My Secretary
Chapter 14
.
.
Matahari hari ini sepertinya tengah terik teriknya. Bagaimana tidak ini masih pukul setengah 8 pagi namun sudah seperti jam 12 siang. Sinar matahari yang menembus kedalam kamarnya membuat Chanyeol sedikit terusik dari tidur nyenyaknya. Ini hari sabtu dan itu tandanya waktu yang tepat untuk tidur sedikit lebih lama dari biasannya. Namun rencananya itu gagal karena tidurnya terusik oleh sinar mentari yang harusnya menyehatkan.
Chanyeol meregangkan ototnya sebentar lalu mengambil posisi duduk dan kepalanya besandar pada headboard tempat tidurnya. Masih berusaha mengumpulkan nyawanya, Chanyeol meraih ponselnya yang berada dinakas samping tempat tidurnya. Mengechek ponselnya sebentar lalu ia lempar ditempat tidur disampingnya dirasa tak ada notifikasi apapun. Ia sengaja jika hari sabtu dan minggu alarm paginya tak Chanyeol aktifkan karena ia ingin tidur lebih lama. Maka dari itu ponselnya pagi ini tak berisik.
Dirasa nyawanya sudah kembali, Chanyeol menyibak selimutnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Kurang lebih 15 menit, Chanyeol keluar dari kamar mandi hanya menggunakan boxer hitamnya lalu tangannya sibuk mengeringkan rambutnya dengan handuk. Kaki panjangnya ia bawa menuju ruangan dilantai 1. Hidungnya mencium harum masakan favoritenya. Segera ia membawa kakinya berlari agar cepat sampai dapur.
Bibirnya mengulas senyum ketika tahu yang sedang memasak makanan favoritenya adalah orang yang Chanyeol Cintai. Hatinya menghangat. Segera ia berlari dan menghampiri Baekhyun. Ya, yang tengah berada didapur dan sedang memasak adalah Baekhyun. Orang yang sangat di Cintai oleh Chanyeol.
Handuknya ia biarkan tersampir diatas kepalanya lalu ia melarikan tangan besarnya menuju perut ramping Baekhyun dan memeluknya dari belakang.
"Eohh...C-chanyeol!" Baekhyun kaget dengan perlakuan Chanyeol yang memeluknya tiba tiba dari belakang. Namun setelahnya bibir tipisnya tertarik keatas, Baekhyun tersenyum.
Chanyeol semakin menelusupkan wajahnya diperpotongan leher Baekhyun dan menghirup aroma tubuh itu. Lehernya terekspose karena baju yang digunakan Baekhyun sangat besar. Membuat Chanyeol semakin ingin menghirup aroma tubuh Baekhyun semakin dalam.
Ini sudah 2 minggu setelah tragedi Chanyeol mencari Baekhyun hingga frustasi malam itu. Merekapun kini sudah sama sama membuka diri dan tak malu untuk skinship satu sama lain. Kini Baekhyun sudah tak sedingin dan secuek dulu pada Chanyeol. Karena yaah Baekhyun memang mencintai Chanyeol dan ingin mendalami Chanyeol.
"J-jangan menghirupku Chanyeol, aku belum mandi" ucap Baekhyun mengingatkan Chanyeol. Yang diperingati hanya menggeleng pelan yang justru mana memberi efek geli untuk Baekhyun.
Chanyeol melepaskan pelukannya lalu memutar tubuh Baekhyun menghadap padanya. Matanya menelisik pada wajah Baekhyun. Wajah bangun tidurnya sangat ketara. Namun tak mengurangi kadar kecantikkannya sama sekali, malah itu sangat terlihat lebih natural.
"Sudah mandi atau belum menurutku kau sama saja Baekhyunee. Masih tetap Cantik" ucap Chanyeol sambil satu tangannya mengelus pipi Baekhyun. Dan Baekhyunpun hanya bisa tersenyum malu.
"Apa apaan kau Chanyeol ? Aku ini Namja kalau kau ingat. Aku tampan bukan Cantik" ucap Baekhyun sambil memajukan bibirnya. Chanyeol semakin gemas dibuatnya. Bisa bisa Chanyeol gila mendadak karena Baekhyun.
"Kau cantik bukan tampan. Yang tampan itu hanya aku" Chanyeol kembali berujar dan sekarang ditambah dengan senyum tampannya. Baekhyun memutar matanya malas, Chanyeol sudah dalam mode pedenya. Namun tak dipungkiri Chanyeol memang lebih tampan darinya. Terlihat dari garis rahangnya, Chanyeol memilikinya lebih tegas dari Baekhyun.
"Ya ya ya silahkan saja kau sombong dengan ketampananmu Dumbo. Sekarang duduklah kimbab favoritmu akan siap" ucap Baekhyun sambil mengibaskan tangannya menyuruh Chanyeol duduk. Namun saat Baekhyun akan membalikkan badannya menghadap pantrie, tangan besar Chanyeol kembali memutar tubuhnya dan mengikis jarak mereka berdua.
Baekhyun melebarkan matanya. Menurutnya posisinya ini terlalu intens dan membuatnya gugup. Ia merasakan sesuatu yang mengganjal diantara tubuhnya dan Chanyeol. Lama otak Baekhyun bekerja hingga akhirnya Baekhyun menyadari itu apa. Itu kejantanan Chanyeol. Matanya semakin melebar. Baekhyun berusaha melepaskan dirinya dari Chanyeol namun tangan besar Chanyeol menahannya. Bibir Chanyeol mengeluarkan seringaian menggodanya. Perlahan Chanyeol memajukan wajahnya, matanya memandangi bibir ranum Baekhyun yang sangat menggoda itu.
Chup~~
Chanyeol mencium bibir Baekhyun. Kali ini bukan sekilas, namun sedikit lebih lama. Chanyeol sudah memejamkan matanya dan mengencangkan rengkuhan tangannya pada pinggul Baekhyun. Baekhyun hanya bisa membelalakan matanya lebih lebar. Masih tak dapat berpikir apa yang tengah terjadi. Tangan yang berada didada Chanyeol sebenarnya memudahkannya untuk menolak ciuman Chanyeol namun otak dan hatinya tak sinkron. Dan pada akhirnya Baekhyun hanya pasrah dan ikut memejamkan matanya.
Tak ada lumatan ataupun hisapan sama sekali. Hanya sekedar menempel namun berhasil membuat jantung mereka berdua berdegup kencang.
Chanyeol menjadi orang pertama yang memutuskan ciuman itu. Ia bawa tangan kanannya pada pipi chubby Baekhyun. Ibu jarinya menyentuh bibir pink Baekhyun yang sudah basah karena saliva, dan entah itu saliva siapa. Matanya menelisik kedalam mata sabit Baekhyun. Lalu beralih turun menuju hidung runcingnya namun kecil. Lalu turun lagi pada bibir ranum Baekhyun. Bibir yang sudah mampu membuat Chanyeol gila. Bibir Baekhyunpun kini masuk dalam list favorite Chanyeol.
"Kau tahu Baekhyun, bibir ini, bibirmu ini yang selalu buatku candu. Selalu membuatku tergila gila Baekhyunee. Bibir tipismu ini pas dengan bibir tebal sexyku ini. Sepertinya Tuhan menciptakanmu memang hanya untukku Baekhyunee" Baekhyun hanya bisa mengerjap mendengar ucapan Chanyeol yang bisa di bilang frontal. Mata Baekhyun hanya mengerjap lucu.
"Yaakk. Dasar mesum..." teriak Baekhyun dan memukul dada bidang Chanyeol yang tak terbungkus apapun. Dengan cepat tangan Chanyeol mengunci tangan Baekhyun yang sibuk memukul dadanya. Lalu Chanyeol menyunggingkan senyumnya. Kembali ia mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun. Baekhyun sampai bisa merasakan hembusan nafas Chanyeol yang berbau mint.
Chup~~
Lagi, Chanyeol mencium Baekhyun lagi. Kedua bibir itu menempel kembali. Masih sama tak ada lumatan atau hisapan seperti tadi. Tangan Chanyeol yang tadinya mengunci tangan Baekhyun, kini mengarahkan tangan Baekhyun pada lehernya. Lalu tangannya turun pada pinggul Baekhyun sama seperti tangan kirinya. Baekhyun tak tahu harus bagaimana. Jujur ia akui bibir Chanyeol begitu lembut. Baekhyunpun akhirnya pasrah ikut memejamkan matanya dan sedikit membenarkan posisi tangannya yang berada dileher Chanyeol.
Tak lama kemudian bibir Chanyeol bergerak melumat bibir bawah Baekhyun. Dalam sekejap pipi Baekhyun memerah karena ulah Chanyeol. Baekhyun tak tahu harus melakukan apa, ciuman Chanyeol sangat memabukkan.
Chanyeol memperdalam lumatannya. Kini tak hanya bibir bawah Baekhyun, bibir atasnya pun menjadi korban.
"Eungh~~"
Lenguhan pertama lolos dari bibir Baekhyun yang masih menutup matanya. Baekhyun berpikir ini salah, karena mereka berdua tak memiliki status apapun untuk melakukan hal ini. Namun Baekhyun sudah terbuai dengan ciuman Chanyeol dan lebih memilih untuk mengabaikan apa yang sempat mendatangi pikirannya. Menurut Baekhyun Chanyeol adalah seorang Good Kisser. Dilihat dari caranya ia merengkuh tubuh Baekhyun dan memainkan bibirnya.
Lenguhan Baekhyun semakin membuat hasrat Chanyeol bangkit. Chanyeolpun semakin gencar memainkan bibir Baekhyun. Chanyeol sedikit menggigit bibir bawah Baekhyun agar memudahkannya untuk memasukkan lidahnya dalam rongga mulut Baekhyun. Baekhyun pun membuka mulutnya memberi akses Chanyeol lebih. Baekhyun sudah terbuai dengan ciuman Chanyeol dan jatuh pada permainan bibir Chanyeol. Bibir plumnya sangat memabukkan.
Chanyeol mengabsen setiap gigi Baekhyun. Mengajak lidah mungil Baekhyun berperang dan bertukar saliva. Jemari lentik Baekhyun sudah meremas lembut rambut Chanyeol. Baekhyun tak tahu harus melakukan apa, ia hanya bisa melampiaskan pada rambut Chanyeol. Ini terlalu nikmat pikir Baekhyun hingga ia semakin menekan tengkuk Chanyeol agar memciumnya lebih dalam.
"Eunghh…Ahh…"
Lenguhan yang diiringi sedikit teriakan kecil dari bibir Baekhyun membuat Chanyeol tersenyum tipis ditengah tengah sesi ciuman pagi mereka. Chanyeol sengaja menggit bibir bawah Baekhyun agar Baekhyun mengeluarkan desahannya.
"Kenapa Baekhyunee? Apakah kau menyukai ciumanku ?" tanya Chanyeol menggoda setelah melepas tautan bibir mereka. Yang ditanya hanya bisa menunduk malu. Baekhyun akui dia menyukai permainan bibir Chanyeol. Permainannya bisa membuat hasrat Baekhyun bangkit.
Seakan-akan Chanyeol bisa membaca pikiran Baekhyun, kembali ia mendekatkan bibirnya pada bibir Baekhyun yang sudah sangat membengkak. Chanyeol kembali tersenyum melihat hasil ulahnya beberapa detik yang lalu. Dan itu menambah kesan sexy pada wajah Baekhyun. Ingin rasanya Chanyeol menerjang Baekhyun saat ini juga, namun ia masih ingat dengan status mereka sekarang. Chanyeol tak mau membuat Baekhyun berpikir bahwa dia hanya menginginkan tubuhnya. Chanyeol harus mengambil hatinya dulu agar Baekhyun mau menerimanya.
Namun nampaknya Chanyeol masih ingin menggoda si mungil yang masih berada direngkuhannya ini.
Benda pusaka Chanyeol yang sudah berdiri sedari tadi kembali ia dekatkan pada tubuh Baekhyun dan sedikit menggesekkannya pada perut Baekhyun. Karena Chanyeol lebih tinggi dari Baekhyun benda pusakanyapun berada sedikit lebih tinggi dari milik Baekhyun.
"Euhh…"
Kembali Baekhyun mengeluarkan suara karena ulah Chanyeol. Baekhyun yang menyadari itu segera menutup mulutnya cepat. Ia merutuki mulutnya yang mengeluarkan suara laknat itu.
"Tak usah ditahan Baekhyunee. Aku suka suara desahanmu itu" ucap Chanyeol sambil mengedipkan satu matanya.
BUGH
Baekhyun memukul dada Chanyeol dengan cepat setelah mendengar ucapan Chanyeol yang seperti tak ada remnya sama sekali.
"Sekali lagi kau berkata frontal seperti itu, tak usah mengajakku berbicara lagi!" ucap Baekhyun sedikit ketus agar untuk sedikit menutupi kegugupannya.
Lalu Baekhyun mendorong dada Chanyeol dan membawa piring yang berisi kimbab menuju meja makan. Chanyeol yang melihat tingkah Baekhyun hanya bisa terkekeh.
Chanyeol langsung menuju meja makan dan menatap si kecil yang tengah menata sarapan pagi mereka.
"Makanlah" ucapnya kembali datar seperti biasanya. Chanyeol mengeryitkan dahinya.
Kenapa Baekhyun kembali cuek seperti biasanya? Tadikan dia sudah luluh. Apa yang kulakukan tadi salah ? Tanya Chanyeol dalam hati.
Baekhyun duduk dihadapan Chanyeol dan memakan sarapannya tanpa melirik Chanyeol sedikitpun. Hanya suara dentingan sendok dengan piring yang menggema di dapur.
"Baekhyunee" panggil Chanyeol namun hanya mendapat tatapan tajam dari Baekhyun.
Tiba tiba Baekhyun berdiri dari tempat duduknya dan membawa piring kosongnya menuju tempat cuci piring. Mencuci tangannya sebentar lalu ia melangkah menuju ruang tv dan meninggalkan Chanyeol. Namun sebelum Baekhyun sampai pada sofa didepan tv, Chanyeol menahan tangannya. Kini tubuhnya dihadapkan oleh tubuh polos Chanyeol lagi.
"Kau marah padaku ?" tanya Chanyeol.
"Ani" Baekhyunpun menjawabnya dengan singkat.
Chanyeol mengencangkan cengkramannya pada pergelangan tangan Baekhyun. Bukan maksut untuk menyakitinya, hanya sedikit membuat gertakan agar Baekhyun berkata jujur. Baekhyun meringis kecil karena genggaman Chanyeol.
Chanyeol menaikkan satu alisnya seperti membuat gestur bertanya. Baekhyun hanya memandangnya dan masih berusaha melepaskan cengkraman Chanyeol.
Melihat Namja kecilnya tengah menahan sakit, akhirnya Chanyeol melepaskan cengkramannya dan kesempatan itu digunakan Baekhyun untuk melangkah menuju sofa dan menyalakan tv. Chanyeol yang melihat segera menyusul dan duduk disamping Baekhyun.
"Masih tak mau bicara ?" suara husky Chanyeol membuatnya merinding. Bagaimana tidak, Chanyeol berbicara tepat ditelingannya.
Baekhyun hanya meliriknya sebentar lalu kembali fokus pada acara gosip didepannya. Chanyeol masih menatap Baekhyun dari samping. Tak berkedip sama sekali.
"Yaakhh!" teriakan 8 oktaf Baekhyun keluar kala tubuhnya didorong terbaring diatas sofa dengan Chanyeol yang berada diatasnya. Posisi saat ini saangatlah intim. Otak Baekhyun sudah berkeliaran kemana-mana hanya karena melihat tatapan dan keadaan Chanyeol yang hanya mengenakan boxer ditambah rambutnya yang masih sedikit basah. Itu Sexy pikir Baekhyun.
"C-Chanyeol" yang dipanggilpun tak menyahut namun hanya menatap Baekhyun dengan tatapan menggoda.
"Kau masih tak mau bicara ? Kau marah padaku ?" tanya Chanyeol pada Baekhyun.
Baekhyun masih tak mau menjawab. Ia malah mengalihkan pandangannya pada sisi lain. Tangan Chanyeol yang berada disisi kanan dan kiri tubuh Baekhyun ia gunakan untuk meraih dagu Baekhyun dan menghadapkan padanya.
"Jika kau tak menjawab maka bibirmu akan hab—"
"Ya ya ya. Aku marah padamu Dumbo. Jadi jangan menciumku lagi!" ucap Baekhyun memutus kalimat Chanyeol dan mempoutkan bibirnya. Poutan bibir yang dilakukan Baekhyun sebenarnya menambah keimutannya dan membuat Chanyeol ingin merasakan bibir manis itu lagi. Dan jangan lupa pipinya yang ikut memerah karena ulah Chanyeol.
"Ahhh kenapa kau menjawab, harusnya kau tak usah menjawab Baekhyunee biar aku bisa menciummu" goda Chanyeol sambil memajukan bibirnya seperti akan mencium bibir Baekhyun.
"Yak Yak Yak Dumboo" ronta Baekhyun agar Chanyeol melepaskannya dari kungkungannya.
DUGH
Namun na'as, Baekhyun malah menendang kejantanan Chanyeol yang masih setengah berdiri tanpa sengaja.
"Ughhh Baeekk" ringis Chanyeol sambil memegangi benda pusakanya. Baekhyun menutup mulutnya. Ia tak sengaja menendangnya.
"Mi-mianhae C-Chanyeol-ah" ujar Baekhyun terbata sambil menatap Chanyeol yang masih kesatkitan. Chanyeol masih meringis. Ia sedari tadi sudah mencoba untuk menahan hasratnya. Tapi kali ini sepertinya ia harus menuntaskannya karena itu begitu menyiksa.
"Apa itu sakut Chanyeol ?" tanya Baekhyun pada Chanyeol dan Chanyeol mengangguk.
"Mianhae Chanyeol-ah aku tak sengaja" ucap Baekhyun lagi.
Tiba tiba ide gila terlintas diotak Chanyeol. Bibirnya sedikit tertarik keatas karena berpikir untuk melakukan ide gilanya itu.
"Kau ingin ku maafkan Baekhyun?" tanya Chanyeol. Baekhyun hanya memandang Chanyeol lalu menganggukan kepalanya.
Posisi mereka masih sama namun Chanyeol kini berdiri dengan lututnya sambil masih memegang kejantanannya yang ngilu.
"Bantu aku untuk menyembuhkannya Baekhyunee" ucap Chanyeol santai sambil memasang wajah sedikit memelas. Baekhyun mengeryit bingung dengan ucapan Chanyeol. Apakah segitu sakitnya harus meminta bantuannya untuk menyembukan ? Tanpa pikir lama Baekhyun menganggukan kepalanya lagi. Dan smirk Chanyeol muncul setelahnya.
"Cium dia Baekhyunee" ucap Chanyeol sambil memajukan gundukan yang sedari tadi ditutupi tangan besarnya.
Satu detik, dua detik Baekhyun masih tak sadar dengan ucapan Chanyeol. Namun detik selanjutnya ia tahu siapa yang dimaksut DIA oleh Chanyeol.
"Mwo!" teriak Baekhyun lantang. Reflek Chanyeol langsung menutup telinganya dengan kedua tangannya.
"Dia kesakitan Baekhyunee" rengek Chanyeol seperti anak kecil. Mata Baekhyun semakin melebar ketika melihat Chanyeol memajukan pinggulnya. Baekhyun melihat gundukan itu. Gundukan itu sangat besar dan benar benar terlihat sesak didalam sana.
"Y-yaak dasar mesuumm!" Baekhyun bangkit dan memukuli dada polos Chanyeol. Chanyeol melindungi dadanya dengan tangannya menghindari pukulan Baekhyun. Setelah Baekhyun berlari menuju kamarnya.
"Yak Baekhyuuun…kenapa kau lari heuh ? Dia bagaimana? Dan hey kenapa pipimu merona eoh ?" oceh Chanyeol sambil mengejar Baekhyun yang menuju kamarnya.
"Dasar dumbo mesum!" teriaknya Baekhyun lagi dari lantai 2. Chanyeol sudah mendekati kamar Baekhyun dan hanya tinggal 2 langkah ia sampai pada kamar Baekhyun namun Chanyeol malah mendapati pintu kamar Baekhyun tertutup dengan suara debuman yang keras. Didepan pintu kamar Baekhyun, Chanyeol tertawa karena telah berhasil menggoda Baekhyun sampai pipinya memerah.
"Haaaah aku harus menuntaskannya sendiri" gerutunya lalu beranjak menuju kamar mandi di kamarnya.
Dirasa sudah tak ada suara diluar kamarnya, Baekhyun mencoba untuk membuka pintunya dan melihat diluar kamarnya masih ada Chanyeol atau sudah pergi. Kepalanya menyembul dari balik pintu dan matanya bergerak kekanan dan kekiri.
"Huuffttt. Dasar Dumbo mesum. Seenak saja minta bantuanku apa dia tak ingat jika dia sudah tak meminta ijin padaku untuk menciumku ?" kepalanya menggeleng heran melihat kelakuan mesum Chanyeol yang seenak jidatnya menciumnya tanpa meminta ijin dan sekarang meminta bantuannya untuk menuntaskan hasratnya. Baekhyun dan Chanyeol memang membuat sebuah kesepakatan, Chanyeol boleh melakukan skinship apapun pada Baekhyun asal meminta ijin dulu apalagi soal ciuman dan selebihnya. Baekhyun tahu itu sangat sakit pastinya namun Baekhyun gengsi untuk membantunya karena status mereka yang bukan siapa siapa. Lalu setelahnya Baekhyun masuk kamarnya dan pergi mandi.
Jam sudah menunjukkan jam 1 siang. Baekhyun rasa ia tidur terlalu lama setelah mandi tadi pagi. Baekhyun berjalan keluar kamarnya untuk mengambil minum didapur. Baekhyun melihat keadaan yang sangat sepi sekali. Biasanya apartemen Chanyeol akan rame dengan kesibukkan Chanyeol. Entah main musik atau melakukan sesuatu. Namun suasannya sangat sepi.
"Dimana dumbo mesum itu ? Kenapa sepi sekali" gumam Baekhyun sambil mengambil air minum didalam kulkas.
"Apa dia tidur ?" gumamnya lagi. Akhirnya ia bawa kaki kecilnya menuju kekamar Chanyeol. Ketika sampai didepan kamar Chanyeol, Baekhyun bahwa pintunya tak dikunci. Baekhyun membuka pintunya perlahan sebisa mungkin tak mengeluarkan suara agar tak mengganggu Chanyeol yang mungkin sedang tidur siang.
Pintunya sudah terbuka setengah, lalu Baekhyun memasukkan kepalanya dan langsung melihat sebuah gundukkan ditengah kasur Chanyeol. Ia melangkah masuk kedalam kamar Chanyeol dengan mengendap endap. Tebakannya benar, Chanyeol sedang menyelami alam mimpinya. Baekhyun memposisikan dirinya duduk dipinggiran ranjang Chanyeol. Sedikit mengamati wajah tidur Chanyeol.
"Tampan" ucapnya lirih di iringi dengan senyuman manis. Entah kenapa melihat wajah tidur Chanyeol itu sangat menyenangkan. Matanya yang setengah terbuka itu membuat Baekhyun gemas.
"Kenapa kau tampan sekali eoh ? Kita sama sama Namja, tapi kenapa kau lebih sempurna heum ? Aku iri padamu Dumbo" gerutu Baekhyun sendiri sambil memandangi wajah Chanyeol. Setelahnya ia tersenyum sangat manis.
Tak mau kepergok oleh Chanyeol bahwa ia mengagumi dan memuji Chanyeol, Baekhyun segera membangunkan Chanyeol dari tidur siangnya.
"Chanyeol-ah irreona" Baekhyun menggoyangkan bahu Chanyeol pelan. Dan tak ada pergerakan apapun dari Chanyeol. Baekhyun kembali mencoba menggoyangkan bahu Chanyeol kuat agar cepat terbangun.
"Chanyeol-ah irreona ppalli"
"Eungh~" akhirnya lenguhan Chanyeolpun terdengar.
"Irrenoa ppalli" Baekhyun sedikit menyibak selimut Chanyeol agar Namja yang lebih tinggi itu tak membenamkan wajahnya dalam selimut lagi.
"Waeyo Baekhyun ? Aku masih mengantuk. Ronde ke 3nya nanti saja ne" guman Chanyeol dengam suara yang kuramg jelas dan masih memejamkan matanya. Baekhyun membelalakkan matanya. Meskipun suara Chanyeol sedikit kurang jelas namun Baekhyun tahu apa yang diucapkan Chanyeol. Dengan cepat Baekhyun mengambil guling yang ada disebelah Chanyeol.
"Yakk Chanyeol! Kau bilang apa haaah?!" teriak Baekhyun sambil memukulkan guling pada Chanyeol. Chanyeolpun yang mendengar suara teriakan Baekhyun dengan secepat kilat membuka matanya namun tak bisa menghindari pukulan Baekhyun.
"Akhh..Akhh..Yakk Baekhyun ampun ampun Yaakhhh" teriak Chanyeol tak kalah keras dan berusaha melindungi diri dari pukulan brutal Baekhyun.
"Kenapa kau bicara seperti itu haahh? Apa yang kau maksut dengan Ronde ke- Mwo? Kau memimpikanku haaah ?" tanya Baekhyun masih dengan suara 8 oktafnya. Chanyeol hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan tersenyum kikuk.
Yaa, Chanyeol akui memang ia menggunakan Baekhyun untuk imajinasi acara solonya. Dan ternyata itu berlanjut pada mimpinya.
"Mi-mianhae Baekhyunee. A-aku juga tak tahu" ucap Chanyeol sedikit mendekat pada Baekhyun yang masih menatapnya horor dari tepi ranjang.
"Apa kau menggunakanku untuk imajinasimu ?" dan Chanyeolpun menganggukkan kepalanya.
"Yakkk. Dasar Dumbo mesum. Kenapa kau tak menggunakan yang lain hajaaa haaaah" teriak Baekhyun lagi sambil kembali memukul Chanyeol.
"Ampun Baekhyun ampun. Aku tak sengaja. Mianhae Baekhyunee" ucap Chanyeol yang masih menerima pukulan Baekhyun.
Baekhyun berhenti memukuli Chanyeol dan melemparkannya pada Chanyeol.
"Cepat bersiap. Jam 2 kita akan kerumah Eomma mu. Eomma butuh bantuan kita" ucap Baekhyun lalu bangkit dan keluar dari kamar Chanyeol. Chanyeol mengangkat alisnya satu. Butuh bantuan ? Untuk apa ? Dengan cepat Chanyeol turun dari ranjang dan berlari menghampiri Baekhyun.
"Yaak emang Eomma butuh bantuan apa eoh ? Ke-" belum selesai Chanyeol bertanya, suara debuman pintu sudah terdengar lebih dulu dari kamar Baekhyun. Dengan cepat Chanyeolpun masuk kekamarnya dan bersiap.
Kini Chanyeol dan Baekhyun sudah berada di mobil menuju rumah Chanyeol. Suasananya sangat hening sekali. Baekhyun yang sibuk dengan ponselnya dan Chanyeol sibuk fokus menyetir mobilnya. Sesekali Chanyeol melirik kearah Baekhyun untuk melihat apa yang dilakukan Baekhyun. Baekhyun yang sibuk bertukar pesanpun tak menyadari bahwa seseorang disampingnya sedang berusaha mengintipnya.
"Baekhyunee, kenapa kau diam saja eoh ? Kenapa kau mengacuhkanku" akhirnya Chanyeol bersuara karena Chanyeol tak suka diabaikan. Baekhyun menoleh pada Chanyeol beberapa detik namun kembali fokus pada ponselya.
"Fokus menyetir saja Dumbo!" ucap Baekhyun ketus tanpa melihat Chanyeol. Chanyeol hanya bisa menghela nafasnya pelan dan memilih fokus menyetir lagi.
Sekitar 15 menit mereka saling diam tanpa ada suara, kini mereka sampai dihalaman rumah Chanyeol. Baekhyun langsung keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah Chanyeol tanpa menunggu yang punya rumah.
"Yaakk Baekhyun kenapa meninggalkaku. Aiisshhh anak itu" teriak Chanyeol lalu menyusul Baekhyun.
"Apa Hobbimu sekarang berteriak Tuan Park ?" Chanyeol menoleh keasal suara setelah melewati pintu utama rumahnya. Diruang tamu ada Appanya yang sedang duduk bersama Appa Baekhyun.
"Oh Appa" Chanyeol segera menghampiri 2 Namja dewasa yang sedang bersantai.
"Kenapa kau berteriak Chanyeol ? Apa Baekhyunee menjahilimu ?" tanya Byun Yunho.
"Aniya Appa. Hanya masalah kecil hehe" jawab Chanyeol sambil sedikit tertawa. Byun Yunho menganggukan kepalanya seperti tahu apa yang terjadi.
"Oh ya Appa, kenapa semuanya kumpul disini ? Apa akan ada makan malam bersama ? Kenapa tak memberitahuku dulu ?" tanya Chanyeol pada Appanya.
"Apa kau tak diberitahu Baekhyun ?" Chanyeolpun menjawabnya dengan gelengan.
"Noonamu akan mengenalkan kekasih dan keluarganya malam ini"
"Mwo?! Kenapa mendadak sekali ? Noona bilang masih satu bulan lagi" jawab Chanyeol setelah mendengar jawaban sang Appa. Seharusnya pertemuan keluarga ini terjadi 2 minggu yang lalu. Namun tiba tiba ada hal yang tak bisa ditinggalkan oleh Appa kekasih Yoora. Lalu Yoora dan kekasihnya sepakat untuk melakukan pertemuan 1 bulan lagi. Namun dengan tiba tiba pula Orang Tua kekasih Yoora memberitahu bahwa akan kesana sabtu ini.
"Kenapa tak bicara padaku dulu?"
"Untuk apa Chanyeol ?"
"Ya aku harus menyiapkan semuanya juga Appa. Aku masih belum rela ditinggalkan oleh Noona" ucapnya sambil mempoutkan bibirnya setelahnya 2 Namja dewasa itu tertawa karena melihat kelakuan Chanyeol.
Dari sebrang ruangan, 3 Yeoja dan 1 Namja cantik sedang melihat ketiga Namja yang duduk diruang tamu. Mereka mendengarkan apa yang di bicarakan mereka bertiga diruang tamu. Namun tanganya masih sibuk dengan bahan bahan masakan dan kue.
"Ya seperti itulah Chanyeol pada Yoora. Dia sangat protektif sekali" ucap Yoona menjelaskan dan berhasil membuat Baekhyun menoleh padanya.
"Eoh Eomma. Apa Eomma masih ingat waktu Chanyeol yang mencoba melindungiku namun berujung dia yang menangis ?" ucap Yoora pada Eommanya. Eommanya kemudian mengangguk.
"Mwo!" pekik Baekhyun pelan.
"Bagaimana bisa ?" tanya Baekhyun pada Yoora.
"Ne Baekhyunee. Waktu itu aku dan Chanyeol pulang sekolah. Lalu dalam perjalanan pulang ada seorang Namja menghadang kita. Waktu itu Namja yang menghadang kita itu anak Junior High School. Waktu itu Chanyeol masih kelas 3 sekolah dasar dan aku kelas 6. Dengan sok tampannya dia menghadang Namja yang akan memegangku. Stop don't touch My Noona" ucap Yoora sambil menirukan Chanyeol waktu itu.
"Namja yang menghadangku tadi hanya melihatnya tanpa melakukan apapun. Setelahnya Namja itu mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya. Dan setelah Chanyeol menangis. Hahaha"
"Yaakk! Noona kenapa membuka aibku?!" teriak Chanyeol dari ruang tamu karena mendengar suara tertawa Yoora. Dan Yoora hanya memeletkan lidahnya meledek.
"Emang apa yang dikeluarkan Namja itu Noona?" tanya Baekhyun penasaran.
"Kecoa Baekhyunee. Kecoa mainan. Haha" tawa Yoora di ikuti dengan suara tawa Yoona dan Sooyoung.
"Bwuahahaha" Baekhyun langsung tertawa keras setelah mendengar jawaban Yoora. Tak Baekhyun sangka Namja yang kelihatannya sangat gagah itu ternyata takut dengan kecoa.
"Yaak Baekhyun jangan tertawa!" teriak Chanyeol dari ruang tamu lagi. Dan Baekhyun tak bisa menghentikan tawa menggelegarnya.
"Apa sampai sekarang Chanyeol masih takut pada Kecoa Noona ?" tanya Baekhyun lagi.
"Tak hanya kecoa Baekhyun. Tapi semua jenis serangga dan hewan yang menurutnya kotor. Dan yaaa Chanyeol masih takut sampai sekarang" jelas Yoona berbisik pada Baekhyun. Dan tawa menggelegar Baekhyun tak terhindarkan.
"Oh Eomma, ulang tahun Chanyeol bukannya seminggu lagi ?" tanya Yoora pada Eommanya dan dibalas anggukan.
"Apa Eomma akan membuat kejutan seperti biasannya ?" tanya Yoora lagi. Dan lagi Eommanya mengangguk sebagai jawaban.
"Ulang tahun ?" tiba tiba Baekhyun bertanya.
"Ne Baekhyunee. Minggu depan Chanyeol berulang tahun. Kau tak mengetahuinnya ?" dan Baekhyun hanya menggeleng.
"Aigoo. Liat Dongsaeng kecilku ini. Bagaimana bisa tak tahu ulang tahun teman serumahnya sendiri heum" goda Yoora sambil menyenggol lengan Baekhyun.
"K-kita tak pernah membahas soal itu Noona. Kit-"
"Ya ya ya kalian pasti hanya membahas pekerjaan kan ?" belum sempat Baekhyun menyelesaikan bicaranya, Yoora sudah memotonganya lebih dulu. Karena Yoora tahu bahwa Baekhyun adalah orang yang tak terlalu terbuka. Dan begitupun dengan Chanyeol.
"Lalu berapa umur Chanyeok tahun ini Eomma ?" tanya Baekhyun pada Yoona.
"Mwo?! Kau juga tak tahu umurnya ? Astaga Baekhyunee" Yoora memekik tak menyangka.
"Umurnya 25 tahun ini Baekhyunee" dan Baekhyun hanya mengangguk tanda paham.
"Sudah sudah ayo kita selesaikan ini semua sebelum makan malam datang" ucap Eomma Baekhyun dan semua kembali fokus pada bahan bahan masakan.
Semua persiapan untuk makan malam sudah selesai. Dan ini masih jam 5 sore. Acara mkan malam sederhana ini dimulai jam 7 malam. Masih ada 2 jam untuk bersiap.
Baekhyun membawa kakinya menuju kamar Chanyeol yang berada dilantai 2. Rumah Chanyeol sudah seperti rumahnya sendiri. Yoona yang menyuruhnya. Karena Eomma Chanyeol sudah menganggap Baekhyun sperti anaknya sendiri. Begitupun sebaliknya.
Saat membuka pintu kamar Chanyeol, matanya langsung menangkap sebuah gundukan ditengah ranjang itu. Matanya memicing memastikan apakah itu Chanyeol atau bukan. Dan saat Baekhyun membawa dirinya mendekat, muka pulas Chanyeol terpampang disana. Matanya setengah terbuka jika sedang tidur. Itu tandannya Chanyeol sudah kelelahan.
Baekhyun duduk disisi kosong ranjang dan memandangi sebentar wajah bersih Chanyeol.
"Haah. Kenapa kau sempurna sekali Chanyeol ? Aku iri padamu" gumamnya seorang diri sambil menatapi wajah seseorang yang selalu membuatnya gila.
"Aku belum sempurna jika tanpamu Baekhyunee"
"Oh Kamchagiyaaa!" teriak Baekhyun kaget ketika mendengar suara Chanyeol. Ya, itu tadi suara Chanyeol.
Chanyeol langsung mendudukkan dirinya menghadap Baekhyun yang rasanya masih mengatur nafas karena keterkejutannya.
Chanyeol sebenarnya tadi sudah akan tertidur namun tiba tiba suara Baekhyun mengganggunya jadi rasa kantuknya menghilang. Ketika mendengar apa yang diucapkan Baekhyun, Chanyeol langsung menjawab seadanya saja apa yang ada dihatinya.
"Kau tak tertidur ?" tanya Baekhyun setelah nafasnya teratur.
"Ani. Tadi sebenarnya aku sudah akan tidur tapi suara merdumu terdengar jadi yaaa rasa kantukku hilang"
Chanyeol hanya menampilkan senyuman lebarnya. Dan Baekhyun memutar matanya malas.
"Lupakan saja anggap tadi aku tak mengucapkan itu" ucap Baekhyun lalu berdiri akan meninggalkan Chanyeol. Namun tangan kekar Chanyeol sudah menariknya lebih dulu. Dan berakhir Baekhyun jatuh dalam rengkuhan Chanyeol.
"Lepaskan Chanyeol. Aku mau mandi" Baekhyun memberontak berusaha melepas rengkuhan Chanyeol yang erat. Namun semakin Baekhyun meronta, Chanyeol akan mengeratkan pelukannya.
"Kenapa aku harus melupakan ucapan itu Baekhyunee ? Aku suka ketika kau berbicara mengagumi wajahku" ucap Chanyeol sambil memeluk tubuh kecil itu dan menggoyang goyangkannya.
Baekhyun sudah kehabisan tenaga untuk melawan tubuh Chanyeol. Jadi ia memutuskan untuk menyerah dan membiarkan Chanyeol memeluknya. Lagi pula pelukan Chanyeol sangat hangat dan nyaman.
"Kau sempurna Baekhyunee. Namun porsimu berbeda dengan porsiku" ucap Chanyeol pelan sambil menopangkan dagunya dikepala Baekhyun.
Yang lebih kecilpun mendongak.
"Bagaimana bisa ?" tanya si kecil protes.
"Kau terlahir untuk ku lindungi Baekhyunee. Kau juga terlahir untuk berada dibawahku" jawab Chanyeol dengan seringaian.
"Dan mendesah dibawahku" ucapnya berbisik ditelinga Baekhyun melanjutkan kalimatnya.
"Yaaaakk Dumbo mesuum" teriak Baekhyun sambil meronta. Namun kekuatan Chanyeol lebih besar jadi Baekhyun sudah pasti akan kalah.
"Sudah jangan banyak bergerak Baekhyunee. Seperti ini saja nyaman" Chanyeol mengeratkan pelukannya dan membawa Baekhyun untuk berbaring. Dan akhirnya Baekhyunpun membawa tangannya menuju punggung Chanyeol dan membalas pelukan namja yang berhasil membuatnya jatuh Cinta itu. Keduanya pun mengeluarkan senyuman meskipun tak ada yang bisa melihat satu sama lain.
Baekhyun dan Chanyeol kini sudah selesai bersiap dan turun kebawah. Acaranya masih setngah jam lagi namun bersiap lebih awal akan lebih bagus bukan.
Orang tua Chanyeol kini sedang menunggu calon besannya didepan pintu. Yoora bilang bahwa keluarga dan calonnya itu tiba 5 menit lagi. Yoorapun juga ikut berdiri didepan pintu untuk menyambut calonnya. Tangan Yoora sedari tadi tak berhenti meremas kemeja yang digunakan Baekhyun.
"Baekhyunee, aku gugup" bisik Yoora pada Baekhyun yang berdiri disampingnya. Baekhyun menoleh ketika mendengar suara Noonannya lalu menggenggam tanganya lembut. Meyakinkan bahwa semuanya akan berjalan lancar.
Mata Chanyeol melotot dari posisi sebrang Yoora dan Baekhyun. Chanyeol berdiri disamping orang tua Baekhyun yang kebetulan ikut menyambut. Matanya tertuju pada tangan Baekhyun yang menggenggam tangan Noonannya itu. Hey itu Noonamu sendiri Chanyeol apakah kau harus cemburu ? Namun segera ia tepis pikirannya itu dan berpikir positif.
Tak lama sebuah mobil sedan putih masuk kedalam halaman ruman Chanyeol. Dan keluarlah seorang Namja tinggi dan disusul dengan kedua orang dewasa yang dipastikan itu adalah orang tua kekasih Yoora.
"Annyeonghaseyo" sapa orang tua kekasih Yoora sambil membungkuk hormat. Dan dibalas dengan hangat oleh Minho dan Yoona.
"Annyeonghaseyo. Selamat datang. Silahkan masuk" Minho langsung menjabat tangan Kim Cha woo begitupun Yoona langsung menyambut Kim Chang Gi. Yoorapun membungkuk menyambut kedatangan calon mertuanya itu.
"Annyeonghaseyo Ahjusshi, Ahjumma"
"Aigoo. Apa ini calon menantuku ?" ucap Cha Woo sambil memegang pudak Yoora.
"Ne Ahjusshi. Yoora imnida" jawab Yoora dengan senyuman manisnya.
Mereka semuapun segera menuju ruang makan untuk memulai acara makan malam sederhana itu.
Diawali dengan perkenalan masing masing. Dan sedikit bercengkrama soal pekerjaan masing masing. Setelahnya makan malam berlangsung tanpa ada suara hanya ada suara dentingan sendok dengan piring.
"Chanyeol-ah bagaimana kabarmu ?" tiba tiba suara Moo Yeon menginstrupsi. Chanyeol yang merasa dipanggil langsung menatap Moo Yeon dengan mengangkat satu alisnya.
" A-aku baik. Ya kabarku baik" jawab Chanyeol sedikit gagap karena merasa Moo Yeon sudah akrab dengannya padahal Chanyeol belum pernah bertemu sama sekali. Moo Yeon hanya tersenyum dan mengangguk.
"Apa kau masih menangis jika melihat kecoa-"
Uhuk uhuk
Mata Chanyeol seketika melebar ketika mendengar ucapan Moo Yeon. Kenapa dia bisa tahu tentang dirinya ? Apa Yoora menceritakannya agar bisa mempermalukannya jika sudah bertemu dan dipandang lemah jika sudah menjadi adik iparnya ? Tapi itu tak mungkin. Noonanya tak sejahat itu.
Semua yang berada di meja makan itu terdiam karena mendengar Chanyeol tersedak. Baekhyunpun yang kebetulan duduk disampingnya segera mengelus punggung Chanyeol.
"Bagaimana kau bisa tahu ? Apa Noona menceritakannya padamu ?" tanya Chanyeol pada Moo Yeon yang masih tersenyum.
"Kau tak ingat aku ?" Chanyeol hanya mengangkat satu alisnya lagi seperti bertanya.
"Dia yang memalak kita waktu itu Chanyeol. Dia yang menakutimu dengan kecoa mainan."
"Mwo?!" teriak Chanyeol kaget setelah mendengar jawaban dari Noonannya.
"Bagaimana bisa ? Kenapa aku tak tahu ?" tanya Chanyeol pada Yoora.
"Ceritanya panjang Chan. Noona sering bertemu dengannya di taman sekolah dan yaa akhirnya kita sampai sekarang" jawab Yoora singkat.
"Bwahahaha" suara tawa Baekhyun memecahkan ketengan semua orang lalu disusul tawa para orang dewasa.
"Astaga Chanyeol, kau takut kecoa ?" tanya Baekhyun masih dengan tawanya. Yang ditanya hanya memelototkan matanya pada sipenanya.
"Yaakk Baekhyunee kau jangan tertawa terus. Aiissshh" teriak Chanyeol yang berusaha menutup mulut Baekhyun agar tak menertawainya terus menerus.
Setelahnya keluarga itu membicarakan rencana pernikahan Yoora dan Moo Yeon.
"Kalian akan pulang ?" tanya Sooyoung pada Chanyeol dan Baekhyun yang masih duduk di ruang tv. Acara makan malam mereka sudah selesai setengah jam yang lalu. Dan Chanyeol Baekhyun kini tengah bersantai diruang tv.
Sooyoung menghampiri kedua namja itu yang tengah saling bersandar. Sooyoung mendudukkan dirinya disamping Baekhyun, setelahnya Baekhyun langsung berpindah sadaran pada Sooyoung dan memeluk Eommanya itu.
"Molla Eomma. Sebenarnya aku sudah mengantuk" bukan Baekhyun yang menjawabnya melainkan Chanyeol. Ini masih jam setengah 10 malam tidak terlalu malam untuk melakukan perjalan pulang ke Apartemennya. Namun matanya sudah mengantuk sekali karena tadi sore ia tak jadi tidur karena Baekhyun.
"Wae ? Kita harus pulang Chanyeol" sahut Baekhyun.
Sooyoung hanya memandangi kedua Namja itu. Entah kenapa jika melihat Chanyeol dan Baekhyun akur itu sebuah keindahan. Sooyoung terlalu sering melihat Chanyeol yang selalu berteriak karena mendapat pukulan dari Baekhyun. Sooyoung memaklumi itu karena tahu bagaimana sifat anak bungsunya itu dengan orang lain. Baekhyun yang akan berbicara sangat cuek pada orang lain dan Chanyeol yang suka menggoda Baekhyun. Mereka sangat cocok menurut Sooyoung.
"Tidurlah disini saja Baekhyunee. Besok hari minggu kan ?" Sooyoung mencoba untuk membujuk Baekhyun. Baekhyun menegakkan tubuhnya lalu melihat Chanyeol yang sudah memejamkan matanya.
"Geurrae Eomma. Aku akan tidur disini" lalu Baekhyun berdiri dan berjalan menuju kamar Chanyeol. Sooyoung mengerutkan keningnya.
"Hey Baekhyunee kau meninggalkan Chanyeol" ucap Sooyoung. Baekhyun hanya menoleh pada Sooyoung sebentar lalu berjalan lagi. Chanyeol masih dengan posisi tertidurnya. Sooyoung memandangi Chanyeol sebentar lalu mengelus surai hitam tebalnya.
"Eomma tahu kau sangat Sayang sama Baekhyunee Chan. Tolong jaga anak nakal Eomma yaaa" ucap Sooyoung pelan lalu tersenyum.
"Chanyeol-ah, irreona. Pindahlah kekamar Baekhyun sudah menunggumu" Sooyoungpun membangunkan Chanyeol. Chanyeol mengucek matanya sebentar lalu membenarkan posisi duduknya.
"Geurrae Eomma aku akan menyusulnya. Jaljjayo Eomma. Annyeong" Chanyeol berdiri lalu memeluk Sooyoung sebentar dan tak lupa mencium pipi kanan kiri Eomma keduanya itu. Sooyoungpun hanya tersenyum dan ikut melangkah menuju kamar tamu rumah itu.
Chanyeol berjalan sedikit gontai karena matanya benar benar berat untuk dibuka. Ia masuk kedalam kamar langsung membuka kemejanya tanpa melihat keadaan disekelilingnya. Ditempat tidur sana ada mata yang sedang melebar karena pemandangan yang tiba tiba.
"Yakk Chanyeol tak bisa kah kau ganti baju di kamar mandi ?!" bantalpun melayang saat itu juga mengenai wajah Chanyeol. Untung Chanyeol menangkapnya dengan sigap.
Chanyeol hanya menatap bantal itu lalu berjalan kearah Baekhyun dan meletakannya disamping Baekhyun.
"Aku gerah Baekhyun"
"Mandilah dulu" ucap Baekhyun ketus lalu kembali pada ponselnya.
Bukan menuju kamar mandi, Chanyeol malah mengambil posisi berbari disebelah Baekhyun dengan keadaan masih dengan dada telanjang.
"Kenapa malah tidur dumbo. Mandi dulu. Badanmu bau" pekik Baekhyun sambil mendorong dorong badan Chanyeol agar pergi mandi.
Chanyeol tetap tak bergerak malah menghadapkan tubuhnya kearah Baekhyun.
"Tidur Bawkhyunee. Ini sudah malam" ucapnya dengan mata tertutup. Baekhyun hanya memandangi Chanyeol heran. Akhirnya Baekhyun juga memilih untuk membenarkan posisinya lalu ikut tertidur disebelah Chanyeol.
Setelah tak terdengar suara apapun, Chanyeol membuka matanya perlahan dan melirik Baekhyun yang kelihatannya sudah tertidur pulas. Chanyeol melambaikan tangannya didepan wajah Baekhyun untuk mengechek apakah si kecil sudah tidur atau belum.
Dengan tiba tiba Chanyeol langsung memeluk tubuh Baekhyun dari belakang. Baekhyun langsung terbangun ketika ada yang mengusik tidurnya. Matanya terbuka perlahan lalu melihat kearah tangan yang melingkar dipinggangnya.
"Dumbo mesum lepaskan tanganmu~~" Baekhyun bersuara dengan nada yang sangat rendah khas orang yang baru terbangun dari tidur. Chanyeol terkekeh pelan melihat ekpresi Baekhyun. Bukan malah melepaskan, Chanyeol malah mempererat pelukannya.
"Biar seperti ini Baekhyunee" ucap Chanyeol berbisik ditelinga Baekhyun dengan suara rendahnya yang sexy. Baekhyun yang mendengarnya merasa sangat geli. Suara itu suara favoritnya. Tanpa pikir panjang Baekhyun langsung membalikkan tubuhnya menghadap Chanyeol dan langsung disambut dengan dada bidang orang yang ia Cintai.
Chanyeol tersenyum melihat respon Baekhyun dan langsung memeluknya lebih erat.
"Tidurlah Baekhyunee. Jalljayo"
Chup~~
Chanyeol mengecup pucuk kepala Baekhyun lama dan menghirup harum rambut Baekhyun favoritnya. Didalam pelukan Chanyeol, Baekhyun tersenyum dan pipinya merah.
Chup~~
"Jalljayo Chanyeollie"
Baekhyunpun akhirnya memberanikan diri mencium dada bidang Chanyeol lalu membenamkan wajahnya lebih dalam lagi karena malu. Dan ini untuk pertama kalinya Baekhyun mencium Chanyeol tanpa paksaan dari Chanyeol.
.
.
.
.
.
.
.
Tebeceeeeee...
.
.
.
.
.
Annyeong...
Akhirnya Chapter 14 terbit juga hahaha
Sempet kehilangan mood nulis gegara ada sedikit masalah sama real life.
Tapi ketika melihat MV Love Shot, moodku kembali yeeeey.
Gimana gays ? Kepanjangan gak sih ? Atau ngebosenin.
Plissss review juceyooooo 'ㅅ'
.
.
Chanbaek is REAL…
