petang itu di Universitas konoha

"tenten pig!?"

panggilan seseorang sukses membuat ino dan tenten yang sedang ngobrol. menoleh ke belakang

dan siapa lagi kalau bukan si pinky bersama hinata mereka berdua berjalan ke arah dua wanita cantik itu,

saat ini mereka di lorong kampus. pulang ke rumah adalah tujuan utama. memandangkan jam pelajaran juga sudah habis.

"sakura?" sahut ino "kalian dari mana?" tanya tenten ketika sakura dan hinata sudah dekat dengan mereka

"dari perpust" ucap hinata pelan seperti biasa.

"ohh" sahut ino dan tenten bersamaan. seketika mereka berempat meneruskan langkah yang sempat terhenti

"ne tenten" sakura merangkul si cepol

"tolong beritahu si galak yang hari ini aku libur..ya? ya?" maksud sakura si galak siapa lagi kalau bukan shikamaru manajer mereka. yahh saat ini sakura tidak lagi memikirkan kejadian pagi tadi. dia tidak akan diteror oleh siapa-siapa lagi, dan itu sukses membuat si pinky merasa bebas dan lega

tenten membalas rangkulan sakura

"boleh...tapi besok traktir aku? bagaimana?" tawar tenten. sakura tampak berpikir. sebelum mengangguk

"Deal!" ucap keduanya bersamaan. sakura melepaskan rangkulan

"ne jidat!" tangan kiri ino menyentuh pundak sakura.

sakura menoleh ke arah ino dengan alis terangkat

"kau sudah tidak galau lagi?" tanya ino. mengingat bagaimana gaya sakura tengah hari tadi. pendiam dan kuat melamun

sakura berdelik "apa maksudmu?" tanyanya. ia menatap lurus ke depan.

"yahh kuat melamun? pendiam? bahkan naruto saja kalau bertengkar dengan hinata. ia tidak segalau dirimu!?"

hinata terkekeh mendengar ucapan ino. sakura berdengus "aku tidak galau!?" balasnya.

"oh yaa??" tenten menyeringai. "apa kau memikirkan seseorang" sesi interogasi bermula

"humm!! tidak!?" tegas sakura "berhentilah bertanya mengenai kehidupan percintaanku tenten sialan!??"

pekik sakura gemas. tenten dan ino tertawa manakalah hinata hanya menahan senyum

"ohh jadi? maknanya kau sudah memiliki kekasih?" goda ino. sakura memerah

"tidak ada"

"oh ya? tadi kau kata 'kehidupan percintaanku?' itu maksudnya kau sudah memiliki kekasih, ayo perkenalkan dengan kami sakura-chan"

tambah tenten. sakura semakin gemas. tenten sialan entah kenapa setiap kali dua sahabatnya menggodanya mesti dengan topik, kekasih?! Mungkin sebab terlalu lama menjomblo kali! positive thinking saja

sakura berhenti dan berbalik menatap ketiga temannya

"sudah ku bilang tidak ada?!" ucapnya gemas! ia bertolak pinggang. menatap tajam dengan dua sahabatnya

"hahaha wajahmu lucu sekali sakura!"

tenten tertawa. sambil memegang perutnya diikuti oleh ino. sakura memerah. semua orang yang lalu di lorong yang sama menatap empat sahabat itu dengan geli. pemandangan macam ini sudah biasa bagi mereka

"F*ck off?!" ucap sakura kasar

"HAHHAHA"

suara tenten mula tidak terkawal. ah menggoda sakura adalah hal yang paling menyenangkan

"kalian hentikan~" ucap hinata. ohh lihatlah wajah merajuk si pinky sungguh mengemaskan. sakura masih di posisinya berdiri menatap ketiga sahabatnya

"sialan?!" guman sakura.

tepat saat ia berbalik

brak!

"OHH tuhan??!" mata sakura membulat memandang buku yang tidak bersalah ada depan kakinya

"maaf-maaf!?"

sakura menunduk mengambil buku itu.

"sekali lagi maaf aku tid-UCHIHA-SAN?" pekik sakura. kenapa setiap kali ia menabrak seseorang. orang itu selalu uchiha sasuke? kenapa tiada yang lain?

ino dan tenten berhenti ketawa. mereka berdua menatap sasuke dengan mata membulat. begitu juga dengan wanita-wanita yang lalu dilorong yang sama

sasuke terdiam ia memandang sakura yang tengah menatapnya terkejut.

"apa kau tiada hobi lain selain menabrak orang haruno?" ucap sasuke sarkatik

"uchiha-san sungguh aku tidak sengaja?" balas sakura ia menyerah buku itu pada sasuke

"lain kali gunakan kedua matamu untuk melihat. haruno!" sasuke mengambil buku itu dan melanjutkan langkahnya. sakura menunduk. ia berbalik menatap ketiga sahabatnya yang dibelakangnya

"ini semua salah kalian berdua?!" jari telunjuk sakura menunjuk tenten dan ino.

"KYAA?! SAKURA KAU BERTUAH SEKALI?!" pekik ino.

dan sakura hanya memutar mata

"bodoh" gumannya...

"tadaima~"

sakura bersandar pada pintu rumah sambil menanggalkan sepatunya.

sunyii~

dahinya berkerut bingung. tumben? selalunya petang-petang begini keluarganya akan berisik seperti pasar.

sakura mengambil sendal rumah dan memakainya terlebih dahulu sebelum berjalan masuk ke dalam

"mama? papa? sasori?" panggil sakura ketika tidak mendapati tiga sosok yang dicarinya diruang tamu

ia berjalan ke arah dapur

kosong...

dengan alis berkerut sakura berguman "mereka ke mana?"

sakura berbalik ke ruang tamu rumah mereka. sebenarnya rumah keluarga haruno tidak berapa besar. hanya ada tiga kamar, dua toilet. satu dapur dan satu ruang tamu tentunya...

"tadaima~" tepat saat sakura pergi ke ruang tamu. kizashi mebuki dan sasori baru saja tiba

"okaeri. kalian darimana?" tanya sakura. ia memandang sasori yang terus berbaring di sofa panjang. dan kizashi di single sofa manakalah mebuki terus memasuki dapur..., ibu-ibu mah gitew

"dari sekolah sasori. ada acara" balas kizashi ia mengibas-ngibaskan tangannya. "hieww panas sekali!" gumannya lagi.. sakura hanya ber-oh ria. ia duduk di sofa yang berhadapan dengan sasori

"masa balik dari sekolah sasori tadi. kami ada singgah di tempat kerja mu..tapi si cepol itu- siapa namanya"

tanya mebuki ia duduk disamping sakura

"tenten"

"haa yaa!! tenten katanya kau tidak masuk kerja? apa kau baik-baik saja?" ucap mebuki lagi. ia memandang sakura khawatir

"aku baik-baik saja"

mata sakura fokus memandang televisi yang sempat dihidupkan sasori ketika ia mahu berbaring di sofa tadi. memaparkan rancangan variety show korea. yang entah mana lucunya sehingga sasori dan kizashi terkikik tidak jelas.. itu running man sakura-san..RUNNING MAN?!!

"jadi apa yang membuatmu tidak bekerja?" tanya kizashi pula

"hanya malas saja" guman sakura. mebuki hanya mengangguk-angguk

Tap!

tap!

tap!

seseorang berjalan tergesa-gesa menuju sebuah pintu

brak!

pintu terbuka..

lelaki berjas hitam itu membungkuk hormat "madara-sama..Tuan muda sudah tiba" ucapnya tanpa mengubah posisinya tetap membungkuk

"humm suruh dia masuk!" balas lelaki berumur sekitar enam puluhan itu...lelaki berjas hitam itu menegakkan badan sebelum berdiri disamping pintu mempersilah sosok tadi untuk masuk

"hn kakek"

"sasuke-chan?! lama tidak melihatmu" madara merentangkan tangan "berikan kakekmu pelukan!" ucapnya. sasuke memutar mata ia berjalan ke arah madara dan memeluk madara. khas laki-laki gitu loh..

"apa khabarmu anak muda? sudah hampir lima tahun kita tidak bertemu. kau semakin tampan saja" ucap madara

sasuke menghela nafas dalam "kakek kita ada bertemu di pesta perkawinan obito tahun lalu" ucapnya..madara mengingat-ingat

"ah ya kakek lupa" balas madara disertai dengan senyuman di wajah tuanya

"duduk dulu. biar kita bisa mengobrol dengan tenang" sasuke mengangguk. ia duduk di sofa hadapan sang kakek

"err temari-san?" panggil madara pada wanita berjas hitam. yang berdiri disampingnya. itu adalah assisten sekali gus bodyguard madara

"haih madara-sama?"

"bawakan kopi tanpa gula untuk kami berdua" pinta madara. temari mengangguk dan melangkah meninggalkan sasuke dan madara di ruangan peribadi madara. yah madara tinggal ber-asingan dengan fugaku..berjauhan lah istilahnya

"jadi ada yang ingin kau sampaikan? sasuke-chan?" tanya madara. kaki kirinya di letakkan di paha kanannya.

sasuke berdengus "kakek berhentilah memanggilku begitu!" ketusnya. madara hanya terkekeh "tidak! sebelum kau mempunyai anak!" tegasnya

sasuke hanya menghela nafas..."aku ingin kakek membatalkan perjodohan tidak jelas itu!?" balasnya

"kenapa?" tanya madara alisnya terangkat

"karena aku akan mencari gadis yang aku mahukan!" balas sasuke

"sasuke-chan. sasuke-chan" ucap madara. "se umur hidupmu sampai sekarang. kekasih saja kau masih belum punya apa lagi calon istri" ejek madara

Damn

sasuke kalah

sasuke hanya berdengus. kakek sialan

"kakek~"

"perjodohan antara kau dan gadis itu sudah ada sejak kakek masih muda lagi sasuke" ucap madara

wow selama itu?! mengesankan?!

"kakek bisa saja hanya mereka-reka cerita" sahut sasuke tidak percaya! DEMI TUHAN?! SEPATUKACA JUGA TIDAK PERCAYA?!!?

"itu-"

"kopinya madara-sama" ucap temari. entah sejak kapan wanita itu disana. apa kalian ada yang melihatnya masuk?tadi?...temari meletakan kopi itu satu di depan madara dan satu lagi depan sasuke

madara mengambil kopinya dan menghirupnya pelan. dan meletaknya kembali

"jadi mei adalah bekas kekasih kakek semasa di SMA dulu. dan kami berjanji kalau seandainya kami tidak dapat menikah. maka cucu kami lah yang akan kami nikahkan" ucap madara panjang lebar

"dan melibatkan aku? kakek sungguh hebat!" ejek sasuke. ia bertepuk tangan

"hahaha" madara tertawa pelan "tidak, kalau seadainya kau memiliki kekasih sebelum kuliah lagi" ucap madara

"tapi sekarang saja kalau kakek ingin aku punya kekasih boleh..." balas sasuke bersungguh-sungguh. madara terkekeh "terlambat sasuke-chan" balas madara

"kakek sudah menghantar cincin yang pernah kakek beri pada mei...untuk melamar gadis itu"

seketika sasuke merasa rahang jatuh ditempat

madara membolak-balik kertas putih ditangan. setelah cucu tampannya habis 'berkunjung' lelaki tampan itu langsung pulang ke rumah. merajuk! madara tau itu.. cucu tampannya itu pasti marah setelah madara melamar gadis itu tanpa sasuke ketahui

ia menghela nafas

drup!

drup!

drup!

suara apa itu? madara yang sedang duduk di kerusi kebesarannya menoleh ke arah pintu

brak!!

pintu terbuka dengan kasar!

"Madara-sama!??" teriak seseorang

"temari?!" balas madara. sumpah temari tidak pernah. berkelakuan begini

"ada apa?" tanya madara.

"itu..." temari ngos-ngosan. bayangkan saja ia berlari dari pintu utama. pergi ke kantor peribadi madara. bayangkan saja

"ada apa?" ucap madara. tidak sabaran

"iruka-san telah salah alamat. menghantar cincin itu?!" balas tenten setelah beberapa saat menghirup udara

"APA?!!" madara serta-merta bangkit dari duduknya. temari masih di tempat ia berdiri, depan pintu.

"kenapa boleh salah?!! kalian ini tidak becus sama sekali mengerjakan tugas?!" marah madara. temari menunduk

"maaf madara-sama"

"alamat siapa cincin itu dihantar?!"

"alamat..." temari mengambil ponselnya dari saku jasnya. ia membuka pesan. yahhh ia diberitahu oleh iruka melalui pesan

"alamat...keluarga haruno"

TBC

10-9-2019

#Sepatukaca