My Secretary
Chapter 17
.
.
Suasana Jeju Restaurant terlihat lumayan ramai. Pengunjung didominsi oleh pendatang asing karena beberapa tahun terakhir ini Pulau Jeju menjadi destinasi terbaik di Korea Selatan. Tak dipungkiri pula, kini banyak bangunan yang mulai dibangun di sini. Salah satunya Apartement yang akan dibangun Chanyeol bersama dengan The Land Group.
"Bagaimana Chanyeol, sesuaikan dengan ekspektasi kita ?" Yuan membuka suaranya ditengah proses makan siang mereka. Mereka tak hanya berdua, disana ada Baekhyun, Kyungsoo, Jaehyun dan Sekertaris Jung.
Yang ditanya hanya melirikkan matanya dan tetap melanjutkan makannya dengan tenang. Kyungsoo dan Baekhyun saling melirik dan kembali menatap Yuan kembali.
"Aku yakin Proyek kita akan berjalan lancar dan akan menjadi Apartement terbaik di Jeju melihat didaerah sini tak ada Apartement yang semegah Proyek kita" kembali Yuan membuka suara ketika tak ada sahutan dari mereka yang berada disatu meja makan.
"Bisakah kita makan dengan tenang Noona Lee ? Saya rasa itu sedikit tidak sopan ketika makan dan ada yang berbicara" Kyungsoo bersuara menyerukan protesnya. Karena menurut Kyungsoo itu sangat mengganggu. Yang ditegur hanya diam dan melirik kearah Kyungsoo sebentar.
Sesaat suasana kembali tenang dan khitmat. Semua menikmati makanannya dengan tenang. Namun lagi – lagi Yuan merusak suasana itu.
"Chanyeol-ah nanti ket-"
Brakk
Belum sempat Yuan selesai dengan kalimatnya, Chanyeol sudah memotongnya dengan gebrakkan kecil diatas meja makan.
"Bisakah mulutmu diam Yuan-ssi ? Kita sedang makan siang bukan rapat! Jadi bisakah kau tutup mulutmu ?" suara Chanyeol sangat dingin namun penuh penekanan setiap kalimatnya. Atmosfer ruangan mereka kali ini langsung berubah menjadi tegang hanya karena ucapan Chanyeol.
Tanpa kata dan pamitpun, Chanyeol melangkah pergi dari meja mereka dan meninggalkan semuanya sebelum makan siang itu selesai. Kyungsoo yang sudah tahu bagaimana sifat Chanyeol, langsung mewakili untuk pamit pada Yuan dan Sekertarisnya tak lupa menarik Baekhyun untuk ikut pergi.
Kaki panjangnya, Chanyeol bawa menuju hotel tempatnya menginap. Ia lelah dengan segala kelakuan Yuan. Dari awal memang Chanyeol sudah tak menyukai Yuan karena dia adalah kekasih Kris yang tak lain adalah Namja yang berusaha mendapatkan Baekhyun disaat dia sudah memiliki kekasih. Andai saja Chanyeol waktu itu sudah mengetahui bahwa Yuan adalah kekasih Kris mungkin Chanyeol tak akan menerima tawaran kerja sama dengan Perusahaan milik Yuan itu. Namun mau bagaimana lagi ini sudah terlanjur.
"Chanyeol berhenti!" teriakan melengking seseorang dibelakangnya membuat Chanyeol berhenti dan menoleh kebelakang. Disana ada Baekhyun dan Kyungsoo yang berlari berusaha mengerjarnya.
Takk
"Awhh. Kenapa kau memukulku Baek ?" Baekhyun didepannya dengan nafas terengah setelah berlari lalu memberi satu pukulan pada dahi lebar Chanyeol.
"Kau pantas mendapatkan itu" seru Baekhyun masih berusaha meraup oksigen sebanyak – banyaknya.
"Kenapa ? Aku tak melakukan kesalahan padamu" tanya Chanyeol pada Baekhyun. Karena seingatnya Chanyeol tak melakukan kesalahan apapun pada Baekhyun.
"Tentu kau salah. Pertama, kau meninggalkan tempat makan ketika makan siang berlangsung tanpa sopan santun. Kedua, kau meninggalkanku dan Kyungsoo. Ketiga, salahkan kakimu yang panjang itu membuat kita harus berlari menyusulmu. Sialan" umpat Baekhyun pada Chanyeol. Bukannya marah, Chanyeol malah tertawa melihat ekspresi sang kekasih barunya. Ingat semalam mereka sudah resmi menyandang status berpacaran.
Takk
Tapi belum sempat Chanyeol selesai tertawa, Chanyeol mendapatkan satu pukulan di dahi sexynya lagi. Namun kali ini pelakunya adalah Kyungsoo.
"Kenapa kau ikut memukulku Hyung ?" protes Chanyeol sambil memegang jidatnya. Pastilah jidatnya ini akan sangat merah.
"Jika memang kau tak menyukai acara makan siang bersama dengan Yuan, harusnya kau menolak bukan malah pergi tanpa pamit seperti itu. Kau mau membuat malu Park Group ?" oceh Kyungsoo berapi – api.
"Salahkan wanita itu Hyung. Kenapa ia berbicara saat makan siang sedang berlangsung ? Apa dia tak punya sopan santu huhh ?" Chanyeol balik bertanya pada Kyungsoo tak mau kalah karena menurutnya yang ia lakukan itu benar.
"Tapi setidaknya kau berpamitlah dengan benar. Jika kau seperti itu, lalu apa bedanya kau dengan Yuan ? Kau juga bisa dikatakan tak punyak sopan santun meninggalkan meja makan siang tanpa pamit"
"Aku sudah muak dengan Yuan Hyung" ucap Chanyeol. Kyungsoopun hanya bisa menghela nafas. Berdebat dengan Chanyeol tak akan ada ujungnya. Karena dia sang maha benar.
"Sudah oke. Ayo kita kembali ke kamar hotel saja dan beristirahat. Sepertinya kita butuh beristirahat" Baekhyun menengahi berdebatan kecil antara sang CEO sekaligus kekasihnya dan Wakil CEOnya itu. Dengan pasrahpun akhirnya mereka masuk kedalam hotel menuju kamar masing – masing.
-MySecretary-
Berendam di air hangat mungkin bisa sedikit merilekskan pikiran Chanyeol. Kepalanya cukup pening karena proyek kali ini mengharuskannya sering bertemu dengan Yuan. Belum lagi proyek lainnya. Sebenarnya setiap proyek sudah mempunyai satu kepala proyek, namun sesekali Chanyeol juga harus ikut campur untuk meninjau kinerja semua anak buahnya. Harusnya Chanyeol bisa lebih percaya kepada orang kepercayaannya. Namun Chanyeol bukan orang seperti itu. Chanyeol tak ingin Perusahaan yang dibangunnya hancur sia – sia.
Tiba – tiba ketukkan dari luar kamar mandi mengalihkan pikirannya yang melayang entah kemana.
"Chanyeol-ah~ Aku sudah menyiapkan bajumu diatas tempat tidur. Aku akan pergi sebentar dengan Kyungsoo. Bye Chanyeol-ah" belum sempat Chanyeol memberi sahutan, suara langkah kaki yang menjauh dari pintu kamar mandi itu terdengar di telinga Chanyeol. Itu artinya kekasihnya sudah pergi.
Tak lama Chanyeol keluar dari acara menenangkan pikirannya dan beranjak mengambil baju yang sudah di siapkan Baekhyun lalu memakainya. Saat akan beranjak menuju dapur, getaran sebuah ponsel terdengar oleh Chanyeol meskipun sedikit samar. Chanyeol kembali kearah tempat tidurnya dan mencoba mencari getaran ponsel itu berasal. Dan ketika menemukannya itu adalah ponsel Baekhyun. Layar ponselnya menyala dan menampilkan nama "Saranghaneun Appa" itu pasti telfon dari Tuan Byun, Ayah Baekhyun.
Awalnya Chanyeol berniat untuk tak mengangkatnya karena Chanyeol masih tahu batasan privasi sang kekasih. Namun ponsel itu tak berhenti bergetar. Berkali – kali Tuan Byun menghubungi Baekhyun. Sepertinya ini ada sesuatu yang mendesak dan mengharuskan Tuan Byun menghubungi Baekhyun terus – menerus. Akhirnya tanpa pikir panjang lagi Chanyeol mengangkat panggilan dari sang Calon Appa mertuanya. Persetan dengan omelan Baekhyun nanti. Chanyeol tak peduli.
"Yeobseyo Appa" sapa Chanyeol stelah mengangkat panggilan Tuan Byun.
"..."
"Ah Mianhae Appa. Baekhyun kebetulan tengah berada di luar dengan Kyungsoo dan sepertinya ponselnya tertinggal dikamar hotel"
"..."
"Apa itu hal penting Appa ? Jika iya aku bisa menghubungi Kyungsoo dan memberitahu Baekhyun bahwa Appa mencarinya"
"..."
"Tak masalah Appa".
"..."
"Ne Appa. Annyeong".
Setelah menutup panggilan dari Tuan Byun, Chanyeol dengan cepat mencari ponselnya dan menghubungi Kyungsoo. Tak perlu menunggu lama suara Kyungsoo menyahut dari sebrang.
"Hyung bisa kau berikan ponselmu pada Baekhyun ? Ada hal penting yang harus kubicarakan dengannya"
"..."
"Baekhyunee bisa kau kembali ke hotel sekarang ? Appamu baru saja menelfon diponselmu dan bilang bahwa ada sesuatu yang penting ingin dibicarakan denganmu"
"..."
"Ne. Hati – hati dijalan dan jangan tergesa – gesa" Chanyeol langsung menutup panggilannya dan menuju sofa didepan televisi sambil menunggu kedatangan Baekhyun.
Sekitar 20 menitan Chanyeol menunggu, pintu hotel itu terbuka dan menampilkan tubuh mungil kekasihnya
"Ada apa Chan ? Apa Appa mengatakan sesuatu yang darurat ?" tanya Baekhyun sambil menghampiri Chanyeol dan duduk disampingnya.
"Appa tak mengatakan apapun padaku Baekhyunee. Tapi dari nada suara Appa terdengar ada sesuatu yang mengganggunya" jawab Chanyeol lalu menyodorkan ponsel Baekhyun.
Dengan cepat Baekhyun mencari kontak sang Appa dan menelfonnya.
"Yeobseo Appa. Ada apa mencariku ? Apa ada sesuatu yang terjadi ?" tanya Baekhyun sedikit dengan nada khawatir.
"..."
"Mwo ? Bagaimana bisa Appa ?"
Chanyeol sedikit menukikkan alisnya ketika mendengar pekikkan sang kekasih. Sedikit penasaran apa yang tengah di bicarakan oleh sang calon mertua dan kekasih mungilnya.
"Baiklah – baiklah Appa. Apa perlu aku kembali hari ini ? Jika ya aku akan mengambil penerbangan yang tercepat" jawab Baekhyun dengan sedikit mengelus dahinya. Chanyeol yang melihat sang kekasih seperti tengah gelisah berinisiatif menggenggam jemari Baekhyun untuk sedikit memberi ketenangan meskipun tak tahu apa masalahnya.
"Ne Appa. Annyeong" seketika Baekhyun langsung menghempaskan kepalanya pada sandaran sofa dan memejamkan matanya.
"Ada apa Baekhyunee ? Apa ada sesuatu yang terjadi pada Appa atau Eomma mu ?" tanya Chanyeol pelan dengan tetap menggenggam jemari Baekhyun. Si mungil menghela nafasnya pelan dan mengusap wajahnya pelan. Chanyeol masih senantiasa menunggu jawaban dari Baekhyun.
"Perusahaan Appa sedang krisis Chan. Sepertinya ada tikus pengganggu diperusahaan Appa" jawab Baekhyun masih dengan mata tertutup enggan membukannya.
"Mwo ? Bagaimana bisa Baek ?" Baekhyunpun hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
Baekhyun pikir ini tidak mungkin karena penurunan harga pasar atau menurunnya kualitas. Ini pasti ada kesalahan diperusahaan sang Appa. Sepertinya Baekhyun harus menyelidikinya sendiri.
"Chanyeol bisakah kita kembali ke Seoul sore ini ? Aku harus segera menyingkirkan tikus yang bersarang diperusahaan Appa Chan sebeleum semuanya hancur" Baekhyun memohon pada sang kekasih. Wajah Baekhyun terlihat gelisah. Dan untuk pertama kalinya Chanyeol melihat Baekhyun gelisah seperti ini.
"Apa kau yakin Baek ? Kau tak ingin bersantai sebentar disini ? mengingat kau belum mendapat cuti panjang semenjak bekerja menjadi sekertarisku, Anggap ini juga liburan Baek. Kita bisa bersihkan tikus itu besok pagi. Bagaimana heum ?" Chanyeol mencoba menahan si mungil, karena sebenarnya Chanyeol memiliki sedikit rencana kecil untuk kekasihnya.
"Tak bisa Chanyeol. Aku takut tikus itu akan menggrogoti perusahaan Appa lebih luas. Aku tak mau usaha yang di dirikan keluargaku itu hancur karena ulah tikus tak berotak itu"
Seketika Chanyeol dilema. Apakah ia harus membatalkan rencana perayaan hari jadinya dengan Baekhyun ? Mengingat perjuangannya mendapatkan hati Baekhyun juga cukup sulit. Namun Keluarga Baekhyun juga tak kalah penting.
"Oke Arraseo. Kita pulang sore ini. Berkemaslah biar aku yang mengurus tiket pesawatnya" ucap Chanyeol final. Sepertinya ia harus mengalah dulu. Chanyeol pun yakin suatu hari ia akan memiliki hari lain untuk merayakan itu dengan Baekhyun.
Grep
"Gomawo Chanyeollie~" Baekhyun menubrukkan tubuhnya pada Chanyeol. Chanyeol mendadak membeku karena ini untuk kali pertama Baekhyun memeluknya. Sebelumnya hanya Chanyeol yang memeluknya itupun hanya bisa memeluknya dibahu saja.
Chanyeol masih terkejut, namun detik berikutnya Chanyeol membalas pelukkan kekasih kecilnya. Ini mungkin akan menjadi hal baru karena Baekhyun sudah menjadi miliknya.
"Cheonma Baby"
-My Secretary-
Chanyeol dan Baekhyun sudah menginjakkan kakinya di Seoul 30 menit yang lalu. Kini mereka berdua sedang dalam perjalan menuju kediaman Byun. Dalam perjalan dari Pulau Jeju, Baekhyun tak berhenti memilin ujung kemeja yang dipakainya. Raut wajahnya juga nampak gelisah.
Sedari tadi Chanyeol memperhatikan gelagat kekasihnya. Chanyeol tak menyangka Baekhyun bisa segelisah ini hanya karena kabar bahwa Perusahaan sang Appa sedang berada dalam masalah.
"Tenanglah Baby. Perusahaan Appa pasti baik – baik saja heum" Chanyeol mencoba menenangkan Baekhyun. Menggenggam tangannya dan mengusapnya penuh kasih Sayang.
Baekhyun menoleh pada Chanyeol yang duduk disampingnya. Tatapan mata Chanyeol sangat teduh membuat Baekhyun tersentuh. Lelaki didepannya ini pasti sangat khawatir dengannya yang sedari tadi bisa terdiam dengan tenang.
"A-aku takut Chan. Aku takut Appa akan marah" ucap Baekhyun lirih sambil menundukkan wajahnya. Chanyeol bisa merasakan tubuh Baekhyun bergetar hanya dari tangan Baekhyun yang sedang ia genggam.
"Hey kenapa kau harus takut ? Kau tak salah Baekhyunee" ucap Chanyeol berusaha menenangkan Baekhyun. Baekhyun memandangi wajah Chanyeol sebentar lalu kembali menunduk.
"Sebenarnya dari dulu Appa menginginkanku meneruskan usaha keluarga yang sudah turun temurun ini. Tapi aku malah memilih mencari kerja dan berakhir bekerja menjadi Sekertarismu. Bukannya aku tak mau Chan, hanya saja aku ingin mencari pengalaman lain dulu sebelum benar – benar menjadi penerus Appa. Dan Appapun sudah berkata berkali – kali jika Appa takut gagal mengurus perusahan itu sendirian, mengingat Baekbom Hyung tak ada disini." Jelas Baekhyun panjang lebar. Tiba – tiba Chanyeol mengerutkan dahinya "Baekbom ? Siapa itu Baekbom Baek ?" Ahh Baekhyun ingat, selama ini Baekhyun belum menceritakan Baekbom pada Chanyeol dan Baekbom juga tak pernah bertemu juga dengan Chanyeol jadi wajar jika Chanyeol tak tau.
"Baekbom adalah Hyungku. Sekarang Hyungku memegang perusahaan anak Cabang yang berada di Busan" ucap Baekhyun. Chanyeol mengangguk paham.
"Appa tak akan memarahimu Baek. Itu bukan salahmu. Kita harus mencari tau apa yang terjadi dulu. Jadi ku mohon tenang heum" ucap Chanyeol sambil mengusap pipi Baekhyun pelan. Baekhyunpun mengangguk patuh.
Tak lama mobil yang ditumpangi Chanyeol dan Baekhyun sampai di rumah Baekhyun. Dengan cepat Baekhyun keluar dari mobil dan berlari masuk kedalam rumah. Chanyeol yang tak bisa mencegah hanya bisa menyusul berlari setelah sebelumnya berpesan pada supirnya untuk menurunkan koper mereka.
"Appa~" panggil Baekhyun ketika sudah memasuki ruang tamu rumahnya dan mendapati Appa dan Eommanya sedang duduk di sofa dengan wajah yang sedikit kurang baik. Sooyoung – Eomma Baekhyun dengan tenang menenangkan suaminya yang seperti benar – benar syok setelah mendapatkan telfon dari Sekertarisnya.
"Baekhyun" panggil sang Appa lalu memeluk anaknya. Baekhyun langsung bersimpuh didepan Appanya "Bagaimana ini bisa terjadi Appa ?" tanya Baekhyun pada Yunho. Yunho hanya bisa menggeleng dan menahan tangisannya. Ini warisan turun temurun dari Keluarganya. Yunho jelas tak mau disalahkan karena perusahannya mengalami krisis seperti ini.
"Appa juga tak tahu Baekhyun, padahal Appa sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjaga warisan Kakekmu ini. Tapi Appa malah mengecewakannya" jatuh sudah air mata Yunho saat mengatakan itu. Air mata Baekhyun juga sudah berada di pelupuk matanya. Ia tak tega melihat Appanya yang tertekan seperti ini.
"Appa jangan seperti itu. Aku yakin Appa sudah berusaha sekeras mungkin mempertahankan semua ini. Appa jangan putus asa" ucap Baekhyun dengan mata yang berkaca – kaca. Tangan mungilnya bergetar menggenggam tangan sang Appa. Setelahnya Yunhopun memeluk Baekhyun.
"Aku akan membantu untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi Appa" ucap Baekhyun sambil melepaskan pelukan sang Appa perlahan.
"Dengan cara apa Baekhyunee ?" tanya Sooyoung pada sang anak yang setahunya tak pernah mau tahu urusan tentang perusahaan keluarganya.
"Sebisaku Eomma. Nanti pasti akan ada caranya. Untuk sementara aku akan berada dikantor Appa. Karena firasatku ada yang tak beres dengan orang bawahan Appa"
"Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu dikantor Chanyeol Sayang ? Perusahaan Chanyeol juga membutuhkanmu" ucap Sooyoung. Benar apa yang dikatakan Sooyoung, perusahaan Chanyeol pastinya juga membutuhkan Baekhyun mengingat Baekhyun adalah salah satu bagian terpenting di perusahaan.
"Tak apa Eomma. Itu tak masalah, dikantor juga masih ada Kyungsoo Hyung yang bisa menggantikan Baekhyun sementara" sahut Chanyeol yang sudah duduk berada disamping Sooyoung.
Yunho menoleh setelah mendengar ucapan Chanyeol barusan.
"Terima kasih Chanyeol-ah." Ucap Yunho dengan nada sedikit terisak.
"Sama – sama Appa. Atau, apa perlu aku juga mengerahkan orang – orangku untuk mencari tahu apa penyebabnya Appa ?" tawar Chanyeol pada Yunho.
"Tak usah Chan. Aku akan mencari tahu semuanya sendiri" jawab Baekhyun meyakinkan Chanyeol. Dan Chanyeolpun hanya mengangguk. Setelah itu tak lama Chanyeol berpamitan untuk pulang kerumah orang tuanya, jelas kalian tak lupakan jika rumah orang tua Chanyeol masih satu komplek dengan Baekhyun ? Jadi Chanyeol memilih pulang ke rumah orang tuanya dari pada pulang ke Apartementnya tapi tanpa Baekhyun.
Baekhyun mengantarkan Chanyeol sampai depan pintu rumahnya, "Hati – hati dijalan Chanyeol" ucap Baekhyun. Chanyeol mengangguk dan tersenyum. Sebenarnya Chanyeol tak ingin meninggalkan Baekhyun melihat keadaannya yang kurang baik karena perusahaan sang Appa.
"Kau cepatlah istirahat Baekhyunee. Jaga kesehatanmu dan jangan lupa makan yang teratur heum" ucap Chanyeol sambil membelai kepala Baekhyun pelan. Yang diperlakukan seperti itu hanya bisa tersipu malu karena ulah kekasihnya.
"Kau juga jangan lupa" dan Chanyeolpun mengagguk sebagai jawaban.
Chup~
"Jaljayo Baekhyunee. Saranghae~" ucap Chanyeol setelah mencium pipi Baekhyun sebentar. Baekhyun semakin merona karena ulah Chanyeol lagi. Sebenarnya ini bukan kali pertama Chanyeol menciumnya bahkan dulu Chanyeol pernah menciumnya di bibir, namun entah kenapa Baekhyun selalu merona saat diperlakukan manis oleh Chanyeol. Padahal dirinya sudah sering menerima perlakuan manis itu dari Chanyeol.
"Nado Saranghae Chanyeollie~" ucap Baekhyun sambil tersenyum menampilkan mata bulan sabitnya. Setelahnya Chanyeol meninggalkan Baekhyun dan pulang kerumah Orang Tuanya.
-MySecretary-
Suasana gaduh sudah tercipta diruang makan keluarga Park karena ulah si anak lelaki mereka yang tiba – tiba berlari dari kamar lantai atas.
"Yaak Chanyeol pelan – pelan nanti kau tersedak" sang Appa memperingati saat melihat Chanyeol makan hampir tanpa jeda. Chanyeol hanya mnganggukan kepalanya dan fokus pada sarapan paginya. Yoora dan Yoonapun hanya bisa menggelengkan kepala karena melihat kelakuan Chanyeol. Orang seisi rumah ini sudah bisa menebak kenapa Chanyeol seperti ini, kalian juga pasti taukan ? Yupp Chanyeol terburu – buru karena terlambat. Kenapa harus takut terlambat ? Kalau perusahaan itu milikmu ? Alasannya karena ia sudah berjanji akan mengantarkan sang pujaan hati berangkat kekantor Calon Mertuanya.
"Akhuw swelesai. Bye Appha Bye Eommah Bye Noona" pamit Chanyeol denga mulut masih penuh dengan sarapannya. Kaki panjangnya langsung berlari menuju mobilnya dan segera melesat ke rumah Baekhyun yang untung saja hanya berjarak tak sampai memakan waktu 5 menit.
Chanyeol segera melangkahkan kakiknya keluar turun dari mobil dan sedikit berlari menuju pintu rumah sang kekasih. Tangannya juga sibuk membenarkan dasinya. Mungkin kalian pikir Chanyeol tengah menyimpulkan dasinya sendiri seperti Tokoh CEO Gagah yang ada di drama atau film kebanyakan. Namun nyatanya tidak, Chanyeol tak bisa menyimpulkan dasi sendiri. Ia menggunakan dasi yang ada perekatnya yang bisa dengan mudah dilepas pasang. Dan sedari tadi dasinya itu hanya menyampir dipundaknya.
Chanyeol melihat lagi penampilannya sudah rapi ataukah belum. Sedikit menyisir rambutnya agar terlihat lebih rapi. Dan mengatur nafasnya karena berlari tadi. Chanyeol mengetuk daun pintu berwarna putih itu. Lalu Tak lama pintu itu terbuka dan menampilkan sang Calon mertua.
"Oh Chanyeol-ah"
"Selamat pagi Appa" Sapa Chanyeol dengan membungkukkan tubuhnya sopan.
"Masuklah. Baekhyun masih bersiap" ajak Yunho lalu masuk kedalam rumah dan di ikuti oleh Chanyeol.
Diruang makan terlihat hanya masih ada Sooyoung yang tengah menyiapkan sarapan.
"Selamat pagi Eomma" sapa Chanyeol saat sudah berdiri didekat Sooyoung.
"Oh Chanyeol selamat pagi juga. Duduklah, sebentar lagi Baekhyun pasti akan turun" ucap Sooyoung. Chanyeol mengambil tempat duduk disebelah kanan Yunho dan Sooyoung berada disisi kiri Yunho. Tak lama orang yang di tunggu muncul turun dari lantai 2 kamarnya.
"Selamat Pagi Appa" Chup~
"Selamat Pagi Eomma" Chup~
Sapa Baekhyun pada kedua Orang Tuanya. Ritualnya setiap pagi adalah mencium kedua pipi orang tuanya. Namun hampir kurang lebih setahun ini Baekhyun jarang melakukannya karena Baekhyun tinggal satu atap dengan Chanyeol.
"Selamat Pagi juga anak Appa" balas Yunho.
"Ah aku rindu suasana sarapan dengan Appa dan Eomma" ucap Baekhyun. Benar Baekhyun merindukan suasana pagi seperti ini. Rindu mengecup kedua orang tuanya. Rindu pembicaraan pagi dengan kedua orang tuanya. Ribdu segala hal yang sudah menjadi rutinitas keluarga Byun ini.
"Tak seperti dengan Yoda ini" sambung Baekhyun setelah diam beberapa detik sambil melirik orang didepannya. Yang merasa disindir hanya mengangkat alisnya tanda bertanya.
"Memang kenapa sarapan dengan ku ?" tanya Chanyeol. Baekhyun tak mau menjawab. Ia langsung mengambil nasi dan beberapa lauk kedalam piringnyam mengacuhkan Chanyeol yang bertanya – tanya.
"Memang kenapa kalau sarapan dengan Chanyeol Baekhyunee ?" itu suara Sooyoung. Sooyoung sepeetinya penasaran denga n jawaban Baekhgun. Makanya itu ia mengulang pertanyaan Chanyeol.
Baekhyun melirik Chanyeol sebentar lalu menyuapkan satu sesendok nasi dan lauk kedalam mulutnya dan mengunyahnya.
"Tak ada yang dilakukan ketika sarapan. Hanya diam saja. Bahkan hampir jarang sarapan bersama" jawab Baekhyun sakartis dengan mulut yang masih terisi dengan makanan yang belum tertelan. Chanyeol melotot mendengar jawaban Baekhyun. Chanyeol tahu, sepertinya Baekhyun berniat mengadu pada Orang Tuanya.
"Jarang sarapan bersama ? Bagaimana bisa ? Kan kalian tinggal bersama ?" kini ganti Yunho yang bertanya setelah mendengar jawaban Baekhyun dan ekspresi muka Chanyeol yang tegang.
"Bisa saja Appa. Yoda ini selalu bangun kesiangan dan berakhir aku makan sendirian" Baekhyun mengerucutkan bibirnya sambil sedikit memainkan makanan yang ada pada piring makannya. Chanyeol langsung menunduk malu. Bagaimana bisa Baekhyun mengatakan itu didepan orang tuanya yang notabennya adalah Calon metuanya. Rusak sudah reputasi Chanyeol karena dipermalukan oleh kekasihnya sendiri.
Bukan maksut untuk mempermalukan, Baekhyun hanya ingin membuat Chanyeol merubah sikapnya yang terlambat bangun. Lebih tepatnya agar kekasih barunya itu tidak malas bangun pagi. Karena menurut Baekhyun waktu yang pas untuk bertukar pikiran selain malam hari, waktu sarapan pagipun lumayan cukup baik untuk membicarakan apapun atau hanya sekedar sharing tentang pekerjaan. Dan itu bisa juga menjadi jembatan pengerat satu sama lain.
Sooyoung dan Yunho sedikit terkekeh setelah melihat raut sang anak seperti tengah merajuk karena mainannya diambil orang lain.
"Lalu kenapa tidak kau coba membangunkannya ?" tanya Sooyoung.
"Dia hampir seperti orang mati jika tertidur Eomma. Bahkan pernah aku harus menyeretnya dari atas tempat tidur agar bisa terbangun" ucap Baekhyun sesuai fakta. Karena memang Baekhyun pernah menyeret Chanyeol dari tempat tidurnya. Badannya yang sangat besar itu yang membuat Baekhyun melakukan hal itu.
"I-itukan karena aku kelelahan bekerja Baek" Chanyeol berusaha membela dirinya. Baekhyun mengacuhkan pembelaan Chanyeol dan lebih memilih menyantap makannya.
"Lain kali kau harus membangunkannya dengan halus Baekhyunee. Tak baik memperlakukan kasar Bosmu sendiri" Sooyoung sepertinya membela Chanyeol dan Baekhyun yang mendengarkan itu langsung melebarkan matanya.
"Itu diluar jam kerja Eomma. Dan kenapa Eomma membelanya ? Eomma sudah tak menyayangi ku ?" Baekhyun protes karena ucapan Sooyoung. Baekhyun merasa seperti terbuang karena Sooyoung lebih membela Chanyeol.
"Sudah – sudah jangan ribut dimeja makan. Cepat selesaikan sarapan kalian dan berangkat ke kantor" setelahnya Chanyeol dan Baekhyun menganggukkan kepala lalu melanjutkan sarapannya. Chanyeol sebenarnya sudah kenyang namun karena paksaan sang Calon mertua jadilah Chanyeol sarapan lagi.
-MySecretary-
Suasan hening melingkupi Chanyeol dan Baekhyun. Mereka kini dalam perjalanan menuju perusahaan milik keluarga Baekhyun. Karena mulai hari ini dan beberapa minggu kedepan Baekhyun sementara waktu akan bekerja membantu sang Appa untuk menyelidiki berkas – berkas perusahaan yang diduga ada beberapa yang dipalsukan. Dan posisi Baekhyun dikantor Chanyeol akan dirangkap oleh Kyungsoo lagi dan mungkin Baekhyun akan membatu jika Chanyeol dan Kyungsok butuh bantuan.
"Kenapa diam saja Baekhyunee ? Aku tadi kan sudah minta maaf heum" Chanyeol membuka suara untuk pertama kalinya setelah memasuki mobil tadi. Baekhyun yang duduk didamping kanannya hanya diam menatap lurus jalanan didepan. Baekhyun badmood karena Chanyeol menjemputnya terlambat dari jam yang Chanyeol janjikan sendiri.
"Hanya telat 10 menit Baby. Lagi pula kau tak akan terlambat ke kantor. Itu kantor Appamu oke. Jadi berhenti mendiamiku heum" Chanyeol mencoba memberi pengengertian pada kekasih mungilnya ini. Chanyeol harus membagi fokusnya pada jalanan dan Baekhyun.
"10 menit katamu ? Kau bahkan telat hampir 15 menit. Dan apa itu Baby ? Aku bukan anak kecil. Ingat itu!" sikap cuek Baekhyun sepertinya sedang muncul kepermukaan. Chanyeol tahu, jika seperti ini tandanya Baekhyun benar marah.
"Oke oke. Sekali lagi aku akui aku salah karena telat menjemputmu dari jam janjiku. Dan aku minta maaf" Chanyeol masih berusaha agar mendapatkan maaf dari Baekhyun. Karena Chanyeol tak tahan jika didiami Baekhyun.
"Aku mohon maafkan Aku Baekhyunee. Aku janji tak akan bangun terlambat lagi" lagi Chanyeol masih berusaha sambil meraih tangan kiri Baekhyun dan menggenggamnya untuk meyakinkannya sedang tangan kiri Chanyeol masih memegang kemudi mobilnya.
Baekhyun terdiam beberapa menit, lalu menolehkan kepalanya untuk melihat Chanyeol yang masih membagi fokusnya pada jalan dan dirinya.
"Kau janji tak akan terlambat bangun ?" tanya Baekhyun.
Chanyeol mengangguk.
"Kau janji ?" Chanyeol kembali menganggukkan kepalanya.
Chup~
Baekhyun melayangkan sebuah kecupan pada pipi kanan Chanyeol sebagai hadiah. Chanyeol langsung menoleh dan terkejut atas perlakuan Baekhyun yang mencium pipinya dengan cepat lalu digantikan dengan senyuman.
"Gomawo Baekhyunee. Love you" ucap Chanyeol sambil mengusap pipi gembil Baekhyun. Sebenarnya Chanyeol ingin balas mencium Baekhyun tapi apa daya dirinya sekarang tengah mengemudi.
Tak lama mobil Chanyeol berhenti didepan gedung berlantai 4 dengan Logo huruf B yang besar. B untuk logo perusahaan keluarga Baekhyun. The Byun's. Karena ini usaha keluarga mungkin nama itu diambil dari marga keluarga mereka.
"Apa nanti kau akan pulang kerumah mu lagi Baek ?" tanya Chanyeol pada Baekhyun setelah keluar dari mobil.
"Mungkin Chan. Apa boleh aku kembali kerumah Orang Tuaku sampai masalah diperusahaan Appa ini selesai Chan ?" tanya Baekhyun pada Chanyeol.
Wajah Chanyeol seketika berubah masam. Bagaimana tidak, masalah ini jelas membutuhkan waktu setidaknya 3 bulan, jelas Chanyeol tak akan sanggup berpisah dengan Baekhyun.
"Lalu bagaimana denganku Baekhyunee ? Aku tak bisa jika harus berpisah lama denganmu~" Baekhyun benar ingin memukul jidat sexy Chanyeol sekarang juga. Penampilannya saja gagah, tapi tingkahnya seperti anak kecil.
"Setiap weekend aku akan datang ke Apartementmu. Bagaimana ?" tawar Baekhyun. Chanyeol sedikit berpikir lalu menyetujuinnya yang artinya hanya akan bertemu satu minggu sekali. Mau tidak mau, dari pada tidak bertemu, Chanyeol yakin tak akan sanggup.
-MySecretary-
Sudah seminggu ini Chanyeol dan Baekhyun tak bertemu karena Baekhyun yang kini sedang berada di rumah Orang Tuanya untuk sementara waktu. Chanyeolpun dengan penuh kesabaran menunggu hari Sabtu yang dianggapnya sangat lama ini.
Hari - hari Chanyeol lalui dengan tenang, namun sesekali akan marah - marah tidak jelas. "Hanya karena masalah Rindu tidak bisa bertemu Baekhyun saja kau uring - uringan Park. Cih berlebihan" itu hanya sepenggal kalimat yang pernah Kyungsoo lontarkan pada Chanyeol yang pada saat itu marah - marah tak jelas diruangan Kyungsoo.
"Apa jam 5 masih lama~ ?" Gumam Chanyeol sendiri sambil memandangi jam dinding diruangannya. Wajahnya ia tumpu pada meja kerjanya. Rambutnya sudah tak serapi tadi pagi. Dasinyapun sudah tidak sekencang saat ia datang kekantornya.
Chanyeol menegakkan tubuhnya lalu meraih ponselnya yang berada didalam kantong jasnya. Mendial nomer Baekhyun dengan cepat. Menempatkan benda hitamnya pada telinganya yang lebar menunggu suara merdu yang sudah dirindukannya.
Namun sampai percobaan kesepuluh, tak ada suara Baekhyun yang menyapa telinganya. Semakin tinggilah emosi CEO yang banyak digandrungi banyak wanita.
"Arghh-"
Cklek
Belum sempat Chanyeol melampiaskan kemarahannya, seseorang sudah masuk kedalam ruangannya.
"Hai~"
Tebeceeeee...
Annyeeeeoooong... Pinkue datang bawak Chapter 17 nihhh hihihi
Maaf nguarett yaa soalnya moodnya lagi kek angin 'semriwing' 😆
Ada yang masih nungguin ini cerita gak jelas ? Hehe pasti gak ada yaaaa.
Gpplah aku tetep terusin.
Jangn lupa vote sama revies di komen yaaa. Karena bisa jadi semangat aku.
Untuk yang setia menunggu ini cerit terimakasih.
Dan ada yang tau itu siapa yang dateng ?
Penasaran ? Tunggu aja hihihi
ByeBye
Salam CHANBAEK is REAL...
