all of me oleh john legend

what would i do without your smart mount drawing me, and you kicking me out~

got my head spinning, no kidding. I can't pin you down~

what's going on in that beautiful mind

i'am on your magical mystery ride

semua orang yang ada di kantin kelihatan menikmati lagu yang sengaja diputar oleh pengawai kantin termasuk ino tenten dan hinata tampak menikmati lagu itu sambil menyantap makanan tengah hari. namun tidak sakura

si pinky seperti tidak berselera, hinata yang duluan menyadari sakura menatap si pinky yang hanya mencolek-colek makanannya sesekali ia kelihatan menghela nafas. tidak biasa sakura seperti ini

hinata menyentuh pundak sakura

"sakura-chan? ada yang menganggu mu?" tanyanya memastikan. sakura mengeleng pelan

"aku okay" sekali lagi helaan nafas dikeluarkan si pinky..

mana mungkin sakura mengatakan yang ia terciduk oleh penjaga perpust, menguping pembicaraan orang..ohh tidak?!! bagaimana kalau misal kata sasuke bertanya pada ayame siapa yang telah lancang mendengar perbualannya dengan karin?! bagaimana kalau sasuke datang dan memarahinya? wajar saja si sasuke itu marah nona sakura kau yang telah lancang menguping pembicaraannya

bagaimana kalau si sasuke datang dan mempermalukannya? ohh tidak apakah zaman kuliah sakura berakhir sesadis ini?! sakura mengeleng pelan..ia hanya berdoa semoga sasuke tidak melihatnya masa ia berlari keluar perpustakaan tadi...tapi—ayame melihatnya~

bayangan dimana sasuke memarahinya di depan banyak orang membuat sakura mengidik ngeri..adegan dimana Kdrama memaparkan actor wanitanya dipermalukan..bermain di pikiran sakura...sepertinya apa yang dikatakan ibunya memang benar

"SUDAHKU BILANG JANGAN TERLALU MENONTON DRAMA KOREA SELALU ORANG TUA!??"

ayat haruno mebuki di episode (gosip besar)

sekali lagi sakura menghela nafas..bagaiman—

'tenang-tenang' pikir sakura 'sasuke pasti tidak melihatku tadi pagi..jadi anggap tiada apa-apa yang berlaku' pikirnya lagi.

"ra-?"

"HARUNO SAKURA??!!"

Suara cempreng ino membuyarkan pikiran sakura. wanita pinky itu menatap kesal pada ino. dan ino-san? lihat sekelilingmu,

ino tersenyum bangga ketika sakura menatapnya. namun senyuman itu luntur ketika ia baru menyadari ternyata mahasiswa yang lainnya tengah menatap ke arah mereka berempat. dengan tatapan tajam

"maaf-maaf" ino membungkuk-bungkuk kepada mahasiswa yang lainnya sebelum ia duduk kembali ke tempatnya

sakura berdengus "pig? apa kau tidak bisa bicara dengan pelan?"

"salah sendiri! melamun terus" balas ino. sakura hanya menghela nafas...By the way helaan nafas itu yang ke berapa? apa kalian ada mengiranya tadi?? okay lupakan!

"ada apa pig?" daripada beradu mulut dengan ino lebih baik. ia bertanya balik apa yang wanita blonde itu mahukan

"sepatutnya aku yang bertanya jidat! sejak tadi kau hanya menghela nafas dan melamun saja!"

tenten dan hinata mengangguk membenarkan apa yang ino katakan

"iya sakura apa ada yang menganggu mu?" kali ini wanita bercepol pula bertanya

"aku baik-baik saja" balas sakura lemah

"tidak..,pasti ada yang menganggumu!! pasti!!"

ino bersikeras ingin si pinky mengakui apa yang sedang bermain dalam pikirannya

"apakah sasuke?"

bingo!!

How many times do I have to tell you?

entah kenapa lagu john legend berjudul all of me seolah menjawab pertanyaan tenten

sakura terdiam seketika

"bukan" balasnya namun seketika ia mengenyit bingung dengan pertanyaan tenten "kenapa dalam banyak-banyak sasuke?" tanyanya memastikan

tenten hanya mengangkat bahu. sakura berdengus jus orangenya diambil dan dihirup dengan pelan

"ne hinata dimana naruto? selalunya ia selalu mengikuti kita makan bersama" hinata menelan makanan dalam mulutnya di ambil tisu depannya. dan mengelap bibirnya pelan "humm dia lagi bersama sasuke-san"

"sasuke-san?" tenten hanya ber-oh-ria buah apel di hadapannya di ambil dan memakannya

cause all of me, loves all of you

"sasuke dan naruto saling mengenal?" tanya ino kepo. hinata mengangguk. sakura hanya diam sambil sesekali jus orangenya dihirup pelan. ia langsung tidak mendengar pembicaraan sahabatnya. ia masih memikir bagaimana cara ia bersikap kalau-kalau terjumpa dengan sasuke. terjumpa dimana sakura-san? apakah kalian ada janji?

"naruto-kun dan sasuke-san sudah saling mengenal sejak SD tapi mereka sempat lost contact ketika sasuke-san pindah sekolah ke amerika dan mereka kembali berjumpa ketika naruto-kun pindah sekolah dari jepang ke amerika. ino-chan ingatkan?"

ino mengangguk saking antusiasnya. yah masa SMP naruto sempat pergi ke amerika dan bersekolah di sekolah yang sama dengan sasuke. dan biar saja hinata yang sambung ceritanya...sepatuhkaca haus!! pengen minum

"dan naruto-kun pada masa itu bersekolah yang sama dengan sasuke-san dan ketika kelulusan, naruto-kun balik ke jepang untuk melanjut kuliahnya di sini. manakalah sasuke-san menyambung kuliahnya di amerika" ucap hinata panjang lebar. ino mengangguk

"kenapa ingin tau ino?" kali ini si cepol malah kembali kepo.

all your perfect imperfections

lah kupikir lagu itu sudah habis?

"apa salahnya? aku hanya ingin tau saja" balas ino. namun tiba-tiba matanya penangkap penampakan siluet seseorang yang baru saja masuk kantin. matanya melebar

"ohh tuhan?! sasuke-san?!!"

deg?!!

mendengar nama sasuke disebut jantung sakura spontan berdetak dengan kuat..

"sasuke-san tampan sekali!?"

"kyaa dia menatap ke sini?!!"

"sasuke-san duduk disini saja"

"Rin-chan kau mimisan?!! kyaa?!"

Para wanita mula histeris.

"hei sakura!" jemari lentik ino mencolek pundak sakura

"pangeranmu datang tuh~" bibir ino menunjuk sasuke yang sedang berbaris mengantri makanan. hanya dia seorang. dimana naruto?! bukan kah kata hinata lelaki jabrik itu bersama sasuke? entalah

sakura hanya menoleh malas "humm~" gumannya pendek. sejak pertemuan pertamanya dengan sasuke yang kurang menyenang. ia membuatkan sakura kurang meminati lelaki itu. apa lagi mendengar ucapan sasuke pagi tadi tambah-tambah membuat sakura enggan hanya menatap lelaki itu.., bukan kecewa ya?! Camkan itu!? dan kalian juga tau kenapa sakura takut hanya sekadar menatap lelaki itu bukan?

"sakura-chan kau kelihatan tidak okay?" ucap hinata. ia cukup khawatir. tapi tunggu dulu?!! bukan kah sakura ada mengatakan yang ia ada pergi ke perpust pagi tadi?! atau jangan-jangan?!!..

"sakura?!!" tenten menyentuh kedua pundak sakura. membuat wanita pink itu mahu tidak mahu menatap tenten dengan malas.

"bukan kah pagi tadi kau ada ke perpust?!" sakura mengangguk.

"ohh tidak!!?" ino menatap tenten bingung. namun seketika wajah ino kelihatan panik! tunggu dulu?! apa yang sedang berlaku?!! ino-san?!

"jidat?!! demi tuhan!! kau mungkin ketempel hantu di perpust?!" pekik ino

hening..

yang hanya kedengaran suara berisik para mahasiswa lainnya

"berhenti berpikir yang aneh-aneh!" sakura mengoyangkan kedua pundaknya mengisyaratkan tenten melepaskannya.

tenten menarik kembali tangannya "siapa tau?" gumannya. tangannya memanjang ke pinggan ino

plak!!

"gunakan sudunya tenten sialan!?" sudu ditangan ino digunakan untuk memukul tangan tenten yang telah kurang ajar ingin mengambil ayam goreng di pinggan nona yamanaka

tenten berdengus. di ambil sudu miliknya

"ya tuhan?! ambil sudu yang baru kenapa?!"

Sementara dua wanita aneh itu beradu mulut mengenai sudu lebih baik kita beralih pada sakura. wanita pink itu menatap sasuke yang tidak jauh dari mejanya hanya sekitar tiga meja jadi pembatas bagi keduanya, wanita itu hanya diam. sibuk dengan pikirannya sendiri

sasuke menatap ke luar pintu kelasnya. pikirannya berkecamuk antara memikirkan perjodohan. dan si penguping pagi tadi. ah ia membuat pangeran tampan kita sakit kepala mau di pijatin kepalanya sasuke-san?

'aku perlu mendatangi si penguping! mesti!!' pikirnya, untung si ayame. penjaga perpust memberitahu nya siapa si penguping..

flashback on

"sial.. ia cepat sekali!!" guman sasuke dan yang lebih sial lagi ia tidak melihatnya. bagaimana kalau si penguping membocorkan percakapan antara ia dan karin. Fix! sasuke perlu tau siapa penguping sialan itu!??

sasuke berbalik dan berjalan kembali ke arah perpust. tepat saat ia masuk ayame sedang menyusun buku

'lebih baik ku tanya' pikir nya

"maaf ayame-san? bisa ku tahu? siapa perempuan yang ada disana tadi?" jari telunjuk sasuke menunjuk tempat si penguping tadi berdiri

"oh sakura-san?" oh ternyata namanya sakura

"sakura?" tanya sasuke. ayame mengangguk

"dia dari jurusan mana?"

"kalau tidak silap— jari telunjuk ayame menekan pipinya sendiri. berpikir

—dia dari jurusan kedokteran" balas ayame

"apa kau pasti?"

ayame mengangguk "pasti!"

"sebenarnya kalau mau mengenalnya mudah saja. rambutnya berwarna pink"

"pink?"

flashback off

sasuke mengusap dagunya. sebenarnya masa makan tengah hari tadi ia ada melihat sosok yang dikatakan ayame. tapi ia masih belum bertindak! ia juga ada mengatakan pada karin.. dan karin mengenalnya tapi sasuke meminta wanita berambut merah itu untuk bersikap biasa saja. yah beri dulu sakura untuk bernafas lega dulu, licik bukan?

sasuke masih menatap ke arah pintu. tunggu-tunggu siapa tau sakura tiba-tiba melintas depan kelasnya. siapa tau?

"dobe alihkan tanganmu!"

sasuke melirik naruto yang sedang berbicara dengan teman-temannya seperti kiba dan shino. berbicara sih tidak apa-apa tapi pemuda kuning itu merangkul sasuke sambil tertawa. entah apa yang mereka bicarakan

sasuke hanya menghela nafas. naruto sialan..baru saja ia kembali menatap ke arah pintu. seseorang tiba-tiba melintas depan kelasnya itu seperti!—

'sakura?!!'

sasuke serta-merta bangkit dari duduknya. dan gerakannya yang tiba-tiba membuat naruto yang masih merangkulnya mau tidak mahu terjengkal ke belakang

"apa yang kau buat sih Teme— hei?! aku masih belum selesai bicara?!" pekik naruto. dan sasuke tiba-tiba saja berlari ke luar tanpa aba-aba

sasuke berjalan tanpa menimbulkan sebarang bunyi. dibelakang sakura tanpa diketahui oleh si empu. wanita itu sibuk mengobrak-abrik isi tasnya sambil berjalan. apa yang kau cari sakura-san?

tunggu-tunggu! untuk situasi yang sekarang. kalian lebih baik memasang instrumental pink panther. kalian pasti tau kan? hahaha

dududu gitu nggak sih? hahaha bayangkan aja sendiri!

sasuke melihat ke kiri dan kanan memastikan tidak ada yang melihat. setelah mengikuti wanita pink itu beberapa minit tiba masanya melancarkan aksi!

sasuke mengangkat tangan dan meletaknya di punggung sakura, ia menolak si pinky dan memaksanya memasuki sebuah ruangan terdekat! hanya ruangan itu yang terdekat saat ini

"Tunggu? siapa?! apa??!kya!??"

jerit sakura. tunggu sasuke-san itu..?!! lahh dah masuk? tapi itu toilet pria sasuke-san!!

"APA YANG KAU—??!" ucapan sakura terhenti ketika ia berbalik dan menatap si pelaku.

"uchiha-san?!" ucapnya takut-takut. sasuke tidak menjawap ia memandang tajam pada wanita depannya

"ada yang bisa aku bantu? uchiha-san?" tanya sakura ia mengedarkan pandangan dalam toilet pria itu. tidak berani menatap sasuke

"seperti nya kau juga tau maksudku sakura haruno!"

balas sasuke tajam

Glupp~

sakura menelan ludah "maksud uchiha-san?" cicitnya. sial ia takut sekarang

"aku harap kau tidak memberitahu orang. mengenai apa yang aku katakan pada karin pagi tadi!?" pandangan sasuke semakin tajam. sakura semakin takut..

"maaf uchiha-san tapi aku tidak tau apa-apa!!" bantah sakura. ia cuba bersikap tenang, sial apa ayame yang memberitahu sasuke?! memangnya siapa lagi sakura-san! ya tuhan!!

"ayame yang memberitahu" sasuke menjawap pertanyaan yang bermain di pikiran sakura.

glup

sakura kembali menelan ludah. sialan ayame!! kini sakura tidak menjawap. ia juga tidak berani menatap sasuke.

"uc-uchiha-san a-aku—" sakura gagap.

"kau apa? sakura-san?" sasuke melangkah pelan ke arah sakura.

sakura melangkah mundur

"uchiha-san sungguh! aku tidak sengaja!?" balas sakura. wanita pink itu semakin takut

bruk!

sakura tersandar pada westafel di belakangnya. sasuke berdengus mendengar ucapan sakura

"tidak sengaja heh?" sasuke berucap sinis. ia meletakkan kedua tangannya ditepi westafel mengurung sakura di sana.

ia mendekatkan muka!? SASUKE-SAN TUNGGU??! JANGAN LAKUKAN AKSI 18 DISINI KYAAAA?!?

Dekat sekali! Hidung mereka saja hampir bersentuhan

"penguping pembicaraan orang? kau cakap tidak sengaja?! yang benar saja!"

Bisik sasuke geram..ia semakin menghimpit sakura. manakalah si pinky menahan dada sasuke agar tidak mendekat. bisa dilihat kedua belah pipi si pinky memerah

"uchiha-san sungguh ak—"

"apa yang kalian lakukan?!"

sakura menegang, spontan dua orang berbeza warna rambut itu menoleh ke arah sumber suara

disana hatake kakashi selaku dosen kampus memandang mereka berdua dengan pandangan sulit di arti

"Matilah..."

"jadi bisa kalian jelaskan?" kakashi mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di atas meja.

kini sakura dan sasuke berada di ruangan dosen tampan itu. yah menurut sakura sih walau pun ia tidak bisa melihat wajah dosen itu, tapi ia pasti kakashi pasti tampan tanpa masker..pasti!

dua pasangan itu duduk menghadap kakashi. sakura menunduk manakalah sasuke hanya menampilkan wajah datarnya

"Kakashi-sensei kami tidak melakukan apa-apa" cicit sakura takut-takut. sialan INI SEMUA SALAH SI RAMBUT ANEH?!!

"oh ya? tidak melakukan apa-apa? di toilet pria? berduaan pula?" kakashi menatap kedua anak didiknya dengan tajam

sasuke menghela nafas "sensei apa yang sakura katakan memang benar" ucap si raven.

kakashi bersandar pada kerusi.

"bisa dijelaskan secara terperinci uchiha? kau taukan? aku tidak akan mudah percaya padamu. karena kalau bukan aku yang jumpa kalian semasa di toilet tadi, kalian bisa dihukum karena melakukan aksi berbau s*x"

ucap nya panjang lebar. sakura memerah. sialan ucapan dosen itu terlalu Vulgar

"kakashi-sensei itu tidak seperti yang kau pikirkan!?" pekik sakura. untung ruangan kakashi kedap suara. sekurang-kurangnya tiada mendengar pekikan si pinky

"jadi jelaskan" balas kakashi. sakura menghela nafas

"baiklah. jadi begini—"

setelah menjelaskan semua kesalah fahaman yang telah berlaku, kakashi mengangguk-angguk "humm baiklah aku percaya"

sakura menghela nafas lega. 'syukurlah tuhan'

"tapi— kakashi menjeda ucapannya "—ku harap kalian tidak melakukan aksi seperti tadi! terutama kau—"

jari telunjuk kakashi menunjuk sasuke.

"jangan seenak jidat saja menolak orang masuk toilet. karena kalau contohnya tsunade atau pun orochimaru-san yang jumpa kalian tadi. kemungkinan besar kalian berdua bisa di buang dari kampus ini"

sakura menutup mulut tidak percaya. ya tuhan betapa bahayanya situasi mereka tadi, sasuke mengangguk

"baiklah sepertinya pembicaraan kita hanya sampai sini" sasuke dan sakura mengangguk. mereka bangkit dari duduk masing-masing. membungkuk terlebih dahulu pada kakashi sebelum berjalan membuka pintu. Ralat sakura lah yang membuka pintu

brak!

pintu tertutup pelan. sakura menghela nafas sebelum melirik sasuke dan menatap tajam lelaki uchiha itu

"INI SEMUA SALAHMU!?" tuduh sakura. sasuke hanya memutar bola matanya

"hei nona haruno!? kalau bukan kau sendiri lancang menguping pembicaraanku dan karin. kejadian tadi pasti tidak terjadi"

"itu?!!...arghh" sial sakura kehabisan kata-kata. dua sajoli itu masih belum beranjak dari depan pintu kakashi

"apa pun itu semua salahmu..TITIK!?" balas sakura. sasuke hanya berdengus

"ka—"

"Sasuke? sakura?"

sasuke dan sakura spontan menoleh ke sumber suara

"naruto?" ucap keduanya bersamaan

"apa yang kalian lakukan disini?"

ucap naruto basa-basi. ah hinata juga ada disini ternyata. wanita indigo itu hanya menatap sakura dan sasuke bergantian. satu senyuman terukir di bibirnya

"kami dari ruangan kakashi-sensei. dan apa yang kalian lakukan di sini?" tanya sakura balik. mencuba agar si jabrik tidak bertanya lebih. walau pun ia tau naruto sedang menemankan hinata menghantar buku ke perpust

"hanya menemankan hinata" balas naruto. sasuke berjalan ke arah berlawanan melintasi naruto dan hinata.

"hn dobe ikut aku!" gumannya. naruto hanya mengangguk. ia menyentuh kepala hinata

"pulang nanti. aku hantarkan balik ne hinata-chan!" ucap si jabrik

"sakura temankan hinata boleh?"

sakura mengangguk. naruto berbalik. sebenarnya tunangan naruto siapa? sasuke atau hinata?

"teme tunggu aku..."jerit naruto.

sasuke sempat berhenti dan menoleh ke belakang. onxynya menatap sakura penuh arti.

Sakura berbalik

"mari, hinata" sakura merangkul lengan hinata. sambil berjalan

"humm baiklah"

"ne hinata" bisik sakura "kejadian tadi biar hanya kita yang tau ya?" bisiknya. hinata tersenyum "baiklah sakura-chan"

"terima kasih hinata"