Secara perlahan tubuhnya terasa tak terbaring nyaman. Samar-samar sebuah kecapan halus terdengar dan saat itu pula sesuatu yang lembut terasa menyapa kulit putihnya. Erangan lembut berkumandang dan dengan susah payah, dia coba membuka mata.
"Bo..Boiboy" serak dari suara yang ditimbulkannya menggema sekarang "Kau sedang apa? Uhhh" pertanyaannya ia akhiri dengan lenguhan pelan sesaat setelah dia merasakan sebuah sensasi kecil dari apa yang tengah didapatkannya.
Dia, Yaya , tak bodoh. Dengan kesadaran yang baru setengahnya dia dapat, dirinya bisa menyadari jika sekarang suaminya tengah berbuat sesuatu di tubuhnya. Ingin bertindak sebuah penolakan namun tak bisa. Gairahnya timbul seiring dengan semakin membabi buta gerakan-gerakan halus itu tubuhnya rasakan.
"Boboiboy……"
"Aku berubah pikiran" balasan serupa yakni sama serak telah Boboiboy kumandangkan. Satu kecupan, dua kecupan dan terus kekecupan selanjutnya suami itu lakukan disela dia berbicara "Hawa dingin karena turun hujan ditambah ulah lututmu yang tak sengaja menyentuh adikku saat tidur tadi membuatku tak bisa bertahan"
Boboiboy angkat kepalanya dari area leher Yaya . Pria itu kini beralih kecupi wajah Yaya dengan lembut. Dia nikmati dan hadiahi sentuhan manisnya di sana untuk beberapa saat hingga ciuman panjang Boboiboy lakukan bersama istrinya. Saling memagut dan begitu bergairah.
"Ku pikir, tidak ada salahnya jika melakukannya malam ini" sambungnya terengah malah lebih terengah dari sebelumnya "Bukan malam pertama namanya jika dilakukan besok"
"Boboiboy…."
Yaya berada pada masa di mana dia tak bisa mengambil tindakan. Ketakutan yang semula bersemayam dalam otaknya kini, beralih menjadi sebuah kenikmatan yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Sentuhan suaminya begitu lembut hingga membuatnya seolah lupa jika kekesalan sempat muncul manakala tidur nyenyaknya diganggu secara sepihak.
"Emhh…." Boboiboy mengulum napasnya yang berburu saat dia sudah semakin menapaki tingkat lebih. Bibirnya tetap setia mengukir sentuhan manis di tubuh atas Yaya . Tanpa wanita itu ketahui, sekarang gaun pink yang tadi belum sempat ia ganti sekarang sudah terlepas dan tak menyisakan sehelai benang pun yang dapat menutupi tubuh polosnya.
