Yaya masih berada di atas pangkuan suaminya. Melingkarkan ke dua tangannya di leher Boboiboy lalu sesekali mengelus rahang suaminya kala dia mulai terpancing oleh gairah yang sekarang semakin timbul. Saat bibir tebal itu berhenti menguasai bibirnya, lenguhan ringan berkumandang sesaat setelah bagian lehernya mendapat sapuan hangat dari bibir tebal sang suami. Jemarinya menjambak ringan rambut ikal suaminya namun tak sedikit pun menyuruh hal itu berhenti.

Percumbuan itu terus berlanjut. Lenguhan-lenguhan ringan terus tercipta seiring dengan semakin kerasnya teriakan-teriakan serta percakapan konyol yang Spongebob dan Patrick lakukan karena tengah memperebutkan Pearl si anak tuan Krab yang super pelit dan gila uang, terus berkumandang menambah suasana sorak seakan menemani keintinam mereka dari balik layar televisi. Yaya tetap setia berada di atas pangkuan suaminya walau kini tubuhnya sudah nampak polos karena gaun tidurnya sudah terlepas akibat kenakalan Boboiboy.

Yaya mencubit perut Boboiboy saat dengan nakalnya tangan pria itu memelintir keras putingnya yang membuat dia kesakitan. Pria itu tertawa. Tak dia tunjukan rasa bersalahnya karena setelahnya, pria itu kembali mencumbu istrinya dengan mesra.

"Uh….padahal ini sudah malam dan hawanya semakin dingin" suara Boboiboy berkumandang dengan pelan. Bibirnya menyapu dada Yaya dengan tangannya nampak asyik mengelus punggung istrinya yang sudah tak berlapiskan sehelai benang pun "Tapi kau membuatku sangat…sangat…hangat"

Kecupan serta elusannya terus berlanjut semakin liar. Boboiboy turunkan dahulu tubuh istrinya ke atas ranjang. Pria itu membuka semua pakaiannya terlebih dahulu sebelum pada akhirnya kembali angkat tubuh Yaya untuk duduk di atas pangkuannya, lagi.

"Masih ingin merendamku dengan deterjen atau pemutih, huh?" Boboiboy bersuara di sela dia lanjutkan aktivitasnya "Tidakkah kau pikir jika dirimu juga perlu direndam agar bisa steril dari pemikiran mesum?"

"Aawww…aakkhhh"

Diawal memekik namun tak lama berubah menjadi erangan nikmat saat tangan jahil Yaya meremas kuat adiknya akibat terlalu kesal. Seharusnya marah atas ulah itu, namun nyatanya Boboiboy malah keenakan dan ia menganggap jika apa yang dilakukan Yaya adalah sebuah pelayanan spesial untuk adik tercintanya yang sudah rindu ingin bersarang pada tempatnya.

"Mesum!" pekik Yaya lalu dengan rakus ia berbalik meraih bibir suaminya kemudian ciuman itu kembali berlanjut setelah sebelumnya sempat terhenti.