Pengumuman Untuk Para Reader Autisme? Or Genius?
Hai, Saya Author Setsutouzuki mengundang kalian yang berminat bergabung Grub Fanfiksi Naruto Indonesia, di sana Kita bisa saling berbicara berbagai hal dengan author-author yang cukup terkenal. Namun Di Grub tersebut akan sedikit ribut karena aktifnya Grub, jika kalian berkenan PM saya dan berikan No Hp kalian. Satu hal lagi...
Jika kalian ingin ikut kalian harus mematikan Notifikasi Kalian agar tidak terganggu jika tidak Ingin terganggu maka tidak perlu bergabung, saya tidak memaksa. Itu saja dari saya, salam Author Autisme? Or Genius?
Setsutouzuki
Rabu, 16 Mei 2018
Kuoh Gakuen
12.00 AM
.
Di pagi hari yang indah di halaman Kuoh Gakuen. Tampak saat ini Naruto tengah duduk bersama Hanabi di sampingnya sambil memakan Bekal mereka. Kuroka dan Hinata saat ini memiliki urusan dengan Sona jadi mereka tidak bisa makan siang bareng.
Naruto saat ini dengan riang bermain dengan Boneka bernama Kyuu miliknya sesekali menerima Suapan Dari Hanabi. Sementara Hanabi yang menyuapi Naruto harus bertahan agar tidak pingsan dengan wajah memerah karena menyuapi Naruto yang terlihat lucu di matanya dan itu membuat Hati Hanabi memanas dan berdetug kencang.
' oh Kami-sama... Kenapa kau menciptakan makhluk imut sepertinya, tapi Arigato Gonzaimasu ' batin Hanabi sambil memanjatkan syukur kepada Tuhan.
" Ne Hanabi-chan... Dimana Hinata-chan dan Kuroka-chan? Apa mereka tidak mau makan dengan kita? " tanya Naruto sambil menatap polos dan memeluk erat boneka Kyuunya.
Hanabi yang mendengar itu tersenyum lalu mencubit gemas pipi Naruto " Tentu saja Mereka mau makan bareng bersama kita. Tapi Hinata-nee dan Kuroka-nee memiliki urusan dengan Sona-senpai " jawab Hanabi sambil tersenyum meyakinkan.
" Eh? So-chan? Urusan seperti apa yang mereka lakukan dengan So-chan? " tanya Naruto dengan wajah antusias " Hmm~ beritahu tidak ya... " gumam Hanabi dengan pose berpikir.
" Mou~ beritahu aku Hanabi-chan "
.
Ruangan OSIS
.
" G-G-Gh.. I-Imutou-Yaro... " geram Hinata yang menempel di kaca Ruangan Osis dengan aura merah kemarahan karena saat ini dia menatap kesal Ke arah Adiknya yang tampak serasi berduaan seperti kencan di Halaman Kuoh.
Sona dan Kuroka hanya bisa terdiam dengan wajah Canggung di sertai Sweatdrop karena tingkah Hinata. apa sebegitu mengesalkannya melihat mereka berdua? Pikir Sona dan Kuroka.
" Ne Hinata-chan. Apa sebegitu mengesalkannya melihat mereka berdua? " tanya Sona dan mendapat delikan dari Hinata " Tentu saja!? Kenapa aku harus ikut mengawasi Naruto-kun!? Padahal aku ingin berduaan dengan Naruto-kun!? " balas Hinata sambil berteriak dan bertingkah seperti anak kecil yang tidak tahan untuk mendapatkan sebuah hadiah.
Pinggulnya bergerak ke sana kemari karena tidak tahan untuk berduaan dengan Naruto, Sona yang mendengar itu menghela nafasnya " Bersabarlah... Ini juga demi kebaikan Naruto-kun. Walau aku menyuruh anggotaku mengawasi mereka dari jauh di beberapa titik. Rias pasti merencanakan sesuatu untuk membully Naruto-kun " jelas Sona.
" Tapi~! Kenapa kau memberiku tugas memantau mereka!? Itu membuatku tidak tahan tahu!? " balas Hinata sambil merengek seperti bayi " Sudahlah baka. Aku yang melihat itu saja biasa saja, dasar bayi " omel Kuroka membuat Hinata mendelik ke arah Kuroka.
" Apa maksudmu Kucing Garong!? "
" aku mengatakan berdasarkan Fakta Sadako!? "
" Kucing Garong! "
" Sadako! "
" Kucing Garong! "
" Sadako! "
Sona yang melihat dua teman kecilnya bertengkar menghela nafasnya, maa~ walau begitu mereka sangatlah dekat. Pertengkaran mereka tidak pernah sampai berkelahi keras, paling hanya saling pukul pelan dan saling mengejek.
Ting! Tong! Ting! Tong!
Sona yang mendengar suara bel kelas berbunyi melirik ke atap sekolah " Baiklah sekarang giliran kalian. Jaga Naruto-kun sebaik mungkin " ucap Sona, baru saja akan menatap Dua temannya, Dua temannya telah hilang dari pandangannya. Mata Sona melirik ke tempat Hanabi dan dia sudah melihat Hanabi tengah mengelus benjolan di kepalanya.
" Sialan Kau Nee-san!? "
Sona yang melihat itu menghela nafasnya.
.
.
" Etto... Bagaimana bisa aku di sini? Dan juga bagaimana Bisa Hinata-chan dan Kuroka-chan tiba-tiba di sini? " tanya Naruto dengan wajah polos karena saat ini Naruto melangkah bersama Hinata di sampingnya yang menarik tangannya sementara Kuroka yang membawakan bonekanya dengan raut kesal di sertai pipi mengembung
" Hehe akhirnya aku bisa bersama Naruto-kun " gumam Hinata dengan hati berbunga-bunga, Kuroka yang melihat Hinata tampak senang memicingkan matanya.
Dari kecil dirinya tahu bahwa Hinata menaruh perasaan pada Naruto hanya saja apa Hinata tak pernah menunjukkan cintanya tersebut seolah menyembunyikannya dan akan mengeluarkannya saat yang tepat.
Tapi melihat gelagat Hinata yang seolah tak memberi Naruto kepada siapapun membuat Dirinya kesal. Hey siapapun pasti ingin dekat dengan Naruto, begitu juga dirinya.
" Hmmpphh~ rasanya tidak adilkan Kyuu-chan " lenguh Kuroka sambil memeluk Boneka Kyuu Naruto.
Naruto, Hinata dan Kurokapun akhirnya sampai di depan kelas dengan pintu keadaan tertutup, Saat Hinata akan membukakan pintu, Mata Kuroka sedikit melebar lalu menarik Naruto dan Hinata ke belakang.
Sret! Byur!
Dan benar saja Dugaan Kuroka ternyata sudah ada jebakan berupa ember berisi air, Naruto yang melihat itu hanya diam dengan ekspresi polos, beda dengan Hinata dan Kuroka yang menggeram tidak suka.
Tap!
Kaki Hinatapun berjalan ke dalam kelas lalu berhenti tepat beberapa meter dari sosok pemuda berambut cokelat yang tampak tidak suka.
" Apa maksud dari semua ini... Hyoudo Issei "
.
Opening – Namirin -Yasashisa No Ryu
Taikutsu na madobe ni
( Layar memperlihatkan genangan air yang bergelombang hingga mencerminkan Naruto yang duduk di kelas sambil memeluk bonekanya dari samping )
fukikomu kaze ni
( Layar kembali bergelombang hingga memperlihatkan Naruto dari depan mulai menundukkan kepalanya sambil membaca buku di mejanya )
Kao wo shikameta no wa terekusasa no uragaeshi
( Salah satu tulisan di meja Narutopun seketika melayang membuat Naruto yang melihat itu terdiam polos sambil melihat Tulisan tersebut keluar jendela )
Fix First
( Layarpun menjauh memperlihatkan Sekolah Kuoh di sertai Tulisan Judul Autisme? Or Genius? )
Aimai ni unazuku
( Layar kembali di ganti memperlihatkan Hinata yang berjalan di bawah hujan dengan payung di tangannya dengan ekspresi murung )
tenohira no kyou
( Layar kembali di ganti dengan Kuroka dari samping yang berteduh di bawah kuil )
Egaiteru jibun wa
( Layar kembali di ganti dengan Hanabi yang berteduh di bawah Supermarket sambil memandang langit )
sukoshi oogesa de
( Layar kembali di Ganti dengan Sona dan Akeno yang menunggu di sekolah sambil memandang langit yang hujan )
Nani ka kawarisou na
( Layar kembali di ganti Dengan Naruto yang berkumpul bersama yang lain sambil saling berbincang )
ki ga shiteiru yo
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang mengalihkan wajahnya dengan polos )
Kokoro ni yobikakeru
( Mata Naruto yang menangkap Dua burung biru tengah terbang di luar )
kimi no sei da ne
( layar kembali di ganti dengan mata Naruto yang melebar lalu semua seketika menggelap menyisakan Naruto seorang diri )
Fix Second
( layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto beserta keluarganya )
Kumorizora nozoita yokan
( Layar kembali di ganti dengan Hinata yang mengangkat wajahnya dengan ekspresi terkejut, Lalu Kuroka, Hanabi, Sona dan Akeno )
Te wo nobasou itsu yori mo chikara zuyoi yuuki de
( Dari belakang Narutopun muncul beberapa tangan bercahaya yang memeluk Naruto hingga Naruto tersentak dan bersamaan dengan itu Tempat yang gelap berubah menjadi terang dengan latar lautan yang luas )
Hikari mo kage mo mada tookute sore demo bokura wa
( Layar kembali di ganti dengan kamera mengelilingi Naruto yang terkena hembusan angin di lautan luas tersebut, lalu layar kembali berganti dengan Lengan Naruto yang memeluk erat boneka Kyuu di pelukannya.
Yasashisa no riyuu ga shiritai
( Layar kembali di ganti dengan Dua lengan yang tiba-tiba muncul dan menarik Naruto membuat Naruto tersentak karena saat ini Naruto di tarik oleh Kuroka dan Hinata )
Ima wa dare no namae demo nai kagayaki no kanata e
( layar kembali di ganti dengan Naruto, beserta Akeno, Hinata, Sona, Kuroka dan Hanabi yang saling bercanda dan bergurau di berbagai tempat )
Zenbu kako ni naru mae ni mitsuke ni ikou
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang menghentikan langkahnya karena melihat Bunga Violet laku tersentak ketika Hinata memanggilnya dan berlari ke tempat Hinata yang cukup jauh dengan lari pelan )
Fix End
( Kamerapun bergerak ke atas merekam langit biru yang di sinari matahari cerah.
Disclaimer :
Naruto Masashi Kisimoto
High School DxD Ichiei Ishibumi
Summary : Namikaze Naruto, sosok pemuda yang ceria harus mengalami penyakit 'Autisme' karena sebuah kejadian yang terduga namun memiliki Kegeniusan di atas rata-rata, beberapa orang datang mendekat memberinya pencerahan dan memberinya uluran tangan, namun... Apakah itu bisa bertahan lama?
Autisme? Or Genius?
Pair :
Naruto x ...
Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Comedy, Little Humor, Slice of Life, Echhi, DLL
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, Jutsu Buatan sendiri, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, Autis!Naruto.
" Naruto " berbicara
' Naruto ' batin
[" Naruto "] Sacred Gear berbicara
[' Naruto '] Sacred Gear berbicara batin.
.
Chapter 3 : Mereka?
.
Hyoudo Issei, sang pemilik Sacred Gear Booster gear dengan partnernya Draig hanya diam ketika di tanya oleh perempuan dengan nama lengkap Hyuuga Hinata yang saat ini menatap tajam dirinya.
Mata cokelatnya melirik ke arah pintu di mana Naruto saat ini tengah bersama Kuroka yang menatap kesal dirinya.
" Tidak ada maksud apa-apa " balas Issei singkat, Kuroka yang mendengar itu melangkah ke dalam kelas lalu menutup kelasnya yang sepi.
" Tidak ada apa katamu? Apa kau sadar apa yang telah kau perbuat kadal mesum " tanya Kuroka dengan nada dingin. Sementara Naruto masih terdiam dengan wajah polos. Ok otak Naruto saat ini merespons kejadian di depannya.
" Huh! Dengan basahnya dia apa masalahnya? Toh tidak ada yang peduli " balas Issei hanya acuh.
Sring!
" Bicara buruk mengenai apa yang menimpa Naruto-nii ataupun yang tidak menimpanya. Jangan salahkan aku untuk memotong tanganmu dan juga kepalamu itu hentai-yaro " ancam Hanabi yang tiba-tiba sudah di belakang dengan Dua Pisau di tangannya siap memotong tangan dan kepala Hyoudo Issei.
" Kau pikir aku takut? Asal kau tahu aku lebih kuat dari kalian " balas Issei sambil melirik Hanabi yang menatap dingin dirinya.
Drep!
Mata semua orang seketika teralih ke arah jendela kelas mereka yang tiba-tiba terbuka, bahkan mereka tak sadar jika Naruto telah kehilangan kesadarannya.
" Jika kau bilang lebih kuat dari mereka. Maka aku akan mengatakan bahwa akulah lebih kuat di antara kalian semua " semua mata melebar ketika mendapati sosok perempuan berambut orange dengan pupil merah di sertai baju kesatria dan pedang merah terancung di dada Issei.
" Ka-Kau " gagap Hinata
" Naruto-kun! " pekik Kuroka membuat Hinata melirik ke arah Kuroka yang tampak panik akan keadaan Naruto yang tak sadarkan diri
[" Aura ini... Mungkinkah.. "] Sebuah suara muncul dari lengan Issei yang mengeluarkan cahaya hijau yang berkedap-kedip ketika bersuara. Suaranya bahkan tampak ketakutan ketika berucap " Lama tidak berjumpa kadal merah. Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi. Apa aku perlu membunuhmu kembali di sini? " sapa sang perempuan membuat semua di sana tersentak.
Membunuh Draig yang merupakan Naga Surgawi, yang benar saja!?
" tingkah partnermu ini sungguh membuatku marah Kadal merah. Dan kau hanya menonton ketika hal itu terjadi " kesal Sang perempuan " Apa perlu aku membunuhmu dan dirinya sekali lagi? " tanyanya lagi.
[" Kumohon jangan lakukan itu, Tolong maafkan partnerku! "] panik Draig membuat perempuan itu terdiam lalu menjauhi Issei " Baiklah. Tapi setidaknya dia harus tetap menerima hukuman " ucap perempuan tersebut.
Duak!
Dengan sangat keras perempuan itupun menendang wajah Issei hingga terpetal keluar kelas, Hanabi, Hinata dan Kuroka yang melihat itu mulai waspada jika saja perempuan tersebut menyerang mereka.
" Huft~ mendokusei na " gumam Perempuan tersebut sambil menghilangkan pedang merah di tangannya lalu meregangkan badannya.
" Kau... Siapa kau sebenarnya? " tanya Hinata dengan nada mengintrogasi. Sang perempuan yang mendengar suara Hinata melirik Hinata sesaat.
Untung kelas Sepi Karena jam Olahrara. Dirinya ( Hinata ) dan Kuroka tak bisa ikut karena berada di ruangan OSIS, Naruto mentalnya tidaklah kuat, Hanabi beda kelas, Namun entah dengan alasan apa Hanabi bisa sampai ke sini.
Bziiit!
Semua seketika Terbelak ketika Tiba-tiba perempuan tersebut menghilang dengan percikan Petir Merah " Naruto-kun?! " pekik Kuroka ketika menyadari bahwa Naruto juga menghilang.
Hinata yang melihat Naruto menghilang menggeram dan langsung mengaktifkan Doujutsu miliknya di mana di matanya tampak urat-urat mata mulai muncul.
Hinata dengan cepat langsung berlari ke suatu tempat di ikuti Kuroka dan Hanabi di belakangnya.
Brak!
Langkah kaki merekapun terhenti di sebuah ruangan UKS dan terlihat Naruto saat ini berbaring sambil memeluk boneka Kyuu miliknya.
" Naruto-kun " gumam Kuroka mendekati Naruto dan mengecek keadaannya " Syukurlah dia baik-baik saja " gumam Kuroka bernafas lega.
" dia menghilang lagi " gumam Hanabi sambil melirik sekitar " Ck Byakuganku hanya bisa menangkap saat Naruto berbaring, sebelumnya aku tidak bisa melihat karena ada yang menghalangi pandanganku " Balas Hinata mendecak kesal
" E-Engh~ " lenguh Naruto sambil membuka matanya secara perlahan " A-Are... Ba-Bagaimana bisa aku di sini " gumam Naruto sambil mendudukkan dirinya.
" Kau hanya kelelahan Naruto-kun, jadi kami membawamu ke sini " jawab Hinata berbohong " Be...gitukah? " tanya Naruto sambil memiringkan kepalanya
" Tapi.. Aku tak merasakan lelah sedikitpun tadi " lanjutnya sambil memainkan boneka Kyuu miliknya
Puk!
" Sudahlah, sebaiknya ayo kita ke kelas. " ajak Kuroka sambil menurunkan Naruto dari ranjang UKS lalu menggenggam tangan Naruto dan membawanya ke kelas, namun Hinata menghadang dengan aura merah di tubuhnya.
" Apa maksudmu menggenggam tangan Naruto-kun, Kucing Garong "
" Bukankah kau sudah mendapatkan waktu Sadako "
Hanabi yang melihat Hinata dan Kuroka berdebat hanya bisa Sweatdrop, Hanabi yang melihat Naruto bebas langsung menarik Naruto meninggalkan Dua Perempuan cantik tersebut berdebat.
.
.
" Jadi... Dari mana saja Kalian? " tanya seorang guru dengan aura angker yang di lempar kepada Hinata dan Kuroka yang berdiri di depan pintu kelas.
Hinata dan Kuroka hanya bisa diam dengan raut sedikit ketakutan " Etto... " gumam keduanya mencari alasan. Mereka telat ke kelas Karena asyik berdebat hingga tak sadar Hanabi telah membawa Naruto ke kelas.
Naruto yang melihat Hinata dan Kuroka di marah oleh sang Guru hanya memiringkan kepalanya.
Sementara Issei saat ini masih tak sadarkan diri di atas pohon dekat Ruang penelitian ilmu gaib.
.
" Hachii! " bersin kecil Hanabi
' Entah kenapa aku merasa akan ada dua batu melayang ke arahku ' batinnya
.
Autisme? Or Genius?
.
Hari-Hari berlalu dengan cepat dan sudah 1 Bulan pula pembullyan Naruto terus berjalan, pembullyan selalu terjadi dan di perbuat oleh Rias dan Issei, dan untungnya setiap pembullyan berhasil di hindari.
Dan untungnya saat pembullyan tidak ada siapapun yang melihatnya. Akeno yang mengetahui hal tersebut juga tak segan-segan menggagalkan beberapa rencana Ketuanya di bantu oleh Koneko dan Kiba.
Koneko dan Kiba sudah mulai mendekatkan diri dengan Naruto setelah 4 Hari melewati Pembullyan Naruto yang di lakukan Oleh Issei. Di mata Mereka Naruto bukanlah orang yang buruk. Dia baik, Ramah, murah senyum, polos dan pintar. Setelah mengetahui kondisi Naruto Kiba dan Konekopun sepakat untuk berteman dengan Naruto kapanpun dan siap melindungi Naruto dari pembullyan Rias dan Issei walau mereka harus menjadi iblis liar yang mengekang perintah tuannya
Selama 1 Bulan juga Anggota Osis membantu menjaga Naruto dengan menggagalkan rencana B/C milik Rias dan Issei untuk membully Naruto selama 1 Hari. Jadi selama 1 Hari ada 3 Pembullyan yang di lakukan Rias dan Issei. Dan anggota Osis menggagalkan dua rencana mereka.
Saat ini, Kamis, 16 Juni 2018. Di sebuah ruang Osis tampak Hinata duduk dengan urat kekesalan di dahinya, dan jangan lupakan Aura merah di sekelilingnya
" Ini sudah 1 bulan " geram Hinata " KENAPA MEREKA BERDUA ITU MASIH SAJA MELAKUKANNYA?! " teriak Hinata dengan suara keras.
Kuroka yang di samping Hinatapun harus menutup telinganya karena teriakan Hinata begitu juga Akeno, Hanabi, Koneko dan Kiba. Sementara Sona hanya memejamkan matanya sambil memiringkan badannya ke belakang karena teriakkan Hinata.
" Urusai Nee-san " gerutu Hanabi sambil menggorek kupingnya mengecek agar pendengarannya baik-baik saja " Kau tidak perlu berteriak kesal begitu, untung Saja Naruto-nii tidak tuli " lanjutnya sambil melirik Naruto yang duduk dengan tenang dengan headset di telinganya sambil sesekali memainkan boneka Kyuu di pelukannya.
Hinata yang mendengar itu merona tipis sambil menggerutu adiknya, Sona yang merasa sudah tenang melirik ke arah Akeno " Akeno-chan, apa kau tahu rencana Rias dan Hyoudo saat ini? " tanya Sona.
" Gomen So-chan, Saat aku ingin menyelidikinya Buchou dan Issei sudah tidak ada " jawab Akeno dengan nada sedikit bersalah " Jangan menyalahkan dirimu Akeno-chan " omel Sona
" Tapi jika begini kita tidak tahu apa yang di rencanakan oleh mereka " keluh Hinata merasa tidak nyaman " Terlebih bisa saja mereka berniat membunuh Naruto-kun " lanjut Hinata sambil melirik Naruto yang masih asyik bermain
" jika itu terjadi... " gantung Sona dengan nada menahan amarah. " Aku.. " gantung Kuroka juga.
" Tidak akan mengampuni mereka " ucap kompak lima perempuan di sana dengan aura mencengkam membuat Naruto berjengit ketakutan " Hiks.. Hiks.. " kelima perempuan yang mendengar isak Naruto langsung berjengit panik. Mereka terlalu terbawa emosi.
" Yosh, Yosh. Naruto-senpai jangan menangis " ucap Koneko berusaha menenangkan Naruto sambil mengelus kepala Naruto, Naruto yang di elus Koneko perlahan tenang sambil mengusap air matanya.
" Kalian sepertinya sangat ingin melindungi Naruto-san ya? " tanya Kiba sambil melirik 5 perempuan yang menatapnya.
" Tentu saja, apapun akan kami lakukan untuk melindungi Naruto-nii " jawab Hanabi tanpa ragu " Kenapa? "
" Masalah itu tidak bisa beritahukan " jawab Sona tegas " karena itu menyangkut nyawa Naruto-kun " jawab Soba sambil melirik Naruto yang bercanda dengan Koneko. Koneko, dan Kiba yang mendengar itu saling berpandangan.
" Hmm~ elusan Koneko-chan terasa nyaman sekali " gumam Naruto sambil menikmati elusan Koneko yang terus terjadi di kepalanya.
Dan tanpa di sadari siapapun terlihat beberapa orang saat ini tengah di atas pohon mengawasi mereka lalu menghilang dengan cepat tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
.
Skip Time
.
17.00 PM
Taman daerah Kuoh Academy
.
Tap! Tap!
Di sore hari yang indah, di sebuah taman, tampak Naruto saat ini berjalan bersama dengan Akeno, Hinata, Hanabi dan Kuroka di belakangnya. Tampak Naruto saat ini berlari kecil dengan riang sambil berputar-putar layaknya menari.
Semua yang melihat riangnya Naruto tersenyum " Untunglah dia bisa tersenyum kembali " gumam Akeno sambil tersenyum tipis.
" tapi kita tidak tahu akan sampai berapa lama ini bertahan " balas Hanabi sambil mengalihkan pandangannya ke langit sore " Selain itu kita tidak tahu rencana Gremory-san dan Bocah mesum itu " timpal Kuroka sambil melirik Hinata.
Hinata yang menyadari dirinya di lirik melirik Balik Kuroka " ada apa? " tanya Hinata " Dari tadi kau melamun saja. Apa yang kau pikirkan? " tanya Kuroka menatap Hinata sambil memicingkan matanya.
" Oh, Gomen aku hanya memikirkan mereka saja " jawab Hinata, Kuroka, Hanabi dan Akeno yang mendengar jawaban Hinata menatap bingung Hinata " mereka siapa? " tanya Kuroka.
" Kau lupa dengan mereka? Pasukan balik bayang keluarga Naruto-kun " jelas Hinata, Akeno dan Kuroka yang mendengar itu langsung termenung " Memang ada apa dengan mereka? " tanya Kuroka.
" tidak ada sih... Hanya saja, entah kenapa Firasatku mengatakan mereka ada di sekitar sini mengawasi Naruto-kun dari balik bayang " jawab Hinata sambil menyentuh dagunya.
" Jika itu benar maka kita beruntung. Soalnya setelah kematian orang tua Naruto-kun mereka tidak terlihat lagi " ucap Akeno bernafas lega " memang mereka seperti apa... " Hanabi yang akan bertanya seketika terhenti ketika tidak melihat Naruto.
" Naruto-nii! "
.
.
Sementara itu di sisi Naruto. Saat ini dia tengah berada di sisi taman lain sambil memandang sebuah kupu-kupu yang cantik.
Dan tanpa Naruto sadari di langit terdapat dua orang berbeda gender tengah menyiapkan sesuatu di tangan mereka.
Wush!
Kedua sosok itupun melempar sesuatu di tangan mereka ke arah Naruto dengan cepat, Naruto yang tidak menyadari itu hanya diam karena dia memandang Kupu-kupu yang indah di depannya.
Sret! Wush! Blaaaar!
Dengan sangat cepat sebuah Cermin muncul Di Atas Naruto dan mengeluarkan sesuatu yang melesat ke atas dan membuat sesuatu tersebut saling berbenturan dan membuat ledakan dahsyat.
Naruto yang terpental langsung pingsan karena Kyuu langsung berubah menjadi sosok perempuan dan membawa Naruto berlindung di belakang pohon.
Dua Sosok yang melayang di langit yang melihat itu harus terkejut karena serangan mereka ada yang menghalangi.
Sret! Buagh! Blaaar!
Kedua orang yang melayang itupun harus terkejut ketika seseorang muncul di belakang mereka dan memukul mereka dengan sebuah Tombak hingga terpental ke bawah dan menabrak tanah dengan keras.
" G-Ghh! Te-Teme... "
Jrash!
Belum sempat berucap Bahu kanannya telah merasakan sakit ketika sebuah tombak merah menembus bahunya " sudah cukup atas kelakuanmu Hyoudo Issei, dan juga kelakuan burukmu Rias Gremory " ucap Sosok perempuan berambut ungu berumur sekitar 23 tahun namun tetap tampak cantik menatap dingin ke arah orang bernama Issei dengan tangannya menggenggam tombak di tangannya.
Bugh!
" Cough! " batuk Rias ketika perutnya di hantam Tombak perempuan berambut kuning berumur 21 tahun di atasnya " Sepertinya kalian masih ingin mencari masalah ne " gumam Perempuan itu.
" sebaiknya kita habis saja mereka sekarang. Mereka membuatku muak " ucap Perempuan Berambut pink dengan telinga rubah serta ekor rubah dengan umur tampak seperti 21 tahun
" Bolehkah aku menembak mereka? " tanya Perempuan berumur 19 tahun dengan pakaian hitam di sertai berbagai senjata laras panjang di belakangnya.
" Kalian... " semua seketika mengalihkan pandangan mereka ketika ke dengar suara gumaman " Wah! Kunoe-chan! " panggil perempuan berambut kuning sebahu berlari dan memeluk perempuan yang menjaga tubuh Naruto.
" Scathcach, Jeanne, Okita, Tamamo, Nobunaga, kenapa kalian di sini? " tanya Kunoe serius " Tentu saja melindungi Naruto-sama. Mereka berniat membunuh Naruto-sama dengan cara licik. " ucap Scathcach mencabut tombaknya lalu memukul Issei hingga terpental dan menabrak sebuah pohon dengan keras. Begitu juga Jeanne yang langsung memukul kepala Rias hingga pingsan
Tap! Tap!
Tak lama setelah itu tampak Akeno, Hanabi, Hinata dan Kuroka yang berlari ke arah mereka dan berhenti beberapa meter di samping mereka.
" Mereka... " gumam Akeno " Ya.. Firasatku memang benar. Mereka adalah pasukan milik keluarga Naruto-kun " timpal Hinata.
" Mereka... Ah?! Bukankah mereka teman-temannya Naruto-sama dulu!? " gumam Nobunaga lalu menunjuk Akeno, Hinata, Hanabi, dan Kuroka bergantian.
" lama tidak berjumpa Scath-nee, Nobu-nee, Okita-nee, Jeanne-nee dan juga Tamamo-nee " sapa Hinata sambil tersenyum, namun senyum Hinata hilang ketika melihat sosok perempuan yang melihat membawa Naruto yang tak sadarkan diri
Hinata yang melihat itu bersiap melesat ke arah Kunoe namun di tahan Scathcach
" Wow, Wow, tenanglah Naruto-sama ada di tangan yang tepat "
" Tangan yang tepat? "
" dia adalah kunoe, anak dari Kyuubi no Yoko atau biasa di panggil Yasaka Hime yang pernah di tolong oleh ayah dari Naruto-sama " jelas Tamamo membuat semua terkejut
Kunoe yang di pandang terkejut hanya membungkukkan badannya sesaat " Jadi selama ini kau... " gumam Hinata " Benar. Aku adalah boneka Kyuu yang selalu di bawa oleh My Lord. Ayah dari My Lord menyuruhku untuk menemani Naruto dan menjaga Naruto dalam wujud Boneka. Waktu itu My Lord tidak mengetahui hal ini, maka dari itu Ayah My Lord menyuruhku menjaga Naruto. " jelas Kunoe.
" Kenapa My Lord Pingsan. Karena kesadaran My Lord ZG denganku. Ketika aku sadar Maka My Lord akan kehilangan kesadarannya untuk kebaikannya. Begitu pula sebaliknya "
" My Lord? " beo Hanabi " Panggilannya pada Naruto-kun. " jelas Akeno.
" Kunoe juga sudah bersumpah untuk setia melindungi, dan menjaga Naruto-sama, maka dari itu beberapa kali kalian menemui Kunoe melindungi Naruto-sama. Kunoe sebenarnya ingin menjaga Identitasnya agar tidak di ketahui kalian. Tapi sepertinya sudah terlambat " jelas Scathcach sambil menghela nafas pelan.
" Pantas saja Setiap kau muncul mau selalu pergi sambil membawa Naruto-kun " gumam Kuroka sambil bersidekap dada.
" Kalian bertiga yang ada di sana, sebaiknya keluarlah Sirzech Lucifer, Azazel, Michael. Aku tahu kalian menguping sejak tadi " ucap Nobunaga mengarahkan seluruh senjata berlaras panjang di belakangnya ke arah 3 Pohon.
Tak lama setelah itu tampak 3 Orang dengan Dua orang tengah memopong Rias dan Issei yang tak sadarkan diri. Hinata dan yang lain yang melihat itu terkejut dan memasang posisi siaga.
" Wah-Wah lama tidak berjumpa pasukan Servant. " sapa Azazel namun hanya di acuhkan oleh para Servant " Apa mau kalian? Apa kalian berniat membunuh Naruto-sama? " tanya Nobunaga sambil bersiap menarik seluruh pelatuknya senjatanya.
" Wow! Wow! Tenanglah ojou-chan! Kami tidak akan melakukan itu! " panik Azazel. Walau dia gubernur malaikat jatuh, lawannya bukanlah orang biasa
Menurut data yang dia dapat, Nobunaga dapat mengendalikan Ratusan senjata yang bisa dia kendalikan dengan pikirannya, terlebih dia juga bisa membelah diri, dan dia tidak tahu apakah di depannya Asli atau tidak.
" Apa kalian tidak puas akan perbuatan waktu itu?! " tanya Nobunaga dengan aura merah mencengkam " Kalian... APA KALIAN TIDAK PERNAH PUAS KARENA PERBUATAN KALIAN!? " teriak Nobunaga dengan aura merah di belakangnya yang perlahan membentuk sosok tengkorak besar.
" Tolong dengarkan kami. Waktu itu.. "
" DIAM! WALAU KAU MALAIKAT KAU SUDAH MELAKUKAN SEBUAH DOSA!? APA LAGI LUCIFER DENGAN DARAH TAK MURNI BANGSA IBLIS?! APA YANG MEMBUAT KALIAN DENGAN BERANI MEMBUNUH KELUARGA NARUTO-SAMA?! " teriak Nobunaga sambil membentak Michael, dan ucapan yang keluar dari mulut Membuat Hinata, Hanabi, Akeno dan Kuroka terkejut.
" Nobu! Tenangkan dirimu! Aku tahu kau marah karena Kau dekat dengan Keluarga Naruto-sama. Bahkan kau juga sudah menganggap Naruto-sama sebagai adikmu, tapi tenanglah! " ucap Okita sambil memeluk Nobunaga.
" A-Apa itu benar... " gumam Hinata dengan perasaan syok
" Sirzech-nii... Jadi kau..." gagap Akeno benar-benar tidak percaya
Sirzech yang mendengar itu hanya menundukkan kepalanya begitu juga Michael " O-Oi, tolong dengarkan kami. W-Waktu itu kami melakukannya karena.. "
" Apa karena Kushina-Obaa-san? " tanya Kunoe datar membuat semua di sana menegang, semua tahu siapa yang di sebutkan.
" Jangan katakan... KISAMA! " geram Nobunag dengan nada marah dan secara tiba-tiba Ratusan Senjata laras panjang Nobunaga bertambah membuat Sirzech, Michael, Azazel terkejut " MATILAH KALIAN!? " teriak Nobunaga menarik seluruh pelatuk senjatanya hingga menembakkan banyak peluru ke arah Sirzech, Azazel dan Michael. Ketiga Maou Fraksi yang tak mau mati konyol dengan cepat pergi hingga akhirnya Peluru Nobunaga hanya mengenai angin.
" Tenangkan dirimu Nobunaga, jika tidak semua di sini akan melihat ini " peringat Scathcach. Nobunaga yang mendengar itu mengatur Emosinya.
" Scath-nee, bisa kau jelaskan mengenai ini pada kami? " tanya Hinata dengan ekspresi tak terlihat, Scathcach yang mendengar dan melihat tingkah Hinata dan yang lain tampak berbeda berpikir sesaat.
" Sejujurnya aku baru tahu ini setelah Kunoe berkata mengenai Queen, tapi aku sudah menangkap sebagian besarnya. " gumam Scathcach " Tapi ketika aku mengatakan ini kalian harus menahan emosi kalian dan juga amarah kalian pada Gremory Rias karena sepertinya dia juga korban di sini. Untuk Hyoudo Issei biarkan waktu berlalu, nanti dirinya juga akan sadar dari kesombongannya " lanjut Scathcach membuat empat perempuan yang dekat dengan Naruto mengarah ke Scathcach untuk mendengar penjelasan scathcach.
.
Gremory Side
.
Sementara itu di kediaman Gremory, tampak saat ini Rias tengah berbaring di kasur dengan perban di kepalanya, Riaspun perlahan membuka matanya dan menatap sekelilingnya. " Aku sudah di kamar ya... " gumam Rias sambil menyentuh kepalanya yang sedikit merasakan sakit.
" Sebenarnya siapa mereka tadi... " gumam Rias " Ghh! " geram Rias sambil mengepalkan tangannya " Kenapa.. Kenapa banyak sekali yang melindunginya " geram Rias
" Terlebih... Wajahnya sangat mirip denganmu... " lirih Rias sambil melemaskan kepalannya sambil melirik ke arah Foto dimana terdapat foto kecilnya bersama pemuda kecil seumurannya dengan senyum cerah.
" itu tidak mungkin kau bukan.. Aku dengar kau sudah mati, itu tidak mungkin kau bukan Naru-kun " lirih Rias " jika kau masih hidup kau tidak akan melupakanku bukan? Kau pasti masih sehat bukan? Kau sudah berjanji akan selalu bersamaku bukan? "
" Tapi semua itu tidak terjadi.. " lirih Rias " Dia.. Dia pasti hanya tiruanmu yang ingin mengantikkanmu... Aku.. " gumam Rias sambil mengepalkan tangannya kembali
" aku pasti akan membunuhnya.. Tidak boleh ada yang menggantikanmu " lanjutnya dengan pandangan tajam ke depan.
Sebuah konflik perlahan semakin terlihat, sebuah konflik yang membuat perselisihan antara Cinta, Teman, Sahabat dan Kewajiban menjadi renggang. Akankah semua menyatu kembali
.
.
.
.
.
TBC
Note : Yo! Akhirnya bisa up nih. Sorry lama karena kesibukan saya jadi mohon di mengerti.
Baiklah bagaimana menurut kalian cerita kali ini? Serukah atau bagaimana? Aku harap kalian puas.
Kali ini saya telah membukakan sedikit Konflik yang ada Di Cerita kali ini. Walau masih blur tapi Konflik tetap telah keluar.
Lalu Servant? Kenapa ada? Ada di cerita masa lalu Naruto nanti. Lalu bagaimana bisa keluarga Naruto meninggal masihlah rahasia.
Di Chapter kali ini Ke geniusan Naruto belum muncul. Akan ada saatnya Geniusnya keluar.
Baiklah itu saja dari saya.. Sorry karena tidak bisa lengkap. Satu lagi, untuk Author bernama Brengzeck-id 014 katanya akan cukup lama upnya karena kesibukannya. Kalau masih penasaran silahkan PM Ane. Saya Setsu undur Diri. Jaa~ Na.
