My Secretary

Chapter 16

.

.

Lalu lalang orang dibandara sekarang menjadi pemandangan pertama setelah turun dari pesawat. Chanyeol, Baekhyun, Kyungsoo, Jongin dan Jaehyun kini sedang menunggu mobil jemputan mereka. Tak lama 3 mobil Mercedes Bens keluaran terbaru sudah terpakir rapi didepan mereka. Chanyeol dan Baekhyun satu Mobil. Kyungsoo dan Jongin juga satu mobil. Untuk Jaehyun ia sendiri di mobil ketiga.

Kini mereka dibawa menuju hotel milik Chanyeol yang ia dirikan sekitar 8 tahun yang lalu. The Great Jeju, nama itu yang Chanyeol pilih karena Chanyeol pikir itu akan menjadi Hotel terbesar di Jeju ternyata benar Hotel itu paling besar di Pulau Jeju.

"Kau masih merajuk heum ?" tanya Chanyeol ketika melihat Baekhyun tak mengeluarkan suara sejak menaiki pesawat tadi. Yang ditanya hanya memainkan hoodie kebesarannya dan menundukkan kepala. Chanyeol tak habis pikir dengan sikap Baekhyun yang susah dibujuk agar tak merajuk lagi. Akhirnya Chanyeolpun pasrah saja dengan kelakuan Baekhyun yang seperti ini dan memilih diam.

Sampai di hotel merekapun langsung memasuki kamar masing – masing. Merekapun disambut sangat istimewa mengingat ini Hotel milik Chanyeol. Dan mereka berlima mendapat kamar hotel yang istimewa.

Chanyeol satu kamar dengan Baekhyun. Kyungsoo juga dengan Jongin. Jaehyun sudah pasti harus sendirian.

Sekarang sudah jam 11 siang. Meskipun hari sudah siang, cuaca di Jeju ini masih sejuk. Ditambah lagi letak Hotel Chanyeol bersebelahan dengan pantai. Suara deburan ombak pantai menambah suasana semakin sejuk.

"Kau tak ingin berjalan – jalan Baekhyunee ?" Chanyeol masih tetap berusaha untuk membuat Baekhyun mau membuka suaranya dan tak menekuk wajahnya seperti itu. Chanyeol menghampiri Baekhyun yang tengah tengkurap di tengah ranjang King Size. Mukanya benar – benar Baekhyun benamkan pada bantal ranjang hotel. Sehingga Chanyeol tak dapat melihatnya.

Baru kali ini Baekhyun merajuk sangat lama. Biasanya ia paling tak tahan jika berdiaman dengan Chanyeol. Chanyeol hanya memandanginya tanpa ingin mendekat. Mungkin memberi sedikit waktu menyindiri untuk Baekhyun lebih baik. Dan Chanyeolpun memilih untuk keluar hotel.

Saat dirasa Chanyeol sudah menutup pintu hotel, Baekhyun cepat – cepat mengambil posisi duduk dan meraih ponselnya yang ada disaku celananya dan menghubungi seseorang.

"Soo-ya, eottae ? Sudah beres semua ?"

"..."

"Ne. Gomawo Soo-ya. Aku tutup ne, Annyeong" Baekhyun menutup sambungam telfonnya dan segera berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

e)(o

Makan siangnya terasa sedikit sepi kali ini. Biasanya selalu ada yang menemaninya. Sebenarnya Chanyeol ingin sekali menarik tangan Baekhyun untuk diajak makan siang bersama tapi apalah daya Baekhyun masih merajuk.

Chanyeol menghela nafasnya pelan, memainkan ponselnya sambil menunggu pesanan makan siangnya datang. Semilir angin laut menerpa wajah tampannya. Deburan ombakpun sebagai musik pengiring makan siangnya. Ini akan lebih indah jika ada sang pujaan hati di sampingnya.

Ketika sedang asyik menikmati pemandangan didepannya, ponsel yang baru saja ia letakkan dimeja bergetar. Menampilkan nama sang Eomma. Tangannya segera menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya pada telinga lebarnya.

"Yeobseoyo Eomma"

"..."

Chanyeol tiba – tiba tersenyum ketika seuara sang Eomma terdengar menyapa telinganya.

"Gomawoaeyo Eomma"

"..."

"Dia sedang tidur di kamar hotel dan aku sedang makan siang direstourant lantai bawah"

"..."

"Hanya salah paham Eomma bukan masalah berat"

"..."

"Ne Eomma. Annyeong"

Memandangi sebentar wallpaper ponselnya yang menampilkan wajah tertidur Baekhyun yang lucu. Mengusapnya pelan dan tersenyum.

"Apa kau tak mengingat ulang tahunku Baek ?" gumam Chanyeol sendiri saat memandangi foto Baekhyun yang ia ambil diam – diam itu. Lalu tak lama makan siangnya datang.

Ketika sedang menikmati makan siangnya. Seseorang datang dan menepuk pundaknya.

"Hai Chanyeol" sapa seseorang itu dan mengambul tempat duduk di hadapan Chanyeol. Wajah Chanyeol berubah bertambah murung saat mengetahui seseorang yang kini duduk dihadapannya dan menghalangi pemandangan indah didepannya.

Chanyeol tak ambil pusing, ia melanjutkan makan siangnya dan mencoba menganggap tak ada seseorang didepannya.

"Kau sendirian ?" tanya seseorang itu. Namun lagi – lagi Chanyeol tak menggubrisnya. Chanyeol tetap asyik memakan makan siangnya.

Merasa di abaikan seseorang itu mencoba mengalihkan perhatian dengan cara berdehem. Namun tetap saja Chanyeol masih tak memandangnya.

"Setidaknya lihat aku Park. Aku disini menyapamu" ucap ketus seseorang yang sedari tadi tidak di anggap keberadaannya.

Tiba – tiba Chanyeol meletakkan sendoknya dengan sedikit bantingan. Makan siangnya rusak hanya karena seseorang dihadapannya.

"Kau mengganggu makan siangku Yuan-ssi" ucap Chanyeol dingin.

Ya seseorang yang berada dihadapannya adalah Yuan. Tak heran kenapa bisa Yuan ada disini. Karena Yuan juga menginap di hotel milik Chanyeol ini.

Chanyeol segera beranjak pergi namun tangannya ditahan oleh Yuan.

"Disinilah sebentar. Aku ingin berbicara denganmu"

Chanyeol menatap tangan Yuan yang menahannya. Merasa ditatap, Yuanpun segera melepaskan genggamannya pada pergelangan tangan Chanyeol.

"Jika itu masalah Proyek, kita bicarakan besok setelah mensurvey tempatnya" ketus Chanyeol.

Yuan hanya bisa menatap punggung Chanyeol yang berjalan menjauhinya. Yuan mengepalkan tangannya merasa sakit hati atas tatapan yang Chanyeol berikan. Tatapan Chanueol benar – benar sarat akan kebencian.

"Tunggu saja Park. Semuanya akan segera berakhir" gerutu Yuan dan melangkahkan kakinya pergi kembali ke kamar hotelnya.

e )( o

Jam di ponselnya sudah menunjukan jam 5 sore. Itu tandanya ia sudah keluar dari kamar hotelnya sekitar 4 jam. Tangan mungilnya masih sibuk membungkus sebuah kado untuk seseorang. Hanya barang sederhana namun ia berharap bisa membuat sang penerima mengingatnya.

"Apa kau sudah memberitahu pihak hotel untuk mengosongkan pantai untuk nanti malam Baek ?" tanya Kyungsoo dari belakang tubuhnya. Baekhyunpun menoleh lalu menganggukan kepalanya.

"Sudah Soo. Katanya mereka akan mengosongkan pantai dimulai jam 9 malam untuk mereka mempersiapkan semuanya" jawab Baekhyun.

Kini Baekhyun sedang ada didalam kamar hotel Kyungsoo dan Jongin. Sejak kepergian Chanyeol tadi siang, Baekhyun langsung bergegas menuju kamar Kyungsoo yang kebetulan berada disampingnya.

Baekhyun pun segera membicarakan semua rencananya yang sudah ia susun sejak semalam. Sebenarnya Baekhyun tak mempunyai fikiran untuk memberi Chanyeol kejutan. Tapi karena perkataan Kyungsoo kemarin, akhirnya Baekhyun memikirkannya lagi. Dan disinilah Baekhyun mempersiapkan yang ia sebut Kejutan kecil.

"Baekhyun, apa kau tak berniat untuk mengungkapkan perasaanmu pada Chanyeol ?" tanya Kyungsoo yang sedang mempersiapkan baju mandi untuk Jongin. Kyungsoo benar – benar sudah seperti contoh suami yang baik.

Baekhyun terdiam sejenak, memikirkan perkataan Kyungsoo barusan. Hatinya memang sudah jatuh pada Lelaki bertubuh tinggi itu. Nama Lelaki itu sudah benar memenuhi relung hatinya.

Namun ia masih saja takut. Entah karena apa. Baekhyun masih merasa harus membenahi diri.

"Entahlah Soo. Aku tak memikirkan itu" ucap Baekhyun masih berkutat dengan kotak kado berwarna abu itu. Ada 2 kotak kado yang Baekhyun siapkan. 1 kotak berwarna hitam yang 1 nya berwarna abu. Kotak hitam lebih kecil ukurannya dari kotak abu.

"Sampai kapan kau akan memendam perasaanmu Baek ? Ungkapkan saja selagi kamu bisa" Kyungsoo menghampiri Baekhyun dan mengelus bahunya.

"Tapi Soo, aku ingin pihak Namja dulu yang mengungkapkan" ucap Barkhyun tanpa sadar. Tanpa Barkhyun sadari bahwa Kyungsoo sudah tertawa di sebelahnya.

"Kau lupa juga kita juga Namja ?"

Seketika Baekhyun terdiam akan perkataan Kyungsoo. Baekhyun menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Seketika Baekhyun seperti orang dungu karna perkataannya.

"M-maksudku bukan itu. Maksudku pihak Dominant yang harus mengungkapkan lebih dulu Soo"

"Dulu Chanyeol sudah pernah mengatakan perasaannya padamukan ? Lalu apa lagi ?" tanya Kyungsoo sekaligus mengingatkan Baekhyun.

Jujur sebenarnya Kyungsoo hanya ingin membantu temannya ini yang baru ia kenal belum genap 1 tahun. Tapi ia cukup tau keadaan kedua hati Bos dan Sekertarisnya ini.

"Aku tak tahu Soo" Kyungsoo menghela nafasnya pelan. Tahu kalau temannya ini hanya bimbang.

"Cukup katakan saja kalau kau mempunyai perasaan yang sama dengannya. Apa perlu aku memberi tahu Chanyeol untuk menyatakan perasaannya lagi agar kau lebih mudah menjawabnya ?" tawa Kyungsoo pada Baekhyun. Dengan cepat Baekhyun menggelengkan kepalanya tanda tak setuju dengan ide Kyungsoo.

"Jangan Soo. Biarkan dia yang mengungkapkan sendiri tanpa paksaan dari siapapun" ucap Baekhyun dengan wajah yang memelas.

"Arraseo. Kalau begitu pikirkan baik – baik jika kau tak mau melihat Yuan mengambil Chanyeol darimu" ucap Kyungsoo yang berhasil membuat mata Baekhyun melotot hampir keluar. Belum sempat Baekhyun proses, Kyungsoo sudah mberjalan menjauh darinya menuju kamar mandi memberikan pakaian pada Jongin.

"Yaaaakkk Kyungjaaa~"

e )( o

Chanyeol membenamkan tubuhnya kedalam bath up yang berisi air hangat. Badannya sedikit terasa pegal. Ditambah mengetahui Baekhyun tak ada di kamar hotel mereka. Ketika di hubunginpun tak ada jawaban dsn ternyata Ponsel Baekhyun tertinggal ditempat tidur hotel.

Menghubungi Kyungsoo dan Jonginpun sudah ia lakukan. Namun sama jawaban mereka tidak tahu keberadaan Baekhyun sekarang. Kyungsoo sempat berucap agar Chanyeol membiarkan Baekhyun sendiri dulu mungkin Baekhyun masih dalam masa merajuknya.

Mungkin hampir satu jam lamanya tubuh tingginya dibalut air hangat. Harum mint dari sabun yang Chanyeol campurkan pada air bathub sedikit menenangkan. Memejamkan matanya dan mencoba melepaskan semua pikiran yang membuatnya sedikit stress.

Dirasa sudah cukup. Chanyeol membersihkan dirinya lalu keluar dari kamar mandi hanya menggunakan bathrobe. Matanya langsung saja menangkap sebuah gundungan ditempat tidur hotel. Terlihat sedikit ada rambut yang menyembul dari balik selimut tebal itu.

Chanyeol menghampirinya dan memastikan bahwa itu Baekhyun sang Sekertaris.

"Baekhyunee" panggil Chanyeol lirih sambil mengguncang bahu itu pelan. Ada sedikit gerakan dari dalam selimut itu. Lalu tak berapa lama selimut itu tersingkap. Wajah bantal Baekhyun yang langsung tersugguhkan dihadapan Chanyeol.

Baekhyun mengucek matanya sebentar lalu menatap seseorang yang sedang berdiri dihadapannya hanya menggunakan bathrobe. Entah kenapa tiba – tiba Baekhyun merasa pipinya sedikit memanas. Apa efek dari melihat dada Chanyeol yang sedikit terekspos ? Baekhyun tak tahu. Yang saat ini Baekhyun rasakan adalah hatinya berdegup, pipinya semakin memanas.

"Kau dari mana saja Baekhyunee ? Kenapa tak membawa ponselmu juga ?" tanya Chanyeol sambil mendaratkan pantatnya pada tepuan ranjang dan menghadap pada Baekhyun.

Rambut basahnya sungguh menggoda. Ditambah air yang turun dari rambutnya meluncur lancar sampai pada dada Chanyeol yang tak tertutup bathrobe. Itu sangat sexy menurut Baekhyun. Ia tak pernah melihat Chanyeol sepanas ini. Jika di Apartemen mereka, Chanyeol lebih sering mandi di kamarnya, jadi Baekhyun tak pernah melihat Chanyeol dalam keadaan seperti ini.

Baekhyun menelan ludahnya kasar. Mencoba menenangkan degup jantungnya yang berlebihan dan mengatur sesuatu dibawah sana yang berusaha untuk babgun dari tidur nyamannya.

"L-lebih baik kau pakai bajumu dulu Chanyeol. Lalu kita makan malam. Aku lapar" Baekhyun langsung melenggang pergi menuju kamar mandi.

Chanyeol hanya bingung dengan sikap Baekhyun barusan. Yang tiba – tiba cara bicaranya menjadi gagap dan, hey apa – apaan itu pipinya merona merah. Apa Baekhyun malu karena melihat dirinya dalam keadaan seperti ini ? Dan akhirnya Chanyeol hanya bisa terkekeh pelan tanpa ada yang mendengar.

e )( o

Makan malam mereka berjalan dengan tenang. Baekhyunpun sudah tak merajuk lagi sejak Chanyeol mengajaknya bicara berdua sebelum makan malam. Karena jujur, sebenarnya mereka berdua sama – sama tidak tahan jika mendiami satu sama lain. Baekhyunpun juga meminta maaf jika sikapnya seperti masih kekanakan. Chanyeolpun juga memakluminya. Dan disinilah mereka, di pinggir pantai yang kebetulan ada di dekat hotel milik Chanyeol.

Duduk dipasir pantai yang lembut. Mereka sekarang sedang menikmati hembusan angin laut yang menerpa tubuh dan wajah mereka. Deburan ombakpun seperti menjadi musik pengiring dalam keterdiaman mereka.

Baekhyun mendongakan kepalanya menatap langit gelap yang bertabur bintang. Berbeda dengan Baekhyun, Chanyeol lebih memilih memandangi wajah Baekhyun yang menjadi lebih sempurna karena cahaya dari sang rembulan. Parasnya benar – benar sempurna.

Merasa dipandangi tiada henti, Baekhyun menoleh pada Chanyeol dan matanya langsung bertemu denga mata onyx Chanyeol. Tatapan favorit Baekhyun. Tatapan penuh kekaguman. Lagi, pipi Baekhyun merasa memanas. Cepat – cepat Baekhyun menundukan kepalanya guna menyembunyikan rona merah pada pipinya agar tak dilihat oleh sang CEO, Bosnya.

Chanyeolpun merapatkan duduknya pada Baekhyun, lalu tangan besarnya menyentuh dagu Baekhyun dan mengangkatnya agar Chanyeol bisa melihat mata bulan sabit Baekhyun. Chanyeolpun sebenarnya menyadari jika Baekhyun sedang Blushing, maka dari itu Chanyeol ingin menggodanya agar supaya pipi Baekhyun semakin merah merona.

"Baekhyunee~" panggil Chanyeol dengan nada suara yang lirih. Yang dipanggil hanya mengerjapkan matanya polos.

"Apa kau melupakan sesuatu ?" tanya Chanyeol.

Baekhyun paham dengan pertanyaan Chanyeol. Baekhyun juga tahu, pasti sekarang seseorang yang pernah mengungkapkan isi hati padanya itu sedang menanyakan tentang Ulang tahunnya. Menunggu ucapan Selamat Ulang Tahun darinya. Baekhyun sudah tahu bahkan sudah menyiapkan sesuatu untuk Namja didepannya ini, namun belum waktunya. Jadi Baekgyun berpura – pura tidak tahu.

"Sesuatu apa Chanyeol ?" Baekhyun balik bertanya dengan suara yang ia atur dengan setenang mungkin agar tak dicurigai.

Chanyeol tersenyum kecut setelah mendengar Baekhyun yang malah balik bertanya padanya. Seingat Chanyeolpun, Namja kecil pujaan hatinya ini sudah diberitahu sang Noona dan Eommanya tentang Ulang Tahun Chanyeol. Tak mungkin kan ia melupakannya ?

Ah Chanyeol kini paham. Chanyeol tahu, mungkin ia belum menjadi prioritas Baekhyun, mengingat status mereka yang hanya sebatas Bos dan Sekertarisnya. Sebenarnya Chanyeol berencana akan menyatakan hatinya lagi pada Baekhyun dengan cara yang bisa dibilang sedikit romantis dari yang dulu.

Chanyeol ingin ada yang Special pada Ulang Tahunnya yang ke 25. Meskipun itu bukan dari Baekhyun, Chanyeol akan menciptakan sesuatu yang Special itu. Karena Chanyeol yakin bahwa Baekhyun juga mempunyai perasaan yang sama denganya. Percaya diri sekali kau Tuan Park.

Baekhyun melihat bagaimana raut wajah Chanyeol yang berubah sedikit masam. Senyumnya terlihat sesikit terpaksa. Baekhyun yakin jika Chanyeol pasti sesikit kecewa dengannya karena ia melupakan hari Special Chanyeol. Sebenarnya Baekhyun tak tega harus melakukan ini. Namun demi Seseorang yang sudah merebut hatinya hingga tak bersisa, Baekhyun ingin mengukir sesuatu yang Special dihari Ulang Tahun sang tambatan hati meskipun tak terlalu mewah.

"Apa kau mau berjalan kesana Chan ?" tawar Baekhyun pada Chanyeol. Belum sempat Chanyeol menjawab, Baekhyun sudah lebih dulu bangun dan menarik tanganya.

Tak ada suara diantara keduanya. Hanya suara deburan sang ombak yang menjadi pengiring mereka. Jemari keduanyapun bertaut. Juga Jemari mereka begitu serasi untuk saling menggenggam. Untuk pertama kalinya mereka berjalan dan bergandengan tangan selama ini. Biasanya mereka hanya akan berjalan berdampingan. Jemari Baekhyun yang lentikpun sangat kontras dengan Jemari besar Chanyeol yang kokoh berurat.

"Bisakah kau menutup matamu sebentar dengan ini Chanyeol ?" kain hitam panjang Baekhyun ulurkan pada Chanyeol. Chanyeol melihat kain hitam itu dengan Baekhyun secara bergantian. Tak lama Chanyeol menganggukan kepalanya. Chanyeol sedikit merundukkan badannya agar memudahkan Baekhyun memasang kain hitam itu dimatanya.

Setelah memasangkan dengan benar, Baekhyun sedikit memastikan apakah Chanyeol masih bisa melihat atau tidak. Baekhyun mengangkat tangannya dan melambai. Chanyeol sudah tak merespon berarti matanya sudah benar tak bisa melihat.

"Kita mau kemana Baekhyunee ?" panggilan itu. Baekhyun rindu Chanyeol memanggilnya dengan panggilan itu. Padahal Chanyeol akan memanggilnya seperti itu setiap saat. Namun entah kenapa hari ini Baekhyun merindukannya, apa karena mungkin seharian ini Baekhyun menghindari Chanyeol. Jadi berimbas pada rindu.

Baekhyun tak menjawab pertanyaan Chanyeol, Namun tangannya tetap menuntun Chanyeol pada suatu tempat yang sudah Baekhyun siapkan.

Baekhyun melihat disana sudah ada Kyungsoo dan Jongin yang standby menunggu mereka. Baekhyun melambaikan tangannya memberi tanda bahwa sudah siap. Kyungsoo dan Jongin segera berlari menghampiri Baekhyun tanpa suara, mereka berdiri di belakang Baekhyun.

Baekhyun memberhentikan langkah Chanyeol dan berdiri dihadapan Chanyeol.

"Kita sudah sampai. Tapi jangan buka penutup mata itu dulu sebelum aku memberimu aba – aba" Chanyeolpun hanya mengangguk semangat. Sebenarnya Chanyeol sudah bisa menebak bahwa Baekhyun akan memberinya surprise. Dari acara Baekhyun menyuruhnya menutup mata, Chanyeol sudah tahu. Namun ia tak mau sombong dulu karena takut tebakannya meleset. Karena Baekhyun bukan orang yang mudah ditebak.

Kyungsoo menyerahkan kue tart yang sudah berhias lilin kepada Baekhyun. Jongin memakaikan topi Ulang Tahun pada kepala Baekhyun. Jongin dan Kyungsoopun juga memakai topi yang sama dengan Baekhyun. Laku Jongin dan Kyungsoo berdiri dibelakang Chanyeol.

1...2...3

"Saengil Chukkae Big Boss~" teriak Baekhyun, Kyungsoo dan Jongin serentak setelah Jongin membuka penutup mata Chanyeol. Kyungsoo dan Jongin meniupkan terompet kecil khusus ulang tahun.

Saengil Chukka hamnida..

Saengil Chukka hamnida..

Saranghaneun uri Big Bosseu..

Sangeil Chukka hamnida...

Chanyeol mengerjapkan matanya sebentar lalu melihat kebelakang dimana ada Kyungsoo wakilnya dan Jongin sang teman popoknya. Dan didepannya berdiri lelaki mungil yang sudah memenuhi hati dan otaknya selama kurang lebih setengah tahun ini sedang membawa kue ulang tahun. Chanyeol rasanya ingin menangis namun tak bisa. Ia terlalu bahagia.

"Make a wish dulu lalu Tiup lilinya Boss, baru kau boleh menangis hihi" ucap Baekhyun sambil mengulurkan kue ulang tahun didepan wajah Chanyeol agar memudahkan untuk Chanyeol meniup lilinya.

Chanyeol memejamkan matanya dan menangkupkan kedua jemarinya dibawah dagu untuk memanjatkan segela do'a yang ingin terkabul disaat usianya yangbkini sudah menginjak seperempat abad. Setelah dirasa semua do'a telah Chanyeol panjatkan, ia membuka matanya lalu meniup lilin berangka 25.

Tepuk tangan dari Jongin dan Kyungsoopun menjadi pelengkap surprise sederhana ini.

Chanyeol langsung memeluk Baekhyun cepat setelah meniup lilinya. Mendekap lelaki kecil yang begitu Chanyeol Cintai. Baekhyun membalas pelukan Chanyeol dengan satu tangan yang masih memegang kue. Tangannya yang kosong Baekhyun gunakan untuk mengusap punggung lebar sang Boss.

"Gomawo Baekhyunee. Gomawoaeyo" ucap Chanyeol sambil terus mengeratkan pelukannya pada Baekhyun. Baekhyun hanya bisa tersenyum manis dan mengangguk diperpotongan leher Chanyeol.

Chanyeol lalu melepas pelukannya pada Baekhyun lalu berpindah memeluk Jongin dan Kyungsoo. Keberadaan mereka juga berpengaruh pada hidup Chanyeol. Terutama Kyungsoo yang sudah berada disisinya hampir 5 tahun. Jatuh bangunnya perusahaan ia lalui dengan Kyungsoo. Dan untuk Jongin, dia adalah teman terbaik masa lalu Chanyeol. Meskipun Jongin muncul baru – baru ini, tetap saja Jongin termasuk orang kesayangan Chanyeol.

"Gomawo Hyung, Jong" ucapan Chanyeol diangguki oleh Jongin dan Kyungsoo. Baekhyun langsung menuntun Chanyeol untuk duduk dikursi ditepi pantai yang sengaja Baekhyun siapkan.

"Kenapa hanya ada 2 kursi Baek ? Jongin dan Kyungsoo tak ikut duduk ?" tanya Chanyeol ketika hanya melihat satu meja dan 2 kursi saja.

"Tidak Chan. Kalian habiskan saja malam ini berdua. Aku dan Kyungsoo akan kembali kekamar hotel" itu Jongin yang menjawab setelah meletakan beberapa kado dimeja dinner Chanyeol dan Baekhyun.

"Sekali lagi Gomawo Kyung, Jongin. Tanpa bantuan kalian rencanaku tak akan berjalan. Sekali lagi Gomawo" ucap Baekhyun sambil membungkukkan badannya sedikit.

"Tak usah sungkan Baek. Jika butuh bantuan katakan pada kami. Pasti kami akan membantu" ucap Kyungsoo sambil memeluk Baekhyun sebentar.

"Baiklah. Gunakan waktu kalian dengan sebaik mungkin. Kami kembali kekamar hotel dulu. Annyeong" Jongin melangkah sambil memeluk pinggang Kyungsoo posesif meninggalkan meja Chanyeol dan Baekhyun. Dan kini hanya tersisa Chanyeol dan Baekhyun saja.

Chanyeol meraih tangan Baekhyun lalu menggenggamnya.

"Sekali lagi Gomawo Baekhyun. Ku kira kau lupa dengan hari Ulang Tahunku" ucap Chanyeol sambil mengusap dan sedikit meremas jemari Baekhyun. Baekhyun tersenyum malu. Baekhyun rasa ini hanya kejutan kecil dan jauh dari kata meriah. Namun respon Chanyeol sangat membuat hatinya tersentuh. Sebegitu berharapkah Chanyeol mendapatkan kejutan dari Baekhyun. Benar – benar membuat Baekhyun senang bukan main.

"Mianhae kalau seharian ini aku mengacuhkanmu Chan. Ini demi kejutan kecil ini" timpal Baekhyun menatap Chanyeol yang tak melunturkan senyumnya sedari tadi. Chanyeol mengangguk sebagai respon bahwa itu tak masalah jika memang rencananya seperti itu. Chanyeol ikhlas.

Baekhyun menarik tangannya sebentar lalu menyodorkan dua kotak berbeda ukuran pada Chanyeol.

"Mianhae hanya bisa memberimu ini Chan. Aku tak tahu apa yang kau suka" Baekhyun sedikit menunduk takut Chanyeol meresponnya jelek karena kado yang ia berikan tak berharga.

"Tak perlu repot memberi kado Baekhyunee. Aku sudah bahagia bahwa kau mengingat hari Ulang Tahunku. Itu sudah lebih dari cukup" ucap Chanyeol. Lalu Baekhyun menyuruh Chanyeol untuk membuka kado darinya.

Kotak berwarna hitam kecil menarik perhatian Chanyeol. Ia ambil dan ia buka kotak itu.

Kotak itu berisi Jam tangan Merk Rolex berwarna emas keluaran terbaru. Chanyeol membulatkan matanya dan berbinar ketika menatap benda berkilau itu.

"Boleh aku memakainya langsung Baekhyunee ?" tanya Chanyeol dan dijawab anggukan oleh Baekhyun yang sedang menopang dagu dimeja melihat Chanyeol yang sedang membuka kadonya.

Mata Chanyeol kini beralih pada kotak yang lebih besar dari kotak yang pertama. Tangannya membukannya perlahan.

Isinya kali ini juga masih membuat Chanyeol membulatkan matanya.

Kotak itu berisi satu setelan Jas Merk Brioni Vanquish II. Jas ini termasuk Jas termahal. Bahan yang digunakanpun tak sembarangan. Benar – benar dipilih untuk kenyamanan sang pemakai. Warnya Navy Blue dengan dasi bermotif garis. Benar – benar perpaduan yang sangat Match.

Chanyeol benar – benar kagum. Namun yang membuatnya lebih kagum adalah pemilihan kado itu untukknya. Benar – benar tepat, sesuai dengan selera Chanyeol. Padahal selama tinggal satu Apartement dengan Baekhyun, Chanyeol hampir tak pernah pergi berbelanja Jas ataupun Jam tangan dengan Baekhyun. Biasanya mereka hanya membeli beberapa baju santai saja. Namun Chanyeol tak menyangka bahwa pilihan kado Baekhyun sangat pas dengannya.

"Bagaimana bisa kau mengetahui semua styleku Baekhyunee ? Setahuku, aku tak pernah memberi taunya padamu"

"Hanya Felling" jawab Baekhyun cepat. Chanyeol tersenyum dan kembali mengucapkan sejuta kata Terima kasih.

"Tak ingin membuka kado dari Kyungsoo dan Jongin sekalian ?" tanya Baekhyun ketika melihat Chanyeol memindahkan kotak kado yang belum Chanyeol buka.

"Nanti saja. Aku ingin menghabiskan makan malam berdua denganmu disuasana yang romantis ini" jawab Chanyeol sambil mengusap pipi Baekhyun pelan. Baekhyun bersemu hanya karena sentuhan Chanyeol.

Mereka berdua makan malam -lagi. Namun suasananya berbeda. Mereka hanya ditemani lampu – lampu pantai kecil dan 2 lilin dimeja mereka. Angin dan deburan ombakpun setia mengiringi mereka. Sesekali Chanyeol ataupun Baekhyun saling melirik. Mencuri – curi pandangan.

Chanyeol sudah selesai dengan makannya lalu disusul dengan Baekhyun. Sesekali mereka membicarakan hal random dan teetawa bersama.

Baekhyun melihat jam yang ada ditangannya. Waktu sudah menunjukan 11 lewat 50 menit. Itu tandanya 10 menit lagi tanggal 27 November sudah akan berakhir. Hawapun juga sudah mulai kurang bersahabat dengan Baekhyun.

"Chanyeol-ah. Saengil Chukkae. Semoga semua yang baik senantiasa berada disampingmu. Dan aku berharap menjadi orang terakhir yang mengucapkannya" Baekhyun berucap sambil memandang Chanyeol dalam. Senyuman bulan sabitnya terukir indah dihadapan Chanyeol. Serasa memberi sengatan, Chanyeolpun ikut tersenyum.

"Tak hanya yang terakhir mengucapkan Baek. Aku berharap kau juga yang terakhir untuk hidupku" ucap Chanyeol santai sambil meraih jemari Baekhyun.

Baekhyun terdiam beberapa detik meresap ucapan yang baru saja Chanyeol lontarkan. Setelahnya Baekhyun paham apa yang dibicarakan Chanyeol.

Tiba – tiba Chanyeol berjalan kearah Baekhyun lalu bersimpuh sidepannya dengan satu kaki ditekuk. Dan memegang kedua jemari Baekhyun.

"Byun Baekhyun, maukah kau menjadi kekasihku, kekasih Park Chanyeol ?"

Sesaat Baekhyun Blank tak bisa berpikir apa – apa. Niatnya ia yang memberi Chanyeol kejutan. Namun kenapa kini ia yang dikejutkan dengan pengakuan Cinta dari Chanyeol. Benar – benar diluar rencana.

Sebenarnya, Baekhyun hanya perlu berkata Ya, mengingat Baekhyun juga mempunyai rasa yang sama pada Chanyeol. Namun lidahnya kelu untuk mengucapkan 1 kata itu. Dan berakhir ia hanya menganggukan kepalanya.

Chanyeol yang menyadari anggukan kepala Baekhyun, mengerjapkan matanya tanda tak percaya bahwa pernyataan Cintanya diterima oleh sang Pujaan Hati.

Dengan sigap Chanyeol berdiri dan menarik Baekhyun dalam pelukannya. Memeluknnya erat dan mengangkat tubuh ringan Baekhyun dan memutarnya.

Chanyeol benar – benar Bahagia. Penantiannya, perjuangannya selama ini tak sia – sia. Sang Pujaan Hati sekaligus Sekertarisnya itu kini menjadi miliknya, menjadi Kekasihnya.

"Gomawo Baekhyunee, Gomawo hhmm. Ini hadiah terbaik diusiaku yang ke 25 tahun. Gomawoaeyo Baekhyunee" Chanyeol tak berhenti menciumi pipi Baekhyun ditepi pantai. Untung saja Baekhyun sudah mengosongkan tempat ini jadi tak akan ada yang melihat moment mereka.

Baekhyun hanya bisa membalas pelukan Chanyeol. Baekhyun juga sama Bahagianya. Bosnya kini sudah menjadi kekasihnya. Sudah menjadi miliknya. Memang Baekhyun tak terlalu memperlihatkan bahwa ia juga mencintai Chanyeol. Namun seperti itulah Baekhyun tak terlalu suka mengumbar perasaannya pada orang lain. Tapi percayalah Baekhyun juga sama Mencintai Chanyeol seperti Chanyeol mencintainya.

"Saranghae Baekhyunee" ucap Chanyeol masih memeluk Baekhyun dan menghirup aroma Strawberry pada rambut Baekhyun.

"Nado Saranghae Chanyeollie" balas Baekhyun lalu membenamkan wajahnya pada dada bidang Chanyeol dan menghirup aroma tubuh maskukin Chanyeol yang sudah menjadi candu untuk Baekhyun.

Mereka berdua terlalu tenggelam dalam kebahagiaan sehingga tak menyadari ada seseorang yang memperhatikan mereka dari balkon kamar hotel yang kebetulan langsung menghadap pada tempat kejutan yang disiapkan Baekhyun untuk Chanheol.

Seseorang itu mengetikkan sebuah nama pada kontakknya lalu menghubunginya.

"Sepertinya mereka sudah menjalin hubungan resmi. Jadi cepat jalankan semuanya" senyuman tipis terpatri pada bibir tipis orang itu. Mematikan telfonnya lalu masuk kedalam kamarnya. Meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun yang sedang berbahagia.

.

.

.

.

.

Tebeceeeeee...

Annyeong Pinkeu datang bawa Chapter 16.

Maaf ya ngaret banget soalnya lagi muales banget ngetik hehe.

Maaf juga agak pendek. Mianhae.

Tapi kalo udah dapet mood pasti langsung lanjut kok.

Gimana critanya ? Nyambung gak ? Pasti dah ada yang bisa nebak gimana lalur cerita ini. Hahaha

Tak apalah...

Pinkeu ucapkan Selamat menjalankan ibadah Puasa bagi yang menjalankan.

Jangan lupa Vote koment yaaaa...

Sampai ketemu di Chapter depan Byeee...

Salam Chanbaek is REAL...

10 Mei 2019