Yaya pov

Aku sibuk memotong wortel dan sayuran lainnya mengikuti instruksi dari televisi di depanku, aku akan membuatkan Boboiboy sup. Aku tidak pernah memasak sebelumnya, karena kami tidak memerlukan makanan. Meskipun aku sangat sering berkunjung ke bumi, aku tak pernah benar-benar melakukan apa yang manusia lakukan, biasanya aku hanya mengamati. Aku masih sibuk dengan kentang saat sepasang lengan memeluk perutku.

"Pagi…"

Suaranya lembut dan aroma sabun menyeruak di rongga hidungku. Ia mengintip apa yang sedang aku lakukan dari salah satu bahuku tapi kemudian kembali memelukku erat.

"Boboiboy… aku tidak bisa memotong kentangnya jika kau memelukku terlalu erat"

Ia terkekeh pelan dengan suaranya yang lembut dan manis, kemudian dengan perlahan melepaskan tubuhku dan bersandar pada counter dapur, sibuk mengamatiku.

"Kau sangat cantik saat sedang serius seperti itu"

Aku menatapnya sejenak saat kalimat itu keluar dari bibirnya. Kalimat gombal yang terdengar menjijikan bagi sebagian orang tapi sangat manis bagiku, membuat isi perutku bergerak tidak karuan.

"Jadi selama ini aku tidak cantik?"

Kemudian ia berdiri lebih dekat dan menatapku lebih intens.

"Kau cantik sepanjang waktu"

Semburat merah membuat kedua pipiku memanas dan aku memilih untuk diam tidak menanggapi penuturannya. Ia berdiri semakin dekat dan semakin dekat hingga wajahnya menyentuh wajahku dan ia mengecup bibirku pelan.

"Kalau begitu aku menunggu masakanmu, semoga berhasil"