"Selamat siang Yaya ..", Yaya tersenyum ketika 2 dosen penguji dan satu dosen pembimbing ada dihadapannya.
"Selamat siang kembali juga..", Yaya bungkukkan badannya dan mendudukkan tubuhnya ketika isyarat ia dapat.
"Apakah anda sudah siap?", Yaya mengangguk dengan senyum.
Dihadapannya juga terdapat sang suami, duduk dengan wajah santai sembari membolak-balikkan kertas.
"Baiklah.. Pertanyaan pertama dimulai dariku..", Yaya memfokuskan pandang pada Cikgu Papa Zola.
"Pertama.. Mengapa saat pernikahan kalian tidak mengundangku? Sedangkan aku adalah Cikgu yang juga berwenang untuk melihat seberapa bahagianya mahasiswiku. Bisa kau jawab?", Seketika seisi ruangan yang terdiri dari 4 orang tersebut menatap kearah Cikgu Papa Tidak mengerti.
Pertanyaan macam apa ini?
Ia susah payah belajar demi dapat menjawab segala pertanyaan, namun? Pertanyaan ini malah membuatnya buntu. Dengan apa ia menjawab? Dan mengapa pernikahannya bocor? Akhh..
Ia baru menjumpai pertanyaan seperti ini.
Yaya maupun Boboiboy membelalakkan mata, keduanya tidak pernah membocorkan hal ini saat di Universitas. Mengapa seolah Cikgu Papa mengerti semuanya?
"Apa maksud anda Cikgu ?",
Seketika ruangan formal ini berubah layaknya menjadi perkumpulan reuni.
"Aku ingin bertanya kejelasan semuanya tentang sebuah foto yang kutemukan jatuh tepat dibawah meja Cikgu. Foto bahagia dengan tulisan 11-12-15 dibalik foto itu, aku melihat wajah sang wanita tidak asing. Dan itu dirimu? Ada hubungan apa mengenai pernikahan kalian?", Boboiboy bergerak cepat.
Ia kehilangan foto itu, sempat ia mencarinya hingga semuanya membuatnya pusing.
"Tunggu Cikgu Papa , Bagaimana mungkin anda dapat mendeskripsikan itu semua?", Boboiboymemberi isyarat agar kebohongan keduanya tetap terjaga.
"Aku lulus dengan nilai terbaik. Hal seperti ini membuatku berpikir jika kalian menyembunyikan sesuatu, menyamarkan kartu identitas. Akan ada sanksi untuk kalian berdua!", Wajah Yaya memucat.
Cikgu Papa yang terkenal lawak hambar dan jauh lebih berpengalaman kini mengeluarkan kalimat ancaman. Boboiboy sendiri masih berupaya tenang.
Sedangkan Cikgu Papa tampak bertanya-tanya dalam hati, apakah mahasiswinya ini menikah tahun ini?
"Jujur. Apakah itu foto kalian?", Boboiboy memandang istrinya, ia tau istrinya ketakutan. Terlebih jabatan Boboiboy lebih tinggi darinya, ia akan menjawab hal ini.
"Benar. Kami telah menikah, tidak menutup kemungkinan jika rahasia ini akan terbongkar, demi kenyamanan bersama dan juga kehidupan kami. Kami tidak dapat mengelak lagi, semua sudah jelas. Kami tidak dikenakan sanksi karena tak ada kasus apapun", Boboiboy menjawabnya tegas.
Seketika pandangan Cikgu Papa membuat siapapun tegang, ini tampak seperti pengadilan dan sedang ada perang.
"Anda menyalahi aturan."
Boboiboy siap menjawab, "Tidak ada larangan jika seorang mahasiswa menikah"
"Ada sanksi jika seorang mahasiswi menikah, memalsukan identitas sama saja dengan membohongi orang lain."
Mata Boboiboy memincing, ia bisa saja emosi saat ini.
"Anda merasa terbohongi?", Pertanyaan menantang membuat Cikgu Papa itu saling adu mulut.
"Kenyataannya seperti itu"
Boboiboy tersenyum miring, "Sanksi dalam hal apa?"
"Kupastikan Yaya dapat lulus dengan mudah bahkan tanpa skripsi. Aku meluluskannya dengan satu syarat dan kurasa dua bulan yang akan datang harus aku lihat hasilnya..", Senyum terselubung membuat Yaya mengangkat wajahnya dengan takut. Syarat jenis apa?
Boboiboy menatap Cikgu Papa dengan pandangan penuh kehati-hatian.
"Apa itu?"
Cikgu Papa tersenyum jahil , "Bayi lah apa lagi ?!
Semua hanya dapat menganga, Boboiboy pikir ini adalah masalah serius, namun? Hanya masalah Seperti ini? Lalu? Bayi? Cikgu Papa meminta seorang bayi dari hasil pernikahannya? Adehhhh.. Ini gila!
"Apekah?", Cikgu Papa memandang dengan wajah bodoh dan setengah kesal. Ia kira akan ada hukuman sebagai sanksi.
Wajah Yaya berubah memerah, hal ini tentu saja membuatnya malu. Kemarin ia baru saja memikirkan seorang bayi, dan sekarang ada yang request padanya. Aduhh . Ia malu jika berhadapan dengan Boboiboy, apalagi sampai.. Eng-Ing-Eng~!
"Permintaanku harus ada setelah da bulan ini, awas saja kalian", Boboiboytersenyum dalam diam. Bahkan ia sudah dipercayakan untuk melakukan sesuatu yang baru dipernikahan mereka.
Ia tidak pernah memikirkan ini sebelumnya, menurutnya menjaga Yaya dalah prioritasnya. Ia melupakan jika hiburan pernikahan adalah bulan madu. Akankah ia dapat melakukannya? Ia masih perjaka ting-ting dan itu membuatnya sedikit ragu. Akankah ia kuat? Ia dapat bertahan lama? Dapat membuat Yaya menggelempar? Ia ingin itu. Ehhh.. Mengapa ia menjadi yadong? Argh!
"Cikgu ni membuat kami serangan jantung", Ceplos Boboiboy sedikit kesal.
"Hahahahahh.. Kalian sanggup?", Boboiboy melirik Yaya yang masih menunduk. Mengapa istrinya hobi sekali menunduk sih?
"Lihat saja nanti..", Ucapan Boboiboy membuat seohyun mengangkat wajahnya. Aish.. Biar Benar?!!
