13
Bel pintu toko itu berbunyi. Lelaki brunette itu melongok melihat pengunjung yang datang, seorang pria dengan rambut legam—sedikit panjang hampir mencapai bahu. Tatapannya menuju rak borgol dan rantai.
Pelayan itu lantas menghampiri, mengucapkan kata-kata sambutan. "Apa ada hal spesifik yang sedang Tuan cari?"
Pria itu berdehem, meraih borgol dengan bantalan beludru lembut. "Apakah ada keranjang di sini?"
"Sebentar," sahut pelayan itu sambil berlari mengambil keranjang belanja. Pria itu menunduk, menyiratkan terima kasih lalu mengambil benda itu dari tangan si pelayan.
"Apakah Tuan ingin membeli barang rekomendasi kami?" tawar pelayan itu lagi.
"Aku lebih gemar memilih sendiri," jawabnya sambil mengulas senyum.
Pelayan itu menunduk singkat, kembali ke belakang meja kasir sambil memperhatikan barang-barang yang pria itu masukkan ke dalam keranjang. Borgoltadi, harness kulit—untuk tubuh, dengan ukuran kecil—lalu satu untuk menahan orgasme.
"Wah," gumam lelaki itu sambil mengusap dagu. Siapapun yang membelinya pasti berencana melihat partnernya menangis.
Ia tidak memperhatikan lagi sampai akhirnya pria itu menaruh keranjangnya di kasir. Uang yang dikeluarkan tidak sedikit. Pembelinya itu memilih bahan yang lembut, mungkin untuk pemula.
"Terima kasih. Kalau Tuan memerlukan sesuatu yang lain, kami bisa mencarikannya," ujar pelayan itu.
Si pria berpikir sejenak. "Sebenarnya ada," balasnya, "Aku tidak ingin membelinya secara online."
"Bolehkah aku tahu seperti apa bentuknya?"
Pria itu meminta kertas dan pensil, menggambar tiga lingkaran yang disambung oleh tali. Si pelayan mengangguk, mengerti maksud pria bermata violet itu. Ia mengangguk pelan.
"Untuk kapan Tuan menginginkannya?"
"Sebenarnya untuk besok malam. Tapi minggu depan sepertinya lebih tepat," jawab pria itu seraya menopang dagu di atas meja kasir.
"Kami akan berusaha secepatnya. Terima kasih sudah berbelanja, Tuan," ucap lelaki itu sambil memberikan plastik belanjaannya.
"Sama-sama," ucap pria itu seraya berjalan ke arah pintu, keluar dari toko itu.
Ia memasuki mobilnya dan melesat pergi.
.
.
.
.
.
To be continued
