Belum sempat Yaya hendak berguling ke samping, ke dua tangan lelaki itu sudah lebih dulu menahannya. Alisnya naik turun melihat tingkah Yaya yang seolah seperti menghindarinya.
"Ada apa?" katanya bertanya. Yaya masih berusaha menelan ludahnya yang serat.
"Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin segera tidur"
"Oh.." Boboiboy membulatkan mulutnya saat dia menjawab.
Yaya sepertinya memang belum bisa menghindar karena saat sang suami sudah bersuara, pria itu malah menarik selimut tanpa mau memberinya kesempatan untuk membuat jarak.
"Malam ini sangat dingin dan aku juga sudah sangat lelah. Besok malam saja kita melakukannya, ok?"
"Melakukan apa?"
Yaya bertanya lantang. Di saat bersamaan, hatinya turut berdegup karena dari ucapan suaminya sudah terbesit sesuatu yang aneh. Hawa dingin semakin ia rasakan di tubuhnya terlebih perasaan merinding yang sekarang dirasakan Yaya.
"Bercumbu"
"Yak! Hmmmpp-"
"Tidak perlu berteriak. Aku memang tidak akan melakukannya sekarang karena sangat mengantuk"
Pria itu akhiri ucapannya sesaat setelah dia selesai membekap mulut Yaya dengan satu telapak tangannya. Senyuman dia berikan saat beri balasan tatapan terkejut yang sekarang istrinya tampilkan. Pria itu tetap beri senyumnya setelah dia mulai mendekap lalu memeluk istrinya. Boboiboy berikan bisikan pelan sebelum ia mulai terpejam.
"Selamat malam, sayang. Selamat tidur istriku. Semoga mimpi indah"
Lengkap. Tidak hanya penuturan lembut yang Boboiboy berikan pada istrinya malam ini. Ciuman hangan di bibirnya turut dia dapatkan sebagai pengantar tidur walau hanya beberapa detik.
Ck, Boboiboy! Kau membuatku jantungan.
Omel Yaya dalam hati karena sangat gugup. Dengan gerak semangat, ia turut balas pelukan suaminya dan mengikuti suami itu untuk memejamkan mata
