Chapter 2 Digivice
Summary :
Dunia digital menghadapi krisis baru. Sebuah kekuatan misterius membangkitkan kembali digimon jahat dari masa lampau, bahkan mengubah digimon sebaik malaikat menjadi sejahat iblis. Len dan Ray, dua anak terpilih yang ditunjuk untuk menyelamatkan dunia digital.
Disclaimer :
Semua digimon di sini bukan milik saya.
Ray :
Apa nama aplikasinya?
BlockXX :
Digivice.
Len :
Digivice?
Aplikasi macam apa itu?
ArielNX :
Oh… aplikasi itu.
Kudengar banyak yang menganggap pekerjaan orang iseng.
Ray :
Pekerjaan orang iseng?
BlockXX :
Orang-orang mencobanya, dan hanya menjumpai layar kosong tanpa tombol atau menu apapun.
Len :
Hmm…
Sepertinya menarik.
Ray :
Kau benar.
Sepertinya aku juga ingin mencobanya.
Dan percakapan berlanjut dengan pembahasan yang berbeda.
KERNEL
Sementara itu, di tempat serba putih, tempat Yggdrasil dan Rasielmon berada.
"Aku telah menyebarkan digivice lewat internet. Bagaimana menurutmu, Rasielmon?" ucap Yggdrasil yang duduk di singgasananya.
"Langkah yang bagus, Yggdrasil-sama. Saya harap itu bisa menolong dunia kita," jawab Rasielmon sembari membawa bola ramalan.
"Ngomong-ngomong, soal rencanaku waktu itu. Bagaimana menurutmu?" ucap Yggdrasil.
"Untuk rencana itu, alangkah baiknya jika Yggdrasil-sama memikirkannya kembali," ucap Rasielmon.
Yggdrasil hanya diam. Ia lalu mengubah diri menjadi seorang gadis berusia 16 tahun.
Security program…
Code name : Royal Knights
Activate!
Sedetik kemudian, 12 kesatria suci, Royal Knights hadir di hadapan Yggdrasil.
"Amankan semua perbatasan dunia digital. Jika kalian menemukan sesuatu, segera laporkan. Mengerti?!" Semua Royal Knghts hanya menjawab dalam diam dan berpencar ke segala arah.
DIGITAL WORLD
Sementara itu, Lucemon menjelajahi hutan terdekat sembari membawa kubus putih itu di tangannya. Namun, di saat ia memutuskan untuk berhenti sejenak, kubus putih itu melayang di udara dan terbang menuju sisi kanannya.
"Setidaknya aku tidak perlu membawamu lagi." Kubus putih itu bergerak-gerak ke kanan dan ke kiri seolah memahami ucapannya.
Namun, masa damai itu segera berakhir. Suatu suara terdengar dari dalam hutan. Lucemon bersama kubus itu terbang ke arah itu. Tapi, dalam perjalanan ke sana, Lucemon mengernyit heran saat melihat sekumpulan digimon level Baby berlari ke arah yang berlawanan, seolah mereka berusaha lari dari sesuatu yang menakutkan.
Setibanya Lucemon di tempat asal suara tadi, dia berhadapan dengan digimon berbentuk monyet dengan tubuh berlapis logam. Mereka bertatapan muka. Sebelum-
"Full Metal Hip Attack…"
Lucemon pun jatuh tersungkur akibat serangan dari digimon itu. Ia pun juga mengeluarkan senjatanya.
"Divine Feat…"
Sebuah senjata berupa tombak cahaya mewujud di tangan kanannya. Lalu ia lepaskan tombak itu ke arah tubuh lawannya itu. Namun, tombak itu justru tidak melukai digimon itu sama sekali. Ia lalu mengeluarkan tekniknya yang lain.
"Grand Cross…"
Lucemon menembakkan sepuluh bola cahaya super panas ke arah digimon itu. Namun, tetap saja tidak ada bekas luka akibat serangan tadi di tubuh digimon itu.
"Dark Spirits Deluxe…"
Awan hitam lalu berkumpul di langit. Sebuah petir hitam lalu dekat Lucemon. Disusul dengan beberapa petir hitam yang menyambar di sekitar mereka. Merasa dirinya kini terancam, Lucemon bergegas keluar dari hutan itu untuk menyelamatkan diri.
Sebelum penjagaan ketat pintu masuk dunia digital...
REAL WORLD, 10:30 PM
Di dunia nyata, dua orang pemuda, berada di dua kota berbeda, sama-sama telah mengunduh aplikasi Digivice yang misterius itu. Kini, mereka bersiap untuk membuka aplikasi itu. Saat aplikasi itu terbuka, mereka hanya menampakkan ekspresi terkejut mereka.
"Ini, kan…"
Hai. Akhirnya chapter 2 bisa up juga. Oh, ya. Btw di sini satu orang bisa punya lebih dari satu partner digimon, ya... cuma kasih tau aja ke kalian. Sampai jumpa di chap 3. Bye bye ^_^
