The Chosen's

Naruto © Masashi Kishimoto

Highschool DxD ©Ichie Ishibumi

The Chosen's Ice D. Gun

.

.

.

.

Rate : M

Summary: Ini adalah kisah dari mereka yang terpilih oleh takdir dunia yang kejam. Dunia dimana sihir ada dalam kehidupan yang sudah maju. Kegelapan, Cahaya, atau malah bukan keduanya yang mereka pilih ?

" Naruto " : Talk

' Naruto ' : Thinking

" Ddraig " : Sacred Gear Talk

' Kurama ' : Sacred Gear Thinking

" [ Fire Magic ] : Fire Ball "

.

Sebelum start story saya mau tanya ada engga ya grup FFn untuk Author Indo ? Kalau ada saya minta tolong buat di add. Nomer saya sertakan dibawah. Terima kasih.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kelas

.

' Terima kasih informasinya Naruto – kun... Dan juga dengan otoritasku aku merekrutmu untuk membantu pengamanan Battle Stadium nanti. Jadi persiapkan dirimu... '

Ucapan Ketua Dewan Siswa yang kebetulan saat itu sedang bersama dengan ketua dewan ekstra masih terngiang jelas di kepala Naruto. Memang setinggi apa otoritas yang dimiliki oleh dewan siswa ? Keputusan yang diambil sangat merugikan dirinya menurut Naruto. Dia tidak ingin terlihat mencolok, dia mempunyai target sendiri saat memasuki sekolah ini.

" Hah.. Sudahlah, daripada aku melawan dan terlihat tambah mencolok lebih baik aku ikuti saja kemauannya... " Naruto menghela nafas pasrah karena dia tahu apapun yang akan dia lakukan sekarang akan membuatnya menjadi terlihat mencolok. Lebih baik dia berusah membaur saat membantu tim yang mengamankan Battle Stadium.

' Aku merasakan sesuatu yang merepotkan akan terjadi. '

Naruto kemudian merogoh sesuatu yang ada di saku celana miliknya. Disana terdapat semacam identitas yang menandakan bahwa dia menjadi tim untuk mengamankan Battle Stadium. Benda itu adalah ban yang harus diletakan di lengan kirinya.

Akan tetapi, ada seorang siswa yang tidak lain dan tidak bukan ialah Sasuke Uchiha melihat apa yang dibawa oleh Naruto. Ia menaikan sebelah alisnya, bagaimana seorang siswa yang baru masuk bisa mendapatkan lambang itu ?

" Bagaimana kau bisa mendapatkan itu ? " Tanpa menyapa dan basa – basi terlebih dahulu, Sasuke Uchiha dengan wajah datarnya bertanya kepada Naruto. Naruto yang mendengar ucapan Sasuke langsung mengalihkan pandangan kepada pemilik suara tadi.

" Maaf ? " Hei, inikah Uchiha ? Keluarga yang diagung – agungkan karena menerima berkah berupa Magical Eyes bersama dengan Hyuuga ? Apa mereka memang selalu seperti ini kepada orang yang berasal dari keluarga yang tidak terlalu mencolok sepertinya ? Kau salah besar Uchiha.

" Sepertinya kau memiliki masalah pendengaran. Ku ulangi sekali lagi, bagaimana kau mendapatkan lambang itu ? Itu lambang milik Dewan Siswa kan ? " Naruto menatap heran ke arah Sasuke. Seistimewa apakah lambang ini sehingga membuat Sasuke Uchiha tertarik untuk mendekat. Lalu, dia bilang itu tadi lambang milik Dewan Siswa ? Sial.

" Tunggu dulu, kau bilang ini lambang milik Dewan Siswa ? mereka bilang tadi ini hanya tanda pengenal untuk tim yang mengamankan Battle Stadium. Entah kenapa aku merasa seperti sedang dibohongi disini, " Naruto mulai merasa bahwa firasat buruknya memang benar adanya. Mungkin dia telah dibohongi oleh ketua – ketua tadi.

" Kau mendapatkan itu tanpa tahu apa sebenernya yang kau peroleh ? Selama ini kau hidup dimana, Bodoh. "

Sasuke, nampak sedikit kesal. Orang di depannya ini, dia memenangkan sebuah jackpot tapi seakan buta. Perlu diketahui bahwa setiap angkatan memiliki sepuluh kelas yang berbeda dimana dari setiap kelas akan diambil maksimal lima orang dan minimal nol untuk mendapatkan beberapa hak khusus. Akan tetapi, hak khusus itu baru bisa dimiliki setelah siswa tersebut bergabung dengan Dewan Siswa maupun Dewan Ekstra.

Hak khusus yang dimaksud antara lain ialah pemindahan asrama ke tempat yang lebih bagus, pergi meninggalkan sekolah untuk melakukan hal tertentu dengan batas waktu yang sudah diatur, menjalankan misi tingkat lanjutan dan beberapa hal lainnya termasuk area berlatih jika diminta.

Sekolah yang luas bukan berarti memiliki siswa yang banyak pula walau juga tidak bisa dikatakan sedikit. Pasalnya tidak semua orang lahir dengan sihir, pemilik kekuatan sihir biasanya ditemukan karena ada hubungan darah dengan generasi penyihir sebelumnya. Namun, juga tidak dipungkiri bahwa sosok penyihir juga bisa lahir dari keluarga biasa walau hanya memiliki kemungkinan di bawah tiga puluh persen.

" Mereka tidak membohongimu jika kau ingin tahu. Karena Dewan Siswa dan Dewan ekstra yang mengamankan acara Battle Stadium antara Aku dan Menma nanti. Jangan bilang kau juga belum tahu siapa yang akan bertanding sebelum aku bicara, " Sasuke kembali angkat bicara setelah beberapa saat.

" Kau benar. Aku belum tahu. Sepertinya aku harus menanyakan kembali kepada mereka yang telah memberiku lambang ini. Satu hal lagi, apakah hanya kau dan Menma yang bertanding ? Tidak ada siswa lain ? " Jujur Naruto sangat minim informasi sekarang ini. Pamflet yang ia dapatkan tidak menjelaskan secara keseluruhan tentang sekolah ini dia rasa. Tentu ia harus mencari banyak informasi lagi.

" Tentu, hanya akan ada pertandingan dari Sasuke – kun dan Menma. Apakah kau tidak tahu bahwa Battle stadium hanya dikhususkan untuk peringkat satu dan dua ? Bagaimana kau bisa masuk kelas dengan murid peringkat atas tanpa tahu hal – hal sederhana macam itu, Naruto ? "

Naruto mengalihkan pandangannya menuju pemilik sura feminim yang tiba – tiba bergabung tanpa ia minta. Sekali lagi dia merasa menjadi orang bodoh, kelasnya berisi murid – murid dengan peringkat atas ? Oh sial, hidupnya akan lebih tidak nyaman lagi.

" Maaf, Haruno – san benar ? Jujur aku memang tidak tahu, bahkan tentang kelas unggulan ini sekalipun aku tidak tahu, " Naruto berbicara agak pelan dengan mengusap wajahnya sedikit kasar.

Sasuke dan Sakura saling berpandangan, mereka sama – sama heran dengan penjelasan Naruto barusan. Apakah Naruto berasal dari suatu tempat terpencil hingga tidak mengetahui hal – hal yang sebenarnya umum tentang sekolah ini ?

" Kau bisa memanggilku Sakura, Naruto. Kau juga bisa memanggilnya Sasuke jika kau mau. Akan aku jelaskan sedikit, di sekolah ini ada dua kelas unggulan Naruto. Yaitu kelas kita, 1 – B dan kelas 1 – A. Hal ini berlaku sudah cukup lama setahuku, kenapa kau bisa tidak tahu informasi umum seperti itu ? Dari mana asal mu ? Sekedar informasi, aku hafal peta dan nama seluruh daerah di benua timur ini, "

Mata Naruto membulat. Hafal seluruh nama daerah dalam peta di benua timur ? Hey, itu ingatan yang tidak main – main, dia bahkan tidak hafal sepersepuluh peta benua ini. Berkah apa yang diterima oleh Sakura hingga dia bisa menghafal sebanyak itu. Meninggalkan rasa keterkejutannya Naruto lebih memilih untuk membuka suara kembali.

" Terima kasih, Sakura. Aku berasal dari sebuah desa yang bernama Hoshi Gakure. Kau pasti tahu kan daerah itu ? Tempat dimana kau bisa melihat bintang dengan sangat jelas di benua timur, " Naruto mengatakan itu dengan tersenyum. Sekilas ia tersenyum ketika mengingat desanya yang sudah beberapa tahun ini ia tinggalkan.

" Hoshi Gakure ? Kau serius Naruto ? " Naruto yang mendengar pertanyaan Sasuke mengangguk. Hei kenapa mereka berdua tampak kebingungan seperti itu.

" Kau pasti bercanda, Hoshi Gakure itu hanya tempat yang ada dalam dongeng. Dalam peta benua tidak pernah ada tempat yang bernama Hoshi Gakure, "

Seketika mata Naruto membulat sempurna.

" Hoy, kau serius ? "

.

Head Master Room

.

Sekarang di ruang kepala sekolah nampak beberapa tenaga pengajar berkumpul dan menatap sang kepala sekolah penuh dengan tanda tanya. Pasalnya jarang sekali mereka dikumpulkan seperti ini oleh beliau.

" Minato – sama, sebenarnya ada apa gerangan anda mengumpulkan kami ? " Seorang pria berambut hitam dan berbadan tegap bertanya kepada Minato.

" Aku akan menjelaskannya, bukan hanya Asuma saja tapi ku harap yang lain juga mendengarkan penjelasanku dengan seksama. Bisa dimengerti ? " Minato bertanya kepada mereka dan menunggu respon untuk melanjutkan penjelasannya. Setelah mendaptkan anggukan paham yang serentak dari mereka, dia kemudian membuka catatan yang diberikan oleh ketua Dewan Siswa.

" Aku mendapatkan laporan bahwa salah satu tenaga pengajar disini yaitu Mizuki, akan melakukan sabotase saat acara Battle Stadium berlangsung. Meskipun info ini hanya didapat dari seorang pelajar baru dan belum terbukti kebenarannya, aku berharap kalian yang dikumpulkan disini tidak lengah sedikitpun dalam melakukan pengawasan saat Battle Stadium. "

Minato nampak akan berbicara lagi, sehingga para guru yang dikumpulkan belum memberi tanggapan atas apa yang dikatakan oleh Minato. Mereka benar – benar menghormati kepala sekolah yang ada di depan mereka ini. Karena dulu bisa dibilang Minato ialah guru mereka juga sewaktu masih di sekolah sihir.

" Untuk beberapa hari kedepan aku ada pertemuan dengan Sirzech dan kepala sekolah lainnya di Center City dan baru bisa kembali saat Battle Stadium dilaksanakan. Maka dari itu, aku tidak bisa mengkoordinasi kalian secara langsung. Tapi, aku menunjuk Kakashi dan Asuma untuk menjadi koordinatornya kali ini, ada yang mau bertanya ? " Minato akhirnya membuka sesi pertanyaan untuk guru – guru yang dikumpulkan di ruangan ini.

" Minato – sama, Kalau boleh tahu sumber laporan tersebut dari siapa ? Karena seperti yang anda sampaikan tadi bahwa informasi tersebut belum valid, jadi bagaimana kita bisa mempercayainya ? " Seorang tenaga pengajar yang memiliki rambut hitam sepunggung dengan iris ruby yang ia miliki mengajukan pertanyaan kepada Minato.

" Kau memang benar Kurenai, kita tidak bisa mempercayainya begitu saja. Akan tetapi, tidak ada salahnya kita memperketat penjagaan yang kita miliki. Kalau memang benar Mizuki yang terlibat, akan jadi sinkron dengan perilaku anehnya beberapa bulan belakangan ini. Apakah memang kebetulan semengerikan itu sampai bisa mengarah ke Mizuki ? Dan laporan ini didapat dari siswa yang bernama Kitahara Naruto. Apakah ada yang mengenalnya ? "

Minato mengakhiri jawaban yang ia berikan kepada Kurenai dengan sebuah pertanyaan yang ditujukan untuk seluruh guru yang ada di ruangan itu. Minato kemudian menatap Kakashi yang sekarang sedang mengangkat tangannya.

" Aku mengenalnya, Minato – sama. Aku wali kelasnya. "

" Bagus. Kakashi, aku minta kau mengawasi dia terus selama berkegiatan di sekolah. Apabila dia terbukti berbohong atau menunjukkan sesuatu yang mencurigakan langsung bawa dia ke ruang isolasi. Ada yang ditanyakan lagi ? "

Minato kembali mengedarkan pandangannya ke arah guru – guru tersebut. Karena sudah tidak ada yang bertanya lagi ia membubarkan mereka untuk dapat melanjutkan kegiatan masing – masing. Setelah semua guru bubar Minato mengambil bingkai foto yang di dalamnya terdapat foto keluarganya lalu ia memutar kursi yang didudukinya untuk menghadap ke jendela.

Disana terdapat dirinya, anaknya Menma, dan istrinya Shizune Namikaze. Dia tersenyum ketika melihat foto Menma kecil yang terlihat bahagia disana. Waktu begitu cepat berlalu dan tak terasa Menma kini sudah beranjak dewasa.

" Kuharap kau tidak dalam bahaya Menma. "

.

Asrama

.

Naruto kini hanya duduk termenung disisi ranjang yang kamarnya miliki. Ia cukup terkejut dengan fakta yang baru saja ia dapatkan tentang tempat tinggalnya. Sempat ia menganggap Sakura agak lupa dengan ingatan peta benua timur yang ia miliki. Namun, semua itu dibantah ketika ia mencari data tentang tempat tinggalnya di perpustakaan sekolah yang memiliki informasi sangat lengkap dan hasilnya nihil. Hoshi Gakure, tempatnya tinggal memang benar – benar hanya dongeng.

Ia kemudian memandang lambang Dewan Siswa yang ada dalam genggamannya. Dia tadi juga sudah sempat menemui Ketua Dewan Siswa. Setelah diberi penjelasan mengenai benefit yang akan ia dapatkan ia mengurungkan niatnya untuk mengembalikannya.

Satu hal yang membuatnya mengurungkan niatnya ialah dia bisa pergi keluar dari area sekolah dengan dibiayai oleh sekolah secara penuh. Dia masih belum bisa menerima fakta bahwa Hoshi Gakure hanyalah tempat yang hanya ada dalam dongeng. Lagi pula juga akan sulit untuk mengumpulkan uang untuk dapat membiayai perjalanan yang akan ia tempuh nantinya.

' Hoshi Gakure ? Itu hanya sebuah desa yang ada dalam dongeng Naruto – kun. Dulu aku sangat menyukai tempat itu saat orang tua ku menceritakan kisah pengiring tidur. '

Omongan Ketua Dewan Siswa juga membuat semuanya semakin kuat bahwa tempat itu hanyalah dongeng belaka. Naruto benar – benar merasa frustasi karena hal – hal baru yang masuk kedalam otaknya.

Memutuskan untuk melupakan masalahnya sejenak, Naruto mengambil handuk dan pergi menuju kamar mandi untuk sekedar menyegarkan badannya. Siapa tahu kepalanya bisa menjadi sedikit lebih dingin.

.

In Another Place

.

Tap... Tap... Tap...

Dengan langkah yang cukup terburu – buru seorang pria berambut hitam panjang dengan telinga yang menyerupai elf melintasi lorong dengan suasana yang suram. Ia sedikit gelisah ketika mendapat panggilan dari tuannya.

" Sebenarnya ada apa beliau memanggilku ? "

Dia kemudian menatap sebuah pintu yang cukup besar di depannya. Dia menarik nafas dan menghembuskannya perlahan untuk menenangkan dirinya. Tangganya secara pelahan bergerak untuk mendorong pintu tersebut.

KRIEETTT...

Dia dapat melihat sudah cukup banyak orang di dalam ruangan tersebut. Memilih mengabaikan hal itu dia kemudian meminta maaf atas keterlambatannya, kemudian duduk di kursi yang masih kosong di ruangan itu.

" Ah, Kokabiel... Aku memaafkanmu kali ini karena sejauh menjadi pengikut dalam kelompok ini kau tidak pernah mengecewakanku. Tapi, apa yang membuatmu terlambat ? " Sosok dengan topeng atau helm ksatria yang menutupi wajahnya bertanya kepada pria bernama Kokabiel tadi.

Penampilannya sangat tidak relevan dengan perkembangan zaman. Dimana topeng atau helm yang ia kenakan walaupun tidak menutupi wajahnya secara penuh tetap tidak bisa menampakkan wajah macam apa yang tersembunyi disana. Hanya kegelapan yang bisa dilihat. Dia mengenakan sebuah jubah ala penyihir dimasa lampau dan memiliki kesan yang gelap seakan semua penampilannya saling mendukung untuk menciptakan perasaan menakutkan bagi yang melihatnya.

" Maafkan hamba Tuan. Hamba baru saja menyelesaikan persiapan untuk menyabotase Battle Stadium di sekolah yang dipimpin oleh Sirzech Gremory, " Kokabiel menundukan kepalanya saat menjawab pertanyaan sosok yang ia panggil tuan tadi.

" Ku harap hasilnya tidak mengecewakan Kokabiel, "

" Akan kami usahakan sebaik mungkin Tuan. "

Semua yang disana nampak diam menunggu sang Tuan mengizinkan mereka untuk berbicara atau hanya sekedar menanggapi ucapannya. Karena mereka sadar, setiap tindakan yang mereka lakukan dan membuat pemimpin mereka tersinggung pasti akan berakhir dengan kematian.

" Kalian sudah bekerja dengan baik. Sabotase di East, North, West, dan South Academy akan menjadi tanda kemunculan perkumpulan kita ke permukaan lagi. Aku menginginkan pembukaan yang terbaik untuk kali ini. Dan setelah itu, Dunia akan tenggelam ke dalam kegelapan dan kita sebagai penguasanya... "

Setelah itu, mereka membahas tentang sabotase keempat sekolah secara lebih lanjut. Ancaman apa saja yang akan mereka hadapi dan apa saja yang perlu dikorbankan untuk mensukseskan rencana mereka. Saat pembahasan berakhir semua orang keluar dari ruangan tersebut. Selain sang pemimpin, Kokabiel, dan satu orang pria paruh baya.

" Rizevim dan Kokabiel... Aku berharap banyak kepada kalian yang sudah menemukan tiga pecahan jiwaku yang disegel oleh orang – orang sialan itu. Aku setidaknya memerlukan dua pecahan lagi untuk dapat benar – benar mendapatkan kebangkitan walau tidak sempurna. Jadi temukan pecahan jiwaku yang lain... "

" Tuanku, sampai sekarang anda masih belum memberi tahu kami, sebenarnya jiwa anda terpecah menjadi berapa banyak ? " Pria yang dipanggil dengan nama Rizevim tadi bertanya kepada orang yang dipanggil Tuan tadi. Karena, jujur semenjak ia dan sahabat karibnya yaitu Kokabiel, menemukan pecahan jiwa sosok yang dunia ini hanya anggap sebagai legenda itu, mereka tidak berani bertanya. Mereka saat itu takut jikalau membuat sang kegelapan marah atau tersinggung.

" Setelah puluhan tahun kau menjadi pengikutku, Kau baru bertanya sekarang ? Jiwaku dipecah menjadi sepuluh oleh mereka, tapi pecahan yang kesepuluh baru bisa terwujud ketika sembilan pecahan yang lain disatukan... "

" Tuanku, aku baru – baru ini menemukan sebuah tablet batu di benua utara. Akan tetapi, aku tidak bisa membacanya karena dalam pengetahuanku itu merupakan tulisan yang sangat Kuno. Namun, mungkin sebuah lambang kura – kura yang memiliki tempurung runcing bisa menjadi petunjuk untuk anda. "

Kokabiel menjelaskan dengan cukup panjang pada sang kegelapan yang ada dihadapannya. Seketika, sang penguasa kegelapan menghadap ke arah Kokabiel seakan benar – benar tertarik dengan temuannya.

" Bawa aku kesana. Sekarang juga! Dunia sebentar lagi akan tahu bahwa kita bukan hanya legenda. The Dark Lotus akan menguasai dunia! Hahahaha... "

.

East Magic School

.

Kini hari puncak dimana masa pengenalan lingkungan sekolah akan berakhir. Hari yang sangat ditunggu – tunggu oleh setiap siswa dan semua orang yang ada di East Magic School. Hari dimana generasi baru akan melangsungkan event Battle Stadium.

Arena yang nampak seperti colloseum tersebut sudah ramai dikunjungi oleh siswa, staff, maupun tenaga pengajar disana. Memang ini event yang sangat spesial di setiap sekolah sihir. Karena dievent inilah semua orang bisa menyaksikan kehebatan murid baru walau hanya pada peringkat satu dan dua.

Kita mengarah kepada sang tokoh utama yaitu Naruto. Setelah urusan penipuan yang dia miliki dengan pihak Dewan Siswa selesai, Naruto akhirnya bisa menerima semua apa yang ia dapatkan. Walaupun, setiap hak – hak baru akan diberikan setelah pelantikan Dewan nanti.

Kini ia sedang berkumpul bersama tim keamanan yang ditugaskan untuk mengawasi jalannya pertandingan yang ada. Singkat kata apa yang dia lakukan sekarang ialah briefing.

" Baik, semuanya mohon perhatian sebentar. Mohon maaf sebelumnya karena ketua tidak bisa datang kesini karena ada beberapa hal mendesak yang harus ia urus. Nah, Seperti yang sudah lalu – lalu kali ini kita akan mengamankan acara Battle Stadium di sekolah ini. Ada kemungkinan bahwa pengaman Battle Stadium tahun ini akan sedikit menantang. Jadi, persiapkan diri kalian. Apakah ada yang ingin ditanyakan ? "

Hoy... disini ada siswa baru yang secara kebetulan ditunjuk sebagai tim pengaman lalu dia bilang ' seperti biasanya. ' Tidak adakah penjelasan khusus untuk Naruto ?

" Siap. Tidak. "

" Bagus sekarang berpencar seperti yang sudah pernah kita bahas. Satu lagi, kali ini kita kedatangan seorang siswa baru yang ditunjuk langsung oleh Ketua. Kitahara Naruto – san. Silahkan maju ke depan untuk memperkenalkan diri. "

' Ah, mereka ingat ada aku rupanya... '

" Baik. "

Naruto akhirnya maju melewati barisan tim pengamanan yang berjajar rapi tersebut. Sampai di depan dia memperkenalkan dirinya. Mulai dari nama, kelas, dan jenis sihir yang ia miliki.

" Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik Kitahara – san, dan kami harap kau bisa mengimbangi tensi kerja yang kami miliki, " Apakah dia meremehkan Naruto ? Pada kenyataannya tidak. Dia tersenyum saat mengatakan hal itu tanda bahwa ia sedang menyemangatinya.

" Baik, akan aku usahakan untuk tidak mengecewakan kalian. '

Setelah itu Naruto kembali kebarisannya. Tak lama kemudian barisan dibubarkan. Namun, Naruto tetap tinggal disana dan menghampiri orang yang memberikan briefing tadi. Agaknya dia mau berkenalan.

" Ano, Senpai... maaf aku mengganggu. Tapi boleh aku tahu nama Senpai ? "

" Namaku Senju Kurama. Ada yang bisa aku bantu Naruto ? " Laki – laki yang memiliki rambut pirang bermata merah ruby dan badan yang tegap balik bertanya kepada Naruto.

" Begini Senju – senpai. Aku belum mendapatkan bagian yang harus kujaga dan kalau boleh tahu apa kita memiliki perangkat HT dan jika ada bisakah membawa dan memberikan salah satunya pada Ketua ? "

Naruto tadi memang tidak bertanya bukan karena dia sudah benar – benar paham, tapi dia lebih cenderung suka apabila pertanyaannya dijawab secara empat mata atau hanya oleh beberapa orang saja.

" Ah.. Benar juga. Kau ikut saja denganku, untuk HT kita memilikinya kau bisa mengambilnya di rak sebelah kanan. Tolong atur frekuensinya sendiri. Tapi, bukankah sihir komunikasi lebih efektif ? " Kurama menatap heran kearah juniornya yang baru bergabung itu, HT sekarang sudah cukup ketinggalan zaman kalau kalian ingin tahu.

" Kau benar Senpai. Tapi, coba kita lihat nanti siapa tahu HT ini akan berguna, "

.

Arena

.

Sorak sorai memenuhi arena yang di tengahnya sekarang ada Namikaze Menma, Sasuke Uchiha dan seorang wasit yang ternyata adalah Kakashi. Sambutan dari kepala sekolah telah selesai dan hanya menunggu beberapa saat lagi untuk pertandingan dimulai.

" Namikaze Menma, kau siap ? " Anggukan kepala di dapat oleh Kakashi.

" Uchiha Sasuke, kau siap ? " Anggukan kembali di dapatkan oleh Kakashi.

" Baiklah tanpa menunggu lebih lama lagi semua penonton bisa menghitung mundur bersamaku dimulai dari TIGAAA! "

" DUA! "

" SATU! "

" HAJIME! "

BLAARRR

Sasuke dan Menma nampak langsung beradu pukulan. Semua penonton berosak akibat ledakan yang dihasilkan oleh peraduan pukulan mereka. Pukulan yang bisa sampai menimbulkan efek seperti itu, bukanlah pukulan biasa. Mereka melapisi tubuh mereka dengan mana dan menambah konsentrasinya di area tangan.

" Kau tak menurunkan kewaspadaanmu sama sekali, Sasuke. Tapi kita, lihat bisa kah kau menghindar dari seranganku yang berikutnya, " Dari tangan Menma yang satunya tampak terproyeksi sebuah lingkaran sihir.

" Cobalah semampumu, " Tidak mau kalah dengan Menma, Sasuke juga memproyeksikan sebuah lingkaran sihir di tangan yang satunya.

Mereka memfokuskan mana ke kedua kaki mereka dan langsung melompat mundur untuk melakukan sihir mereka masing – masing.

" [ Water Magic : Water Bullet ] "

" [ Fire Magic : Fire Bullet ] "

BLAARRR

.

.

.

.

T. B. C

A/N : Yak, salam semuanya saya harap ada perkembangan dalam tulisan saya dan semoga tidak jadi tambah gaje nih fic. Padahal baru 2 chapter hehehehe.

Saya ucapkan terima kasih untuk Author sekaligus reader yang mau membaca fic saya dan menuangkan komennya demi kemajuan fic dan penulisan saya.

Yah, ada yang sepemikiran dengan saya tentang alur fic yang terlalu cepat. Hahaha... saya membuat hal tersebut karena ada kisah yang cukup panjang di fic ini nantinya. Dan semoga ide atau pengembangan alur fic ini menjadi berbeda dengan yang lain.

Dan disini terungkap juga bahwa para pemeran HS DxD ada di sekolah yang berbeda. Tapi, tenang saja kedepannya mereka akan cukup sering bersama wkwkwk.

Satu lagi kalau misal memang ada grup FFn untuk Author Indonesia, boleh dong saya join hehehe. Atau kalau engga mari kita buat grup sama – sama agar kita bisa saling sharing dan mendapatkan wawasan yang baru.

Nanti bisa add nomer saya kalau ada 088227939607. Sekian.

Thank ' s for RnR

See you again

Ice D. Gun Log Out