Khamis 19 September 2019

Uchiha sasuke. pewaris uchiha company seterusnya disahkan bakal menikah?!?

sasuke menekan kepalanya..tekanan darah yang terlalu tinggi membuat ia merasa sakit kepala luar biasa..bagaimana tidak setelah para fansnya mengetahuinya ia akan menikah dia dikerumuni seperti zombie yang ingin memangsa nya hidup-hidup. sialan!! siapa pun itu yang telah lancang menyebar rumor aneh mengenai dirinya..dia akan pasti mencarinya...Pasti!!

bahkan di seluruh penjuru kampus perbincangan hangat para mahasiswa tentu saja mengenai pernikahannya

Pernikahan..

Pernikahan...

Pernikahan...

Sabaku shion!?

Model terkenal?!

siapa lagi itu?!! ingin rasanya sasuke menenggelam kan diri di lautan antartika buat sementara waktu..untung saat ini ia berada dikelas yang telah diamankan oleh para security

"teme" tangan si jabrik menyentuh pundak sasuke.. saat ini meja sasuke dikerubungi teman-temannya.

Inuzuka kiba...Aburame shino naruto dan beberapa mahasiswa lainnya yang telah di arahkan menjaga si raven dari serangan buas para zombie

"apakah rumor itu benar?" tanya kiba..lelaki itu bersedekap dada sambil menyandar pada meja depan sasuke..sasuke mengeleng pelan

"tentu saja tidak! aku bahkan tidak tau siapa yang telah menyebar gosip sialan itu!?" balasnya frustasi. ia mengosok kepala ravennya

"dan apa-apaan lagi itu!? sabaku shion?!! aku bahkan tidak mengenalnya!??" pekik sasuke

"sabaku shion?" shino memegang dagunya berpikir "dia kan model terkenal yang sekarang ini sedang naik daun" sambungnya lagi

"sabaku?" balas naruto "teme bukankah sabaku itu rekan bisnis uchiha?" tanyanya lagi..tumben naruto-kun pintar!

sasuke mengangguk "yahh tapi sabaku gaara bukan sabaku shion!"

naruto dan yang lain mengangguk

"tapi bukan kah aneh?" celetuk kiba..sontak yang lain menatapnya

"bahkan sabaku shion saja tidak berada disini? maksudku dia bukan pelajar sini? kenapa si penyebar malah memilihnya untuk dipasangkan denganmu? padahal kalian kan tidak saling mengenal?"

sasuke tampak berpikir "kau benar!" ucapnya

"teme apa kau sudah menyuruh juugo untuk mencari si pelaku?" sahut naruto

sasuke mengangguk "sudah"

Sakura mengenyit alisnya "apa kah kalian tidak merasa ada yang aneh?" tanyanya

saat ini empat sahabat itu berjalan menuju kantin seperti biasa..

"maksud sakura-chan?" tanya hinata..ino hanya menjeling kejadian tadi pagi dimana sakura menolaknya masih berbekas di kepala si pirang..itu memalukan sungguh!

"yahh kelas yang satu lagi dikelilingi oleh Security?" si pinky membuka rasa penasaran yang bermain di kepalanya sejak tadi

tenten mengeleng "sakura-sakura. kau bahkan tidak tau gosip hangat yang menyebar pagi ini?!"

"benarkah? jadi gosip apa yang membuat para wanita-wanita?—" sakura berhenti melangkah dan menatap segerombolan wanita yang berdiri depan kelas yang di maksudkan sejak tadi

para wanita itu seperti berbicara dengan beberapa security bahkan ada yang ingin menerobros masuk dan dihalang oleh security yang lain

"apakah ada selebriti bts atau semacamnya sehingga para wanita itu seperti zombie?" spekulasi sakura konyol seperti biasa

tenten berdengus "tanyakan saja pada ratu gosipnya" bibir tenten memanjang menunjuk ino

"ino-pig!" sakura menatap ino

ino hanya berdengus

"ayolah pig kau masih marah padaku?" sakura merangkul leher ino dari tepi...ia menatap ino dengan memelas

"baiklah baiklah aku minta maaf okay?" sakura menatap si pirang memohon..ino menghela nafas panjang

"hummm baiklahhh" balasnya malas

"terima kasih pig" sakura mengecup pipi kiri ino dan kembali merangkul ino sambil meneruskan langkah..diikuti tenten dan hinata dari belakang

"jadi pig gosip apa yang hangat pagi ini?"

"yahh gosip yang menyebar pagi ini adalah tentang pernikahan pangeran kita"

"pangeran?" sakura membeo dengan alis terangkat..

ino mengangguk semangat

"uchiha sasuke!"

"uchiha sasuke? akan menikah?" tanya sakura..ino mengangguk

"jadi itu yang membuat para wanita jadi seganas itu?" sakura mengidik ngeri..tidak dapat membayangkan bagaimana reaksi mereka kalau terjumpa bakal istri si sasuke..by the way cakap pasal istri?

"bakal pengantin perempuannya siapa pig?" baiklah sakura mewakili pertanyaan yang bermain di pikiran kita

"sabaku shion!"

"sabaku shion?!!" pekik sakura terkejut terheran-heran..beberapa mahasiswa berdekatan dengan mereka..menatap aneh ke arah si pinky

"ohh tuhan aku pasti mereka berdua gandingan yang paling serasi"

bisa dilihat kedua bola mata si pinky berubah menjadi love membayangkan sasuke dan shion memakai baju pengantin... pasti sangat mengemaskan!?

ino menatap kaget pada sakura "kau sepatutnya kecewa jidat lebar?!!" balas ino tidak puas hati

sakura menatap bingung "kenapa mesti kecewa?"

"yahh karena idola mu bakal menikah?" ucap ino

"idola mu pig bukan idolaku" ketus sakura "idola ku sabaku shion bukan uchiha sasuke"

mereka melangkah masuk ke kantin yang tidak terlalu ramai

"sakura benar" sahut tenten sambil terkikik geli..yah tidak asing lagi kalau si pinky sangat meminati sabaku shion sehingga boleh digelar fans fanatic

sakura mengambil beberapa makanan mumpung pagi tadi ia tidak sarapan

"sakura? kau pasti dengan makanan yang kau ambil itu?" ino menatap nampan si pinky yang dipenuhi makanan seperti telur goreng nasi putih dan tempura

"memangnya kenapa?" tanya sakura. ia kembali menatap nampan ino..yang dipenuhi dengan menu diet ewwhh

"memakan makanan yang banyak boleh menambah berat badan!" protes ino..sakura berdengus

"kita duduk dimana?" hinata menyampuk..yahh mari kita keliling dulu emmm banyak meja yang tidak berpenghuni jadi kita tinggal pilih saja

"disana saja" tenten menunjuk salah satu meja. sakura mengangguk

mereka melangkah menuju meja yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri melewati segerombolan wanita yang lagi makan

"ahh, mengecewakan sekali sasuke bakal menikah!"

sakura sempat melirik tiga wanita yang sedang bergosip ria

"humm tidak apa-apa shion pantas kok bersama sasuke. Mereka serasi"

"humm benar"

tap!

ino menghempas nampannya dengan kasar di meja

"para wanita-wanita itu sama saja dengan si jidat" kesal ino..hinata terkekeh

"memangnya kenapa?" tanya sakura "apa yang mereka katakan memang benar!"

sakura mengambil tempat duduk berhadapan dengan ino dan tenten..hinata duduk disampingnya

ino berdengus

"benarkan? hinata?" sakura meminta pendapat, hinata tampak berpikir "sakura-chan benar..lagi pula shion-san baik kok aku pernah berjumpa dengannya" balas hinata..sakura menatap iri

"aku ingin sekali berjumpa dengan shion walau pun hanya sekali" keluh sakura..ia mengaduk-aduk minuman miliknya

tenten mengangguk

"kau benar"

mata ino kembali menyipit menatap makanan milik si cepol

"ya tuhan tenten!? makananmu banyak sekali!?" pekiknya tertahan

"tidak apa-apa benarkan sakura?" kata tenten pada sakura

"humm"

"kalian berdua sepatutnya jaga badan!? sesekali cubalah berdiet!?" omel ino

"memangnya kenapa? kalau makan makanan berkhasiat untuk jaga badan dari penyakit sih tidak apa-apa" ucap tenten

"tapi kalau untuk buat badan sampai kelihatan seperti tengkorak? maaf tapi kami tidak ingin kelihatan seperti zombie hidup!" sambung sakura ia mengoyang-goyangkan tangan kanannya

"gila" sahut ino

"memang" ucap sakura dan tenten bersamaan...

"sudah lah bodoh amat!??" sakura menyatu kedua tangannya

"selamat makan"

I love you 3000 oleh stephanie poetri

Baby, take my hands

I want you to be my husband

Cause you're my Iron man

And I love you 3000

Sakura mengoyangkan kepala merah mudanya saking menikmati lagu kegemarannya..seperti biasa kalau ia balik kuliah tujuannya ialah kerja sembilannya.. Entah angin apa yang shikamaru hirup sehingga ia memasang lagu di restoran akimichi padahal selalunya ia akan marah kalau ada bunyi berisik

"sakura!!?" panggil tenten..pada sakura yang tengah ngelap meja

"ya?"

"meja tiga panggil, ingin membayar" sakura melangkah ke arah tenten

"Resitnya" tenten menyerah kertas putih kecil pada sakura.. Ketika si pinky sampai depanny

"baiklah"

Sakura berbalik menuju seorang wanita yang duduk membelakanginya..dekat dengan meja ia lap tadi..untung hari ini tidak sibuk! Hanya tinggal wanita itu saja pelanggan petang ini

"nona" sakura memperlihatkan resit tadi

Wanita tadi menatap kertas itu

"ohh jadi bayaran XXXX yah?" wanita itu membuka tas hitamnya

Sakura mengangguk..tapi tunggu dulu?! Kenapa wanita ini seperti familiar ya?

Si pinky menatap wanita itu sambil berpikir

Tunggu?!

Bukankah ini?!

Sakura menunduk untuk menatap wajah wanita itu dengan lebih dalam

"shion-san!?" pekik sakura tertahan..shion sempat terkejut namun kemudian ia tersenyum

"kupikir nona tidak mengenalku" shion terkekeh pelan

"tentu saja aku mengenalmu!??" pekik sakura..

"ya tuhann!? Aku tidak percaya bisa terjumpa dengan mu di shion-san?!"

"psstt" shion meletakkan telunjuknya di bibir...mengisyaratkan untuk tidak bising

"upss" sakura menutup mulut "maaf" bisiknya pelan

"kupikir dengan penyamaran ku ini kau tidak mengenalku nona" shion membenarkan topi hitamnya..sebenarnya bisa disebut bukan penyamaran karena wanita itu hanya mengenakan topi hitam..topi dengan style mangkuk kalau sasori namakannya..seperti akai gitu lohh

"tentu saja aku mengenalmu..shion-san adalah idola panutan ku!?"

"benarkah?"

"hummm" sakura mengangguk cepat..

"maaf lancang shion-san tapi bukan kah shion-san jenis selebriti yang jarang membuat penyamaran?"

sakura menarik kerusi depan shion dan mendudukinya..

tenten sempat mengenyit ketika sosok si pinky menduduki kerusi depan pelanggan mereka..mereka saling kenal kah?

shion terkekeh pelan.."aku memang jarang membuat penyamaran..dan ini pertama kalinya" shion menjeda ucapnya

"dan kupikir kau juga tau tentang gosip terbaru mengenai aku?" sambung shion..wanita cantik itu tersenyum lembut..

seperti yang selalu orang katakan shion adalah aktris yang mesra dengan fansnya.. dan hal itulah yang sakura sukai dari Sabaku shion

sakura tampak berpikir "apa jangan-jangan?—gosip pernikahan dengan uchiha?"

shion mengangguk mantap

"saat ini aku di buru oleh para wartawan..terima kasih dengan kaca restoran kalian yang bisa membuat aku makan dengan tenang" ucap shion panjang lebar

sakura hanya tersenyum..tunggu ia melupakan sesuatu!?

"maaf shion-san apa aku bisa meminta tanda tangan milikmu dan juga berfoto?" sakura mengeluarkan Ponsel hitamnya

Shion tersenyum "tentu saja boleh"

"kyaa!?? Aku tidak percaya bisa terjumpa dengannya" bisa dilihat aura yang dikeluarkan si pinky adalah aura bahagia

"ahhh aku jadi iri!"

dua pegawai lainnya menatap iri pada sakura

"kenapa sakura-san tidak memanggilku!?"

Tanya pegawai A dengan kesal.., "maaf tapi aku sudah tidak dapat mengontrol perasaan bahagiaku" mata sakura berbinar

"ya tuhan!? Shion-san cantik sekali ya?" pegawai B beberapa kali meng zoom in zoom out gambar sakura dan shion tadi

"benar!" balas sakura

"ehem!??" seseorang berdehem dari belakang

tiga wanita itu menoleh

"Shikamaru-san?!" pekik tiga wanita itu bersamaan...serontak mereka menunduk takut

"sudah habis bergosip nona-nona?" tanya shikamaru dengan alis naik-turun

"emmm ka-kami" wanita B gagap

Kling-kling

Bunyi pintu menandakan seseorang masuk

sakura mendesah lega

"maaf aku harus pergi" sakura berbalik dan berjalan cepat keluar dari lorong toilet dan locker..ia membuka pintu

"Selamat datang di restor—"

sakura terdiam matanya membulat menatap rambut pink yang lebih terang darinya

"Sasori!?" pemuda itu hanya diam depan pintu masuk..sakura menyipit matanya menatap baju yang dikenakan sasori

baju itu?..

sakura melangkah cepat ke arah sasori

"kakak seseor—"

Grepp

kerah baju yang sasori kenakan tertarik ke depan

"baju ini dari mana kau dapat?!" ucap sakura pelan..alis si tampan sasori mengenyit bingung

"Ini—??"

"Sakura-chan!??"

tunggu suara ini!? sakura menegang di tempatnya. ia mengangkat muka menatap seseorang yang berjalan masuk di belakang sasori

"Aunt meii!?" pekik sakura tertahan.

mei tersenyum. wanita ber usia lima puluhan itu merentangkan tangan..sakura melangkah dan memeluk erat aunt kesayangannya

"lama tidak melihat mu" dua wanita saling menubruk kedua pipi masing-masing...pelukan ala-ala wanita lohh..

"aunt mei sudah berkeriput" sakura terkikik geli..

pletak!

"ouchh!"

"aku masih muda dari mu budak!?" balas mei tidak mahu kalah..sakura hanya memutar mata

"sakura berhenti menggoda. mei" sahut mebuki yang berdiri disamping

"mama juga disini?!" balas sakura

"ehemm! papa juga disini!" kizashi berdehem..sakura tersenyum

"baiklah baiklah.. jadi apa yang kalian lakukan disini?" tanya sakura..ia menuntung keluarganya di meja yang boleh memuat sepuluh orang

"ada perjumpaan keluarga" balas mei singkat..sakura mengangguk faham

ia berhenti menunggu sasori yang dibelakang..

dan ketika sasori dekat

"heii.." sakura merangkul leher sasori mendekat ke arahnya..

sasori melirik bingung "ada apa?" tanyanya

"apa baju yang kau pakai dari lemari milikku?" tanya pelan

"kenapa kakak bertanya?" balas sasori

"jawap saja!?"

sasori memutar mata

"mana aku tau. mama memberinya pada ku! katanya ia jumpa di mesin cuci baju"

sakura menepuk jidat lebarnya.ya tuhan ia lupa memindahkan baju sasuke dari baju kotornya yang lain

ingatkan di insiden Perjumpaan pertama?

dan sakura tidak ingin mengingatnya

"baiklah sila pilih menu yang kalian inginkan" sakura memberi menu pada mei dan sasori yang baru saja duduk

"nanti saja.. sekalian tunggu tamu kita yang lain" memangnya ini rumah main tamu-tamu? gilerr

"baiklah" sakura menarik kembali buku menu

"ternyata tempat kerjamu bagus juga ya? sakura-chan?"

komentar mei

sakura mengangguk.. "tentu saja"

Kling-kling

sakura spotan menatap pintu masuk..

"Selamat datang di resto—UCHIHA-SAN!??" pekik sakura tertahan

penampakkan sasuke dan keluarganya..membuat sakura ternganga ditempatnya

TBC

Sabtu 21 september 2019

#Sepatuhkaca