The Chosen's

Naruto © Masashi Kishimoto

Highschool DxD ©Ichie Ishibumi

The Chosen's Ice D. Gun

.

.

.

.

Rate : M

Summary: Ini adalah kisah dari mereka yang terpilih oleh takdir dunia yang kejam. Dunia dimana sihir ada dalam kehidupan yang sudah maju. Kegelapan, Cahaya, atau malah bukan keduanya yang mereka pilih ?

" Naruto " : Talk

' Naruto ' : Thinking

" Ddraig " : Sacred Gear Talk

' Kurama ' : Sacred Gear Thinking

.

.

.

.

.

.

.

.

" East Magic School... Tidak kusangka aku menginjakkan kakiku disini. "

Seorang pemuda yang memiliki badan cukup tinggi dan tegap berdiri di depan sekolah yang terlihat amat megah. Netra safirnya menatap sekeliling dengan datar. Sekolah yang memiliki berbagai fasilitas yang akan menunjang setiap kegitan yang akan dilaksanakan tampak tidak begitu menarik dimatanya. Jika ada yang bertanya darimana dia tahu tentang fasilitas sekolah, selebaran yang ada ditangannya menjawab segalanya.

Kakinya melangkah perlahan memasuki sekolah tersebut. Tidak hanya dia, banyak orang seusianya atau bahkan diatasnya memasuki area sekolah tersebut. Keramaian seperti ini biasa bukan untuk penerimaan siswa baru ?

" Hari ini ada upacara penyambutan dan aku harus ke gedung serbaguna sekarang juga. "

Dia bergegas untuk menuju gedung serbaguna agar tidak ingin mendapat citra buruk karena terlambat dalam acara upacara penyambutan. Sederhananya dia tidak ingin terlihat mencolok. Aula yang ia kira masih sedikit orang yang datang ternyata sudah hampir penuh, dan hanya menyisakan kursi yang ada di atas.

" Maaf, apakah kursi disampingmu kosong ? "

" Ya, silahkan. "

Seorang laki – laki berambut hitam yang tadi bertanya akhirnya duduk di sampingnya. Mereka berdua hanya saling berdiam diri karena merasa tidak ada yang perlu dibicarakan sampai akhirnya acara dimulai. Acara berjalan lancar, dimulai dari pembukaan, dan sambutan kepala sekolah. Sekarang tiba saatnya siswa baru untuk mengucapkan bagaimana rasa syukur mereka karena diterima di sekolah ini. Sekapur sirih oleh siswa yang memiliki nilai ujian masuk paling tinggi.

" ... Kepada perwakilan siswa baru, Sasuke Uchiha dipersilahkan. "

Setelah mendengar arahan dari pembawa acara, seorang siswa baru yang memiliki ekspresi dingin nampak maju kedepan dan mulai mengucapkan apa yang telah mereka persiapkan beberapa hari yang lalu.

" Hei, kau tahu ? Yang disana itu sahabatku sejak kecil. Ah, dan namaku Namikaze Menma maaf baru memperkenalkan diri. "

" Begitu juga denganku, namaku Kitahara Naruto, senang bertemu denganmu Namikaze – san. Aku lebih terkejut karena di sampingku sekarang ada anak dari Kepala Sekolah. "

Pemuda yang diketahui bernama Naruto itu tadi tersenyum ke arah Menma. Dia sebenarnya tidak terkejut sama sekali akan keberadaan Menma. Karena, dia memang mendengar kabar bahwa anak dari Kepala Sekolah satu angkatan dengannya. Yang membuat ia terkejut ialah dia menempati peringkat kedua dalam ujian masuk.

" Kau bisa memanggilku Menma, Kitahara – san. Hehehe... Aku tidak menyangka bahwa aku sepopuler itu, " Menma hanya tertawa hambar. Memang dia akui bahwa nama Ayahnya memberikan efek yang cukup besar terhadap dikenalnya sosok Namikaze Menma.

" Tidak masalah Menma. Aku akan merasa lebih baik jika kau juga memanggilku Naruto. Yah... Siapa yang tidak tahu sosok Namikaze Minato dia bersama rekan – rekannya membantai banyak organisasi yang mengancam dunia saat masih muda, " Naruto menjelaskannya dengan sedikit kekehan yang muncul dari mulutnya.

" Kau benar. "

Dan akhirnya mereka berdua kembali terdiam sampai acara penyambutan siswa baru selesai.

.

.

.

Sekarang Naruto tampak duduk diam di ruang kelas barunya. Dia dapat melihat teman – teman sekelasnya yang mengenakan seragam yang sama dengannya untuk laki – laki. Yaitu, celana hitam polos dan kemeja warna putih yang terpasang dasi dan dibalut oleh almamater sekolah yang berwarna hitam dengan logo sekolah di dada bagian kiri.

Sementara itu, untuk siswa perempuan, mereka menggunakan rok warna putih diatas lutut dan kemeja seragam warna putih pula yang dihiasi oleh dasi serta terbalut almamater warna merah maroon dengan lambang sekolah di dada sebalah kiri. Aneh memang, almamater siwa dan siswi dibedakan.

SREEKK...

Pintu digeser oleh seorang laki – laki yang memiliki rambut silver dengan masker yang menutupi separuh wajahnya. Siswa yang menyadari guru mereka datang lekas duduk ke tempat yang telah disediakan.

" Ano... Namaku Hatake Kakashi, mulai sekarang aku adalah wali kelas kalian, mungkin sampai beberapa tahun kedepan jika aku masih mau. Ada yang mau ditanyakan ? " Kakashi mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru kelas dan melihat tidak ada yang mengangkat tangannya.

" Baiklah, jika tidak ada yang bertanya, aku akan langsung mulai sedikit materi wajib untuk pengenalan kalian terhadap sejarah sihir. "

.

Sejarah Sihir

.

Kisah ini dimulai beberapa ribu tahun yang lalu dimana manusia dan makhluk diluar nalar masih hidup berdampingan. Dulunya sihir yang dimiliki manusia hanyalah pinjaman dari makhluk - makhluk tersebut, atau bisa kita sebut mereka sebagai The Legend Beast's.

Tidak semua Beast's baik, sehingga manusia dipinjami kekuatan oleh beberapa dari mereka untuk bisa bertahan hidup dan mempertahankan kehidupannya. Mereka tersebar luas dan masing – masing dari mereka memiliki kekuatan yang beragam, contoh yang paling umum adalah kekuatan elemental.

Tidak ada yang tahu mengapa mereka bisa ada di dunia ini, tidak ada sejarah yang menjelaskannya secara rinci. Akan tetapi, banyak orang mempercayai bahwa mereka diciptakan oleh yang kuasa untuk membantu manusia bertahan hidup.

Sampai pada suatu masa, kekacauan terjadi dimana – mana. Banyak yang bertanya – tanya, apa sebab kekacauan tersebut. Hingga pada akhirnya mereka mengetahui bahwa ada manusia yang mengikat dirinya dengan sebuah Beast yang menyebabkan emosi negatif dari para roh menjadi tidak terkendali. Tidak hanya itu, orang – orang yang tamak dan haus akan kekuasaan juga ikut bergabung dengan kubu yang namanya menjadi legenda.

Setelah bertahun – tahun melewati masa tersebut munculah empat orang yang memiliki sihir murni. Mereka menghimpun orang – orang yang mau berjuang dalam melawan kejahatan dan membentuk sebuah kelompok bernama Four Wizzard, karena kelompok tersebut diisi penyihir dari Timur, Barat, Utara, dan Selatan.

Perang tak bisa dihindari. Banyak korban jiwa yang berjatuhan akibat perang tersebut. Hingga pada akhirnya, empat orang yang memiliki sihir murni bertarung dengan pemimpin kubu yang namanya menjadi legenda. Pertarungan berlangsung selama beberapa hari dan menimbulkan kerusakan dimana – mana.

Namun, semua itu menjadi tidak sia – sia dikarenakan kemenangan yang dibawa oleh empat orang tadi. Empat orang itu ialah yang kita kenal sampai sekarang sebagai Rikudou Sennin, Tsuki no Inja, Taiyo no Ou, dan Toshi no Eda. Mereka adalah manusia yang digadang – gadang menerima berkah yang amat spesial dari Legend Beast's.

Karena banyaknya kerusakan, kelompok Four Wizzard harus bersama – sama membangun kembali peradaban yang sudah hancur dengan dibantu para Beast's yang secara suka rela menyumbangkan tenaganya. Akhirnya mereka membagi dunia menjadi empat sisi sesuai arah mata angin dan mendirikan sekolah bagi para penyihir ditiap benua yang ada.

Namun, setelah itu entah bagaimana ceritanya para Beast's menghilang dari dunia ini. Manusia yang hidup pada zaman itu menolak untuk membagikan kisah kenapa mereka bisa hilang pada generasi setelah mereka. Namun, mereka memberi tahu bahwa ada banyak sekali artifak sihir yang ditinggalkan oleh Beast's di dunia ini. Dan merupakan sebuah keberuntungan yang sangat besar bagi mereka yang bisa menemukannya. Sampai sekarang artifak berkekuatan besar yang sudah ditemukan adalah Tombak Tujuh Samudera yang disimpan di South Magic School. Namun, banyak juga ditemukan artifak yang menyertai seseorang saat mereka lahir jadi tidak menutup kemungkinan bahwa seseorang akan menemukan artifak saat pertama kali dia membuka mata.

.

Sejarah Sihir

.

" Nah, jika ada pertanyaan silahkan angkat tangan dan jangan lupa sebutkan nama kalian, " Kakashi menutup penjelasannya dengan eyes smile miliknya. Saat dia mengedarkan pandangannya ada beberapa murid yang mengangkat tangannya. Kakashi akhirnya memilih untuk mengurutkan dari baris meja paling kanan.

" Nama saya Yamanaka Ino, Hatake – sensei. Mohon maaf sebelumnya jika saya yang kurang memperhatikan atau bagaimana, tapi apakah nama kelompok yang dilawan oleh kubu Four Wizzard tadi memang tidak disebutkan ? Dan jika saya benar, mengapa ? "

Yamanaka Ino, seorang murid yang dapat dikategorikan cantik dengan mata aquamarine dan rambut pirangnya dengan gaya pony tail serta tubuh bak model papan atas mengakhiri pertanyaan yang ia ajukan kepada guru pembimbing mereka.

" Ah, pertanyaan bagus Yamanaka – san. Tidak ada yang salah dari yang kau tanyakan Yamanaka – san. Jikalau boleh jujur sebenarnya kelompok yang dilawan Four Wizzard memiliki sebuah nama, akan tetapi nama kelompok tersebut memang tidak boleh disebutkan. Kurang puas dengan jawabanku ? Kurasa perpustakaan tempat terbaik untuk mencari tahu lebih lanjut Yamanaka – san. Ada lagi ? " Kakashi masih dengan eyes smilenya menjawab pertanyaan dari Ino.

" Perkenalkan Nama saya Uchiha Sasuke, Hatake – sensei. Dari yang anda ketahui, berkah spesial macam apa yang diterima oleh empat penyihir tadi ? " Sasuke Uchiha, dengan wajah yang memiliki ekspresi minim itu ia bertanya.

" Pertanyaan yang sama bagusnya dengan Yamanaka – san. Aku berharap kenal kalian beberapa tahun yang lalu, murid – muridku dulu hanya bisa berpikir bagaimana caranya terlihat keren dengan menembakkan api dari tangannya. Baiklah, mengenai pertanyaanmu Uchiha – san, sebenarnya banyak sumber dengan pandangan yang berbeda – beda, namun pendapat yang paling kuat ialah antara sihir murni yang mereka miliki, artifak berupa senjata, atau bahkan hubungan langsung dengan para Beast's. Tidak ada yang tahu secara pasti, bahkan definisi sihir murni sampai sekarang masih belum jelas. Manfaatkan perpustakaan nanti. Satu pertanyaan terakhir dan kita sambung lagi lain waktu. Silahkan... "

" Nama saya Kitahara Naruto Hatake – sensei. Apakah Legend Beast's yang anda sebutkan tadi bisa disebut Roh ? Maksudku semacam makhluk suci yang memiliki keagungan ? " Kakashi terdiam sebentar setelah mendengar pertanyaan dari Naruto. Memang terlihat sederhana, namun sebenarnya ini sangat kompleks.

" Untuk pertanyaanmu jawabannya bisa sangat bervariasi Kitahara – san. Tapi, yang pasti jika kita mengikuti sejarah jawabannya bisa iya dan tidak. Mungkin Perpustakaan akan membantumu... Yah, sebenarnya yang kalian tanyakan tadi sudah keluar dari materi yang harus aku sampaikan. Jadi, mungkin ada yang bisa memuaskan rasa penasaran kalian dibanding aku. Mari kita akhiri – "

" Hatake – sensei maaf saya menyela. Nama saya Haruno Sakura, karena menurut saya jawaban dari pertanyaan Kitahara – san tidak terlalu memuaskan, bolehkah saya bertanya satu hal lagi kepada Anda ? " Kakashi menghela nafas dan mengangguk mendengar pertanyaan dari Sakura. Seorang siswi dengan rambut sewarna permen kapas miliknya.

" Terima kasih sensei. Ada tadi menyinggung masalah artifak yang dapat dijumpai bahkan saat pertama kali manusia membuka mata setelah kelahirannya. Bukankah itu lebih seperti anugerah yang bisa digunakan oleh pemiliknya ? "

" Ya, kau tepat sekali Haruno – san, sampai sekarang The Thirteen Longinus lah yang bisa dijadikan contoh, karena kekuatannya yang cukup besar walau tidak bisa menyamai artifak semacam Tombak Tujuh Samudera. Longinus juga selalu berpindah pengguna jika pemilik sebelumnya sudah wafat. Sebenarnya banyak artifak yang tidak teridentifikasi karena kecenderungan pemiliknya yang menyembunyikannya. Kelas kita cukupkan sekian, aku yakin kalian sudah tahu dimana kamar kalian berada dan kalian masih diperbolehkan berkeliling sekolah sampai bel pulang nanti berbunyi. "

Akhirnya setelah kelas dibubarkan oleh Kakashi, suasana menjadi sedikit riuh karena para siswa saling bercengkerama. Baik itu hanya untuk saling kenal ataupun yang lainnya. Naruto sendiri lebih memilih meninggalkan kelas dengan peta sekolah di tangannya.

Dia ingin ke perpustakaan.

.

Perpustakaan

.

" Inikah yang dia maksud ? Memuaskan rasa penasaran, eh ? "

Naruto nampak tersenyum melihat tumpukkan buku yang ada di perpustakaan tersebut. Tidak seperti perpustakaan yang sering ia jumpai, Perpustakaan yang dimiliki sekolah ini sangatlah luas dan Naruto yakin bahwa ada jutaan buku yang tersusun rapi disana. Dia akhirnya memilih untuk mencari beberapa buku yang menurutnya menarik untuk dibaca dan membawanya ke pojok baca di sudut ruangan.

Sekitar lima belas menit setelah ia mendudukan dirinya disana, ada orang lain yang menuju tempat baca yang ia tempati. Naruto yang fokus membaca memilih untuk tidak terlalu memperdulikannya meskipun sebenarnya dia sadar ada orang didekatnya.

" Maaf mengganggu, Kitahara – kun 'kan ? " Naruto akhirnya mengalihkan pandangannya ke arah pemilik suara tersebut. Wajah cantik dengan mata aquamarine serta rambut pirang tersebut bertanya.

" Ha'i... Dan kamu, maaf ? "

" Yamanaka... Yamanaka Ino. Kita satu kelas, rasanya sedikit kejam ketika aku mengingatmu tapi kamu malah sebaliknya, " Perempuan yang ternyata adalah Ino sedikit bergurau agar suasana tidak terlalu kaku.

" Ah, ya aku ingat... Kamu yang pertama kali tadi bertanya kan ? Maafkan ketidak sopananku Yamanaka – san, " Naruto tersenyum dengan sedikit canggung ke arah Ino.

" Tidak masalah Kitahara – kun. Dan biar ku tebak kau disini mencari sesuatu yang bisa memenuhi rasa penasaranmu tadi, sama denganku ? Ah... Harusnya mereka memberikan guru sejarah yang sebenarnya untuk menjelaskan materi. Bukannya guru praktek sihir. "

Ino tampak kesal dengan dihadirkannya wali kelas tadi. Dia hanya tidak mengetahui bahwa Kakashi mendapat gelar guru praktek sihir terbaik dengan metode mengajar yang ia miliki.

" Hahaha... Kau lucu Yamanaka – san, harusnya kau tadi langsung protes di depannya. Jadi, buku apa yang kau baca ? " Naruto dengan sedikit rasa tertarik menatap Ino dan buku yang dibawa olehnya.

" Sejarah peperangan Four Wizzard dan kelompok The Dark Lotus. Aku akhirnya menemukan nama kelompok tersebut, tapi nama itu memang tidak boleh disebut di depan umum. Di dalamnya juga ada beberapa paragraf yang menarik mengenai hewan penjuru mata angin yan membantu empat penyihir tadi. "

Ino sangat antusias menceritakan apa yang baru saja ia baca kepada Naruto. Sementara Naruto hanya terkekeh ringan melihat Ino. Naruto melihat sosok yang cukup berbeda dengan waktu yang cukup singkat pada diri Yamanaka Ino.

Tadi dia nampak seperti orang yang sangat elegan dengan parasnya cantiknya itu. Namun, ternyata dia juga punya sisi yang seperti anak – anak ketika mendapatkan mainan baru.

" Kau sendiri baca tentang apa Kitahara – kun ? "

" Empat hewan penjuru mata angin... Mungkin beberapa hal yang tidak dijelaskan di bukumu bisa kau cari dibuku ini. Tunggu setelah aku ya ? "

Ino nampak sangat senang, rasa penasarannya menjadi lebih besar dari yang sebelumnya ketika Naruto mengatakan buku apa yang ia baca. Rasanya Ino sungguh beruntung datang ke perpustakaan.

" Ha'i... Dan, Um... Kitahara – kun, boleh aku memanggil mu Naruto ? Rasanya Kitahara terlalu panjang. "

" Tak masalah jika kau lebih nyaman seperti itu... Sebagai gantinya bolehkah aku minta nomor ponsel dan alamat email mu ? " Naruto sedikit memberikan candaan kepada Ino mengenai hal tersebut.

" Tentu, Naruto. Kau bisa memilikinya... Kau yang pertama kuberi ini. Hihihihi... "

Namun, ternyata Ino menanggapinya dengan serius. Jadi, Naruto hanya bisa tersenyum kikuk dan menerima kertas dari Ino yang sudah diisi dengan tulisan tangannya.

" Ah... Aku tersanjung. "

.

Keesokan Harinya

.

Hari ini sang tokoh utama kita yaitu, Naruto, mulai menjalani aktivatas belajar di sekolah sihir yang ada pada benua timur. Satu minggu kedepan ialah masa dimana setiap ekskul akan berusaha menarik minat siswa baru dan pengenalan lingkungan sekolah itu sendiri.

Saat sampai digerbang masuk, Naruto, bisa melihat setiap eksul memiliki stand untuk mempromosikan kegiatan mereka. Dan itu banyak sekali. Serius, kali ini Naruto tidak bohong.

" Ingin punya penggemar banyak ? Tampak keren ? dan banyak pacar ? Gabung kesini kohai – kohai ku... Klub Basket menawarkan itu semua pada kalian, " Mendengar itu Naruto langsung sweatdrop. Hoy, apakah cara itu yang selama ini mereka gunakan untuk menarik minat. Kalau iya, Naruto, mengutuk siapapun yang mau bergabung.

" Ingin berlatih dan mengembangkan bakat kalian dalam hal merangkai bahasa maupun seni ? Bergabunglah ke klub sastra dan budaya... " Nah, ini baru normal menurut Naruto. Namun, itu sirna ketika mendengar lanjutannya.

" Kalian juga akan mendapat tips dan trik untuk membuat karya yang dijamin membuat lawan jenis betekuk lutut. "

" Hah... " Naruto menghela nafas sejenak. Sekolah ini mewajibkan siswa untuk ikut dalam klub sihir dan setidaknya sebuah kegiatan klub. Memang pokok pembelajaran disini adalah sihir, tapi sekolah juga tidak mengabaikan penyaluran bakat siswa terhadap hal selain sihir.

Naruto yang bingung untuk memilih klub apa yang akan dia ikuti akhirnya secara asal menerima form pendaftaran dari sebuah klub dan akhirnya memilih pergi menuju area belakang sekolah yang tidak lain dan tidak bukan ialah taman.

Perjalannya cukup sulit karena harus keluar dari kerumunan manusia yang sedang bergerak secara liar itu. Namun, Naruto tetap bisa untuk mengatasinya dan sampai pada taman yang sepi. Naruto memilih untuk mendudukan diri di bangku yang disekitarnya ada banyak pohon ridang lalu mengisi form tadi.

" Mizuki... Kau menjalankan tugasmu dengan baik. Pimpinan akan senang kepadamu, " Sayup – sayup Naruto mendengar suara yang ia yakini ialah milik seorang pria dewasa. Memilih untuk tidak terlalu banyak menimbulkan suara dengan bergerak, Naruto tetap duduk di bangkunya dan mempertajam pendengarannya.

" Hai' aku harap juga begitu Shiroi – san, kita hanya perlu mempermulus langkah kita saat battle stadium untuk siswa baru dilaksanakan saat akhir- "

" Jangan bicara terlalu banyak! aku tidak ingin ada kebocoran rencana yang akan membuat pimpinan marah nantinya, " Naruto yang mendengar informasi tersebut dipotong mengumpat dalam hatinya. Hey, tidak kah kalian tahu jika itu tadi terlalu menggantung ?

Tapi, Naruto sadar ia tidak bisa berlama – lama disini. Orang – orang itu cepat atau lambat akan sadar bahwa dia ada tidak jauh dari mereka. Menyimpan form klub yang ia miliki disaku, Naruto kemudian berdiri.

" [ Wind Magic ] : Wind Step "

Naruto langsung hilang dengan hanya menyisakan bekas bekas angin di temapat yang ia pijak tanpa di ketahui siapapun. Dia harus segera melaporkannya kepada dewan siswa.

.

.

.

.

T. B. C

A/N : Hai, perkenalkan saya Author baru disini. Dengan membawa cerita yang biasa saja, penulisan juga biasa, apalagi pengembangan ceritanya. Tapi, sebisa mungkin saya akan memperbaikinya agar bisa memuaskan diri sendiri dan para pembaca sekalian.

Lalu, saya menyadari sebuah kekurangan yang sangat krusial menurut saya. Kemampuan pendeskripsian yang saya miliki masih sangat lemah. Jika ada yang bisa membantu saya, saya akan sangat berterima kasih. Hehehehe...

Cukup sekian, karena saya Author baru saya tidak terlalu pandai basa – basi. Mungkin skill saya dalam hal ini akan meningkat seiring berjalannya waktu.

Kritik, saran, dan masukan akan sangat membantu wahai para pembaca yang sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca fic ini. Bisa sampaikan lewat PM maupun kolom review yakkk

Thank ' s for RnR

See you again

Ice D. Gun Log Out