"siapa itu uchiha sasuke?"
krik!
.
krik!
.
krik!
.
slurrp..
Bunyi sedotan minuman tenten kedengaran. Hey!!? Sejak kapan wanita bercepol itu disana?
"sa-kura-chan tidak mengenalnya?" tanya hinata..eehh abaikan wajah ino yang menatap sakura dengan mulut ternganga
"jidat? Demi tuhan?! Kau tidak mengenalnya?" pekik ino tertahan. Ia menutup mulut tidak percaya
"iya demi tuhan??!"
Sontak tiga rambut berbeda warna itu menoleh pada wanita bercepol disamping sakura
Nginggh~...
"apa?" soal tenten
Ino berdengus dengan kelakuan tenten yang tidak pernah serius. Damn, apa tenten bodoh atau pura-pura bodoh? Soalan itu tertahan di tenggorok ino ia kembali menatap sakura
"abaikan dia!" guman ino "jadi? Bahagian mana yang kau tidak kenal? Mengenai sasuke?" tatapan ino mengintidimasi
Sakura bingung
"memangnya uchiha sasuke itu siapa? Aku tidak akan bertanya. Kalau aku mengenalnya pig!" protes sakura. Diambil Cappucino miliknya
slurrpp
Satu sedotan selamat melalui tenggorok sakura. Ino menepuk jidat mendengar ucapan sakura, hinata menahan senyum
"fix! Sakura. kebodohan tenten telah menular padamu" ucap ino ia memijat kening. Sakura berdengus tertahan
"jadi kalau si sasuke itu anak sultan sekali pun memangnya kenapa? Itu tidak akan membuat bokong kami bergetar sedikit pun"
balas tenten. Dirangkul sakura, sakura mengangguk membenarkan ucapan tenten. Hinata terkekeh
"kalian cobalah mengerti sedikit saja. Si sasuke itu tampan minta di cium"
"ah sai-san?" celetuk tenten. Ino spontan memusingkan badan
kosong...
sial ia tertipu. ino kembali menatap sahabatnya dengan muka memerah. tenten dan sakura terbahak, hinata menahan senyum ia menyentuh pundak sakura,
"sakura-chan~"
mengisyaratkan sakura untuk berhenti tertawa. kasihan ino
"diam!?" bentak ino. namun sepertinya tidak berpengaruh pada dua sahabat keras kepalanya
"oh perutku.." ucap sakura. tangan kanannya mengelus perutnya yang terasa sakit
"kupikir kau tidak takut dengan si pucat itu.." ejek sakura. tenten mengangguk membenarkan ucapan sakura
"ituu... ughh lupakan?!!" pekik ino. ia menghela nafas "jadi bahagian mana yang kau tidak mengenai sasuke?"
"semuanya.."
ino sekali lagi menghela nafas dalam...
"baiklah aku akan menjelaskan. jadi si uchiha sasuke ini anak kedua anak uchiha fugaku kalian kenalkan?"
tenten dan sakura mengangguk. hinata hanya diam karena ia memang tau sejak awal
"dan si uchiha sasuke ini pada mulanya melanjutkan kuliahnya di amerika..tapi sekarang ia ingin melanjutkan pula kuliahnya di sini" sakura ber-oh ria
"dari mana kau tau pig?"
Srekk
ino mengangkat sebuah buku majalah dengan tulis news depannya..laa??
"pig gila kenapa kau tidak bagi kami baca saja" protes sakura. empat siku-siku muncul di dahinya
ino hanya nyenggir
"hanya ingin memberi kalian sensasi saja"
tenten berdengus. dirampas majalah itu dari tangan ino dengan kasar
srekk
lembaran pertama dibuka. memaparkan gambar hinata dengan tunangan nya Uzumaki naruto. jangan tanya! hyuga hinata adalah anak seorang pembisnis yang tidak kalah dengan uchiha. tapi wanita indigo itu sepertinya tidak pandang bulu kalau berteman. contoh sakura bahkan dia anak rakyat biasa-biasa saja tapi mereka tetap bersahabat baik
"ya tuhan?? hinata cantik sekali!?" pekik tenten bersamaan dengan sakura. hinata memerah "kalian.." ia menunduk malu,
"tak sangka si bodoh itu boleh tampan kalau memakai pakaian kemas seperti ini"
komentar sakura melihat Naruto memakai tuxedo biru tua. serasi dengan hinata yang mengenakan dress biru
"pantas saja kau tergila-gila padanya" goda tenten. hinata semakin memerah, ah mengoda sahabat seperti ini adalah hal yang paling menyenangkan..
"ah aku bahkan hampir tidak percaya ketika naruto. mengatakan akan ditunangkan dengan hinata"
sakura menerawang mengingat ketika naruto mengatakan ia akan bertunang. ehem sakura dan naruto adalah sahabat sejak kecil dan naruto ialah pewaris Uzumaki Corp..sejak akhir-akhir ini naruto dan hinata selalu jadi sorotan media
"ehem" ino berdehem "sudah habis bernolstagia?" ejeknya. tenten kembali membuka lembaran kedua
srekk
krik! krik! krik!
hening...gambar kedua memaparkan gambar seorang lelaki dengan tuxedo hitam. rambut biru kehitaman mata onxy tajam memandang kamera..'sial dia tampan sekali..' pikir sakura ia terpaku.. tidak menyadari yang ia memandang gambar itu cukup lama, dan tidak sedar yang ketiga wanita di meja yang sama memandangnya penuh arti
"ehem" ino kembali berdehem. sakura spontan memandangnya
"sudah puas memandangnya? sakura-chan?" goda ino
sakura memerah.
"ehem" dehem tenten
"ehem ehem" sekali lagi wanita pirang itu berdehem
"ummmmh" tenten mengoyang-goyangkan tangan dekat hidung seolah ia tercium bau sesuatu
"aku terhidu bau-bau cinta akan berputik kembali" sial, seringai tenten dan ino cukup menyebalkan. bagi sakura
"apa maksudmu?"
sakura cuba membantah. excuse me? miss haruno? kau memandang gambar lelaki itu dengan muka memerah, sekali lagi MUKA MEMERAH!!?
"Kau menyukainya? sakura-chan" tanya hinata. bukan maksud menggoda tapi hanya ingin memastikan saja
"tentu saja tidak" sakura mengoyangkan jari telunjuk kekiri dan kanan "mana mungkin aku menyukai seseorang yang bahkan aku sendiri tidak kenal"
"makanya aku akan memperkenalkannya. dia ialah uchiha sasuke"
hampir saja sakura ternganga tidak elite depan sahabat-sahabatnya. pantas saja ino hampir berpaling dari sai, kalau begini tampannya sakura bahkan tidak akan menolak toh..dan kenapa tenten seperti tidak tertarik dengan lelaki ini? karena dia mempunyai gebetan, tau siapa? sstt sini kuberi tau...hyuga neji
"ohh..?" sakura menahan diri untuk tidak bertanya lebih. sepertinya posisi jungkok bts dalam hatinya akan digantikan sasuke
"apa maksud dengan 'ohh' sakura?" ino tidak puas hati. sakura berdelik
"jadi kau mau aku ngomong apa pig?"
"kau sepatutnya memujinya"
alis sakura terangkat
"untuk apa?" sakura kembali menghirup cappucino miliknya. ino berdengus
"untuk...ah sudahlah" ino putus asa. sakura hanya mengangkat bahu, acuh. ia mengangkat tas pinky-pinkynya
"apa kalian tidak bosan disini?"
soal sakura. ino dan tenten berdengus, mahu tidak mahu. mereka harus mengikuti haluan si pinky. mereka mengangkat tas masing-masing "kita mahu ke mana?" soal tenten ia kelihatan bosan. mereka berjalan beriringan keluar kantin "sakura?" sekali lagi tenten bertanya. tenten apa kau tau—? "jangan tanya dia tenten..! dia pasti akan membawa kita ke perpus" sahut ino. sakura berdengus "lagi bagus daripada berkumpul sambil gosipin anak tetangga" sindir sakura
SKAKMAT
Ino kalah total "gilaa" gumannya. namun tidak bisa dipungkiri apa yang sakura katakan memang benar
kyaa??!
apa itu? empat sahabat itu berpandangan..bingung
sasuke-sama??!
"sasuke??!" mata ino melebar "sasuke datang?!" ino berlari tanpa aba-aba
.
.
.
.
"ya tuhan dia tampan sekali!" pekik ino gemas. saat ini mereka dalam perjalanan menuju kelas masing-masing.
bayang-bayang sasuke dengan kemeja putih masih belum hilang di ingatannya
"jadi bagaimana menurutmu tenten?" soal ino matanya berbinar-binar. jadi ino-san apakah kau sudah mencuci mata? segar bukan?
"humm lumayan"
ino memandang tidak puas hati pada tenten. ia berbalik pada sakura pula "jidat bagaimana?"
"bagaimana apanya? aku bahkan tidak dapat mendekat. perempuan-perempuan yang mengelilingginya sangat menakutkan"
sakura mengidik ngeri. hanya ia dan hinata yang tidak dapat melihat sosok si sasuke secara 'live' dia tidak dapat membayangkan jika lelaki itu memiliki kekasih. pasti kekasih lelaki itu dikeroyok oleh fansnya pasti.
"apakah siku ino-chan baik-baik saja?" nada hinata khawatir. mengingat ino sempat terjatuh ketika bertolak-tolakkan dengan fans sasuke yang lain. bayangkan saja
"okayy" tangan ino terangkat berbentuk V
"baiklah jumpa nanti jidat, tenten" ino melambai pada sakura dan tenten. ia mengapit lengan hinata. dan da wanita cantik itu hilang dilorong pertama.
yahh saat ini hanya kelas biasa saja, ino dan hinata merangkai bunga manakalah sakura membuat pot bunga dan tenten kelas taekwondo
"sampai jumpa sakura.." tenten melambai pada sakura ketika mereka sampai dilorong yang kedua, dan memisahkan keduanya. sakura hanya mengangguk untung kelasnya tidak berapa jauh dari lorong tadi. tenten membelok dan kini hanya sakura sendirian
"sumpah sasukelah lelaki paling tertampan aku pernah jumpa secara live"
dua wanita berjalan dihadapan sakura
"menurutmu. tipe perempuan yang sasuke-sama mahukan bagaimana?"
wanita A berdengus "
tentu saja perempuan yang mempunyai Derajat sama dengannya"
wanita B mengangguk "kau benar..aku tidak bisa membayangkan bagaimana bahagianya perempuan yang akan mendampinginya" wanita A hanya mengangguk
sakura hanya mendengar 'tipe perempuan yang ia inginkan ya?' entah kenapa soalan itu berputar-putar di pikiran sakura. dan tanpa sedar sakura telah memasuki kelasnya. Fighting sakura!! fokus! jangan terlalu ingat dengan manta—upss sasuke-sama maksudnya...
.
.
.
"teme apa kau perlu ku temani?" sekali lagi si jabrik bertanya. sasuke mengeleng pelan "hn tidak perlu"
"baiklah" naruto mengangguk. ohh tuhan tengok lah si kuning itu mengemaskan! sasuke berjalan meninggalkan naruto "Sasuke!!" teriak naruto. sasuke berbalik dengan alis terangkat,
"hati-hati perempuan-perempuan di sini semuanya pantang melihat lelaki tampan"
sasuke mengangguk sebelum kembali meneruskan langkahnya.. oh untung saja semua mahasiswi sudah masuk kelas. sasuke masih selamat saat ini. dan yah dia saat ini ia belum masuk kelas apa-apa sebab...ia ingin menjumpai seseorang terlebih dahulu. siapa itu sasuke? apakah sepatukac—ehem maaf-maaf. dan wow cuba lihat si pangeran tampan ini! muka stoic, alis tebal, bulu mata lentik, kulit putih dan ahh kita tidak bisa melihat bola mata nya karena ia sibuk membaca buku ditangannya. dan ia tambah-tambah-tambah tampan dengan kemeja putih juga dengan celana jeans biru tua sama dengan rambut birunya. dan— SASUKE-SAMA AWAS DEPAN!!?—
BRUK!
—MU...
Mata sasuke melebar. melihat baju putihnya tepat depan dada, yang terkena percikan air, dan air apa ini? ia mengangkat muka. menatap si pelaku
"apa yang kau lakukan??!" soal sasuke memandang tajam pada wanita didepannya. wanita itu juga tidak kalah terkejut dengan apa yang baru saja terjadi
"uch—uchiha-sama...maaf ak—aku tidak sengaja" cicit wanita berambut pink depannya
sasuke berdengus "tidak sengaja heh?!. apa kau sengaja melakukan ini karena..ingin menarik perhatianku?!" onxy itu menatap tajam. sarat akan intimidasi
Tuingg!
sakura yang sempat diselimuti ketakutan. hilang begitu saja ketika sasuke berspekulasi sejauh itu 'hello?! buat apa juga aku menarik perhatianmu!?' ingin rasanya sakura menjerit depan si raven begitu
"kau narsis sekali!" emerland sakura membalas tatapan sasuke.
sasuke mengangkat bahu "siapa tahu?!...dan ganti bajuku!" sambungnya lagi. sakura melipat tangan di dada memandang sasuke dengan menantang.
"berapa harganya?" sasuke tidak menjawap ia. memerhati penampilan wanita depannya. T-shirt dengan tulisan hell ya. celana jeans hitam dan sepatu fila pink terpasang manis di kedua kakinya.
sasuke berdengus "lihat dari penampilan mu jelas kau bukan dari keluarga berada" sakura melotot namun ia tidak boleh membalas perkataan sasuke. sebab apa yang dikatakan sasuke memang benar. ia mengeram
"aku bertanya harganya berapa tuan uchiha!!"
"harganya sekitar seribu lebih nona" whuat??! bahkan gaji sakura tidak akan mencapai seribu. bahkan sewa rumah keluarganya saja tidak sebegitu
"penipu! mana ada baju dengan harga seperti itu!" protes sakura
"memang!" balas sasuke "orang missquen sepertimu mana mampu membeli baju seperti ini Nona—" mata sasuke menyipit melihat nametag sakura "—nona haruno" sambungnya. sakura menunduk..
hening...
sasuke berdengus ketika. sakura tidak membalas perkataannya. baiklah.baiklah
klik!
satu butang bajunya dibuka.
klik!
tunggu sasuke-sama? apa yang kau buat?!!
klik!
OHH TIDAK SEPERTINYA SASUKE-SAMA AKAN MEMBERI KITA PERTUNJUKKAN GRATI— ohh ternyata ia memakai T-Shirt putih dari dalam. mohon bersabar para penggemar sasuke...
klik!
butang terakhir terbuka. sasuke membuka bajunya. dihempas bajunya pada sakura "ambil!" gumannya dingin sebelum meninggalkan wanita pink itu disana. sakura are you okay?
sakura memerhati kemeja putih ditangannya "humm baju mahal" gumannya. satu senyuman terukir dibibirnya..laa ku piki— "baju gratis mah. siapa yang nolak!" sambungnya sebelum memunggut ember yang sempat terjatuh ketika ia tidak sengaja melanggar sasuke tadi. "humm" sakura menatap ember biru ditangannya "ember bertuah" gumannya sebelum benar-benar meninggalkan lorong menjadi pertemuan pertamanya dengan sasuke
