Tittle: Not strong enough
Author: Junra
Genre: Angst/Hurt
Cast: all Bangtan member
Pairing : Namjin
Note : FF ini sangat panjang, baca sampai akhir kalo bisa. Dan untuk yang belum baca part 1 di harap mampir baca part 1 dulu biar nyambung.
.
.
.
Seminggu setelah terbangun dari mimpi buruk itu, Namjoon benar benar berubah total. Dia jadi sangat perhatian dengan Jin, nada bicaranya sangat lebut jika berbicara dengan Jin, bahkan dia sering bolak balik pulang ke dorm hanya untuk makan siang dan makan malam bersama Jin. Pasti ini sangat membingungkan bagi Jin. Dia masih belum percaya bagaimana bisa Namjoon berubah secepat itu. Dia lebih baik di tampar dan di maki habis habisan dari pada tiba tiba di perlakukan seperti pacar dengan hubungan tidak jelas seperti ini. Memang Namjoon telah menyatakan cintanya pada Jin, hanya saja siapa yang akan percaya jika orang yang bertingkah seolah membenci mu segenap jiwa tiba tiba menyatakan perasaan kepada mu setelah bermimpi buruk, sungguh Jin tidak mengerti ada apa dengan Namjoon sebenarnya.
Lain Namjoon, lain pula member Bangtan yang lain. Mereka tidak berubah sama sekali, dan bisa di bilang makin menjadi. Yoongi dan Jhope jarang kembali ke dorm, sekalipun mereka kembali ke dorm selalu dengan mood yang buruk dan akan marah marah jika di tegur, trio maknae Taehyung, Jungkook, dan Jimin sering menghabiskan waktu di ruang dance atau di kamar mereka masing masing, mereka hanya keluar kamar saat membeli makanan atau ke kamar mandi selain itu jangan harap mereka bisa di ajak bicara. Sekedar info saja mereka semua kecuali Namjoon masih tidak mau makan apapun yang di buat Jin, dengan alasan mereka bosan dengan masakan hambar Jin. Itu semua memang menyakitkan, tapi Jin tidak bisa berbuat apa apa karena dia tidak bisa memaksakan seseorang untuk tidak benci padanya walaupun dia tidak melakukan sesuatu yang merugikan mereka.
.
.
Hari ini member BTS menjalani kegiatan mereka seperti biasa, latihan dance setelah itu kegiatan bebas seperti membuat lagu menghafal lirik atau mengerjakan apapun yang mereka mau. Setelah latihan dance, Jin memilih untuk kembali ke dorm untuk memasak makan siangnya dan Namjoon. Hari ini Namjoon memaksa Jin untuk membuatkan makan siang untuknya sebelum Namjoon kembali ke kantor untuk melanjutkan proses pembuatan lagunya.
Setelah semua makanan siap, dia memanggil Namjoon yang tengah memainkan gadget nya di ruang tengah untuk segera ke meja makan dan mulai makan.
"wah kelihatannya enak, selamat makan" Namjoon mengambil sumpitnya dan mulai makan.
"Namjoon-ah… sebenarnya ada apa tiba tiba kau berubah seperti ini? Sebenarnya apa yang kau mimpikan?" Tanya Jin yang belum memulai makannya.
"kan aku sudah pernah bilang, aku mimpi kehilangan mu dan itu semua membuat ku sadar betapa buruknya sikap ku pada mu selama ini, dan betapa sakitnya aku saat kau pergi" ujar Namjoon di sela makannya.
"perubahan mu itu terlalu cepat Namjoon, ini mengerikan"
"bukan memang seharusnya begini… sudah seharusnya aku bersikap baik pada orang yang ku cintai dan mencintaiku" Namjoon tersenyum pada Jin.
"cinta tidak bisa di dapat hanya dengan satu malam mimpi buruk Namjoon, jangan terlalu mudah mengatakan cinta" Jin malah menampakan raut wajah sedih.
"kau tidak percaya pada ku?"
"aku selalu percaya pada mu, tapi tidak untuk hal ini, kau hanya terpengaruh dengan mimpi buruk itu dan ketika kau melupakan mimpi itu kau tidak akan merasakan apapun lagi pada ku, pikirkan lagi perasaan mu sebelum berujar cinta Namjoon" entah mengapa tiba tiba mata Jin mengeluarkan air mata. Hatinya terlalu sakit memikirkan Namjon yang hanya iba dan terpengaruh mimpinya, bukan benar benar mencintainya.
"aku akan berusaha membuat mu percaya jika aku memang benar benar mencintai mu" Namjoon bangkit dari tempat duduknya menghampiri Jin untuk memeluknya. "bajingan seperti ku memang tidak mudah untuk di percaya… jadi aku akan berusaha membuat mu percaya" Namjoon mencium kening Jin.
"jangan memaksakan hati mu Namjoon…" tagisan Jin makin menjadi.
"untuk apa aku memaksakan hati ku, diamlah dan lihat pembuktian cinta ku" Namjoon menghapus air mata Jin, namun dia terkejut saat menyadari wajah Jin pucat khas orang sakit. "Jinseok, kau sakit? Wajah mu pucat sekali"
"aku hanya sedikit pusing, mungkin setelah tidur sebentar akan lebih baik"
"habiskan makanan mu, minum obat lalu tidur, aku akan bilang pada yang lain supaya kau tidak usah ikut latihan malam ini"
"tidak papa Namjoon, aku hanya pusing biasa, setelah ini aku akan tidur sebentar dan nanti malam pasti aku sudah sembuh. Gerakan dance ku belum benar, aku akan tertinggal jauh dari yang lain jika aku tidak latihan. Oh ya nanti saat kau kembali ke Agensi tolong bawakan cemilan yang ku siapkan untuk yang lainnya ya, mereka tidak suka masakan ku jadi aku membeli beberapa makanan kecil dan buah buahan yang sudah ku tata di food container untuk mereka" Jin tersenyum pada Namjoon lalu memakan makanan yang belum sempat ia sentuh tadi.
'aku heran mengapa dulu aku bisa begitu kasar dengan orang yang sangat baik, tulus, dan pekerja keras seperti mu' gumam Namjoon dalam hati saat dia kembali ke tempat duduknya.
.
.
.
Namjoon kembali ke Agensi setelah memastikan Jin sudah meminum obatnya dan tidur. Jin bukan orang yang mudah sakit, maka dari itu sekalinya dia sakit itu pasti akan menghawatirkan. Sesampainya di sana Namjoon sengaja mampir ke Ruang dance karena dia tau member lainnya suka berkumpul di sana untuk membicarakan konsep lagu. Dan benar saja, Jhope dan trio maknae line sedang ada di sana untuk mendiskusikan dance lagu selain lagu untama.
"apa kalian sedang mendiskusikan dancenya?" Namjoon mendekat ke arah member lain yang sedang berkumpul.
"iya hyung, sedikit lagi dance nya selesai, kami membuat dance yang sedikit lebih mudah agar kau dan orang tua itu tidak kesulitan" ujar Jimin tanpa merasa bersalah sedikit pun.
"Jimin, tidak sopan berkata seperti itu…" ucapan Namjoon terputus.
"iya iya iya, mulai lagi deh pembelaannya" sela Jimin malas.
"aku heran kenapa akhir akhir ini hyung jadi terus membela Jin hyung dan terus sok manis pada nya, apa kalian pacaran? Kau bilang kau masih suka wanita seksi dan sama sekali tidak suka Jin hyung" sindir Taehyung.
"justru aku yang heran pada kalian kenapa sifat kalian jadi sangat berubah pada Jin hyung, dia tidak pernah berbuat jahat pada kalian, kenapa kalian membencinya setengah mati" elak Namjoon.
"kau mengalihkan pembicaraan hyung" sahut Jungkook tidak suka.
"aku sudah menahan ini sejak beberapa hari yang lalu, sikap kalian sudah keterlaluan pada Jin hyung, coba renungkan kembali perbuatan kalian yang buruk itu, Jin hyung sudah sangat baik mau bersabar mengurus kita selama ini, hanya karena dia tidak menulis lagu, membuat gerakan dan menari dengan payah bukan berarti dia pantas untuk di benci dan di rendahkan" Namjoon meletakan makanan yang di bawakan Jin di meja dekat mereka berada. "dia bahkan masih sangat perduli dengan kalian walaupun kalian semua selaku kasar padanya" Namjoon bergegas keluar dari ruangan itu.
"mungkin Namjoon memang pacaran dengan Jin hyung" ujar Jhope.
"tentu saja, nama mungkin Namjoon hyung membela sampai sebegitunya kalau tidak ada apa apa" timpal Jimin.
.
.
.
Seperti yang sudah di jadwalkan, semua member Bangtan akan latihan dance malam ini. Ini memang belum mendekati comeback hanya saja mereka selalu terbiasa menyiapkan sesuatu jauh hari sebelumnya mengingat kesibukan mereka yang terkadang tidak bisa di ajak berkompromi.
Sudah kurang lebih 5 jam mereka berlatih, namun jika di lihat memang gerakan mereka belum selaras.
"stop stop stop! Jin hyung, kenapa gerakan mu salah terus sih, tempo gerakannya juga terlalu lambat, yang lain sudah cukup bagus dan kau malah mengacaukannya" Jhope mulai meluapkan emosinya pada Jin.
"maaf… aku tidak focus tadi" jawab pelan Jin.
"Hoseok-ah, Jin hyung sedang sakit, wajar jika temponya sedikit melambat" bela Namjoon.
"jangan terus membelanya Namjoon, kau sendiri juga masih banyak membuat kesalahan. Kau dan Jin hyung akan latihan tambahan dengan ku setelah ini, dan tidak ada penolakan atau aku akan menggandakan waktu latihan kita semua" ujar tegas hoseok.
"kau benar benar keterlaluan" Namjoon sungguh sangat emosi sekarang.
"sudah Namjoon, aku tidak papa, cepat selesaikan ini saja atau yang lain juga terkena imbasnya" Jin menahan Namjoon yang seperti sudah akan menghajar Hoseok.
"kau sedang sakit hyung wajah mu semakin pucat, ini sudah keterlaluan"
"tidak apa Namjoon, aku bernar benar papa, jangan buat keributan dan cepat selesaikan ini" Jin memberi isyarat Jhope untuk memulai lagi latihannya sedangakan yang lain bubar entah kemana.
.
.
.
Setelah latihan tambahan selesai Jin di seret untuk rekaman proyek yang di buat Yoongi. Bukan rekaman besar, hanya take suara sebentar dan setelah itu pulang.
"seriuslah sedikit hyung, suara mu tidak dalam nada yang pas" Yoongi membentak dari pengeras suara ruang rekaman.
"maaf Yoon, akan ku ulangi lagi" ujar Jin sedih.
"tidak usah, kemarilah ada yang ingin ku katakana pada mu" kata Yoongi dengan nada yang sangat tidak bersahabat.
"kenapa sih kau selalu menyusahkan semua orang, hari ini baik dance dan suara mu sangat kacau, kau mau makin menjadi beban kami hah?" Yoongi meluapkan semua emosinya ketika Jin masuk ke yang ia tempati.
"aku tidak bermaksud begitu… aku hanya sedang tidak enak badan maka dari itu aku tidak focus" Jin hanya bisa menunduk tak berani menatap orang yang sudah lama menjadi roommate nya itu.
"kau mengelak dari kesalahan mu dengan beralasan sakit? Resiko ketika kau ada di dunia ini adalah mengerahkan apa pun yang kau miliki semaksimal mungkin, kau sadar kau banyak kekurangan kan, jadi jangan malas malas dan beralasan sakit. Kalau kau tidak ingin di tekan seperti ini lebih baik tidak usah menjadi idol" perkataan Yoongi yang keterlaluan itu membuat Jin mengangkat kepalanya.
"kau sungguh keterlaluan Yoongi… aku tidak akan mengelak dari kesalahan ku dengan berkata sakit, aku tau aku salah dan tidak focus hari ini dan aku sudah minta maaf ke pada kalian, aku benar benar tidak enak badan hari ini dan pikirkan lagi apa aku pernah berbohong pada kalian? Aku akan latihan sampai pagi atau bernyanyi sampai suara ku habis jika kau mau, kau tau betapa aku besar usaha ku untuk mengejar ketertinggalan ku dari kalian semua, aku mengorbankan banyak hal untuk apa yang ku capai sekarang, dan dengan tega kau mengatakan harus nya aku keluar…" tangisan Jin pecah, dengan airmata berlinang Jin masih ingin mengutarakan semua perasaannya.
"aku tidak pernah menyesal telah membuang impian ku dan bergabung dengan kalian, aku tidak pernah menyesal menentang keluarga ku dan memilih jalan ini, aku tidak pernah menyesali usaha keras yang telah ku lakukan karena aku percaya aku masih di butuhkan di sini, tapi jika kalian semua merendahkan ku dan bersikap seolah ingin aku keluar, mungkin memang itu yang terbaik sekarang…" lanjut Jin dengan air mata yang semakin deras keluar.
"lakukan sesuka mu!" Yoongi mendorong Jin dengan kasar untuk menyingkir dari jalannya.
Dorongan yang Yoongi lakukan membuat Jin terhuyung kebelakang sehingga membuatnya kehilangan keseimbangan dan kepala bagian belakannya membentur gagang pintu. Jin tersungkur tak sadarkan diri.
"Ya Tuhan apa yang ku lakukan" ujar Yoongi panik setelah sadar Jin tergeletak di lantai.
"hyung… Jin hyung bangun…" Yoongi berlutut memeriksan Jin dan alangkah terkejutnya setelah melihat darah di tangannya yang baru saja mengusap kepala belakang Jin.
"SIAPAPUN TOLONG… TOLONG CEPAT KEMARI" teriak Yoongi dengan harapan siapapun bisa membantu nya.
"hyung ada apa?" Jungkook dan Jimin yang kebetulan mendengar Yoongi datang menghampiri.
"Astaga Jin hyung kenapa hyung? Kenapa dia pingsan dan dari mana darah itu?" ujar panik Jimin.
"jangan banyak Tanya panggil yang lain" jawab gusar Yoongi yang masih memangku kepala Jin.
Jimin dan Jungkook bergegas memanggil yang lainnya, dan tak butuh waktu lama member lain pun dan datang. Raut wajah mereka tak dapat didefinisikan, takut, panik, kaget semua tergambar jelas di wajah mereka apa lagi Namjoon. Dengan kasar Namjoon mendorong Yoongi menjauh dan mengambil alih Jin dalam pelukannya.
"apa yang sudah kau lakukan padanya hah? Tidak cukup kau maki, kau rendah kan, kau injak harga dirinya, sekarang kau ingin membunuhnya?" Bentak Namjoon sangat keras.
"aku… tidak bermaksud…" Yoongi tidak bisa melanjutkan kata katanya, ia terlalu shock dan merasa bersalah.
"sebaiknya kita cepat bawa Jin hyung ke rumah sakit" Jhope sudah bersiap membantu mengangkat Jin namun Namjoon menjauhkan tangannya dari Jin.
"jangan sentuh, jangan ada satu pun dari kalian yang berani menyentuh Jin hyung, atau kalian akan berhadapan dengan ku" ujar dingin Namjoon.
Namjoon mengambil handphone nya dan menelpon menager mereka, setelah selesai dia mengangkat Jin seorang diri dan mengabaikan tatapan hawatir dari yang lain.
.
.
.
Jin sudah di larikan ke rumah sakit dan di beri penanganan yang tepat. Lukanya tidak parah, hanya kepala bagian belakannya tergores gagang pintu, dan karena tubuhnya sedang tidak sehat, benturan tadi membuatnya kaget dan pingsan. Setelah selesai di beri penanganan, Jin di pindah ke ruang rawat. Namjoon tidak membiarkan siapa pun masuk ke ruangan Jin kecuali dia dan Manager, yang artinya member Bangtan yang lain di larang keras mendekati ruangan Jin. Sadar diri akan kesalahan mereka, akhirnya member lain pun terpaksa harus pulang karena manager mereka juga sudah angkat bicara.
keesokan harinya Jin sudah mulai sadar, ketika dia membuka matanya yang ia lihat pertama kali adalah Namjoon yang duduk di samping ranjangnya sambil tersenyum kearahnya.
"Namjoon… dimana ini…" Jin berusaha duduk namun Namjoon mencegahnya, sebagai gantinya Namjoon menaikan sedikit sandaran ranjang Jin.
"ini di rumah sakit, kau pingsan tadi malam karena terbentur"
"ah iya aku baru ingat, tadi malam aku tidak sengaja terpeleset dan jatuh" ujar Jin.
"jangan bohong pada ku, aku tahu Yoongi hyung mendorong mu, entah sengaja atau tidak yang pasti dia sudah keterlaluan" ekspresi Namjoon berubah dingin.
"tidak…tidak… kau salah… dia tidak bermaksud begitu…"
"jangan terus melindungi kesalahan mereka hyung, jika kau terlalu baik seperti ini mereka tidak akan berubah" nada bicara Namjoon meninggi.
"tidak papa mereka tidak berubah, karena aku yang akan pergi mengalah" Jin menatap Namjoon sedih.
"Maksud mu kau akan keluar? Tidak, itu tidak boleh terjadi. Yang benar saja" Namjoon benar benar emosi sekarang, sedangkan Jin mulai meneteskan airmatanya.
"aku hanya beban Namjoon, aku tidak berguna di Bangtan, aku hanya membuat mereka stress. Dari awal aku memang egois selalu berpikir jika aku masih di butuhkan, tapi sekarang aku sadar, tak ada gunanya aku bertahan di tempat dimana aku tidak di inginkan" Jin menangis tersendu.
"aku mengingin kan mu… fans yang mencintai mu menginginkan mu… tidak kah itu cukup menjadi alasan untuk bertahan?"
"ku yakin jumlah orang yang tidak menginginkan ku jauh lebih banyak…"
"Jinseok dengar, mereka hanya di butakan oleh stress mereka. Mereka hanya lelah dan tidak tau harus melampiaskan pada siapa, saat mereka sadar ku yakin mereka akan menyesalinya, bahakan mereka akan bersujud mencium kaki mu karena terlalu menyesal. Bertahanlah sedikit lagi, kita akan buat mereka sadar, kita akan buat mereka kembali seperti member Bangtan yang dulu" Namjoon memeluk Jin.
"apa itu mungkin…" gumam Jin.
"pasti… apa pun caranya aku akan menjaga keutuhan Bangtan, dan aku tidak akan pernah melepasmu" Namjoon mencium kening Jin penuh sayang.
.
.
.
"hyung apa kita sudah boleh menjenguk Jin hyung? Sudah dua hari sejak Jin hyung masuk rumah sakit kita tidak melihatnya" ujar Taehyung memecah keheningan dorm.
"iya hyung kami juga ingin tau keadaan Jin hyung, kami yang secara tidak langsung membuat Jin hyung sakit dan sekarang kami malah diam saja di sini" timpal Jimin.
"tapi kau tau sendiri kan Namjoon melarang kalian mendekati Jin, jangan kan mendekat, untuk pergi ke rumah sakit saja kalian di larang keras" jawab Manager mereka.
"tapi bukannya sekarang Namjoon hyung sedang sibuk meeting untuk menggarap lagu kolaborasi, dia tidak akan tau kalau kita mengunjungi Jin hyung" sahut Jungkook.
"maaf saja ya, Namjoon sudah minta tolong pada ku untuk mengawasi kalian, jadi lebih baik kalian diam dan jangan macam macam" kata tegas Manager.
"hyung, pikirkan juga perasaan kami, kami juga meresa bersalah, kami sadar kami keterlaluan karena selama ini menjadikan Jin hyung sebagai pelampiasan lelah kami, dan melihat Namjoon berusaha begitu keras untuk menjauhkan kami dari Jin hyung membuat kami sadar kalau kami memang keterlaluan, bahkan Yoongi hyung terus mengurung diri di studionya karena merasa bersalah" sekarang Jhope mulai angkat bicara.
"kalian juga pikirkan perasaan Jin, apa saja yang kalian lakukan selama ini padanya, aku tahu kalian lelah dan stress dan di depan kalian hanya ada Jin yang bisa digunakan untuk melampiaskan kemarahan, tapi itu sungguh keterlaluan, dia tidak pernah berbuat jahat pada kalian tapi kalian selalu jahat padanya. Dia perhatian kepada kalian tapi selalu kalian abaikan bahkan yang terakhir Yoongi melukainya walaupun itu tidak sengaja, bukankah kalian yang terburuk? Aku bersyukur setidaknya mata Namjoon sudah terbuka sekarang, dan itu berarti ada yang melindungi Jin saat aku tidak ada, sekarang dia yang tidak ada di sini jadi aku yang akan melindunginya" akhirnya semua yang mengganjal kepala Manager BTS itu tercurah.
"lalu kami harus diam saja dan membuat kekacauan ini semakin parah? Kami ingin bertemu dengan Jin hyung dan minta maaf tapi kau dan Namjoon malah menyembunyikannya dan memperkeruh suasana" sahut Jhope tak terima.
"lalu bagaimana jika Jin sendiri yang tidak ingin bertemu kalian?"
"apa maksud hyung?" Taehyung mulai terpancing.
"dia meminta ku menyiapkan surat mengunduran diri dari agensi ini"
"kau bercanda?" Yoongi yang baru sadatang masuk rumah langsung di kagetkan dengan kabar buruk itu.
"kalau kau tidak percaya, ini buktinya" Sejin, manager BTS mengeluarkan selembar kertas yang berisi pengajuan pengunduran diri. "aku dan Namjoon masih berusaha meyakinkannya untuk tetap tinggal, maka dari itu kami menjauhkan Jin dari sumber masalahnya untuk sementara, jika kalian menemuinya sekarang aku takut jika dia makin ingin keluar dari Bangtan"
Tidak menjawab perkataan managernya, Yoongi malah bergegas ke kamarnya.
"mau kemana hyung?" Tanya Jimin sambil menarik tangan Yoongi yang akan memasuki kamarnya.
"aku mau menemui Jin hyung, mencium kakinya, menyembah minta ampun padanya" Yoongi menghempaskan tangan Jimin, masuk kamar dan membanting pintu kamarnya dengan kasar.
"aku ikut, aku harus mencium kaki Jin hyung juga" Jungkook bangkit dari duduknya dan menuju kamar untuk bersiap.
"kami ingin menyelesaikan masalah ini dengan Jin hyung, jadi aku harap hyung jangan menghalangi kami" Hoseok mengisaratkan Jimin dan Taehyung untuk segera bersiap.
"sepertinya Namjoon harus kemari secepatnya…" ujar Sejin saat member BTS mulai bubar.
.
.
.
Setelah berganti baju, Yoongi siap untuk berangkat tapi saat hendak akan mengambil topinya dia terdiam sejenak memandang sisi lain kamarnya yang dihuni oleh Seokjin. Kamar mereka terpisah oleh sebuah rak besar jadi seolah kamar mereka terpisah menjadi dua ruangan. Yoongi ingat dia tidak banyak menghabiskan waktu dengan Jin walaupun mereka sekamar sejak pindah ke dorm baru, karena nyatanya dia jarang tidur di kamarnya, sekalipun tidur di sini dia hanya akan tidur tanpa ada interaksi dengan penghuni lain kamar ini.
Flashback
"Yoongi-ah, kau pulang larut sekali, apa kau sudah makan? Apa mau ku buatkan makanan atau minuman hangat?" Jin terbangun saat mendengar suara Yoongi yang memasuki kamar mereka.
"tidak perlu aku mau langsung tidur, berhentilah mengoceh dan kembali tidur" Suga melepas jaketnya dan mulai membaringkan diri di tempat tidurnya.
Jin keluar dari kamar untuk beberapa saat lalu dia masuk kembali dengan membawa susu hangat dan roti bakar dengan selai coklat di tangannya. Dia membawa makanan itu ke meja nakas di samping ranjang Yoongi.
"Yoongi bangun dulu, makan ini sebentar setelah itu kembali tidur, aku tau kau belum makan apapun seharian ini, aku tidak mau kau sakit" bujuk Seokjin meski Yoongi tidak menunjukan reaksi apapun dan tetap menutup matanya.
"Yoongi ku mohon buka mata mu sebentar, setidaknya makan sedikit saja yang penting perut mu terisi"
"kau ini berisik sekali sih hyung, aku hanya ingin tidur, pergilah dan jangan ganggu aku" bentak Yoongi yang kini terduduk.
"aku tau hari ini kau kurang enak badan dan tidak sempat makan, jadi ku mohon makanlah sedikit saja, aku juga sudah menyiapkan vitamin untuk kau minum setelah itu istirahatlah dan aku tidak akan mengganggu mu" Jin masih terus membujuk Yoongi, pasalnya hari ini Jin merasa Yoongi kurang sehat, dia tidak sempat makan dan memaksakan diri bekerja seharian.
Karena jengah dengan omelan Jin, Suga minum seteguk susu, dan tidak lupa menelan tablet vitamin dengan rasa jeruk yang juga ada di nampan yang di bawa Jin, lalu menyerahkan nampan berisi makanan itu pada Jin dan mendorong Jin menjauh.
"sekarang sana pergi dan jangan ganggu aku" Yoongi menenggelamkan diri di dalam selimutnya.
"baiklah, selamat malam Yoongi"
End of Flashback
Yoongi melangkahkan kaki di kamar bagian yang di tempati Jin, lalu mendudukan dirinya di ranjang Jin. Sungguh, ini pertama kalinya dia menginjakan kaki di bagian yang di tempati Jin. Yoongi mengedarkan pandangannya ke seluruh area yang biasa menjadi tempat member tertua BTS ini. Kamar ber cat putih dengan banyak ornament pink itu sungguh mengingatkan Yoongi pada Jin.
"ranjang mu sangat hangat dan lembut, kamarmu sangat mencerminkan dirimu hyung…. Aku adalah roommate yang paling buruk" wajah Yoongi menyendu
"aku menyesal…. Jangan tinggalkan aku dan Bangtan…. Kau bilang kita akan sekamar selamanya kan…" Yoongi ingat candaan Jin yang mengatakan dia ingin terus sekamar dengan Yoongi selamanya, bahkan sampai mereka menikah.
"aku janji setelah ini aku akan sering tidur di dorm, aku janji akan makan tepat waktu, aku janji tidak akan melukai mu lagi hyung…"
"jika kau tidak bersama kami…. Aku yakin aku sudah benar benar mati karena penyakit yang ku buat sendiri" dia juga ingat Jin yang selalu mengingatkannya makan, minum vitamin agar dia tidak sakit, karena dengan gaya hidup tidak sehat Yoongi, sangat memungkinkan dia jatuh sakit dengan mudah.
.
.
.
Sebelum member Bangtan yang lain keluar dari dorm, Namjoon sudah ada di depan pintu untuk mencegah mereka.
"jika kau mau melarang ku untuk bertemu Jin hyung aku tidak perduli lagi pada mu, aku ingin minta ampun padanya, dan kau tidak bisa menghalangi ku lagi" Yoongi melemparkan pandangan tajam pada Namjoon yang tepat berada di depannya.
"aku sudah bersusah payah untuk membuatnya mau bertahan di Bangtan, jangan buat usaha ku sia sia" sahut Namjoon dengan penuh tekanan.
"jangan bertingkah seolah kau suami Seokjin hyung, aku yang akan membuatnya tetap bertahan di Bangtan selamanya" Yoongi makin meninggikan suaranya.
"kau yang jangan bertikah seolah kau pasti akan di maaf kan, kau tau syarat yang dia minta untuk tetap di Bangtan? Dia akan terus menjadi anggota Bangtan asal dia hidup terpisah dan menjauh dari kalian semua, sadarlah hyung dia itu masih takut bertemu dengan mu" bentak Namjoon keras.
"aku sedang berusaha menahannya agar dia tetap menjadi bagian dari kita tolong jangan rusak usaha ku" lanjut Namjoon.
"hyung… aku ingin bertemu Jin hyung… ku mohon hyung…." Jimin menangis tersendu sambil memeluk lengan Namjoon.
"kalian akan bertemu Jin hyung, tapi tolong bersabarlah. Luka yang kalian torehkan pada Jin hyung lebih parah dari yang kalian banyangkan. Jin hyung itu punya hati malaikat dan pemaaf, jika dia sampai tidak ingin melihat wajah kalian itu berarti dia sudah pada batas kesabarannya" sahut Namjoon dengan penuh penekanan di setiap kalimatnya.
"lalu kami harus tetap diam melihat Seokjin hyung terus terluka? Kami hanya ingin mohon ampun padanya hyung…" Jungkook mulai angkat bicara walau dia berderai air mata.
"aku akan membawanya pulang Jungkook, tapi tidak sekarang. Aku hanya ingin kalian bersabar sedikit lagi, biarkan Jin hyung tenang dan pada saat yang tepat aku akan membawanya pulang" jawab Namjoon dengan nada yang lebih lembut.
"percuma jika kalian pergi ke rumah sakit, karena Jin hyung sudah tidak di sana. Aku tidak berniat menyembunyikannya, tapi dia benar benar tidak ingin pulang, dia menangis dan bersikeras ingin pulang ke rumah orang tuanya, untuk itu aku membawaya ke suatu tempat untuk sementara" lanjut Namjoon sebelum berlalu pergi meningglkan member Bangtan.
.
.
.
Beberapa hari kemudian semua member Bangtan mendapat kabar jika Jin akan pulang. Dengan suka cita mereka semua membersihkan dorm, membeli banyak makanan dan membeli banyak hadiah untuk menyambut Jin.
"Jin hyung~~!, aku senang sekali Jin hyung sudah kembali" Jimin berlari dan memeluk Jin.
"hyung sudah merasa sehat? Kookie kangen sama hyung" Jungkook juga ikut memeluk Jin.
Jin tidak menjawab, dia hanya tersenyum lemah dan berusaha melepaskan pelukan Jimin dan Jungkook.
"hyung?" ujar bingung Jimin.
"Namjoon-ah, aku lelah. Aku ingin istirahat" Jin tersenyum sejenak sebelum mengalihkan pandangannya pada Namjoon.
"baiklah hyung, kamar mu sudah di bersihkan, kau bisa istirahat di sana" ucapan Namjoon membuat Yoongi yang berdiri tidak jauh dari sana, memangdang dengan penuh harap.
"tidak… aku tidak ingin tidur di sana… aku tidak ingin masuk kesana…" Jin mendekatkan dirinya pada Namjoon dan dengan kedua tangannya dia berpegang pada lengan Namjoon.
"baiklah, jika kau tidak ingin tidur di sana kau bisa tidur di kamar member lain" ujar Namjoon dengan sangat lembut.
Semua member Bangtan mendengar apa yang Jin katakan. Mereka sangat mengerti jika ada yang berubah dari Jin. Jin tersenyum pada mereka, tapi dia tidak sudi bicara atau memandang mereka, itu artinya mereka tidak jauh beda kedudukannya dengan orang asing bagi Jin.
"aku tidur dengan mu" ujar Jin pelan.
"aku mengerti, masuklah ke kamar dulu, aku akan membereskan barang barang mu dulu setelah itu aku menyusul" tanpa menjawab Jin langsung mengikuti perkataan Namjoon untuk masuk ke kamarnya.
Setelah Jin memasuki kamarnya semua member Bangtan tertunduk lemas. Hati mereka terasa sakit bukan main melihat hyung kesayangan mereka seperti itu.
"sekarang kalian mengerti apa yang ku maksud kan? Tolong setelah ini jangan ada yang memaksa Jin hyung berbicara atau apapun, dan jangan tinggikan suara kalian. Kalian bisa bicara dengannya setelah dia istirahat" ujar Namjoon.
.
.
.
Keesokan harinya saat waktu sarapan, para maknae dengan semangat menyiapkan sarapan untuk hyung kesayangan mereka yang baru saja kembali ke dorm. Mereka memang buruk dalam urusan dapur, tapi demi sang hyung tercinta ketiga maknae itu rela semalaman mempelajari menu sarapan sehat yang layak untuk dimakan.
Setelah mereka menyelesaikan menu sarapan itu, mereka bergegas membawanya ke kamar leader yang juga di tempati oleh Jin sekarang.
"hyung permisi, bisa kita masuk? Aku, Jungkook dan Taehyung mengantar makanan untuk hyung" Jimin meminta ijin bada Jin yang rupanya sedang membaca buku di dalam kamar Namjoon.
"masuklah" jawab singkat Jin tanpa mengalihkan pandangan dari buku yang ia baca.
"hyung makan dulu ya, ini Jimin, Taetae sama Kookie bikini sarapan buat hyung, cuma omelette dan sup sih, Jimin harap hyung suka" Jimin meletakan nampan makanan Jin di ikuti dengan Jungkook di belakangnya yang membawa buah potong untuk cuci mulut.
"hyung makan yang banyak ya, kalo hyung mau yang lain bilang saja, nanti biar ku belikan" ujar Jungkook ceria.
"taruh saja makanannya di situ, nanti ku makan" sahut dingin Jin.
"makan sekarang saja hyung, mumpung masih hangat, aku temani hyung makan di sini ya" Taehyung mendekat kearah Jin berusaha mendapatkan perhatian Jin.
Jin menghela hafas dan menutup bukunya lalu menatap ketiga adiknya itu dengan tatapan dingin. Melihat tatapan Jin yang begitu dingin membuat Jimin tidak mampu menahan air matanya, sekarang dia mengerti bagaimana sakitnya tidak diperdulikan. Jin bahkan hanya menatapnya dingin dan rasanya sakit sekali, bagaimana Jin dulu saat semua member berlaku dingin dan kasar padanya.
Sedetik… hanya sedetik saja raut wajah Jin berubah sedikit cemas saat melihat Jimin menangis, bahkan perubahan ekspresinya tidak di sadari oleh ketiga adiknya itu.
"hyung… maaf… Jimin minta maaf hyung… tolong jangan seperti ini…" Jimin terduduk di hadapan Jin sembari memeluk kaki Jin dengan tangisnya yang makin menjadi.
Jungkook dan Taehyung yang melihat Jimin terisak tak kuasa menahan tangis mereka juga. Mereka sadar jika dulu mereka bahkan lebih buruk dalam memperlakukan Jin, dan sekarang hanya melihat Jin menatap dingin saja rasanya sudah sakit bukan main.
"maaf hyung… walaupun kami tidak pantas dimaafkan… tapi kumohon…. Maafkan kami…" Jungkook ikut berlutut bersama Jimin sedangkan Taehyung yang ada di samping Jin memeluk Jin dengan erat.
"aku sudah memaafkan kalian, dan seharusnya kalian yang jangan seperti ini" Jin memberi jeda sejenak sebelum melanjutkan perkataanya. "dari awal memang aku yang suka mengganggu kalian, dan sekarang aku tidak akan menggangu kalian lagi, jadi kalian jangan mengganggu ku"
"hyung… jebal…. Ku mohon jangan seperti ini hyung… pukul atau tampar aku asalkan kau jangan seperti ini" ujar Taehyung dalam tangisnya.
"kalian harus mengerti jika luka di hati tidak akan mungkin hilang hanya dengan kata maaf, kalian harus mengerti jika luka yang kalian torehkan sejak lama itu sudah sangat parah dan susah untuk sembuh" Jin masih mempertahankan wajah dinginnya walaupun airmata telah membasahi pipinya.
"kami mengerti sekarang hyung… maaf…"
.
.
Setelah drama penuh air mata di pagi hari oleh para maknae, sorenya saat Hoseok akan mengantarkan makanan untuk Jin, ia dikejutkan dengan Seokjin yang menangis tersendu di dalam kamar. Saat ditanya Jin hanya menggelang dan tak sedikitpun ingin menjawab.
"Oh Tuhan syukurlah kau cepat datang Namjoon, Jin hyung menangis di kamar, kami semua tidak tau sebabnya, dia tidak menjawab saat kami Tanya" ujar Hoseok saat melihat Namjoon datang.
"apa sebelumnya terjadi sesuatu?" Tanya Namjoon yang masih sibuk melepas sepatunya.
"sepertinya tidak ada, aku khawatir Namjoon-ah" lanjut Hoseok.
"aku akan melihatnya" Namjoon bergegas masuk kedalam kamarnya dan benar di sana dia melihat Jin menangis.
"hey hey ada apa sayang? Kenapa menangis?" Namjoon memeluk Jin yang sedang menangis tersendu.
Jin membisikan sesuatu pada Namjoon dan bisikan itu membuat Namjoon sedikit bernafas lega, Namjoon sempat berpikir jika Jin kesakitan atau apa.
"tahan sebentar lagi sayang, ku mohon bertahanlah sebentar lagi" Namjoon mencium kening Jin berharap itu dapat menenangkan Jin dan Jin pun merespon dengan anggukan lemah.
Member Bangtan yang lain pun hanya bisa menatap Namjoon dan Jin bingung. Entah mengapa mereka merasa sedang melukai hyung mereka itu sehingga dia menangis.
"sekarang kau makan dulu ya, setelah itu istirahat. Hoseok tadi membawakan makanan untuk mu" Namjoon sedikit melonggarkan pelukannya untuk menatap wajah Jin.
"aku sudah terlalu banyak istirahat, kepala ku pusing karena terlalu banyak tidur, bagaimana kalau setelah aku makan kau bawa aku ke studio mu, aku memikirkan sesuatu untuk kulakukan di sana" Jin menatap penuh harap pada Namjoon dengan mata sembabnya.
"baiklah, tapi kau harus menghabiskan makanan mu dulu" Namjoon membawa makanan yang di bawa hoseok pada Jin.
.
.
.
Sesampainya di studio Namjoon, Jin menyibukan diri dengan peralatan music dan beberapa kertas, ketika Namjoon bertanya apa yang dia lakukan Jin hanya tersenyum manis ke arahnya.
"sayang, sebenarnya apa yang sedang kau lakukan? Kau mengambil alih meja kerja ku dan kau tidak memberi tahu ku apa yang kau lakukan" Namjoon memeluk Jin dari belakang karena dia mulai merasa bosan menunggu Jin.
"aku sedang menulis sebuah lagu, bukan kah di album selanjutnya kita di perbolehkan untuk memiliki lagu solo, waktu itu Hoseok sudah memberiku gambaran melodinya aku ingin membuat liriknya dan menyempurnakan melodinya" Jin membalikan kursinya dan menatap pria yang diyakini telah menjalin hubungan dengannya selama beberapa hari.
"kenapa tidak minta tolong pada ku? Aku bisa menyempurnakan melodinya untuk mu, dan aku juga akan membantu dalam liriknya" Namjoon tidak tahan untuk tidak memeluk Jin, dia menyuruh jin untuk berdiri, lalu menduduki tempat Jin tadi dan mendudukan Jin di pangkuannya.
"aku juga merasa tidak enak dengan Hobie, lagi pula aku sudah mendapatkan ide untuk lirik lagu ku, aku ingin lagu ini benar benar jadi milik ku, jika memang nanti aku mengalami hambatan aku pasti minta tolong padamu" Jin mengusap lembut pipi Namjoon.
"apa masih lama? Aku ingin bermanja dengan mu" Namjoon menghirup wangi tubuh Jin dari perpotongan lehernya.
"kenapa kau jadi manja sekali Namjoonie?"Jin mengacak rambut Namjoon gemas.
"semenjak kita pacaran, kita tidak pernah punya waktu berdua, kita tidak pernah kencan atau semacamnya" Namjoon menegakan wajahnya menatap Jin.
"oh, kekasih kecil ku ini sedang merajuk rupanya, oke katakana pada Jin hyung mu ini apa yang kau inginkan" Jin tidak bisa menahan senyumnya saat mendengar pernyataan Namjoon.
"waktu untuk menghabiskan malam berdua mungkin? Aku akan mengkoreksi lagu mu setelah itu, aku janji" Namjoon sengeluarkan seringai ganjil di wajahnya.
"menghabiskan malam berdua seperti apa yang kau maksud tuan Kim?" Jin membalasnya dengan senyum jahil.
"kau pasti tahu apa yang ku maksud sayang" Namjoon mulai menciumi leher Jin dan memasukan tangannya dalam buju yang Jin kenakan.
"hm…Namjoon… jangan di sini…" Jin mencoba menahan tangan Namjoon.
"lalu kau mau di mana?" ujar Namjoon tanpa menghentikan kegiatan yang ia lakukan.
"Hey! Dengarkan aku dulu, aku baru saja sembuh dan kau ingin meminta itu dari ku, kejam sekali kau Kim Namjoon" Jin menangkup wajah Namjoon agar pacarnya itu berhenti menciumi lehernya.
"baiklah… baiklah… aku tidak akan melakukan apapun, lihatkan betapa pengertiannya aku karena aku sangat mencintai mu" cemberut Namjoon.
"kau imut sekali Namjoonie, karena Namjoonie sangat baik dan menggemaskan…" Jin mengambil tangan Namjoon yang baru saja berhenti meraba tubuhnya dan membawanya menuju kancing atas baju yang ia kenakan. "dia pantas mendapat hadiah" Jin mengedipkan matanya sembari tersenyum nakal.
"jangan menyesal kalau nanti kau sulit berjalan dan kesakitan" ancam Namjoon dengan wajah gembira.
"jangan banyak bicara dan kunci pintunya" Jin mengalungkan tangannya ke leher Namjoon.
"aku sudah menguncinya dari tadi" Namjoon mengecup sekilas bibir Jin.
"dasar mesum, kau pasti sudah merencanakannya dari tadi"
Dan mereka pun melanjutkan kegiatan intim mereka di dalam studio pribadi milik sang leader BTS.
.
.
.
Satu bulan terlewati dan tak ada yang berubah dari Jin, dia tetap bersikap dingin pada para member BTS selain Namjoon, dan para member pun hanya bisa pasrah dan terus menjerit dalam hati terluka karena sikap dingin hyung mereka itu.
Kemudian di hari percobaan pertama untuk take suara lagu solo member….
"kau siap sayang?" Tanya Namjoon yang berada di sisi lain ruang rekaman dengan produser yang lain dan semua member BTS.
"ok aku siap" jawab Jin yang bersiap untuk bernyanyi.
It's not that I believe it
But that I want to try holding out
Because this is
All that I can do
I want to remain
I want to dream more
Even so, what I'm saying is
That it's time to leave
Yeah it's my truth
It's my truth
I will be covered with wounds all over
But it's my fate
It's my fate
Still, I want to struggle and fight
Maybe I, I can never fly
I can't fly like the flower petals over there
Or as though I have wings
Maybe I, I can't touch the sky
Still, I want to stretch my hand out
I want to run, just a bit more
I'm just walking and walking, among this darkness
My happy times asked me this question
You, are you really okay, it asked me
Oh no
I replied, no, I'm so afraid
Still, I hold the 6 flowers tightly in my hands
I, I'm just walking, I said
Oh no
But it's my fate
It's my fate
Still, I want to struggle and fight
Maybe I, I can never fly
I can't fly like the flower petals over there
Or as though I have wings
Maybe I, I can't touch the sky
Still, I want to stretch my hand out
I want to run, just a bit more
Wide awake wide awake wide awake
Don't cry
Wide awake wide awake wide awake
No lie
Wide awake wide awake wide awake
Don't cry
Wide awake wide awake wide awake
No lie
Maybe I, I can never fly
I can't fly like the flower petals over there
Or as though I have wings
Maybe I, I can't touch the sky
Still, I want to stretch my hand out
I want to run,
Just a bit more
Nyanyian Jin membuat semua orang yang berada di studio terdiam kagum sembari meneteskan air mata. Ada dari mereka yang meneteskan air mata haru, dan ada dari mereka yang merasa sedih dan berdosa mendengar nyanyian Jin, mereka merasa telah melukai hati seorang malaikat sekarang. Setelah selesai bernyanyi perasaan Jin bercampur aduk, dia merasa senang, lega, sedih, terluka, dan frustasi di saat bersamaan. Setelah meletakan headset dan kertas liriknya dia langsung berlari ke arah Namjoon dan memeluk pria itu dengan erat sembari menangis histeris.
"kau melakukannya dengan sangat baik sayang… nyanyian mu sangat indah, benar-benar indah… terimakasih… terimakasih untuk lagu yang sangat indah ini…." Namjoon mencium kening Jin dengan sanyang dengan air mata yang menetes di ujung matanya.
Tangis para member BTS makin menjadi saat mendengar ucapan Namjoon. Mereka setuju jika lagu itu sangat indah… dan mereka sangat mengerti jika lagu itu adalah curahan hati Jin selama ini, rasa frustasinya, kesedihannya, harapannya, semua tercurah pada lagu yang indah itu.
.
.
.
Setelah sesi rekaman yang penuh dengan air mata, Namjoon membawa Jin ke studionya untuk menenangkan diri. Namjoon tau Jin merasa sangat emosional karena lagu ini adalah curahan hatinya dan kesedihannya yang sudah lama dia pendam.
"Namjoon…" Jin memecah keheningan dalam studio Namjoon itu.
"ada apa sayang" jawab lembut Namjoon sembari mengusap jejak air mata di pipi Jin.
"apa aku melakukannya dengan baik? Apa suara ku jelek?" Tanya Jin.
"kau melakukannya dengan sangat baik sayang, suara mu sangat indah, kau membuat hati semua orang luluh dengan suara mu yang indah" jawab Namjoon dengan senyuman.
"apakah itu berarti aku masih pantas menjadi anggota Bangtan? Apa suara ku sudah cukup bagus untuk tetap bertahan di sini? Apa lagu ini akan membuat fans senang? Apa dengan ini mereka di luar sana tidak akan menghina ku lagi? Apa… apa…" tangis Jin kembali pecah.
"Jinseok! Dengar, jangan pernah berkata semua hal menyedihkan itu lagi, kau sangat pantas menjadi anggota BTS, kau selalu membuat para fans senang dan bahagia, orang orang yang menghina mu pasti akan bungkam setelah mendengar nyanyian mu, kau sangat indah sayang, semua yang ada pada diri mu sangat indah dan berharga, maka dari itu jangan pernah menganggap diri mu rendah dari orang lain sekalipun itu Jungkook yang sangat berbakat" Namjoon menatap Jin dengan tegas, dia sungguh tidak ingin Jin selalu berkecil hati dan merasa tak selevel dengan anggota BTS yang lain.
"tapi…"
"jika kau masih bersihkeras untuk mengeluarkan kata kata negative tentang diri mu sendiri aku akan benar benar mencium mu sampai kau pingsan" Namjoon tersenyum lembut melihat Jin yang memerah malu malu.
"Namjoon-ah… kau tau kan aku stress sekali akhir akhir ini,aku selalu kesepian karena kau selalu sibuk, kau masih melarang ku untuk memaafkan mereka semua, kau melarang ku bicara dengan mereka, aku bosan dan sangat stress sekarang, pulang nanti kau harus memperkosa ku dengan sangat kasar, kalau perlu sampai aku pingsan agar setidaknya kewarasan ku hilang dan stress ku berkurang" perkataan gila dilontarkan Jin.
"hey hey, undangan mengairahkan macam apa itu? Apa stress membuat mu gila dan mesum?" Namjoon bukannya tidak senang akan undangan Jin untuk menikmati tubuhnya, hanya saja ia merasa aneh jika Jin yang selama ini jarang membahas hal mesum bisa berkata se vulgar itu.
"stress membuat ku tidak bisa berpikir jernih, aku rindu adik adik ku di Bangtan, aku bisa melihat mereka tapi aku tidak bisa bicara atau mendekat pada mereka, dan rasanya sakit terus melihat mereka menangis karena sikap dingin ku" ujar Jin dengan nada sedih.
"baiklah setelah ini kau boleh melakukan apapun tapi tolong beri pelajaran terahir untuk mereka dulu sebelum kau memaafkan mereka" sahut Namjoon mengingatkan.
"iya iya aku tahu…" Jin tiba-tiba mengalungkan tangannya pada leher Namjoon.
"jadi tawaran untuk memperkosa mu itu serius? Kau tahu aku tidak akan menahan diri kan?" Namjoon memasang smrik nakal miliknya.
"jangan menahan diri, saat ini tubuh ku penuh dengan adrenalin karena ini kali pertama aku bernyanyi solo dengan lagu ku sendiri, aku butuh pelampiasan, dan karena aku mempunyai kekasih sekarang jadi aku harus menggunakannya" Jin makin menggoda Namjoon dengan merapatkan tubuh mereka.
"jahatnya aku hanya di anggap sebagai alat pelampiasan" Namjoon pura pura merajuk.
"tapi kau juga bisa melampiaskan semua nafsu mu pada ku kan? Aku tahu selama ini kau menahan diri untuk tidak kasar atau melukai ku saat kita bercinta. Kau masih ingat aku ini laki laki kan? Aku tidak selemah itu, dan aku suka sesuatu yang menantang, jadi aku tidak keberatan melakukannya dengan kasar bahkan sampai pagi…." Bisik sensual Jin di telinga Namjoon.
"aku akan benar benar menerkam mu sampai habis Jinseok. Kau ingin malam ini kita bercinta di mana? Di studio ini? Di dorm? Atau kita pesan hotel?" Namjoon sedikit meremat pinggang Jin karena dia merasa gairahnya telah naik hanya karena bisikan sensual Jin.
"di kamar mu saja, jadi setelah kau menghabisi ku aku tidak perlu banyak berjalan karena sudah pasti besok aku tak akan mampu berjalan" Jin mengedipkan matanya dan melenggang pergi keluar studio.
"kurasa Jinseok ku benar benar sudah hilang kewarasan" Namjoon mengeleng pasrah sembari mengikuti Jin.
.
.
.
Pagi harinya ketika terbangun Namjoon langsung mengurus Jin yang tengah tak sadarkan diri karena kelelahan. Dia mengganti baju Jin dan membersihkan bagian tubuh Jin yang memang butuh di bersihkan tanpa membangunkan Jin karena dia tau Jin pasti sangat lelah dan dia tidak akan bangun sekarang. Setelah selesai dengan Jin , Namjoon mengurus diri sendiri dengan mencuci wajah dan ganti pakaian setelah itu dia keluar dari kamarnya. Keluar dari kamar dia menemukan semua member bangtan kecuali Seokjin tengah duduk berkumpul di ruang tengah dengan wajah kusut dan suram.
"ada apa semua berkumpul di sini?" Tanya Namjoon yang ikut duduk berkumpul dengan member lainnya.
"jangan pura pura bodoh, kapan kita akan menyelesaikan masalah ini? Kapan kami boleh bicara dengan Jin hyung hah?" sahut sewot Yoongi.
"baiklah aku mengerti, setelah dia bangun kalian bisa bicara dengannya, moodnya sedang baik hari ini jadi dia pasti mau mendengarkan kalian, tapi tolong bantu aku menyiapkan makanan untuknya dia butuh sarapan" jawab santai Namjoon, mungkin ini saat yang tepat dia dan Jin mengahiri hukumannya pada member BTS yang lain.
Tak lama setelah Namjoon yang di bantu Yoongi dan Jimin menyiapkan makanan, para member BTS mendengar pekikan suara Jin dari dalam kamar sang Leader, dan tanpa pikir panjang Namjoon langsung menghampirinya di ikuti the maknae's di belakangnya.
"ada apa sayang?" Namjoon menghampiri Jin yang sepertinya terlihat kesakitan.
"kau masih tanya ada apa? Sakit Namjoon, pinggang ku saranya nyeri luar biasa" ujar Jin sedikit berbisik karena ada para maknae yang akan mendengar perkataan ambigu mereka.
"ok ok aku akan mengendong mu untuk sarapan, kau pasti lapar kan?" Namjoon menanggapi Jin dengan senyuman manis.
"kenapa tidak sarapan di sini saja, bawakahn sarapannya kemari aku malas melihat wajah mereka saat makan" ujar dingin Jin sembari milirik sinis pada maknae, dan para maknae pun hanya bisa menunduk sedih dan ingin menangis untuk kesian kalinya karena Jin.
"Jinseok, kita selesaikan semuanya ya" Namjoon menunjukan senyum dengan penuh isyarat pada Jin dan akhirnya Jin mengerti dan menganggukan kepala setuju.
Namjoon membawa Jin yang kesulitan berjalan ke ruang tengah dorm mereka dan mendudukannya di sofa. Para member lain pun seperti tidak mempermasalahkan mengapa Jin digendong seperti itu. Saat Jin mulai menunjukan ekspresi dinginnya, member BTS yang lain langsung seperti ingin menangis. Yoongi yang berusaja menata hatinya agar tidak terlalu emosional dan berakhir menagis di depan Jin, mulai untuk mendekati Jin dengan duduk di lantai di hadapan Jin seperti sedang berlutut minta ampun.
"hyung… aku tau aku tidak akan pernah pantas untuk di maafkan, tapi ku mohon hyung… maafkan aku… pukul aku sepuas mu sekarang juga dengan begitu hati ku juga tenang dan rasa berdosa ini cepat hilang" ujar putus asa Yoongi.
"hyung apa kami sangat jahat padamu? Kami pasti sangat jahat… apa itu berarti tidak ada kesempatan untuk kami?" tangis Jimin pecah di ikuti oleh member lainnya.
"hyung… maaf…" Hoseok sudah tak bisa berkata-kat karena tangis mendominasinya.
"hyung… maaf…hisk..Kookie minta maaf…. Hyung…Kokie kangen hyung…" Jin melihat maknaenya yang sudah tumbuh besar dan terlihat manly itu menangis histeris seperti anak kecil yang kehilangan ibunya dan itu membuat Jin sungguh tidak tahan.
Persetan dengan acting marah yang harus dia jalani, sekarang dia hanya merindukan maknaenya itu, Jungkook adalah adik yang sudah dia rawat sejak dia bergabung dengan Bighit, bagi Jin Jungkook sudah seperti anaknya, dan melihatnya menangis seperti ini juga membuat hati Jin sakit. Jin mengulurkan tangannya untuk mengusap kepala Yoongi, dan mengisyaratkan Jungkook untuk mendekat.
"apa kau mau janji pada ku Yoongi? Apa kau bisa berjanji untuk tidak mengulainginya lagi? Baik pada ku atau pada orang lain, jangan pernah lukai hati seseorang dengan perkataan maupun perbuatan…" ucapan Jin terputus.
"Aku janji hyung… aku bersumpah tidak akan melakukannya lagi…maafkan aku" sela Yoongi.
"ini tidak hanya untuk Yoongi saja, tapi untuk kalian semua" semua member kecuali Namjoon mengangguk dengan air mata yang terus berderai tanpa henti.
"berarti kami di maafkan?" Tanya Taehyung masih dengan tangisannya.
"jika kalian seperti itu lagi, jika kalian menjadi sosok kasar tidak punya hati lagi, aku akan langsung mengundurkan diri dari BTS" ancam Jin yang membuat tangis yang lain makin menjadi.
"tidak akan, Kookie janji jadi anak baik" Jungkook langsung memeluk hyung kesayangannya itu di ikuti member lainnya yang juga memeluk Jin bersamaan.
"sudah… sudah… hyung sudah tidak marah, berhenti menangisnya ya" Jin mencoba menenagkan para member yang menangis sambil memelukinya.
"hisk..hisk…huuuuaaaa…. Kookie kangen sama Jinie hyung….hhuuuaaa" tangis Jungkook makin kencang.
"iya iya hyung juga kangen sama Kookie, sekarang berhenti dulu ya nangisnya" Jin mengusap ngusap kepala Jungkook agar maknaenya itu sedikit tenang.
"hhhuuuaaa…. Gak mau…. Kookie sedih…"
"sedih kenapa? Kan hyung sudah tidak marah lagi" Tanya Jin.
"hisk…Jinie hyung ku udah gak perawan lagi….hisk….hhhuuuaaa…Jinie hyung di perkosa Namjoon hyung semalaman….hisk….Kookie gak terima…." Tangis jungkook makin kencang begitu juga tangis maknae line lainnya dan Suga melah menendang keras Namjoon sedangkan Jin yang merona hebat.
"hisk… Jimin benci Namjoon hyung" tangis jimin makin kencang begitu juga dengan pelukannya pada Jin.
"dasar Namjoon bodoh, mesum, jahat, pokoknya kau yang terburuk" Jhope ikut menghadiahi temannya itu dengan pukulan.
"kalian ini kenapa, jangan bersikap seolah olah aku penjahat, aku dan Jin hyungkan memang sedang menjalin hubungan, jadi wajar jika kami melakukannya, lagi pula aku tidak memperkosanya, kita melakukannya dengan senang hati" bela Namjoon.
"tapi tidak semalaman juga hisk… lihat Jin hyung sampai tidak bisa jalan… aku benci Namjoon hyung" ujar Taehyung tak kalah dramatis.
"YA YA YA, hyung tidak apa apa kalian ini kenapa sih pakai membahas hal seperti itu" wajah Jin semakin memerah karena malu.
"pokoknya Kookie gak suka kalau hyung sama Namjoon hyung, pokoknya Jinie hyung punya Kookie"
"enak aja Jin hyung punya ku" Jimin tak mau kalah.
"eh Jin hyung punya ku, kan dulu hyung deket sama aku" sekarang giliran Taehyung yang tak ingin mengalah.
"Hey maknae's, kenapa kalian jadi berebut pacar ku seperti ini" Namjoon benar benar bingung kenapa kekasihnya yang manis itu justru diperebutkan sekarang.
"jangan sok, kau baru jadi pacar belum suaminya" ujar ketus Yoongi sembari kembali menendang kaki Namjoon.
"gak mau tau Jin hyung punya ku" Jungkook masih bersikukuh memeluk Jin sampai Jin sesak di buatnya.
"sudah sudah, hyung gerah dan lapar, lepasin dong" Jin mencoba melepas pelukan adik adiknya itu.
"iya apa kalian tidak kasihan Jin hyung kelaparan dan kepanasan" sahutan Namjoon membuat para maknae dan J-hope yang masih memeluk Jin melepaskan pelukannya.
"akhirnya lepas juga, dengar ya adik adik ku yang manis, maaf kalau hyung dan Namjoon berisik tadi malam, lain kali hyung akan pesan hotel saja kalau akan melakukannya, dan lagi jangan kalian salahkan Namjoon, dia tidak sepenuhnya salah, aku sendiri meminta itu darinya karena aku sangat stress karena proses pembuatan lagu dan karena masalah ku dengan kalian" belum sempat Jin menyelesaikan kata kata nya adik adiknya kembali menangis.
"HHUUUAAAA maaf hyung…" tangis para maknae.
"Ya Ampun sudah jangan nangis lagi, yang penting sekarang hyung tidak marah kan. Sudahlah aku lapar, sayang bawa aku ke dapur aku ingin makan" Jin menghampiri Namjoon dan memeluk untuk minta gendong.
"HHHUUUAAAA jangan sayang sayang didepan ku…hisk…" Jungkook kembali histeris sedangkan sepasang kekasih itu malah melenggang meninggalkan keributan untuk sarapan yang tenang di dapur.
"Ya ampun, semua memang sudah kembali seperti dulu, tapi ini makin merepotkan, Jungkook dan lainnya jadi semakin manja" gerutu Jin sambil mulai memakan sarapannya.
"itu artinya mereka sayang sekali pada mu kan" sahut Namjoon.
"sayang sih sayang, aku pun juga sangat menyayangi mereka, hanya saja kau setiap hari harus digelayuti seperti itukan repot juga, belum lagi mereka cemburu dengan mu, sepertinya aku pindah kamar saja ke kamar mu" Jin ngeri sendiri membayangkan setiap hari dia harus jadi sasaran manja para member.
"kamar ku bisa di bakar kalau kau pindah kesana sayang. Sabar dulu ya, setelah kita pindah dorm akan ku pastikan kau punya kamar sendiri dan punya privasi yang cukup, setidaknya sekarang Bangtan sudah kembali harmonis" Namjoon tersenyum sambil menggenggam tangan Jin.
"kau benar, aku sangat bahagia sekarang, dan ku harap keharmonisan ini bertahan selamanya, terimakasih Namjoon…terimakasih membuat ini semua terjadi" Jin bangkit dari tempat duduknya dan memeluk Namjoon.
"tidak sayang, terimakasih… kaulah yang membuat ini terjadi, kau menyadarkan ku dan menyadarkan yang lainnya akan kesalahan kami pada mu… terimakasih aku sangat mencintai mu" balas memeluk Jin.
"aku bahkan lebih lama mencintai mu Namjoon" Jin mencium bibir Namjoon untuk menyalurkan rasa cintanya, dan tanpa mereka sadari…
"HUUUAAA…..AKU BENCI NAMJOON HYUNG… JANGAN CIUM JINIE HYUNG KU" teriak Jungkook yang melihat Jin dan Namjoon ciuman.
"Jinseok, kelinci kecil kita merajuk" Namjoon melepaskan tautan mereka karena Jungkook sepertinya bersiap melemparinya bantal sofa.
"kelinci manis ku sudah bisa cemburu rupanya, aku tidak ingat membesarkannya menjadi kelinci posesif begitu, tapi tak apalah dia menggemaskan sekali, dan yang pasti kau yang akan babak belur bukan aku" Jin malah memeluk Namjoon agar Jungkook makin murka dan Namjoon yang akan kena.
"sayang, kau bukan membela ku malah mengumpankan ku" ujar pasrah Namjoon.
Dan akhirnya bantal sofa sukses mendarat di kepala Namjoon disusul dengan barang barang lain yang berterbangan ke arahnya sedangkan Jin yang sudah melepaskan Pelukannya dari Namjoon di bawa Yoongi menghindar agar tidak terkena lemparan maut maknae line ft Jhope.
"hyung duduk sini sama aku, biarkan Namjoon di eksekusi para maknae" Yoongi membawa Jin duduk di sofa ruang tengah sambil memberikan Jin makanan yang tadi belum habis Jin makan.
"terimakasih Yoongi" Jin tersenyum manis pada roomatenya itu.
"manis…cantik… sangat cantik" Yoongi mengusap lembut pipi Jin dan itu sukses membuat Jin terkejut.
"Yoongi.." Jin masih terkejut karena ini pertama kalinya Yoongi memujinya cantik, biasanya dia hanya bilang Jin tampan itu pun kalau di paksa karena ada kamera.
"maafkan aku hyung… aku sudah jahat sekali pada mu, mengapa aku bisa berbuat sangat keji pada malaikat berhati mulia dan berparas indah seperti mu" Yoongi malah mencium tangan kiri Jin yang tidak digunakan untuk memegang sumpit.
"Ya Tuhan Yoongi, kenapa kau jadi manis sekali seperti ini" kaget Jin.
"aku harus berbuat manis pada pria semanis dirimu kan" jawab Yoongi.
"Tuhan, ini menakutkan, maknae line dan jhope jadi super manja dan gampang cemburu sekarang Yoongi yang jutek jadi super manis dan perhatian, apa dunia akan berakhir? Namjoon-ah, ayo kita pergi dari dorm untuk sementara, mereka semua menakutkan" teriak Jin pada Namjoon yang masih di serang para maknae.
"idea bagus hyung, aku akan rencanakan liburan untuk kita berdua" sahut Namjoon yang makin membuat adik adiknya yang ganas itu marah.
"tidak boleh! Pokoknya Jin hyung tidak boleh pergi, Namjoon hyung saja pergi sendiri" Jimin masih senantiasa memukuli Namjoon dengan bantal sofa.
"iya pergi saja sendiri hyung, dan nanti saat kau pergi aku akan merebut Jin hyung" Taehyung membantu Jungkook yang mengigiti bahu Namjoon untuk menahan lengan pria itu.
"mau sampai kapan kalian ribut dan menyiksa Namjoon seperti itu? Kalau kalian tidak berhenti aku akan pergi" ancam Jin yang mulai jengah dengan semua keributan di pagi hari.
"JANGAN" ujar kompak maknaeline plus Jhope dan Yoongi.
"makanya diam dan menurut" ancaman Jin langsung membuat semua tenang dan melepaskan Namjoon.
"oh thank's babe you save me, listen kids your mom told you to behave" Jin yang mendengarnya dibuat tertawa, member lain masih berusaha mencerna perkataan Namjoon, sedangkan Yoongi yang sedikit paham langsung mengumpati Namjoon.
"apa? Apa artinya hyung?"bingung Jimin.
"tidak penting apa artinya, sudah lebih baik semua tenang dan sarapan, perut lapar juga bisa membuat kalian semakin gila" Jin mengisyaratkan para member untuk segera ke dapur mengambil makanan mereka.
"what a nice morning, with my beautifull wife and all my cutie sons, hah… I love my life" Namjoon menghampiri Jin yang kini duduk sendirian dan merangkul kekasihnya itu.
"gombal, sana kau juga harus sarapan, tadi kau belum menghabiskan sarapan mu" Jin menyikut pelan perut Namjoon.
"kalau ke dapur sekarang aku akan di aniyaya mereka lagi"
"ya sudah makan berdua dengan ku saja" Jin menyuapi Namjoon dengan makanannya dan Namjoon pun menerimannya dengan senang hati.
"kau memang istri idaman, tunggu saja aku akan segera menikahi mu Jinseok" bisik mesra Namjoon.
"ya akan ku tunggu lamaran mu tuan Kim" Jin membalas dengan senyuman manis, sungguh pagi ini rasa stress dan beban hidupnya selama ini seperti terangkat semua, dia merasa sangat di cintai dan sangat berharga sekarang. Dia berharap moment seperti ini akan terus berlanjut selamanya, dan dia berjanji akan lebih menyayangi adik adiknya ini, dan menjaga mereka agar tekanan hidup tidak merubah mereka menjadi orang yang tidak punya hati dan berbuat tak manusiawi.
.
.
.
END
.
.
Ok ok Jun balik dengen FF lama yg di bikin lanjutannya
Walaupun di FFN itu udah sepi yang baca, udah pada pindah ke wattpad tapi Jun emang lebih nyaman post di sini, soalnya pernah nyoba up d wattpad pun ternyata gak ada yang baca
Untuk yang ngikutin FF series Jun yg Bangtan squad, Jun udah upload, yang belum baca silakan mampir
Terimakasih untuk yang udah baca FF Jun
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa komen ya, biar Jun semangat lagi nulisnya
Ok sekian
XOXO
Junra
