Opening – Namirin -Yasashisa No Ryu

Taikutsu na madobe ni

( Layar memperlihatkan genangan air yang bergelombang hingga mencerminkan Naruto yang duduk di kelas sambil memeluk bonekanya dari samping )

fukikomu kaze ni

( Layar kembali bergelombang hingga memperlihatkan Naruto dari depan mulai menundukkan kepalanya sambil membaca buku di mejanya )

Kao wo shikameta no wa terekusasa no uragaeshi

( Salah satu tulisan di meja Narutopun seketika melayang membuat Naruto yang melihat itu terdiam polos sambil melihat Tulisan tersebut keluar jendela )

Fix First

( Layarpun menjauh memperlihatkan Sekolah Kuoh di sertai Tulisan Judul Autisme? Or Genius? )

Aimai ni unazuku

( Layar kembali di ganti memperlihatkan Hinata yang berjalan di bawah hujan dengan payung di tangannya dengan ekspresi murung )

tenohira no kyou

( Layar kembali di ganti dengan Kuroka dari samping yang berteduh di bawah kuil )

Egaiteru jibun wa

( Layar kembali di ganti dengan Hanabi yang berteduh di bawah Supermarket sambil memandang langit )

sukoshi oogesa de

( Layar kembali di Ganti dengan Sona dan Akeno yang menunggu di sekolah sambil memandang langit yang hujan )

Nani ka kawarisou na

( Layar kembali di ganti Dengan Naruto yang berkumpul bersama yang lain sambil saling berbincang )

ki ga shiteiru yo

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang mengalihkan wajahnya dengan polos )

Kokoro ni yobikakeru

( Mata Naruto yang menangkap Dua burung biru tengah terbang di luar )

kimi no sei da ne

( layar kembali di ganti dengan mata Naruto yang melebar lalu semua seketika menggelap menyisakan Naruto seorang diri )

Fix Second

( layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto beserta keluarganya )

Kumorizora nozoita yokan

( Layar kembali di ganti dengan Hinata yang mengangkat wajahnya dengan ekspresi terkejut, Lalu Kuroka, Hanabi, Sona dan Akeno )

Te wo nobasou itsu yori mo chikara zuyoi yuuki de

( Dari belakang Narutopun muncul beberapa tangan bercahaya yang memeluk Naruto hingga Naruto tersentak dan bersamaan dengan itu Tempat yang gelap berubah menjadi terang dengan latar lautan yang luas )

Hikari mo kage mo mada tookute sore demo bokura wa

( Layar kembali di ganti dengan kamera mengelilingi Naruto yang terkena hembusan angin di lautan luas tersebut, lalu layar kembali berganti dengan Lengan Naruto yang memeluk erat boneka Kyuu di pelukannya.

Yasashisa no riyuu ga shiritai

( Layar kembali di ganti dengan Dua lengan yang tiba-tiba muncul dan menarik Naruto membuat Naruto tersentak karena saat ini Naruto di tarik oleh Kuroka dan Hinata )

Ima wa dare no namae demo nai kagayaki no kanata e

( layar kembali di ganti dengan Naruto, beserta Akeno, Hinata, Sona, Kuroka dan Hanabi yang saling bercanda dan bergurau di berbagai tempat )

Zenbu kako ni naru mae ni mitsuke ni ikou

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang menghentikan langkahnya karena melihat Bunga Violet laku tersentak ketika Hinata memanggilnya dan berlari ke tempat Hinata yang cukup jauh dengan lari pelan )

Fix End

( Kamerapun bergerak ke atas merekam langit biru yang di sinari matahari cerah.

Disclaimer :

Naruto Masashi Kisimoto

High School DxD Ichiei Ishibumi

Summary : Namikaze Naruto, sosok pemuda yang ceria harus mengalami penyakit 'Autisme' karena sebuah kejadian yang terduga namun memiliki Kegeniusan di atas rata-rata, beberapa orang datang mendekat memberinya pencerahan dan memberinya uluran tangan, namun... Apakah itu bisa bertahan lama?

Autisme? Or Genius?

Pair :

Naruto x ...

Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Comedy, Little Humor, Slice of Life, Echhi, DLL

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, Jutsu Buatan sendiri, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, Autis!Naruto.

" Naruto " berbicara

' Naruto ' batin

[" Naruto "] Sacred Gear berbicara

[' Naruto '] Sacred Gear berbicara batin

.

Chapter 5 : Kunjungan

.

Jum'at, 18 Mei 2018

Kediaman Uzumaki

08.00 AM

.

Di pagi hari yang cerah, tampak di kediaman yang di tinggali oleh Naruto, Hinata, dan Kuroka. Saat ini mengalami situasi canggung di mana Hinata yang bertugas memasak sarapan, sementara Naruto dan Kuroka menunggu di ruang makan tanpa berbicara sedikit pun karena Naruto fokus mengembalikan warna-warna Rubik yang ada di tangannya.

Sementara Kuroka dia hanya menatap Naruto sambil bertopang dagu, walau hanya menonton Naruto yang berusaha mengembalikan warna Rubik, bagi Kuroka hal tersebut memiliki daya tarik yang membuatnya tidak bosan melihat hal tersebut.

Kenapa mereka tidak berangkat ke sekolah. Karena kejadian kemarin, Sekolah harus di tiadakan sesaat hingga keadaan sekolah kembali pulih.

Kriet~

"Ohayo!" ucap Hanabi yang membuka pintu kediaman Naruto, Hinata dan Kuroka lalu masuk ke dalam.

"Ohayo, Hanabi-chan," sapa Kuroka dan Hinata. Naruto yang terfokus pada Rubik tidak menyadari bahwa Hanabi telah di belakangnya dengan senyum jahil.

Greb!

"Ohayo, Naruto-nii!" ucap Hanabi sambil memeluk erat Naruto membuat Naruto terkejut hingga hampir menjatuhkan Rubik di tangannya. "Mou~, Hanabi-chan."

Hanabi yang melihat wajah ngambek Naruto terkekeh lalu mengelus pipinya pada pipi Naruto seperti seekor kucing. "Naruto-nii serius sekali, bahkan Naruto-nii mengabaikan salamku tadi."

"Begitu... 'kah? ... Gomen, aku tidak mendengarnya tadi," sesal Naruto sampai menundukkan kepalanya. Hanabi yang melihat wajah bersalah Naruto hanya tersenyum lalu mengecup pipi Naruto dengan lembut.

"Tidak apa, aku tidak mempermasalahkannya," ucap Hanabi dengan rona merah di kedua pipinya.

Ctank!

"Ittai!" ringis Hanabi ketika kepalanya merasakan sakit akibat pukulan dari benda berbahan Stainless. "Justru aku mempermasalahkannya, Ha-na-bi," ucap Hinata dengan aura angker di belakangnya.

"Mou~ Nee-sama, apa salah jika aku dekat dengan Naruto-nii? Bukankah Nee-sama selalu bersama Naruto-nii? Setidaknya beri waktu adikmu ini!" rajuk Hanabi sambil semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Naruto.

"Aku mau saja memberimu waktu. Tapi tidak dengan menciumnya, Ha-na-bi!"

Naruto yang mendengar pertengkaran Kakak Adik yang ada di kedua sisinya hanya terdiam dengan polosnya, dirinya malah tidak terusik dengan pertengkaran mereka.

"Kalian berdua berhentilah bertengkar, sebaiknya kita cepat sarapan karena mereka sebentar lagi akan datang," omel Kuroka membuat Hinata dan Hanabi tersadar lalu mempersiapkan sarapan mereka.

"M-Mereka?" tanya Naruto dengan wajah polos.

"Salah satu kenalan Kamu, Naruto-kun," jawab Hinata sambil tersenyum. "Ke-Kenalan? Si-Siapa? A-Aku tidak ingat memiliki kenalan l-lain," tanya Naruto sambil tergagap.

'Sejujurnya kami juga penasaran siapa kenalanmu itu Naruto-kun/Naruto-nii,' batin Hinata, Kuroka dan Hanabi.

'Kemarin, Scathach-nee bilang bahwa ada kenalan Naruto-kun yang akan datang berkunjung bersama pasukan servant lain, tapi siapa? Dan kenapa dia datang berkunjung sekarang?' batin Hinata hingga melamun.

Kuroka yang melihat Hinata melamun menyentil dahi Hinata hingga meringis pelan, Hinata pun menatap tajam ke arah Kuroka sementara Kuroka menatapnya seolah berkata 'jangan memikirkannya sekarang.'

Hinata yang mengerti tatapan itu hanya mengangguk pelan lalu melanjutkan sarapannya.

.

10.00 AM

.

Setelah selesai sarapan, Naruto, Hinata, Hanabi dan Kuroka melakukan kegiatan mereka seperti biasa sambil menunggu kenalan atau Mereka datang.

Ting! Tong!

Semua yang ada di kediaman pun menoleh ke arah teras rumah ketika mendengar suara bel rumah berbunyi. Dengan cepat Hinata berlari ke teras rumah dan membuka pintu rumah untuk melihat siapa yang datang.

"Ohayo Gonzaimasu, Hinata-san." Hinata yang melihat seorang biarawati menyapanya menatap intens biarawati di depannya. "Etto... Ohayo," gumam Hinata membalas sapaan biarawati di depannya.

"Etto... Apakah Anda yang di maksud oleh Scathach-nee? Nama Anda Siapa?" tanya Hinata dengan sangat sopan. "Ah, maafkan aku yang belum memperkenalkan diri," ucap sang Biarawati lalu mengangkat sedikit gaun Biarawatinya sambil membungkukkan sedikit tubuhnya.

"Namaku Asia Argento, aku datang berkunjung untuk bertemu Uzumaki Naruto-nii-san," ucap Biarawati bernama Asia dengan sangat sopan. 'Sopan sekali. Bagaikan seorang putri,' batin Hinata.

'Argento...,' batin Hinata kembali dengan mata berkedip cepat.

'...'

'...'

'...'

'?!'

'EHHHH?! DIA JUGA BAGIAN KELUARGA NARUTO-KUN?!' teriak Hinata dalam batin. 'Pa-Pantas saja dia memanggil Naruto-kun dengan Nii-san.'

"Um? Ada apa Hinata-san?" tanya Asia membuat Hinata tersadar. "A-Ah! Bu-Bukan apa-apa?!" balas Hinata salah tingkah.

"A-Anda tahu nama saya?" tanya Hinata membuat Asia tertawa halus. "Tentu, Naruto-nii selalu menceritakan tentang Anda dan mereka," jawab Asia membuat Hinata paham.

"Tapi...," Hinata yang melihat aura angker keluar dari tubuh Asia sweatdrop seketika "Anda tidak melakukan sesuatu yang mesum pada Naruto-nii bukan?" tanya Asia dengan mata menyala.

"Ti-Tidak, tidak pernah sama sekali!"

"Souka... Syukurlah kalau begitu," ucap Asia sambil tersenyum senang, bahkan Aura Angker yang dia keluarkan menghilang dengan cepat. 'Aku tidak menyangka dia memiliki sisi yang mengerikan,' batin Hinata

Seperti kata pepatah, jangan melihat luarnya saja, lihat juga dalamnya. Belum tentu jika sebuah benda luarnya bagus, isinya tidak bagus

"Ka-Kalau begitu, a-ayo Masuk. Maaf karena tidak mengizinkanmu masuk sebelumnya," ucap Hinata mempersilahkan Asia masuk ke dalam rumah.

"Kalau begitu, Permisi," ucap Asia lalu masuk dengan sopan ke dalam kediaman. Hinata pun menutup pintu rumah mereka lalu berjalan ke depan Asia.

"Etto... Sebelum masuk lebih dalam, ada yang ingin aku beritahukan kepadamu, Argento-san," ucap Hinata. Asia yang sudah melepas sepatunya mendengarkan dengan baik. "Umm~... Sebelumnya, Anda sudah mengenal Naruto-kun dari kecil bukan?"

"Ha'i, itu benar sekali."

"Un~... Etto... Sejujurnya, Naruto-kun tadi bilang bahwa... Dia tidak mengenal Anda. A-Aku tidak bercanda, ta-tapi itulah yang dia katakan tadi. A-Apa Anda...," gantung Hinata sambil memainkan jarinya.

Tentu dirinya bisa menebak kejadian ke depan. Naruto tadi mengatakan bahwa dia tidak mengenal bahkan tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki kenalan. Jika Asia bertemu Naruto dan Naruto tidak ingat atau melupakannya, tentu saja hati Asia akan tersakiti.

"Ara~ jangan khawatir." Hinata yang mendengar itu menoleh ke arah Asia yang tersenyum manis. "Jika dia tidak mengingatku, Aku siap menerimanya dan pasti akan membuatnya mengingatku kembali dengan cara apa pun," lanjut Asia, membuat Hinata terdiam beberapa saat sebelum mengizinkan Asia masuk lebih dalam ke kediaman mereka.

Asia yang telah masuk lebih dalam seketika tersenyum senang ketika melihat Naruto tengah duduk sambil menatap dirinya. "Ah! Lama tidak berjumpa, Naruto-nii-san!" sapa Asia dengan nada senang dan semangat.

"E-Etto...," gumam Naruto sambil merapat ke arah Kuroka yang memang di sampingnya. "Ka-Kamu siapa?"

Jleb!

"M-Mou~ Naruto-nii-san! M-Masa kamu melupakanku!" Hinata yang mendengar nada Asia berubah Sweatdrop seketika, bahkan dirinya bisa melihat tubuh Asia tengah bergetar pelan seperti kejang-kejang terkena listrik bertekanan rendah.

Naruto semakin menatap intens Asia, beberapa detik berselang Naruto semakin merapatkan tubuhnya ke arah Kuroka. "A-Aku tidak mengenalmu."

Jleb!

"A-Aku bahkan tidak ingat kapan kita bertemu."

Jleb!

Hinata semakin sweatdrop ketika melihat Asia yang tengah menahan sakit di dadanya ketika mendengar bahwa Naruto melupakannya.

Dengan langkah gemetar, Asia mendekati Hinata lalu memeluk Hinata dengan erat. "Sakit... Rasanya sungguh menyakitkan," ucap Asia dengan nada lemah. Hinata yang mendengar itu semakin sweatdrop, dirinya hanya bisa menepuk punggung Asia berusaha membuat Asia tenang.

'Sudah aku duga akan jadi begini.'

.

Other Place

.

Sementara itu, di suatu tempat yang sepi tepatnya di sebuah hutan dekat danau. Terlihat dua orang dengan jubah berkerudung putih tengah berjalan dengan tenang hingga akhirnya mereka berhenti ketika melihat sekumpulan orang yang di dominasi oleh perempuan.

"Akhirnya kalian kembali, Miyamoto, Nero," ucap perempuan berambut panjang berwarna hitam dengan pakaian tempur di tubuhnya. "Ha'i, kami harus menjemputnya dari tempat itu dan siapa sangka bahwa informasi tersebut sangat cepat di dapat," balas perempuan berambut soft pink yang di kuncir sambil membuka tudung putih yang menutupi kepalanya.

"Jadi dia sudah di sana, Miyamoto?" tanya perempuan berambut panjang berwarna ungu dengan tombak merah di tangannya.

"Ha'i, Scathach-san. Aku yakin saat ini dia tengah berbincang dengan Naruto-sama," jawab perempuan bernama Miyamoto sambil mengangguk. "Tapi, Aku yakin dia pasti tengah berusaha menahan sakit karena Naruto-sama tidak mengingatnya," ujar perempuan berambut kuning di kuncir .

Bletak!

"Jangan mengatakan yang tidak-tidak, Baka-Nero!" ucap Perempuan berambut panjang berwarna hitam sambil memukul pelan kepala perempuan berambut kuning yang bernama Nero.

"Sebaiknya kita segera ke rumah Naruto-sama dan membahasnya di sana. Aku yakin Kunou-chan sudah menunggu kita."

"Umu! Ayo kita ke sana."

.

Back to Naruto place.

.

"Be-Begitu ya...," gumam Naruto tergagap ketika dia mendengar cerita dari Hinata mengenai Asia Argento. Asia adalah teman Naruto sejak kecil selain mereka, Keluarga Argento adalah keluarga yang di selamatkan oleh keluarga Naruto yang hampir di musnahkan oleh malaikat jatuh.

Karena berhutang budi, keluarga Agrento membuat kesepakatan berupa mengabdi kepada Clan Namikaze, namun Keluarga Namikaze menolak dan malah membuat keluarga Agrento sebagai bagian dari keluarga mereka.

Hinata mengetahui itu karena Clannya... Yaitu Clan Hyuuga, juga merupakan Bagian keluarga dari Clan Namikaze. Selain Clan lain, hubungan yang paling dekat dengan Keluarga Namikaze hanyalah Hyuuga, Uzumaki dan Agrento.

"Go-Gomen, A-Aku tidak begitu mengingatmu, Go-Gomen ne...," sesal Naruto membuat Asia panik karena membuat Naruto merasa bersalah. "Ma-Maa-Maa! Tidak apa-apa, Naruto-nii! Aku tidak mempermasalahkannya kok!" ucap Asia berusaha membuat Naruto tidak merasa bersalah.

"Be-Benar... Kah..." perkataan Naruto terhenti karena kehilangan kesadarannya Naruto. Tak lama setelah itu muncul Kunou yang langsung duduk di samping Naruto menjadikan pahanya sebagai bantal untuk kepala Naruto.

"Ka-Kau..."

"Ara~ Kunou-san, Ohayo Gonzaimasu," ucap Asia menyapa Kunou dengan nada menggoda. Kunou yang memejamkan matanya membuka matanya dan menatap Asia dengan mata menyipit.

"Aku tidak menyangka bahwa orang yang di maksud mereka adalah Anda, Agrento Asia-sama," ucap Kunou dengan sopan, sementara Asia hanya tertawa halus mendengar respons Kunou.

"Kau mengenalnya?" tanya Hanabi penasaran. "Tentu saja, Asia-sama merupakan bagian keluarga Naruto-sama semenjak kecil. Asia-sama selalu menemani Naruto-sama saat kalian tidak bisa bermain dengan Naruto-sama," jawab Kunou sambil menatap Naruto yang tengah terlelap di pahanya karena kehilangan kesadarannya.

"Saking dekatnya, Naruto-sama sempat mengeluarkan unek-uneknya di mana dia bilang ingin memiliki adik, namun hal tersebut membuat keluarganya canggung."

'Tentu saja!' batin semuanya kecuali Asia dengan wajah memerah.

"Dan saat itu dia meminta... Tidak, lebih tepatnya dia sebenarnya bertanya, "Asia-chan, apakah kau mau menjadi adikku?", dan selanjutnya...," gantung Kunou.

"Tentu saja Naruto-nii! Aku selalu! Selalu! Selalu menginginkan hal itu!" semua sweatdrop seketika ketika Asia berteriak geje dengan wajah senang di sertai love-love di sampingnya.

"Yap, seperti yang kalian lihat."

'Brocon,' batin semuanya.

Cklek!

Semua seketika menoleh ketika mendengar suara pintu terbuka dan memperlihatkan para pasukan balik bayang yang melindungi Naruto datang berkunjung.

"Kalian lama sekali," gerutu Kunou. "Gomen-gomen, kami mampir membeli ini dahulu baru kemari," ucap Okita sambil menunjukkan belanjaan berupa camilan di tangannya.

.

.

12.00 PM

.

.

"'Glek... Glek!' Fuaah! Nikmat sekali!" teriak Nobunaga setelah dia meminum minumannya. "Mou~ kau seharusnya menjaga sikapmu, Nobu-chan," omel Okita sambil mengambil camilan di depan Nobunaga.

Tak!

Namun Nobunaga menepis tangan Okita membuat Okita meringis kesakitan, sementara Nobunaga tampak santai mengambil makanan di depanya dan memakannya. Tidak mau menyerah Okita kembali berusaha mengambil camilan yang ada didepan Nobunaga.

Tak!

Namun kali ini tepisan Nobunaga semakin keras membuat Okita terdiam dengan aura hitam di sertai perempatan di dahinya.

Tak! Tak! Tak!

"TEME! APA MAKSUDMU HAH?!"

"KAU PIKIR AKU MAU MEMBAGIKAN CAMILANKU HAH?!"

"HAH?! LALU UNTUK APA AKU BERBELANJA DAN MENYUMBANGKAN UANGKU UNTUK MEMBELIKAN CAMILAN ITU?! TERLEBIH AKULAH YANG BANYAK MENGELUARKAN UANG DARI PADA KAU?!"

Semua yang ada di sana Sweatdrop bersamaan, pasalnya dua perempuan tersebut selalu berkelahi karena hal sepele. Mengacuhkan dua perempuan yang saling bertengkar sambil beradu tangan, mereka melanjutkan kegiatan mereka seperti biasa.

"Jadi... Kenapa kalian kemari? Apa kita akan membahas sesuatu yang penting?" tanya Hinata sambil melirik para Servant yang bertugas melindungi Naruto.

"Hm? Bukankah kemarin aku sudah mengatakannya?" tanya Scathach. "Kita sekarang akan membahas malaikat jatuh yang turun ke dunia manusia yang bisa saja mengancam Nyawa Naruto-sama, Hinata-sama. Karena itu kita berkumpul kemari karena Asia-sama, Miyamoto dan Nero mendapatkan informasi mengenai Malaikat jatuh tersebut," jelas Jeanne yang memang duduk di samping Hinata.

"Malaikat jatuh? Ke dunia manusia?" tanya Hinata dengan serius. "Itu benar Hinata-san, Gereja yang aku tempati sebagai Biarawati adalah tempat berkumpulnya para malaikat jatuh yang menentang perintah pemimpin mereka," ucap Asia membuat Hinata, Kunou, Kuroka dan Hanabi terkejut.

Grep!

"Kenapa kau melakukan itu?! Bagaimana jika Kau terluka?!" tanya Hinata sambil memegang kedua bahu Asia. "Tenanglah Hinata-sama, dia tidak akan apa-apa karena Sacred Gear yang ada padanya," ucap Miyamoto membuat Hinata, dan Kuroka tersentak.

"Twillight Healling, jangan bercanda. Itu adalah Sacred Gear langka, bagaimana jika mereka berencana mencurinya?!" tanya Hinata membuat Nero tertawa. "Hahaha, jangan khawatir, Hinata-sama. Kami juga bergabung dalam gereja tersebut dan melindungi Asia-sama dari mereka. Bahkan semenjak kami bergabung tidak ada Malaikat jatuh yang berinteraksi dengan kami," ucap Nero dengan bangga.

"Jadi, informasi apa yang Anda dapat, Asia-sama?" tanya Kunou kembali. "Ha'i, aku mendapatkan sebuah informasi bahwa mereka mengincar nyawa pengguna Sacred Gear sang Naga merah, yaitu Seikeiryuutei," jawab Asia menjelaskan informasi apa yang dia dapat.

"Kadal merah itu?" tanya Kunou.

"Ha'i, mereka mengincar nyawa Seikeiryuutei agar bisa mengambil Scared Gear tersebut dan melakukan kehancuran pada dunia Manusia."

Brak!

Semua langsung menoleh ke arah Nobunaga yang menggebrak meja di depannya dengan keras. "Yang benar saja... Sebenarnya apa yang di pikirkan oleh malaikat-malaikat yang jatuh karena ke egoisan mereka itu?!" geram Nobunaga.

"Jangan terlalu emosi, Nobunaga," ucap Tamamo membuat Nobunaga mendelik ke arahnya. "Apa yang di katakannya ada benarnya Nobu, jangan terlalu emosi karena hal seperti itu," ucap Scathach membenarkan ucapan Tamamo.

"Jika dia memang mengincar nyawa Si Bocah mesum itu maka biarlah, aku yakin ketuanya pasti akan melindunginya... Tidak, mungkin si Hakuryuuko pasti akan membantu juga," lanjut Scathach lalu meminum minumannya sampai habis.

"Kadal putih itu ya," gumam Kunou sambil berpikir, "Memang benar bahwa jika Kadal merah itu dalam bahaya, aku yakin Kadal putih pasti datang membantu," lanjutnya.

"Terlebih Hakuryuuko itu bersama Pemimpin malaikat jatuh, aku yakin dia pasti memintanya untuk menyelamatkan si Seikeiryuutei mengetahui seberapa dekatnya mereka," ucap Okita membuat semua yang ada di sana terdiam.

"Co-Cotto matte! Dari mana kau tahu hal itu?!" tanya Nobunaga meminta penjelasan. "Ah, sial mulutku lepas kendali lagi," gumam Okita tidak jelas.

"Woi! Jelaskan padaku woi?!"

"Ogah amat?! Kau saja pelit sama aku?!"

Melihat kedua perempuan tersebut kembali berdebat membuat semua yang ada di sana menghela nafas mereka. "Maa~ lagi pula dengan begini kita bisa berantisipasi jika terjadi apa-apa pada Naruto-sama," ucap Jeanne sambil memakan camilannya.

"Ya kau benar, dan juga Asia-sama, sebaiknya kau berhati-hati. Karena bisa saja mereka mengincar Sacred Gearmu juga," ucap Scathach sambil melirik Asia.

"Ufufu~ jangan khawatirkan hal itu Scathach-san, selama aku bernafas aku pasti akan baik-baik saja," ucap Asia sambil tertawa halus. "Namun jika Mereka mengincar nyawa Naruto-nii...," gantung Asia sambil melirik Scathach.

Semua yang ada di sana terdiam ketika melihat wajah mengerikan Asia, bahkan dengan kata tidak bisa di jelaskan betapa mengerikannya wajah Asia ketika saat dia marah.

Criing!

"Tidak ada seorangpun yang akan aku biarkan hidup bagi siapa pun yang mengambil nyawa Naruto-nii," ucap Asia dengan datar di sertai puluhan Rantai putih melambai-lambai liar di punggungnya.

Hinata, Kuroka dan Hanabi yang melihat rantai tersebut melebarkan mata mereka karena Rantai tersebut sangat familiar dengan salah satu keluarga Uzumaki yang menjadi bagian dari Keluarga Namikaze.

Yaitu ibu Naruto, Namikaze Kushina.

"Itu... Mirip seperi Kushina-obaa-san," gumam Hinata.

"Hoho, kau sudah menguasai Teknik itu rupanya," gumam Nobunaga sambil tetawa kagum.

Cring!

Rantai-rantai yang melambai di punggung Asia pun kembali dan juga ekspresi mengerikan Asia telah kembali seperti semula.

"Ha'i, aku menguasainya semampuku ketika mendengar kematian Kushina-obaa-sama, karena hanya ini satu-satunya peninggalan yang dia ajarkan padaku, maka aku bertekad menguasainya untuk melindungi Naruto-nii suatu saat nanti," jawab Asia lirih sambil mengingat bagaimana masa-masa dia belajar bersama Ibu Naruto.

"Hm, sepertinya sudah waktunya," ucap Kunou membuat para penjaga Naruto meliriknya lalu merapikan makanan yang mereka makan dan botol-botol minuman mereka. "Kalian akan kembali?" tanya Hanabi.

"Ha'i, kami tidak bisa membiarkan Naruto-sama melihat kami... Maa~ kecuali satu orang dari kami saja yang boleh Naruto-sama lihat," ucap Scathach lalu memasang wajah iri yang membuat Hinata, Hanabi, Asia dan Kuroka Sweatdrop.

"Me-Memang dia siapa?"

"Apa Anda mengingat salah satu dari kami yang memiliki nama yang sangat susah di sebutkan? Hanya dialah yang boleh Naruto lihat," jawab Tamamo ikut memasang wajah iri.

"Memang kenapa dia saja yang boleh?" tanya Hanabi penasaran.

Grek!

"Ah! Dia ya!"

"Hoho, aku ingat sekarang!"

Hanabi semakin Sweatdrop ketika melihat respons Hinata dan Kuroka, yap respons mereka meremas minuman mereka hingga muncrat bahkan aura di tubuh mereka menandakan mereka tampak kesal.

"Etto... Memang apa yang dia lakukan hingga Naruto-nii saja yang boleh melihatnya?" tanya Hanabi kembali.

"Itu karena...," gantung Jeanne. "Naruto-sama mencium pipinya dan meminta untuk mendampinginya selamanya," jawab para penjaga Naruto dengan kompak dengan aura kecemburuan.

"E-Eh! Hanya karena itu?!

.

Other Place

.

"Hachii!"

Sementara itu di suatu tempat tampak sosok perempuan berambut putih, bermata biru cantik, berpakaian ala putri tengah bersin di bawah pohon, perempuan itu pun membersihkan tangannya yang dia gunakan untuk menutupi bersinnya, lalu berjalan menuju suatu tempat dengan santai.

"Aku akan datang, Naruto-sama. Tunggulah aku," ucapnya lalu menatap langit melalui celah-celah pohon "Gomen karena aku tidak menepati janji kita, tapi sekarang aku akan menebusnya Naruto-sama."

.

.

14.00 PM

.

.

Setelah kepergian para penjaga Naruto dan kembalinya Kunou ke boneka Kyuu, Naruto pun tersadar dan kebingungan dengan apa yang terjadi, namun Hinata mengatakan pada Naruto bahwa dirinya ketiduran karena kelelahan.

Asia yang masih ada di tempat Naruto saat ini tengah mengelus kepala Naruto yang tertidur di pahanya dengan raut senang sekali, kenapa Asia masih ada di tempat Naruto? Itu karena dia akan menginap di Rumah Tersebut untuk selamanya. Yap, selamanya.

Brak!

"Jangan bercanda?!" teriak Kuroka menggebrak dinding dengan keras hingga membuat dinding sedikit retak. "Jika kau tinggal disini, dimana kau akan tidur?! Kami tidak bisa membiarkanmu tidur bersama Naruto-kun?!" lanjut Kuroka.

"Um? Kenapa?"

"Karena Naruto-kun itu sudah punya pendamping bukannya dirimu?!" ucap Kuroka dengan wajah meremehkan membuat perempatan di dahi Asia.

"Sudahlah Kuroka-chan, aku akan menelepon keluargaku dan meminta mereka merenovasi kediaman ini," ucap Hinata berjalan ke arah telepon rumah kediaman mereka.

Ting! Tong!

Hinata yang baru saja akan menelepon keluarganya terhenti karena suara bel kediaman mereka. Karena penasaran Hinata pun membuka pintu kediamannya dan dia melihat seorang perempuan yang sangat dia ingat.

"Konichiwa, Hinata-sama. Anda terlihat sehat sekali," ucap perempuan itu. "Huft~ seperti yang aku tebak, rupanya orang itu adalah kau...," gantung Hinata sambil menghela nafasnya.

"Anastasia-nee." Perempuan yang bernama Anastasia, Anastasia Nikolaeva Romanova tersenyum ketika melihat Hinata mengingatnya.

"Anda masih mengingat saya?"

"Tentu saja karena kau pendamping Naruto-kun bukan?" tanya Hinata dengan tajam bahkan raut wajah Hinata berubah menjadi raut penuh kecemburuan membuat Anastasia tertawa gugup.

"A-Ahahaha, Anda masih mengingatnya ya..."

"Bagaimana bisa orang seperti kamu menjadi pendampingnya? Bukankah kau harusnya menjaga Naruto-kun? Lalu ke mana saja kau selama ini? Dan juga bukankah hal tersebut sangat tabu?" tanya Hinata menuntut.

"Maa~ maa~ tenanglah Hinata-sama, aku akan menjawabnya satu-satu," ucap Anastasia sambil tersenyum tenang. "Kenapa aku menjadi pendamping Naruto-sama di karena kan Naruto-sama sendiri yang memintaku, bahkan secara terang-terangan dia bilang kepada Almarhum Minato-sama untuk memintanya membiarkan diriku selalu mendampinginya," jawab Anastasia sambil tersenyum canggung.

Hinata yang melihat senyum canggung Anastasia hanya diam karena dia bisa menebak bahwa senyum itu merupakan senyum rasa menyesal karena hanya dia yang mendapatkan hak spesial dari pada yang lain.

"Lalu ke mana aku selama ini. Aku sungguh benar-benar minta maaf karena tidak bisa mendampingi Naruto-sama semenjak kejadian itu," ucap Anastasia sambil membungkukkan badannya.

"Aku pergi ke suatu tempat atas perintah Almarhum Kushina-sama, aku di beri perintah untuk mencari tumbuh-tumbuhan yang langka di mana terdapat khasiat yang luar biasa pada tanaman tersebut ," lanjutnya sambil memasang wajah bersalah.

"Aku juga tahu hal ini tabu tapi, Almarhum Minato-sama pernah bilang padaku... Tidak, pada kami semua..."

.

"Jika tidak ada seseorang yang mau mendampingi Naruto anakku. Maka aku dengan senang hati menerima kalian?!"

.

"Setelah mengatakannya, Minato-sama pun pingsan karena di pukul Kushina-sama," lanjut Anastasia sambil tersenyum canggung mengingat kejadian yang telah berlalu, sementara Hinata Sweatdrop ketika mendengar cerita Anastasia.

'Jadi dalangnya adalah Minato-ojii-san.'

'Pantas saja kenapa mereka memasang wajah cemburu begitu, ternyata mereka juga memiliki perasaan terhadap Naruto-kun. Namun mereka tidak bisa karena Minato-ojii-san sudah meninggal, mereka lebih berpatokan kepada tugas mereka,' batin Hinata, 'Dan juga... Mereka menyembunyikan diri mereka agar Naruto-kun tidak begitu mengenal akan kekuatan-kekuatan supranatural.'

Bletak!

"Apa yang kau lakukan baka?! Kenapa kau membiarkan tamu kita diam di luar?!" tanya Kuroka setengah berteriak setelah memberikan pukulan pada kepala Hinata hingga meringis kesakitan.

"Ara~ Kuroka-sama, Konichiwa!" sapa Anastasia dengan sopan. "Konichiwa, Ana-nee. Bagaimana kabarmu?" tanya Kurola kembali dengan halus.

"Aku sehat sekali, Arigato karena telah menanyakannya," balas Anastasia sambil tersenyum senang.

"Kamu..."

Semua menoleh ke arah dalam rumah di mana Naruto tampak terpaku menatap Anastasia. Anaatasia yang melihat Naruto tersenyum lalu membungkukkan tubuhnya menyejajarkan tubuhnya dengan tubuh Naruto yang sedikit pendek darinya.

"Konichiwa, Naruto-sama. Ini aku, Anastasia desu," ucap Anastasia memperkenalkan dirinya kembali agar Naruto bisa mengingatnya. "Anastasia... A-Apakah kamu, A-Anastasia-nee yang itu?!" tanya Naruto antusias.

"Ha'i, itu saya," jawab Anastasia sambil tersenyum, bahkan tanpa sadar Anastasia menitikkan air matanya.

Wush! Greb!

"Okaerinasai! Ana-nee?!" teriak Naruto sambil menerjang ke arah Anastasia lalu memeluknya dengan erat. Anastasia yang di peluk Naruto semakin menitikkan air matanya lalu membalas pelukan Naruto.

"Ha'i, Tadaima."

Hinata dan Kuroka yang melihat adegan itu berusaha menahan air mata mereka agar tidak jatuh, Hanabi yang melihat gelagat mereka menceletuk.

"Dasar, sudah besar masih saja nangis."

Bletak!

"Ittai!"

"Kau ke mana saja, Ana-nee? Kenapa kau baru datang sekarang?" tanya Naruto sambil melonggarkan pelukannya.

Anastasia yang mendengar itu kembali tersenyum lalu mengelus rambut kuning acak-acakan tersebut dengan lembut.

"Gomen ne, Naruto-sama. Aku memiliki kesibukan yang banyak menyita waktu, namun semua itu sudah selesai. Maka dari itu aku datang menemuimu dan aku akan menemanimu selamanya sesuai permintaanmu dulu."

"A-Ana-nee tidak akan pergi lagi bukan?" tanya Naruto sambil menyentuh tangan Anastasia yang ada di kepalanya. "Tidak, aku akan tinggal di sini. Sebagai menebus kepergianku waktu itu," jawab Anastasia.

"Cotto matte, kenapa kau memutuskan seenaknya?" tanya Kuroka dengan perempatan di dahinya.

"Huft~ sudahlah, Kuroka-chan. Lagi pula, hanya dia yang bisa membuat Naruto-kun seperti itu," ucap Asia yang muncul di belakang Kuroka.

"Kau dengan mudah mengatakannya karena kau juga bukan?!"

.

.

Other Place

.

.

Sementara itu di suatu tempat, tampak tiga pemimpin Fraksi saat ini tengah berkumpul di sebuah tempat yang sepi dengan perasaan gelisah.

Azazel yang paling gelisah hanya bisa menggigit jarinya secara terus menerus seperti memikirkan sesuatu. Sirzech yang paling sedikit gelisah mulai berbicara, "Bagaimana ini? Situasi akan parah jika Rias mengetahui semua ini?" tanya Sirzech.

"Kau bisa mengurus Adikmu itu nanti?! Yang kita harus lakukan adalah menjaga diri dari mereka?!" balas Azazel berteriak keras. "Karena kau semua ini terjadi?! Jangan seolah-olah tidak bersalah Sirzech?! Yang memiliki rencana tersebut adalah kau?! Karena kau kami semua dalam masalah?!" lanjut Azazel dengan satu tarikan nafas.

Grek!

"Sebenarnya apa yang ada di pikiran Iblismu?! Kau tahu bahwa Clan Namikaze adalah Clan yang berpengaruh di seluruh Dunia, Mau Iblis, Malaikat dan Malaikat Jatuh, Clan itu merupakan Clan yang sangat di hormati?!" teriak Azazel sambil mencengkeram kerah Sirzech.

Sirzech yang di teriaki Azazel hanya diam tak melawan, karena benar. Dirinya lah yang memiliki rencana membunuh Keluarga Naruto.

"Kau bilang bahwa Clan Namikaze ingin mengusai tahtamu? Justru yang aku lihat lain? Kau harus bertanggung jawab Sirzech, karena kau...," gantung Michael memasang wajah menahan kesal.

.

.

Other Place

.

Sementara di tempat lain, tampak sosok perempuan berambut setengah hitam dan kuning tengah duduk di sebuah pohon sambil mengayun-ayunkan kakinya.

"Busuk... Semua yang ada di dunia ini busuk...," ucapnya "Bahkan kau juga Otou-sama..."

Bhats!

Dari punggungnya, keluar 3 pasang sayap dengan beda warna di mana sebalah kanannya kuning dan sebelah kanannya hitam.

"Kenapa... Kenapa kau merengutnya...," lirihnya.

.

Back to 3 President (Akuma, Tenshi and Da-Tenshi).

.

"Kaliam berdua tenanglah, aku yakin kita bisa menyelesaikan masalah ini," ucap Sirzech membuat Azazel semakin kesal. "Mudah? Mudah Katamu?! Jangan bercanda?!"

"Lawan kita adalah Para Servant yang menjadi bagian dari Clan Namikaze?! Apa lagi salah satu yang menaruh dendam paling besar yaitu Oda Nobunaga. Dia tidak akan pernah memaafkan siapa pun, dia akan membunuh siapa pun yang membuatnya marah dengan cara keji, KAU PIKIR MENGALAHKANNYA MUDAH?!" teriak Azazel.

"Kita gunakan saja mereka berdua," ucap Sirzech semakin membuat Azazel marah.

"Menggunakan mereka?! Jangan bercanda?! Kekuatan mereka masih kalah di bandingnya?!"

"Jika kau berencana kotor lagi, aku tidak ikut Sirzech," ucap Michael lalu mengeluarkan lingkaran sihirnya. "Karena kau, Surga menjadi kacau balau. Apa lagi karena jatuhnya dia...," lanjut Michael lalu menghilang di telan lingkaran sihirnya.

"Aku juga Sirzech, aku tak peduli rencana kotormu itu, persiapkan saja dirimu menerima dosanya," ucap Azazel melepaskan cengkeramannya pada kerah Sirzech.

"Aku lebih memilih di bunuh oleh Oda Nobunaga di banding membuat sesuatu yang bisa menghancurkan Underworld... Tidak... Grigory, Heaven bahkan seluruh dunia. Sebaiknya berubah sebelum semua terlambat," ucap Azazel lalu pergi berjalan kaki meninggalkan Sirzech sendirian.

"Tch!" desis Sirzech ketika di tinggal sendirian. "Apa yang harus aku perbuat, aku tidak ingin Rias mengetahui hal ini untuk sementara. Dan juga aku membutuhkan kekuatan untuk melenyapkannya agar tidak menghalangiku."

"Apa yang harus aku lakukan..."

.

Skip Time

20.00 PM

.

Di malam yang indah, tampak Anastasia saat ini tengah berjalan bersama Hinata, Asia, dan Kuroka dengan belanjaan di tangan mereka. Karena semakin banyaknya orang yang tinggal di tempat Naruto mereka membutuhkan konsumsi yang cukup untuk mereka.

"Berbelanja seperti ini mengingatkan aku pada masa lalu," gumam Anastasia sambil menatap belanjaan yang ada di tangannya. "Kalau di ingat-ingat, kita juga pernah melakukan ini bukan?" timpal Hinata sambil tersenyum tipis.

"Ha'i, waktu itu kalian selalu merengek meminta kami untuk membelikan apa yang kalian sukai, waktu itu benar-benar merepotkan sekali," ucap Anastasia sambil tersenyum mengingat masa lalu waktu dirinya berbelanja di mana mereka sangat rewel.

"Hm, namun sekarang kami sudah berubah," ucap Kuroka sambil mengalihkan wajahnya. "Waktu cepat berlalu ya," gumam Asia.

Swush!

Seketika mereka berempat berhenti ketika di sekitar mereka tiba-tiba jatuh bulu hitam dan kuning secara bersamaan. Anastasia yang melihat keganjilan tersebut melebarkan matanya.

"Ini... Bulu Tenshi dan Da-tenshi, apakah terjadi pertarungan," gumam Anastasia lalu menatap ke langit begitu juga Hinata, Kuroka dan Asia.

Deg!

Semua yang ada di sana seketika terkejut ketika siapa yang mereka lihat di atas mereka. Perempuan dengan setengah rambut hitam dan kuning, Memiliki 3 pasang sayap dengan warna yang berbeda.

"Ka-Kau...," gagap Hinata. "Bu-Bukankah itu kau..."

"Gabriel?!"

Perempuan yang di panggil Gabriel mengangkat kepalanya memperlihatkan ekspresi datarnya lalu tersenyum kepada Hinata, Kuroka, Asia, dan Anastasia.

"Lama tidak berjumpa, minna-san."

.

.

TBC

Note :

Yosha! Akhirnya selesai juga. Untung punya mood yang bagus jadi bisa nyelesaikan juga.

Bagaimana kali ini? Baguskah? Atau jelek?

Kalian pasti bingung kok berubah drastis ceritanya, seharusnya Gabriel itu Tenshi bukan? Tapi di sini saya melakukan perubahan besar. Bisa di bilang karakter yang ada di sini akan OOC, benar-benar berbeda dari yang aslinya.

Saya ingin mencari sensasi baru dari pada harus mengikuti setiap alur Canon. Setidaknya ingin berubahlah, masa itu-itu saja terus.

Ok, berikutnya. Konflik keluarga Naruto? Di atas telah menjelaskan siapa yang membunuh keluarga Naruto, yaitu tiga Fraksi dengan dalangnya Sirzech, kenapa? Hoho... Belum saatnya, aku tidak ingin Spoiler di sini.

Lalu Pair? Hm... Entahlah... Aku terkadang bisa berubah pikiran setiap saat. Kalian bisa melihatnya di NTDF Bukan *_*.

Ok, untuk sementara cukup sampai di sini, semoga kalian puas dengan Chapter kali ini. Lalu untuk Chapter Depan? Entahlah. Mungkin setelah upnya 2 Chapter Dragon Future akan saya lanjutkan. Kebetulan masa-masa serunya.

Ok, itu saja dari saya 4kagiSetsu. Saya undur diri. Dan oh, untuk semuanya, sesaat mari kita tundukkan kepala kepada Tuhan yang maha esa agar warga di palu di berikan ketabahan dan keselamatan agar bencana tidak semakin besar. Mari kita doakan agar mereka selalu di lingdungi oleh yang Maha Kuasa, Amin.

4kagiSetsu out