Opening – Namirin -Yasashisa No Ryu

Taikutsu na madobe ni

( Layar memperlihatkan genangan air yang bergelombang hingga mencerminkan Naruto yang duduk di kelas sambil memeluk bonekanya dari samping )

fukikomu kaze ni

( Layar kembali bergelombang hingga memperlihatkan Naruto dari depan mulai menundukkan kepalanya sambil membaca buku di mejanya )

Kao wo shikameta no wa terekusasa no uragaeshi

( Salah satu tulisan di meja Narutopun seketika melayang membuat Naruto yang melihat itu terdiam polos sambil melihat Tulisan tersebut keluar jendela )

Fix First

( Layarpun menjauh memperlihatkan Sekolah Kuoh di sertai Tulisan Judul Autisme? Or Genius? )

Aimai ni unazuku

( Layar kembali di ganti memperlihatkan Hinata yang berjalan di bawah hujan dengan payung di tangannya dengan ekspresi murung )

tenohira no kyou

( Layar kembali di ganti dengan Kuroka dari samping yang berteduh di bawah kuil )

Egaiteru jibun wa

( Layar kembali di ganti dengan Hanabi yang berteduh di bawah Supermarket sambil memandang langit )

sukoshi oogesa de

( Layar kembali di Ganti dengan Sona dan Akeno yang menunggu di sekolah sambil memandang langit yang hujan )

Nani ka kawarisou na

( Layar kembali di ganti Dengan Naruto yang berkumpul bersama yang lain sambil saling berbincang )

ki ga shiteiru yo

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang mengalihkan wajahnya dengan polos )

Kokoro ni yobikakeru

( Mata Naruto yang menangkap Dua burung biru tengah terbang di luar )

kimi no sei da ne

( layar kembali di ganti dengan mata Naruto yang melebar lalu semua seketika menggelap menyisakan Naruto seorang diri )

Fix Second

( layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto beserta keluarganya )

Kumorizora nozoita yokan

( Layar kembali di ganti dengan Hinata yang mengangkat wajahnya dengan ekspresi terkejut, Lalu Kuroka, Hanabi, Sona dan Akeno )

Te wo nobasou itsu yori mo chikara zuyoi yuuki de

( Dari belakang Narutopun muncul beberapa tangan bercahaya yang memeluk Naruto hingga Naruto tersentak dan bersamaan dengan itu Tempat yang gelap berubah menjadi terang dengan latar lautan yang luas )

Hikari mo kage mo mada tookute sore demo bokura wa

( Layar kembali di ganti dengan kamera mengelilingi Naruto yang terkena hembusan angin di lautan luas tersebut, lalu layar kembali berganti dengan Lengan Naruto yang memeluk erat boneka Kyuu di pelukannya.

Yasashisa no riyuu ga shiritai

( Layar kembali di ganti dengan Dua lengan yang tiba-tiba muncul dan menarik Naruto membuat Naruto tersentak karena saat ini Naruto di tarik oleh Kuroka dan Hinata )

Ima wa dare no namae demo nai kagayaki no kanata e

( layar kembali di ganti dengan Naruto, beserta Akeno, Hinata, Sona, Kuroka dan Hanabi yang saling bercanda dan bergurau di berbagai tempat )

Zenbu kako ni naru mae ni mitsuke ni ikou

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang menghentikan langkahnya karena melihat Bunga Violet laku tersentak ketika Hinata memanggilnya dan berlari ke tempat Hinata yang cukup jauh dengan lari pelan )

Fix End

( Kamerapun bergerak ke atas merekam langit biru yang di sinari matahari cerah.

Disclaimer :

Naruto Masashi Kisimoto

High School DxD Ichiei Ishibumi

Summary : Namikaze Naruto, sosok pemuda yang ceria harus mengalami penyakit 'Autisme' karena sebuah kejadian yang terduga namun memiliki Kegeniusan di atas rata-rata, beberapa orang datang mendekat memberinya pencerahan dan memberinya uluran tangan, namun... Apakah itu bisa bertahan lama?

Autisme? Or Genius?

Pair :

Naruto x ...

Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Comedy, Little Humor, Slice of Life, Echhi, DLL

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, Jutsu Buatan sendiri, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, Autis!Naruto.

" Naruto " berbicara

' Naruto ' batin

[" Naruto "] Sacred Gear berbicara

[' Naruto '] Sacred Gear berbicara batin.

.

Chapter 4 : Accident

.

Kamis, 17 Mei 2018

Kuoh Gakuen

08.00 AM

.

Hari yang cerah di hari Rabu, tampak Naruto beserta yang lain saat ini berjalan bersama menuju kuoh. Selama perjalanan Naruto tampak tengah berpikir keras seperti berusaha mengingat sesuatu, terlihat dari gerak-geriknya yang memejamkan matanya erat di sertai pelukannya pada boneka Kyuu semakin kuat.

"Sepertinya tidak bisa," gumam Naruto lirih dan sekarang postur tubuhnya kembali santai

Hanabi yang paling awal menyadari tingkah itu karena dia ada di samping Naruto pun berinisiatif bertanya "Ada Apa Naruto-nii? Kau tampak memikirkan sesuatu?," tanya Hanabi.

" A-Aku hanya berusaha mengingat kejadian kemarin. A-Aku penasaran kenapa aku ti-tiba sudah ada di kamar?," jawab Naruto sambil tergagap.

Hanabi yang mendengar jawaban Naruto melirik Hinata dan Kuroka yang ada di belakang mereka seolah bertanya ' Bagaimana?,'

Hinata yang mengerti tatapan Hanabipun mendekati Naruto dan menepuk kedua pundak Naruto dengan pelan "Jangan di pikirkan Naruto-kun, itu tidak bagus untuk kesehatanmu nanti." nasehat Hinata

" B-Benarkah? " tanya Naruto dengan tatapan penasaran "Itu benar. Dari pada memikirkan ini, kenapa Naruto-kun tidak mencoba Puzzel ini?," jawab Kuroka sambil menyerahkan sebuah puzzel gembok berbentuk seperti Peti Harta karun.

Naruto yang melihat Gembok itupun menatap lekat Gembok tersebut karena menurutnya unik dan mencoba membukanya, Namun dia tidak melihat lubang kuncinya. Karena penasaran Naruto mencoba mencari lubang kunci gembok tersebut sambil berjalan.

Selama berjalan Hinata, Kuroka dan Hanabi memandang Naruto dengan pikiran masih mengingat cerita dari Scathach, sang penjaga Naruto dari balik bayang.

Mereka menatap Naruto sedih karena saat mendengar cerita Scathach mereka benar-benar tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.

.

Flashback On

.

"Apa yang Anda bilang?," tanya Akeno benar-benar tidak percaya dengan Cerita dengan ucapan Scathach "Seperti yang aku katakan. Keluarga Naruto-sama sepertinya di bunuh karena kekuatan Almarhum Kushina-sama," jawab Scathach menjelaskan ulang.

"Aku tidak mengetahui pasti tapi kejadian itu hanya yang lain mengetahuinya secara pasti karena aku yakin Nobu telah menceritakannya pada yang lain."

"keluarga Naruto-sama di bunuh kerena Kekuatan milik Kushina-obasama. Kekuatan Kushina-Obasama mirip seperti Yasaka-sama, Ibu dari Kunou-chan. Tapi kekuatan Kushina-obasama lebih kuat di banding Yasaka-sama." jelas Nobunaga " Karena bagi Tiga Fraksi hal itu akan mengganggu ke stabilitas Alam mereka memilih Membunuh Kushina-obasama. Namun saat akan membunuhnya tanpa di sangka Minato-Ojisama ikut mati karena melindungi Kushina-obasama," lanjut Nobunaga.

" Karena tujuan mereka berhasil, mereka kembali. Mereka tidak mengetahui bahwa Kushina-obasama memiliki seorang anak, waktu itu My King di bawa ke tempat aman dalam keadaan tidak sadarkan diri, dan sebelum Minato-ojisama mati, dia memberiku sedikit kekuatan Kushina-obasama dan memberiku perintah untuk menjaga My King dalam wujud Boneka Kyuu " ucap Kunou melanjutkan cerita Nobunaga.

" Jadi... Saat kejadian itu, kau yang menyelamatkan Naruto-kun?," tanya Hinata mengingat kejadian saat Naruto di serang oleh Rias " Ha'i," jawab Kunou sambil mengangguk.

" Lalu apa hubungan ini dengan Rias?," tanya Akeno. Scathach yang mendengar itu menghela nafas. "Begini ...," gantung Scathach.

"Sebenarnya, Rias. Dia adalah teman pertama Naruto sejak kecil," ucap Scathach membuat Hinata, Kuroka, Hanabi dan Akeno terkejut "Ka-Kau tidak bohongkan, Scathach-nee?," gagap Hinata benar-benar terkejut. Teman pertama Naruto? Rias?

" Itu benar. Kalian belum pernah melihat Naruto bermain bersama Rias. Jika Rias telah pergi barulah kalian datang dan bermain Dengan Naruto-sama. Bisa di bilang, datang kalian selalu bergantian yang membuat kalian tidak sempat bertemu," ucap Jeanne membenarkan ucapan Scathach.

Hinata, Hanabi, Kuroka dan Akeno yang mendengar itu tentu terkejut. Jika begitu, kenapa Rias menyerang Naruto?

" Kalian pasti berpikir kenapa, Rias menyerang Naruto bukan?," tebak Okita membuat ke empat perempuan itu terkejut karena tebakan Okita benar "Itu karena berita kematian keluarga Naruto-sama membuatnya Syok dan berpikir Naruto-sama telah mati. Karena dirinya melihat Naruto-sama kembali namun karena penyakit Autismenya, dia tidak mau mengakui Naruto-sama adalah Naruto-sama yang dia kenal," jelas Okita.

" Jika kalian bertemu Rias, Usahakan jauhkan dia dari Naruto untuk saat ini. Tunggu hingga kabar siapa yang membunuh keluarga Naruto-sama langsung di dengar oleh Rias langsung," pinta Nobunaga membuat empat perempuan di sana bingung.

" Kenapa?,"

" Rapat 3 Fraksi. Itu akan di adakan dalam waktu sebulan lagi. Saat itu terjadi kalian ikuti pertemuan itu, kami akan menyerang rapat itu dan memaksa mereka untuk mengatakan hal itu," ucap Tamamo yang sejak tadi diam mulai berbicara.

"Satu lagi ...," jeda Scathach " kami akan menjaga Naruto-sama dari balik bayang, jika terjadi sesuatu pada kalian kami akan melindungi kalian," lanjut Scathach sambil tersenyum.

" Keselamatan Naruto-sama serahkan pada Kunou," ucap Scathach sambil melirik Kunou " Selama dia dekat dengan Naruto-sama dia akan baik-baik saja. Kesadaran Naruto-sama di pengaruhi dengan berubahnya Kyuu menjadi Kunou-chan, dengan begitu Dia tidak akan mengetahui hal-hal seperti ini."

.

Flashback End.

.

Kelas

08.30 AM.

.

Sesampai di kelas, Hinata dan Kuroka duduk di bangku mereka sambil memandang Naruto yang tampak masih berkutat dengan sebuah puzzel gembok yang di berikan Kuroka.

Mengingat kejadian kemarin membuat kepala Hinata dan Kuroka pening. Banyak Hal yang mereka tidak ketahui dan sekarang mereka ketahui karena tidak sengaja.

"Bagaimana ini, Hinata-chan?," tanya Kuroka sambil melirik Hinata yang ada di sebelahnya "Aku juga tidak tahu." Jawab Hinata sambil memijit keningnya.

"Tapi setidaknya kita ikuti saja apa yang di katakan oleh Scathach-nee-sama untuk saat ini." Lanjutnya sambil melirik Naruto yang tampak semakin semangat memecahkan Puzzel Gembok di tangannya.

Ckrak!

Gembok itupun berhasil dibuka membuat Naruto berteriak senang karena berhasil memecahkan Puzzel Gembok di tangannya selama perjalanan menuju sekolah, karena teriakan tersebut Naruto menjadi pusat perhatian.

"Yatta!," teriak Naruto sungguh senang, Hinata dan Kuroka yang melihat reaksi senang Naruto hanya tersenyum kecil, menurut mereka melihat senangnya Naruto, bagaikan obat penenang bagi mereka.

"Ne~ Kuroka-chan, apa ada lagi?," tanya Naruto dengan sangat antusias, Kuroka yang mendengar itu tersenyum dan menepuk pelan kepala Naruto "Gomen Naru-kun, aku tidak membawanya," ucap Kuroka meminta maaf membuat Naruto cemberut.

" Bhuu~ Padahal aku ingin lagi." cemberut Naruto membuat Kuroka terkekeh kecil, sementara Hinata hanya tersenyum kecil " Jangan khawatir, setelah pulang sekolah Naruto-kun bisa memainkan Puzzel yang lebih susah dari ini," bujuk Hinata agar Naruto tidak cemberut.

Naruto yang mendengar itu tersenyum senang lalu mengangguk dengan semangat. Hinata dan Kuroka yang melihat Naruto tampak senang kembali ikut tersenyum.

Tak lama setelah itu sang guru pun memasuki kelas dan memulai pelajaran. Scathach yang mengawas di balik pohon tersenyum melihat Naruto tampak antusias belajar walau terkadang-kadang, Naruto selalu berteriak geje dan sesekali menggumam sendiri. Namun kepintaran Naruto membuatnya selalu mendapat nilai bagus.

Tap!

Scathach yang merasakan ada yang mendatanginya dari belakang melirik siapa yang mendekatinya, dan di belakang Scathach tampak Nobunaga yang tengah melayang mulai mendarat di sampingnya.

" Bagaimana keadaannya?," tanya Nobunaga sambil ikut mengawasi Naruto " Dia baik-baik saja. Selama perjalanan hingga saat ini, tidak ada tanda serangan Rias maupun dari Sekeiryuutei," jawab Scathach membuat Nobunaga menghela nafas lega.

" Syukurlah kalau begitu, Aku cepat-cepat ke sini karena ingin memberitahumu sesuatu," ucap Nobunaga membuat Scathach meliriknya "Aku mendapat kabar dari Tamamo, bahwa ada salah satu Fraksi Malaikat jatuh tengah berada di kota ini," lanjut Nobunaga menjelaskan.

Scathach yang mendengar itu menatap Nobunaga " Jangan khawatir, serahkan dia padaku," ucap Scathach sambil mengayunkan tangan kanannya hingga memunculkan sebuah Tombak.

" Aku dengan Gae Bolg sudah cukup untuk melindungi, Naruto-sama." ucap Scathach dengan ekspresi yang berubah menjadi datar. "jangan terburu-buru, Scathach. Bisa jadi incaran dia bukanlah Naruto-sama." Peringat Nobunaga membuat Scathach terdiam, lalu menghilangkan tombaknya.

"Kita harus mencarinya lebih dulu, setelah mengetahuinya apa tujuannya dan jika itu menyangkut untuk membunuh Naruto-sama, tak perlu segan-segan ..." gantung Nobunaga lalu melirik Scathach yang juga meliriknya "Langsung bunuh saja."

"Dengan senang hati."

.

Skip Time

Breaktime

13.10 PM

.

Setelah melakukan pembelajaran yang cukup melelahkan para siswa-siswi pun mendapatkan kesempatan beristirahat untuk mengisi perut mereka yang keroncongan agar bisa fokus belajar dan mendapatkan asupan Gizi, Protein, Vitamin, Karbohidrat dan Lemak yang cukup.

Seperti contohnya saat ini di sebuah atap sekolah, tampak Naruto saat ini duduk bersama Hinata, Akeno, Hanabi dan Kuroka di temani Kotak bento di tangannya yang berisikan Sayuran, Daging, Lauk pauk serta Penambah Karbohidrat yaitu Nasi.

Naruto dengan sangat senang melahap Bento di tangannya, sementara Hinata, Hanabi, Kuroka dan Akeno hanya tersenyum melihat tingkah senang Naruto saat memakan Bentonya.

" Ne, Akeno-senpai." Panggil Hanabi membuat Akeno menatap Hanabi." Bagaimana keadaan Gremory-san? Apa dia bertingkah aneh?," tanya Hanabi.

"Dia tadi tidak ada di kelas. Sensei bilang Rias-san izin untuk beberapa hari." Jawab Akeno membuat Hanabi menaikkan sebelah alisnya." Izin?," tanya Hanabi sekali lagi dan mendapatkan anggukan dari Akeno.

"Aku merasakan firasat buruk mengenai ini," gumam Hanabi dapat di dengar semua orang yang ada di atap sekolah. Naruto yang mendengar gumaman Hanabi merinding ketakutan. "Fi-Firasat Buruk?," gumam Naruto ketakutan.

"A-Ah! Lu-Lupakan Saja! Jangan terlalu di pikirkan Naruto-nii!," ucap Hanabi panik karena membuat Naruto ketakutan.

"Firasat buruk seperti apa, Hanabi-san?,"

Hanabi, Hinata, Kuroka dan Akeno yang mendengar suara Kunou tersentak. 'Kunou-san?,' batin mereka. "Ha'i, ini aku. Aku memakai teknik telepati yang di berikan Minato-ojisama kepadaku. Naruto-sama tidak bisa mendengar pembicaraan kita jadi kita aman," jawab Kunou yang dalam bentuk boneka yang saat ini di buat posisi duduk di samping Naruto.

Hinata, Hanabi, Kuroka dan Akeno hanya bisa terkagum akan teknik yang di berikan Almarhum ayah Naruto kepada Kunou karena teknik tersebut sangat bermanfaat.

"Jadi, Hanabi-san. Bisa kau jelaskan mengenai Firasat buruk yang kau rasakan?,"

"Begini, Aku merasakan ada yang janggal mengenai Gremory-san meminta Izin. Firasatku mengatakan bahwa dia ingin menyerang Naruto-nii saat, Naruto-nii sendirian," jelas Hanabi mengenai firasat buruk berdasarkan perkiraannya.

"Contoh?," tanya Kuroka.

"Seperti ..."

" A-Ah! Benar juga! Aku ada sesuatu untuk kalian! Tunggu sebentar ya." ucap Naruto secara tiba-tiba sambil bangkit dan berlari menuju anak tangga sambil membawa boneka Kyuunya.

Empat perempuan yang di tinggal terdiam beberapa saat hingga. " Seperti saat ini," lanjut Hanabi. Empat perempuan itu langsung ngeh dan mengejar Naruto.

.

Tap! Tap!

Sementara di tempat Naruto, tampak Naruto masih berlari kecil di sebuah lorong yang gelap. Naruto yang baru sadar jika ini bukan jalan menuju kelas berhenti. "A-Are? Ini bukan jalan menuju kelas?," gumam Naruto sambil memandang tempat sekitar yang minim penerangan.

Naruto yang melihat keadaan sekitar minim cahaya bergetar ketakutan "Kau takut?." Naruto yang mendengar suara lain menegang.

Grek!

" Jangan Khawatir ... Aku akan menghilangkan ketakutanmu itu." Secara tiba-tiba Naruto langsung di cekik dan di benturkan ke tembok dengan keras hingga lemas.

Kunou yang ada dalam bentuk Kyuu terkejut karena yang mencekik Naruto adalah Rias Gremory. Kunou yang ingin berubah terhenti karena Rias mencengkeramnya lalu melemparnya jauh dari Naruto.

Sret! Stap!

Kunou yang ada dalam wujud Kyuu seketika terjatuh di lantai dengan jarak 15 meter dari Naruto dan langsung di injak Oleh Issei yang juga ada di sana.

"Dengan begini tidak ada yang menghalangi lagi."

Kunou yang di injak Issei hanya bisa menggeram marah dalam wujud boneka, jika saja ada kesempatan sudah pasti dia akan menghajar bocah Sekeiryuutei yang menginjaknya.

["Oi! Aibo! Hentikan ini sekarang juga! Kalau tidak kau bisa mati!?,"] ucap Draig dengan nada panik. "Heh~ begitukah." Balas Issei merasa tidak takut.

"Saatnya untuk menutup matamu ... Uzumaki Naruto." Ucap Rias sambil tersenyum senang. Naruto yang melemas karena cekikan Rias menatap Rias dengan mata menyipit karena kesadarannya mulai hampir menghilang.

Dari sudut pandang Naruto, Naruto melihat wajah Rias yang tersenyum senang tampak memunculkan bayangan perempuan kecil dengan senyum manis di wajahnya "R-Rihime ... -chan," gumam Naruto dengan suara lemah.

Deg!

Rias yang mendengar itu menegang. " Na-Nama itu ..." gagap Rias, tanpa sadar dirinya melemaskan cekikannya dan menatap Naruto terkejut saat Naruto menggumamkan nama yang diucapkan Naruto. "U-Uso ... Tidak mungkin ... Tidak mungkin kau Naru-kun yang itu ..."

"Buchou!." Kejut Issei karena secara tiba-tiba dirinya melihat Rias tampak Syok karena sesuatu.

Sret! Bruk!

"Ough!." Naruto yang bebas dari cekikan Riaspun terjatuh ke lantai sambil terbatuk karena sakit di kerongkongannya. Issei yang melihat itu mengangkat sedikit kakinya dan itu membuat Kunou mendapatkan kesempatan besar untuk melakukan serangan balasan.

Bziiit!

Seketika Boneka Kyuu memancarkan listrik merah besar yang membuat Issei menyilangkan tangannya untuk menahan silaunya listrik tersebut, begitu juga Rias.

Sret! Grek!

Wush!

Setelahnya dengan cepat, Kunou mencengkeram kerah Issei lalu melemparnya ke arah Rias yang masih menyilangkan tangannya.

Bruk!

Rias dan Issei pun saling berbenturan dan terjungkal ke belakang cukup jauh dari Naruto. Kunou yang mendapat kesempatan mendekati Naruto langsung ke tempat Naruto dan mengendong Naruto di punggungnya.

["Dragon Shot!."]

Kunou yang mendengar Issei melancarkan serangan ke arahnya melirik bola Hijau yang ke arahnya dengan tenang.

Bwush~

Bola hijau itupun mengikis secara perlahan lalu menghilang sepenuhnya begitu hampir mengenai wajah Kunou. Issei, sang pelaku serangan tersebut menatap Kunou tidak percaya bahwa Dragon Shotnya berhasil di hilangkan dengan mudah.

"Kau sudah membuat kesalahan terbesar dalam hidupmu, Sekeiryuutei," ucap Kunou dengan nada serta hawa yang mengeluarkan aura intimidasi yang di layangkan kepada Issei.

.

Autisme? Or Genius?

.

Kelas

.

Brak!

Dengan keras Hinata membuka pintu kelasnya hingga membuat suara benturan keras yang membuat beberapa murid di kelas terkejut.

Mengacuhkan itu Hinata menatap sekitar kelas dan dia tidak melihat Naruto sama sekali. "Kuso!," umpat Hinata. "Bagaimana, Nee-chan?," tanya Hanabi was-was.

" Dia tidak ada di sini," jawab Hinata "Dia pasti salah arah. Kita harus berpencar untuk mencarinya!," saran Hinata dan di balas anggukan Hanabi, Akeno dan Kuroka.

.

Back to Naruto place

.

Kembali ke tempat Naruto, tampak saat ini Kunou yang menggunakan pakaian kesatrianya dengan Naruto di punggungnya menatap Issei dengan hawa intimidasi menandakan dirinya benar-benar marah.

Sementara Issei hanya acuh dengan tatapan Kunou, karena menurutnya Kunou bukanlah tandingannya. Rias yang terbentur keras dengan Issei perlahan mulai bangkit dan menatap Naruto yang pingsan di gendongan Kunou.

" Na-Naru-kun ..." gumam Rias lirih.

Dengan pelan Kunou pun menyandarkan Naruto di dinding, lalu menghadap ke arah Issei kembali. "Kali ini aku tidak akan mengampunimu, Sekeiryuutei," ucap Kunou sambil membuka telapak tangannya hingga memunculkan sebuah pedang kesatria berukuran panjang sekitar 140 cm.

"Gh! Apa kau pikir bisa mengalahkanku hanya dengan pedang itu!." remeh Issei. Kunou yang mendengar itu mengeratkan genggamannya pada gagang pedang di tangannya hingga mengeluarkan Aura Orange yang membara.

["Nakyuuchijinshu!."] ucap Kunou, lalu menebaskan pedangnya secara Horisontal.

Swuuush~

Semburan api pun keluar dari tebasan Naruto yang melesat cepat ke arah Issei begitu pun Rias. Issei yang melihat itu berdiri di depan Rias bermaksud melindunginya.

Blaaar!

Di lorong itupun terjadi ledakan sedang yang langsung memicu alarm peringatan yang membuat seluruh murid panik. Hinata yang merasakan energi di suatu tempat langsung ke tempat tersebut dengan cepat.

Kembali ke tempat Kunou, tampak lorong sekolah di sana menjadi hitam di sertai beberapa bagian dinding yang hancur dan Api yang membara membuat cahaya memasuki lorong yang minim cahaya tersebut.

Kunou yang melihat serangannya membuat dampak cukup besar menghela nafasnya. "Apa kau pikir sudah selesai." Kunou yang mendengar suara lain menatap lorong yang masih terdapat api yang membara.

Bwush~

Api tersebut pun menghilang dan memperlihatkan sosok Azazel yang melindungi Rias dan Issei. Kunou yang melihat itu hanya diam namun tidak menghilangkan kesiagaannya.

"Azazel ..." gumam Kunou dingin. Azazel yang merasa sudah aman menghilangkan kekkai yang melindunginya dirinya, Issei dan Rias.

"O-Omae! Siapa kau se..."

Bugh!

Dengan keras Azazel memukul tengkuk Issei membuat Issei kehilangan kesadarannya.

"Souka ... Jadi Malaikat jatuh yang datang kemari itu adalah kau ... Azazel." Kunou yang mengenal suara tersebut melirik ke belakang Azazel, sementara Azazel yang mendengar suara tersebut bergetar ketakutan karena saat ini.

Oda Nobunaga ... Telah berada di belakangnya sambil menundukkan wajahnya "Kali ini ..." gantung Nobunaga sambil mengangkat wajahnya memperlihatkan tatapan membunuhnya dengan seringai mengerikan "Kematianmu akan datang menjemputmu."

"Nobunaga, kenapa kau di sini?," tanya Kunou. " Aku merasakan energimu jadi aku cepat-cepat kemari," jawab Nobunaga lalu melirik Azazel yang menggendong Rias dan Issei.

Swuuush~

Seketika ratusan senapan langsung muncul dari api dan mengunci sasarannya yaitu Azazel. Azazel yang di kunci hanya bisa diam, dirinya bisa saja lari dengan mudah tapi yang menguncinya bukanlah orang sembarangan. Jika dia bergerak sedikit saja untuk kabur, bisa di pastikan dirinya mungkin akan langsung tewas.

"Kunou, bawa Naruto-sama pergi. Azazel biar aku yang urus," ucap Nobunaga sambil mengangkat sedikit tangannya hingga memunculkan Bola Api di tangannya.

Kunou yang melihat serangan apa yang akan di lancarkan Azazel, langsung bertindak dengan menggendong Naruto lalu melesat dengan kecepatan petirnya meninggalkan Nobunaga dan Azazel saja di lorong tersebut.

"Kali ini, bersiaplah mati," ucap Nobunaga sambil bersiap melayangkan serangannya, Azazel yang melihat itu semakin bersiaga. "Tapi sebelum itu ..." gantung Nobunaga sambil menatap Azazel datar.

"Aku dengar ada Malaikat jatuh yang datang ke kuoh. Apa itu salah satu anak buahmu?," tanya Nobunaga serius. "Aku Tidak begitu mengetahuinya, tapi banyak anak buahku yang menentang perintahku. Jadi mungkin saja," jawab Azazel.

"Souka..." Azazel yang mendengar respons Nobunaga meneguk ludahnya. "Jaa~ Sayonara," lanjut Nobunaga.

["Shichizen Sekai : Kagutsuchi Uchi Jinshu!,"] teriak Nobunaga melayangkan serangannya.

BOOM!

Ledakan besar kembali terjadi di sertai api yang membara membuat sebagian gedung sekolah kuoh hancur. Hinata yang mencari Naruto terhenti karena getaran kuat akibat ledakan tersebut.

Bruk! Duagh!

Tanpa di ketahui Hinata langit lorong di tempatnya retak dan jatuh ke arahnya, namun untungnya Jeanne datang menyelamatkan Hinata dengan menghancurkan langit lorong tersebut.

"Kau tidak apa Hinata-sama." Hinata yang mengenal suara tersebut menatap sang pemilik suara yang berdiri di depannya "Jeanne-nee." Gumam Hinata.

"Jeanne-nee! Naruto-kun..."

" Jangan Khawatir, dia saat ini bersama Kunou-chan di tempat yang aman," ucap Jeanne membuat Hinata bernafas lega. "Ayo keluar dari sini dan berkumpul bersama yang lain, aku yakin Okita, Tamamo dan Scathach sudah mengeluarkan Hanabi-sama, Akeno-sama dan Kuroka-sama," ajak Jeanne sambil menggenggam erat tangan Hinata lalu pergi ke tempat aman.

Sementara di tempat Nobunaga, tampak Nobunaga menatap kobaran api di depannya dengan datar "Tch! Siapa sangka bahwa Maou datang menyelamatkan mereka," desis Nobunaga.

Flashback on

.

["Shichizen Sekai : Kagutsuchi Uchi Jinshu!,"] teriak Nobunaga melayangkan serangannya.

Wush!

Dari belakang Azazel seketika muncul Sirzech dan menciptakan lingkaran sihir di depan Serangan Nobunaga

BOOM!

.

Flashback off

.

"Tch!," decih Nobunaga lalu terbang meninggalkan tempat tersebut.

Di sebuah tempat yang luas, tampak semua sudah berkumpul kecuali Nobunaga, Hanabi yang melihat kakaknya datang bersama Jeanne langsung berlari ke arah kakaknya dan memeluknya erat.

"Bagaimana keadaan Naruto-kun?," tanya Hinata sambil melepaskan pelukan Hanabi. "Dia baik-baik saja. Saat ini biarkan dia tertidur, Nee-chan," jawab Hanabi dan memberi nasehat pada kakaknya.

"Sejujurnya ada apa ini?," tanya Kuroka. "Kejadian bermula saat Naruto-sama ingin ke kelas. Dia salah memilih jalan dan saat itu Rias datang dan mencekik Naruto-sama, dia juga melemparku dan aku di injak oleh Sekeiryuutei," jelas Kunou.

"Jika saja aku tidak terinjak sudah pasti aku akan menyelamatkan Naruto-sama. Namun entah bagaimana caranya, cekikkan Rias melemah dan melepaskan Naruto-sama, karena Kaki Sekeiryuutei melemah aku berhasil memberi perlawanan, namun Azazel muncul dan menyelamatkan mereka berdua."

"Lalu Nobunaga datang ke tempatku dan menyuruhku pergi meninggalkannya dengan Azazel," ucap Kunou menyelesaikan penjelasannya. "Hah~ seperti biasa dia mudah emosi tentang hal ini," hela Okita sambil memijit keningnya.

Tap! Tap!

Semua seketika menoleh ketika mendengar suara langkah kaki yang cepat hingga mereka bisa melihat Sona, Kiba, Akeno dan Koneko yang mendatangi mereka.

Sona yang melihat siapa saja orang-orang di depannya tersentak "Ka-Kalian?!," kejut Sona. "Wah! Sona-sama!," sapa Tamamo sambil mendekati Sona lalu memeluknya erat.

"Ta-Tamamo-nee?!."

"Ara~ kalian di sini rupanya?," gumam Akeno dengan nada khasnya. " Hmph! Tentu saja Sadistic. Sudah tugas kami bukan!," balas Okita sambil mengembungkan pipinya.

"Ara~Ara~ seperti biasa kau selalu mencari masalah ne Dada kecil."

"Apa Kau bilang?!."

"Etto Siapa mereka?," tanya Kiba menatap para Servant bergantian. "Mereka adalah penjaga Naruto-kun." jawab Hinata dengan singkat dan padat. Membuat Kiba dan Koneko Sweatdrop.

"Kau tidak apa bukan, Shiro-chan?," tanya Kuroka pada adiknya. Koneko yang ditanyai kakaknya hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.

Wush~ Tap!

" Yo~ Gomen aku terlambat," ucap Nobunaga yang datang dari langit lalu mendarat di dekat mereka. Nobunaga yang melihat Tamamo yang menjadi manja saat bersama Sona dan Okita yang berdebat dengan Akeno Sweatdrop seketika.

"Ada apa dengan mereka?," tanya Nobunaga meminta jawaban. "Bukankah kau harusnya sudah tahu?," balas Scathach menatap bosan Nobunaga.

"Ara~ ternyata si dada kecil bertambah."

Twich!

"Jangan Sombong hanya karena dadamu besar, Kuso-onna?!," teriak Nobunaga kesal pada perkataan Akeno.

Kuroka yang melihat situasi semakin aneh hanya tertawa canggung. "Mereka tidak pernah berubah ya," gumam Kuroka. Jeanne yang di samping Kuroka mengangguk setuju.

"Nobunaga, bagaimana?," tanya Kunou. "Dia selamat, dan juga dia bukan malaikat jatuh tersebut," jawab Nobunaga tanpa mengalihkan pandangannya dari Akeno.

"Sepertinya ada anak buah tua bangka itu yang menentang perintahnya dan datang ke kota ini," lanjut Nobunaga. "Etto... Apa yang dia maksud?," tanya Kiba penasaran, namun Semua hanya diam tidak menjawab pertanyaan Kiba.

"Kita harus cepat mencarinya," gumam Scathach dapat di dengar semuanya.

Deg!

Para Servant yang berkumpul seketika tersentak membuat Hinata, Hanabi, Kuroka, Akeno, Kiba dan Koneko Kebingungan.

"Kita mendapatkan kabar dari Miyamoto dan Nero," ucap Scathach sambil tersenyum senang. "Cukup cepat juga, tak kusangka rupanya 'dia' akan menjadi kunci untuk mengetahui keberadaan Para Malaikat jatuh tersebut," timpal Nobunaga ikut tersenyum.

"'Dia'?," tanya Hinata bingung siapa yang di maksud.

.

Other Place

.

Tap! Tap!

Tampak di jalan setapak di sebuah taman, terdapat 3 orang dengan tinggi yang berbeda-beda tengah berjalan dengan tenang di taman tersebut walau menjadi pusat perhatian.

Karena tiga orang tersebut di posisi tengah terdapat perempuan berpakaian gereja dengan kerudung menutupi kepalanya dan di sisinya terdapat masing-masing satu orang dengan jubah di sertai kerudung berwarna putih menutupi kepala mereka membuat wajah mereka tak terlihat.

"Nampaknya kita menjadi pusat perhatian ne," gumam orang di bagian kiri dari perempuan berpakaian gereja. "Umu! Mungkin karena penampilan kita," jawab orang di bagian kanan dengan antusias

"Apa kita harus terus seperti ini?," tanya orang di kiri pada perempuan berpakaian gereja di sampingnya. " Ha'i, tunggulah sebentar lagi," jawab perempuan tersebut.

"Sebentar lagi, aku akan datang. Tunggulah aku..."

.

.

"Naruto-nii-san."

.

.

TBC

Note : Yo! Minna akhirnya bisa Up juga nih cerita.

Gomen membuat kalian menunggu, mungkin kali ini hanya ini saja yang bisa aku persembahkan untuk cerita kali ini.

Khusus untuk cerita ini saya hanya akan memaksimalkan pengetikan sampai 5000 Word. Kalau cerita yang lain baru 10.000 Word.

Baiklah kita hentikan basa basinya sesaat. Bagaimana pendapat kalian kali ini? Udah ada gambaran untuk chapter ke depan? Aku sengaja membuatnya seperti ini karena jika membuatnya secara sekaligus rasanya aneh.

Saya juga sudah memberikan adegan Fightnya sedikit walau musuhnya gak ada perlawanan sih, tapi aku harap itu cukup. Lalu teknik milik Nobunaga? Saya sengaja menambahkan beberapa teknik atau jutsu pada para Servant agar nanti para Servant tidak bergantung hanya pada Hougu atau Noble Phastam.

Lalu seperti apa sih masa lalu Naruto? Setelah di pikir, cerita tersebut akan saya ceritakan saat rapat 3 Fraksi. Karena masih jauh ya bersabarlah.

Ok lalu untuk Naruto? Apa dia akan kembali seperti semula dan akan bertarung layaknya orang normal? Entahlah kemungkinan ya dan juga tidak.

Baiklah itu saja dari saya. Terima kasih bagi kalian yang menyempatkan waktu kalian untuk membaca cerita ini, aku senang sekali.

Jaa~ itu saja dari saya. Jaa~ na~

Setsutouzuki out~