Chapter 1. Tersesat...

...

OC Pov...

...

Haa...

Sungguh sebenarnya ada dimana aku ini...

Desah ku dengan lelah sebelum mencabut cakar besiku dari dalam tubuh monster hijau kerdil dengan cawat yg entah sudah ke berapa kalinya aku membunuh mereka.

Dan tak cuma mereka beberapa tipe monster lain juga kutemui sepanjang perjalananku mencari jalan keluar dari tempat ini.

Dari kelihatannya tempat ini terasa seperti tak asing bagiku.

Sebuah lorong gua gelap dan ugh...

Lagi...

Setiap kali aku mencoba mengingat sesuatu yg berhubungan dengan masa laluku rasa sakit di kepalaku ini kembali muncul.

Dan itu membuatku tak nyaman...

Berada ditempat yg tak ku kenali dan tak bisa mengingat apapun selain namaku yg terukir dikalung logam yg ada di leherku.

Situasi terbaik bukan?

Batin secara sarkas mengomentari kondisiku saat ini.

Bruk!

"Aa"

Dan belum selesai aku berkeluh kesah, aku ditabrak hingga hampir jatuh oleh seorang anak muda berambut putih yg terjatuh didepanku karena momentumnya sendiri.

"Oy!"

Geramku dengan kesal dengan tatapan tajam kearah bocah rambut putih didepanku itu yg tampak ketakutan karenanya.

Tidak, tunggu dulu , bukan karena diriku dia ketakutan. jika dia ketakutan karenaku kenapa dia menunjuk ke belakangku?

"Aaaaa! "

Anak berambut putih itu kembali berteriak sebelum berlari ketakutan seperti baru saja melihat hantu.

Hantu...

Hantu dibelakangku?

Sebuah pertanyaan yg menjadi rasa penasaran.

Dan karena penasaran dengan apa yg menakuti anak itu aku menoleh kebelakang dan mendapati sesosok manusia banteng setinggi 3 meteran lebih berada disana tepat dibelakangku dengan bayangan dari monster itu cukup untuk mengintimidasi siapapun yg berada dalam posisiku ini.

Well... Untukku, aku hanya bisa berkata...

"Shit... "

Ya, itulah kata terakhir yg keluar dari mulutku sebelum monster banteng itu menghantamkan tinjunya secara telak ke dadaku dan membenamkanku ke tembok.

Secara harafiah...

Sungguh itu bukan pengalaman yg menyenangkan jika kau ingin tahu. Dan sepertinya dia tak sendiri karena aku sempat melihat satu lagi teman makhluk ini yg sepertinya pergi menyusul atau mengejar anak muda berambut putih tadi.

Well...itu kesialan untuknya...

Jika beruntung dia mungkin bisa selamat tapi itu sama sekali bukan urusanku.

Slash!

"Apa kau baik-baik saja? "

Tanya kali ini seorang gadis rambut pirang dengan sebuah pedang yg sepertinya datang untuk mengejar makhluk ini jika dilihat dari ekspresi makhluk sialan ini yg langsung menjaga jarak karena kehadiran gadis ini.

Dia ketakutan...

Dan dengan ini semua masuk akal...

Makhluk ini kabur dari gadis ini dan tak sengaja berpapasan dengan si rambut putih yg tak sengaja berpapasan denganku.

Sungguh sebuah rentetan takdir yg rumit tapi pertama-tama...

Buak!

Aku melepaskan tinju keras kearah monster banteng sialan ini hingga membenamkannya ditembok seperti yg baru saja dia lakukan padaku.

Sebuah pembalasan yg setimpal jika aku boleh bilang...

Tapi untuk sekarang. ...

"Ada seorang pemuda berambut putih yg dikejar makhluk yg sama didepan sana sebaiknya kau segera menolongnya terlebih dahulu."

Ujarku yg memberitahukan kondisi si rambut putih itu pada gadis ini.

"Tapi kau... "

Ujar ragu gadis itu yg masih ragu-ragu untuk meninggalkanku.

Berpikir bahwa aku juga dalam bahaya yg sama dengan si rambut putih itu...

Sungguh perhatian dan baik hati sekali...

Yg sayang itu semua percuma...

"Sudahlah pergi saja sana. Disini sudah tercover.."

Ujar ku dengan ketus sambil melemaskan kepalan tangan dan leherku yg masih belum puas membalas si monster banteng ini.

Sungguh siapa juga yg butuh bantuan disini...

Ini baru permulaan...

Ronde dua kami baru saja dimulai...

"... "

Terdiam sejenak akhirnya si rambut pirang itu mengikuti saranku dan berlari menyusul si rambut putih.

Yg dimana dia mengambil keputusan yg tepat.

Dengan seringai saat mengetahui gadis itu sudah pergi, aku mengeluarkan tiga cakar logam dari tanganku dan berjalan perlahan mendekati monster banteng menyebalkan yg baru saja memukulku tadi yg perlahan kembali berdiri.

Yeah... Aku akan menyukai ini...

Round two.

...

...

...

...

Hum hummm...

Aku bersenandung ringan dan puas sembari membersihkan kepalan tanganku dari darah monster banteng yg sebelumnya itu.

Sungguh puas rasanya setelah melampiaskan kekesalan ku pada manusia banteng itu yg sangat sempurna dijadikan sandbag.

Sungguh merasa puas...

"Aaaa! "

Sampai teriakan tak asing dan pemandangan anak muda berambut putih yg sebelumnya yg berlumuran darah lari sekuat didepanku merusaknya.

Sungguh apa yg dipikirkan anak muda bodoh itu...

Aku hanya bisa palm face karenanya.

Melihat kedalam ruangan aku mendapati gadis berambut pirang yg sebelumnya hanya berdiri terdiam dengan ekspresi kosong yg shockshock diwajah datarnya.

"Ha... "

Meski aku tak tahu jelas tentang apa yg terjadi hingga bisa seperti ini tapi entah kenapa aku tak bisa menahan diriku dari menghela nafas lelah.

"Oy."

Panggil ku kepada gadis pirang itu yg memecahkan lamunannya.

"Jalan keluar kesana? "

Tanyaku sambil menunjuk kearah larinya si rambut putih berlumuran darah itu yg direspond anggukan kecil orang si pirang.

Dan anggukan itu lebih dari cukup untuk jawaban yg kuperlukan.

Tanpa buang waktu lagi atau peduli dengan teriakan panggilan gadis pirang itu aku berjalan mengikuti arah dari si rambut putih tadi.

Dan dibelakang tampak samar aku mendengar suara tawa terbahak-bahak yg aku tak peduli darimana asalnya itu.

Why?

Karena sekarang keluar dari labirin ini adalah prioritas utama ku.

...

...

End chapter...

Dan selesai sudah. Tinggalkan review dan saran dan seperti yg kalian duga dia punya kekuatan kaya wolverine dan ini adalah biodata oc gw. Check itu out

... #...

Data oc...

Nama : Alexander logan

Usia : ?

Race : Human mutant

Power : regenerasi super kelas atas

Special feature : adamantium bone and skull

History : menemukan dirinya tersesat di dungeon dan tak tahu apa-apa tentang dirinya selain namanya yg terukir di kalung yg dipakainya.

Bertemu dengan bell karena kebetulan dan tanpa sengaja terlibat dalam kasus Minotaur yg kabur karena loki familia.

Level : 5-6 (masih perkiraan)

... #...