My Secretary

Chapter 18

.

.

.

Yang Chanyeol inginkan sekarang adalah bertemu Baekhyun, membawanya pulang ke Apartement lalu memeluknya diatas ranjang King Sizenya. Chanyeol sudah terlalu merindukan Baekhyun.

Namun saat mendengar sapaan seseorang dari pintu ruangannya, hati yang awalnya menggebu bahagia karena akan bertemu Baekhyun seketika berubah jadi murka. Tak menjawab sapaan orang itu dan memilih mengabaikannya.

Seseorang itu, Yuan. Ia langsung melangkahkan kakinya mendekat pada Chanyeol meskipun ia tahu Chanyeol akan mengabaikannya.

"Ada apa kau kemari ? Bukan kah kau tahu bahwa jam kantor sudah berakhir ? Jelas aku tak menerima tamu!" ucap Chanyeol ketus tak menatap Wanita yang tengah memasukan tangannya pada kedua kantong blazernya.

Yuan tersenyum senang karena Chanyeol yang berbicara panjang padanya.

"Apa aku tak boleh berkunjung di luar jam kantor ?" tanya Yuan sambil memasang senyum yang di buat semanis mungkin. Chanyeol berdecih pelan ketika melihat wajah yang ia yakinin pernah tersentuh oleh jarum dan alat bedah itu.

"Tapi aku tak pernah mengijinkan siapapun menemuiku di luar jam kantor sebelum membuat janji denganku terlebih dulu!" jawab Chanyeol dengan memasang wajah tegas. Ah bukan tegas, lebih tepatnya wajah angkuh.

Bukannya takut, Yuan malah tertawa kecil.

"Baiklah. Mari kita buat Janji. Aku ingin bertemu denganmu di luar jam kantor Chanyeol-"

"Aku tidak bisa!" belum sempat Yuan menyelesaikan kalimatnya, Chanyeol sudah memotongnya lebih dulu.

"Pergilah Noona. Selagi aku masih baik padamu" Chanyeol lagi berucap. Tanpa menatap sang lawan bicara, Chanyeol menunjukan arah pintu keluar dengan tangan kirinya.

"Nagajuseyo!"

Pelan dan dingin. Aura Chanyeol benar terasa sangat gelap.

Yuan sedikit menyunggingkan senyumnya lalu kembali tersenyum secantik mungkin. Heoll, senyum secantik apapun, Chanyeol tak akan tertarik.

"Baiklah kalau begitu aku pergi. Annyeong Chanyeol~" Yuan lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Chanyeol.

Saat Yuan sampai pada pintu ruangan Chanyeol, tak sengaja ia berpapasan dengan Baekhyun.

"Oh! Annyeong Yuan Sajangnim" Baekhyun segera membungkuk memberi salam. Sedikit terkejut dengan keberadaan Yuan yang berada diruangam Chanyeol diluar jam kerja.

"Annyeong Baekhyun-ssi" sapa Yuan balik.

Saat Baekhyun akan bertanya pada Yuan, Yuan sudah berjalan lebih dulu melewatinya.

Saat dirasa sudah jauh dari ruangan Chanyeol, Yuan mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.

"Bisakah kau melakukan tugasmu dengan cepat ? Aku sungguh sudah muak melihatnya!" tanpa menunggu jawaban dari seseorang disebrang sana, Yuan memutus sambungan telfonnya sepihak lalu berjalan keluar dari gedung kantor Chanyeol.

Sekarang mari kita beralih kepada Chanyeol dan Baekhyun.

Chanyeol yang mendengar suara Baekhyun dengan segera berjalan menghampiri Baekhyun lalu memeluknya.

"Kenapa tak memberi tahuku jika kau kesini ? Aku bisa menjemputmu Baby~" ucap Chanyeol dengan suara yang dibuat manja. Baekhyun yang mendengarmya sedikit bergidik. Pasalnya Bos sekaligus Kekasihnya ini bisa berubah derastis jika menyangkut dengannya.

"Selama aku bisa sendiri, aku tak akan merepotkanmu Chanyeol" jawab Baekhyun sambil tersenyum manis. Chanyeol gemas sendiri saat melihat senyuman Baekhyun yang menjadi sangat-sangat manis setelah tak bertemu beberapa hari. Dengan gerakan perdetik, Chanyeol sudah mencuri satu kecupan di pipi kiri Baekhyun.

"Yakk! Park Chanyeol! Ini masih dikantormu kau tahu!" teriak Baekhyun reflek karena ulah Chanyeol. Dan sang tersangkapun hanya terkekeh pelan lalu memeluknya kembali.

"Aku terlalu merindukanmu Baekhyunee. Rasanya seperti 10 tahun tak bertemu denganmu" Baekhyun tersenyum dibalik punggung Chanyeol hanya karena ucapan sang kekasih. Sedikit gombal sih, namun Baekhyun menyukainya. Terlihat dari pipinya yang merona.

"Nado Chanyeollie. Aku juga merindukanmu~" tanpa disangka - sangka, Baekhyun membalas ucapan Chanyeol. Chanyeol yang tak percaya kemudian menjauhkan tubuhnya dari Baekhyun. Seolah tahu apa yang diekspresikan Chanyeol, Baekhyunpun mengangguk meyakinkan. Akhirnya Chanyeol memeluk Baekhyun lebih erat lagi dan menghujani pucuk kepala Baekhyun dengan kecupan.

.

.

.

.

.

My Secretary

.

.

.

.

.

Ini adalah hari Minggu, hari yang sering dimanfaatkan oleh banyak orang untuk berkumpul dengan keluarga. Sama dengan orang lain, kini Chanyeol dan Baekhyun sedang berada di Apartement Chanyeol untuk memanfaatkan hari libur mereka berdua. Tapi bedanya mereka masih belum menjadi Keluarga. Ingat! Masih belum ya, jadi Soon.

Hari ini mereka berencana hanya akan berada dirumah seharian setelah satu minggu tidak bertemu. Menghabiskan waktu berdua seharian penuh tak ada yang boleh mengganggu.

Setelah sarapan dan membersihkan tubuh, Chanyeol dan Baekhyun kini berada diruang tengah sedang menonton televisi. Bercuddle ria dibalik selimut tebal sambil memakan camilan. Pemandangan yang sangat kontras. Baekhyun yang mungil didekap oleh Chanyeol yang sangat gagah.

Saat mereka tengah asik menonton drama, tiba – tiba suara digit Apartemen mereka terdengar, tanda ada seseorang yang akan masuk kedalam Apartemen mereka. Dan benar saja, disana Yoora sudah masuk kedalam Apartement dengan tangan penuh barang belanjaan sepertinya. Sudah menjadi kebiasaan, Yoora tidak akan pernah mengetuk pintu saat berkujung ke Apartement Chanyeol, karena dulu Chanyeol sangat susah dibangunkan. Jadi Yoora meminta kata sandi Apartemen Chanyeol agar dapat masuk kedalam tanpa menunggu Chanyeol membukakan pintu.

Baekhyunpun segera menjauhkan tubuhnya dari Chanyeol saat tahu yang datang berkunjung adalah Yoora, namun ditahan oleh sang kekasih.

"Chan-" panggilanya berhenti ditengah jalan karena pemandangan yang dilihatnya. Yoora terpaku beberapa detik saat melihat posisi adiknya dan sang sekertaris yang begitu sangat intim.

"Ohh! Mian aku tak tahu jika kalian sedang berduaan." ucap Yoora sedikit terkejut. Bukan terkejut karena keberadaan Baekhyun, tapi Yoora terkejut karena posisi mereka yang belum pernah ia lihat.

Baekhyunpun dengan cepat mendorong tubuh Chanyeol menjauh lalu menghampiri sang Calon Noona Iparnya dan membantu membawa barang belanjaannya diatas meja pantry.

"kenapa Noona repot – repot membawa ini semua ? " tanya Baekhyun sambil mengeluarkan isi dari dalam tas belanjaan itu.

"Noona kira kau tidak ada disini Baekhyunee. Kemarin dia bercerita kalau kau pulang ke rumah Orang Tuamu, jadi Noona berinisiatif untuk mengisi lemari esnya." Jawab Yoora sambil membantu Baekhyun memindahkan semuanya ke dalam lemari es.

"Mianhae Noona, aku tak memberi tahumu dulu dan jadi merepotkanmu" ucap Baekhyun.

"Tak apa Baekhyunee. Aku juga sudah terbiasa seperti ini untuk si pemalas itu" Yoora sedikit meninggikan suaranya dan menekan kata pemalas lalu melirik Chanyeol. Baekhyun terkekeh pelan dan melihat Chanyeol yang sudah menatap mereka berdua dengan tatapan tajam.

"Yaakk! Noona bilang apa ?" protes Chanyeol dan mendekat kearah Noona dan kekasihnya.

"memang begitukan ?" sahut Yoora. Chanyeol rasanya ingin memukul Noonanya itu, tapi mengingat Noonanya itu selalu baik hati dengannya jadi ia urungkan itu.

"Oh ya, apa kau hari ini ada acara Baekhyunee ?" tanya Yoora tiba – tiba. Baekhyun yang sedang meminum air dingin hanya menggelengkan kepalanya.

"Maukah kau menemaniku pergi ke tempat - "

"Tidak! Baekhyunee hari ini akan dirumah saja denganku!". Belum selesai Yoora bertanya pada Baekhyun, Chanyeol dengan cepat memberi jawaban kepada Noonanya. Yoora langsung melirik Chanyeol tajam. Yang ia inginkan adalah jawaban dari Baekhyun bukan dari sang adik.

"Kau siapanya mengatur – atur Baekhyunee ?" tanya Yoora dengan menyedekapkan tangannya didepan dada.

"Aku pacarnya!"

"Masih pacarnya kan ? Belum nikahkan ? belum- ehh minimal tunanganlah-"

"Stop Noona!" chanyeol meninggikan suaranya agar Noonanya itu berhenti bertingkah seperti itu.

"Ara , Ara. Baiklah aku pergi. Bye Baekhyunee" ucap Yoora dengan wajah yang dibuat sendu.

Baekhyun hanya terkekeh melihat kelakuan kakak beradik yang tak pernah akur itu.

"Yaakk! Kenapa Noona tak pamit padaku!" teriak Chanyeol saat dilewati Yoora begitu saja. Lalu Yoorapun dengan secepat kilat hilang dari balik pintu.

"Sudahlah Chanyeol" ucap Baekhyun menenangkan kekasihnya itu.

"Menggangu saja!" gerutu Chanyeol pelan sambil menarik Baekhyun dalam dekapannya dan membawanya kembali pada sofa.

"Yakk Park Chanyeol!"

.

.

.

.

.

-My Secretary-

.

.

.

.

.

Setelah kemarin Chanyeol dan Baekhyun menghabiskan waktu seharian, dan Baekhyun kembali menginap di Apartemen Chanyeol, pagi ini Baekhyun harus kembali ke Perusahaan Appanya. Jadwalnya hari ini ia akan memeriksa semua laporan yang sudah Pak Kim kumpulkan. Pak Kim adalah sekertaris Appa Baekhyun. Beliaulah yang akan membantu Baekhyun selama penyelidikannya.

"Terima kasih sudah mengantarkanku Chanyeollie~" ucap Baekhyun dengan suara yang manis. Tak pernah sebelumnya Baekhyun seperti ini. Jika di ingat, sebelum mereka resmi menjadi sepasang kekasih, Baekhyun hampir tak pernah bersuara manis seperti ini. Yang ada dulu Chanyeol selalu mendapat suara datar atau nada suara yang dingin. Chanyeol benar sangat gemas bukan main dengan suara Baekhyun yang seperti ini.

"Sudah tugasku sebagai kekasihmu Baekhyunee. Tak perlu berterima kasih."

Baekhyun mengangguk dan hanya tersenyum manis.

"Cepatlah masuk. Pasti Appa sudah menunggumu dan sampaikan salamku padanya. Katakan saja padaku jika membutuhkan bantuan. Ara ?" ucap Chanyeol sambil mengusap rambut Baekhyun yang berada disampingnya.

"Akan aku sampaikan salam mu pada Appa. Dan berhati – hatilah dijalan" balas Baekhyun dan diberi anggukan oleh Chanyeol.

Chup~

"Bye Chanyeollie~" pamit Baekhyun dan keluar dari mobil Chanyeol dengan cepat. Chanyeol mematung beberapa detik karena perlakuan Baekhyun baru saja. Tangan besarnya menyentuh pipi kanannya yang baru saja mendapat ciuman dari Baekhyun. Rasanya seperti mimpi karena belum terbiasa. Padahal biasanya Chanyeol lah yang selalu mengejutkan Baekhyun, tapi sekarang sepertinya Baekhyun juga akan mengejutkan dirinya. Lalu Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya mengingat betapa menggemaskannya wajah Baekhyun tadi. Kemudian ia melajukan mobilnya ke arah perusahaannya setelah melihat Baekhyun benar – benar sudah memasuki gedung usaha keluarga turun temurun itu.

Lumayan jauh jarak kantor Appa Baekhyun dan kantornya sendiri, membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Setelah sampai pada ruangannya, tak lama Kyungsoo ikut memasuki ruangannya.

"Sajangnim!" Chanyeol yang baru meletakkan pantatnya pada kursi kebesarannya langsung menatap Kyungsoo bertanya. Wajah Kyungsoo terlihat sedikit cemas mungkin (?)

Tanpa dipersilahkan oleh Bossnya, Kyungsoo langsung menduduki kursi didepan meja Chanyeol.

"Lusa kita harus ke Jeju. Sepertinya ada yang tidak beres dengan proyek disana". Chanyeol menautkan alisnnya, bukankah mereka baru minggu lalu ke jeju ? kenapa harus kesana lagi –pikirnya.

"Tidak beres ? bukankah disana sudah ada Jaehyun ? harusnya Jaehyun yang memberi laporan pada kita jika disana ada masalah. Tapi sampai detik ini Jaehyun tak ada laporan" ujar Chanyeol. Chanyeol sangat percaya pada Jaehyun karena ia sudah bekerja dengannya hampir 5 tahun. Dan proyek yang dipegangnya tak pernah ada masalah. Semuanya pasti akan beres dan rapi.

"Maaf sebelumnya jika aku tak memberi tahumu. Aku telah mengirimkan tangan kananku ke Jeju untuk mengawasi Jaehyun. Aku sedikit curiga dengannya sejak kedatangan Nyonya Yuan kemari pertama kali. Karena ia begitu terlihat akrab. Dan beberapa kali aku mendapati pertemuan mereka di luar kantor" jelas Kyungsoo dengan wajah yang sedikit cemas. Chanyeol mengetukkan jarinya pada meja.

"Bisa saja mereka memang sudah berteman lama Hyung. Lebih baik kita tunggu kabar dari Jaehyun saja oke?". Chanyeol sedikit meyakinkan Kyungsoo agar tak terlalu memikirkan proyek mereka bersama The Land Group yang sedang berlangsung itu.

Lalu Kyungsoo dengan cepat mengeluarkan iPadnya dan menunjukkan segala Laporan yang diberitahukan oleh tangan kanannya. Chanyeol mengambil iPadnya dan membaca semuanya. Tangan kanannya terkepal sampai menampakkan uratnya. Chanyeol tak menyangka, orang yang sudah lama menjadi kepercayaannya kini mengkhianatinya.

"kalau begitu belikan aku tiket ke Jeju besok pagi. Akan ku urus si bedebah itu!" perintah Chanyeol dengan suara penuh penekanan.

"Ne Sajangnim" setelahnya Kyungsoo keluar meninggalkan ruangan Chanyeol.

Chanyeol menyandarkan tubuhnya pada kursi dan memijit pangkal hidungnya. Masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat. Semuanya diluar dugaan.

.

.

.

.

.

-My Secretary-

.

.

.

.

.

Mata sabit yang biasanya terlihat indah itu, kini sedikit terlihat menyeramkan. Ingat, hanya sedikit. Kerutan di dahinyapun ikut muncul seiring tangan lentiknya membuka lembaran laporan dari Tuan Kim. Semuanya benar – benar tak akurat dengan apa yang dilaporkan oleh Taeyong –Sekertaris Tuan Byun. Baekhyun semakin yakin bahwa sekertaris Appanyalah penyebab semua ini. Tapi untuk apa dan lari kemana semua uang itu, mengingat bahwa Taeyong adalah namja yang ia tahu sangat sederhana. Sesekali ia memijit pelipisnya tak menyangka dengan apa yang terjadi sekarang. Masalahnya, uang yang digelapkan tidak sedikit. Bahkan membuat saham keluarganya itu benar – benar merosot tajam.

"Apa Tuan Kim yakin ini semua laporan yang sebenarnya ?" tanya baekhyun pada orang yang duduk dihadapannya itu.

"Ne Tuan Baekhyun. Laporan itu saya dapat dari perusahaan yang bersangkutan dan tentu saja tanpa sepengetahuan Taeyong" jelas Tuan Kim.

Baekhyun menganggukan kepalanya paham dan kembali membaca laporannya, tiba – tiba ponselnya berbunyi diatas meja dan menampilan nama Chanyeol. Baekhyun meminta ijin pada Tuan Kim untuk menjawab telfonnya sebentar.

"Yeobseo ?"

"…"

"Kenapa mendadak sekali ? apa ada masalah disana ?"

"…"

"Baiklah. Hati – hati jika berangkat. Maaf tidak bisa menemanimu. Ku tunggu kepulanganmu"

"…"

"Ne, Nado heum~"

Setelah menutup sambungan telfonnya, Baekhyun kembali duduk di hadapan Tuan Kim dan kembali berdiskusi apa yang harus mereka lakukan. Lalu beberapa menit setelahnya Baekhyun mengakhiri pertemuan mereka karena ini juga sudah masuk jam makan siang.

Baekhyun berjalan kearah Cafetaria yang berada tak jauh dari kantornya dan memilih untuk berjalan kaki saja. Namun saat akan memasuki cafetaria, matanya tak sengaja melihat Taeyong dan Jaehyun berjalan berdua dan masuk kedalam sebuah mobil entah mobil siapa.

"Jaehyun ? kenapa ia bersama Taeyong ? Apa mereka saling kenal ?" monolog Baekhyun sendiri. Dan tak ingin memikirkan terlalu lama, Baekhyun pun masuk kedalam Cafetaria lalu memesan minuman favoritnya. Setelah membayarnya Baekhyun mengambil pesananannya dan meninggalkan Cafetaria. Ia sedang tak berminat duduk di Cafetaria hari ini. Dan memilih untuk kembali keruangannya lalu makan siang bersama Appanya.

Saat baru beberapa langkah keluar dari cafetaria, seseorang memanggilnya dari samping. Reflek Baekhyunpun segera menoleh dan disana ada Kris sedang melambaikan tangannya lalu berjalan kearahnya. Ini kali pertamanya Baekhyun bertemu Kris kembali sejak terkakhir pertemuannya di restaurant siang itu.

"Oh Kris Hyung?" Baekhyun mebalas melambai pada Kris yang sudah dekat dengan tempatnya berdiri.

Kris langsung memeluk Baekhyun namun Baekhyun tak membalasnya dan melepasnya cepat.

"Sedang apa kau disini ?" tanya Kris.

"Membeli minuman" jawab Baekhyun sambil mengangkat cup minumannya.

"Kenapa membeli minuman untuk makan siang jauh sekali ?" tanya Kris lagi. Baekhyun sedikit tertawa karena pertanyaan Kris. Baekhyun paham kenapa Kris bertanya seperti itu. Karena setahunya, Baekhyun bekerja di perusahaan Chanyeol yang dari sini jaraknya sangat jauh.

"Aku sedang membantu Appaku untuk bebrapa minggu kedepan. Jadi aku sedang bekerja di perusahaan Appa sementara" Kris mengangguk paham dengan jawaban Baekhyun.

"Apa kau sudah makan siang ? Mau makan siang bersama ku ?" ajak Kris pada Baekhyun. Baekhyun langsung menggelengkan kepalanya menolak ajakan Kris.

"Mian Hyung, Appaku sudah menunggu dikantor. Annyeong" tanpa menunggu lama Baekhyun langsung saja berjalan meninggalkan Kris. Ia tak mau ada salah paham dengan Chanyeol nantinya meskipun sedikit kemungkinan ada yang melihat mereka.

Tanpa Baekhyun ketahui, Kris mengepalkan tangannya namun detik berikutnya mengubah wajah marahnya menjadi senyuman yang misterius.

.

.

.

.

.

-My Secretary-

.

.

.

.

.

Jongin hari ini benar terlihat sangat sibuk. Matanya tak teralihkan sama sekali dari Laptop dan beberapa Laporan disampingnya. Tak biasanya lelaki itu seperti ini. Biasanya saat jam makan siang tiba, ia akan melesat pergi ke Park Group untuk menemui sang kekasih. Namun hari ini sepertinya tidak.

Tok Tok Tok

Suara ketukan pintu terdengar, tanpa melihatpun Jongin langsung memerintahkan seseorang itu untuk masuk kedalam ruangannya.

"Permisi Sajangnim, ada yang ingin menemui anda" Jongin melepas kacamatnaya lalu menatap sang sekertaris.

"Siapa ?"

"Perwakilan dari Park Group" dan Jonginpun langsung menganggukan kepalanya cepat. Ia tahu siapa yang datang.

Saat seseorang itu sudah memasuki ruangannya, dengan cepat Jongin berdiri dan memeluk seseorang itu.

"Aahhh kau datang di waktu yang tepat sayang-" baru saja Jongin memeluknya, tubuhnya segera didorong menjauh oleh kekasihnya itu. Ya, yang datang adalah Kyungsoo sang kekasih.

"Kau mau cari mati ? Ini masih dikantormu Jongin jika kau lupa" ketus Kyungsoo lalu berjalan pada sofa diruangan itu. Kyungsoo datang ke kantor Jongin jelas ada alasannya. Membawakan makan siang untuk beruangnya itu. Karena Kyungsoo tahu, sang kekasih sedang sangat sibuk.

"Tapi ini perusahaanku Kyung~ kenapa tidak boleh heum ?" Jongin mendekati Kyungsoo lalu mengambil tempat duduk disampingnya.

"Justru ini perusahaanmu, Kau harus memberi contoh yang baik untuk semua karyawanmu. Bukan malah berlaku tak berwibawa seperti itu" suara Kyungsoo masih sangat ketus. Ini yang Jongin suka dari Kyungsoo, ia bisa menjadi sangat tegas dan kadang bisa jadi sangat "Liar".

"Tapi kan suatu hari nanti Kau akan menjadi pasanganku Kyung~" Kyungsoo tak menjawabnya, ia sibuk menyiapkan makan siang untuk mereka berdua.

"Jjah. Makanlah kau sudah bekerja terlalu keras" ucap Kyungsoo sambil menyodorkan sekotak makan siang yang penuh dengan lauk pauk yang bergizi dan tentunya terlihat sangat lezat.

"Gomawo Kyung~"

Chup~

Seperti biasa, Jongin dengan sikap mesumnya. Dan Kyungsoopun tak akan menolak sedikit pun. Lalu mereka berdua menghabiskan makannya tanpa bersuara sedikitpun.

Jongin yang habis lebih dulu lalu disusul Kyungsoo setelahnya.

"Ini sangat enak Kyung. Wuahhh. Aku tak salah memilih kekasih" puji Jongin pada masakan Kyungsoo. Yang dipujipun hanya tersenyum lalu menghamburkan tubuhnya kedalam pelukan Jongin. Mereka selalu melakukan ini setiap kali selesai makan siang. Saling memeluk dan memberi kenyamanan satu sama lain.

"Jongin?"

"Ya Kyung ?"

"Terima kasih sudah membantuku"

Jongin terdiam sebentar karena ucapan kekasihnya.

"Berterima kasih untuk apa ?" tanya Jongin sambil memiringkan tubuhnya agar bisa menatapa Kyungsoo.

"Terima kasih sudah membantu dengan mengirimkan tangan kananmu ke Jeju untuk proyek Chanyeol" ucap Kyungsoo sambil mengusap dada bidang kekasihnya dari balik kemejanya.

Jongin pun hanya tertawa sebentar lalu kembali mencium kekasihnya yang kini berbeda tempat, bukan lagi di pipi. Namun kini di bibi tebal Kyungsoo yang berbentuk hati.

"Seharusnya si Park itu yang berterimakasih kepada ku, bukan kau sayang~" ujar Jongin sambil membelai pipi tembam Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum manis lalu merapatkan tubuhnya pada Jongin dan menyandarkan kepalnya pada dada Jongin yang terasa hangat.

"Tak apa. Aku juga perwakilannya. Lagi pula aku yang meminta bantuanmu bukan Chanyeol" ucapnya sedikit lirih karena tertahan dada Jongin. Jongin melayangkan kecupan kupu – kupu pada pucuk kepala pujaan hatinya.

"Itu sudah kewajibanku untuk membantu calon pasangan hidupku. Jika ia kesulitan, aku harus membantunya. Aku tak akan membiarkan kekasihku ini kesusahan. Selama aku bisa aku akan siap untukmu~"

Kyungsoo merona mendengarkan ucapan Jongin seperti itu. Jantungnya berdegup kencang. Darahnya berdesir hebat. Tak pernah Kyungsoo merasakan hal seperti itu sebelumnya. Masa lalunya sangat kelam. Tapi masih ada lelaki yang mau menrimanya seperti ini dengan tangan dan hati yang terbuka lebar. Memperlakukannya manis bak Putri. Kyungsoo sangat bersyukur dengan kedatangan Jongin dikehidupannya. Ia merasa tak kesepian lagi.

Lalu Kyungsoo menjauhkan tubuhnya dan menatap kekasihnya dalam.

"Terima kasih Jongin~ Terima kasih untuk semuanya" ucap Kyungsoo dengan suara yang sangat manis. Dan dibalas anggukan dan senyum manis oleh Jongin.

Mata mereka saling menatap dalam satu sama lain. Lama – lama jarak tubuh mereka terkikis. Bibir sexy Jongin kini sudah berada di atas bibir Kyungsoo. Melumatnya penuh dengan perasaan cinta. Kedua mata mereka sama – sama terpejam saat rasa nikamat tersalur dalam tubuh mereka.

Entah sadar atau tidak, Kyungsoo kini sudah mengalungkan lengannya indah pada leher Jongin dan menariknya untun menindih tubuhnya. Jonginpun dengan senang hati membaringkan kekasihnya hati – hati tanpa melepas tautan bibir mereka.

Suara kecipakpun tak terelakkan. Kepala Jongin beberapa kali bergerak kekanan dan kekiri untuk mencari posisi yang tepat untuk melahap habis bibir tebal kekasihnya. Tangannya tak tinggal diam, tangannya sudah berjalan menelusuri pinggang Kyungsoo dan mengusapnya sensual. Lalu berjalan naik menuju nipple favoritnya.

"Eunghh~"

Lenguhan yang ditahan Kyungsoo sedari tadipun akhirnya lolos. Suaranya tak terlalu keras, namun berhasil membuat Jongin kelimpungan. Hasratnya sudah benar sangat di ubun – ubun.

"Sayang~ mari kita selesaikan ini dirumah. Aku tak bisa membiarkan orang lain mendengarkan suara indahmu saat bercinta denganku~" bisik Jongin seduktif tepat ditelingan kiri Kyungsoo. Jongin sebenarnya tak bisa menahan hasratnya, namun ia masih waras karena ini di perusahaannya.

"Setubuhi aku Jongin. Aku sudah menunggu Kai memenuhikuh~" ucapan Kyungsoo seketika menjadi frontal jika sudah berhasrat dengan Jongin. Tak ada bahasa sopan dan suara yang tegas dari Kyungsoo. Hanya kata – kata frontal yang keluar. Tapi Jongin sangat menyukai sisi Kyungsoo yang seperti ini. Ia merasa mendapat pasangan yang seimbang dengannya.

Tanpa menunggu lama, Jonginpun segera menggendong tubuh Kyungsoo keluar dari ruangannya dan lari menuju mobilnya. Semua karyawan yang dilewati Jongin hanya bisa terbengong melihat adegan yang seperti di drama – drama itu. Setelah sampai didalam mobil, Jongin segara menghubungi Sekertarisnya, memberi tahu bahwa ia tak akan kembali ke kantor hari ini. Dan kemudian Jongin mengemudikan mobilnya menuju Apartementnya. Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang panjang dan menggairahkan.

.

.

.

.

.

-My Secretary-

.

.

.

.

.

Pagi – pagi Chanyeol sudah sibuk dengan koper yang di isi dengan banjunya. Akibat kelelahan, semalam ia lupa menyiapkan bajunya untuk pergi ke Jeju. Dan berakhir sekarang ia memasukannya asal. Biasanya ada Baekhyun yang akan menyiapkan perlengkapannya namun apa daya, Baekhyun sekarang sedang tak disini. Jadi ia harus mempersiapkannya sendiri.

Setelah semuanya beres, Chanyeol segera melajukan mobilnya menuju Bandara Incheon. Chanyeol hanya berangkat sendirian kali ini. Ia menyerahkan pekerjaannya disini pada Kyungsoo untuk sementara selama ia membereskan masalah di Jeju.

Entah kenapa, semenjak menginjakkan kaki di Bandara, hatinya jadi tak tenang. Seperti ada yang mengganjal. Tapi ia mencoba untuk mengabaikan itu dan memilih meraih ponselnya yang berada di dalam Jasnya lalu medial nomor Kekasihnya.

Hanya menunggu beberapa detik, suara khas bangun tidur dari seberang telfon menjawabnya.

"…"

"Pagi Baekhyunee~ apa kau baru saja bangun tidur ?"

"…"

"Ahh pantas saja. Cepatlah bangun dan pergi bekerja"

"…"

"Ne. Baru saja aku sampai Bandara dan akan lepas landas 20 menit lagi"

"…"

"Heumm. Jagalah dirimu baik – baik. Hubungi Kyungsoo jika perlu bantuan. Aku mencintaimu"

"…"

Setelah menutup panggilannya dengan sang kekasih, Chanyeolpun lalu menarik Kopernya menuju pintu keberangkatan dan menghilangkan semua rasa mengganjalnya.

.

.

.

.

.

Tebeceeeeeeeeeee…..

Salam CHANBAEK is REAL…

Surabaya, 05 Mei 2020