"HAHAHAHA" Tawa si tua madara bergelegar. dalam ruangan miliknya. temari dan iruka hanya menampilkan wajah memerah
"bagaimana kami tidak salah madara-sama anda saja yang typo menulis haruno menjadi haruko" protes temari
"iya" balas iruka jengkel
"iya maaf-maaf" madara menghapus airmata disudut matanya. ia masih terkekeh pelan..
yah terima kasih dengan madara yang hampir membuat temari dan iruka hampir sakit jantung? bagaimana tidak! si kakek madara telah typo menulis yang sepatutnya haruno malah menjadi haruko. tau apa yang membuat temari dan iruka beruntung? karena iruka telah menghantar cincin itu pada keluarga haruno. padahal sepatutnya kalau ia mengikut alamat yang di tulis madara..
ia pasti telah salah menghantar cincin itu, untung ketika ia membaca alamat yang diberi ia telah salah membaca dengan haruka bertukar haruno...inilah yang disebut kesalahan yang membawa keberuntungan.. faham nggak sih?
"haaaahhh" ia menghela nafas dalam
"jadi sekarang macam mana?" tanya temari. madara menopang dagu. "hummm hubungi saja mei. dia pasti tau" balas madara
"tapi kenapa? mei terumi-san marganya berlainan dengan bakal menantu anda?" tanya iruka. pertanyaannya sukses membuat temari menoleh
"jadi yang mei jodohkan dengan sasuke-chan adalah keponakannya. anak sulung haruno. tapi aku belum mengenalnya. temari apa kau sudah mendapatkan datanya?" tanya madara. temari menggangguk ia mengeluarkan sebuah amplop cokelat.
"ini madara-sama" temari menolak amplop itu pada madara
srek! srek! srek!
amplop dibuka...
satu gambar si pinky dengan muka mengemaskan di keluarkan dari amplop
Gambar ini semasa si pinky berambut pendek
Jenis kelamin : Perempuan
usia : 21 tahun
Tinggi : 168 Cm
Klarifikasi : Mahasiswa
Afiliasi : Konoha
Ayah : haruno kizashi
Ibu : haruno mebuki
Saudara : Haruno sasori
"kerja yang bagus temari" madara tersenyum bangga
8:59 pm
DIRUMAH KELUARGA HARUNO
Sakura mengosok-gosok rambutnya sepinggangnya mengunakan handuk. sambil berjalan menuju dapur
disana ada mebuki yang sedang memasak makan malam.
sasori dan kizashi? jangan tanya mereka berdua tentu saja menghadap menatap televisi macam biasa
"mah perlu bantuan?" tawar sakura. ia menarik kerusi dan duduk sambil menghadap mebuki yang tengah menata makanan
"tidak perlu. panggil kizashi dan sasori untuk makan malam" balas mebuki. sakura mengangguk ia bangkit dari duduk dan menuju ke ruang tamu
"makan malam sudah siap"
"HAHAHAH lucu sekali?!" kizashi menghapus air matanya. saking ketawa cukup lama
sakura mengenyit alis. "Makan malam sudah siap!" ucapnya lagi. kali ini ia berkacak pinggang. menatap sasori dan kizashi bergantian
"sebentar lagi!" balas sasori matanya langsung tidak berkedip menatap televisi.
sakura berdengus. ia berbalik menuju dapur,
"mereka terlalu fokus menonton televisi mah" keluh sakura. mebuki yang sudah duduk manis di kerusi miliknya berdengus "Tunggu biar mama yang panggil" mebuki bangkit dari duduknya. sakura hanya mengangguk
"kizashi-kun sasori-kun makan malam sudah siap!" samar-samar suara mebuki kedengaran dari dapur entah kenapa sakura memiliki perasaan kurang enak
"sebentar lagi kalian makan saja dulu" balas kizashi.
"baiklah" sahut mebuki
PLAK! PLAK!
apa itu?! sakura melihat ke arah mebuki yang tengah berjalan ke arahnya diikuti kizashi dan sasori dari belakangnya sambil memegang pipi? hei ada apa dengan kalian?
"sakura beri nasinya"ucap mebuki, sakura hanya mengangguk. ia melirik ke arah kizashi dan sasori yang duduk depannya. tanpa diberitahu pun ia tau apa yang telah terjadi. bisa dilihat kedua pipi ayah dan anak itu ada bekas tamparan
"humpp!" sakura mengigit lidah. menahan agar tawanya tidak meledak. ia kembali duduk setelah mengambil nasi
"sakura apa kau ada memesan sesuatu?" tanya mebuki. ikan yang tadi dimasaknya disuap ke mulut
sakura menatap ibunya. "tidak! memangnya kenapa?" tanyanya balik
"tadi ada orang menghantar kotak berukuran kecil katanya untukmu" balas mebuki lagi.
benarkah? mungkin orang salah hantar. apa maksud mama kotak yang di atas ranjang ku tadi?"
tanya sakura. ia baru mengingat setelah pulang kuliah tadi ada kotak berukuran kecil di atas ranjangnya tapi ia belum membukanya, mebuki mengangguk
"Apa kau sudah membukanya?" tanya mebuki. sakura meminum sup miliknya "belum lagi"
"jangan membukanya kalau bukan milikmu" sampuk kizashi "Aww mebuki tamparan mu sakit sekali" tambah kizashi lagi. ia menyentuh pipi kirinya, sakura terkekeh ia sudah tidak dapat menahan tawa yang sejak tadi ditahan.
mebuki hanya melirik sinis
"sudahku bilang? kalau masa makan, makan dulu bukan hanya 24 jam menonton televisi. televisi itu tidak akan lari!" balas mebuki tajam. ia yang sempat menatap kizashi kini beralih pada sasori
"kau?" sumpit ditangan mebuki digunakan untuk menunjuk si bongsu "apa kerja sekolah mu sudah siap? yang sejak tadi menonton televisi?"
tanyanya. si tampan sasori yang hendak memakan ikan miliknya terhenti. mukanya berubah pucat. tapi walau begitu ia tetap kelihatan tampan! ahh apa kah ada yang ingin jadi adik iparnya sakura-san? kalau ada sila mendaftar diri dengan segera..sekali lagi SEGERA?!!
"be-belum" cicit sasori takut-takut. mebuki hanya mengangguk-angguk "baiklah...selagi belum siap! TIDAK BOLEH MENONTON TELEVISI!" Ucap mebuki penuh penekanan. tapi sasori-kun! kau kan punya ponsel! tengok saja di youtub—
"ponsel juga mama sita!" WHUAT?!! nooo... dan saat itu juga sasori merasakan ikan yang tadi ingin ditelannya tidak dapat melalui tenggoroknya..
"Tadaima"
sasuke melangkah masuk dalam mansion. dan penampakan pertama yang ia lihat adalah mikoto dan konan sedang berbicara di ruang tamu milik keluarga uchiha. by the way anyway basway konan itu tunangan nya itachi
"Sasuke-kun?" ucap mikoto ketika melihat anak bongsunya tengah melangkah ke arah mereka yang sedang duduk saling berhadapan
"sasuke-kun darimana?" tanya mikoto. sasuke menghempas pada pada sofa yang dihadapan tempat duduk mikoto dan konan
"rumah kakek" hanya itu jawapan sasuke. onxynya beralih pada konan "kakak kapan sampai?" tanyanya. yah sebenarnya konan ialah designer terkenal berasal dari Turki. konan tinggal di turki bersama abang-abangnya. konan dan itachi mula berkenalan ketika itachi dan obito menempah gaun pengantin padanya.
"kemarin. tapi tidak sempat ke sini karena. kesibukan yang sempat melanda" jawap konan dengan senyuman kecil di wajahnya
"jadi apa kau sudah mengajak kakek berdiskusi?" tanya mikoto. ia mengambil ocha hangatnya dan meminumnya pelan
"hn" sasuke bersandar pada sofa dengan lengan kanan menutup matanya
"jadi apa kakekmu mau?" sasuke mengeleng pelan. ia masih dalam posisinya
"kakek sudah menghantar cincin pernikahan itu" kali ini sasuke mengubah posisi menatap mikoto dan konan bergantian.
"kakek bahkan tidak meminta persetujuan dari ku!" sambung sasuke lagi. mikoto terkekeh pelan
"itu—"
"kalau kakek meminta persetujuan darimu! kau tidak akan mau" itachi melangkah mendekati tempat duduk sasuke. dengan jas hitamnya diletakkan di pundak kirinya. seperti si tampan ini baru habis bekerja
"itachi?" sasuke menatap malas pada itachi yang berdiri disamping tempat duduknya.
pletakk!!
satu jitakkan mendarat mulus di dahi si raven
"awwc sakit bodoh!??" pekik sasuke ia mengelus dahinya
"hormat lah pada kakak mu adik bodoh!?" balas itachi. ia duduk di samping sasuke
"hormat pada kakak?" ejek sasuke "sepatutnya kau cakap hormat pada kakek! kakek bahkan jauh lebih mudah darimu"
Tuingg!!
empat siku-siku muncul didahi itachi.
"hei begini-begini pun masih ada yang mau padaku sasuke-chan..tidak seperti dirimu jomblo abadi" Ejek itachi. mikoto dan konan tertawa pelan
si raven melirik tajam pada itachi
"apa kau bilang?"
"J-O-M-B-L-O A-B-A-D-I" eja itachi satu seringai tercetak di wajah tampannya
"oh yah?" sasuke bangkit dari duduknya. dan merenggangkan otot lehernya. ia mengulung kemeja digunanya sampai siku
itachi mengangguk mantap. ia bangkin dari duduknya juga ketika sasuke mula memperlihatkan aba-aba untuk mengaktifkan sharing— tenaga maksudnya
sasuke menarik nafas "ITACHI SIALAN!!?" pekiknya
dan berakhirlah sasuke mengejar itachi yang menuju kamar miliknya
Jam 7:50 Am
"SAKURA?!"
sakura yang sedang berjalan menuju kelasnya langsung menoleh ke belakang. si pinky tampak cantik mengenakan baju putih. celana jeans hitam dan juga sepatu putih. rambut sepinggangnya di ikat ponytale
"ino? ada apa dengan mu?" sakura langsung khawatir melihat ino ketika si pirang mendekat dengan keadaan senggukan. baru habis menangis
Grepp
ino langsung memeluk sakura
"hiks..sakura hiks"
sakura membalas pelukan ino. ia pasti si pirang ini mesti bertengkar dengan sai...ingatkan sakura untuk membogem mentah si pucat itu..INGATKAN?!
sakura melirik tenten untuk meminta penjelasan. Tenten hanya memandang bosan "tanyakan saja padanya sendiri?!" ucapnya kasar. tenten bersedekap dada dan menatap tajam pada ino
"pig apa kau bertengkar dengan sai?" tanyanya
ino mengeleng
"kau sakit perut?"
ino mengeleng
"Jadi?" bisa dilihat tiga siku-siku muncul di dahi sakura
"HUAHHH JIDAT?! SASUKE-KUN TIDAK LAMA LAGI AKAN MENIKAH?!!" Pekik ino.
"APA?!"
BRUKK?!!
by the way. bunyi itu berasal dari pantat ino yang terduduk paksa akibat tolakkan kasar si pinky kita
kring! kring! kring!
kizashi ponselnya?!!" teriak mebuki dari arah kamar sasori
"iya" balas kizashi. kejadiaan tempoh hari dimana ia lambat mengangkat panggilan masih berbekas di otak tuanya
"hello?" ucap kizashi
"kizashi-kun?!!" pekik seseorang dari seberang
"mei??" balas kizashi. "bukankah kau ada di amerika?" tanyanya. ia memposisikan duduknya dengan nyaman
"bukan jemput aku sekarang" kizashi langsung bangkit dari duduknya. ketika saudara tirinya memberitahunya, yah mereka berdua adalah saudara tiri
"benarkah?! sekarang kau dimana?"
"di bandara internasional konoha"
"baiklah-baiklah kami akan ke sana" kizashi menatap mebuki yang berjalan ke arahnya
KLIK!
Panggilan dimatikan
"ada apa?" tanyanya
"mei ada disini!"
"APA?!"
TBC
Sabtu. 14-9-2019
#Sepatuhkaca
