Disclaimer :

Naruto Masashi Kisimoto

High School DxD Ichiei Ishibumi

Summary : Namikaze Naruto, sosok pemuda yang ceria harus mengalami penyakit 'Autisme' karena sebuah kejadian yang terduga namun memiliki Kegeniusan di atas rata-rata, beberapa orang datang mendekat memberinya pencerahan dan memberinya uluran tangan, namun... Apakah itu bisa bertahan lama?

Autisme? Or Genius?

Pair :

Naruto x ...

Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Comedy, Little Humor, Slice of Life, Echhi, DLL

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, Jutsu Buatan sendiri, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, Autis!Naruto.

" Naruto " berbicara

' Naruto ' batin

[" Naruto "] Sacred Gear berbicara

[' Naruto '] Sacred Gear berbicara batin.

.

Chapter 2 : Rahasia?

.

Selasa, 15 Mei 2018

Kuoh Gakuen

10.00 AM

.

Tap! Tap!

Di sebuah lorong, tampak Hinata saat ini berjalan sambil menggandeng tangan Naruto di sampingnya bersama Kuroka, Hanabi yang di belakang mereka hanya mengerucutkan bibirnya.

Hari ini mereka berniat pergi ke Ruangan Club milik Rias karena mereka telah berjanji akan bertanding catur. Naruto yang baru melewati lorong yang tampak gelap tampak ketakutan, Namun ketakutan itu sedikit teratasi ketika Hinata menggenggam tangannya dengan lembut.

" Jangan khawatir " ucap Hinata sambil memberikan senyum yang lembut membuat Naruto menjadi tenang.

Mereka yang telah sampai di depan sebuah Ruangan mulai mengetuk pintu tersebut hingga sebuah suara mengintrusi agar mereka langsung masuk.

Setelah masuk di ruangan tersebut, tampak sebuah ruangan berukuran besar layaknya sebuah Villa yang membuat Naruto terkagum melihatnya.

" Aku sudah menunggu kalian " ucap Rias yang duduk di kursinya " Aku harap kalian siap menyerahkan Uzumaki-kun dengan kekalahannya " ucap Rias dengan nada angkuh.

" Kita lihat saja " ucap Hinata tidak takut.

" Nee-san " gumam Perempuan berambut putih cebol menatap Kuroka dengan tatapan penuh rindu " Ara~ Shirotan, lama tidak jumpa nyaa~ " ucap Kuroka dengan senyum lembutnya.

" Apa yang mereka lakukan di sini Buchou? " tanya Pemuda berambut cokelat penasaran " Aku memiliki janji dengan Uzumaki-kun untuk bertanding Catur Issei-kun " jawab Rias.

" Heh~ Kalian yakin orang sepertinya di biarkan bertanding " ucap Issei Hyoudo meremehkan " Ne Hinata-chan, Dia Siapa? " tanya Naruto sambil bersembunyi di belakang Hinata.

" Namanya Bocah Mesum " bukan Hinata yang menjawab melainkan Hanabi yang ada di belakang Naruto " Apa maksudmu?! " tanya Issei setengah berteriak membuat Naruto tambah ketakutan.

" Issei, Hentikan semua itu " ucap Akeno dengan nada tegas " Tapi... "

" Kukatakan cukup! " bentak Akeno sambil mengeluarkan Percikan petir membuat Issei terdiam dengan wajah pucat basi.

" Kau kenapa Akeno-senpai " tanya Pemuda berambut Kuning menatap bingung senpainya yang tampak berbeda, Namun Akeno hanya diam sambil menatap Naruto yang masih bersembunyi di balik Hinata.

" baiklah, bagaimana jika kita mulai sekarang saja " ucap Rias berniat memunculkan Caturnya, Namun di tahan Oleh Kuroka " Jika kau ingin bermain Catur yang adil, kau harus menggunakan ini " ucap Kuroka mengeluarkan Papan Catur sederhana dan meletakkannya di atas meja.

" Ne Hinata-chan, sebenarnya kita mau kesini buat apa? " tanya Naruto sambil menatap Hinata yang juga menatapnya " Kita akan bermain catur di sini Naruto-kun " jawab Hinata membuat Mata Naruto membinar.

" Catur! "

" Um, Ayo kita ke sana, lawan Naruto-kun sudah menunggu " ajak Hinata ke tempat duduk Naruto di mana dia akan berhadapan dengan Rias.

" Yeah! " teriak Girang Naruto seperti anak kecil lalu mulai duduk sambil bersenandung ria.

" Heh! Sepertinya dia siapa kalah heh? " remeh Rias membuat Hinata dan Kuroka saling melirik " Aku hanya memberi peringatan Senpai, Perhatikan saja setiap langkah yang kau ambil karena siapa tahu kau salah melangkah dan menginjak sebuah lubang " ucap Hanabi membuat Rias mendengus remeh.

" Aku tak akan pernah kalah dari orang sepertinya " dengus Rias sambil menatap Naruto yang tampak masih bersenandung ria, Rias yang merasa cukup mulai menggerakkan Pion putihnya.

Naruto yang melihat Rias sudah menggerakkan Pionnya menatap caturnya sambil bersenandung ria dengan mata melirik ke sana ke mari " Ne~ Kyuu-chan menurutmu yang mana aku harus gerakkan ya " gumam Naruto sambil menyentuh dagunya dengan jari telunjuknya.

" Kyuu-chan " beo Semua di sana " Itu adalah nama Boneka miliknya " jawab Hinata sambil melirik ke arah Naruto yang tampak berpikir harus bergerak ke mana.

" Ah! " pekik Naruto langsung menggerakkan Pionnya yang ada di depan Kuda kanannya.

Rias yang melihat itu juga mulai menggerakkan pionnya di ikuti Naruto yang saat ini tanpa berpikir memilih yang mana harus di gerakkan.

10 menit berselang semua harus terkejut kecuali Hinata, Kuroka dan Hanabi karena Rias berhasil di kalahkan dengan di Checkmate di mana Raja Rias yang ada di pojok di kepung oleh Mentri yang di lindungi bentengnya.

" Bagaimana mungkin " gumam Rias tidak percaya lalu menatap Naruto yang tampak senang sambil berteriak girang karena menang " Gh! Sekali lagi! "

Tak!

Setelah mulainya babak ke dua, Rias harus terkejut kembali karena 12 menit mereka bermain, Naruto berhasil mengalahkannya hanya dengan Dua Prajurit, Rias yang merasa tidak terima meminta tanding ulang.

Tak! Tak! Tak!

Setelah berkali-kali main dengan kemenangan Naruto secara berturut-turut, Rias memandang terkejut papan Catur di depannya di mana dia selalu kalah dalam waktu 10-15 menit bahkan itupun dengan pion-pion yang terdengar mustahil, begitupun Dengan Anggota Rias, mereka sama-sama terkejut karena Rias bisa kalah Dari Naruto yang di ketahui mengalami Penyakit Autisme.

" Gh! " geram Rias.

" Yatta! Aku menang lagi! " teriak Naruto dengan nada riang " Gh! Jangan bercanda! " teriak Rias marah sambil melempar Catur di depannya ke sembarang arah.

" Aku sudah bilang bukan? Perhatikan setiap langkahmu Senpai " ucap Hanabi dengan nada meremehkan " Jadi bagaimana Rias? Kau sudah kalah 15 kali, dengan begini kau harus menuruti permintaan Naruto-kun, untuk selamanya " ucap Hinata membuat Rias menggeram murka.

" Jangan bercanda! " teriak Rias membuat Power of Destruction dan melemparnya ke arah Naruto. Hinata, Kuroka, Hanabi, Akeno, Kiba dan Koneko yang melihat itu berniat menghentikan Rias namun sayang Bola Energi tersebut sudah mengarah pada Naruto

Blaar!

" Naruto-kun!/Nii! " pekik Hinata, Kuroka dan Hanabi, ketika melihat asap ledakan di depannya, namun di dalam ledakan tersebut tampak seseorang tengah menggendong seseorang layaknya karung beras

" Hoho, Kau harus bersabar jika menyerang Gremory-san " ucap Seseorang dari balik asap ledakan, Hinata yang melihat ada seseorang yang menahan serangan Rias menyipitkan matanya.

" Jika kau ingin menyerang kau harus berpikir dulu agar kau tidak kalah seperti saat melawan Naru-kun " ucap Sosok tersebut, perlahan wujud sosok itupun terlihat di mana tampak Sosok Perempuan berambut orange dengan mata berwarna merah ruby, dengan pakaian tempur zaman kerajaan tengah berdiri di depan Hinata sambil menggendong tubuh Naruto yang tak sadarkan diri.

" Ka-Kau... Siapa Kau?! " tanya Hinata sambil memasang posisi bertarung begitupun Kuroka dan Hanabi, Perempuan itupun hanya melirik kearah Mereka sebelum pergi dengan secepat kilat dengan terbang ke langit menghancurkan atap ruang club Rias.

Hinata yang melihat Naruto di bawa pergi menatap marah kemana perginya sosok tersebut, tanpa banyak bicara Hinata langsung mengejar sosok tersebut " Nee-chan! Matte! " panggil Hanabi ikut menyusul Kakaknya. Kuroka yang baru saja akan menyusul seketika berhenti dan dia mulai menatap Rias beserta Anggotanya dengan pandangan yang dingin.

" Sungguh di sayangkan, aku tidak menyangka bahwa Adik seorang Maou Lucifer sangatlah rendahan. Bahkan dia tak segan-sengan menyerang seseorang yang cacat " ucap Kuroka lalu menyusul Hinata dan Hanabi.

Rias yang mendengar itu hanya terdiam dengan wajah marah, Koneko yang mendengar perkataan Kakaknya terdiam dengan ekspresi yang sulit di jelaskan, Akeno yang sejak tadi diam Menundukkan wajahnya dan mulai melangkah keluar ruangan tersebut, namun langkahnya terhenti karena suara Rias.

" Kau mau kemana Akeno "

" Aku ingin keluar dari kelompok ini, Jika Buchou ingin aku tetap di kelompok ini, Buchou harus menerima apapun permintaan Naruto-kun nanti, jika Buchou menolak, aku tidak masalah menjadi Iblis liar sekaligus " ucap Akeno sambil berjalan keluar meninggalkan Kelompok Rias yang terdiam.

.

" Gh! Ke mana Dia " geram Hinata dengan matanya yang berurat sambil menatap ke sana ke mari " aku bahkan tidak bisa menemukannya dengan Byakuganku " gumam Hanabi.

" Paling tidak kalian tenanglah, jika kalian begitu panik dan Tidak konsentrasi kita tidak akan bisa menemukannya " nasehat Kuroka.

Bzit! Jgleeeer!

Seketika semua tersentak ketika sebuah Petir merah menjulang ke langit dan perlahan menghilang dengan sendirinya " Asalnya dari atap sekolah " gumam Hinata dengan cepat pergi ke tempat tersebut di susul Hanabi dan Kuroka.

Setelah sampai di sana, mereka mendapati Naruto tengah berbaring sambil memeluk Boneka Rubahnya, sementara Sosok perempuan tersebut tak terlihat sama sekali di sana.

Setelah mendarat, Hinata langsung mengecek keadaan Naruto dan bernafas lega bahwa Naruto tidak cedera sama sekali " Syukurlah dia baik-baik saja " gumam Hinata sambil memeluk Naruto yang tertidur atau Pingsan.

" Sebenarnya siapa dia? Dan dari mana dia muncul tadi " gumam Hanabi sambil berpikir siapa perempuan tadi yang menahan serangan Rias dan membawa Naruto pergi ke atas atap sekolah

" Untuk saat ini kita biarkan saja dia dulu, yang terpenting kita harus membawa Naruto-kun ke UKS " ucap Hinata sambil merangkul Naruto lalu membawanya ke UKS di ikuti Hanabi dan Kuroka.

Setelah sampai Di UKS, Hinata dan Kurokapun mulai mengobati luka ringan Naruto dengan perlatan P3K yang ada di UKS. Hanabi yang berdiam diri langsung melirik ke arah Pintu UKS " Masuklah, Himejima-senpai, Aku tahu kau di sana " ucap Hanabi.

Pintu UKS itupun terbuka dan memperlihatkan Akeno yang memasuki Ruang UKS " Ada apa kau kemari Akeno-san? " tanya Hinata tanpa melihat Akeno, Akeno yang mendengar itu menundukkan wajahnya.

" Gomenasai " ucap Akeno lemah membuat Hinata menghela nafasnya " untuk apa? " tanya Hinata sambil melirik Akeno yang masih menundukkan kepalanya " Serangan tadi bukanlah berasal darimu, jadi tidak perlu meminta maaf, lagi pula Naruto-kun baik-baik saja " lanjut Hinata sambil membasuh luka di siku Naruto.

Akeno yang mendengar itu masih terdiam, Hanabi yang melihat tingkah Senpainya mulai menatap malas Senpainya sambil menyandarkan tubuhnya di dinding UKS " Cepat, Katakan Urusanmu Senpai, Aku merasakan Ketuamu itu beserta Anggotanya itu datang kemari " ucap Hanabi.

" Ku-Kumohon.. Izinkan aku untuk bersama kalian lagi " pinta Akeno dengan nada lirih, Hanabi yang mendengar itu menaikkan sebelah alisnya, Hinata menghentikan kegiatannya sementara Kuroka menatap Akeno sambil bertopang dagu.

" Kenapa kau ingin kembali? Bukankah kau sudah senang bersama mereka? " tanya Hinata dengan nada berubah datar " Tapi... "

" Hentikan Noma-chan " potong Kuroka " Kau tidak perlu menceritakannya di sini, biar aku saja yang menjelaskannya " lanjut Kuroka membuat Akeno tersentak.

" Ruka-chan... " gumam Akeno sambil menatap Kuroka dengan berliang air mata " Kuroka, aku harap kau memiliki penjelasan yang membuatku puas akan penjelasanmu nanti " ancam Hinata membuat Kuroka hanya mengibaskan tangannya santai.

" Jangan khawatir. Dan Juga Noma-chan, kau tidak perlu keluar dari kelompok itu hanya karena ini dan membuatmu menjadi Iblis liar, itu tidak di perlukan " ucap Kuroka " Tapi... "

" percayalah, Nanti kau akan tahu kenapa " potong Kuroka.

" Aku tahu kalian ingin menguping pembicaraan ini, tapi hal itu tidak akan berguna " ucap Hanabi sambil membuka pintu UKS Dengan sihirnya memperlihatkan Kelompok Rias " Menguping pembicaraan bukanlah sifat dari Heiress Kerajaan, Gremory-san " ucap Hanabi dengan nada mengejek di dalamnya.

" Gh! " geram Rias, jika bukan karena di sekolah, dia sudah pasti akan menghancurkan wajah Hanabi dengan Kekuatannya.

" Eghh~ " semua mata seketika tertuju pada Naruto yang mulai membuka matanya dan mendudukkan dirinya di ranjang UKS.

" Eggh~ Hinata-chan, ini di mana? " tanya Naruto dengan suara polos sambil melihat ke sana kemari " Ini Di UKS, Naruto-kun. Tempat di mana semua murid di obati " jawab Hinata sambil mengelus kepala Pirang Naruto.

Naruto yang melihat ada orang lain selain yang dia kenal mengalihkan pandangannya " Are? Akai-senpai, sedang apa di sini? " tanya Naruto sambil menatap Rias.

Twich!

Perempatan muncul di Dahi Rias, Akai yang artinya Merah, Dirinya yang di panggil Akai-senpai atau Kakak Merah mengumpat dalam hati, namun dirinya juga sadar bahwa rambut merahnyalah penyebabnya " Aku ini memiliki Nama dan Namaku adalah Rias Gremory " ucap Rias dengan nada penekanan di setiap katanya.

" ... "

" ... "

" ... "

" Siapa? " tanya Naruto dengan wajah polos.

Twich!

" Rias Gremory!? " teriak Rias dengan wajah memerah marah.

" Ri... mo? " gumam Naruto sambil berpikir " Risa... Mari... Asry.. " Rias yang melihat Naruto tampak kebingungan dengan namanya mulai geram.

" Rige... "

Twich!

" Rim.. Ri.. "

" Rias Gremory!? " ulang Rias dengan nada berteriak membuat Naruto yang memikirkan nama Rias terdiam sebelum berteriak girang dengan senyum di wajahnya " Ah! Ri-senpai "

Semua di sana terdiam termasuk Rias, Rias yang awalnya marah seketika merona tipis " Ck! Terserahlah " desis Rias sambil mengalihkan wajahnya ' Kuso, Kenapa melihat wajahnya itu membuatku panas ' desis Rias dalam batin

" Buchou, Kau tidak akan tersipu malu karena hanya wajah Anak Autisme? " selidik Issei " TIDAK AKAN PERNAH! " balas Rias

" Ne Naruto-kun, apa kau tadi melihat nee-san berambut orange sebelum kau pingsan? " tanya Kuroka membuat Naruto tampak berpikir keras ' Sepertinya dia tidak mengingatnya ' batin Kuroka dan Hinata.

" Go-Gomenasai Kuroka-nee.. Aku tidak bisa mengingatnya " ucap Naruto lirih dengan ekspresi hampir menangis membuat Kuroka gelagapan. " M-Maa~ Tidak perlu Sedih Naruto-kun lagian dia tidak begitu penting " Ucap Kuroka sambil berusaha menenangkan Naruto.

Mata Naruto yang tak sengaja melihat Akeno menatap lekat Akeno, sementara Akeno yang tahu di tatap Naruto hanya tersenyum tipis " Ohayo, Naruto-kun "

Naruto yang melihat wajah tersenyum Akeno turun dari ranjang dan mendekati Akeno sambil menatap Akeno lekat " Etto... Sepertinya kita pernah bertemu " gumam Naruto sambil menatap lekat Akeno sambil menyentuh dagunya dengan jari telunjuknya.

Akeno yang ditatap lekat oleh Naruto merona tipis, Kuroka yang melihat itu tersenyum tipis, Hanabi yang melihat hal itu juga ikut tersenyum tipis, sementara Hinata hanya mengalihkan pandangannya sedikit walau dirinya ikut tersenyum tipis.

Naruto yang terus memandang Akeno lekat seketika tersentak ketika Melihat Ikat Rambut Akeno " Huwwaaa! " teriak Naruto dengan nada Riang " Noma-chan. " panggil Naruto.

Akeno yang masih di ingat meneteskan air matanya tanpa sadar, Akeno juga dapat merasakan bahwa Naruto memeluknya dengan erat, Akeno yang di peluk tersenyum dan membalas pelukan Naruto.

" Ehem! Kami di sini bukan untuk melihat romansa Kalian " dehem Rias " Dan Juga, Hey! Bocah Autisme, menyingkirlah dari Akeno-senpai! " timpal Issei sambil berniat melepas paksa pelukan di depannya, namun tangannya langsung di cengkram Hanabi dengan dua Jari menekan Bagian telapak tangan atas Issei.

" Jika Kau melakukannya, Jangan salahkan aku akan membuat Sacred Gearmu Pingsan selama 2 Hari, Ero-Senpai " Ancam Hanabi dengan pandangan membunuh.

" Gh! " geram Issei " Sudah Cukup " Ucap Hinata sambil berdiri, Naruto yang merasa cukup melepaskan pelukannya pada Akeno. Saat dirinya akan bertanya banyak hal, pundaknya di tepuk oleh Hinata membuat Dia menoleh ke arah Hinata

" Ada Apa... Hinata-chan? " tanya Naruto " Naruto-kun, karena kau tadi menang dalam Lomba Catur tadi. Kau bisa meminta Satu hal pada Ri-Senpai sebagai hadiahmu " ucap Hinata membuat Naruto menatap antusias Rias.

" Benarkah? " Rias yang melihat wajah polos Naruto menghela nafasnya dan membuang wajahnya " Um, Benar " jawab Rias.

" Lalu, Apa yang akan kau minta Uzumaki-kun? " tanya Kiba lembut

" Teman "

" Eh? " kejut semua kecuali Akeno, Hinata, Hanabi, dan Kuroka

" Ha-Habisnya jika kita meminta ba-barang atau a-apapun pasti akan hilang, hancur dan ta-tak bisa di Gunakan lagi. Ta-Tapi... Jika teman kita akan se-selalu bersama, tersenyum bersama, da-dan.. Melewati bersama juga " jawab Naruto menjelaskan sambil tergagap.

Semua kecuali Akeno, Hanabi, Hinata dan Akeno yang mendengar penjelasan Naruto di buat terdiam seribu bahasa karena Orang yang di anggap Autisme memiliki pemikiran yang tinggi.

" Jadi Bagaimana Gremory-san, Apa kau menerimanya? " tanya Kuroka sambil menyeringai membuat Rias mendecih " Baik Aku menerimanya " balas Rias merasa tidak mau, kalau bukan paksaan Queennya Di tidak akan mau menerima permintaan Naruto.

Hinata, Hanabi dan Kuroka yang melihat itu saling melirik sebelum tersenyum bersama.

.

.

Tap! Tap!

Di sebuah lorong yang sepi tampak Rias berjalan dengan perasaan kesal karena harus berteman dengan orang Autisme, Langkah Rias seketika terhenti ketika matanya menangkap seseorang didepannya menatapnya dengan Datar.

" Apa maumu, Sona? " tanya Rias dengan nada kesal. Sona Sitri atau Sona Shitori, teman masa kecil Rias dan OSIS di Kuoh Gakuen .

Sona yang melihat Rias kesal hanya menghela nafasnya " Kenapa Kau tampak kesal karena hanya berteman dengan Uzumaki-kun? " tanya Sona bingung.

" Cih! Kau pasti tahu sendiri " balas Rias sambil mendecih " Haah~ walaupun dia mengalami Autisme, tapi kau harus tahu dia memiliki pemikiran layaknya orang dewasa " Nasehat Sona.

" Aku Justru bersyukur berteman dengan Uzumaki-kun karena sifatnya yang polos dan menggemaskan " balas Sona membuat Rias menatap tajam dirinya " Kau berteman dengannya? Bagaimana bisa? " tanya Rias.

" Cerita yang panjang, Aku yakin Queenmu itu juga merasakan hal yang sama sepertiku " jawab Sona sambil memasang wajah lirih " Ingatlah Rias, Dia masihlah Polos dan Lugu, Jika kau menyakitinya jangan salahkan aku akan menghajarmu lebih Dulu sebelum Hyuuga-san " ancam Sona lalu pergi meninggalkan Rias

" Kenapa semuanya tampak sangat ingin melindungi orang itu? " tanya Rias pada dirinya sendiri " Sebenarnya seberapa Special dia " desis Rias

.

Autisme? Or Genius?

.

Di Kediaman Uzumaki

20.00 PM

.

" Kau tidak sedang bercanda bukan Kuroka? " tanya Hinata menatap tajam Kuroka yang santai " Apa wajah seriusku ini tampak berbohong? " jawab Kuroka dengan pertanyaan Balik

Hinata menatap lekat wajah Kuroka yang tampak tak menyembunyikan kebohongan sedikitpun, Hinata yang melihat itu menghela nafasnya " Setelah mendengarmu, apakah menurutmu aku... Terlalu berlebihan tadi pada Noma-chan? " tanya Hinata sambil menundukkan wajahnya.

" Menurutku ya. Kau seharusnya mendengarkan cerita orang lebih dulu Hinata-chan, aku mengetahui ini karena saat ingin menemui Noma-chan.. " gantung Kuroka lirih.

" Ada apa dengan Noma-chan? " Hinata dan Kuroka yang saling terdiam seketika tersentak ketika Naruto melontarkan pertanyaan kepada mereka.

" Tidak ada apa-apa Naruto-kun, Noma-chan baik-baik saja kok " jawab Hinata sambil sedikit berjongkok lalu mengelus rambut Naruto " Benarkah? " tanya Naruto dengan wajah polosnya.

" Um, Tentu saja " jawab Kuroka sambil tersenyum meyakinkan, Naruto yang melihat itu ikut tersenyum

Ding! Dong!

" Ah, Sepertinya ada yang berkunjung " gumam Hinata membuat wajah Naruto berubah menjadi riang " Si-Siapa? " tanya Naruto dengan wajah antusias.

" Mungkin... "

" Nee-chan, So-nee-san datang berkunjung " ucap Hanabi mendatangi mereka dengan Sona di belakangnya

" Ahaa! " teriak Girang Naruto langsung berlari ke arah Sona dan memeluknya, Sona yang di peluk langsung merona " Ko-Korra~ Ka-Kau sudah dewasa Na-Naruto-kun, Ja-jangan manja seperti itu " bujuk Sona berusaha membuat Naruto melepaskan pelukannya.

" Imagemu sudah hilang Kaichou " goda Hanabi " U-Urusai " balas Sona sambil tergagap.

.

" Jadi ada apa kau mendatangi kami So-chan? " tanya Hinata serius pada Sona karena Sona adalah Orang yang jarang datang jika hanya urusan penting " Aku hanya memberi kabar pada kalian untuk berhati-hati dengan Rias, Dia sepertinya masih tidak menyukai Naruto-kun " jawab Sona sambil melirik Naruto yang saat ini bercanda bersama Hanabi.

" Aku yakin Rias dan juga si Hyoudo Issei akan mempermalukan Naruto-kun mulai besok, maka dari itu Besok aku ingin kalian menjaganya tentu saja Anggotaku akan membantu " lanjutnya.

" Apa separah itu hingga Osis ikut turun? " tanya Kuroka yang menurutnya berlebihan " tentu saja. Kau ingat bukan dengan sumpah kita pada Almarhum Ayah dan Ibu Naruto-kun? " balas Sona sambil menundukkan wajahnya sedih, Hinata dan Kuroka yang mendengar itu terdiam.

" Tentu saja kami tidak akan melupakannya " Jawab Hinata lirih " Itu merupakan janji kita berlima bukan " timpal Kuroka ketiga perempuan itupun saling melirik ke arah Naruto yang tampak senang bercanda dengan Naruto.

.

Kediaman Gremory.

.

Sementara itu di Kediaman Gremory, tampak sosok Rias saat ini tengah menggerutu di halaman rumahnya di tengah malam, Tak jauh dari Rias terlihat sosok Pria berambut merah tengah menatap lelah Rias.

" Kau sudah mondar mandir sebanyak 30 Kali sambil menggerutu, apa yang membuatmu seperti ini Rias? " tanya Pria itu bingung " Uzumaki Naruto " jawab Rias dengan nada kesal.

" Eh? " Beo Pria itu " Orang itu mempermalukanku dengan mengalahkanku dalam bermain catur dan memintaku menjadi teman, Bocah Autisme itu pikir siapa " gerutu Rias kembali.

Pria yang ada dekat dengan Rias menggaruk tengkuknya bingung, Rias yang melihat wajah kebingungan dari Pria itu menatap bingung Pria tersebut " Ada Apa Sirzech-nii? "

Pria yang di Panggil Sirzech, Sirzech Lucifer tidak menjawab pertanyaan Rias melainkan di tengah merasa gugup " Ti-Tidak Bukan apa-apa " jawab Sirzech.

" Apa ada yang kau sembunyikan Sirzech-nii? Apa kau juga mengetahui tentang Uzumaki Naruto? " tanya Rias menatap tajam kakaknya " Sudahlah, Sebaiknya kau kembali dan beristirahatlah " bukannya menjawab Sirzech memberikan alasan lalu pergi meninggalkan Rias yang tengah menggerutu kesal karena tidak mendapat jawaban.

" Kenapa... Kenapa banyak orang yang mengetahui soal Bocah Autisme itu " geram Rias.

.

Kediaman Uzumaki

.

Sementara di Kediaman Uzumaki, tampak di Kamar Naruto, Tampak Naruto saat ini tertidur pulas dengan senyuman di wajahnya, namun suatu kejanggalan muncul di kamar Naruto di mana Boneka Kyuu Naruto mulai bercahaya dan berubah menjadi perempuan berambut Orange dengan Armor melekat di tubuhnya.

" My Lord " Gumam Perempuan itu sambil mendekati Naruto dan menatap lekat wajah Naruto yang tertidur pulas, tangan lentik mematikan perempuan itupun mengelus wajah Naruto sebelum wajah datar perempuan itu menjadi tersenyum kecil.

" Jangan Khawatir My Lord, Saya.. Akan melindungi Anda dari apapun walaupun Nyawaku taruhannya, karena itu sudah sumpah saya kepadamu dan Juga Keluargamu My Lord " ucap Perempuan itu sambil melukai jempolnya hingga berdarah lalu mengoles darahnya pada Dahi Naruto.

" Dan Juga, Saya akan pastikan Kau selamat dari ancaman dari Gremory itu " Lanjutnya lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Naruto " Oyasuminasai My Lord " ucapnya lalu mengecup pipi Naruto lembut.

.

.

TBC

Note : Yo! Pada akhirnya saya bisa mengupdate cerita ini. Kali ini saya akan memberi sedikit bumbu pada cerita sebenarnya apa hubungan Sona, Akeno, Hinata, Kuroka, Hanabi dan sosok misterius itu dekat sekali dengan Naruto.

Dan juga kenapa Saat Rias membicarakan Naruto kepada Sirzech, Sirzech tampak canggung sebenarnya ada rahasia apakah ini? Di sini saya hanya memasukkan Naruto saya yang mengalami penyakit Autisme dan saya tidak akan menambahkannya.

Hal pertama kenapa? Karena Alurnya. Saya jadi bingung membuat alur jika saya menambahkan seperti Sasuke atau Shikamaru mengalami penyakit Autisme atau apapun. Ingat lo saya membuat alur usaha saya sendiri, makanya Lama apalagi untuk Naruto : The Dragon Future.

Dan setelah pertimbangan yang cukup lama, Saya memutuskan Naruto memiliki Pendamping atau Sacred Gear yaitu Boneka Kyuu miliknya. Di sini Naruto tidak akan bertarung atau apapun justru bonekanya lah yang akan bertarung dan juga saya akan membuat situasi di mana Naruto akan pingsan saat Kyuu berubah.

Itu saja yang bisa saya sampaikan pada Chapter kali ini, kalau begitu Saya dengan Pen Name baru "Setsutouzuki" undur Diri Jaa~

Please Review