My Secretary

Chapter 19

.

.

.

Sepertinya hari ini dan beberapa hari kedepan akan membuat Baekhyun sedikit murung. Pasalnya, Chanyeol tak ada didekatnya. Entah kenapa rasanya sedikit aneh ketika Namja Jakung itu pergi sendiri untuk pertama kalinya setelah mereka berdua menyandang status sebagai kekasih. Sepertinya Baekhyun mulai memilik rasa Rindu pada Chanyeol.

Entah kenapa perasaannya sedikit gelisah hari ini setelah mendapat telfon dari Chanyeol tadi pagi.

"Tuan Baekhyun"

Saat Baekhyun tengah memikirkan Kekasihnya yang belum memberi kabar sejak pagi, suara Tuan Kim terdengar dengan langkah memasuki ruangan Baekhyun dengan cepat. Baekhyun yang melihat Tuan Kim seperti tengah berada ditengah keadaan genting langsung membangunkan dirinya.

"Ada apa Tuan Kim ?"

Ada jeda bebrapa saat dari Tuan Kim lalu taka lama ia membuang nafasnya panjang.

"Dugaan kita benar. Ini semua ulah Taeyong. Tapi ini bukan murni ulah Taeyong sendiri, sepertinya ada yang menyuruhnya. Karena mengingat Taeyong sangatlah patuh pada Tuan Byun" jelas Tuan Kim pada Baekhyun.

Jika dipikir lagi, memang ada benarnya. Taeyong sangatlah patuh pada Appanya. Bahkan Taeyong sudah menjadi Sekertaris Appanya hampir 8 tahun. Jadi sedikit aneh jiak Taeyong melakukan atas kemauannya sendiri.

"Cepat kumpulkan semua bukti dan segera limpahkan ini pada BIN Tuan Kim. Aku tak mau bedebah seperti dia berada disini terlalu lama!" perintah Baekhyun dengan suara yang tegas. Sosok dingin didalam dirinya sedang bangkit.

"Ne Tuan Baekhyun" Lalu Tuan Kim keluar dari ruangan Baekhyun.

Baekhyun menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya sebentar. Merasa sedikit lega karena ada titik terang dari kasus perusahaan Appanya ini.

Tiba – tiba ia teringat oleh sang Kekasih yang belum menghubunginya sejak tadi pagi. Jadi dia berinisiatif untuk menghubungi lebih dulu.

Meraih ponselnya yang tergeletak diatas meja lalu mendial kontak Chanyeol.

Tutt…..

Tanpa menunggu lama, panggilan Baekhyun mendapat jawaban.

"…"

"Chanyeollie~ Apa kau sudah sampai ?"

"…"

"Syukurlah. Apa kau sudah makan siang ?"

"…"

"Belum juga. Cepatlah makan siang jangan sampai terlambat."

"…"

"Wae ?"

"…"

"Pembuat onarnya sudah diketahui. Dan semuanya akan ku limpahkan pada pihak BIN"

"…"

"Eeum. Jadi cepatlah pulang. Aku merindukanmu "

"….."

"Eumm. Nado~"

Baekhyun lalu mematikan panggilannya dan pergi ke ruangan sang Appa untuk memberi tahu siapa dalang dibalik semua ini.

.

.

.

.

.

-My Secretary-

.

.

.

.

.

Setelah mendarat di Bandara, Chanyeol langsung menuju ke hotel miliknya dimana Jaehyun menginap. Sebelum berangkat, Chanyeol sudah dibekali semua laporan yang dipalsukan Jaehyun oleh Kyungsoo. Chanyeol sedikit bingung, dari mana semua ini Kyungsoo dapatkan padahal ia tak memberi perintah. Tapi Chanyeol lupakan itu sesaat, ia harus menyelesaikan ini dengan Jaehyun. Ia tak mau rugi. Usaha yang Chanyeol urus bertahun – tahun tak boleh merugi sedikitpun. Chanyeol tak mau membuat Appanya kecewa.

Beberapa kali Chanyeol mencoba untuk menghubungi Jaehyun namun tak ada jawaban.

"Sialan! Kemana dia ini heuh ?!" gerutunya dengan terus mencoba menghubungi Jaehyun. Chanyeol sudah mencoba mencari di kamar hotelnya namun tak ada. Saat bertanya pada Receptionis, katanya Jaehyun belum melakukan Check out.

Tanpa pikir lama, Chanyeol langsung pergi menuju lokasi pembangunan proyeknya. Biasa jadi Jaehyun ada disana sedang memantau.

Saat sudah sampai di lokasi, Chanyeol menuju kantor pemasaran yang kebetulan berada didepan bangunan Proyek.

"Diamana Jaehyun ?" Tanya Chanyeol sambil membuka pintu dengan kasar. Bebrapa orang terkejut lalu berdiri dan memberi hormat pada Chanyeol. Dan tanpa sengaja matanya bertabrakkan dengan mata Yuan. Satu alisnya terangkat saat melihat ada Yuan disini. Tak seharusnya Yuan sang CEO berada disini. Seharusnya hanya sang kepala Proyek yang ada disni.

"Oh Chanyeol ?" panggil Yuan saat melihat Chanyeol berada disini.

"Kenapa kau ada disini ?" Tanya Chanyeol ketus. Yuan mengangkat satu alisnya.

"Apa aku tak boleh memantau Proyekku ?" Yuan balik bertanya pada Chanyeol.

"Dimana Jaehyun ?"

"Aku tak tahu. Sejak tadi pagi aku tak melihatnya" jawab Yuan.

Chanyeol mengusap wajahnya frustasi. Yuan yang melihat Chanyeol seperti sedang banyak fikiran mencoba mendekat.

"Apa kau perlu bantuan ?" Yuan menyilangkan tangannya didadanya. Chanyeol tak langsung menjawab. Sebenarnya Chanyeol malas jika berhadapan dengan Yeoja aneh ini. Tapi bagaimana lagi, proyeknya sudah berjalan.

"Bolehku lihat laporan Proyek ini dari mu ?" Tanya Chanyeol lagi. Yuan terdiam tak langsung menjawab lalu tak lama ia tersenyum yang dibuat – buat sangat manis. Cihh Chanyeol tak akan terpikat.

"Apa Jaehyun tak memberimu laporannya ?"

"Sudah. Tapi sepertinya ada yang tidak beres jadi aku ingin menyamakan dengan laporamu" jelas Chanyeol. Yuan lagi tersenyum.

"Tentu. Tapi laporan itu berada di kamar hotelku. Jika kau mau temui aku setelah makan malam"

"Baiklah. Nanti malam akan ku ambil" tanpa menunggu jawaban dari Yuan lagi, Chanyeol segera keluar ruangan. Dan meninggalkan Yuan dengan menyunggingkan senyumnya.

.

.

.

.

.

-My Secretary-

.

.

.

.

.

Kyungsoo saat ini sedang makan siang bersama Jongin di kantornya. Memakan masakan rumahan Kyungsoo yang selalu ia bawa. Tak pernah lelah Jongin memuji rasanya. Hingga membuat Wakil CEO itu tersenyum bahagia.

Tiba – tiba ponselnya berbunyi dan menampilkan nama Chanyeol disana.

"Yeobseo Sajangnim"

"…"

"Mwo ? tapi kemarin aku mendapat laporan bahwa Jaehyun masih berada di Hotel. Coba kau hubungi nomornya"

"…"

"Mwo?! Baiklah coba aku croscek-"

Belum selesai Kyungsoo berbicara dengan Chanyeol, ponsel Jongin ikut berdering dan menampilkan nama Ten disana.

"Yeobseo Ten?"

"…"

"Mwo ? dengan siapa ia kembali ke Seoul ?"

"…"

"Oke. Lakukan terus tugasmu. Terus awasi keadaan disana"

"….."

"Chanyeol, nanti ku hubungi lagi oke?" tanpa menunggu jawaban, Kyungsoo langsung menutup panggilannya sepihak.

"Ada apa Jongin ?" Tanya Kyungsoo dan mendekat pada Jongin.

"Jaehyun kembali ke Seoul kemarin pagi. Dan hari ini Yuan juga berada di Proyek" jelas Jongin.

"Waahhh kenapa bisa kebetulan sekali ?" ucap Kyungsoo sambil menyandarkan tubuhnya pada sofa.

Ini semua seperti sudah terencana. Dugaan Kyungsoo semakin kuat bahwa Yuan ada kerjasama dengan Jaehyun entah untuk apa.

"Aku akan memerintah Lucas untuk mencari keberadaan Jaehyun disini" dan di jawab anggukan oleh Kyungsoo.

Jongin segera menghubungi tangan kanannya yang ada di kantor untuk melacak dimana keberadaan Jaehyun.

"…"

"Lucas, bisa kau cari keberadaan Jaehyun hari ini ?"

"…"

"Akan ku kirimkan profilnya padamu lewat email"

"…"

"Beri tahu aku secepatnya jika sudah menemukannya"

"…"

Lalu Jongin mengakhiri sepihak panggilannya.

"Tak usah terlalu dipikirkan. Semuanya akan baik – baik saja" ucap Jongin menenangkan sang kekasih. Dan kemudian Jongin memeluknya. Makan siang mereka hari ini sedikti terganggu.

.

.

.

.

.

-My Secretary-

.

.

.

.

.

Dilain tempat, Baekhyun kini berjalan keluar kantor menuju cafeteria di sebrang kantor Appanya. Ini jam makan siang dan kali ini ia ingin bersantai sejenak setelah taadi sedikit beradu argument dengan Appanya.

Seperti biasa Baekhyun akan memesan Ice Iced Americano dan sebuat dessert Strawberry tentunya. Sebelum menuju ke Cafetari ini, Baekhyun sempat menelfon Kyungsoo untuk bertanya apakah dia ada waktu untuk bertemu. Dan dijawab tidak oleh Kyungsoo, jadilah mereka akan bertemu saat makan siang ini. tapi sampai jam 1 lewat Kyungsoo belum menampakkan batang hidungnya.

"Aissh kemana dia ini" gerutu Baekhyun sambil berkali – kali mengechek ponselnya.

Suara lonceng cafetari berbunyi, menandakan bahwa ada seseorang yang sedang memasuki Cafetari ini. Secara reflek Baekhyun menolehkan kepalanya kearah pintu masuk dan menemukan Kyungsoo disana yang tentu saja tidak sendirian, dibelakangnya ada Jongin, kekasihnya.

"Soo-ya~" teriak Baekhyun sambil melambaikan tangannya. Kyungsoo dan Jonginpun segera menuju tempat Baekhyun dan duduk didepannya.

"Wahh lama tak bertemu Baek" ucap Kyungsoo sambil memeluk Baekhyun sebentar. Dan Jonginpun melakukan hal yang sama.

"Mau bagaimana lagi Soo. Perusahaan Appaku sedang terancam" ucap Baekhyun sambil mengkrucutkan bibirnya.

"Memang ada masalah apa Baek sampai kau yang harus mengurusnya ?" Tanya Jongin.

"Ada tikus kecil" jawab Baekhyun sedikit berbisik.

Jongin dan Kyungsoopun mengangguk paham karena itu adalah masalah yang ya bisa dibilang wajar.

"Apa kau butuh bantuan ?" tawar Jongin pada Baekhyun.

"Tidak usah Kim Sajangnim-"

"Cukup Jongin saja Baek, kita diluar kantor oke ?" dan diangguki oleh Baekhyun.

"Kalian pesan saja dulu" lalu Jonginpun memanggil pelayan dan memesan minuman.

"Kalian tak memesan makan siang ?" Tanya Baekhyun lagi dengan mulut masih penuh dengan cake Strawberrynya.

"Kami sudah makan siang tadi sebelum kau menelfon" jawab Kyungsoo. Dan Baekhyun mengangguk paham.

"Oh ya Soo, Proyek di jeju sedang ada masalah apa ? kenapa Chanyeol harus kesana ?" Tanya Baekhyun penasaran. Tujuan Baekhyun mengajak Kyungsoo bertemu adalah untuk menyakan hal ini karena hatinya sedikit tidak tenang setelah keberangkatan kekasih tingginya itu.

"Semua laporan dari Jaehyun adalah palsu Baek"

"Mwo ? Jaehyun yang memalsukan ?" Tanya Baekhyun.

Kyungsoo menggeleng.

"Entahlah. Aku belum yakin. Firasatku berkata ada dalang lainnya" Baekhyun mengangguk paham.

"Ehh tapi kemarin aku melihat Jaehyun di depan kantorku-" belum selesai Baekhyun berbicara, tiba – tiba ada seseorang yang menyapanya.

"Tuan Baekhyun ?" Baekhyun yang mendengan namanya dipanggil segera menoleh kebelakang pada sumber suara.

"Taeyong-ssi" Baekhyun menyapanya balik. Taeyong lalu menghampiri Baekhyun.

"Ada apa ?" Tanya Baekhyun pada Taeyong.

"Hanya ingin menyapa" lalu Taeyong tersenyum.

"Mau bergabung ?" tawar Baekhyun basa – basi pada sekertaris Appanya itu.

"Tidak usah Tuan. Seseorang sedang menungguku diluar"

"Ahh begitu. Kalau begitu hati – hati" setelahnya Taeyong pergi keluar dari Cafetaria dan berjalan menjauhi tempat itu dengan seseorang yang menggandengnya.

"Siapa Baek ?" Tanya Kyungsoo penasaran.

"Sekertaris Appaku. Dan dia adalah yang aku duga sebagai tersangka kasus penggelapan dana perusahaan Appaku ini"

Kyungsoo dan Jongin terkejut. Pasalnya melihat wajahnya yang bak malaikat itu ternyata adalah seorang "tikus kecil".

"Lalu kenapa tak langsung menjebloskan ke penjara ?" kini Jongin yang bertanya.

"Masih dalam tahap pengumpulan bukti. Mungkin besok akan dilimpahkan kepada pihak BIN" jawab Baekhyun.

"Jika butuh bantuan hubungi aku baek. Siapa tahu aku bisa membantu"

"Baiklah jika kau memaksa" dan di akhir oleh tawa kecil dari Baekhyun. Lalu Kyungsoo dan Jongin melupakan kalimat Baekhyun terakhir sebelum Taeyong menyapa dan melanjutkan membicarakan hal yang lain.

.

.

.

.

.

-My Secretary-

.

.

.

.

.

Setelah makan malam tadi restaurant hotel, Chanyeol segera menuju kamar hotel Yuan yang kebetulan berada di hotel miliknya ini. Kaki panjangnya ia bawa menuju lantai 4 dengan nomer kamar 4112. Ada sedikit keraguan saat akan mengetuk pintu kamar itu. Namun ia harus tetap melakukan agar membongkar kelakuan Jaehyun sebelum usahanya banyak merugi.

Tok Tok Tok

Akhirnya Chanyeol mengetuk pintu itu. Tak lama Yuan langsung keluar dan mempersilahkan untuk masuk kedalam dan duduk disofa.

"Aku sudah menunggumu dari tadi" ucap Yuan sambil menuang wine dalam gelas lalu ia sodorkan pada Chanyeol.

"Aku kesini untuk meminjam laporan Proyekmu, bukan untuk minum bersamamu" jawab Chanyeol ketus sambil memalingkan wajahnya enggan menatap penampilan wanita yang sepertinya sudah berumur 30an itu. Pasalnya, gaya berbusana wanita itu sedikit kurang sopan untuk menerima tamu apalagi mereka adalah kolega. Memang ini bukan pertemuan resmi, namun setidaknya berpakaian sopan sedikit mengingat dia juga seorang CEO. Kalau seperti ini, dia terlihat seperti penggoda.

"Bersantai sedikit tidak apa Chanyeol. Apa kau tidak lelah heum ?" Tanya Yuan sambil sedikit mendekatkan wajahnya pada wajah Chanyeol yang hanya berjarak 5 centi. Tak menunggu lama, Chanyeol segera mendorong tubuh Yuan agar menjauh darinya.

"Berikan laporanmu. Aku masih banyak perkerjaan" ucap Chanyeol lagi sambil berdiri dari duduknya. Yuan lalu menyunggingkan senyumnya tanpa sepengetahuan Chanyeol dan berjalan mendekat kepada Lelaki yang incar itu.

Grep

"Singgahlah disini sejenak~" ucap Yuan sambil memeluk Chanyeol dari belakang. Dengan gerakan sekian detik, Chanyeol menghempaskan tanga Yuan yang memeluknya dari belakang.

"Kau tak akan mempan merayuku Yuan-ssi! Dan lupakan soal laporan itu" lalu Chanyeol melangkahkan kakinya keluar dari kamar hotel itu. Yuanpun tak menahan kepergian Chanyeol, ia hanya tertawa saja.

Chanyeol segera kembali pada kamar hotelnya dan segera menghubungi Kyungsoo. Setelah selesai menghubungi Kyungsoo, ia melempar ponselnya asal keatas tempat tidur kemudian ia menyusuk merebahkan tubuh besar diatas tempat tidur.

Helaan nafas berat keluar dari bibir tebalnya. Sungguh ini diluar dugaan, tak pernah terbayangkan akan seperti ini saat bekerja sama dengan Yuan. Tahu begitu ia tak akan menerima kerjasama ini yang sedari awal sudah sangat menyebalkan.

Saat sedang asik menenangkan pikiran, tiba – tiba ponselnya berbunyi dan menampil nama Baekhyun disana. Dengan gerakan sepersekian detik, Chanyeol langsung menjawab telfon kekaish kecilnya.

"Yeobseyo Baekhyunee~"

"…"

"Ah mianhae. Aku baru saja selesai makan malam. Maaf melupakanmu~"

"…"

"Maafkan aku sayang. Jangan marah oke ?"

"…"

"Besok sore aku sudah kembali ke Seoul. Masalah disini belum selsai"

"…"

"Baiklah. Nado. Aku juga merindukanmu~"

Lalu Chanyeol meletakkan ponselnya pada nakas. Bisa – bisanya ia lupa menghubungi keasih mungilnya itu. Belum juga satu hari, tapi ia sudah merindukan Baekhyun.

Kemudian Chanyeol pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri dan pergi tidur. Besok rencananya ia akan pergi ke Proyek lagi memantau kerja lapangan anak buah Jaehyun. Dan sore harinya ia harus terbang kembali ke Seoul. Ia sudah tak sabar ingin bertemu dengan si mungil.

.

.

.

.

.

-My Secretary-

.

.

.

.

.

Dari semalam Baekhyun sudah tidur di Apartement Chanyeol. Karena ia benar merindukan kekasihnya. Baekhyun sedikit heran, belum sehari ia ditinggalkan tapi sudah sangat rindu. Kemarin saat seminggu tak bertemu saja ia masih biasa saj. Tapi setelah weekend lalu mereka melakukan Qualitytime seharian penuh, rasanya berubah. Jadi mudah merindu.

Bakhyun baru saja menyelsaikan mandi paginya dan akan menuju ke Pantry guna memasak sesuatu untu mengisi perutnya. Belum juga sampai Pantry, bel Apartementa tiba – tiba berbunyi. Lalu ia melangkahkan kakinya menuju pintu dan membukanya. Saat pintu sudah terbuka, disana tidak ada siapa – siapa.

"Aneh. Apa ada yang coba manggangu ?" gumam Baekhyun sendiri. Namun saat akan masuk kedalam, Baekhyun tak sengaja menunduk dan melihat ada sebuah amplop berwana coklat tergeletak disana lalu ia mengambilnya.

"To Baekhyun? Untukku ?" gumamnya sendiri lalu masuk ke dalam Apartement. Tangan mungilnya membuka amplop itu perlahan sambil berjalan kearah kursi pantry. Dan betapa terkejutnya Baekhyun saat mengetahui isi amplop itu. Dalam amplop itu ada 3 lembar foto dan satu lembar kertas kecil berisi note. Rasanya jantungnya sekarang seperti berhenti berdetak.

"C-chanyeol ?" ucapnya lirih masih dengan memandangi foto itu. 3 lembar foto itu adalah menampilkan Chanyeol sedang bersama Yuan.

Foto ke 1, Chanyeol dan Yuan sedang berada didepan pintu sepertinya pintu kamar hotel.

Foto ke 2, Chanyeol tengah duduk di sofa dengan Yuan yang membungkuk kearah Chanyeol sambil menatap wajah Chanyeol dengan jarak kurang dari 5 centi. Seperti tengah akan berciuman mungkin (?)

Foto ke 3, Yuan yang sedang memeluk Chanyeol dari belakang.

Lalu Baekhyun mencoba membaca note yang juga dikirim untuknya itu.

Dear Baekhyun,

Apa kau yakin Chanyeol mencintai mu ?

Jika ya, Kenapa dia berada di sebuah kamar hotel bersama wanita lain ?

-KW

Seketika air mata Baekhyun menggenang dipelupuk matanya dan bersiap segera terjun bebas. Hatinya seperti diremat. Sakit namun tidak berdarah. Ia tak percaya bahwa sang kekasih mengkhianatinya seperti ini. Padahal lelaki jangkung itu selalu meyakinkannya bahwa ia benar sangat mencintai Baekhyun. Dari apapun. Namun nyatanya ? Terjawab sudah kegelisahan Baekhyun kemarin.

Baekhyun segera memasukan ketiga foto dan selembar note itu kedalam amplonya kembali, lalu ia bergegas masuk kekamarnya. Mengambil ponselnya dan mendial nomor kekasihnya. Mencoba mencari jawaban atas apa yang ia lihat hari ini. namun sampai panggilan ke lima, Chanyeol tak menjawabnya. Tanpa pikir panjang, Baekhyun segera mandi lalu berpakaian rapi dengan setelan kantorannya. Kakinya ia bawa masuk kedalam mobilnya lalu pergi kekantor Chanyeol.

Saat sampai di kantor Chanyeol, Baekhyun langsung memasuki ruangan Kyungsoo tanpa mengetuk pintu.

"Biasakan mengetuk pintu kim Jong- oh Baekhyun-" belum selesai Kyungsoo protes, tiba – tiba selembar amplop mendarat didepannya.

"Apa ini Baekhyun ?" Baekhyun tak menjawab. Ia hanya menatap Kyungsoo sinis.

"Apa yang kau dan Chanyeol sembunyikan dariku Kyung ?" tanya Baekhyun ketus.

Kyungsoo yang mendapat pertanyaan seperti itu jelas terkejut. Ia merasa tak menyembunyikan apapun dari Baekhyun. Lalu Kyungsoopun segera membuka amplop yang dilempar oleh Baekhyun tadi. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat semua isinya.

"Kau dapat dari mana Baekhyun ?" Tanya Kyungsoo sambil mendekati sahabatnya itu yang sudah duduk pada sofa.

"Seseorang mengirimkannya ke Apartemen Chanyeol tadi pagi " jawab Baekhyun tanpa menatap Kyungsoo. Ia memilih memejamkan matanya. Tiba – tiba kepalanya menjadi pening.

" Lalu kau percaya begitu saja ? Apa kau sudah memastikannya pada si tiang itu ?" celetuk Kyungsoo tiba – tiba. Baekhyun tak menjawab, ia malah menjatuhkan air matanya lagi.

"Heol! Aku tak percaya Baekhyun seperti ini. Dimana Baekhyun yang dulu selalu menolak keberadaan Chanyeol heuh ?" ucap Kyungsoo lalu mendapat tinjuan dari Baekhyun.

"Hadap padaku dan dengarkan aku Baekhyun" Kyungsoo menghadapkan tubuh Baekhyun padanya.

"Jangan percaya dengan apa yang tak kau lihat sendiri. Apa yang tak kau lihat sendiri itu terkadang hanya settingan semata Baekhyun. Aku percaya Chanyeol bukan orang yang seperti itu Baekhyun" Kyungso mencoba menenangkan Baekhyun yang sepertinya mulai menangis sesenggukan.

"A-aku hanya kaget Soo. Apalagi Chanyeol tak ada disini" ucapnya dengan suara yang menahan tangis. Kyungsoo paham dan tahu bagaimana perasaan Baekhyun. Jadi ia mencoba meyakinkan Baekhyun, lalu memeluknya. Memberikan usapan ketenangan. Kyungsoo yakin ada dalang dibalik pengiriman amplop ini yang ingin membuat hubungan Chanyeol dan Baekhyun karam.

"Sekarang pulanglah. Tunggu Chanyeol di Apartement. Sore ini ia sudah kembali dari Jeju. Tanyakan ini baik – baik pada Chanyeol agar tak ada salah paham" Baekhyunpu menurut lalu membawa langkahnya keluar dari ruangan Kyungsoo dan pulang ke Apartemen.

.

.

.

.

.

-My Secretary-

.

.

.

.

.

Terik matahari tak membuat Chanyeol lelah memantau semua para pekerja bangunan Proyeknya ini. Hal sekecil apapun, jika itu salah Chanyeol akan memberitahunya. Ia hanya tak ingin ada kekacauan dikemudian hari.

Tadi pagi, Yuan tiba – tiba mengetuk pintu kamarnya lalu menyerahkan Laporan yang dipinjamnya semalam. Sebenarnya Chanyeol sudah tak minat, tapi itung – itung mungkin ini akan membantunya untuk menjebloskan Jaehyun kepenjara. Jadi ia menerimanya.

Chanyeol kemudian melirik jam tangan mahalnya sebentar dan jarum jam itu sudah menunjukkan pukul setengah dua siang. Tandanya ia sudah melewatkan jam makan siangnya yang biasanya tepat waktu. Ia lalu melepas topi proyek dan menyimpan kaca mata hitamnya kedalam saku celana.

"Pak Han ?" panggil Chanyeol pada seorang Mandor proyeknya ini.

"Ya Sajangnim ?" jawab Pak Han sambil mendekat pada Chanyeol.

"Saya akan kembali ke hotel dan segera kembali ke Seoul sore ini. Saya percayakan Pyorek ini sementara kepada anda sampai saya menemukan Jaehyun" jelas Chanyeol.

"Ya Sajangnim. Dengan senang hati saya akan bekerja sebaik mungkin dan tidak mengecewakan anda" dan Chanyeol mengangguk.

"Laporkan apapun yang terjadi kepada saya setiap hari kerja berakhir"

"Siap Park Sajangnim"

"Bailah. Saya tinggal dulu" lalu Chanyeol pergi menuju hotel. Rencananya ia akan mandi sebentar dan makan siang. Lalu pergi ke bandara. Ia sudah tak sabar bertemu dengan sang kekasih.

Hanya butuh waktu kurang dari 3 jam, Chanyeol kini sudah sampai di Apartementnya. Rencananya setelah ia sampai Seoul ia akan menemui Baekhyun dirumah Orang Tuanya namun ia harus membersihkan tubuhnya dulu agar terlihat tetap tampan didepan kekasihnya itu.

Saat memasuki Apartementnya, betapa terkejutnya Chanyeol saat mengetahui Baekhyun sudah ada didalam.

"Oh! Baekhyunee" panggil Chanyeol dengan nada sedikit terkejut. Yang dipanggilpun segera menoleh. Dan lagi, Chanyeol dibuat terkejut.

"Hey ada apa dengan matamu Sayang ? kenapa sembab ? kau habis menangis heum ?" Tanya Chanyeol sambil mendudukkan tubuhnya disamping Baekhyun.

Baekhyun hanya diam tak menjawab. Ia hanya menatap Chanyeol dengan tatapan tajam.

"H-hey ada apa Sayang ? Are you okay ?" Tanya Chanyeol sekali lagi dan kini sambil memeriksa tubuh Baekhyun siapa tahu ada luka. Tangan mungil Baekhyun menghentikan pergerakan tangan Chanyeol lalu menyerahkan sebuah amplop tanpa suara.

Chanyeol mengangkat satu alisnya tanda ia tak mengerti. Tapi Chanyeol tetap meraih amplop itu.

"Apa ini Baekhyun ?" tanyanya lagi yang lagi lagi tak dijawab oleh Baekhyun. Chanyeolpun lalu membuka amplop itu dengan tergesa. Merobeknya agar ia bisamelihat segera apa isi amplop itu. Matanya yang sudah lebarpun menjadi lebih lebar.

"K-kau mendapatkan ini d-dari siapa Baekhyunee ?" Tanya Chanyeol sedikit ragu.

"Cukup jawab apa benar yang ada didalam note itu ?" kini Baekhyun bersuara dengan suara dinginnya. Suara yang sudah hamper satu bulan tak Chanyeol dengar semenjak mereka resmi menjalin hubungan. Chanyeol bergidik ngeri mendengarnya.

"Kau salah paham Baekhyunee. Semalam aku hanya meminjam laporan proyek padanya. Aku tak melakukan apapun-"

"Oh jadi ini kejadian semalam ? pantas kau tak menghubungiku!" ucap Baekhyun ketus lalu mengalihkan pandangannya diiringi senyum mengejek.

"Semalam aku hanya kekamarnya sebentar lalu kembali kekamarku sendiri sayang. Saat aku masih berfikir tentang masalah proyek kau menelfonku. Aku tak ada niat melupakanmu sayang" Chanyeol mencoba menjelaskan pada Baekhyun yang sebenarnya.

"Lalu kenapa Yuan juga bisa ada disana ?" tanya Baekhyun lagi masih mencoba membuat Chanyeol mengakui apa yang ada di goto itu.

"Aku juga tak tahu sayang. Saat aku tiba disana, wanita itu sudah berada disana. Aku tak membuat janji dengannya percayalah padaku" kini Chanyeol sudah bersimpuh di kaki kekasihnya itu dengan wajah memelas agar Baekhyun percaya.

Baekhyun masih enggan menatap Chanyeol yang berada dibawahnya. Air matanya tiba – tiba terjatuh lagi. Padahal ia sudah menahannya sejak kedatangan Chanyeol.

"Aku hanya mencintaimu Baekhyunee. Tidak ada orang lain yang mengisi hatiku. Hatiku sudah penuh denganmu. Percayalah~" Chanyeol mencoba meyakinkan kekasihnya itu. Ini hanya salah paham. Baekhyun lalu menatap kepada Chanyeol.

"Sepertinya ada seseorang yang mencoba membuat kita berpisah Baekhyunee. Aku mohon padamu, hanya percaya denganku dan dengan pengelihatanmu sendiri. Jangan mempercayai apa yang tidak kamu lihat sendiri sayang~" Chanyeol meraih jemari Baekhyun lalu mengusapnya lembut. Mencoba menyalurkan rasa Cintanya kepada sang kekasih.

Baekhyun seperti di cubit hatinya. Ia merasa sudah meragukan hati kekasihnya yang jelas – jelas hanya mencintainya. Hanya karena 3 lembar foto tanpa mengetahui siapa pengirimnya.

"M-maafkan aku Chanyeol" ucap Baekhyun lirih sambil menundukkan wajahnya. Chanyeol lalu tersenyum. Hatinya melega. Chanyeol mengambil posisi kembali duduk di samping Baekhyun dan membuat Baekhyun menghadapnya. Telunjuknya menyentuh dagu Baekhyun dan mengangkatnya agar melihatnya.

"Hey lihat aku okey" Baekhyunpun akhirnya menatap Chanyeol.

"Tak perlu meminta maaf. Ini bukan salahmu. Itu hal wajar. Tandanya kau mencintaiku" Baekhyunpun reflek menganggukan kepalanya meskipun kecil. Chanyeol tersenyum melihat wajah kekasihnya itu sangat menggemaskan dengan hidung yang merah dan pipi yang basah karena air mata.

"Aku sangat mencintaimu Baekhyunee. Tak ada nama lain selain namamu dihatiku" ucap Chanyeol sambil menghapus jejak air mata di pipi Baekhyun. Bukannya berhenti menangis, Baekhyun malah kembali menjatuhkan air matanya bahkan lebih deras. Lalu Baekhyun memeluk tubuh Chanyeol.

"Maafkan aku Chanyeol. M-maaf sudah meragukanmu. Hiks" ucap Baekhyunsambil menagis didada bidang Chanyeol.

"Tidak apa Sayang. Sudah jangan menangis lagi. Aku sudah ada disini" balas Chanyeol sambil mengusap punggung Baekhyun penuh cinta. Lalu Baekhyun menjauhkan tubuhnya dan menatap Chanyeol dalam.

"Aku mencintaimu Chanyeol" ucap Baekhyun dengan mata yang berair.

Chup~

"Nado Baekhyunee. Aku juga mencintaimu" dan memeluk Baekhyun lagi.

Didalam hati Chanyeol kini sedang menahan amarah pada seseorang yang sudah membuat kekasihnya seperti ini. Ia tahu siapa pelakunya. Dan ia akan menerima pembalasan yang setimpal darinya.

Dan akhirnya malam itu mereka habiskan untuk melepas rindu meskipun Chanyeol belum sempat mandi.

.

.

.

.

.

Tebeceeeeee….

Annyeong Pinkeu Back…

Setelah hampir setengah tahun ini gak update hahaha

Sebagai gantinya aku kasih Double Update….

Harusnya tuh Chap 18 di update 2 bulan yang lalu…

Eh malah salah update yang TSL. Jadi sebagai gantinya aku kasih 2 Chapter sekaligus dehh..

Bagaimana apakah cerita ini semakin tidak masuk akal atau membosankan ? hahaha

Tapi gapapa aku bakal tetep Update sampai End kok hehe

Selamat menikmati dan jangan lupa Vote dan Komen…

Dan baca Work aku yang lain yaaaa… Gomawoooo~~

Salam CHANBAEK is REAL…

Surabaya, 05 Mei 2020