"Semenjak tadi kau hanya diam. Adakah hal yang ingin kau katakan sayang?", Boboiboy rangkul istrinya yang kini terlihat gusar.

Yaya rasakan jika rangkulan Boboiboy membuatnya merinding. Sedikit ia turunkan tangan itu dan berusaha tenang.

Peristiwa siang tadi meracuni otaknya, ia menunggu akankah Boboiboy melakukan hal itu padanya malam ini. Cikgu Papa hanya memberi waktu 2 bulan dan ia harus hamil sebelum waktu habis. Apa sih ?

"Kau marah?", Yaya menggeleng.

"Kau sakit?", Yaya menggeleng kembali.

"Ada apa? Katakan..", Yaya timang apakah akan ia katakan atau diam saja.

"Awak.."

"Hmmhh?", Boboiboy tatap wajah ragu istrinya.

Malam ini keduanya hanya duduk diatas ranjang sembari saling berpikir dengan pola yang berbeda.

"Apakah Cikgu Papa itu serius?", Kyuhyun terkejut. Apakah Yaya sedang memikirkan seorang bayi.

"Emmm.. Kurasa memang iya", Boboiboy pancing Yaya. Ia memiliki rencana lain.

"Lalu, apakah kamu mau? Aku takut..", Yaya menggeleng.

Boboiboy tertawa, Yaya masih terlalu imut dan polos. Haruskah ia menjahili istrinya lebih dulu?

"Abang mau saja. Siapa yang akan menolak jika berhubungan intim?", Boboiboy balas serampangan dan naas nya seohyun langsung menjauhkan diri.

"Yahh..", Boboiboy ingin tertawa melihat wajah kebingungan istrinya.

"Kenapa ? Kau ingin? Mari..", Yaya semakin bergidik. Ingin sekali ia pukul wajah Boboiboy

"YADONG!"

Kyuhyun menggeleng dan mulai mengambil keseriusannya kembali.

"Duduklah.. Ada yang lebih penting", Boboiboy berucap karena Yaya menjauhinya.

Yaya duduk kembali dan mulai serius.

"Apa?"

"Pertama aku ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu, entah sejak kapan. Namun rasa itu kian melambung membuat dadaku penuh akan dirimu.. Mungkin ini lambat, namun aku semakin yakin jika kau memang Malaikat ku. Aku bahagia dapat menikah denganmu..", Yaya terdiam.

Ternyata perasaan itu sama, dan pantaskah ia mengelak lagi? Ia dan Boboiboy saling mencintai. Tidak ada lagi masalah alam pernikahan ini.

"Perasaan kita sama. Apakah ini artinya kita boleh melakukan hubungan suami istri?", Boboiboy tersenyum lebar mendengar kalimat yang dikeluarkan Yaya .

"Tentu saja boleh? Kau ingin? Mari kita lakukan agar rasa penasaranmu terjawab", Yaya malah terbujur kaku tanpa bergerak. Ia mulai berkeringat, masa sih ia dan Boboiboy bertelanjang bersama.. Berciuman bibir, Saling menyentuh, Ouhhh..

"Sayang.."

"Awak, Saya takut", Yaya rasakan tangannya ditarik lembut oleh Boboiboy

"Tak perlu takut", Ciuman Boboiboy menyentuh lehernya.

"Shh.. Aku.. Malu"

"Buang rasa malumu.. Kita lalui malam ini~ Bersiaplah, Relax..", Yaya ikuti alur permainan Boboiboy.

"Boboiboyhh.."

"Ahh.."

"Shhh.."

Pernikahan yang terjadi cukup indah, beruntung tak dirundung masalah. Hati yang tepat dan juga perasaan yang cepat, semua mempengaruhi perkembangan hubungan. Dan hal ini mereka buktikan karena kehidupan akan semakin baik jika ada kejujuran dan juga kenyamanan.

Tidak peduli halangan apapun, cinta adalah mereka yang telah lama memperhatikanmu, mengelompokkanmu dalam hati, menatapmu disaat kau tidak menyadari itu, dan cinta itulah yang mencintaimu.