My Secretary

Chapter 15

.

.

Bagi sebagian orang hari senin adalah hari yang sangat menyebalkan. Begitupun dengan Baekhyun, ia merasa hari senin adalah hari yang sangat melelahkan. Bagaimana tidak, terkadang Baekhyun pagi pagi sekali harus menyiapkan semua berkas yang akan dibahas di meeting rutin kantor. Belum lagi ia harus mengatur jadwal CEOnya. Dan terkadang ia juga harus ikut Chanyeol meeting diluar, dikantor koleganya.

Jemari lentiknya tak berhenti menari di atas keyboard komputer kerjanya. Disampinya masih ada Laptop bergambar IronMan kesayangannya juga. Sesekali tangannya berpindah pada Laptopnya. Mengechek semua laporan yang masuk padanya. Sebenarnya tugas ini bisa dibagi dengan Kyungsoo. Namun Baekhyun tahu Kyungsoopun juga kualahan. Perusahaan Chanyeol kini tengah diatas puncak kejayaan. Semua perusahaan dari penjuru dunia sedang berlomba lomba untuk menjalin kerja sama dengan Park Group.

Ketika tengah serius pada pekerjaannya, Ponsel Baekhyun tiba tiba bergetar disamping kanannya. Ia raih Ponselnya dan Nama Sekertaris Jung muncul disana. Jung Minju adalah Sekertaris dari The Land Group. Tangan kanan Lee Yuan.

"Yeobbseyo ?"

"..."

"Ne ?"

"..."

"Ah begitu. Sebentar akan saya bicaran dengan Park Sajangnim dulu. Nanti saya hubungi kembali"

"..."

"Ne. Annyeong"

Setelah panggilan itu berakhir, Baekhyun langsung membuka kontak dan mengetikan nama Chanyeol.

Tuut Tuut Tuut

"..."

"Sajangnim eoddiseoyo ?"

"..."

"Bisakah kau keruangan sebentar ? Ada yang perlu kita bicarakan mengenai kerjasama dengan The Land Group"

"..."

"Ne Sajangnim"

Baekhyun memutuskan panggilannya dan kembali fokus pada bahan untuk meeting hari ini. Namun pikirannya merasa aneh dengan permintaan Sekertaris Jung yang mendadak.

"Ah mungkin hanya perasaan saja" gumam Baekhyun sendiri. Tak lama pintu ruangan itu terbuka.

" Waeyo Baekhyunee ?" Chanyeol membawa langkah kakinya menuju meja Baekhyun. Baekhyun tak langsung berdiri namun malah menatap tajam CEOnya itu.

"Ini di kantor Sajangnim" ucapnya dengan membungkuk malas. Berniat untuk mengingatkan kalau Baekhyun tak suka jika di panggil seperti itu ketika berada dikantor.

"Sekarang kita hanya berdua Baekhyunee tak ada siapa siapa disini" dengan segera Chanyeol mengambil posisi didepan Baekhyun. Sebentar Baekhyun memandangi wajah Chanyeol yang belakangan ini tampak sedikit lebih tampan dengan tatanan rambut Hitam pekat dan di model Hair up. Jangan lupakan dengan posisi berdirinya sambil memasukan tangannya dikedua sisi kantong celana yang menambah kharismanya.

"Sekertaris Jung tadi menelfonku, katanya Yuan Sajangnim ingin memindah tempat pembangunan Apartementnya menjadi di Pulau Jeju" Baekhyun berbicara sambil membuka email yang baru saja masuk dari Sekertaris Jung.

" Mwo?! Kenapa mendadak Baek ?" tanya Chanyeol sambil mendekat melihat isi email yang ditunjukan Baekhyun.

"Mollha Sajangnim. Sekertaris Jung tadi hanya mengatakan seperti itu. Tapi di dalam email ini dijelaskan bahwa tempat yang akan didirikan Apartment itu tak mendapatkan ijin dari pemerintah" jelas Baekhyun pada Chanyeol. CEOnya itu hanya mengangguk angguk.

"Apa jika pindah di Jeju tempatnya sangat setrategis ?" Baekhyun menoleh dan menggelengkan kepalanya.

"Disini tak dilampirkan foto tempatnya Sajangnim. Hanya di cantumkan alamatnya saja" Baekhyun kembali membaca emailnya dan melihat alamat yang rencananya akan dibangun Apartemen itu.

"Kalau begitu siang ini lakukan meeting dengan Yuan Baek. Agar kita tidak terlalu lama berhubungan dengan Yuan" ucap Chanyeol sambil melangkah menuju mejanya.

"Ne Sajangnim" dengan cepat Baekhyun langsung menghubungi Sekertaris Jung dan berkata siang ini dilakukan meeting.

"Kenapa mendadak sekali Chan?" tanya Kyungsoo yang berjalan disampingnya. Kini Chanyeol dan Kyungsoo sedang berjalan menuju ruang meeting. Meeting kali ini hanya diikuti oleh Chanyeol, Baekhyun dan Kyungsoo.

"Mollha Hyung. Tadi pagi tiba tiba Sekertaris Jung menghubungi Baekhyun, bahwa Yuan ingin memindahkan proyek ini ke Pulau Jeju. Namun entah kenapa aku rasa ini sedikit tak beres" ucap Chanyeol sedikit cemas karena sejujurnya sejak Baekhyun mengatakan bahwa Yuan ingin memindahkan proyek mereka, Chanyeol merasa ada yang mengganjal. Namun entah kenapa.

Kyungsoo hanya menganggukan kepalanya dan segera masuk keruang meeting. Baekhyun sudah berada disana 10 menit yang lalu dan mempersiapkan semua yang akan dibahas di meeting dadakan kali ini.

"Annyeong Baekhyun" Baekhyun mendongak setelah mendengar suara Kyungsoo.

"Annyeong Kyungsoo" balasnya dambil tersenyum. Baekhyun langsung berdiri dan membungkukkan badannya.

"Kau tak menyapa Bossmu Tuan Byun ?" ucap Chanyeol sambil berjalan menuju kursi nya.

"Annyeong Sajangnim" sapanya dengan nada datar. Baekhyun akan seperti itu jika ada seseorang diantar Chanyeol dan dirinya. Sekalipun itu Kyungsoo. Terkecuali dengan keluarga mereka berdua.

"Sudah siap semua Baek?" tanya Kyungsoo yang juga duduk disebelah Chanyeol.

"Ne Kyungsoo. Semuanya sudah siap" ucap Baekhyun sambil menyerahkan bahan meetingnya.

Tok Tok Tok

Tak lama pintu terbuka dan menampilkan Sekertaris Jung dan Lee Yuan. Mereka hanya datang berdua.

Mata Chanyeol, Baekhyun, dan Kyungsoo sedikit melebar karena kedatangan Lee Yuan yang hanya membawa Sekertarisnya.

"Annyeonghaseyo Park Sajangnim" sapa Sekertaris Jung sopan dan selanjutnya membungkuk hormat.. Chanyeol, Baekhyun dan Kyungsoo segera berdiri dan membungkuk hormat.

"Silakan duduk Jung-ssi" Kyungsoo mempersilakan duduk tamunya.

Yuan mengambil duduk tepat disamping Baekhyun, sedangkan Jung Minju duduk disebelah Kyungsoo.

"Bisa kita buka meeting dadakan ini ?" dan semua orang didalam ruangan itu mengangguk.

"Langsung pada intinya saja Yuan-ssi. Kenapa tiba tiba memindahkan proyek ke Jeju ?" tanya Chanyeol langsung to the point. Chanyeol benar benar tak suka dengan tatapan Yuan yang menurutnya sangat menjijikkan.

"Ahh begini Park Saja-"

"Saya bertanya pada Yuan-ssi Noona Jung" Chanyeol menyela ucapan Jung Minju.

"Ah. Mianhae Chanyeol-ssi harus memindahkannya secara mendadak. Tapi tempat untuk proyek kita di Jepang tak mendapatkan ijin dari pemerintah. Jadi aku langsung mencari tempat lain dan kita mendapatkannya di Pulau Jeju" jelas Yuan pada Chanyeol dengan suara yang sedikit dibuat buat.

Chanyeol terdiam sebentar melirik kearah Baekhyun dan Kyungsoo.

"Apa kali ini anda sudah mendapatkan ijin untuk yang di Pulau Jeju Lee Sajangnim?" kini Baekhyun yang bertanya. Chanyeol sedikit menyunggingkan senyumnya sedikit atas pertanyaan Baekhyun. Ini yang ia suka dari Baekhyun. Baekhyun selalu tahu apa yang Chanyeol inginkan tanpa mengatakannya namun hanya dalam hal pekerjaan. Untuk hal pribadi Baekhyun sedikit gengsi.

"Ne. Kita sudah mendapatkannya" Jung Minju langsung menyodorkan surat permohonan ijin pembangunan dari Pemerintah setelah Yuan menjawab.

Kyungsoo mengambil surat itu dan membacanya. Sedikit ada yang mengganjal namun Kyungsoo tak tahu itu apa. Kyungsoo memastikan surat itu dengan sesama lalu menyimpannya pada Mapnya.

"Bagaimana bisa anda berani menawarkan kerja sama pembangunan Apartement sebelum mendapatkan ijin ? Dan..." Baekhyun menggantungkan kalimatnya dan mengambil selembar kertas dari dalam Mapnya dan menyodorkannya pada Yuan dan Minju.

"Jika benar belum mendapatkan ijin, berarti surat ini adalah palsu ?"

SKAK MAT.

Yuan dan Minju langsung melebarkan matanya. Yuan gelagapan dengan pertanyaan Baekhyun. Minju tak bisa berkata apa apa. Namun Yuan masih mengontrol emosinya untuk menutupi dari Chanyeol agar rencana yang telah ia susun rapi tak terbongkar.

"Ah.. Mianhae Baekhyun-ssi. Itu bukan palsu, hanya saja syarat pengajuannya ada yang kurang dari kami dan Pemerintah langsung membatalkan ijin pembangunannya itu. Bisa kau lihat itu stampel asli dari pemerintah" jelas Yuan pada Baekhyun. Baekhyun memandang Yuan dan Minju bergantian lalu menarik kertas itu dan kembali memasukannya dalam Map.

Yuan menatap Baekhyun tajam, matanya benar benar seperti akan membunuh Namja Sekertaris Park Group itu. Kyungsoo menyadari pandangan Yuan pada Baekhyun dan sudah menarik sebuah kesimpulan bahwa Yuan sangat membenci Baekhyun.

"Baiklah. Bisa kau tunjukkan foto tempat yang akan kita bangun ?" ujar Chanyeol. Minjupun segera menyodorkan beberapa lembar foto tempat yang akan dibangun Apartemen itu.

"Letaknya cukup strategis. Tak terlalu jauh dengan Bandara maupun tempat wisata disana" Chanyeol, Baekhyun dan Kyungsoo memperhatikan penjelasa Minju. Namun Yuan tak mendengarkan Minju sama sekali, melainkan menatap CEO Park Group itu dalam dalam.

"Baiklah. 2 hari lagi kita survei kesana. Baekhyun, Kyungsoo kita berangkat dan ajak Park Jaehyun juga. Dia ku tunjuk jadi kepala Proyek kali ini" Kyungsoo dan Baekhyun menganggukkan kepalany tanda mengerti.

"Kalau begitu rapat saya tutup. Sekian dan terima kasih" Chanyeol langsung menjabata tangan Minju dan Yuan. Ketika Chanyeol akan melangkah keluar ruangan, Yuan memanggilnya. Yang dipanggil menoleh kebelakang tempat Yuan berdiri.

"Apakah makan siang ini anda ada acara ? Saya ingin mengajak anda makan siang diluar" ucap Yuan dengan senyum yang dibentuk semanis mungkin.

Chanyeol hanya mengangkat satu alisnya lalu membawa pandangannya menuju Namja kecil yang berada di belakang Yuan. Bukan, Bukan Kyungsoo, tapi Baekhyun.

"Mianhae Yuan-ssi saya sudah ada acara siang ini. Annyeong" Chanyeol langsung melangkahkan kakinya keluar ruangan. Tangan kanan kiri Yuan mengepal di samping tubuhnya. Lagi lagi Kyungsoo menyadari kelakuan Yuan. Kyungsoo yakin bahwa Yuan mengukai CEOnya itu.

Tak lama Baekhyun dan Kyungsoopun berpamitan pada Minju dan Yuan dan langsung menyusul Chanyeol keluar ruangan.

"Soo?"

"Hhmm?"

"Soo~?"

"Hhmm?"

"Kyungsoo~~?"

"Wae Baekhyun Wae Wae ?"

"Hehe gitu dong kalau dipanggil" Baekhyun hanya menyengir ketika melihat Kyungsoo marah.

Setelah meeting tadi Baekhyun tak langsung kembali pada ruanganya. Ia malah merebahkan dirinya diruangan Kyungsoo.

"Apa kau merasa ada yang aneh pada Proyek bersama Yuan kali ini ? Ya memang sih aku belum banyak menjalankan Proyek di perusahaan ini, tapi entah kenapa di dalam Proposalnya banyak terdapat keganjilan" ucap Baekhyun sambil menggerakan tangannya. Kyungsoo menatap Baekhyun dan terdiam.

"Apa kau sepemikiran denganku ?" tanya Baekhyun lagi. Kini ia mendudukkan dirinya disofa dan menghadap Kyungsoo yang berada dimeja kerjanya.

"Kau benar Baek. Aku juga merasa ada yang ganjal" jawab Kyungsoo sambil mengangguk.

"Apa dia berencana akan menjatuhkan Chanyeol ? Atau berencana membuat Chanyeol bangkrut ?" berbagai kemungkin bersarang pada pikiran Baekhyun.

"Tapi Yuan sepertinya menaruh Hati pada Chanyeol Baek"

"Mwo?!"

CKLEK

Pintu terbuka setelah Baekhyun memekik terkejut dengan penuturan Kyungsoo.

"Oh Sajangnim" sapa Kyungsoo langsung berdiri dan memberi hormat pada CEOnya. Ya itu Chanyeol yang membuka pintunya. Baekhyun juga langsung berdiri dan memberi hormat.

"Kenapa kau disini Baek ?" tanya Chanyeol.

"Hanya berkunjung. Apa tak boleh ?" Baekhyunpun malah tanya balik.

"Hyung kau sudah makan ?" kini Chanyeol pada Kyungsoo.

"Masih menunggu Jongin datang" sambil menggelengkan kepalanya tanda belum makan.

Chanyeol mendudukkan tubuhnya disofa samping Baekhyun.

"Kau tak makan Baek ?" kini kembali bertanya lagi pada Sekertarisnya.

"Belum lapar Sajangnim" ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.

"Apakah mau makan siang bersama ?" tanya Chanyeol sambil memandangi Kyungsoo dan Baekhyun bergantian.

"Wuahhh apa ada yang akan menraktir makan siang ?" tiba tiba sebuah suara muncul dari arah pintu ruangan Kyungsoo. Ternyata itu Jongin kekasih Kyungsoo yang datang langsung masuk kedalam ruangan dan duduk disebelah Chanyeol.

"Apa kau akan menraktir kita Park Sajangnim ?" goda Jongin sambil menaik turunkan alisnya pada Chanyeol. Yang digoda hanya memutar matanya malas. Namun Chanyeol sedikit berpikir tak masalah sekali sekali menraktir orang kesayangannya ini lagi pula itu tak akan menghabiskan uangnya.

"Geurrae. Kalau begitu jjaah aku yang akan menraktir kalian" ucap Chanyeol sambil berdiri. Kyungsoo, Jongin dan Baekhyun langsung bersorak senang. Tanpa pikir panjang mereka berempat segera keluar dan menuju restaurant favorit Chanyeol yang tak jauh dari kantornya. Mereka berada dalam satu mobil.

Kurang lebih 10 menit, akhirnya mereka sampai di restaurant. Memarkirkan mobilnya apik lalu keluar dan diikuti Baekhyun , Kyungsoo dan Jongin.

Mereka memasuki restaurant itu dan memilih tempat duduk yang berada di pojok restaurant itu. Seorang pelayan langsung menghampiri mereka dan mencatat beberapa pesanan mereka dan meninggalkan mereka untuk menyiapkan pesanannya.

"Bagaimana proyeknya Jongin ? Apa ada kendala ?" Chanyeol menjadi orang pertama yang membuka suara.

"Ani Chan. Semuanya berjalan lancar. Kita sudah sampai ditahan pemasangan paku bumi untuk pondasinya" penjelasan Jongin membuat Chanyeol mengangguk paham.

"Bisakah kita tak membicarakan pekerjaan di jam makan siang ? Ini diluar bukan dikantor" Baekhyun menggerutu karena percakapan dua sahabat popok itu dan keduanya tertawa melihat ekspresi kesal Baekhyun.

Tak lama pesanan mereka datang. Sesekali dipertengahan acara makan mereka, mereka saling lempar candaan dan membicarakan hal hal random.

"Chanyeol, bukankah 2 hari lagi kau Ulang tahun ?" ucap Jongin setelah meminum Ice Cappucinonya. Chanyeol hanya menganggukan kepalanya dengan keadaan mulut masih penuh dengan makanan.

"Apa kau akan membuat pesta Chan ?" kini ganti Kyungsoo yang bertanya dan Chanyeol hanya menggeleng.

"Tumben sekali ? Apa uangmu sudah habis Chan ?"

Uhuk Uhuk

Chanyeol tersedak ketika mendengar ucapan Kyungsoo. Dengan cepat Chanyeol meraih minumannya dan menenggaknya sekali teguk.

"Yaaak! Hyung aku tak semiskin itu" teriak Chanyeol setelah mukutnya kosong dari makanan. Kyungsoo hanya tertawa disusul Jongin dan Baekhyun.

"Oh Kris Hyung!" tiba tiba Baekhyun berseru ketika melihat seseorang itu.

Yang dipanggil menoleh dan menatap Baekhyun sebentar. Saat Kris akan menghampiri Baekhyun tiba tiba seseorang keluar dari ruangan yang sama dengan Kris.

"Oh Lee Sajangnim" Baekhyun juga menyebutkan nama seseorang yang tepat berada dibekalang Kris.

Yang lainnya menoleh dan mengarahkan pandangannya pada dua orang yang berdiri tidak jauh dari meja tempat mereka makan.

Yang dipanggil menghampiri mereka berempat. Semuanya berdiri dan menyapa Kris dan Yuan.

"Sedang makan siang heum ?" tanya Kris pada Baekhyun sambil mengusak rambutnya pelan. Yang ditanya hanya mengangguk dan tersenyum.

"Apa Kris Hyung mengenal Lee Sajangnim ?"

"Panggil Yuan saja ketika di luar Baek" selat Yuan saat Kris akan menjawab pertanyaan Baekhyun.

"Hanya baru mengenalnya saja Bee" dan Baekhyun hanya mengangguk. "Baru mengenalnya ? Tapi Chanyeol pernah bilang bahwa mereka sepasang kekasih, kenapa sekarang berkata baru mengenalnya ?" Guman Baekhyun dalam hati.

Apa Baekhyun tak tahu bahwa ada seseorang orang yang sedari tadi melotot melihat mereka berdua ? Dan hei apa apaan itu baru mengenal ? Bukannya mereka akan menikah ? Munafik sekali. Gerutunya sendiri.

Chanyeol sudah mengepalkan tangannya sejak tadi, namun ia tak mau membuat Baekhyun marah seperti waktu itu. Dan memilih diam dan melihat kearah lain.

"Apa kalian tak mau bergabung ?" Kyungsoo menawari Kris dan Yuan untuk bergabung. Namun Yuan dengan cepat menggeleng.

"Ahh Mianhae Kyungsoo-ssi aku terburu-buru. Kris aku duluan. Bye semuanya" Yuan melambai dan berjalan keluar.

"Mianhae juga Bee aku juga ada urusan lain kali saja Ne. Annyeong" Krispun juga pamit dan meninggalkan mereka.

"Heol. Apa apaan dia memanggilmu Bee ?" tiba tiba suara Chanyeol mengintrupsi Baekhyun. Baekhyun langsung menoleh pada Chanyeol dan menatapnya.

"Emang apa salahnya Chanyeol ? Itu panggilannya untukku dari pertama kenal dulu" jelas Baekhyun. Dan Chanyeol hanya memutar matanya malas lalu duduk kembali dan melanjutkan makan siangnya. Moodnya sudah rusak hanya gara gara melihat interaksi Kris dengan Baekhyun.

Setelah mereka semua menghabiskan makanannya. Mereka kembali kekantor dan melanjutkan pekerjaannya.

Entah apa yang membuat Chanyeol diam seribu bahasa kali ini. Baekhyun pikir ia tak melakukan kesalahan sama sekali hari ini. Namun Chanyeol mendiaminya. Hanya menjawab seperlunya.

"Kau marah padaku ?" sebuah gelengan yang hanya didapatkan Baekhyun.

Kini mereka tengah makan malam. Baekhyun memasakkan sup rumput laut dan beberapa lauk untuk dimakan bersama Chanyeol.

"Chanyeol-ah, 2 hari lagi kau berulang tahun kan ? Apa yang kau inginkan Chanyeol ?" usahanya mencairkan suasana yang canggung. Namun Chanyeol hanya menggeleng.

Baekhyun masih beripikir bagaimana caranya untuk mencairkan suasana yang menyelubungi mereka. Bibir mungilnya tetap mengunyah namun otaknya berpikir mencari cara.

"Haaaah, kenapa kau diam saja Chanyeol ? Apa aku ada salah padamu ? Atau makannya kurang enak heuh ?" tanya Baekhyun frustasi karena sudah tak menemukan cara lagi untuk membuat Chanyeol angkat suara.

Helaan nafas putus asa terdengar dari bibir Baekhyun. Menyandarkan punggungnya pada kursi meja makan dan memainkan makanannya tanpa berniat memakannya. Chanyeol hanya melirik sebentar melihat apa yang Baekhyun lakukan lalu kembali fokus pada makanannya.

Tiba tiba mata Baekhyun melebar mengingat sesuatu.

"Aaahhhh, apa kau marah padaku karena kejadian tadi siang ?" badannya ia codongkan kedepan dan melipat kedua tangannya diatas meja sambil menatap Chanyeol.

Uhuk Uhuk

Chanyeol terbatuk kaget mendengar ucapan Baekhyun. Pasalnya ucapan Baekhyun memang benar. Chanyeol segera mengambil minum dan menetralkan nafasnya lalu kembali memakan makanannya dengan tenang.

"Apa tebakanku benar Chanyeol ?" Baekhyun benar benar tak menyerah karena ia merasa tak nyaman dengan Chanyeol yang menjadi mendadak pendiam sedangkan biasanya dia selalu banyak tingkah. Namun masih sama Chanyeol tak menjawab malah membawa piring makannya menuju tempat cuci piring dan berjalan kekamarnya.

Baekhyun mengusak rambutnya frustasi. Tanpa pikir panjang Baekhyun membereskan semuanya lalu berjalan menuju kamar Chanyeol. Mengetuk pintu itu sebentar. Biasanya Baekhyun tak pernah mengetuk pintu Chanyeol jika ingin masuk. Namun kali ini suasannya kurang baik jadi ia mengetuknya sebagai tanda.

Tak ada jawaban dari Chanyeol, akhirnya Baekhyunpun memutuskan untuk masuk saja.

"Chanyeol-ah, apa kau sudah tidur ?"

Baekhyun melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar Chanyeol yang sedikit temaram karena lampu kamar itu padam. Hanya ada cahaya dari lampu lampu kota yang langsung menembus jendela kamar Chanyeol.

Baekhyun melihat ada gundukan ditengah ranjang Chanyeol. Baekhyun tahu itu pasti Chanyeol, dan Baekhyun mencoba memutari ranjang Chanyeol dan duduk disamping ranjang Chanyeol. Baekhyun sengaja menghampiri bagian depan Chanyeol agar biasa melihat ia tidur atau tidak. Namun sayang wajah itu penuh tertutup selimut.

"Chanyeol-ah, irreona. Aku ingin bicara padamu" Baekhyun berucap pelan agar tak membuat Chanyeol kaget.

Baekhyun kembali mencoba berbicara lagi, namun tetap tak ada respon dari Chanyeol.

"Chanyeol-ah, aku tahu kau marah padaku. Kau marah karena Kris kan ? Itu kali pertama aku bertemu dengannya setelah kejadian beberapa bulan lalu. Aku sudah tak pernah berkomunikasi dengannya Chanyeol-ah. Dan panggilan itu sudah ia gunakan sejak pertama kali berkenalan denganku dulu. Kumohon jangan marah Chanyeol-ah. Aku hanya sebatas teman Chanyeol-ah Jebball" Baekhyun tertunduk setelah mengucapkan semuanya. Entah kenapa sekarang ia tak suka di abaikan oleh Chanyeol.

Seseorangpun hanya terkekeh pelan sambil bersendekap dada didepan kamar mandi. Menertawakan apa yang dilakukan si kecil. Setelah ia puas tertawa pelan, kaki panjangnya ia bawa mendekat pada si kecil yang tengah tertunduk pinggiran ranjangnya. Berjalan sambil menyimpan kedua tangannya pada saku celana rumahannya.

"Kau bicara pada siapa Baekhyun ?"

Yang di panggil segera menoleh ke sumber suara. Dan dalam sekejap matanya melebar. Menatap seseorang yang memanggilnya dan kembali menatap ranjang yang Baekhyun duduki.

"K-kau siapa ?" Baekhyun tiba – tiba menjadi gagap. Yang ditanya hanya menaikkan satu alisnya.

"Aku ? Aku Chanyeol Baek"

"Aniya, Chanyeol sedang tidur" ucapnya cepat. Baekhyun kembali menatap gundukkan itu memastikan bahwa itu adalah Chanyeol sedangkan yang berdiri disampingnya adalah hantu mungkin ?

Baekhyun menatap itu bergantian lalu dengan cepat menyibak selimut yang menutupi gundukkan itu tadi. Matanya kembali terbelalak ketika tahu gundukan itu adalah hanya sebuah guling.

Chanyeol yang disampingnya tertawa keras menertawakan kepolosan Baekhyun. Yang ditertawakan hanya bisa merengut kesal. Dengan cepat berdiri dan berjalan keluar kamar sambil menghentakan kakinya tanda bahwa ia tengah marah. Sebelum tubuh Baekhyun berjalan menjauh, Chanyeol lebih dulu menangkap pergelangan tangan Baekhyun. Tubuh mungil Baekhyun langsung mendarat pada dada lebar Chanyeol yang hanya terbalut kaos tipis.

Wangi tubuh Chanyeol adalah favorite Baekhyun. Sebentar ia terbuai dengan aroma maskulin yang menguar dari tubuh Chanyeol, otaknya langsung bekerja dengan cepat mengingatkan bahwa ia tengah merajuk karena merasa dibohongi. Hey dibohongi dari mana ? kau sendiri yang tak mengecheknya lebih dulu Baekhyun. Tangannya yang berada tepat di dada Chanyeol langsung memukul secara brutal minta dilepaskan namun bukan Chanyeol bila tak menggoda Baekhyun.

"Yaaakkhh. Hentikan Baek ini sakit. Aauchhh" pekik Chanyeol saat Baekhyun tak menghentikan aksinya memukuli dada indah Chanyeol.

"Biar saja. Biar kau tahu rasa" Baekhyun masih berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan Chanyeol. Namun nyatanya tenaga Chanyeol tetap lebih besar, mau bagaimanapun Baekhyun memberontak dia pasti akan kalah.

Dirasa sudah tak ada pergerakan dari Baekhyun, Chanyeol perlahan lahan membawa Baekhyun menuju pinggiran ranjangnya, mendudukan sikecil dan Chanyeol berlutut didepannya.

"Tadi kau bilang ingin bicara padaku ? Sekarang bicaralah" tangan besar Chanyeol menggenggam kedua tangan Baekhyun mengusapnya sayang. Baekhyun yang awalnya hanya menundukan kepalanya kini memberanikan diri menatap manik mata Chanyeol. Lama Baekhyun memandangi Chanyeol tanpa suara, ia kembali menundukan kepalanya.

"Hey tak apa Baekhyunee. Bicaralah heum" ucap Chanyeol meyakinkan.

"Mianhae soal tadi siang" cicit Baekhyun masih denga kepala menunduk.

Telunjuk Chanyeol arahkan pada dagu Baekhyun lalu mengangkatmya perlahan dan bertemu lagi dengan mata Chanyeol.

"I-itu panggilan darinya untukku sejak kita pertama kali kenal Chan. Aku mohon kau jangan marah" cicitnya lagi kini dengan nada yang bisa dibilang seperti anak kecil tak dibelikan permen.

"Arraseo Baekhyunee. Aku tak marah"

"Tapi kenapa kau masih mendiamiku ? Aku tak sudah diacuhkan Chan~"

Benar – benar menggemaskan pikir Chanyeol. Cara bicaranya, mimik wajahnya, suaranya semuanya benar – benar membuat Chanyeol jatuh lebih dalam pada pesona Baekhyun.

Chanyeol tersenyum sebentar lalu membawa tubuhnya mendekat pada Baekhyun dan memeluk Namja kecil itu sebentar lalu melepaskannya lagi.

"Aku tak marah Baekhyunee. Hanya saja apa kau belum menyimpulkan apa yang terjadi tadi siang ?"

"Heuh ?" alis Baekhyun terangkat satu tanda bertanya.

"Kris dan Yuan. Apa kau tak paham ?"

"Dia bilang baru kenal Chan. Lagian Kris juga seorang CEO. Mungkin saja mereka sedang ada bisnis bersama seperti Yuan dan kita Chan"

Chanyeol tersenyum tipis mendengar penjelasan Baekhyun. Ternyata Namja didepannya ini masih belum bisa menangkap gelagat dari 2 orang yang tak sengaja bertemu tadi siang.

"Baiklah jika itu kesimpulanmu. Sekarang pergilah tidur ini sudah jam 9 lewat. Besok kita ada meeting pagi dengan Jongin" tangan Chanyeol, ia bawa menuju kepala Baekhyun dan mengusak rambutnya sebentar.

"Kau sudah tak marah lagi ?" Chanyeol memberi gelengan sebagai jawaban dan senyuman sangat manis menurut Baekhyun.

"Gomawo Chanyeol-ah~" Baekhyun reflek langsung memeluk Chanyeol lalu setelahnya ia keluar menuju kamar tidurnya. Dan menyisakan Chanyeol dengan hati berdegupnya.

Pagi – pagi sekali Chanyeol, Baekhyun dan Kyungsoo sudah berada diruangan meeting. Meeting kali ini bersama kolega popoknya yang akan membangun sebuah Mall di daerah Gyeong-gi Do.

Tak lama pintu terbuka menampilkan Jongin beserta staffnya. Tanpa menunda waktu lagi mereka memulai meetingnya. Kali ini mereka membicarakan soal semua bahan kebutuhan pembangunan. Meeting kali ini tak terlalu lama karena konsep dan design bangunan itu sudah dibicarakan diawal Meeting dulu.

"Sedikit laporan. Proyeknya sudah sampai tahap pembuatan pilar pilar" Kwon Jhonny melaporkan sebagai kepala Proyek kali ini. Chanyeol tak perlu laporan laporan itu karena ia sudah sangat percaya pada temannya itu.

"Baiklah Meeting kali ini saya tutup. Selamat Siang" dan semuanya membungkukan badan hormat.

Diruangan Meetingpun hanya tersisa Kyungsoo, Jongin, Baekhyun dan Chanyeol. Mereka masih sibuk dengan laporan Meetingnya namun berbeda dengan Jongin yang temgah menghampiri kekasihnya.

"Soo-ya~. Kajjah kita makan siang"

"Sebentar lagi Jongin" ucap Kyungsoo tanpa melihat pad Jongin.

"Baekhyun sudah kau atur keberangkatan kita ke Jeju besok ?" Chanyeol bertanya pada Baekhyun. Chanyeol masih nerfokus pada kertas didepannya entah sedang menuliskan apa.

"Ne Sajangnim. Semua sudah siap. Saya memilih penerbangan jam 9 pagi"

"Apa kita satu penerbangan dengan Yuan ?"

"Aniyo Sajangnim"

"Bagus"

Chanyeol hanya mengangguk tanpa mengalihkan atensinya dari kertas dihadapannya.

"Apa kau akan ikut Baby Soo ?" kini Jongin bertanya pada Kyungsoo.

"Ne Jongin-ah. Kita akan mensurvei untuk Proyek pembangunan Apartemen. Proyek dengan Lee Yuan"

"Yuan ?"

"Ne. Waeyo Jongin ?"

"A-aniya. Ayo kita makan siang aku sudah lapar"

"Arraseo. Park Sajangnim aku ijin makan siang dulu. Annyeong" dan dibalas anggukan dengan Chanyeol.

"Kau tak akan makan siang Baekhyunee ?"

"Sebentar lagi Chan. Ini sudah hampir selesai"

Chanueol menghampiri Baekhyun lalu menutup Laptop Baekhyun.

"Ini sudah siang. Kajjah kita makan dulu baru nanti kau bisa mealanjutkannya lagi" dan Baekhyun pun hanya bisa menuruti ucapan Chanyeol.

Chanyeol membawa Baekhyun kearah ruangannya untuk mengambil bekal yang selalu dibuat Baekhyun untuk mereka makan. Namun kali ini Chanyeol tak membawa Baekhyun menuju kantin melainkan menuju sebuah ruangan disamping ruangannya.

Ya, Ruang Pribadi Chanyeol. Studio Musiknya.

Baekhyun yang sebelumnya belum pernah masuk ke ruangan itu hanya bisa melebarkan bibir Cherrynya. Menurut Baekhyun ini benar – benar menakjubkan. Matanya tak berhenti menjelajahi semua sudut ruangan dan tak ada yang terlewat 1 pun. Dari mulai sofa, piano, drum set, gitar, dan 2 buah komputer dan ada ruangan lagi sepertinya itu untuk smengambil rekaman suara. Ruangannya benar – benar nyaman.

"Kau mau tetap berdiri di situ Baek ?" suara Bass kesayangannya itu tiba – tiba memasuki telingannya. Baekhyun langsung mengedarkan padangannya mencari suara Bass itu dan ternyata dia sudah duduk dengan tampan disofa itu. Kakinya segera ia bawa menuju sofa yang sudah ada Chanyeol dengan bekal makan siang mereka.

"Woaah~ Chanyeol-ah ruangan ini keren. Kenapa ada ruangan ini dikantor Chan ?" ucap Baekhyun masih dengan mata yang berbinar melihat setiap sudut ruangan itu lagi.

"Simple. Karena aku suka musik" jaqab Chanyeol sambil membuka kotak bekal yang dihadapannya. Baekhyun hanya bisa menganggukan kepalanya.

"Apakah aku boleh memainkan Piano itu Chanyeol ?" Chanyeol yang sedang menyuapkan cheese kimbab ke mulutnya langsung terhenti setelah mendengar permintaan Baekhyun.

"Apa kau bisa memainkannya ?" dan Baekhyun mengangguk semangat.

"Geurrae. Tapi makanlah dulu" dan Baekhyunpun mengangguk riang dan dengan cepat memasukan cheese kimbab kedalam mulutnya.

Jam makan siang adalah waktu yang ditunggu oleh Jongin selain Malam Minggu. Karena apa ? Karena waktu itu yamg bisa ia gunakan untuk bertemu Kyungsoo, kekasihnya. Sebenarnya bisa saja Jongin ke Apartmene Kyungsoo setiap malam. Namun lelaki bermata seperti burung hantu itu melarangnya dengan alasan dia terlalu lelah. Karena jika Jongin bertemu Kyungsoo, Namja berkulitan itu akan menerjangnya habis – habisan. Bayangkan saja jika itu terjadi setiap hari, mau jadi apa Kyungsoo nanti ?

Kata Jongin, tak bertemu Kyungsoo satu jam saja seperti sudah tak bertemu puluhan tahun. Katanya ia tak bisa jika tak bertemu Kyungsoo barang sehari saja. Bisa dibilang Jongin tak bisa hidup tanpa Kyungsoo.

Yang biasa Jongin lakukan ketika bertemu Kyungsoo saat makan siang adalah bermanja – manjaan diruangan Kyungsoo. Jongin akan menempel kemana saja Kyungsoo bergerak. Terkadang Kyungsoo lelah dengan sifat Jongin yang kadang terlalu kekanakan. Namun sudah seperti ketergantungan, jika tak ada Jongin yang menggelayutinya rasanya itu aneh, seperti ada yang hilang.

Sama seperti Jongin, Kyungsoo juga tak bisa hidup tanpa Jongin.

"Aku ikut ya Soo~~"

"Tidak Jongin. Aku disana hanya 2 hari. Hanya meninjau lapangan"

Jongin masih menekuk wajahnya sedari tadi. Dia berusaha agar bisa ikut ke Jeju bersama Kyungsoo, Chanheol dan Baekhyun. Dan ya, dengan alasan yang tadi. Jongim tidak bisa hidup tanpa Kyungsoo.

"Aku Mohon Soo-ya~" wajahnya Jongin buat semelas mungkin agar Kyungsoo iba padanya dan mengajaknya ke Jeju. Sebenarnya Kyungsoo ingin sekali mengajak Jongin ikut ke Jeju namun ia ingat disana ia bukan liburan melainkam untuk bekerja. Namun Kyungsoo juga tak munafik bahwa ia juga ingin Jongin ikut dengannya.

"Gerrae, aku coba bilang pada Chanyeol dulu" Kyungsoo langsung meraih ponselnya dan menghubungi Chanyeol.

Tuuut Tuuut Tuuut

"..."

"Yeobseyo Chanyeol-ah. Ada yang ingin ku bicarakan denganmu" Kyungsoo sedikit melirik Jongin yang tengah tidur dipahanya.

"..."

"Begini Chan. Kau tau teman popokmu ? Dia memaksa padaku untuk ikut ke Jeju bersama kita besok. Apa kau menyetujuinya ?"

"..."

"Aaahhh. Kau tau teman popokmu itu seperti apakan ?"

"..."

"Aaahh. Geurrae Chan. Gomawoeyo"

"..."

"Ne. Annyeong"

Setah mendengar panggilan itu berakhir Jongin segera membangunkan tubuhnya langsung menghadap Kyungsoo.

"Waeyo Soo-ya~. Chanyeol mengijinkannya kan" tanyanya dengan nada suara yang antusias.

"Kau pasti sudah tahu jawabannya" ucap Kyungsoo lalu kembali membuka buku resep masakan yang sedari tadi ia baca.

Dengan kecepatan 1000km/jam, Jongin langsung memeluk Kyungsoo dan mendorongnya kesofa hingga Kyungsoo berbaring dan Jongin diatasnya. Jongin menghujami Kyungsoo dengan kecupan diseputar wajahnya.

"Gomawo My Sweety. Saranghae" ucap Jongin disela – sela acara mari menciumi Kyungsoo. Kyungsoo yang diperlakukan seperti itu hanya bisa tersenyum bahagia dan hanya bisa menerima perlakuan kekasihnya itu.

"Nugu Chan ?" tanya Baekhyun setelah mendengar Chanyeol menerima telepon darj seseorang disebrang sana.

"Kyungsoo. Jongin ingin ikut bersama kita ke Jeju esok. Ck anak itu selalu saja membuntuti Kyungsoo kemana saja" dan Baekhyun hanya menganggukkan kepalanya lagu kembali fokus pada Piano yang ada didepannya.

Permainan pIano Baekhyun tak buruk menurut Chanyeol, hanya saja terkadang Baekhyun hanya terlalu telat menekat notnya. Sehingga seperti ndada yang terputus – putus.

"Kau menyukai Piano Baek ?" Chanheol menghampiri Baekhyun yang masih fokus pada Painonya.

"Hanya suka memainkannya tak ada niat untuk menekuninya" jawab Baekhyun sambil menekan not satu persatu.

"Mau kuajari ?" Chanyeol menawarkan dirinya. Tanpa menunggu jawaban dari Baekhyun, Chanyeol langsung memegang jemari Baekhyun dari belakang. Posisinya seperti BackHug. Baekhyun membeku saat tangam mungilnya di pegang oleh tangan kekar yang dipujannya. Baekhyun tak bisa apa – apa. Ia akan menjadi lemah ketika Chanyeol menyentuhnya meskipun itu bukan diarea sensitif.

Chanyeol mengarahkan jari Baekhyun menekan nots. Memainkan lagu For Life milik BoyGroup terkenal dari Korea Selata, EXO. Salah satu lagu favorit Chanyeol ketika memainkan Piano.

Mereka berdua terlalu asyik pada dunia mereka hingga melupakan jam kerja mereka.

"Gomawo Chanyeol-ah" ucap Baekhyun dengan senyuman manisnya. Chanyeol yang gemas langsung menoel hidung lancip Baekhyun.

"Sama – Sama Baekhyunee. Sekarang pesanlah 1 tiket lagi untuk Jongin besok. Setelah itu kita pulang dan bersiap – siap untuk besok" dan Baekhyun hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Tangan Chanyeol langsung mengusak rambut Baekhyun pelan. Lalu mereka kembali pada ruang kerja mereka.

Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore artinya jam kerja tinggal 1 jam lagi. Namun Chanyeol sudah tak berminat memegang tumpukan kertas dihadapannya itu. Ia cepat – cepat ingin pulang dan tidur. Badannya benar – benar terasa sangat lelah.

Beda Chanyeol, beda Baekhyun. Namja mungil itu kini malah tengah sibuk dengan ponselnya. Entah ia tengah bertukar pesan dengan siapa yang pasti mukannya sangat serius. Jemarinya bergerak cepat mengetikkan sesuatu disana.

"Kau tengah bertukar pesan dengan siapa Baek ?" Chanyeol yang penasaranpun segera menanhakan pad si mungil disampingnya. Ia ingin memastikan Baekhyun bertukar pesan dengan siapa.

"A-ah Sajangnim. Hanya bertukar peaan dengan Kyungsoo" ucapnya sambil mengangkat ponselnya dan menggoyangkannya.

"Kau yakin ?"

"Eumm" jawabnya sambil mengangguk lucu. Rambut depannya akan bergiyang ketika Baekhyun bergerak. Benar – benar seperti Puppy menurut Chanyeol dan itu mwmbuat Chanyeol semakin dan semakin terjatuh dalam pesona Baekhyun, Sekertarisnya.

"Kalau begitu Kajja kita pulang. Aku sudah bosan" tiba – tiba Chanyeol berdiri dan menghampiri Baekhyun. Mengulurkan tangannya untuk diajak pulang.

"Mwo ? Ini masih jam kantor Chan. Jam pulang masih setengah jam lagi"

"Tapi aku sudah bosan. Aku ingin pulang dan tidur. Aku lelah" Baelhyun langsung melihat wajah Chanyeol dan menelisik ekspresinya. Wajahnya benar – benar terlihat lelah. Seperti tak ada semangat hidup.

"Geurrae. Jjah kita pulang" Baekhyun langsung mengambil Jasnya lalu berjalan melewati Chanyeol.

"Yakk kenapa kau meninggalkanku Baekhyun?!" teriak Chanyeol lalu menyusul Baekhyun keluar kantornya.

Satu Koper lumayan besar sudah berada didepan pintu Apartemen. Jam juga sudah menunjukkan pukul setengah 7 pagi. Dan dua manusia sesama jenis itu sedang ribut didalam rumah.

"Yakk Chanyeol! Kenapa koperku tak ada eoh ?" yang lebih kecil berteriak dari dalam kamarnya.

"Kau yak perlu membawa koper Baek" yang satunya menjawab juga dengan berteriak dari dapur.

"Lalu aku tak ganti baju begitu maksutmu ?" kini si kecil sudah mendekat dan tak berteriak lagi. Si besar hanya menghela nafasnya pelan sambil mengaduk kopi buatannya.

"Bajumu sudah kujadikan satu dalam koperku. Kau tak usah membawanya lagi"

"Tapi barang pribadiku bagaimana ? Aku juga butuh tempat yang besar"

Si kecil -Baekhyun mengrucutkan bibirnya kedepan sambil mendaratkan bokongnya pada kursi meja makan. Si besar -Chanyeol berjalan kearah meja membawa 1 gelas kopi dan 1 gelas susu Strawberry untuk si kecil.

"Emang apa yang kau bawa lagi Baek ? Semuanya sudah ada didalam koper itu" matanya mengarah pada Koper yang sudah berdiri didepan pintu Apartemen. Baekhyun masih mengerucutkan bibirnya namun sambil menatap keberadaan sang koper.

"Aku juga punya barang pribadi Tuan Park!" dengus Baekhyun.

"Yakk Yakk! Apa apaan itu Tuan Park ? Aku belum setua itu Baekhyunee" protes Chanyeol dengan mulut yang penuh dengan roti panggang. Baekhyun hanya melirik Chanyeol lalu kembali fokus pada susu Strawberry dan roti panggangnya.

Chanyeol sudah selesai dengan sarapannya segera bergegas membersihkan mejanya dan membawa gelas dan piring kosongnya ke tempat cuci piring. Baekhyun memperhatikan gerakan Chanyeol tanpa bergerak sedikitpun.

"Cepat habiskan sarapanmu Baekhyunee kita harus berangkat. Jongin dan Kyungsoo Hyung sudah di Bandara" ucap Chanyeol sambil memakai Hoodienya. Baekhyun tetap masih tak bergerak ia malah mengerucutkan bibirnya kedepan.

Chanyeol yang merasa tidak ada pergerakan dari Baekhyun, segera menolehkan pandangannya kebelakang dimana Baekhyun berada. Ia menghela nafasnya pelan lalu memnghampiri Baekhyun lagi.

"Kenapa kau tak segera berdiri heum ? 2jam lagi kita take off Baekhyunee" ucap Chanyeol sambil memandang Baekhyun. Baekhyun masih tak bergerak, ia malah melipat kedua tangannya didepan dada.

"Kau kenapa Baekhyunee ?"

"Aku ingin membawa koper sendiri"

Chanyeol langsung mengusap wajahnya kaget dengan permintaan Baekhyun. Chanyeol pikir mereka di Jeju cuman 2 hari kenapa harus membawa koper masing – masing ? Lagian mereka juga akan satu kamaf hotel. Membawa 1 koper juga sedikit meminimalisir tenaga.

"Kau bisa alat pribadimu ditas pribadimu Baekhyunee"

"Tapi itu tak cukup Chanyeol"

"Memang apa yang akan kau bawa Baek ?"

"Baby BonBonni~"

Chanyeol rasanya ingin menenggelamkan tubuhnya kedalam bathtub. Mereka sedang melakukan perjalanan bisnis bukan berlibur tapi kenapa Baekhyun bisa ingin membawa boneka besar kesayangannya itu ?

"Itu terlalu besar Baek. Kita kesana bukan untuk berlibur"

"Bukan BonBonni yang besar tapi si Baby BonBonni yang kecil"

Chanyeol lagi lagi menghela nafasnya pelan. Tak habis pikir dengan jalan pikiran orang yang paling diCintainya itu.

"Kita disana hanya 2 hari Baekhyunee jadi ku rasa itu tak perlu dibawa oke?"

Baekhyun mengrucutkan bibirnya lagi. Tangan Chanyeol mengusak kepala Baekhyun pelan dan memberi senyuman pada Baekhyun.

"Sudah ya jangan merajuk oke ? Kita harus segera berangkat" tangan Chanyeol langsung meraih jaket Baekhyun yang tersampir di kursi meja makan dan satunya merauh tangan Baekhyun dan menariknya untuk berdiri dan berangkat. Akhirnya Baekhyunpun pasrah dengan tarikan Chanyeol.

Tebeceeeeeeee...

Annyeong Pinkeu update hehehe

Maapkeun kalau updatenya molooor banget soalnya Pinkeu dapet momongan baru hihiw.

Seperti biasa aku juga update TSL. Chek Work akuuuh.

Dan aku mau ucapain terima kasih buat yang udah respon sama crita pasaran ini. Maap yaa kalo ceritanya boring hehe.

Selamat bertemu di Chap depan...

Salam CHANBAEK is REAL...