXO DOLL.
FIX tgl 19 Oktober hari berkah banget. Semoga juga berkah buat gue yang memasuki usia 23. Hehehe Amin yarobalalamin.
Back to cerita
Gimana gays ? Ngebosenin gak sih critanya ?
Please reviewnya juceyoooo 'ㅅ'
Gak ada yg mau ucapin selamat ulang tahun buat aku gitu ? Hehehe
See you next Chap.
Salam Chanbaek is REAL
