All the characters belong to Masashi Kishimoto

.

.

.

"Clock"

Oneshot by Sweet Sugar Lollipop

.

.

.

Tik-tok

Tik-tok

Jarum jam berdetik. Dan aku masih disini. Merutuki diri. Merutuki keegoisanku.

Tik-tok

Tik-tok

Ku genggam jemarimu. Lembut. Kupandangi wajahmu. Cantik. Mengapa aku tak pernah menyadari ini sebelumnya?

"Sasuke-kun ada waktu hari ini?" Suaramu terdengar riang diseberang.

"Maaf, aku sibuk."

"O-oh, baiklah, mungkin lain ka-"

Aku sudah menutup telepon waktu itu. Dasar bodoh! Apa yang sebenarnya ku pikirkan waktu itu? Seharusnya aku menemanimu. Seharusnya aku tidak berbohong waktu itu. Maafkan aku.

Tik-tok

Tik-tok

Kusibak ponimu yang mulai memanjang dan kukecup keningmu. Kuletakkan pipiku di telapak tanganmu. Demi Tuhan, aku mencintaimu.

"Sasuke-kun, ku bawakan bento untukmu." Ucapmu sambil tersenyum padaku.

"Aku tidak lapar."

"Cobalah sedikit." Kau berusaha membujukku.

Waktu itu, dengan terpaksa ku terima bento itu dan mencoba sebuah onirigi buatanmu.

"Puh! Apa-apaan ini? Rasanya sangat tidak enak! Kau sebut ini makanan? Sakura lebih pandai memasak darimu!" Ku banting kotak makanan itu dimeja hingga isinya berhamburan. Lalu kutinggalkan dirimu sambil berpura-pura tidak tahu kau sedang menahan tangis.

Aku berbohong. Sungguh. Itu adalah makanan terlezat yang pernah ku makan. Maafkan aku. Ku mohon.

Tik-tok

Tik-tok

Detik-detik yang berlalu terasa seabad. Ku elus wajahmu yang semakin tirus. Ku perhatikan matamu yang kini terpejam. Bulu matamu ternyata sangat lentik. Kau sangat cantik.

Kau tampak sangat kaget waktu itu, ketika kau memergokiku bersama sakura diatap, sedang berpelukan. Kau langsung berlari pergi sambil menangis. Kumohon kembalilah. Aku hanya ingin membuatmu cemburu waktu itu.

Maafkan aku.

Tik-tok

Tik-tok

Sudah berapa lama? Sebulan? Dua bulan? Kenapa lama sekali kau tertidur? Kumohon, bangunlah.

Kau mulai menjauhiku waktu itu. Lalu entah bagaimana murid pindahan itu, Gaara, selalu berada disampingmu. Mengantarkanmu pulang sekolah, menikmati bento denganmu, piket bersama, menemanimu berlatih memanah dan aku mulai gelap mata.

Tik-tok

Tik-tok

Putih. Semuanya putih. Ruangan ini putih. Perabotannya putih. Pakaianmu putih. Wajahmu putih. Bukankah pipimu ini selalu merona?

Aku marah saat itu. Kau dan Gaara tertawa bersama. Aku benci melihatnya. Kuhampiri kalian dan kucengkram lenganmu kuat. Kau meringis kesakitan. Lalu kupaksa kau mengikutiku naik kelantai tiga. Kau mulai menangis dan memohon padaku untuk melepaskan cengkramanku. Dengan kasar ku lepaskan tanganmu, dan kau hilang keseimbangan. Kau terguling jatuh dan kepalamu menghantam susuran tangga. Darah dimana-mana. Aku panik.

Maafkan aku, aku tidak sengaja. Maafkan aku, itu kecelakaan, sungguh.

Tik-tok

Tik-tok

Waktu terasa semakin cepat. Bibirmu yang dulu semerah ceri kini seputih kapas. Aku 'kah yang melakukan semua ini? Maafkan aku. Kumohon sadarlah.

Aku baru mengetahuinya belakangan ini, bahwa Gaara adalah sepupumu. Bahwa Gaara selalu menyantap bento buatanmu yang seharusnya kau berikan padaku, tapi kau terlalu takut untuk memberikannya padaku. Bahwa kau selalu menungguku digerbang untuk pulang bersama, tetapi aku tidak pernah peduli padamu sehingga Gaara berbaik hati untuk pulang bersamamu meski dia harus berjalan memutar dua blok untuk pulang. Bahwa dengan semua hal buruk yang kulakukan padamu, kau selalu mencintaiku.

Tik-tok

Tik-tok

Hening ini mencekam. Hening ini menakutkan. Kumohon sadarlah. Bernyanyilah untukku seperti biasanya. Aku merindukan suaramu. Aku merindukan senyummu. Aku merindukan tawamu yang manis.

Tik-tok

Tik-tok

Kumohon sadarlah. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki diri. Aku akan menjadi kekasih yang lebih baik. Aku tidak akan berlaku kasar lagi. Aku tidak akan berbohong. Aku akan selalu menemanimu. Aku akan setia. Kumohon sadarlah.

Aku mencintaimu, Hinata.

.

.

.

Fin

.

.

.

Note:

Pernah di publish di Grup Lovely Fanfic of Sasuhina di Facebook, 27 November 2015