"kita mau kemana?" tanya sasuke. Mobil yang mereka naiki berhenti tepat saat lampu merah
Sakura hanya melirik "kau berkata seolah kita berkencan beneran" ejeknya. Ia bersedekap dada
sasuke berdengus dengan jawaban wanita disampingnya
"cepatlah..sebelum aku berubah pikiran" ketusnya. ia melajukan mobil ketika lampu bertukar hijau
"aku ingin pulang!" singkat padat dan jelas jawaban sakura membuatkan sasuke langsung menepikan mobilnya
sakura sempat mengenyit alisnya ketika mobil yang ia tumpangi berhenti. ia menoleh pada sasuke
"kenap-?"
"turun!"
"hah?" sakura menatap si raven bingung
"ku bilang turun!"
"apa-apaan kau uchiha?!" bentak sakura.
sasuke berdengus "kau tidak ingin ke mana-manakan?" tanyanya
"jadi lebih baik kau turun sekarang daripada kita seperti orang bodoh jalan tapi tidak tahu kemana!" sambung sasuke panjang lebar. ia menolak-nolak pelan pundak sakura
"heii-hei sialan, baiklah-baiklah kita mampir di kedai ramen ichiraku bagaimana?"
cadang sakura
sasuke menatapnya dengan muka bingung
"kedai ramen ichiraku itu dimana?"
sakura mengangkat bahu
"aku selalu mendengar naruto menyebut nya"
"Dasar bodoh!"
"yahh aku tidak lah sepintar dirimu!" ketus sakura. ia hanya menjeling si raven di sampingnya
sasuke berdengus "carikan yang lain lagi." arahnya
sakura berpikir
"bagaimana di taman konoha?"
"maaf nona haruno. tapi kita tidak sedang berkencan." ejek sasuke. sakura berdengus
"akukan hanya memberi cadangan." balas sakura
"lagi pula kita kan tidak kencan." sambungnya sinis. emerland menatap jalan
Hei. bisa hentikan ayat berkencan kalian berdua?
"yahh kita perlu membicara soal perjodohan kita" balas sasuke
"oh ya?" sakura kurang tertarik
"kenapa perlu di bicarakan?"
"cara kau bicara, kau sepertinya tidak keberatan dengan perjodohan ini" spekulasi sasuke membuat dahi sakura berkerut
"HELLO!? tuan uchiha? aku bahkan lebih banyak protes darimu?" sakura menyadarkan si raven
"ohh ya? cepat katakan kita mau kemana?" tanya sasuke. ia mula menjalan kan kembali mobil tanpa arah miliknya
"bagaimana kalau besok saja? aku penat!" sakura merengangkan badan dan sesekali menguap
"tidak! aku mau sekarang"
sakura berdelik
"hei tuan uchiha? apa kau tidak tau melihat jam?" tanyanya jengkel
sasuke langsung mengangkat tangannya ingin melihat jam
11:35pm
"humm baiklah. tapi aku tidak janji dapat berjumpa dengan mu besok. karena aku ingin menyelesaikan rumor yang beredar di kampus terlebih dahulu"
ucap sasuke panjang lebar. sakura tampak berpikir
ah yah rumor pernikahan sasuke dan shion..
Tunggu?!
"apa kau benar-benar akan menikah dengan shion?" tanya sakura penasaran
sasuke berdengus "kau juga tau yang aku akan menikah dengan mu!" balas si raven
sakura langsung bersemu. ia juga tidak tau kenapa jantungnya tiba-tiba saja berdetak kencang
Shannaroo..
sasuke melirik sakura "jangan berpikir aneh-aneh! yang penting kita harus mencari cara bagaimana untuk membatalkan perjodohan konyol ini!"
sakura mengangguk "baiklah" entah mengapa ia merasa sedikit kecewa..
"dan berikan nomermu padaku nanti aku akan menelpon mu. kalau semuanya sudah beres"
sasuke menyerahkan ponsel hitamnya pada sakura.
si pinky langsung mengambilnya..
ia mengetik beberapa angka dan langsung meng save nomornya
"sudah" ia menyerahkan kembali ponsel sasuke
hening seketika
"ermm haruno?" sasuke memecah keheningan. sakura langsung menatapnya
"di mana alamat rumah mu?"
Pagi itu di kediaman keluarga haruno
krieet
pintu kamar dengan lukisan bunga sakura terbuka
menampilkan si pinky yang sudah bersiap ingin ke kampus. yahh walau pun ia sedikit malas. ia sedikit badmood akibat perjodohan pembawa bala yang di buat aunt keriputnya sialan!
ia menatap cincin dengan lambang uchiha yang terpasang cantik di jari manisnya..yahh cincin itu diberikan padanya ketika ia sampai di rumah, dan ternyata oh ternyata kotak yang di hantar padanya tempoh hari adalah cincin ini. dan kotak itu baru saja di buka ketika mei sudah berada di rumah mereka
"kau sudah bangun?" mei mengoleskan roti bakar ditangannya dengan selai kacang
"humm" sakura mengangguk malas. ia menarik kerusi dan mendudukinya
"mama dan papa kemana?" tanyanya ketika tidak mendapati dua orang itu di meja makan
"jalan" balas mei. ia menyerahkan segelas susu pada sasori yang baru saja duduk.
"aunt mei. aku tidak suka meminum susu" protes sasori dengan tampang jijik!
"susu ini tidak akan membunuhmu!" marah mei
sakura hanya menatap malas. ia mengambil roti bakarnya dan memakannya sambil memainkan ponsel. mengabaikan dua orang berbeda warna rambut yang sedang berdebat
"aunt mei. bagaimana tidurmu semalam? lena?" sakura meletakkan ponsel dan menatap mei. mengingat mei tidak bisa tidur di kamarnya karena ranjang sakura berukuran single. seperti pemiliknya. upss?!
dan yah..mei berakhir tidur di ruang tamu keluarga haruno
"lena apanya? kizashi terlalu berisik menonton televisi" omel mei. sasori memutar mata
"aunt mei saja yang terlalu awal tidur" ucap pemuda tujuh belas tahun itu
"awal tidur apanya? jam saja sudah menunjuk hampir pukul satu dini hari?!"
balas mei. ia mengeleng-ngeleng kepala tidak percaya
"mereka memang begitu" sakura membenarkan ucapan mei
sasori hanya memutar mata. pemuda itu kemudian bangkit dari duduknya
"mau ke mana?" tanya mei sarkatik. alis sasori mengenyit bingung
"tentu saja sekolah" jawabnya
mei berdengus "habiskan susu mu?!" arahnya.
"tidak!" sasori mengeleng-ngeleng sambil menutup mulutnya
"susu itu tidak akan membunuhmu!?"
"Sudah lah kalian berdua!?" lerai sakura. ia juga ikut bangkit
"aku juga ingin ke kuliah sekarang" ia mengambil tasnya
"baiklah" jawab mei. ia merangkul lengan si pinky dan menariknya
Tapi sebelum itu...
"kau" tunjuk mei pada sasori "habiskan susu mu kalau tidak-"
mei menjeda ucapannya
"-ku beri tahu ibu mu yang kau menyorokkan majalah hentai di bawa kasurmu!"
sasori langsung melotot
pagi ini seperti biasa. sakura masuk kuliah awal, dan seperti biasa tujuannya adalah perpustakaan. tempat paling menyenangkan untuk menghilang kan stres. menghilangkan stres dengan belajar? yang benar saja!?
sakura duduk di salah satu meja dalam perpust. ia membolak balik buku di tangannya
ahh entah kenapa ia merasa sedikit bosan. sakura langsung meletakkan bukunya di meja
"ahh ini membosankan sekali." gumannya pada diri sendiri
"Aku bisa mati kebosanan kalau begini." sambungnya lagi
"baru pertama kali aku mendengar seseorang bisa mati karena kebosanan."
sahut seseorang tiba-tiba. sakura langsung memutar badan
"Naruto!?" seru sakura "kau membuatku terkejut."
sakura mengelus dadanya. sialan jantung nya terus saja berdetak kencang
naruto hanya tersenyum simpul. ia menarik kerusi disamping sakura dan mendudukinya
"baru pertama kali aku melihat mu di perpust" kata si pirang sambil meletak bukunya
sakura memutar mata
"sepatutnya aku yang berkata begitu." balasnya
naruto hanya terkekeh pelan. manakalah sakura pula mengenyit alis
ada yang tidak beres di sini?!
ia menyentuh pundak naruto
"naruto?" panggilnya "biar ku tebak? kau dan hinata bertengkar lagi?"
"darimana kau tau?" tanya naruto dengan pelan. ia menunduk
sakura berdengus "dengan gayamu saja aku sudah tau yang kau sedang galau." ujarnya.
well naruto kalau sedang galau dia akan jadi pendiam mengalah sasuke. orang berisik seperti naruto jadi pendiam? sama saja dengan ribut taufan akan melanda
"aku tidak faham kenapa hinata jadi sangat cerewet akhir-akhir ini." jelas naruto. ia menangkup muka dan memandang ke depan
em ku pikir naruto butuh privasi. jadi sepatuhkaca akan pergi sebentar.
sumpah! sepatuhkaca tidak akan menguping
sakura juga ikut menangkup mukanya "emn mungkin hinata sedang stres?" katanya
naruto mengeleng "mana mungkin!" sanggahnya "sudah hampir seminggu hinata tidak menelpon ku." sambungnya lagi
dahi sakura langsung berkerut "heran." katanya "baru pertama kali hinata seperti ini kan?" tanyanya memastikan. dan ucapannya disambut dengan anggukan mengemas kan dari si pirang
"iya juga" sakura membenarkan ucapannya sendiri "aku juga jarang melihatnya beberapa hari ini"
"sudah ku bilang" naruto berkata lirih. tapi seolah tidak berpengaruh pada si pinky. bisa di lihat sakura langsung tidak memperlihatkan muka kasihan
"by the way hinata kemana?" tanya sakura dengan muka kebingungan
"hinata mengambil cuti untuk persiapan pernikahan kami" kata naruto dengan mata berbinar
sakura langsung mengenyit alis "jadi apa yang membuatnya tidak bisa menelpon mu?" tanyanya
"kaasan tidak membenarkan hinata-chan ku untuk menelpon ku"
"hum!? jadi kalian bukan bertengkar?" kata sakura dengan alis naik turun
"tentu saja tidak!" ucap naruto
"JADI APA MAKSUDMU BERTINGKAH SEPERTI ORANG SEDANG GALAU UZUMAKI SIALAN?!" Pekik sakura gemas
"psst mohon senyap." sahut ayame yang sedang menyusun buku. yang tidak jauh dari dua orang sahabat itu
sakura langsung berdiri dan membungkuk "maaf-maaf" katanya pada ayame dan beberapa mahasiswa yang kebetulan di sana,
ohh lihatlah tatapan mereka seolah ingin memangsa nya hidup-hidup
sakura kembali duduk. mengabaikan tatapan para mahasiswa lainnya "apa maksudmu? bertingkah seperti itu?" tatapan nya mengintimidasi
"tentu saja ingin mengetes mu sama ada kau perhatian sama sahabat tampan mu ini atau tidak?" kata naruto dengan cenggiran di wajah tampannya
"dasar bego." ujar sakura. naruto terkikik. mungkin kalau ini bukan perpust si pirang akan ketawa terbahak
Sakura membuka bukunya "lebih baik aku belajar daripada melayan lelucon tidak lucu milik mu" gumannya. naruto hanya mengangguk-angguk
"baiklah-baiklah" naruto juga membuka buku miliknya
Tapi tunggu? sakura sepertinya melewatkan sesuatu?
"Tunggu naruto? apa yang kau katakan tadi?" Tanya sakura. ia kembali menyentuh pundak naruto
naruto menatapnya bingung "yang mana?"
"yang pernikahan?" pertanyaan sakura membuat naruto tersenyum simpul "ya aku dan hinata akan menikah seminggu akan datang."
katanya. bisa di lihat si pirang memancarkan aura bahagia
"benarkah? aku bahagia sekali!" pekik sakura tertahan. ia langsung memeluk naruto dengan mata berkaca-kaca
naruto langsung terpaku tidak tahu. mahu mengatakan apa
"hei? berhenti bersikap manis seperti ini." balas naruto ia membalas pelukan sakura. well memang agak susah karena sakura memeluk dalam keadaan duduk
"terima kasih sakura-chan" katanya. matanya juga ikut berkaca-k aca
sakura mengangguk dalam pelukan naruto "aku juga ikut bahagia karena kau akhirnya akan menikah" sakura melepaskan pelukan. ia menatap bola mata sebiru laut depannya
"sakura-chan." kata naruto dengan pelan "Terima kasih telah menolak penyataan cinta ku semasa Sd dulu"
Toeng!
empat siku-siku muncul di jidat sakura
"berhenti membahas itu." balas sakura dengan kesal. naruto terkekeh
"kau masih ingat rupanya." kata naruto dengan nada ngeledek
"diam!" ketus sakura. justru mengatakan itu membuat naruto semangat ingin menceritakan masa kecil mereka
"apa kau ingat ketika masa mula-mula kita berjumpa dulu?" kata naruto.
sakura tampak mengingat-ingat "ah ya? kita mula saling mengenal ketika aku tersesat di sekolah kalau tidak salah." ucap sakura
naruto mengangguk semangat "masa itu aku lah yang membantu mu menunjukkan di mana kelasmu."
"dan tidak sampai seminggu kita kenalan kau malah menyatakan cinta!"
naruto tertawa mendengar menuturan si pinky "benar." balasnya.
"humm aku merindu masa-masa itu." guman sakura. naruto mengangguk meng iyakan ucapan sakura
"dan apa kau ing-."
"ehem? sudah habis bermesraan?" tanya seseorang yang baru saja duduk di depan sakura dan naruto
dua sahabat itu langsung melotot
"Sasuke?" kata mereka bersamaan
Seorang wanita dengan paras anggun. berhenti melangkah tepat depan gerbang kampus internasional konoha
ia membuka kacamata hitam miliknya "lets do this". katanya pada diri-sendiri sebelum melangkah masuk
pada saat ia masuk semua mahasiswa yang di sana langsung berteriak heboh
"KYAAA SHION-SAN?!""
TBC
Selasa 8/10/2019
