"Errr Awak.. Sudah bangun? Duduklah..", Sambutan yang selalu ia sukai. Disertai senyum yang memikat serta wajah yang bersinar seperti Yaya

"Apa menu kita hari ini?", Boboiboy menompang dagunya dan melihat jika sang istri sedang membawa sebuah mangkuk kearahnya.

"Aku tidak ingin sarapan pagi yang berat, sepertinya sup dan sayuran adalah menu pagi yang dapat mengganjal rasa lapar..", Boboiboy tersenyum saat hidangan didepannya tampak menggoda imannya.

"Apapun yang kau racik akan selalu enak, istriku telah melakukan tugasnya dengan baik!", Si wanita terkekeh. Suaminya itu terlalu memuji dirinya.

"Mari sarapan..", Si wanita mengangguk dan lantas menarik kursi untum sarapan bersama. Tidak baik meninggalkan suami sarapan seorang diri, ia harus menjadi istri yang sempurna untuk sang suami.

"Yaya Sayang..", Wajahnya mendongak dan menatap mata bulat itu. Suaminya memanggilnya, tidak mungkin ia berlagak tuli bukan?

"Iya Boboiboy ? Jangan Gombal dan Menggodaku ! Ada Apa?"

Pria itu tersenyum dan menatap balik bola mata indah tersebut, pandangannya menyejukkan siapa saja yang berpandangan dengannya.

"Hari ini skripsi mu.. Lakukan dengan baik!", Sebagai sesosok suami ia perlu memberikan sedikit nasihat agar istrinya lancar dalam menjalankan suatu hal.

"Aku akan membuktikannya Boboiboy, ilmu yang kudapat akan kujelaskan nanti..", Balas Yaya dengan lembut.

Boboiboy tersenyum lagi dan lagi, istrinya selalu membuat otot wajahnya tertarik hingga tersenyum sepanjang hari layaknya tidak memiliki beban hidup.

"Akan kuberikan nilai plus!", Boboiboy terkekeh dan melanjutkan makannya.

Yaya menggeleng, "Itu artinya kamu menganggapku lain. Anggap aku seperti mahasiswi lainnya, jika nilaiku bagus bukan karena prestasi namun semua itu karena aku istrimu.. Kamu tak harus seperti itu faham wahai suamiku?", Yaya tidak sependapat.

Ia ingin lulus dalam skripsi tanpa ada kecurangan yang dibuat sang suami, ia bisa dan mampu. Tidak memerlukan nilai tambahan walaupun dosen penguji adalah suaminya sendiri, ia cerdas dan ia dapat mengatasinya.

"Akan tetap baik sayang.. Kau kan terampil dan tangkas!", Ujar Boboiboy dengan selingan senyum.

"Hmmm..", Yaya bergumam sembari mengunyah pelan sarapannya.

"Kau berangkat pukul berapa?", Yaya berpikir sebentar.

"Mungkin siang, karena pagi ini banyak sekali yang harus kukerjakan..", Yaya menatap suaminya dan mendapat anggukkan.

"Baiklah.. Kutunggu disana", Keduanya mula terkekeh mulai fokus kembali pada sarapan kali ini

maaf nggak best pada kamu