All the characters belong to Masashi Kishimoto
.
.
.
Time To Let Go
Oneshot by Sweet Sugar Lollipop
.
.
.
Bagi Hinata, Sasuke adalah orang paling tenang yang pernah dikenalnya. Hinata suka menghabiskan waktu bersamanya dalam keheningan yang melegakan. Sedangkan bagi Sasuke, Hinata adalah seorang dewi. Hinata cantik, anggun, pintar, bijaksana dan polos disaat yang bersamaan.
Duduk sebangku selama dua tahun membuat keduanya mengerti satu sama lain tanpa berbicara. Hinata suka zero cola, Sasuke suka teh hijau. Hinata mencintai kucing, Sasuke menyukai ikan. Hinata seorang meat lovers, sedangkan Sasuke vegetarian. Sasuke selalu meletakkan kotak pensilnya disebelah kanan meja dan Hinata selalu memastikan seluruh buku pelajarannya diatur secara alfabet. Sasuke jarang berbicara dan Hinata pemalu. Sasuke menyukai rona merah dipipi Hinata dan Hinata menyukai gelapnya onix milik Sasuke.
Duduk sebangku selama dua tahun membuat mereka mengerti, bahwa cinta tidak harus memiliki.
Hinata pernah bermimpi. Suatu saat nanti, dia akan berdiri tegap tanpa gagap dihadapan Sasuke untuk mengatakan perasaannya. Sasuke pernah berharap bahwa mimpi Hinata menjadi nyata.
Namun empat musim terlewatkan tanpa tindakan nyata.
Sasuke mulai berangan-angan, jika bulan cinta terlewati, mungkin dia akan membalas perasaan Hinata pada white day. Hinata juga berusaha, mungkin Sasuke akan menyukai manisnya cokelat buatannya, namun semua berakhir saat sahabatnya menyatakan perasaannya pada Sasuke didepan kelas.
"Maaf, aku menyukai orang lain."
Itu jawaban Sasuke. Seluruh kelas terdiam kaku, namun mata Sasuke hanya tertuju pada Hinata, berharap, seluruh perasaannya tersampaikan.
Dan empat musim, kembali terlalui begitu saja.
Kelulusan semakin dekat. Perasaan tegang membekukan udara. Semua orang gelisah. Begitu juga Hinata. Dia akan pergi dari jepang, berarti dia takkan bisa melihat Sasuke lagi.
Sasuke juga gelisah, perpisahan diujung minggu, dan Hinata belum menjadi miliknya.
Berdua, mereka berharap keajaiban. Namun rasa malu dan gengsi menelan segalanya.
Musim semi tahun itu, saat semua orang berdesakan diaula, gema suara gembira dan tangis haru melengkungkan waktu, Hinata berdiri dihadapan Sasuke.
"Selamat atas kelulusannya, Uchiha-san."
"Kau juga, Hyuuga."
Dan waktu kembali berdetak muram.
Lima tahun terlewati begitu saja. Namun perasaan Hinata tetap sama. Dia tinggal di Prancis sekarang, namun hatinya tertinggal di jepang.
Ego masih menang, sehingga ketika rasa rindu merasuk, Hinata hanya dapat tersenyum pada ingatan masa lalu.
Lima tahun terlewati begitu saja, namun Sasuke belum lupa. Karena disela dentingan piano dan kertas lukis, ada Hinata dihatinya. Bagai kilauan ungu di langit malam, semua memori tentang Hinata terekam baik dalam kanvas.
Namun mungkin pada kehidupan ini, mereka tidak ditakdirkan bersama.
Karena ketika satu kalender tahunan kembali dibuang, mereka mulai berpikir ;
"Mungkin ini saatnya untuk melepaskan."
Wahai cinta dimanapun kau berada, berbahagialah.
Fin
.
.
.
Masih kurang sreg, tapi sepertinya ini sudah cukup mewakili perasaan :)
Note:Fic ini pernah di publikasikan di Grup Lovely Fanfic of Sasuhina di Facebook, 23 Desember 2016
