Opening – Namirin -Yasashisa No Ryu
Taikutsu na madobe ni
( Layar memperlihatkan genangan air yang bergelombang hingga mencerminkan Naruto yang duduk di kelas sambil memeluk bonekanya dari samping )
fukikomu kaze ni
( Layar kembali bergelombang hingga memperlihatkan Naruto dari depan mulai menundukkan kepalanya sambil membaca buku di mejanya )
Kao wo shikameta no wa terekusasa no uragaeshi
( Salah satu tulisan di meja Narutopun seketika melayang membuat Naruto yang melihat itu terdiam polos sambil melihat Tulisan tersebut keluar jendela )
Fix First
( Layarpun menjauh memperlihatkan Sekolah Kuoh di sertai Tulisan Judul Autisme? Or Genius? )
Aimai ni unazuku
( Layar kembali di ganti memperlihatkan Hinata yang berjalan di bawah hujan dengan payung di tangannya dengan ekspresi murung )
tenohira no kyou
( Layar kembali di ganti dengan Kuroka dari samping yang berteduh di bawah kuil )
Egaiteru jibun wa
( Layar kembali di ganti dengan Hanabi yang berteduh di bawah Supermarket sambil memandang langit )
sukoshi oogesa de
( Layar kembali di Ganti dengan Sona dan Akeno yang menunggu di sekolah sambil memandang langit yang hujan )
Nani ka kawarisou na
( Layar kembali di ganti Dengan Naruto yang berkumpul bersama yang lain sambil saling berbincang )
ki ga shiteiru yo
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang mengalihkan wajahnya dengan polos )
Kokoro ni yobikakeru
( Mata Naruto yang menangkap Dua burung biru tengah terbang di luar )
kimi no sei da ne
( layar kembali di ganti dengan mata Naruto yang melebar lalu semua seketika menggelap menyisakan Naruto seorang diri )
Fix Second
( layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto beserta keluarganya )
Kumorizora nozoita yokan
( Layar kembali di ganti dengan Hinata yang mengangkat wajahnya dengan ekspresi terkejut, Lalu Kuroka, Hanabi, Sona dan Akeno )
Te wo nobasou itsu yori mo chikara zuyoi yuuki de
( Dari belakang Narutopun muncul beberapa tangan bercahaya yang memeluk Naruto hingga Naruto tersentak dan bersamaan dengan itu Tempat yang gelap berubah menjadi terang dengan latar lautan yang luas )
Hikari mo kage mo mada tookute sore demo bokura wa
( Layar kembali di ganti dengan kamera mengelilingi Naruto yang terkena hembusan angin di lautan luas tersebut, lalu layar kembali berganti dengan Lengan Naruto yang memeluk erat boneka Kyuu di pelukannya.
Yasashisa no riyuu ga shiritai
( Layar kembali di ganti dengan Dua lengan yang tiba-tiba muncul dan menarik Naruto membuat Naruto tersentak karena saat ini Naruto di tarik oleh Kuroka dan Hinata )
Ima wa dare no namae demo nai kagayaki no kanata e
( layar kembali di ganti dengan Naruto, beserta Akeno, Hinata, Sona, Kuroka dan Hanabi yang saling bercanda dan bergurau di berbagai tempat )
Zenbu kako ni naru mae ni mitsuke ni ikou
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang menghentikan langkahnya karena melihat Bunga Violet laku tersentak ketika Hinata memanggilnya dan berlari ke tempat Hinata yang cukup jauh dengan lari pelan )
Fix End
( Kamerapun bergerak ke atas merekam langit biru yang di sinari matahari cerah.
Disclaimer :
Naruto Masashi Kisimoto
High School DxD Ichiei Ishibumi
Summary : Namikaze Naruto, sosok pemuda yang ceria harus mengalami penyakit 'Autisme' karena sebuah kejadian yang terduga namun memiliki Kegeniusan di atas rata-rata, beberapa orang datang mendekat memberinya pencerahan dan memberinya uluran tangan, namun... Apakah itu bisa bertahan lama?
Autisme? Or Genius?
Pair :
Naruto x ...
Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Comedy, Little Humor, Slice of Life, Echhi, DLL
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, Jutsu Buatan sendiri, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, Autis!Naruto.
" Naruto " berbicara
' Naruto ' batin
[" Naruto "] Sacred Gear berbicara
[' Naruto '] Sacred Gear berbicara batin
.
Chapter 7 : Valkyrie
.
Sabtu, 19 Mei 2018
Kediaman Uzumaki
06.00 AM
.
"Enghh~" lenguh Hinata membuka matanya, Hinata mengerjapkan matanya untuk memproses apa yang terjadi.
"Uhmmn~" Hinata yang mendengar suara lenguhan melirik Dan dia melihat Gabriel yang tertidur di sampingnya, ketika mengingat kejadian kemarin, Hinata tersenyum tipis lalu membaringkan Gabriel di sofa.
Setelah membaringkan Gabriel, Hinata merenggangkan badannya lalu menatap jam dinding, "Sudah pagi ya…" gumam Hinata lalu menoleh keluar dimana masih tampak gelap.
Karena penasaran, Hinata menginterpretasikan melalui Jendela dan dia cukup terkejut ketika di langit terjadi badai, padahal perkiraan cuaca kemarin menunjukkan cuaca akan biasa saja, tapi ini…
"Sebenarnya apa yang terjadi…," gumam Hinata bingung.
"Hinata-sama!" Hinata yang mendengar suara menoleh dan dia melihat Anak Buah Ayahnya datang Dan berlutut di depannya. "Ko-san? Ada apa kau kemari?" tanya Hinata penasaran.
"Aku membawa kabar dari Hiashi-sama untuk Anda, Hinata-sama!" jawab Pria bernama Ko sambil menyerahkan sebuah Surat pada Hinata lalu menghilang.
Hinata yang menerima Surat dari Ayahnya membuka Surat tersebut dan membacanya dengan teliti. "Souka… pantas saja langit menjadi seperti ini," gumam Hinata setelah membaca Surat dari Ayahnya.
Tap!
"Ada apa Hinata-chan? Kau sepertinya sangat serius… huaaam~ padahal ini masih pagi?" tanya Kuroka yang telah terbangun dari tidurnya.
"Ada kabar, bagiku ini kabar yang gembira tapi entah bagaimana dengan Kalian," jawab Hinata membuat Kuroka kebingungan.
.
.
"Heaven di serang?" tanya Kuroka ketika mendengar cerita Hinata, semua yang telah berkumpul di ruang Tamu termasuk Kunou cukup terkejut ketika mendengar bahwa Heaven di serang.
"Um, yang menyerang mereka adalah Servant Valkyrie kemarin, mereka menghancurkan Heaven dan membuat beberapa orang di Heaven terluka," jelas Hinata membuat Anastasia menghela nafasnya.
"Mereka benar-benar nekat, jika Scathach dan Nobunaga mendengar ini, aku tidak tahu bagaimana reaksi mereka nanti," gumam Anastasia sambil memijit keningnya.
"Semoga mereka yang meninggal menerima tempat yang pantas," panjat Asia membuat semua menoleh ke arahnya, "Apa?"
"Bukankah kau iblis Asia? Tapi kenapa kau masih bisa memanjatkan Doa?"
Asia yang mendengar itu tersenyum lalu menunjukkan Kalung berisi salib di sertai lingkaran perisai, "Ini adalah Kalung pemberian Almarhum Minato-sama pada keluargaku, tanpa menghilang rasa hormat Kepada Kami-sama, Minato-sama membuatkan kami ini agar tetap bisa berdoalah pada Kami-sama," jawab Asia menjelaskan.
"Souka… Almarhum Minato-sama memang wluar biasa," gumam Hinata paham, Mata Hinata melirik Gabriel yang duduk dengan tenang sambil bertopamg dagu, Gabriel sama sekali tidak menunjukkan raut khawatir ataupun terkejut sekalipun.
"Bagaimana pendapatmu, Gabriel-chan?" tanya Hinata membuat Gabriel meliriknya. "Aku sudah keluar dari Heaven jadi itu bukan urusanku… mau tempat itu hancur sekali pun aku sudah tidak peduli," jawab Gabriel tanpa menunjukkan emosi sedikit pun.
Hinata yang mendengar jawaban Gabriel tidak tahu harus bereaksi seperti apa, Kunou yang melihat situasi canggung berdehem pelan lalu bertanya kembali pada Hinata dengan serius.
"Apa Ada pesan lain dari, Hiashi-sama?"
Hinata yang mendengar itu pun menjawab, "Otou-sama mengatakan untuk berhati-hati, berita Heaven di serangga sudah menyebar Ada kemungkinan Pihak Iblis dan Da-Tenshi akan menyerang Kita karena menjadi tersangka," jawab Hinata membuat Kunou langsung memahami situasinya.
"Souka… untuk berjaga-jaga, Anastasia, Asia…" ucap Kunou membuat Anastasia menoleh ke arahnya, "Bersiaplah pergi ke Sekolah bersama yang lain, Tamamo-chan sudah menyiapkan Kalian data untuk masuk Sekolah yang sama dengan yang lain."
Anastasia dan Asia mengangguk paham.
"Gabriel-san, tidak apa bukan jika kau diam di sini?" tanya Kunou dan di jawab Anggukan oleh Gabriel. "Souka... Sekolah sudah kembali pulih ya, membosankan," gerutu Hinata.
"Tidak perlu mengeluh Hinata-chan, lagi Pula Kita tidak Ada kegiatan di Rumah Dan itu lebih membosankan lagi," balas Kuroka membuat Hinata memanyunkan bibirnya.
"Yosh, dengan begini semua sudah selesai, dan aku beri peringatan pada Kalian," ujar Kunou sambil berdiri.
"Berhati-hatilah dengan Gremory." Setelah mengatakan itu Kunou menghilang dengan kecepatan kilatnya kembali ke tubuh boneka rubah yang Ada di pelukan Naruto yang pingsan, Hanabi yang menjaga tubuh Naruto telah menyadari bahwa Kunou telah kembali membangunkan Naruto.
"Hahh~ karena ini aku tidak sempat membuat Sarapan, sebaiknya Kita bergegas Dan membeli Sarapan di supermarket saja," gerutu Hinata lalu menyarankan yang lain untuk bergegas.
.
.
Servant Place
.
Sementara itu di tempat para Servant, tampak para Servant masih tertidur nyenyak Kecuali Souji Okita dan Jeanne D' Arc yang telah bangun dari tidur mereka.
Ding! Dong!
Jeanne yang memasak di Dapur seketika mengalihkan pandangannya pada Okita yang Tengah meminum air di sampingnya, Okita yang merasakan tatapan Jeanne meliriknya dan dia menerima Kode dari Jeanne untuk memeriksa siapa yang datang.
Okita yang mengerti pun bergerak ke depan Rumah dan mengecek siapa yang datang, ketika melihat siapa yang datang Mata Okita sedikit melebar dan membuka pintu kediaman mereka.
"Baka! Cepat masuk!" perintah Okita sambil menarik tamunya masuk.
"Mou~ apa itu caraku menyambut kami Okita?" cemberut sang Tamu. "Tentu saja baka! Lagi Pula kenapa kau sampai seperti ini, Brynhildr?" tanya Okita serius.
Sang Tamu yang bernama Brynhildr memiringkan kepalanya dengan polos, "Memang Ada yang salah denganku?"
"Tentu saja! Kau berlumuran darah! Kau terlihat seperti pembunuh jadinya!"
Benar, Brynhildr datang ke kediaman para Servant Dalam keadaan berlumuran darah, mulai dari wajah, rambut dan juga tubuhnya. Brynhildr yang mendengar itu menggumam pelan Sebelum tertawa halus.
"Ah, ini? Aku dan yang lain memang habis membunuh beberapa orang kemarin," jawabnya dengan jujur. "Aku hargai kejujuranmu, tapi sadarlah tempat Baka," ujar Okita lalu menghela nafasnya.
"Ada apa Okita?" tanya Jeanne menghampiri Okita dan sama seperti Okita, Jeanne juga terkejut melihat keadaan Brynhildr yang berlumuran darah. "Ah, Jeanne… Hishashiburi!" sapa Brynhildr sambil tersenyum.
"Ada apa ini? Apa yang terjadi?"
"Nanti saja menjelaskannya yang lebih penting cepat bersihkan tubuh Kalian!" balas Okita.
.
.
Kuoh Gakuen
.
.
Tap! Tap!
Sementara itu di Kuoh Gakuen, tampak 2 orang perempuan saat ini berjalan di koridor Sekolah dengan tenang mengaitkan tatapan liar para lelaki di Sekolah tersebut.
"Hah~ baju ini terlihat mencolok, dan juga ini sangat tidak pas untukku," gumam Perempuan berambut putih sambil mengecek tubuhnya. "Itu karena kau tinggi, jelas saja tampak mencolok," balas perempuan berambut kuning yang berjalan di sampingnya.
"Begitukah? Tapi aku rasa itu bukan yang mempengaruhinya," balas perempuan berambut putih. "Anastasia-nee!" perempuan yang Tak lain adalah Anastasia menoleh ketika Ada yang memanggil ya Dan betapa terkejutnya Anastasia ketika melihat siapa yang memanggilnya.
"Sona-chan!" balas Anastasia sambil tersenyum. "Aku sudah mendengar kabar dari Hinata-chan, jadi aku datang menjemputmu," ujar Sona menjelaskan kedatangannya.
"Souka… berarti kau sudah mengetahui situasinya juga ya?" Sona yang mendengar itu mengangguk, Sona yang merasakan orang lain selain Anastasia menoleh dan menatap perempuan di sampingnya Anastasia dengan intens.
"Siapa dia?"
"Dia, Asia Argento, kau Pasti mengenalnya, Sona-chan." Sona yang mendengar itu menatap terkejut perempuan yang Tak lain adalah Asia.
Asia yang melihat tatapan terkejut Sona tertawa halus, "Apa kau mengingatku, Tsu-chan?" tanya Asia membuat Sona mendengus dengan pipi merona tipis.
"Hmph! Tidak aku sangka aku akan bertemu denganmu lagi, Si-chan," balas Sona, terjadi keheningan beberapa saat Sebelum mereka tertawa kecil bersama. Asia pun memeluk Sona untuk melepaskan kerinduannya begitu pun sebaliknya.
"Aku tidak menyangka Anak kecil yang dulunya malu-malu sudah tumbuh menjadi perempuan yang Cantik," ucap Asia membuat Sona terkekeh. "Aku juga tidak menyangka perempuan yang selalu ingin menjadi adik Naruto-kun bisa tubuh secantik ini," balas Sona membuat Asia ikut terkekeh pelan.
"Kita bisa lanjutkan pembicaraan Kita nanti, sekarang Ayo… Aku akan mengantar Kalian ke ruang kepala Sekolah."
.
Heaven
.
Sementara di Surga, tempat yang menjadi impian seluruh Jiwa yang telah meninggal, yang seharusnya tempat yang sangat indah sekarang tampak hancur Berantakan di sertai beberapa mayat para malaikat, Surga yang putih mulai berisi warna Merah darah yang mengerikan.
Di salah Satu tempat, tampak Michael Tengah bersandar dengan Luka di tubuhnya Dan parahnya lagi, dia kehilangan Tangan kirinya.
"G- Ghhh… K- Kenapa ini Harus terjadi… Tou-sama," gumam Michael sambil menahan sakit pada lengan kirinya, 'Mereka… benar-benar mengacaukan Surga… Apakah ini Karmaku, Tou-sama…' batin Michael.
"Michael!" Michael yang mendengar suara menoleh dan dia melihat Azazel Dan Sirzech yang datang ke arahnya.
"Berhenti! Jangan mendekatiku! Jika Kalian mendekatiku…"
Twung!
Sirzech dan Azazel yang hampir mencapai Michael Harus terhenti ketika sebuah kurungan dari cahaya menghalangi mereka, Azazel yang melihat kurungan di depannya mendecih tak suka Dan berniat menggunakan Balance Breakernya.
"Hentikan Azazel! Jika kau menghancurkannya mereka akan menyadarinya!" Azazel yang mendengar itu menggeram pelan. "Tapi…"
"Jangan pedulikan aku, lawannya adalah Valkyrie, kekuatan mereka jauh lebih kuat dari pada sebelumnya, jadi jangan mengorbankan nyawamu hanya untuk malaikat bodoh sepertiku ini!" potong Michael.
"Aku adalah Pemimpin Malaikat yang bodoh… sungguh bodoh… aku bahkan tidak bisa melindungi Surga dengan kekuatanku, aku… adalah malaikat yang lemah," lirih Michael, dirinya sudah banyak berbuat salah, menjaga adiknya saja dia tidak becus, apa lagi tempat Surga yang dia pimpin.
"Ya… kau memang mulai melemah Michael, karena itu…"
"HENTIKAN BICARA BUSUKMU ITU, MAOU LUCIFER!" potong Michael berteriak, Michael menatap Sirzech dengan tatapan benci serta kemarahan, karena orang di depannya Surga Harus menganggunya sesuatu yang berat dan dia tidak akan memaafkan orang di depannya ini.
"Karena mulut busukmu, Surga terkena getahnya dan aku tidak akan pernah mempercayai Iblis busuk sepertimu lagi, Maou Lucifer," ucap Michael membuat Sirzech mendengus pelan.
"Benarkah? Bagaimana jika aku membantumu keluar dari sini Dan membalasnya dendam ini? Aku jamin Surga akan kembali semula."
"Mulut busukmu tidak akan mempengaruhinya, Maou Lucifer. Aku lebih memilih Surga tetap seperti ini, karena ini adalah Karma yang memang Harus kami terima dari rencana busukmu," balas Michael.
"Kau mungkin masih bisa bersandar, tapi tidak lama lagi, Underworld, akan menerima karma juga," lanjut Michael membuat Sirzech menyipitkan matanya.
"Hahaha! Kau tidak tahu bukan? Hahahaha! Selamat menikmati Karmamu, Sirzech… aku tidak sabar melihatnya menyabut nyawa orang-orang tercintamu," ucap Michael lalu memejamkan matanya.
"Oi! Michael! Jangan mati di sini!"
"Aku tidak mati, Azazel. Aku hanya tidak sabar membayangkan bagaimana mereka menghancurkan Underworld, Hahaha!"
Sirzech yang mendengar itu berbalik Dan meninggalkan Michael dan Azazel di surga yang kacau.
.
Underworld
.
Sementara itu di Underworld, tampak beberapa orang Tengah berdiri di tempat yang tinggi sambil menatap Kota Underworld dengan tatapan datar.
"Brynhildr sudah mengacaukan Surga, berikutnya… adalah Underworld," gumam Perempuan berambut kuning sambil memutari tombak di tangannya, lalu menjilati ujung tombaknya.
"Saa~ bersiaplah untuk mengambil nyawa mereka."
.
.
Class
.
Sementara itu di kelas Naruto, Hinata dan Kuroka berada, mereka Tengah belajar dengan serius sambil mendengarkan penjelasan guru mengenai materi yang mereka pelajari.
Tok! Tok!
Sang Guru yang menjelaskan materi terhenti ketika mendengar ketukan pintu kelas dan memutuskan untuk mengeceknya. "Ah, Sitri-san… Ada apa?"
"Maaf mengganggu Sensei, Saya di perintahkan untuk mengantar mereka kemari karena mereka adalah murid baru di kelas ini," jelas Sona dengan sopan. "Ah, begitu. Arigato, Sitri-san, kau sudah boleh kembali," balas sang Guru Dan di jawab anggukan oleh Sona.
"Kalian berdua tunggu di sini sebentar," perintah sang Guru lalu memasuki kelas kembali, "Etto… Minna-san, mulai sekarang Kita kedatangan Dua murid baru, jadi Sensei harap Kalian bisa akrab dengan mereka," ujar sang Sensei membuat kelas menjadi sedikit berisik.
"Mu- Murid baru?" tanya Naruto penasaran.
"Argento-san, Romanova-san, silahkan masuk!" perintah sang Guru. Dua murid baru yang tak lain adalah Asia Dan Anastasia pun memasuki kelas Dan membuat suasana kelas langsung ricuh karena kedatangan 2 murid yang sangat Cantik.
Naruto yang melihat Anastasia Dan Asia tersenyum senang sambil melambaikan tangannya dengan cepat karena saking senang ya bahwa Anastasia akan sekelas dengannya, Anastasia yang menyadari itu tersenyum dan membalas lambaian Naruto dengan pelan
.
Sementara itu di luar Kuoh Gakuen, tampak Nobunaga dan Jeanne Tengah mengawasi Naruto dari balik pohon tanpa diketahui oleh siapa pun, Nobunaga yang melihat Anastasia dan Asia sudah memasuki kelas menghela nafasnya lalu menyadarinya tubuhnya pada pohon di sampingnya.
"Hah~ mengawasi Naruto-san… aku sih tidak keberatan, hanya saja mengawasi ya dari Fraksi Akuma dan Da-Tenshi membuatku muak, mereka selalu sembunyi-sembunyi dan memberikannya serangannya kejutan, tidak ada gairahnya," gerutu Nobunaga sambil memainkan rambutnya.
"Maa~ mungkin karena kabar, heaven di kacaukan oleh Brynhildr, Ortlinde, Hild Dan Thurd, semua menjaga jarak dan mencari waktu yang tepat," balas Jeanne sambil memandang langit yang mendung.
"Mengacaukan Heaven ya… sungguh, aku tidak menduga mereka senekat itu, jika Minato-sama melihat dan mendengar ini, mungkin dia akan selalu berdogeza," gumam Nobunaga sambil menepuk pelan keningnya.
"A-Ahahaha… saat kau mengatakannya bukankah Minato-sama pernah melakukannya," gumam Jeanne sambil tertawa canggung, Nobunaga yang mendengar itu tersenyum tipis, ya… ayah Naruto pernah berdogeza pada mereka karena membuat sebuah kesalahan. Padahal mereka sudah memaafkan ya tapi tetap saja Minato tidak bergeming.
"Kenangan yang sangat penting ya…"
.
.
Heaven Place
.
Sementara itu di Surga, Azazel Sama sekali belum pergi sedikitpun dari sel cahaya yang mengurung Michael, sementara Michael yang beristirahat membuka matanya dan dia melihat Azazel yang duduk di luar selnya.
"Azazel… kenapa kau masih di sini?"
"Tentu saja untuk memastikan kau baik-baik saja," balas Azazel sedikit tegas. "Setelah jatuh dari Surga, dan di buang… mungkin aku tidak cocok menginjakkan kakiku di sini, Tapi… aku berhak untuk melindungi tempat kelahiranku dan juga temanku," lanjut Azazel dengan raut wajah serius.
Michael yang mendengar itu termenung, lalu terkekeh pelan membuat Azazel kebingungan. "Kau memang keras kepala Azazel, Tapi kau tidak perlu memaksakan dirimu untuk melindungiku, Valkyrie hanya mengurung agar tidak berbuat macam-macam, mereka belum berniat membunuhku sama sekali," ujar Michael.
"Kemungkinan, mereka ingin Kita tersiksa terlebih dahulu hingga akhirnya di jemput oleh kematian, Sebaiknya kau lari Azazel dan bersiaplah di Grigory, Pemimpin Valkyrie bilang padaku… bahwa 3 Fraksi akan menerima hukumannya."
"Fraksi Tenshi sudah menerima hukumannya, berikutnya Underworld dan Grigory, jika pun kau membantu Underworld sebaiknya jangan karena Servant yang turun ke Underworld sangat bahaya, bahkan Dalam sekejap dia bisa saja merebut nyawa Kalian," jelas Michael membuat Azazel terkejut hingga berkeringat dingin.
"jangan bilang…." Michael yang melihat ketakutan Azazel mengangguk, keheningan kembali terjadi di Surga.
"Azazel, sebaiknya kau kembali ke Grigory dan pergi dari tempat itu. Pindah ke tempat yang aman selagi Ada waktu, jika Tiga Fraksi hancur akan terjadi masalah besar," ucap Michael.
"Tapi…"
"Lakukan saja!" Azazel yang mendengar itu mengepalkan tangannya lalu pergi meninggalkan Michael seorang diri di Surga.
.
.
Kuoh Gakuen
.
Sementara itu di Kuoh Gakuen, tampak di Ruang Penelitian Ilmu Gaib, Rias Tengah duduk di kursi kebesarannya dengan tatapan kosong. Dirinya masih memikirkan kejadian kemarin dan sekarang… dia memiliki keberanian untuk bertemu Naruto.
Issei yang melihat Rias diam Bak Batu berniat mendekati Rias, namun Kiba menahan Issei sambil menggeleng kepalanya dengan pelan.
"Biarkan dia sendiri, jika kau mengganggunya itu akan membuat keadaan semakin buruk," ucap Kiba tegas membuat Issei menatapnya tidak suka.
"Huh! Memangnya kau siapa? Dan juga apa kau tahu kenapa Buchou seperti itu?"
"Aku Tak memiliki hak untuk menjawab itu, Dan siapa aku? Aku adalah Yuuto Kiba," balas Kiba dengan tenang lalu berjalan menjauhi Issei dan berkumpul dengan Koneko, Dan Akeno yang duduk di sofa dengan tenang.
"Tsk!" Mengacuhkan ucapan Kiba, Issei kembali berniat mendekati Ria's, namun Rias menahannya agar tidak mendekatiknya. "Kumohon Issei, biarkan aku menenangkan diriku dulu." Issei yang mendengar itu berhenti.
"Kau…"
Tok! Tok!
Issei yang ingin bertanya terhenti ketika Pintu Ruangan di Sana terdengar suara ketukan Dan memperlihatkan Sona yang berdiri dengan wajah datarnya.
"Sona… Ada apa kau kemari?" tanya Rias dengan nada lemah. "Kau tidak keberatan bukan, aku meminjam Himejima-san, Yuuto-san dan Toujou-san? Aku memiliki urusan dengan mereka?" jawab Sona lalu bertanya balik.
"Ara? Memang Ada Kaichou?" tanya Akeno penasaran. "Nanti aku jelaskan," jawabnya singkat membuat Akeno mengerucutkan bibirnya.
"Um, silahkan… Lagi Pula aku ingin seorang diri," jawab Rias dengan nada lemah. Sona yang melihat tingkah Rias sangat aneh menyipitkan matanya sesaat lalu berjalan pergi bersama Akeno, Koneko dan Kiba.
"Issei-kun… bisakah kau biarkan aku sendiri dulu." Issei yang mendengar itu terdiam lalu mengangguk pelan dan meninggalkan Rias sendiri.
Rias yang telah sendiri menutup wajahnya dengan kedua lengannya, pikirannya mengenai siapa Naruto masih terus terlintas di otaknya dan itu benar-benar membuatnya frustasi.
Jika benar Naruto yang terkena penyakit Autisme adalah Naruto yang dia kenal, maka Setiap perbuatannya sudah keterlaluan. Padahal Naruto tidak pernah berbuat buruk padanya namun entah kenapa… entah kenapa dia membenci Naruto dan selalu berniat melukainya.
"Aku… Aku orang yang buruk."
.
.
Sementara itu pada Sona, Akeno, Koneko dan Kiba, berjalan menuju suatu tempat dalam keheningan, merasa sudah tidak Ada siapa-siapa di sekitar mereka, Sona pun mulai menjelaskan kenapa mereka di suruh mengikutinya.
"Aku mengajak kalian karena hanya Kalian yang berteman dengan Naruto-kun."
"Lalu apa? Itu tidak mendetail?" tanya Akeno. "Apa Kalian sudah mendengar bahwa Heaven di serang?" pertanyaan Sona tentu membuat Akeno, Koneko dan Kiba terkejut.
Surga di serang? Oleh siapa?
"Sepertinya belum ya," gumam Sona menyadari keterkejutan mereka, "Surga di serang oleh Pasukan Servant dengan Nama Valkyrie, mereka menyerang Surga dan mengurung Michael-dono di Surga," jelas Sona.
"Karena hal ini, Naruto akan menjadi incaran untuk di bunuh. Karena bagi mereka, Naruto sudah menjadi sebuah ancaman yang berbahaya."
"Tunggu! Bukankah itu keterlaluan?" tanya Akeno tidak terima. "Lempar Batu sembunyi tangan, seperti itulah prinsip mereka. Mereka yang membuat kesalahan menyembunyikan kesalahan mereka Dan saat Ada kesempatan mereka menggunakan kesempatan itu untuk melempar kesalahan mereka," balas Sona.
"Mereka yang membunuh keluarga Naruto harus menerima hukumannya, tapi mereka seolah menolak hukuman tersebut Dan memprovokasi orang di sekitarnya bahwa Naruto sangat bahaya dan harus di lenyapkan," jelas Sona membuat Akeno, Kiba Dan Koneko terdiam.
"Jadi bagaimana? Apa Kalian akan ikut melindungi Naruto-kun? Mungkin Servant Ada di sekitar Naruto, namun semakin banyak yang melindungi Naruto-kun maka itu semakin baik… jadi, bagaimana?" Tanya Sona meminta persetujuan mereka terlebih dahulu.
"Aku tentu saja ikut! Mana mungkin aku membiarkan Naru-kun yang tidak salah Apa-apa terluka," jawab Akeno cepat. "Aku juga akan ikut, selama Onee-chan, ada aku akan ikut!" jawab Koneko semangat.
"Hah~ jika mereka ikut tentu saja aku juga akan ikut," jawab Kiba sambil menghela nafasnya. Sona yang mendengar jawaban mereka sedikit tersenyum.
"Lalu, Akeno-chan… Kenapa Rias seperti itu? Apa terjadi sesuatu?"
"Entahlah… semenjak kejadian kemarin, dia selalu murung."
Sona yang mendengar itu menggumam pelan, "Mungkin aku bisa menanyakannya nanti secara langsung, Akeno-chan juga ikutlah nanti… akan gawat jika Hal itu terjadi lagi," ujar Sona membuat Akeno mengangguk paham.
"Terjadi lagi?" beo Kiba.
"Tidak… bukan Apa-apa,"
.
.
Other Place
.
Sementara itu di suatu tempat, tampak Nero Claudius, Miyamoto Mushashi, Okita Souji dan Brynhildr Tengah duduk di sebuah kedai tradisional dengan pakaian jubah putih yang menutupi tubuh mereka.
Kedai yang mereka kunjungi sangatlah sepi jadi mereka tidak perlu khawatir dengan perhatian yang mencolok.
Okita yang mengunyah dango mulai meminum tehnya Dan memulai topik yang akan mereka bahas. "Setelah Heaven di serang, Kita tahu… Pihak Akuma Dan Da-Tenshi Pasti tidak akan tinggal diam, mereka Pasti mengetahui informasi dari Michael yang sengaja di kurung terbuka di Surga," jelas Okita.
"Dan Pasti sasaran mereka adalah Naruto-sama, untuk mencegah Hal itu Kita akan pergi Ke Setiap Gereja pada malam hari, Pihak Da-Tenshi selalu berkumpul di Gereja, kabar beberapa Hari yang lalu juga mengatakan Ada Pihak Da-Tenshi yang mengincar Nyawa Naruto, namun Nobunaga bilang itu bukanlah Azazel."
"Hmnn~ berarti Ada Da-Tenshi lain yang mengincar Nyawa Naruto-sama?" gumam Miyamoto setelah mengunyah makanannya. "Um, maka dari itu Kita akan menyerang gereja-gereja di sekitar sini dan mencari informasi mengenai Da-Tenshi itu, jika mereka tidak menjawab…"
"bunuh saja mereka."
"Ufufu~ dengan senang hati," balas Brynhildr sambil tertawa halus, Okita yang melihat tingkah Brynhildr menghela nafasnya. "Setelah membunuh beberapa Tenshi, kau masih ingin membunuh, Brynhildr?" Tanya Okita dan di balas tawa halusnya kembali.
"Selama untuk keselamatan Naruto-sama, aku Tak segan-segan membunuh siapa pun yang mengancam Nyawa Naruto-sama," balas Brynhildr sambil tersenyum, di luar senyum itu mungkin tampak menawan, namun di dalamnya terdapat senyum yang bisa saja membuat siapapun yang melihatnya ketakutan.
"Kami juga Tak akan segan-segan, Okita. Walau dulu Minato-sama Tak membiarkan kita membunuh siapa pun, namun tidak lagi… Kita akan membunuh siapa pun yang mengancam Nyawa keturunan Minato-sama," ujar Miyamoto membuat Okita termenung lalu menghela nafasnya.
Mata Okita melirik Nero yang masih asik makan, merasa di perhatikan, Nero melirik Okita dan menelan makanannya. "Jika kau meminta pendapatku, jawabanku hampir seperti Miyamoto. Cahaya Harus di lindungi dari kelamnya kegelapan, itulah persepsiku terhadap Naruto-sama," jelas Nero.
"Aku akan melindungi, Naruto-sama dengan Cara Apa pun. Walau pun musuh yang akan aku lawan kuat… aku Tak segan-segan menggunakannya untuk membantainya."
Okita yang mendengar itu terdiam lalu berdiri dari duduknya. "Sepertinya keputusan semua sudah bulat ya…," gumam Okita lalu menutupi kepalanya dengan tudung jubahnya, "Kalau begitu Mari bergerak."
.
.
Kuoh Gakuen
.
.
"Hmmn~ Enak sekali!"
Sementara itu di Kuoh Gakuen tepatnya di atap Sekolah, tampak Naruto, Hinata, Kuroka, Hanabi, Anastasia Dan Asia telah berkumpul sambil Memakan makanan yang telah mereka beli dari Kantin.
Karena tidal sempat membuat kotak bekal mereka akhirnya memutuskan membelinya di kantin. Naruto yang pertama Kali membeli Makanan di kantin tersenyum senang karena rasanya enak, walau Tak seberapa dengan masakan yang sering di buatkan Hinata, tapi ini sudah cukup until mengisi perutnya.
"Hah~ tempat ini benar-benar kutukan," hela Anastasia dengan aura suram di atasnya begitu juga Asia. "kau benar, mengingat betapa mereka begitu liar bahkan melontarkan pertanyaan mesum, membuatku ingin membunuh mereka dengan rantaiku," gerutu Asia.
"Uhmnhm~ jangan terlalu di pikirkan, acuhkan saja mereka atau katakan sesuatu yang menusuk Pasti mereka akan menjauh," balas Kuroka setelah mengunyah makanannya.
"A- Aku tidal menyangka ka- kalau, Anaatasia-nee d- dan Asia-chan akan bersekolah di sini," gumam Naruto tergagap sambil menatap Anastasia dan Asia secara bergantian.
"Apakah kau senang? Naruto-kun?" Tanya Hinata dan di balas senyum lebar Naruto. "Umu!"
.
Sementara itu di tempat Nobunaga Dan Jeanne, mereka yang masih mengawas di pohon duduk dengan tenang bahkan tanpa di sadari oleh siapapun yang sering melintas di pohon mereka berada.
Namun ketenangan mereka Harus di ganti keterkejutan ketika merasakan sesuatu yang sangat besar.
.
Deg!
Bzit! Blaaaar!
Seketika daerah sekitar Kuoh berhenti dan di Atap Sekolah, terjadi ledakan petir besar yang membuat kumpulan asap yang mengepul ke udara.
Setelah asap menipis, terlihat Kunou yang berdiri dengan baju Armornya sambil mengacungkan pedangnya ke langit.
Sementara Naruto, tampak Naruto telah Dalam keadaan Pingsan Dan tertutup bongkahan Es, Begitu juga Hinata Dan yang lainnya.
Mereka benar-benar terkejut ketika Ada yang menyerang mereka secara mendadak, bahkan dengan kekuatan yang sangat besar. Kunou yang menatap langit menajamkan pandangannya dengan aura Merah yang meluap karena saat ini dirinya marah karena yang menyerang Naruto bukan hanya 3 Fraksi namun...
"Apa maksudmu menyerang Tuanku, Zeus?!"
.
.
.
.
.
TBC
.
Note : Yo! Sudah up nih!
Bagaimana? Apakah sudah puas? Aku harap ya.
Aku memang membuatnya sebanyak 4 K, karena ini memang batas dari kerangka yang aku buat.
Heaven telah kacau, Michael telah terluka dan di kurung di penjara Cahaya, kenapa tidak langsung di bunuh? Hoho… Ada sebabnya jadi jangan buru-buru.
Lalu penyerangan berikutnya? Sedikit bocoran, bahwa Underworld akan menjadi sasaran selanjutnya, siapa yang menyerang? Hoho… dia adalah salah satu karakter kesukaan temanku, dia memang cocok karena kekuatannya, siapakah? Coba Aja tebak.
Lalu Valkyrie? Benar sekali, yang memimpin adalah Brynhildr, sifat Brynhildr sebenarnya gak seperti yang dia atas, Saya hanya merubahnya.
Fic ini akan sangat berbeda jadi jangan terkejut jika alurnya bisa berubah kapanpun.
Lalu Berikutnya? Apakah yang akan terjadi? Kenapa Zeus menyerang Naruto?
Tunggulah beberapa bulan lagi, karena Saya akan fokus up satu-satu cerita lainnya. Kalau begitu, Saya 4kagiSetsu, undur diri.. jaa~
.
4kagiSetsu out
