flashback on sakura

"tolong ya sakura-san" sakura menatap ember biru yang hampir setinggi lututnya itu. ia kembali menatap shizune dihadapannya

"tapi shizune-san ini pasti berat" protes sakura. sakura mengidik ngeri. mengangkat ember penuh dengan air kotor seperti itu? yang benar saja!? bagaimana kalau air itu tiba-tiba tumpah ke arahnya? atau yang lebih parah terkena dengan orang?! okay yang kedua itu membuatkan sakura tambah takut untuk mengangkatnya.

"sakura-san please!" shizune menyatukan kedua tangannya dan memohon pada sakura.

"tapi shizune-san aku baru saja sampai!?"

emerland sakura menatap para wanita yang lain. yang juga ikut kelas membuat pasu "kenapa tidak menyuruh mereka saja?!" para wanita yang disana sontak menatap sakura yang berdiri depan pintu kelas dengan tajam "apa?!" tantang sakura ia melipat tangan didada membalas tatapan tajam wanita-wanita itu. enak saja mereka enak-enak membuat pasu. air bekas yang mereka gunakan malah sakura yang susah-susah mengangkatnya.

"tolong lah sakura-san anggap saja sebagai hukumanmu karena terlambat" ucap shizune lagi. sakura menghela nafas dalam "aku hanya terlambat satu menit shizune-san" sakura tetap dengan pendiriannya. hei sakura-san apa kau tidak menyadari aura menakutkan dalam kelas itu? semuanya tertuju padamu, kau tau?!

"sakura?-san!!?"

sakura berdengus tertahan

"baiklah-baiklah" ucapnya malas. shizune tersenyum senang

"terima kasih sakura-san"

.

"macam tiada yang lain saja" gerutuan sakura sepanjang perjalanan tidak ada henti-hentinya. ia mengangkat ember penuh air didepan dadanya, manakalah matanya pula tidak dialihkan dari air yang bergoyang-goyang didepannya. alasannya menatap air itu? agar tidak tumpah! dasar aneh!? hei air itu ada pemegangnya namun seperti tidak ada fungsi bagi sakura. dan gadis pink itu tidak menyadari yang ada seseorang berjalan di hadapannya dan...

brukk!

kejadian itu terjadi sangat cepat. bahkan otak sakura lambat mencerna apa yang berlaku. ember ditanganya terjatuh, percuma menahannya sebab hampir semua air yang di sana habis tumpah di lorong tidak bersalah itu. emerlandnya menatap terkejut. bukan pada orangnya tapi pada baju putih yang kotor akibat tabrakannya tadi

"apa yang kau lakukan?" sakura mengangkat muka menatap orang depannya dan?! uchiha sasuke?!! ohh tidak

Double shit!? kenapa dalam ramai-ramai orang dalam kampus ini malah lelaki dengan rambut aneh ini yang ia tabrak! kami-sama mohon maafkan sakura.

"uch—uchiha-sama...maaf ak—aku tidak sengaja" cicit sakura. sial ia takut sekarang bahkan menatap lelaki depannya saja tidak berani. dan ya tuhan dia telah lancang menyebut marga lelaki itu tanpa seizin damn!

lelaki depannya berdengus "tidak sengaja heh?!. apa kau sengaja melakukan ini karena..ingin menarik perhatianku?!" sinis suara lelaki itu bertanya. yang benar saja!!?

tuing!?

sakura yang sempat diselimuti ketakutan. hilang begitu saja ketika lelaki yang sempat ia idolakan itu berspekulasi sejauh itu 'hello?! buat apa juga aku menarik perhatianmu!?' ingin rasanya sakura menjerit depan si raven begitu

"kau narsis sekali!" emerland sakura membalas tatapan tajam lelaki depannya. ketakutkan tadi telah menguap begitu saja. dan sepertinya ia mulai saat ini ia membenci lelaki depannya. apa guna tampan kalau perangai lelaki uchiha itu menyebalkan seperti ini?

si raven depannya mengangkat bahu "siapa tahu?!...dan ganti bajuku!" sambungnya lagi. sakura melipat tangan di dada memandang sasuke dengan menantang.

"berapa harganya?" sasuke tidak segera menjawap pertanyaannya. ia menatap sakura dari atas ke bawah..HEI APA-APAAN ITU!??

sasuke berdengus "lihat dari penampilan mu jelas kau bukan dari keluarga berada" sakura melotot. Sial ia tidak bisa membalas perkataan lelaki itu

"aku bertanya harganya berapa tuan uchiha!!"

"harganya sekitar satu jutaan lebih nona" whuat??! bahkan gaji sakura tidak akan mencapai seribu. bahkan sewa rumah keluarganya saja tidak sebegitu

"penipu! mana ada baju dengan harga seperti itu!" protes sakura

"memang!" balas sasuke "orang missquen sepertimu mana mampu membeli baju seperti ini Nona—" sasuke menjeda ucapannya "—nona haruno" sakura menunduk ia tidak mempunyai nyali hanya sekadar menatap lelaki depannya. sial jiwa missqueennya memberontak termasuk sepatuhkaca

sakura tidak menjawap ia masih menunduk. dan hanya memandang kasut fila pinknya

lelaki itu berdengus. sakura dengar itu! ia tidak tahu apa yang berlaku. lelaki itu hanya mendiam diri

klik!

sakura seperti mendengar sesuatu

klik!

apa jangan-jangan?!

klik!

bunyi itu tidak kedengaran lagi. sasuke menghempas bajunya pada sakura

"ambil!" ucap lelaki itu sebelum berjalan meninggalkan sakura disana

sakura memerhati kemeja putih ditangannya "humm baju mahal" gumannya. satu senyuman terukir dibibirnya..laa ku piki— "baju gratis mah. siapa yang nolak!"

flashback off

petang itu direstoran akimichi

"jadi begitulah" sakura menghela nafas. sakura menceritakan apa yang berlaku hari ini setelah pulang kuliah. ia menangkup mukanya sendiri di meja. tenten mengangguk-angguk, setelah sampai di tempat kerjanya wanita bercepol itu tidak henti-henti mempertanyakan soal baju itu pada sakura ketika ia tidak sengaja memperengoki baju putih itu di locker sakura. yah sakura dan tenten bekerja di sebuah restoran. restoran akimchi hanya kerja sembilan sih balik jam sepuluh malam. mula dari jam empat petang

"aku tidak bisa membayangkan kalau ino tau hal ini" tangan tenten diletakkan didagu dan mengelus-elusnya seolah ia memiliki janggut

sakura berdelik! "kau berencana ingin memberi tahunya?!" nada sakura tidak senang. tenten hanya melirik. sebuah senyuman penuh makna tercetak di wajah cantiknya

"kenapa kau takut? kalau ino meminta baju itu?" godanya

sakura berdengus "yang aku takutkan kalau tiba-tiba fansnya sasuke dapat tau dan menyerang ku!" balas sakura. mulut ember ino tidak boleh di ajak main-main. bahkan hinata dan naruto juga pacaran gara-gara ino. wanita pirang itu sibuk memberitahu hinata yang naruto menyukainya. walau pun pada saat itu naruto berterima kasih padanya, yah terima kasih pada mulut ember ino!

tenten mengangguk membenarkan ucapan sakura. ino juga hampir memberitahu neji. yang tenten menyukainya untung saja tenten mengancam ino akan mematahkan kuku-kuku panjangnya kalau ia berani-berani memberitahu neji. dan wanita pirang itu takut

"tapi sakura...kau seharusnya bertuah" ucap tenten matanya berbinar memandang emerland depannya.

"kenapa?"

alis sakura terangkat. namun tiba-tiba satu senyuman terbit di wajahnya

"sebab mendapat baju mahal dan gratis!?"

pekik keduanya senang. dasar aneh!

"tapi" tenten kembali bersuara

"apa kau tidak merasa aneh?" dahi sakura berlipat bingung "aneh kenapa?" tanyanya

"yap sasuke memberikanmu bajunya. sekali lagi BAJUNYA. sakura kau sedar tidak?!"

"maksudmu apa sih?!!"

"maknanya dia menyukaimu sakura haruno sialan?!!" pekik tenten. sakura memandang aneh. ia menghela nafas

"tenten gila?! wajar saja dia kan orang kaya!?" ucapan sakura membuat tenten terdiam. "iya juga hehe" tenten terkekeh kaku.

"memalukan!?" cibir sakura

"maaf-maaf" tenten mengaruk belakang lehernya yang tidak gatal. dengan senyuman aneh di wajah. sial memalukan sekali

"ten—"

"ehemm" seseorang berdehem dari belakang sakura dan tenten

"sudah habis bergosip?" soal shikamaru alisnya bergerak-gerak.

"shikamaru-san? emmm" emerland sakura bergerak sana-sini ia tidak ingin dimarahi oleh manajer galak itu. telinga cantiknya tidak siap diomeli belum lagi dirumah..sial..ia meremas apron hitam sepinggangnya

kling-kling

pintu berbunyi menandakan seseorang masuk..oh godd siapa pun itu. terima kasih pada orang itu yang telah menyelamatkan sakura

"emm akuu harus melayan orang itu" sakura berbalik dan bergegas lari dari kaunter pembayaran itu. dimana tempat ia dan tenten terciduk sedang bergosip oleh manajer restoran itu.. 'maaf tenten' batin sakura menjerit bahagia.

namun langkahnya terhenti ketika ia melihat seseorang yang baru saja menduduk di kerusi. sakura mengeram tertahan, baru saja dia berbalik

"sakura-san" lelaki dengan baju hijau ketat seperti kentimun melambai pada sakura. 'Sialan' pikir sakura ia berbalik dan melanjutkan langkahnya

"lee-san"

senyuman terpaksa terbit di wajah sakura. terlambat ia tidak boleh mengelak lagi

"ingin minum apa lee-san?" tanya sakura dengan senyum manis? atau lebih tepatnya senyuman menahan kegeraman, kalau ia tau yang masuk tadi lee. ia akan siap diomeli oleh shikamaru daripada berhadapan dengan lee seperti ini. kenapa sakura tidak menyukainya? karena pemuda penyuka warna hijau itu menyukainya. sebenarnya menyukai sih tidak apa-apa tapi lelaki ini kalau jumpa sakura ia akan terus menempel pada wanita pink itu dan sakura kurang ah ralat..sangat tidak menyukainya

"ingin jus apel saja" senyuman lee memperlihatkan gigi putihnya..auww silau sekali. permirsa sekalian awas mata kalian!

"tapi buatan sakura-san" satu kedipan dilayangkan pada sakura. sakura mengidik

tenten yang ada di meja kaunter terbahak. "siapa suruh meninggalkan aku sendirian" sialan suara mengejek tenten membuat sakura tambah menahan geram. untung saat sakura berbalik. shikamaru meninggalkan ia sendirian membuat tenten terselamat dari omelan

"ah baiklah nanti aku akan buatkan lee-san" sakura berbalik ingin cepat-cepat meninggalkan lelaki itu disana

"tunggu sakura-san—" apa lagi??! sakura berbalik

"ya lee-san?"

"apa makanan yang sakura-san sukakan disini?" alis sakura terangkat. tumben, sakura tampak berpikir. rasa kesal yang sempat ia rasakan hilang begitu saja. dasar wanita aneh-aneh

"emm omelet?" lah kenapa banyak-banyak omelet sih?!

lee mengangguk-angguk

"kalau begitu beri omelet dua" lee mengangkat jari membentuk dua. dahi sakura berlipat

"kenapa dua lee-san?" tanya sakura bingung. ia tersenyum "satu untuk kekasihnya lee-san?" tanyanya jahil. lee mengeleng pelan "bukan! untuk sakura-san temani aku makan!" perintah lee. memangnya kau siapa?!

"tidak bisa" ucap sakura

"aku sibuk lee-san" sakura sekali lagi ingin berbalik

"tunggu sakura-san?!" APA LAGI SEKARANG?! sakura mengigit bibir. ia berbalik menatap teman sekuliahnya itu. walau begitu lee mengambil jurusan kepolisian tau..

"ada lagi lee-san?" senyuman sakura sangat menakutkan. lee-san hati-hati sebentar lagi sakura akan meledak!

kling-kling

sekali lagi..,penyelamat!

"maaf lee-san kita mengobrol nanti saja" pamit sakura. ia berbalik dan menatap orang yang baru masuk dalam restoran

sialan...

ya tuhan kenapa kau begitu kejam? pekik batin sakura. kini yang didepannya adalah

"uchiha-san?" sapa tenten. tepat saat itu onyx sasuke menatap emerland sakura

double shit?!

kenapa hari ini sakura sesial ini sih?!

.

.

.

kring! kring! kring

bunyi khas ponsel nokia zaman 90an. berbunyi dalam ruangan keluarga haruno

"KIZASHIIII??!"

Sasori yang berada dalam kamarnya menguatkan volume headset miliknya. bahkan volume ponselnya saja masih belum menandingi kekuatan suara ibunya mebuki.

"APA LAGI SIH? MEBUKI?!" kali ini teriakkan kizashi pula kedengaran. apa orang tua-tua ini tidak lelah berteriak-teriak terus?!

kizashi tidak habis pikir. apa lagi yang mebuki ingin ia lakukan? ia baru saja duduk dan ingin menonton drama korea yang ia sukai. running man, tontonan yang bagus paman..

"astaga apa kau tidak mendengar bunyi ponselmu yang dari tadi berbunyi terus kizashi?!" tanya mebuki dari arah dapur. sepertinya nyonya haruno itu sedang memasak

kizashi berdengus bola matanya teralih dari televisi kali ini menatap sekeliling. mencari benda persegi yang dari tadi berbunyi terus. menganggu saja?!

"DIMANA?!" teriak kizashi lagi.. emm paman ponsel itu

ada di atas meja depanmu. ha ituu.. kizashi mengangkat ponsel itu dengan alis terangkat

"siapa ini?" tanyanya. bola matanya menatap televisi dan beralih pada ponsel ditangannya

"o9xxx—" kizashi membaca nombor itu satu persatu. emmm paman apa kau tidak berniat mengangkat panggilan itu dengan segera?

"YA TUHAN KIZASHI..CEPAT ANGKAT PANGGILANNYA ORANG TUA?!!" Pekik mebuki frustasi

"iya-iya" sahut kizashi. ribet dah!

Tut!

Tepat saat panggilan diangkat. si pemanggil malah mematikannya...

dannnnggg...

anggap saja bunyi horor dari anime naruto

kizashi menatap horor ponsel di tangannya. ia mengalihkan pandangan dari ponsel ke arah mebuki yang berdiri depan pintu dapur dengan penyapu ditangannya

Glup~

kizashi menelan air liur dengan susah payah..tamatlah riwayatku...

Sakura. sasori doakan ayahmu masuk surga!! guys jangan lupa doakan paman kizashi ya?

"SUDAHKU BILANG JANGAN TERLALU MENONTON DRAMA KOREA SELALU ORANG TUA!??"

Dan berakhir lah mebuki mengejar kizashi yang berlari keluar rumah...

.

.

.

"kurasa kalian memang jodoh"

sakura berdelik!

"apa maksudmu?" tanyanya, ia mengemasi gelas yang baru saja sasuke gunakan. setelah melihat sakura lelaki itu tidak mengatakan apa-apa. untung tenten telah berbaik hati pada sakura untuk melayan sasuke. kalau sakura mahh, FIX! tidak akan mau. dan lelaki itu hanya meminta kopi tanpa gula saja. dan sepertinya sasuke menunggu seseorang tapi orang yang ditunggunya tidak jadi datang

poor sasuke

bahkan hampir satu jam lelaki duduk di sana. tanpa peneman.. yahhh sayang sekali! padahal kalau ada sepatuhkaca.. sepatuhkaca akan senang hati menemankannya. benar tidak sakura?

"yahh sebab kita baru saja menyebut-nyebut sasuke dan ia malah datang" sakura memutar mata bosan. kenapa tenten dengan topik anehnya tidak pernah terpisah?

"itu hanya kebetulan tenten!" tenten mengangkat "bahu siapa tau?" gumannya ia menyerahkan kain lap meja pada sakura.

"berhenti berpikir benda-benda yang aneh" nasihat sakura. ia mengelap meja. dan setelah itu berjalan ke arah westafel dan mencuci kain lap tadi.

tenten mengikutinya dari belakang

"jadi maksudmu kalau sasuke datang hari-hari ke sini maknanya dia jodohmu?" tanya tenten. sakura berdengus "tidak tau.. tenten berhentilah bertanya benda yang aneh?!!" pekik sakura. tenten terkekeh

"ohh aku tau" tenten memetik jari. satu bola lampu muncul di kepalanya "jodohmu ialah... " alis sakura terangkat tinggi

"lee-san"

"KYAAA?! TENTEN BERHENTI BERKATA ANEH?!!" tenten hanya terbahak. dan meninggalkan sakura yang frustasi sendiri..biarkan saja..satu jempol untuk tenten-san..

.

.

.

sarapan pagi di kediaman uchiha

"sasuke" suara fugaku memecah keheningan. setelah meminum air putih. fugaku memandang sasuke yang duduk disamping itachi

sasuke kembali menatap fugaku dengan muka bingung "segera laksanakan perintah kakekmu" ucap fugaku.

sasuke tertegun. ia mengapai gelas disampingnya dan meminum hingga tandas

"apa maksudmu ayah?" tanya sasuke dengan alis terangkat. sialan kakeknya ituu.. mikoto dan itachi hanya mendengar

"menikahi anak teman lamanya itu" ucap fugaku mantap.

sasuke mengenggam erat sudu ditangannya.

"kenapa bukan kakek saja yang menikahinya?!" tanya sasuke. uchiha madara, uchiha madara!! siap sedialah cucu tampanmu ingin berkunjung

"kau hanya bisa mendapatkan warisan keluarga uchiha. hanya dengan menikah saja sasuke"

"tapi kenapa harus menikah dengan perempuan pilihan kakek?!!" tanya sasuke. nasi goreng extra tomatnya dilupakan. mikoto menatap sasuke khawatir

"ikuti saja kemahuannya" fugaku menghirup ocha hangatnya dengan pelan. penuh karisma dan wibawa

"Tapi aku bisa saja menikah dengan perempuan. kemahuanku ayah?!" protes sasuke

"Sasuke" tegur itachi. ketika merasakan suara sasuke mula meninggi

"jumpa saja kakekmu bawa dia berdiskusi" ucap mikoto. fugaku mengangguk membenarkan ucapan istrinya

"apa boleh?" muka sasuke kelihatan ragu. fugaku mengangguk,

"baiklah aku akan jumpa kakek selepas habis kuliah" sasuke mengambil tasnya

"sasuke-kun makananmu" ucap mikoto ketika melihat anak bongsunya yang berjalan ke arahnya

"aku kenyang ibu" sasuke mengecup kedua pipi mikoto dengan pelan. KYAAA SASUKE-KUNN??!! KAMI JUGA INGIN...

sebelum benar-benar meninggalkan ruang makan keluarga uchiha

"apa boleh fugaku-kun?" tanya mikoto lembut. fugaku mengeleng pelan

"biarkan saja..biarkan saja anak keras kepala itu memastikannya sendiri" mikoto hanya diam..

.

.

.

pagi-pagi ini entah apa yang membuat sakura jadi sesemangat ini. awal-awal lagi ia memasuki perpustakaan di kampusnya. ia ingin mencari buku tentang semua penyakit itu loh.. kan sakura mengikuti jurusan kedokteran. ia melangkah masuk tanpa bunyi. ahh suasana perpustlah yang sakura sukakan senyap dan nyaman, tepat saat sakura memilah buku ditangannya

"karinku mohon.." suara siapa itu??! telinga sakura bergerak. apa jangan-jangan penunggu perpust ini? yah ia pernah dengar rumor turun temurun para siswa di kampus ini..yang mengatakan ada seorang perempuan mati membunuh diri disini. entah kenapa sakura malah merinding sendiri ia melirik kekiri dan ke kanan

"tidak bisa sasuke-kun" ah ternyata memang orang. sakura mendesah lega..tapi tunggu? karin?? sasuke?! sakura sedikit mengintip dari rak buku tempat ia berdiri untung rak buku tempat ia berdiri tidak jauh dari sasuke dan karin..

"karin aku hanya meminta bantuanmu untuk mengaku sebagai kekasihku saja?"sasuke menatap memohon pada karin yang duduk didepannya "setelah itu aku akan mengatakan pada kakek yang kita putus saja"

"karin-san?" tidak heran kalau sakura mengenal dengan karin. karena mereka berdua ada dalam bidang yang sama. yahh kedokteran

"tidak bisa sasuke-kun" balas karin "aku sebentar lagi akan bertunangan dengan suigetsu" karin menunduk.

sasuke mendesah frustasi "aku akan meminta persetujuan suigetsu"

"suigetsu?" bisik sakura. kalau tidak silap suigetsu dari jurusan kepolisian juga, sakura semakin menempelkan telinganya

"suigetsu pasti tidak akan setuju. ia tau kita berdua bekas kekasih sasuke-kun?!!"

whuatt??

"mantan?" mata sakura melebar.."sialan!! gosip besar!?" guman sakura disertai senyuman jahil di wajahnya

"Sakura-san??!"

Kamprett??!! siapa itu?!! sakura berbalik

sialan tenyata ayame. si penjaga perpust

"Apa yang sakura-san lakukan??!" tanya ayame bingung..

"Psst ayame-san pelankan suara—"

sasuke bangkit dari duduknya

"SIAPA ITU??!"

"Sial" guman sakura. bangkit dari duduknya dan berlari keluar dari perpust. CEPAT LARIII SAKURA-SAN??!! Diikuti sasuke dari belakang. yang tidak sempat mengetahui siapa si penguping itu sialan!!?