setelah kedatangan sasuke dan keluarganya tentu saja membuat batin sakura shock. dan bertambah shock karena ternyata oh ternyata keluarga nya dan keluarga sasuke saling mengenal!?

What the heck?!

ini gila!

apa yang sedang terjadi disini?!

pertanyaan itu tertahan di tenggorok sakura. ia menatap satu persatu-satu keluarga sasuke yang duduk di meja seberang. yahh setelah kedatangan sasuke dan keluarganya ternyata mereka telah menyewa ruang makan VIP di restoran tempat kerja sakura. dan yang masih membuat sakura bingung ialah kenapa ia perlu di ikut? why?

Well sebenar mei yang mengajaknya paksa. Hampir saja wanita pink itu tidak dibenarkan oleh shikamaru karena kekurangan jasa pekerja dan terima kasih pada tenten karena wanita cepol itu telah memujuk shikamaru untuk membenarkan sakura dibawa mei. Yahh walau pun sebenarnya saat sakura ingin menyusul yang lain. tenten sempat berbisik "kau berhutang penjelasan padaku"

"jadi sepertinya kalian sudah tau maksud perjumpaan kita bukan?" lelaki tua yang berdiri depan sakura membuka obrolan

Saat ini dua keluarga itu duduk di meja bulat yah cukup untuk sembilan orang. Dari keluarga uchiha ada mikoto. Fugaku. Madara dan sasuke

'hanya kalian yang tau. bukan aku' batin sakura berucap malas

"tentu saja" mei menjawab semangat. Sakura di sampingnya sempat melirik heran

"ku harap pertunangan ini akan berjalan lancar seperti yang kita harapkan"

Tuing!?

alis sakura berkerut

tunang?

siapa yang bertunang?!

Sakura menahan diri untuk tidak bertanya. Jujur saja ia merasa gugup ketika ia tidak sengaja duduk berhadapan dengan lelaki pujaan hati para wanita. Siapa lagi kalau bukan sasuke

Entah apa yang apa yang membuatkan sakura merasa takut dengan lelaki itu sebab sejak kedatangannya tadi Sakura bisa merasakan aura menakutkan keluar dari tubuh lelaki tampan itu

"maaf bertanya" ucap sasori. Semua orang yang di meja langsung menatap pemuda tujuh belas tahun itu

"sasori!" ucap mebuki memperingati. Entah kebiasaan dari siapa anak keduanya itu selalu saja memotong bicara

Mikoto terkekeh pelan "biarkan saja mebuki" onxy mikoto yang sempat menatap mebuki beralih pada sasori "ada yang ingin kau tanyakan sasori-kun?" tanya mikoto

Sasori mengangguk "siapa yang bertunang?" tanyanya

'damn sasori aku mencintaimu.." batin sakura terpekik girang, yahh terima kasih pada sasori yang telah mewakilinya untuk bertanya

"Tentu saja sasuke dan sakura" balas madara dengan alis berkerut

Perasaan senang sakura langsung hilang

Tunang?

dia dan sasuke?

ini pasti mimpi!?

"Ditunangkan?!" sakura tergagap ia menatap tidak percaya pada madara. ia kemudian menatap mei kizashi dan mebuki dengan tatapan meminta penjelasan

"singkat cerita sakura-chan dan sasuke-kun akan dijodohkan"

ujar mei dengan mata berbinar

sontak mata sakura melebar. ia bangkit dari duduknya

"Aku tidak ingin dijodohkan dengannya!?" ucap sasuke dan sakura bersamaan

jelas si raven juga baru mengetahuinya

sakura menatap sasuke

"siapa juga yang ingin dijodohkan dengan mu?" ucapnya sinis

sasuke berdelik "kau ingat aku mau? dijodohkan dengan gadis sinting sepertimu!?"

"sasuke!?" peringat fugaku. mikoto menatap khawatir begitu juga dengan mebuki dan kizashi

manakalah sasori dan madara hanya santai-santai saja 'ini akan menarik' batin keduanya

"lebih baik aku tidak payah menikah kalau hanya menikah denganmu!?" balas sakura tak kalah sinis.

"siapa juga yang ingin dengan mu dasar gadis sinting!?"

di abaikan...

fugaku memejam mata alisnya bergerak-gerak

"sasuke!?" peringatan kedua

"aku tau kau hany—"

"DIAMM!?" fugaku mengebrak meja kasar. ia menatap tajam pada sakura dan sasuke

dan akibat gerakan kasarnya. sontak dua orang yang terlibat dengan pergaduhan konyol itu tersentak dan terus menatap si pelaku

"aya—"

"tiada penolakan" tegas fugaku. ia kembali duduk di tempat asal

sasuke berdengus. kali ini sakura menatap mei

"aunt me—"

"tiada penolakan sakura-chan" ucap mei dengan senyuman manis di bibirnya

sakura mengidik ngeri

Shannaroo...

senyuman pembawa maut!

"tapi bagaimana kalau kami memiliki kekasih masing-masing?"

timpal sasuke.. dua orang berbeda gender itu langsung duduk di tempat masing-masing

sakura langsung menatap si raven yang sedang menatap fugaku dan madara bergantian

"sakura apa kau memiliki kekasih?" tanya mei. ia menyentuh pundak si pinky. sakura melirik sasuke terlebih dahulu sebelum mengangguk.

mikoto kizashi sasori dan mebuki hanya jadi pendengar

"sasuke-kun apa kau juga memilik kekasih?" mei menatap si raven.

sasuke mengangguk. mei mendesah kecewa

sakura mengambil minuman miliknya dan meminumnya. seulas seringai terbit di bibirnya

mungkin dengan cara seperti ini perjodohan akan dibatal

"sialan otak sasuke pintar!?" batin sakura terpekik senang. ia menahan senyum begitu juga dengan si raven

"kalau begitu putuskan saja!" kizashi angkat bicara

sakura langsung tersedak tidak elit. ia mengambil tisu depannya

"benar!" timpal mei. ia menatap mantan kekasihnya "bagaimana menurutmu madara?" tanyanya

madara mengangguk-angguk "kizashi benar!"

"tidak benar!?" sakura frustasi. ia meletakkan tisu ditangannya kasar

"sakura" tegur mebuki

"aku tidak akan memutuskan kekasihku!?" ucap sasuke tajam

Acting yang hebat!

Sakura mengangguk "aku juga!" ucapnya

"kalau begitu" mikoto menatap sasuke dan sakura bergantian "panggil kekasih kalian ke sini!?"

Skakmat!

sasuke dan sakura langsung terdiam. kehabisan kata-kata

"it—tu" otak sakura berputar mencari idea.

"sudah ku duga kalian berdua berbohong!" ucap fugaku

sakura dan sasuke mengeleng "kami tidak berbohong" ucap keduanya bersamaan

sontak sasuke menatap sakura dan sakura menatapnya

"berhenti meniruku?" Pekik kedua nya bersaman lagi

Tuk! tuk! tuk!

suara berasal dari jemari madara yang mengetuk meja membuat sakura dan sasuke berhenti dan langsung menatapnya

"cepat panggil kekasih kalian berdua kalau benar kalian memiliki kekasih!" tegas madara. sakura langsung takut

Shannaro...

siapa yang harus dia panggil?

"ku hitung sampai tiga" sambung madara lagi.

satu

sakura langsung kelam kabut mencari ponselnya saku apron miliknya

Dua

'sialan dimana ponselnya!?'

Tiga

"masa tamat!" ujar madara. sasuke dan sakura langsung menatap madara dengan muka bodoh

"Apa-apaan itu!?" ucap sasuke kasar. ia bahkan sudah menelpon seseorang

"kau menelepon naruto?" tanya mikoto heran. ia tadi sempat mengintip, dasar

"tidak sengaja kepencet" sasuke memasukkan ponselnya di saku kemeja nya

alis fugaku bertaut "untuk apa kau menelponnya?" tanya curiga

"kepencet" balas sasuke singkat

"sasuke?" panggil madara. sasuke langsung meliriknya

"kuharap kau bukan gay?"

"SUDAH KU BILANG KEPENCET!?" Pekik sasuke

"ohhh" madara dan fugaku hanya mengangguk. mikoto dan para wanita lainnya hanya menahan senyum

kecuali sakura tentunya

"aunt ku mohon aku tidak ingin di jodohkan" sakura menyatukan kedua tangannya dan menghadap mei

"kenapa kau tidak ingin di jodohkan?" tanya mebuki

"aku bahkan tidak mengenalnya!" jari telunjuk sakura menunjuk sasuke

"kalian boleh saling mengenalkan?" timpal mikoto lembut. sasuke melirik ibunya malas

"ibu..." ucapnya, mikoto langsung berdelik

"tidak mau!" ucap sakura. ia mengeleng pelan

"ahh bagaimana kalau kalian berdua kencan?" usul madara. mei langsung memetik jari

"madara benar! bagaimana sakura?" tanya mei

"tidak! tidak! tidak!" sakura mengeleng keras.

tiba saatnya menunjukkan keras kepalanya. yahh dari tadi dia selalu kena paksa

'saat ini aku harus menang' batin sakura berguman mantap

Brak! brak! brak!

"hei pelan-pelan menutup pintu mobilnya" tegur sasuke jengkel. ia menghidupkan mobil miliknya

ia sempat melirik si pinky yang di duduk sampingnya..

yah walau bagaimana keras macam mana pun mereka menolak. para orang-orang tua itu tetap menang

untuk menyuruh mereka kencan

TBC

Khamis 3-10-2019

#sepatuhkaca