Aku bersandar pada tubuh Boboiboyyang juga bersandar pada dashboard ranjang, aku duduk di antara kedua kakinya dan lengannya memeluk perutku dengan erat. Aku dan Boboiboy sibuk menikmati acara pada televisi di hadapan kami. Sesekali aku tertawa karena ulah si pelakon di salah satu serial drama yang tengah aku saksikan dan saat aku terkekeh pelan Boboiboy akan mengecup pipiku dan mengatakan jika aku sangat manis saat aku tertawa.
Fokusku pada tayangan drama yang tengah aku saksikan tergoyah saat aku merasakan deru nafas Boboiboy di tengkukku. Aku merinding saat bibir lembutnya menyentuh leherku yang terbuka. Aku masih berusaha untuk fokus pada dramaku tapi semuanya buyar saat lidahnya mendarat di leherku diikuti oleh gigitan lembut dan ciuman panasnya. Tangannya meraih tanganku yang memegang remot TV dan memencet benda itu sehingga TV dihadapanku berhenti bergerak.
"Hei…. Aku sedang nonton TV"
"Kau yakin masih bisa menonton TV?"
Aku menggigit bibirku saat pertanyaan itu melesat dari mulutnya dan ia menatapku dengan kedua matanya yang sayu, kedua bibirnya sedikit terbuka dan ia berhasil membuatku tak berdaya. Aku menyerah saat bibirnya berhasil mencapai bibirku melumat dengan hebat seperti biasanya dan ia berhasil memposisikan diriku di bawah tubuh dan kuasanya.
Ia tidak menindihku seutuhnya, tapi tubuhnya berada cukup rapat di atas tubuhku dan dadaku menyentuh dadanya.
"Aku bersyukur akhirnya kau memutuskan untuk bersamaku"
"Aku tidak mengatakan aku akan bersamamu"
"Tapi semuanya sudah cukup untuk mengatakan bahwa kau tidak akan bisa meninggalkanku"
Hidungnya menyentuh hidungku dengan lembut dan ia mengecup bibirku pelan.
"Aku sangat berterima kasih pada takdir yang membuatmu jatuh di hadapanku, kau lebih dari segala-galanya"
"Boboiboy… berhentilah menggodaku…"
"Aku tidak bisa, kau terlalu menawan"
Aku yakin wajahku merona sangat keras saat ini.
"Aku sangat suka melihat wajahmu yang seperti ini…"
Kemudian ia tersenyum lembut dan mengecup kedua pipiku.
"Aku tak percaya kau benar-benar bersama seorang malaikat. Apa semua malaikat semenarik dirimu?"
"Kenapa? Kau ingin bertemu dengan mereka?"
Ia terkekeh mendengarkan nada kesal pada pertanyaanku.
