Opening – Namirin -Yasashisa No Ryu

Taikutsu na madobe ni

( Layar memperlihatkan genangan air yang bergelombang hingga mencerminkan Naruto yang duduk di kelas sambil memeluk bonekanya dari samping )

fukikomu kaze ni

( Layar kembali bergelombang hingga memperlihatkan Naruto dari depan mulai menundukkan kepalanya sambil membaca buku di mejanya )

Kao wo shikameta no wa terekusasa no uragaeshi

( Salah satu tulisan di meja Narutopun seketika melayang membuat Naruto yang melihat itu terdiam polos sambil melihat Tulisan tersebut keluar jendela )

Fix First

( Layarpun menjauh memperlihatkan Sekolah Kuoh di sertai Tulisan Judul Autisme? Or Genius? )

Aimai ni unazuku

( Layar kembali di ganti memperlihatkan Hinata yang berjalan di bawah hujan dengan payung di tangannya dengan ekspresi murung )

tenohira no kyou

( Layar kembali di ganti dengan Kuroka dari samping yang berteduh di bawah kuil )

Egaiteru jibun wa

( Layar kembali di ganti dengan Hanabi yang berteduh di bawah Supermarket sambil memandang langit )

sukoshi oogesa de

( Layar kembali di Ganti dengan Sona dan Akeno yang menunggu di sekolah sambil memandang langit yang hujan )

Nani ka kawarisou na

( Layar kembali di ganti Dengan Naruto yang berkumpul bersama yang lain sambil saling berbincang )

ki ga shiteiru yo

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang mengalihkan wajahnya dengan polos )

Kokoro ni yobikakeru

( Mata Naruto yang menangkap Dua burung biru tengah terbang di luar )

kimi no sei da ne

( layar kembali di ganti dengan mata Naruto yang melebar lalu semua seketika menggelap menyisakan Naruto seorang diri )

Fix Second

( layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto beserta keluarganya )

Kumorizora nozoita yokan

( Layar kembali di ganti dengan Hinata yang mengangkat wajahnya dengan ekspresi terkejut, Lalu Kuroka, Hanabi, Sona dan Akeno )

Te wo nobasou itsu yori mo chikara zuyoi yuuki de

( Dari belakang Narutopun muncul beberapa tangan bercahaya yang memeluk Naruto hingga Naruto tersentak dan bersamaan dengan itu Tempat yang gelap berubah menjadi terang dengan latar lautan yang luas )

Hikari mo kage mo mada tookute sore demo bokura wa

( Layar kembali di ganti dengan kamera mengelilingi Naruto yang terkena hembusan angin di lautan luas tersebut, lalu layar kembali berganti dengan Lengan Naruto yang memeluk erat boneka Kyuu di pelukannya.

Yasashisa no riyuu ga shiritai

( Layar kembali di ganti dengan Dua lengan yang tiba-tiba muncul dan menarik Naruto membuat Naruto tersentak karena saat ini Naruto di tarik oleh Kuroka dan Hinata )

Ima wa dare no namae demo nai kagayaki no kanata e

( layar kembali di ganti dengan Naruto, beserta Akeno, Hinata, Sona, Kuroka dan Hanabi yang saling bercanda dan bergurau di berbagai tempat )

Zenbu kako ni naru mae ni mitsuke ni ikou

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang menghentikan langkahnya karena melihat Bunga Violet laku tersentak ketika Hinata memanggilnya dan berlari ke tempat Hinata yang cukup jauh dengan lari pelan )

Fix End

( Kamerapun bergerak ke atas merekam langit biru yang di sinari matahari cerah.

Disclaimer :

Naruto Masashi Kisimoto

High School DxD Ichiei Ishibumi

Summary : Namikaze Naruto, sosok pemuda yang ceria harus mengalami penyakit 'Autisme' karena sebuah kejadian yang terduga namun memiliki Kegeniusan di atas rata-rata, beberapa orang datang mendekat memberinya pencerahan dan memberinya uluran tangan, namun... Apakah itu bisa bertahan lama?

Autisme? Or Genius?

Pair :

Naruto x ...

Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Comedy, Little Humor, Slice of Life, Echhi, DLL

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, Jutsu Buatan sendiri, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, Autis!Naruto.

" Naruto " berbicara

' Naruto ' batin

[" Naruto "] Sacred Gear berbicara

[' Naruto '] Sacred Gear berbicara batin

.

Chapter 6 : Just Story

.

"B-Bukankah itu kau? Gabriel?!" tanya Hinata setengah berteriak, Gabriel yang di panggil hanya tersenyum tipis lalu tertawa halus entah karena apa

"Siapa Dia?" tanya Hanabi yang memang belum pernah melihat Gabriel. "Dia Adalah Gabriel, dia juga teman Naruto saat kecil," jawab Anastasia.

"Dulu, Michael sangat dekat dengan Minato-sama, begitu juga Gabriel. Bahkan saat dia tidak ada tugas sebagai Seraph, dia selalu mampir ke tempat Naruto-sama hanya untuk bermain bersama Naruto-sama," jelas Anastasia.

"Hm? Bukankah itu membuatnya terlihat seperti Shotacon?" tanya Asia dengan santai. "Err... Asia-sama, sepertinya kata itu tidak cocok," ucap Anastasia sedikit sweatdrop.

Hinata yang melihat sosok Gabriel yang saat ini memiliki sayap hitam menatap terkejut Gabriel karena tidak menyangka Gabriel akan menjadi Da-tenshi... Tidak... Tepatnya Half Da-Tenshi.

Gabriel yang melihat tatapan terkejut Hinata tertawa halus kembali, Hinata yang mendengar tawa Gabriel menyipitkan matanya.

'Ada apa ini... Kenapa aku merasa merinding ketika mendengar tawanya itu,' batin Hinata sambil bersiap jika saja terjadi sesuatu

Swush!

Pyaaaaarsh!

Secara tiba-tiba terjadi ledakan Kristal Es di depan Hinata, Hinata yang terkejut akan kemunculan Kristal Es di depannya melirik ke arah Anastasia yang memasang wajah serius.

"Ada Apa ini, Gabriel-sama? Kenapa kau menyerang kami?" tanya Anastasia dengan sopan namun tidak menghilangkan wajah seriusnya.

"Kalian... Harus mati, karena kalian... Naruto-kun telah mati." Hinata dan yang lain yang mendengar itu tersentak, Mati? Naruto mati?

"Jangan berbicara bodoh, Gabriel?! Naruto-kun itu masih hidup?!" teriak Hinata. "Diamlah?! Kau pikir aku tidak tahu?! Kalian... Kalian para Iblis telah membunuh Keluarga Naruto-kun begitu juga dengan Naruto-kun?!" teriak balik Gabriel.

"Tch! Sepertinya dia mendapatkan informasi palsu hingga emosionalnya tidak terkendali," decih Kuroka sambil bersiap untuk melawan Gabriel, "Jujur, aku benci melawan Tenshi ataupun Da-tenshi, apa lagi dia adalah Seraph yang paling di takuti. Tapi jika itu untuk keselamatan diri sendiri, aku akan siap melawannya."

"Hahaha~ kalian... Kalian akan mati di tanganku... Sama seperti mereka... Ah~ Naruto-kun... Aku akan membalas kematianmu dengan tanganku ini."

"Sepertinya Dia menjadi Da-tenshi karena sudah membunuh beberapa orang dengan tangannya itu karena tidak bisa mengatur emosionalnya, kita harus menghentikannya," ucap Anastasia sambil menyentuh tanah di bawahnya.

Pyaaaaaarsh!

Kristal-kristal Es dalam bentuk duri seketika keluar dari bawah Anastasia dan langsung bergerak ke arah Gabriel dengan cepat.

Swush!

Dengan mudah Gabriel menghindari kristal-kristal es milik Anastasia dengan melompat ke udara lalu menyiapkan bola cahaya di tangannya.

"Asia-sama! Berlindunglah di belakangku! Hinata-sama! Kuroka-sama! Hanabi-sama! Aku serahkan Gabriel-sama pada kalian, aku akan melindungi kalian dengan Kristal Esku!" teriak Anastasia memberi perintah.

"Ha'i!" balas mereka serempak.

Swush! Swush!

"Tidak semudah itu!" teriak Anastasia mengendalikan kristal Esnya yang muncul di belakangnya lalu melesat ke arah bola-bola cahaya milik Gabriel.

Blaaarr!

Dua bola Cahaya milik Gabriel pun meledak di udara begitu bola cahaya tersebut menghantam kristal es milik Anastasia.

"Sadarlah! Gabriel!" teriak Kuroka sambil melesat ke arah Gabriel. Gabriel yang melihat itu tertawa lalu ikut melesat ke arah Kuroka dengan tombak cahaya di tangannya.

Wush! Sret! Wush! Wush!

Kuroka yang memiliki insting tajam karena Senjutsunya, yaitu sebuah teknik yang bisa merasakan energi alam membuat dia memiliki ruang lingkup seperti alam itu sendiri, bahkan dia bisa tahu serangan mematikan yang tak kasap mata.

Dengan lincah Kuroka menghindari setiap serangan Gabriel yang mengayunkan tombaknya ke arahnya, begitu juga Gabriel. Gabriel dengan sangat mudah menghindari setiap serangan Kuroka yang menyerangnya dengan kosong.

Swush! Crank!

Kuroka yang merasakan serangan dari titik butanya melebarkan matanya, namun sebuah rantai putih muncul dan menahan serangan Gabriel yang menyerang titik buta Kuroka.

"Ini...," gumam Kuroka lalu melirik ke arah Asia yang masih berdiri di belakang Anastasia. "Asia-sama..."

"Aku tahu!" balas Asia sambil mengendalikan rantai putih lainnya melesat ke arah Gabriel.

Swush! Greb!

Rantai-rantai putih milik Asia pun mengikat Gabriel dengan sangat kuat membuat Gabriel melenguh kesakitan, Kuroka yang melihat Gabriel berhasil di ikat langsung menjauh.

Sring!

"Hyaaa!" teriak Asia dengan kuat menarik satu rantai putihnya ke arahnya membuat Gabriel tertarik ke arahnya. Asia yang melihat itu langsung menghindar begitu juga Anastasia.

["Jukken!"] teriak Hanabi datang dari langit sambil mengarahkan tinju dengan telapak tangan berlapis aura biru ke arah Gabriel.

Sring! Pyaaaarsh!

Namun sebelum tinju Hanabi mengenai Gabriel, sebuah lingkaran putih muncul di bawah Hanabi membuat Hanabi sedikit tersentak. Namun, Anastasia berhasil mengantisipasinya dengan mengurung Gabriel dengan Kristal esnya.

Blaar!

"Kyaaa!" pekik Hanabi terpental karena ledakan yang di buat oleh Gabriel. Kuroka yang melihat itu langsung saja menangkap Hanabi sebelum Hanabi terluka.

"Huft~, Seorang mantan Seraph memang luar biasa," gumam Anastasia sambil menghela nafasnya.

Pyang!

"Akh!" lenguh Asia begitu rantai-rantai putihnya yang mengikat Gabriel hancur.

"Asia-sama!"

"Hi-hihihi-hihihihi... HAHAHAHAHAHA!" tawa Gabriel dengan ekspresi mengerikan. "Mati... Kalian harus mati...," lanjut Gabriel sambil membuat bola cahaya di tangannya.

'Sepertinya aku tidak punya pilihan lain, selagi mereka datang ke sini. Aku tidak punya pilihan lain untuk menggunakan teknik terlarangku untuk melindungi mereka,' batin Anastasia, sambil menghembuskan nafasnya.

["Hakkekusho!"]

Bwush!

Gabriel seketika tersentak begitu sebuah hempasan angin menerpa dirinya membuat bola cahaya di tangannya menghilang.

Gabriel menatap nyalang ke arah Hinata yang melayang di udara lalu membuat dua bola cahaya kembali di tangannya.

Wush! Sret!

Tanpa melihat, Gabriel langsung memiringkan tubuhnya begitu merasakan sebuah serangan di belakangnya. Sementara Hanabi yang menyerang dari belakang terkejut karena serangannya dapat di ketahui oleh Gabriel.

Sret! Grep!

Garbriel yang akan melayangkan serangan ke perut Hanabi seketika terhenti begitu sebuah bayangan berhasil menangkap tangan Gabriel.

Pyarsh!

Tubuh Gabriel seketika terkunci oleh Es membuat tubuhnya tidak bisa bergerak ke mana-mana.

Wush! Greb!

Tak sampai sana, Kuroka muncul dari belakang Gabriel dan mencengkeram leher belakang Gabriel hingga dia menggeram kesakitan.

Asia yang sudah merasa baikkan menghela nafasnya lalu menatap ke arah Gabriel yang berhasil di kunci Oleh Anastasia.

"Apakah berhasil?"

"Aku tidak tahu, tapi maukah Asia-sama membantuku untuk memperkuat kuncianku pada Gabriel-sama? Aku tidak ingin dia kembali seperti tadi.

"Baiklah!" balas Asia lalu mengarahkan Rantai-rantai putihnya untuk mengikat Kristal Es yang membekukan badan Gabriel.

"Gabriel... Tenangkan dirimu, yang kau dengar tidaklah semuanya benar," ucap Hinata berusaha membujuk Gabriel sebaik mungkin. "Gh! Kau pikir aku akan percaya... Khehahaha! Lepaskan Aku agar aku bisa membalaskan kematian Naruto-kun dengan membunuh kalian!" teriak Gabriel di sertai wajah layaknya Psikopat.

"Gabriel-nee, Naruto-nii masih hidup. Dia bahkan bersama kami sekarang, hanya keluarga Naruto-nii saja yang tidak terselamatkan karena insiden itu, percayalah pada kami," ucap Hanabi ikut membujuk Gabriel

"Pembohong... Kalian pasti berbohong?!"

"Tidak, mereka mengatakan yang sebenarnya, Gabriel-sama."

Semua yang mendengar sebuah suara lain menoleh dan mereka melihat Naruto berjalan ke arah mereka dengan armor melekat di tubuhnya dan juga sembilan ekor musang yang bergerak liar di belakangnya.

"Naruto-kun!" kejut Hinata karena Naruto ada di sini. "Bukan... Itu Kunou-chan, dia mengambil alih tubuh Naruto dan pergi ke sini karena aku memberi kabar kepadanya begitu juga yang lain," ujar Anastasia sambil mengendalikan Esnya yang membekukan Gabriel ke arah Naruto.

Gabriel yang melihat wajah Naruto terdiam dengan tubuh bergetar, "Naruto-kun... Naruto-kun...," gumam Gabriel sambil menggerakkan tubuhnya yang masih di bekukan Anastasia berharap agar dirinya bisa menyentuh Naruto saat ini juga.

"Tenanglah Gabriel-sama, kau boleh menyentuh Naruto-sama nanti. Namun sekarang kau harus mendengarkan aku dulu," ucap Kunou yang mengendalikan tubuh Naruto.

"Suara ini, Kunou... Kisama... Berani-beraninya kau...," geram Gabriel kembali. "Harap tenanglah Gabriel-sama, aku mengendalikan tubuh Naruto-sama agar Naruto-sama tidak bisa melihat hal-hal supranatural," ucap Kunou agar Gabriel tidak salah paham.

"Keluarga Naruto-kun memang meninggal, tapi Naruto-sama masih selamat karena Minato-sama memerintahkanku untuk membawa pergi Naruto-sama sebelum Beliau meninggal. Namun setelah insiden tersebut, Naruto-sama terkena penyakit Autisme," jelas Kunou dengan pelan.

"Setelah itu kami, para penjaga Naruto-sama memutuskan untuk tidak memberitahu Naruto-sama mengenai hal-hal yang supranatural," ucap Nobunaga yang telah datang dan mendarat di samping Kunou yang mengendalikan tubuh Naruto.

Tap! Tap!

Gabriel yang melihat para Servant terpilih yang menjadi pelindung Naruto dari balik bayang datang menatap mereka satu persatu lalu fokus menatap Kunou kembali.

"Dan juga, ada sebuah kebenaran yang harus kau tahu kenapa Orang tua Naruto-sama meninggal. Tapi sebelum itu, aku ingin bertanya...," ucap Nobunaga menjeda ucapannya, "Bagaimana bisa kau menjadi setengah malaikat jatuh? Apa yang telah kau perbuat?" tanya Nobunaga melanjutkan ucapannya.

Gabriel yang mendengar pertanyaan itu menundukkan kepalanya. Nobunaga yang melihat tingkah Gabriel menghela nafasnya, "Melihat dari tingkahmu, sepertinya kau sudah membunuh beberapa Tenshi, bukan?" tebak Nobunaga membuat tubuh Gabriel sedikit tersentak.

"Ara? Jadi hanya itu?" celetuk Asia membuat beberapa orang menoleh ke arah Asia. "Siapa sangka Seorang Seraph bisa melakukan itu, tapi tidak apa-apa kok. Aku tahu perasaanmu, kau yang menentukan perasaanmu, kau yang menentukan takdirmu," ucap Asia sambil tersenyum.

"Asia-sama," gumam Anastasia menatap khawatir Asia. "Tapi... Walau aku biarawati, aku bukanlah biarawati yang suci. Aku adalah biarawati yang kotor," ucap Asia sambil menyeringai.

"Saat bergabung dengan gereja sekitar sini, aku bertemu beberapa Da-tenshi dan Tenshi, mereka membicarakan mengenai Insiden waktu itu dan mengenai Naruto-sama," jeda Asia sambil berjalan mendekati Gabriel, "Kau tahu apa yang aku lakukan? Aku membunuh mereka dengan secepat yang aku bisa."

"Etto... Apa yang sedang kau bicarakan Asia-san?" tanya Hanabi bingung. "Gabriel-sama membunuh beberapa Tenshi yang bekerja sama membunuh Keluarga Naruto-kun bukan? Mereka tidak jatuh, namun Gabriel-sama terjatuh karena tindakkan tercela itu," jawab Asia.

"Kami-sama sangat kecewa atas tindakan Gabriel-sama, namun Gabriel-sama lebih kecewa kenapa Kami-sama membiarkan hal itu terjadi dan berpikir bahwa kenapa Kami-sama menulis takdir seperti itu untuk Naruto-kun," lanjut Asia, "Karena tidak terima, dia berniat membunuh semua yang pernah dekat dengan keluarga Naruto-kun maupun Naruto-kun itu sendiri. Dirinya berharap Naruto-kun bahagia dengan apa yang telah dia lakukan."

Duak!

"Ittai!"

"Ok! Kita hentikan masalah itu, kau terlalu terbelit-belit menjelaskannya," ucap Scathach setelah memberi pukulan pelan di kepala Asia hingga dia mengaduh kesakitan.

"Karena sudah begini, aku yakin pihak mana pun pasti akan memburumu, Gabriel-sama. Apa yang akan kau lakukan?" tanya Tamamo, tentu saja mereka tidak bisa membiarkan Gabriel seorang diri di dunia luar seperti ini.

Gabriel telah menjadi Half-Da-Tenshi, dan itu membuatnya menjadi buronan Akuma yang mau tidak mau harus membunuh Gabriel.

"Aku tidak peduli, siapa pun yang ingin memburuku, membunuhku, aku tidak peduli dengan semua itu. Yang aku pedulikan adalah Naruto-kun, asal aku bisa selalu bersamanya, aku tidak keberatan sama sekali," jawab Gabriel sambil menatap lirih Naruto yang di kendalikan Kunou.

Pyarsh!

Kristal Es yang mengurung Gabriel pun hancur berkeping-keping membuat Gabriel sedikit terkejut karena dirinya di bebaskan.

Sret!

Gabriel yang melihat sebuah uluran tangan, menatap pemilik tangan tersebut di mana Naruto tengah mengulurkan tangannya sambil tersenyum.

"Jaa~ ikutlah bersama Kami, Gabriel-sama."

.

Autisme? Or Genius?

.

Kediaman Naruto.

.

"Jadi begitu...," gumam Gabriel ketika mendengar penjelasan Nobunaga. Nobunaga telah menceritakan bagaimana bisa keluarga Naruto meninggal, dan Gabriel tidak percaya bahwa Kakaknya yaitu Michael ikut terlibat.

"Gomen Naruto-kun... Jika saja aku tahu...," lirih Gabriel sambil mengelus kepala Naruto yang berbaring di pahanya. Naruto dalam keadaan pingsan karena Kunou mengambil wujudnya agar bisa berbicara dengan Gabriel.

Kunou yang melihat Gabriel kembali menangis menghela nafasnya. "Jangan menyalahkan dirimu, Gabriel-sama. Itu bukan salahmu," ucap Kunou agar Gabriel tidak menyalahkan dirinya sendiri.

"Dia benar, jangan menyalahkan dirimu sendiri Gabriel-chan," timpal Hinata yang duduk di samping Gabriel. "Tapi..."

"Jangan khawatir, Naruto-nii tidak akan membencimu. Naruto-nii tidaklah seperti itu," potong Hanabi yang tahu apa yang di takutkan oleh Gabriel.

"Benar... Kah?"

Duk!

"Kau tidak perlu khawatir begitu, percayalah," ucap Scathach sambil memukul pelan kepala Gabriel, dirinya cukup risih ketika melihat seseorang masih ragu padahal sudah di yakinkan.

"Jadi, bagaimana Gabriel-sama? Apa kau akan tinggal di sini? Atau di tempat lain?" tanya Tamamo sambil memakan Es buah yang ada di tangannya.

"Matte, kenapa kau menentukannya?! Dan juga bukankah itu punyaku?!" ucap Kuroka kesal karena penghuni kediaman Naruto semakin banyak.

"Maa~ sudahlah Kuroka-san, tidak ada gunanya kau protes. Lagi pula, bukankah semakin bagus jika semakin ramai di kediaman ini?" ucap Asia santai membuat Kuroka semakin kesal.

"Kau bisa bicara sesantai itu karena kau tinggal di sini juga?! Padahal Hiashi-ojii-sama menyediakan rumah ini untuk Kami, tapi kalian dengan seenaknya tinggal di sini?!"

"Tidak ada gunanya kau protes, Kuroka-sama. Yang memiliki kehendak adalah Hinata-sama yang merupakan Anak dari Hiashi-ojii-sama, jadi biar dia yang menentukan apakah memperbolehkan mereka tinggal di sini atau tidak," ucap Nobunaga membuat Kuroka melenguh lalu melirik Hinata yang tampak tenang.

"Apa kau tidak keberatan, Hinata-chan?" tanya Kuroka sambil berbisik. Hinata yang mendengar bisikan Kuroka hanya mengangguk saja.

"Tch, baiklah kalau begitu."

"Minna... Arigato... Hiks... Hiks... Arigato...," ucap Gabriel sambil menangis, dirinya senang karena ada yang selalu bersamanya sekarang. Jika saja dia membunuh mereka tadi, dirinya tidak bisa membayangkan hidup sendiri dan menjadi buronan yang harus di bunuh.

"nyaaaww~." Semua yang melihat Kunou menguap langsung berdiri dan menatap Kunou seolah bertanya 'apakah sudah batasnya?'.

"Ha'i, sebaiknya kalian kembali sekarang sebelum aku mulai kembali ke bentuk boneka dan membuat King bangun," ucap Kunou yang mulai bercahaya.

"Baiklah, kalau begitu kita sampai di sini saja pembicaraan kita, dan Anastasia!"

Anastasia yang duduk manis, menaikkan sebelah alisnya ketika teman-temannya mendelik ke arahnya. "Jangan melakukan sesuatu yang aneh-aneh pada Naruto-sama."

Anastasia yang mendengar itu hanya tertawa gugup dan melambaikan tangannya memberi tahu bahwa dia tidak akan melakukan itu.

Wush!

Secara bersamaan, Para Servant pun dengan cepat menghilang dari kediaman Naruto dan Kunou langsung kembali ke bentuk boneka rubah yang duduk di samping Naruto yang berbaring di paha Gabriel.

"Engghh~," lenguh Naruto terbangun dari pingsannya, lalu mendudukkan tubuhnya sambil mengerjapkan matanya pelan. "Konbanwa, Naruto-kun."

Naruto yang tidak mengenal perempuan di depannya secara spontan mengambil boneka kyuu di sampingnya lalu menjaga jarak dari Gabriel. Gabriel yang melihat itu tersenyum miris, namun dirinya tidak boleh sedih. Itu karena Naruto terkena penyakit Autisme, jika memang Naruto tidak mengenalnya setidaknya dia harus bisa dekat dengan Naruto kembali.

"K-Kamu siapa?" tanya Naruto sambil menatap takut Gabriel. Gabriel yang melihat tatapan takut Naruto tersenyum semanis mungkin "Namaku, Gabriel. Teman Hinata-chan dan yang lainnya," ucap Gabriel memperkenalkan dirinya.

"Te-Teman Hinata-chan?"

"Ha'i."

"Go-Gomen, a-aku pikir kamu siapa. Na-Namaku Uzumaki Na-Naruto desu, sa-salam kenal, Gabriel-san," ucap Naruto sambil tergagap lalu membungkukkan badannya sesaat.

Setelah menegakkan badannya kembali, Naruto terpaku pada Rambut Gabriel yang di mana Setengah rambutnya berwarna kuning dan setengahnya lagi hitam.

Gabriel yang melihat tatapan lekat Naruto merona tipis, Hinata yang menyadari itu menghela nafasnya lalu menyikut pelan Gabriel. "Dia tidak menatapmu, melainkan Rambutmu," ucap Hinata membuat Gabriel cengo.

"A-Anoo... Gabriel-san...," gumam Naruto sambil mendekati Gabriel bersama boneka Kyuunya. "Ha-Ha'i, ada apa Naruto-kun?" tanya Gabriel sambil tergagap.

"Ba-Bagaimana bisa, ra-rambut Gabriel-san seperti itu?" tanya Naruto polos sambil menyentuh dua rambut Gabriel yang berbeda warna.

Gabriel yang melihat betapa penasarannya Naruto kenapa bisa rambutnya seperti ini termenung sesaat sebelum tersenyum tipis pada Naruto.

"Rambutku seperti ini memang sejak kecil seperti ini, Naruto-kun," jawab Gabriel sambil menyentuh rambutnya yang berwarna hitam.

"S-Souka...," gumam Naruto lalu melirik ke atas seperti tengah memikirkan sesuatu. "Ada apa Naru-kun?" tanya Kuroka.

"A-Aku hanya berpikir, ba-bagaimana jadinya ji-jika aku memiliki rambut seperti itu," jawab Naruto sambil menyentuh rambutnya, semua yang mendengar itu seketika terdiam hingga sebuah tawa terdengar.

"Hahaha, Ka-Kau lucu sekali Naruto-nii," tawa Hanabi sambil memegangi perutnya. "Mo-Mou! Memang apa y-yang lucu?!" balas Naruto setengah berteriak.

"Hahaha, jika Naruto-nii memiliki rambut seperti itu, kau akan tampak aneh Naruto-nii," ucap Hanabi membuat Naruto langsung drop

"Aneh!"

Duak!

"Apa yang telah kau lakukan Baka Imouto?!" teriak Hinata setelah memberi pukulan pada kepala Hanabi.

"Itu Sakit Onee-sama?! Kenapa kau selalu memukul kepalaku?!"

"Itu Hukumanmu karena selalu membuat Naruto menangis?!"

Sementara mereka berdebat, Kuroka, Asia, Gabriel dan Anastasia berusaha mengembalikan mental Naruto.

.

Rias Side

.

Sementara itu, di sisi Rias. Saat ini Rias tengah termenung di kasurnya di temani bulan yang terang serta embusan angin malam yang sejuk.

Rias selama kemarin mengurung dirinya di kamar sambil memikirkan satu orang... Yaitu Uzumaki Naruto.

Kenapa dia sangat mirip dengan orang yang aku temui sejak kecil? Baik tingkah laku? Senyumnya dan sebagainya, itulah yang dia pikirkan.

Dari yang dia tahu, Naruto telah meninggal. Itulah yang dia dengar, dan beberapa tahun kemudian, muncul Naruto lain yang sangat persis dengan Naruto yang dia kenal.

Namikaze Naruto dan Uzumaki Naruto...

Nama yang mirip namun berbeda marga. Wajah yang mirip tapi memiliki sedikit perbedaan tingkah. Jika benar Uzumaki Naruto adalah Naruto yang dia kenal, maka dirinya akan langsung merasa bersalah... Sangat-sangat bersalah.

Karena Naruto, adalah orang yang sangat dia sayangi, dan saat ini dia telah menyakitinya bahkan hampir membunuhnya. Rias yang membayangkan bagaimana Naruto akan membencinya ketakutan.

Sangat ketakutan...

"Ti-Tidak...," gumam Rias sambil memeluk tubuhnya sendiri, "Ti-Tidak, ja-jangan sampai... Jangan sampai..."

Sementara itu di luar tempat Rias, tampak Akeno tengah terbang sambil menatap tempat Rias sendu. "Rias...,"

.

Servant Place

01.00 AM

.

"Nyaaaawh~," sementara itu di tempat tinggal para Servant, tampak Tamamo saat ini tengah duduk di kursi sofa sambil menguap lalu menutup matanya sesaat dengan menggerak-gerakkan kuping rubahnya dan mulutnya membuat ekspresinya sangat imut.

Setelah menutup matanya sesaat Tamamo membuka matanya kembali dan di depannya sudah terdapat Jeanne yang menatap kesal dirinya.

"Kenapa kau belum tidur Tama-chan?"

Tamamo yang mendengar itu hanya tertawa sambil menggaruk belakang kepalanya. "Hehe, aku tidak bisa tidur," jawabnya membuat Jeanne sweatdrop.

'Lalu kenapa kau menguap tadi?!' ingin berteriak tapi takut membangunkan yang lainnya, itulah yang di pikirkan Jeanne.

"Kau sendiri? Kenapa kau tidak tidur Jeanne?"

"Aku hanya tengah memikirkan soal Rias-sama," balas Jeanne sambil duduk di sebelah Jeanne. "memang ada apa dengannya?" tanya Tamamo sambil menyandarkan kepalanya di bahu Jeanne, namun Jeanne kembali menegakkan kepala Tamamo.

"Kau tahu sendiri aku memiliki kemampuan perasa yang tinggi Tama-chan, dan aku merasakan sesuatu yang buruk pada Rias-sama," ujar Jeanne dengan serius membuat Tamamo yang awalnya hanya ingin mendengar dengan santai langsung mendengarkan dengan serius.

"Sesuatu yang buruk seperti apa?"

"Pertama, jika Rias-sama mengetahui Identitas Naruto yang dulu merupakan teman lamanya, maka rasa bersalah akan hinggap dan itu akan menghancurkan Rias-sama secara mental. Kedua, jika Dia belum mengetahui identitas Naruto dan terus melakukan kekerasannya dan tanpa sengaja membunuh Naruto teman lamanya, dan mengetahui secara tak sengaja dia membunuhnya, secara total Rias-sama akan hancur," jelas Jeanne membuat Tamamo terdiam sambil berpikir.

"Tunggu? Kenapa dua hal tadi sama-sama menghancurkan Rias-sama?"

"Huft~ sebenarnya...," gantung Jeanne. "Rias-sama terkena penyakit mental yang kapan saja bisa membuatnya menjadi Gila." Jeanne dan Tamamo yang mendengar suara lain selain mereka menoleh dan terdapat Okita yang berdiri di ambang pintu bersama Nobunaga.

"Gila? Tunggu! Itu artinya..."

"Um, semenjak Rias-sama mendengar kabar Kematian Keluarga Naruto-sama, dia mengurung dirinya di kamar selama beberapa hari, karena Keluarga Gremory khawatir dengan keadaannya, mereka pun secara paksa masuk ke kamar Rias-sama," jelas Jeanne. "Dan Rias-sama sudah di temukan seperti orang Gila di kamar tersebut," lanjut Nobunaga.

"Tapi, jika begitu... Kenapa Rias-sama tampak sehat seperti manusia biasa?" tanya Tamamo ingin tahu, bagaimana bisa dua orang ini yaitu Nobunaga dan Jeanne mengetahui semua informasi.

"Itu Karena Akeno-sama dan Sona-sama," jawab Nobunaga, "Mereka dengan susah payah berusaha menghilangkan penyakit Rias dan itu berhasil saat mereka berumur 10 tahun."

"3 Tahun ya...," gumam Tamamo.

"Jadi, apa yang akan kita lakukan Nobu?" tanya Okita membuat Nobunaga meliriknya. "Aku masih memikirkannya, tapi untuk saat ini...,"

Sret! Grep!

Nobunaga yang ingin menjewer Tamamo dan Jeanne seketika terhenti karena mereka berdua menahan tangan Nobunaga "Kenapa kalian belum tidur hah?!"

"memang kau ibu kami?! Terserah kami mau tidurnya kapan?!"

Okita yang melihat teman-temannya pada bertengkar hanya diam lalu menguap karena mengantuk.

.

Kediaman Uzumaki

.

Kembali ke kediaman Uzumaki, tampak saat ini Gabriel tengah duduk sambil menatap benda yaitu pensil. Pensil itu merupakan pemberian Naruto tadi sebelum dirinya tertidur.

Gabriel yang di berikan Pensil oleh Naruto hanya menatap bingung Naruto, kenapa Naruto memberinya Sebuah Pensil?

Dan dia mendengar jawaban Naruto yang sangat polos.

"Entahlah, hanya saja... Aku yakin itu pasti akan berguna untuk Gabriel-san."

Berguna untuknya? Tapi untuk apa? Itulah yang selalu terngiang di kepalanya.

"Kau tidak perlu memikirkannya terlalu keras Gabriel." Gabriel yang mendengar suara Hinata menoleh dan dia melihat Hinata berjalan ke arahnya dengan piyama tidurnya.

"Naruto-kun memang seperti itu, namun terkadang barang pemberiannya sangat berguna, bisa di bilang jika Emas hilang maka gunakan Kartu," ucap Hinata membuat Gabriel Sweatdrop.

'Apa maksudnya?'

"Dulu aku juga pernah di beri barang oleh Naruto-kun, yaitu sebuah perban. Awalnya aku pikir kenapa dia memberiku barang seperti ini padahal aku tidak terluka? Namun siapa sangka, tiga hari setelahnya aku terjatuh dari belajar terbang dengan sayapku dan perban itu menutupi lukaku untuk sementara," Ucap Hinata bercerita.

"Jika kau di beri pensil, mungkin pensil itu akan berguna nanti. Jadi simpanlah dulu hingga suatu saat kau akan gunakan," lanjut Hinata sambil tersenyum ke arah Gabriel.

Gabriel yang mendengar itu seketika paham. Benda yang biasanya tidak berguna saat tidak dibutuhkan pasti akan berguna nanti. Sama halnya jika Dompet hilang, pasti ada sesuatu sebagai penggantinya.

Walau jarang, tapi pasti berguna suatu saat nanti. "Arigato na Hinata-chan," ucap Gabriel sambil tersenyum. "Untuk?" tanya Hinata.

"Untuk semuanya... Jika saja kalian tidak menghentikanku mungkin, aku tidak akan seperti ini," jawab Gabriel sambil memejamkan matanya. Hinata yang melihat itu menyandarkan tubuhnya ke sisi Gabriel begitu juga Gabriel.

"Dunia memang terkadang tidak adil, namun keadilan pasti akan muncul suatu saat," ucap Hinata, "Ne Gabriel, mengenai Heaven... Apa yang akan kau lakukan pada tempat itu?" Gabriel yang mendengar itu terdiam sesaat.

"Mungkin akan aku biarkan saja untuk saat ini."

"Sou... Ka...,"

"Zzzzz~"

Dan tanpa mereka sadari, mereka sama-sama tertidur dengan posisi duduk saling bersandar satu sama lain.

.

Heaven

.

Sementara itu di Heaven, tampak saat ini Michael tengah duduk di tempatnya dengan perasaan gelisah dan bersalah, dirinya bersalah karena membunuh keluarga Uzumaki Naruto, walau tidak sepenuhnya secara langsung dia membunuhnya melainkan pasukannya tetap saja dirinya bersalah.

Dan Dirinya menyesal karena membuat Gabriel menjadi Half-Da-Tenshi, seharusnya dirinya yang menjadi Da-Tenshu bukannya Gabriel.

Tap!

"Lama tidak bertemu Micahel." Michael yang mendengar suara menyapanya menoleh siapa yang menyapanya dan tubuh Michael langsung menegang ketika melihat siapa yang ada di depannya.

"Kalian?!"

Pasukan Tenshi langsung muncul dan mengepung siapa yang mendatangi Michael, orang-orang yang terdiri dari 4 orang hanya diam dengan santainya.

"Michael-dono! Cepat pergi dari sini! Biar kami urus mereka?!"

"Jangan Bodoh?! Pergi dari sini?! kalian tidak akan bisa mengalahkan mereka?!"

Sret! Bhats! Bziit!

Tiga di antara Empat orang di sanapun memunculkan tiga pasang sayap berwarna emas di sertai Perisai dan tombak di tangan mereka.

"Kalian tidak akan bisa melawan mereka karena mereka adalah..."

"Servant dengan julukan Valkyrie?!"

Para Tenshi yang mendengar itu seketika tersentak, Servant?!

"Waktunya mengacaukan Heaven, Ikuzo Ortlinde, Hild, Thrud."

"Ha'i!"

Wush! BOOOM!

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Note : Yo! Akhirnya bisa up juga.

Bagaimana cerita kali ini? Menarikkah? Atau tidak?

Hahaha jika tidak gomen ne, kesibukan Real Life cukup mengganggu dan hanya ini saja yang bisa aku berikan atas ide yang ada di otakku.

Btw Ereaser Kw, sebelum Flame sebaiknya kau baca ini, karena aku bisa merasakan kau akan flame setelah ini.

Sebaiknya ngaca dulu sebelum bilang seseorang munafic. Masih mending Cerita ini bisa Up atau tidak. Walau ide Cuma segini kenapa kau protes? Kau kira mendapatkan ide dan membuat cerita semudah bayi berjalan kaki?

Hoho Tidak Semudah Itu FERGUSO?!

Justru yang munafic itu lu Ereaser Kw, lu dari dulu gw tantang bikin cerita mana buktinya?! Kagak ada. Lu sembunyi di balik Nama Author dan mengklaim itu cerita lo? Kheh! Munafic amat.

Sadar bajingan?! Siapa yang munafic di sini?! Siapa yang pecundang?! Itu lu Ereaser kw.

.

Shh~ gomen. Kalian harus melihat sisi kasarku kembali.

Aku tidak tahu kenapa hanya saja orang sepertinya harus di beri sedikit kata kasar karena aku yakin, dia gak pernah lulus sekolah hingga otaknya sebesar butiran partikel.

Ok... Kita lanjutkan ke cerita.

Bagaimana bisa Gabriel menjadi Half-Da-Tenshi? Itu karena dia membunuh para Tenshi, kalian pasti tahu bagaimana jadinya jika Tenshi termakan emosional mereka.

Lalu, kenapa sepertinya semua memiliki cerita gelap? Hmm~ entahlah... Seperti ada sebuah peluru yang menembak otakku membuatku memiliki ide seperti itu.

Cerita ini akan sedikit berbeda dari cerita lainnya. Maa~ tidak ada salahnya mengkhususnya salah satu ceritaku bukan?

Hmm~ lalu untuk servant yang muncul di Heaven? Sepertinya kalian sudah bisa menebak siapa pemimpin mereka.

Jaa~ itu saja yang bisa aku sampaikan jaa na~

4kagiSetsu out