Tap!
Tap!
Tap!
Langkah seseorang berjalan pelan menuju sebuah pintu besar..mansion yang cukup besar
"Selamat datang sasuke-sama"
dua penjaga pintu membungkuk hormat..dan hanya di balas dengan anggukan
Kreet...
Pintu terbuka
Menampilkan seorang wanita paruh baya berjalan pelan dengan tangan terbuka lebar siap untuk menyambut sang putra
"sasuke-kun"
Mikoto menghambur memeluk sasuke,
Sasuke membalas pelukan ibunya..uchiha mikoto.
melepaskan pelukan tangan mikoto memanjang memegang pipi putranya
"anak nakal" mikoto mencubit gemas kedua pipi sasuke..seolah anaknya yang sudah kuliah itu masih anak-anak
"kenapa datang tidak memberi tahu ibu!"
"kejutan!" balas sasuke dengan senyuman yang akan..meruntuhkan iman para wanita-wanita diluar sana...termasuk sepatukaca
"ibu khawatir, ketika kamu tidak dapat dihubungi" mikoto menekan dada..merasa lega melihat putra tampannya kini didepannya
"ibu...aku akan baik-baik saja" sasuke memandang lembut sang ibu
"adik bodoh...ibu bahkan meminta ku untuk datang menjengguk mu di amerika sana..sialan!"
Sasuke dan mikoto spontan menoleh ke belakang
Uchiha itachi...kakak sasuke berdiri dengan kedua tangan dimasukkan di saku celana. Bahkan ia hampir berpapasan dengan itachi yang baru pulang kerja. Dan heii sejak kapan itachi berdiri sana?
"ita—
"sasu-chan akhirnya kau tiba. Berikan kakak tampanmu sebuah pelukan"
itachi berpose seperti siap sedia untuk dipeluk. Ia bahkan memejamkan mata, dua penjaga pintu tadi mengigit bibir..menahan untuk tidak ketawa melihat kelakuan dua orang lelaki yang paling di segani orang ramai..yah seperti pepatah jangan hanya tengok cover tapi lihat isinya..begitu gak sih?? Mohon dikecam
Sasuke yang disamping mikoto mengenyit jijik
"itachi menjijikkan"
Tuing..?!
Empat siku-siku muncul didahi itachi. Matanya terbuka lebar..ia lari kecil ke arah sasuke dan—
Duggh..
Satu pukulan mendarat indah di kepala si raven
"oucch!" sasuke memegang kepalanya
"sakit baka!!?" onxy itu menatap tajam sang kakak
"itu untuk kau datang tanpa diundang ke jepang"
Sasuke memegang kepalanya
"memangnya kenapa? Aku datang ingin menjenguk ibu dan ayah bukan kau!" ketus sasuke pada itachi di sampingnya. Itachi hanya memutar mata
"sudah-sudah lebih baik kalian istirahat dulu"
mikoto melerai pergaduhan tidak penting kedua putranya. Dasar baru berjumpa saja..tapi sudah seperti anjing dan kucing "itachi-kun jangan kasar-kasar dengan sasu-kun" bela mikoto. Sasuke menyeringai dengan alis naik-turun pandangannya pada itachi seolah mengatakan 'ibu membelaku~
"sasu-kun bagi ibu masih anak-anak"
Prangg..
Seperti jendela kamar yang terkena bola bisbol itulah yang dirasakan sasuke saat ini. Itachi terbahak-bahak sambil memegang perutnya, dua penjaga tadi juga tertawa mengikuti jejak itachi. Tidak kuasa menahan tawa melihat expresi si raven, sasuke Ia menatap mikoto
"ibuu~" ucapnya lemah. Mikoto tertawa pelan "sudah-sudah mari masuk" kedua lengan mikoto mengait kedua lengan putranya. Dan menghilang dibalik pintu besar dengan lambang uchiha melekat cantik di atasnya
.
.
.
"HARUNOO SAKURAAA???!"
mebuki memegang tekaknya. Terasa sakit sebab beberapa kali menjerit memanggil nama putrinya
"apa anak itu sudah meninggal?" tanyanya khawatir. Kizashi memutar mata
"kau seperti tidak mengenal. Sakura saja" timpal kizashi koran ditangannya dibuka.
"kau saja. Tidak pandai membantuku membangunkan anak mu itu"
"mungkin saja dia tidak mendengar ma" celetuk sasori anak bongsu keluarga haruno. Mebuki meletakkan spatula yang bekas digunanya
"kakak mu ini benar-benar sasori" gerutu mebuki ia mencuci tangan sebelum berjalan. Ke arah bilik anak gadisnya
tok! tok! tok!
"Sakura bangun!!?"
tok! tok! tok!
"Sakura??!" demi tuhan sekali sakura tidak membuka pintu mebuki tidak akan segan-segan menobrak pintu
tok! tok! tuk!
"ouchh!!?"
kedua tangan gadis berambut pink itu bertindak cepat menutup dahi lebarnya yang terkena ketukan cukup kuat menurutnya. Tepat saat ia membuka pintu. Ketukan keramat mebuki terkena kepalanya
"mama kenapa?" tanyanya dengan tampang khas orang baru bangun tidur. Mebuki melotot memandang sakura 'kenapa?' katanya? Warning!! Seperti sakura harus siap diomeli Sampai malam
"anak bandel. Sekarang ini jam ha? Kenapa belum siap? Ya tuhann...kalau begini tidak ada orang mahu menikah denganmu"
omel mebuki. Sakura hanya mengangguk-angguk sambil mengikuti mebuki dari belakang berjalan menuju dapur...ia masih mengantuk. Matanya pejam tutup bahkan omelan mebuki. Hanya samar-samar ia mendengarnya
kreet...
Kerusi samping sasori tertarik kebelakang.
Sasori yang sedang menyantap roti bakarnya menoleh ke arah sang kakak
"kakak? Kenapa denganmu? Kau kelihatan sangat kacau..
Belum cuci muka..rambut berantakkan dan air liur? Eeeww
"kakak lebih baik cuci muka" ucapnya pemuda tujuh belas tahun itu.
Sakura yang setengah sadar Memandang sasori
"kenapa?"
Jari telunjuk sasori menunjuk dagunya sendiri mengisyaratkan sakura yang ada sesuatu disana. Sakura menyentuhnya bawah dagunya..ewwh ia menarik pelan leher bajunya dan mengelap air liurnya mengunakan leher bajunya saja..sasori melanjutkan acara makannya. Manakalah mebuki melotot melihat aksi sakura
"yahh tuhannn..? Apa salahku ketika mengandungkan sakura?"
mebuki menarik nafas
"anak pemalas,Pengotor. anak gadis macam apa kau ini? Bagaimana kalau kau menikah nanti? Aku yakin ibu mertua mu akan menendang bokongmu kalau gaya mu seperti ini sakura. Bagaimana kehidupan bakal suamimu kalau dapat istri pemalas sepertimu" sepertinya sesi mengomel masih belum selesai
"aku siap..!" sasori bangkit dari duduknya.
"mama aku pergi" pamit sasori. Bukan apa tapi ia yakin yang dia akan diomeli jika terlambat ke sekolah
"humm baiklah" balas mebuki. Kepala mebuki yang sempat memandang sasori beralih pada anak sulungnya kembali.
"sakura ka—"
"mama sekarang jam berapa?" potong sakura. Roti bakar miliknya dimasukkan paksa dalam mulutnya sehingga mengelembung akibat penuh. Ohh tuhan dia bukan anakku. Pikir mebuki
"mama?"
"setengah delapan pagi" tangan mebuki mengapai piring bekas sasori
Brak!
"apa yang kau lakukan anak bandel?!!" omel mebuki ketika sakura bangkit dari duduknya tanpa aba-aba. Emerlandnya menatap mebuki
"kenap—
"mama.., sialan aku terlambat" sakura kelam kabut berlari ke biliknya..kizashi hanya menatap sakura sekilas sebelum mengambil gelasnya dan menghirupnya pelan
"ANAK BANDEL...AWAS KALAU KAU BALIK DARI KULIAH NANTI??!"
Kepala kizashi tertolak ke kiri akibat teriakkan nyaring sang istri.
"mebuki bisa tidak kau berhenti mengomel?"
"apa?!! Mau ku omeli??" tantang mebuki dan kizashi hanya mengeleng pelan dengan keringat dingin mengalir didahinya
Sungguh hari yang cerah di kediaman haruno
.
.
.
Sakura pov
Hosh! Hosh!
Aku menghentikan langkahku..dan memandang bingung pada mahasiswi dan siswa yang berkumpul di gerbang masuk kampus
"sekarang jam berapa?" aku mengangkat tangan kiriku
9:55pm
"sepatutnya jam seperti ini..semua nya sudah di kelas, apakah—kelas dibatalkan..?
Aku berjalan sambil mengedarkan pandangan "humm kebanyakkan mahasiswi" pikirku. Tiba-tiba saja aku menangkap penampakkan ino dan hinata di antara kerumunan para mahasiswi yang lain. Aku mengorak langkah pergi ke arah dua sahabatku
"itu sakura" aku mendengar suara cempreng ino..
"hey" sapa ku
End sakura pov
"apa aku melewatkan sesuatu?" emerland sakura mengedarkan pandangan..damn berisik sekali terutama para wanita
"yeahh kau melewatkan sesuatu yang sepatutnya kau tak patut lewatkan" ino menguncang-guncang pundak sakura. Gemas
"ohh ya apakah ada diskon?" diskon digerbang kampus? yang benar saja??!
pletak!
satu jidakkan mendarat mulus di dahi lebar sakura. Dahi itu tambah lebar sebab sakura mengikat ponytale rambut sepinggangnya
"bukan itu sialan..!?
"sakit begoo!!"
Tangan sakura mengelus-elus jidatnya
Shannaro...sakit sekali
"jadi?"
Tanya sakura. mengabaikan perih di jidatnya. Ingatkan dia untuk membalas perbuatan kurang ajar ino tadi,
"sakura-chan—
"bisa tidak kita di kantin? Disini berisik!" keluh sakura memotong ucapan hinata..
Hinata melirik ino sebelum mereka mengangguk serentak. Ino yang paling semangat menarik tangan dua sahabatnya berjalan menuju kantin
Sakura yang berjalan ditengah-tengah hinata dan ino membuka mulut
"apakah kelas dibatalkan?" celetuknya. Muka tanpa sebarang polesan make-up itu kelihatan masam
"iya"
"menyebalkan"
"kenapa?" tanya hinata penasaran.
"pagi tadi aku terlambat bangun dan kau tau? bagaimana kelam-kabutnya aku Mengejar waktu? Sampai-sampai sini kelas malah dibatalkan"
Gerutu sakura.. Yah memang sih menyebalkan, hinata dan ino mengiyakan dalam hati
"jadi? Apa yang membuat gerbang kampus jadi sesesak itu?"
"dengar cerita akan ada mahasiswa baru"
Sakura mengenyit alisnya "Hanya itu?" ia mengigit bibir agar tidak tertawa. Hanya mahasiswa baru sialan... Apakah mahasiswa itu. Salah satu dari personil bts sampai-sampai kelas dibatalkan?
"mahasiswa itu bukan calang-calang haruno"
sahut ino semangat. Sakura hanya memutar mata. sampai di kantin mereka bertiga hanya memesan minuman. Dan selebihnya duduk di kerusi kantin layaknya tante-tante yang ingin mengosipkan para tetangga
"jadi si mahasiswa baru ini..adalah anak seorang ceo" ino kembali membuka topic
"ceo?" sakura membeo. Ino mengangguk semangat, hinata hanya menjadi pendengar. Kurang minat ambil tahu hal orang. Sama dengan sepatuhkaca upss...
"uchiha. Kenal jidat? Uchiha sasuke! Seorang ceo muda. Tampan, kaya, apa kurangnya coba"
ino menopang dagu dan memandang ke atas. Menghayalkan si sasuke itu menjadi suaminya. atau kekasihnya mungkin? Sakura memutar mata
"jadi si pucat itu mau dikemanain?" balas sakura. Maksud sakura adalah sai. Pacar ino
"jidat..bisa tidak jangan pernah merusak khayalanku?" protes si pirang tidak terima. Hinata terkekeh, sakura berdengus
"tapi—" sakura menjeda ucapan..cukup ragu antara ingin mengatakan nya atau tidak
"emm..."
"apa jidat?!" ino tidak sabaran. Jemarinya Mengetuk-ngetuk meja dengan gemas. Hinata memandang penasaran
"siapa itu uchiha sasuke?"
