Opening – Namirin -Yasashisa No Ryu

Taikutsu na madobe ni

( Layar memperlihatkan genangan air yang bergelombang hingga mencerminkan Naruto yang duduk di kelas sambil memeluk bonekanya dari samping )

fukikomu kaze ni

( Layar kembali bergelombang hingga memperlihatkan Naruto dari depan mulai menundukkan kepalanya sambil membaca buku di mejanya )

Kao wo shikameta no wa terekusasa no uragaeshi

( Salah satu tulisan di meja Narutopun seketika melayang membuat Naruto yang melihat itu terdiam polos sambil melihat Tulisan tersebut keluar jendela )

Fix First

( Layarpun menjauh memperlihatkan Sekolah Kuoh di sertai Tulisan Judul Autisme? Or Genius? )

Aimai ni unazuku

( Layar kembali di ganti memperlihatkan Hinata yang berjalan di bawah hujan dengan payung di tangannya dengan ekspresi murung )

tenohira no kyou

( Layar kembali di ganti dengan Kuroka dari samping yang berteduh di bawah kuil )

Egaiteru jibun wa

( Layar kembali di ganti dengan Hanabi yang berteduh di bawah Supermarket sambil memandang langit )

sukoshi oogesa de

( Layar kembali di Ganti dengan Sona dan Akeno yang menunggu di sekolah sambil memandang langit yang hujan )

Nani ka kawarisou na

( Layar kembali di ganti Dengan Naruto yang berkumpul bersama yang lain sambil saling berbincang )

ki ga shiteiru yo

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang mengalihkan wajahnya dengan polos )

Kokoro ni yobikakeru

( Mata Naruto yang menangkap Dua burung biru tengah terbang di luar )

kimi no sei da ne

( layar kembali di ganti dengan mata Naruto yang melebar lalu semua seketika menggelap menyisakan Naruto seorang diri )

Fix Second

( layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto beserta keluarganya )

Kumorizora nozoita yokan

( Layar kembali di ganti dengan Hinata yang mengangkat wajahnya dengan ekspresi terkejut, Lalu Kuroka, Hanabi, Sona dan Akeno )

Te wo nobasou itsu yori mo chikara zuyoi yuuki de

( Dari belakang Narutopun muncul beberapa tangan bercahaya yang memeluk Naruto hingga Naruto tersentak dan bersamaan dengan itu Tempat yang gelap berubah menjadi terang dengan latar lautan yang luas )

Hikari mo kage mo mada tookute sore demo bokura wa

( Layar kembali di ganti dengan kamera mengelilingi Naruto yang terkena hembusan angin di lautan luas tersebut, lalu layar kembali berganti dengan Lengan Naruto yang memeluk erat boneka Kyuu di pelukannya.

Yasashisa no riyuu ga shiritai

( Layar kembali di ganti dengan Dua lengan yang tiba-tiba muncul dan menarik Naruto membuat Naruto tersentak karena saat ini Naruto di tarik oleh Kuroka dan Hinata )

Ima wa dare no namae demo nai kagayaki no kanata e

( layar kembali di ganti dengan Naruto, beserta Akeno, Hinata, Sona, Kuroka dan Hanabi yang saling bercanda dan bergurau di berbagai tempat )

Zenbu kako ni naru mae ni mitsuke ni ikou

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang menghentikan langkahnya karena melihat Bunga Violet laku tersentak ketika Hinata memanggilnya dan berlari ke tempat Hinata yang cukup jauh dengan lari pelan )

Fix End

( Kamerapun bergerak ke atas merekam langit biru yang di sinari matahari cerah.

Disclaimer :

Naruto Masashi Kisimoto

High School DxD Ichiei Ishibumi

Summary : Namikaze Naruto, sosok pemuda yang ceria harus mengalami penyakit 'Autisme' karena sebuah kejadian yang terduga namun memiliki Kegeniusan di iatas rata-rata, beberapa orang datang mendekat memberinya pencerahan dan memberinya uluran tangan, namun... Apakah itu bisa bertahan lama?

Autisme? Or Genius?

Pair :

Naruto x ...

Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Comedy, Little Humor, Slice of Life, Echhi, DLL

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, Jutsu Buatan sendiri, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, Autis!Naruto.

" Naruto " berbicara

' Naruto ' batin

[" Naruto "] Sacred Gear berbicara

[' Naruto '] Sacred Gear berbicara batin

.

Chapter 8 : Fusion

.

"Apa maksudnya kau menyerang tuanku, Zeus?" tanya Kunou sambil menurunkan lengannya yang di arahkan ke langit untuk menahan petir dari salah Satu Dewa Olympus yang terkenal akan petirnya, Zeus.

Anastasia yang melihat Zeus langsung melindungi Naruto begitu juga Hinata, Hanabi, Kuroka dan Asia. Zeus yang mendengar pertanyaan Kunou mengacuhkan pertanyaan tersebut, dirinya malah mengangkat tombak petirnya ke langit membuat langit bergemuruh dengan keras.

JDAAR! Bziiit!

Sambaran petir pun terjadi, namun Kunou langsung menangkisnya dengan pedangnya dan menyerap petir tersebut membuat tubuhnya terselubungi petir.

"Anak Kyuubi no Yoko, Kenapa kau melindungi makhluk berbahaya itu?" Kunou yang mendengar itu menggeram, genggaman pada pedangnya semakin erat dan dari langit, Terjadi gemuruh yang lebih keras dari sebelumnya.

"Siapa yang kau sebut, makhluk berbahaya hah?!" teriak Kunou marah.

JDAAAAR!

Petir pun kembali menyambar namun Kali ini sasarannya adalah Taman Kuoh, Taman Kuoh tersapu bersih oleh sambaran petir Dalam jumlah banyak. Zeus yang mendengar itu menunjuk Tempat Naruto dengan tombaknya lalu berkata.

"Orang itu telah menghancurkan Surga, Apa lagi sebutannya jika dia tidak lain adalah makhluk yang berbahaya?"

Kunou yang mendengar itu benar-benar ingin merobek mulut Zeus secepatnya, tapi dirinya tahu bahwa kekuatan Zeus berada di atasnya.

Walau dirinya tahu Ada Anastasia, Nobunaga Dan Jeanne di sini, kekuatan mereka belum mencukupi untuk mengalahkan Zeus.

"Nee-chan," gumam Hanabi sedikit ketakutan, Hinata yang mendengar nada takut Hanabi menggenggam erat lengan Hanabi.

Door!

Lengan Zeus menerima sebuah Luka membuat Zeus sedikit meringis kesakitan Dan menatap siapa yang berani melukai lengannya, Dan terlihat Oda Nobunaga yang melayang dengan ratusan Senjata di sekitarnya.

"Oda Nobunaga…"

"Apa yang membuatmu kemari, Tua sialan?" tanya Nobunaga dingin, bahkan dirinya Tak segan mencaci dewa di depannya. "Aku mendengar bahwa The Heaven telah di kacaukan bahkan pemimpinnya juga di buat Luka parah, aku sebagai Dewa Olympus memutuskan datang ke sini untuk membunuh orang tersebut," jawab Zeus.

"Jika dia mengacaukan The Heaven, maka dia pasti memiliki rencana untuk menghancurkan Dunia, maka dari itu aku…"

"Bisakah kau berpikir postif?" potong Nobunaga, "Apa yang bisa di lakukan oleh orang cacat? Menghancurkan Dunia? Bahkan tempat para Dewa Olympus?"

"H-Ha-Hahahaha!" Zeus menyipitkan matanya ketika Nobunaga tertawa dengan kerasnya, Anastasia yang merasakan energi Jeanne menoleh Dan dia melihat Jeanne yang memberi kode padanya untuk mencari tempat Aman.

"Hahahaha! Huft~ sungguh lelucon yang lucu," gumam Nobunaga Setelah selesai tertawa.

Bwush!

Kobaran Aura Merah seketika muncul di belakang Nobunaga Dan memunculkan sosok tengkorak berukuran besar dengan Mata merah menyala.

Zeus yang melihat itu menyipitkan matanya, "Tampaknya aku harus memberimu pelajaran, tua sialan," ucap Nobunaga sambil membuka telapak tangannya yang memunculkan Kobaran api.

Sriiiing! Greb!

Nobunaga yang merasakan sebuah serangan dari samping mengendalikan sosok di belakangnya untuk menahan serangan tersebut dan terbukti, sejumlah rantai terikat pada lengan monster di belakangnya.

"Tidak hanya si tua sialan tapi kerangka busuk juga di sini," gumam Nobunaga menggeram pelan. "Perkataanmu cukup tajam juga, Oda Nobunaga. Kau lupa aku memiliki nama hah? Aku adalah Hades, penjaga Neraka Dan salah Satu dari tiga Dewa Olympus, kau harusnya beruntung karena jiwamu akan aku tarik kembali ke neraka," ucap sosok yang Tak lain adalah Hades.

Bzit! Bang!

Zeus yang melihat Anastasia Dan yang lain berusaha kabur sambil membawa Naruto langsung mengacungkan tombaknya Hingga sambaran petir mengarah pada mereka, namun Jeanne langsung menahannya dengan tombaknya.

"Jeanne-nee!"

"Pergilah, biar aku yang mengurus Setiap serangannya!" balas Jeanne memutar tombaknya lalu menatap Zeus nyalang.

"Wah-wah, ternyata sosok pahlawan 'perawan suci' Ada di sini juga rupanya, Shinigami pasti senang jika aku membawa jiwamu juga." Jeanne yang mendengar itu menggenggam erat tombaknya.

"Lawan Kalian adalah aku! Jadi jangan acuhkan aku!" teriak Nobunaga mengendalikan monsternya untuk menarik rantai yang mengikat lengannya.

Wush!

Hades pun tertarik ke arah Nobunaga Karena kuatnya tarikan sosok tengkorak Nobunaga. Nobunaga yang melihat itu menyiapkan telapak tangannya yang masih terdapat api.

["Sanchizen Sekai : Yonzenshuchi!"]

BOOM!

Ledakan besar pun terjadi di udara membuat Zeus melirik sesaat lalu melancarkan serangan kembali pada Anastasia Dan yang lainnya yang masih berusaha kabur.

Bang! Bang!

"Kuso! Dia benar-benar tidak membiarkan Kita pergi!" desis Kunou.

Wush! Tap!

Dari balik ledakan di udara, keluar Nobunaga yang turun dengan cepat Dan mendarat di halaman Kuoh yang sepi dengan sempurna. Mata Nobunaga teralih ke arah Zeus yang selalu melayangkan serangan ke arah Anastasia Dan yang lain.

Nobunaga yang melihat mereka tampak tidak kuat bersiap melesat ke arah Zeus, "Jangan acuhkan aku, tua sialan!"

Sring! Greb!

Namun sebelum Nobunaga melesat ke arah Zeus, Gerakan Nobunaga terhenti ketika empat rantai melilit Tangan, kaki, badan Dan lehernya.

"Hohoho, kau harusnya bersabar Nobunaga, urusanmu denganku belum selesai." Nobunaga yang melihat Hades masih hidup menggeram, nyawa Naruto dalam bahaya dirinya harus Melakukan sesuatu apapun itu untuk menyelamatkannya.

Twush!

"KYAA!"

Mata Nobunaga seketika melebar ketika sebuah Naga Air melahap Hinata, Asia, Kuroka dan Hanabi, sementara Naruto tampak di pelukan Kunou sertai perlindungan Jeanne dan Anastasia.

"Ki-Kisama! Poseidon!"

Dari langit, turun Seseorang dengan trisulanya Dan berdiri di samping Zeus, ya sosok itu adalah Poseidon. Poseidonlah yang telah mengurung Hinata Dan yang lainnya di Dalam Naga Air.

Hinata yang kesusahan bernafas berusaha susah payah untuk mendapatkan udara begitu juga yang lainnya. Nobunaga yang melihat itu bersih keras untuk melepaskan rantai yang mengikatnya namun semua sia-sia.

"Kuso! Lepaskan aku sialan!

Jeanne yang melihat 3 Dewa Olympics berkumpul menggeram pelan, jika mereka bertiga rasanya sangatlah Mustahil, apa lagi korbannya adalah Hinata, Asia, Kuroka Dan Hanabi.

Kunou yang memeluk Naruto menatap Naruto yang masih Dalam keadaan Pingsan, karena perbuatan mereka yang mengacaukan Heaven, Naruto dan yang lain yang tidak terlibat harus menerima dampaknya.

Adil? Tentu tidak.

Heaven pantas menerima Hal itu karena bergaubung dengan Iblis Dan Malaikat Jatuh until membunuh sebuah keluarga yang tidak bersalah.

Apakah Hal itu bisa di terima tentu tidak, pembalasan harus di lakukan namun pembalasan itu tidak pernah di beri, Apakah itu Adil, tentu tidak!

Kunou yang merasa Dunia sudah tidak Adil menggeram marah, orang yang baik menerima sesuatu yang menyakitkan sementara oramg yang buruk menerima sesuatu yang baik. Dirinya benar-benar tidak terima.

"Jeanne, Anastasia..."

Kedua Servant yang di panggil menoleh ke arah Kunou yang menatap nyalang ke langit dengan Mata merah menyala.

"M-Mungkikah? Kau yakin?!

"Jangan Khawatir, Akan aku pastikan dia baik-baik saja," ucap Kunou lalu menatap Naruto yang berada di pelukannya.

Cup~

Kunou pun mencium kening Naruto dengan lembut, entah apa tujuan dari Kunou.

Sing! Twush!

Seketika tubuh Kunou Dan Naruto bercahaya Dan melancarkan cahaya orange yang besar KE langit. Nobunaga yang melihat itu ikut terkejut karena dirinya tahu itu perbuatan siapa.

Bhaaats!

Naga air yang mengurung Hinata Dan yang lainnya pun hancur membuat mereka bebas Dan bisa bernafas kembali. Jeanne yang melihat mereka bebas langsung mendekati mereka Dan mengecek keadaan mereka.

Sementara Anastasia langsung membuat Dinding Es berukuran besar untuk melindungi mereka untuk sementara

Poseidon yang melihat Naga Airnya Hancur secara tiba-tiba tentu saja terkejut, saat dirinya akan mengayunkan Trisulanya, dirinya harus terkejut ketika melihat dadanya tiba-tiba mengeluarkan darah.

"Huft~" hela Seseorang membuat Hades terkejut karena tiba-tiba Ada Seseorang di belakangnya.

Sret! Buagh! Blaaar!

Baru saja akan menoleh ke belakang, Hades telah menerima sebuah pukulan yang kuat membuatnya meluncur ke bawah Dan menabrak tanah dengan kerasnya.

Rantai yang mengikat Nobunaga pun menghilang membuat Nobunaga bergerak dengan leluasa, Setelah meregangkan sedikit badannya, Mata Nobunaga mengarah ke langit di Mana Naruto tengah melayang dengan Armor melekat di tubuhnya serta sebuah pedang Merah di lengan kirinya.

"Ternyata benar kau adalah Anak pembawa malapeta…"

Sring!

Perkataan Zeus terhenti ketika merasakan sakit pada leher kirinya, dan betapa terkejutnya Zeus ketika dirinya mengecek lehernya, tangannya telah terdapat darah yang membuktikan dirinya terkena serangan.

"Tutup mulutmu atau Aku Dan Tuanku akan memutuskan kepalamu, Zeus!"

Sing!

Naruto yang membelakangi Zeus pun berbalik Dan mengacungkan pedangnya ke arah Zeus, Zeus yang melihat perbedaan Naruto menyipitkan matanya, Mata merah menyala, telinga rubah pada rambutnya Dan kumis Kucing yang menebal di pipinya.

"Suara ini, Anak Kyuubi no Yoko… kau bergabung dengannya?!"

"Ya, ini adalah untuk kebaikkan Tuanku, selama ini Dunia selalu tidak Adil pada Tuanku Hingga harus membuatnya menerima Penyakit mental, kami sebagai pengawal tentu saja tidak terima, jika Kalian ingin Bermain Hakim maka aku, sebagai pelindung tuanku akan memberontak dan membunuh siapa pun yang berbuat tidak Adil pada Tuanku!" ucap Kunou dengan tubuh Naruto.

Sring!

Bwush!

Kunou pun mengayunkan pedang di tangannya ke bawah Hingga di belakangnya tercipta sembilan Ekor dari api. Zeus yang mendengar itu mendengus lalu mengacungkan tombaknya ke arah Naruto yang di kendalikan Kunou.

"Walau Kalian bergabung, kekuatan Kalian itu masih belum sebanding dengan kami!"

Bziiit! Twung! Bziiit! Blaaar!

Sebuah Sambaran petir pun mengarah pada Naruto yang melayang, namun sebuah cermin muncul dan mengeluarkan sambaran petir yang sama membuat Dua petir saling beradu Dan menyebabkan ledakan.

"Apa?!"

Duak!

Keterkejutan Zeus saat serangannya berbenturan harus terhenti karena sebuah tendangan mengenai wajahnya Dan pelakunya yang Tak lain adalah Scathach.

"Menjauhlah dari Naruto-sama, Pria Bajingan?!" teriak Scathach lalu mendorong kakinya yang menendang wajah Zeus Hingga membuat Zeus terpental Dan menabrak pancuran Kuoh Akademy.

Sring! Greb!

Scathach yang ingin kembali melayangkan serangan harus terhenti karena beberapa rantai telah mengikat tubuhnya.

"Kheh! Jangan harap kau…"

BLAAAR!

"DASAR BERISIK TULANG TUA?!" teriak Nobunaga menghantam Hades yang mengikat Scathach dengan lengan monsternya Hingga membuat Hades tertanam ke tanah.

Wush!

Poseidon yang masih terkejut dengan situasi para Saudaranya harus melebarkan matanya ketika Naruto tiba-tiba telah di depannya.

Sring! Trank! Trank! Trank!

Naruto yang telah di hadapan Poseidon pun mengayunkan pedangnya namun Poseidon langsung menahannya Dan teruslah terjadi adu Senjata di langit antara Naruto yang di kendalikan Kunou beserta Poseidon.

Poseidon yang awalnya menerima Luka di dada Tak menghentikan Poseidon untuk menahan Setiap serangan Naruto yang mencari bagian vitalnya, jika terkena sedikit saja, nyawanya Dalam terancam.

Sring! Trank! Wush!

Ingin menjaga jarak, begitu Senjata mereka kembali berbenturan Poseidon mendorong senjatanya membuat Naruto terhempas ke belakang. Karena tercipta Jarak, Poseidon menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri dengan menunggangi Kereta Kudanya.

"Jangan pikir, Aku membiarkanmu Pergi!" teriak Anastasia sambil menyentuh lantai di bawahnya.

["FREEZYA!"]

PYAAAAAARSH!

Seketika Ledakan Es Dalam Skala besar terjadi di Kuoh bahkan Poseidon yang Ada di langit ikut terkena Hingga membuatnya tidak bisa melarikan diri.

.

.

"Sekarang jawab, siapa yang menyuruh Kalian Melakukan ini?" tanya Kunou yang masih menggunakan Tubuh Naruto sambil menempelkan pedangnya di leher Poseidon.

Tiga Dewa Olympus saat ini telah di ikat berkelompok dengan Sihir Es milik Anastasia, dan di sekitar mereka telah terdapat ratusan Senjata Nobunaga Dan Tombak Milik Scathach yang siap kapan saja untuk melukai Tiga Dewa Olympus jika Melakukan serangan tiba-tiba.

Walau mereka, Lima Servant yaitu Jeanne, Nobunaga, Scathach, Tamamo Dan Anastasia. Kekuatan mereka sebenarnya belum sebanding dengan 3 Dewa yang mereka ikat saat ini, tapi jika sudah terdapat delapan Orang, kekuatan mereka akan sebanding dengan Tiga Dewa Olympus.

Sebenarnya mereka ragu kalau mereka bisa mengalahkan 3 Dewa Olympus semudah ini, maka dari itu mereka membuat penjaga jika terjadi sesuatu karena siapa tahu, sasaran mereka adalah Naruto saat melemah.

"Huh! Untuk apa kami menjawabnya?" balas Zeus sambil mendengus. "Jawab atau nyawa Saudaramu menjadi taruhan?" balas Kunou semakin menekan pedangnya di leher Poseidon.

Hinata dan yang lain hanya diam menonton sambil menjaga jarak, mereka hanyalah Iblis Biasa, di depan mereka terdapat 3 Dewa Olympus yang di takuti Dan 5 Servant yang kuat.

Mereka merasa bahwa ini di luar kemampuan mereka. Bahkan mereka hampir kehilangan nyawa mereka, Kunou benar… Dunia sangatlah tidak Adil, terbukti 3 Dewa Olympus secara harfiah Melakukan Hakim sendirinya tanpa Ada bukti dengan mengatakan bahwa sosok seperti Naruto yang terkena Penyakit mental adalah makhluk berbahaya yang harus di bunuh.

Apa maksudnya itu?! Orang-orang yang menyebabkan Naruto menerima Penyakit mental tidak di hukum sama sekali sementara yang menerima dampak buruk harus di hukum. Hukum Dunia yang sangat tidak Adil.

"Huft~ Apa Kalian menyebut diri Kalian Dewa?" Zeus, Hades dan Poseidon yang mendengar itu menoleh ke arah Asia yang sedikit mendekati mereka, "Apa Dewa harus Melakukan Hakim sendirinya tanpa adanya bukti terlebih dahulu?" tanya Asia kembali.

"Bukti? Tentu saja kami punya bukti, yaitu the Heaven di hancurkan, Apa bukti cuaca saat ini tidaklah cukup?" jawab Hades.

Duak!

"Satu bukti tidaklah cukup, Tulang Tua," ucap Nobunaga sambil menginjak wajah Hades, "Jika alasan Kalian hanya itu, Aku yakin Ada yang memberitahu Kalian mengenai ini."

"Sirzech," gumam Scathach sambil memutar tombaknya, "Hanya dia yang memiliki akal licik di antara tiga Fraksi."

Bzit! Blaaaar!

Ledakan energi seketika terjadi di tempat Zeus mementalkan Nobunaga Dan Asia yang cukup dekat dengan Zeus. "AAAGGHHHHH!" teriak Kunou di dengan tubuh Naruto karena mereka harus menerima ledakan Energi Zeus yang berupa petir.

"Naruto-kun!" panik Hinata, Jeanne Dan Scathach yang melihat itu langsung secepat mungkin ke tempat Naruto.

Bwuush!

Namun sebuah dinding Air berukuran besar menghalangi mereka untuk ke tempat Naruto, Hinata yang takut Naruto terluka kehilangan akalnya, bahkan tanpa berpikir dirinya pergi ke tempat Naruto tanpa tahu resikonya.

"Hentikan! Lepaskan Naruto-kun!"

"Baka! Jangan ke Sana!" panik Kuroka mengejar Hinata.

Greb!

"lepaskan! Aku harus menyelamatkannya?!" pinta Hinata berusaha melepaskan diri dari pelukan Kuroka. "JANGAN LAKUKAN TINDAKAN BODOH?! TENANGKAN DIRIMU DULU?!" bentak Kuroka

"Ghahahaha! Apakah hanya ini kekuatan Anak dari Yasaka yang bergabung dengan makhluk yang berbahaya? Sungguh lemah," tawa Zeus sambil mencekik Naruto yang sudah lemah.

'Ku-Kuso! A-Aku membuat Tuanku terluka, Ji-Jika ini terus berlanjut maka…'batin Kunou.

"Teme… LEPASKAN NARUTO-SAMA SEKARANG JUGA!" teriak Nobunaga marah lalu melesat ke arah Dinding Air yang di buat oleh Poseidon.

Sring! Greb!

"GHH!" desis Nobunaga ketika beberapa Rantai kembali mengikatnya "Nobu-chan!" kejut Tamamo langsung pergi ke arah Nobunaga yang terikat.

"Huft~ cepat habisi dia Zeus, aku tidak ingin buang-buang waktu," pinta Hades, Hinata yang mendengar itu semakin panik.

"Ghahaha! Baiklah, akan aku lakukan dengan ce…."

"Wah-wah, sepertinya Ada sebuah pesta ya?"

Deg!

"Kenapa aku tidak di undang ya?" Zeus yang siap menusuk Naruto dengan tombaknya harus terhenti ketika mendengar suara Seseorang di sertai todongan Senjata di lehernya.

Kunou yang Ada di tubuh Naruto harus terkejut ketika melihat siapa yang Ada di belakang Zeus. "Ka-Kau?!" gagap Kunou.

Srash!

Mata Zeus seketika melebar ketika sebuah cahaya kuning berhasil memotong tangannya yang mencekik Naruto. "Yo, Kunou-chan. Lama tidak berjumpa," Sapa sosok di belakang Zeus.

Bwush!

Seketika sebuah hempasan Angin terjadi Hingga mendorong Zeus, Poseidon Dan Hades sejauh mungkin. Naruto yang terjatuh berhasil di tangkap oleh sosok yang muncul di belakang Zeus Dan mendarat dengan sempurna.

"Cough! Cough!" batuk Kunou Karena berhasil bernafas kembali. "Sepertinya ini di luar perkiraan ya?" gumam sosok di samping Kunou.

"Cough! Ini… benar-benar di luar perkiraan… aku cukup terkejut kau datang… Merlin-sama."

Sosok yang bernama Merlin mendengar itu tersenyum.

"Maaf karena datang terlambat."

.

.

Autisme? Or Genius?

.

.

"GHAAA! TANGANKU!" teriak Zeus merasakan sakit yang luar Biasa karena kehilangan lengannya, Jeanne yang sempat melihat cahaya kuning yang memotong Tangan Zeus menoleh ke udara dimana tampak sosok perempuan berambut kuning Dan hitam turun ke arahnya Dan mendarat di dekatnya.

"Sudah aku duga, Jika Merlin di sini maka kau pasti Ada di sini juga, Arthuria-chan."

Perempuan yang bernama Arthutria hanya tersenyum ketika mendengar perkataan Jeanne, matanya yang biru menatap ke arah Zeus yang masih merasakan sakit akibat darinya yang memotong lengannya.

"Bukankah itu terlalu berlebihan?" tanya perempuan berambut hitam sambil melirik Arthuria. "Berlebihan? Huh! Jangan bercanda, itu masih Biasa untuk orang sekelas Dewa," dengus Arthuria sambil menyarungkan pedangnya.

"Beraninya… beraninya makhluk seperti Kalian melukai dewa yang agung?!" geram Zeus. "Katakan sekali lagi kau Dewa yang agung jangan salahkan aku memengalmu, Zeus," balas Merlin santai namun mengancam.

Pyarsh! Trank!

Rantai yang mengikat Nobunaga pun di bekukan oleh Anastasia dan langsung di hancurkan oleh Tamamo Dan membawa Nobunaga ke jarak Aman, begitu pun Hanabi menggendong Asia yang pingsan karena hempasan Energi Zeus.

"Zeus… sebaiknya Kita mundur," Saran Poseidon, "Bukannya aku takut atau apa, hanya saja keadaan Kita tidak begitu baik," lanjut Poseidon.

"Aku setuju," timpal Hades.

"Menutupi ketakutan huh? Sungguh Dewa yang memalukan," dengus Kuroka ketika mendengar ucapan Poseidon.

"Gh! Kalian Manusia rendahan?! Bersiaplah menerima kemarahan Dewa Olympus suatu saat nanti?!" teriak Zeus marah lalu mundur bersama Hades Dan Poseidon.

"Kami menunggunya," balas Merlin tersenyum tipis.

Swush~

Setelah hilangnya Zeus, Hades dan Poseidon. Kunou keluar dari tubuh Naruto dan langsung memeluk tubuh Naruto yang masih Tak sadarkan diri.

"Huft~" hela Merlin lalu menatap Kuoh Gakuen yang Berantakan, untungnya waktu di hentikan, jika tidak bisa di pastikan Hal ini akan menjadi berita yang menghebohkan.

"Arthuria, bisakah kau melepaskan pengunci waktu yang menempel pada Sona Dan yang lainnya? Kita membutuhkan bantuan mereka untuk memperbaiki ini selagi memiliki waktu?"

Arthuria yang mendengar itu mengangguk paham lalu pergi ke tempat Sona Dan yang lain berada. "Lalu, Kunou-chan. Cepat bawa Naruto-sama ke UKS, Kita akan rapat di Sana," lanjut Merlin sambil melirik Kunou yang senantiasa memeluk tubuh Naruto.

Kunou hanya mengangguk mengerti lalu menggendong Naruto menuju UKS di ikuti yang lainnya

.

.

Underground Place

Serafall Place

.

Sementara itu di Underground tepatnya di tempat kediaman Sitri, tampak Serafall saat ini Tengah berkutat dengan tugasnya sebagai Maou Leviathan. Apa lagi mendengar kabar The Heaven di kacaukan oleh Servant dengan julukan Valkyrie, Tugas yang seharusnya Maou Lucifer yang mengurusnya di limpahkan padanya.

Awalnya dia cukup senang karena Heaven di kacaukan karena dirinya juga tahu bahwa Michael ikut terlibat pembunuhan Keluarga Namikaze, namun dia pura-pura tidak tahu agar tahu rencana-rencana licik Sirzech.

Keluarganya yaitu Keluarga Sitri sangat dekat dengan Keluarga Namikaze, namun mereka harus terkejut ketika mendengar Keluarga tersebut di bunuh karena alasan ingin menguasai Dunia.

Sungguh alasan yang lucu ketika mendengar Iblis yang bukan keturunan Lucifer ingin menguasai Dunia, tentu tidak mungkin. Apa lagi, Almarhum kepala Keluarga Namikaze adalah orang yang sederhana, sedikit bodoh Dan lucu.

"Hah~ Kenapa harus yang mengerjakan tugas si brengsek itu sih," gerutu Serafall sambil mengembungkan pipinya, "Apa para Servant tidal memiliki rencana untuk membunuhnya saja agar semua kembali tenang."

"Sepertinya Anda sibuk seperti biasanya, Serafall-sama?" Serafall yang mendengar Ada suara orang lain langsung menjauh Dan bersiaga, dan Serafall bisa melihat seorang lelaki berambut putih dengan jubah hitam serta tombak Emas Tengah duduk di Jendela ruangannya.

"Ka-Kau?! Karna-san?!" kejut Serafall, Lelaki bernama Karna menggumam pelan lalu berdiri sambil menepuk pundaknya dengan tombaknya. "Lama tidak berjumpa, Serafall-sama," Sapa Karna dengan sopan.

"Aku memang mendengar bahwa Para Servant telah muncul kembali, tapi kenapa harus sekarang? Ke Mana saja Kalian?" tanya Serafall langsung to the point.

"Ada sesuatu yang membuat kami tidak bisa mencegah Hal itu, tapi untuk membalasnya kami Melakukan Hal ini," jawab Karna lalu menatap keluar, "Saya langsung saja, Serafall-sama… beritahu Keluarga anda untuk tidal berbicara sedikitpun mengenai kami, karena kami akan melakukan Invansi pada Underground saat ini."

"Apa?!"

"Jangan panik, Keluarga anda tidak Alan terlibat," ujar Karna cepat sebelum Serafall salah sangka, "Invansi ini akan di lakukan secara perlahan oleh salah Satu Servant, jika and mendengar kabar Ada Seseorang yang kehilangan jiwanya, maka jawablah 'tidak tahu'," lanjut Karna.

"M-Mungkinkah?" gagap Serafall. "Jika anda menebak bahwa 'dia', maka anda benar," ucap Karna.

"Aaagghhh!"

"Tolong!"

Serafall yang mendengar suara orang kesakitan serta suara pertolongan langsung menoleh ke arah jendelanya dan dia bisa melihat beberapa jiwa berwarna biru melayang ke suatu tempat.

Swush! Greb!

Salah Satu Jiwa yang melayang seketika di tangkap oleh sebuah Tangan Dan membawa arwah tersebut ke mulut perempuan berambut kuning Dan memakannya Hingga Tak tersisa.

"slurp~ sungguh jiwa-jiwa yang menjijikkan, tapi walau pun begitu, ini Demi Naruto-sama," gumam Perempuan tersebut sambil menjilati bibirnya.

"Ereshkigal, bolehkah aku mulai?" Tanya lelaki berambut abu-abu dengan tubuh besar Dan sebuah pedang di tangannya, "Ya, tapi usahakan tekan kekuatanmu sekecil mungkin, Sieg," balas perempuan bernama Ereshkigal sambil melirik lelaki bernama Sieg di sampingnya.

"Baiklah," balasnya lalu mengacungkan senjatanya di depannya.

"Kalau begitu, aku mulai,"

BWUUSHH!

.

.

Kuoh Gakuen

UKS

.

Kembali ke Kuoh Gakuen. Tampak saat ini semua yaitu, Hinata, Kuroka, Hanabi, Sona, Akeno, Kiba, Koneko, Anastasia, Jeanne, Kunou, Merlin, Arthuria, Nobunaga, Katou, Tamamo dan Scathach Tengah berkumpul sambil mengawasi Naruto yang di obati oleh Hinata, sementara Asia dia masih Pingsan Dan berbaring di kasur sebelah Naruto.

Setelah mengerakkan kembali Sona Dan yang lain, dengan cepat Sona memerintahkan anggotanya untuk memperbaiki Kuoh, dirinya baru bergerak Dan di beritahu oleh Arthuria tentu terkejut karena 3 Dewa Olympus berniat membunuh Naruto, namun dirinya bisa tenang karena mendengar semua telah berakhir Dan Naruto baik-baik saja.

"Sungguh tidak di percaya bahwa Tiga Dewa Olympus menyerang Naruto-kun, Apa mereka kehilangan akal mereka hanya Demi membunuh Satu manusia?" gumam Sona tidak terima karena Naruto harus menerima semua ini.

"Sepertinya, Sirzech memberitahu Para Dewa Olympus bahwa penyebab Heaven Kacau balau adalah Karena Naruto memiliki sesuatu yang akan menghancurkan Dunia bahkan Dunia Dewa Sekaligus, sejujurnya aku tidak tahu bagaimana mereka bisa terpancing begitu mudahnya tapi yang namanya Iblis, sepertinya tidak perlu di ragukan lagi," ucap Merlin mengenai spekulasinya.

"ah, benar juga. Ngomong-ngomong Kunou-chan…" Kunou yang di panggil melirik Merlin yang berwajah serius, "Bagaimana caramu menyatu dengan Naruto-sama? Dan juga bukannya kau tadi sudah berlebihan?"

Kunou yang tahu Akan di tanya seperti itu berdiri lalu membungkukkan badannya, "Maafkan aku karena Hal tadi, aku hampir membuat Naruto-sama terbunuh."

"Tapi hanya itulah satu-satunya Cara agar Aku bisa melindungi Naruto-sama secara langsung," lanjut Kunou. "Secara langsung? Bahkan kau tadi hampir membuatnya terbunuh?" tanya Merlin membuat Kunou menundukkan kepalanya.

"Sudahlah, Merlin-sama. Lagi Pula ini kesalahan Kita juga, Dan juga bukankah anda memiliki sebuah kesalahan pada Naruto-sama?" lerai Arthuria lalu mengucapkan sesuatu yang membuat Merlin menegang di sertai keringat dingin.

"Kesalahan pada Naruto-sama?" tanya Scathach sambil menaikkan sebelah alisnya. "Aku penasaran," timpal Nobunaga dengan wajah sangat penasaran membuat keringat dingin Merlin bertambah.

"E-Ehem, la-lalu jurus apa yang kau gunakan untuk bergabung dengan Naruto-sama?" tanya Merlin sambil mengalihkan topik

'Mengalihkan situasi huh?' batin semuanya.

"Tekhnik yang Saya gunakan pada Naruto sama adalah Fusion, sebenarnya itu bukanlah itu bukan milikku. Melainkan, Almarhum Minato-sama yang memberikannya padaku," jawab Kunou, "Dia berkata, jika suatu saat aku sebagai penjaga Naruto-sama tidak bisa bertarung sambil melindungi, maka aku di haruskan menggunakan Tekhnik Fusion agar bisa bertarung Dan melindungi Naruto-sama."

"Souka… pantas saja waktu itu kau bisa datang saat kami berhasil menahan Gabriel-chan," gumam Anastasia. "Gabriel-sama?" tanya Merlin.

"Um, dia Ada di rumah saat ini, tapi dia telah menjadi Half Da-Tenshi karena berbuat Dosa, jadi untuk menghindari pemburuan dia bersembunyi di tempat kami," jawab Kuroka.

"Begitu, sungguh mengejutkan juga, setahuku jika Malaikat berbuat sesuatu yang melanggar hukum akan menjadi Malaikat Jatuh," gumam Merlin sambil menyentuh dagunya

"Dan itulah kenyataannya." Semua seketika menoleh ketika mendengar suara lain dan mereka melihat Gabriel yang datang dengan Lingkaran sihirnya.

"G-Gabriel-sama?!" kejut Sona lalu membungkukkan hormat begitu juga Akeno, Koneko Dan Kiba.

"Aku cukup terkejut karena Zeus Melakukan Hal nekat seperti ini," gumam Gabriel sambil mendekati Tubuh Naruto yang masih Tak sadarkan diri, "Andai saja Aku bisa bergerak, aku bersumpah akan mencabut Jantung Zeus jika Naruto-kun terluka," lanjut Gabriel sambil mengepalkan tangannya dengan kuat.

"Jadi begitu, Kau sebenarnya berniat menolong Naruto-sama, tapi karena Zeus menghentikan waktu, kau jadi tidak bisa Melakukan apa pun," gumam Jeanne.

"Walau pun kau Mantan Seraph, kau benar-benar tidak bisa bergerak ya? Benar-benar hebat," gumam Danzou

Hinata yang telah selesai mengobati Naruto menghela nafasnya, dirinya cukup lelah Setelah mengobati Naruto, Apa lagi tadi dia terkena serangan Poseidon.

"Ugh!" lenguh Kunou sambil memegang kepalanya, "Sepertinya waktuku sudah mencapai batasnya," lanjut Kunou membuat para Servant bersiap pergi.

"Kalau begitu, Kita lanjutkan nanti, kami pergi dulu," ucap Merlin lalu menghilang di susul Servant lain, sementara Kunou kembali menjadi sosok boneka rubah.

"Ngghh~" lenguh Naruto membuka matanya perlahan, "A-Are? Di Mana aku?".

"Kau Ada di UKS Naruto-kun, Kamu Pingsan tadi?" jawab Kuroka memberitahu Naruto yang mulai mendudukkan dirinya sambil mengelus kepalanya. "Be-Benarkah?" tanya Naruto dengan polosnya tanpa curiga sedikit pun.

"Ya, itu memang benar Naruto-kun…" ucap Hinta dengan nada lemah Dan tanpa di sangka, Hinata linglung ke arah Naruto karena kelelahan, untung saja Naruto dengan refleks menangkap Hinata.

"Hi-Hinata-chan, Da-Daijoubu?" tanya Naruto khawatir. "A-Aku tidak apa… hanya sedikit lelah Saja," jawab Hinata berusaha menggerakkan tubuhnya namun tubuhnya telah lemas karena kelelahan.

"E-Eh?" kejut Hinata ketika Naruto membaringkan kepalanya di pahanya, "S-Sekarang, istirahat Hi-Hinata-chan," ucap Naruto sambil mengelus kepala Hinata.

"E-Eh?! Ta-Tapi…"

"Daijoubu… sekarang… biar aku yang menjaga Hinata-chan," potong Naruto sambil tersenyum cerah.

Hinata yang melihat itu terdiam Hingga mau Tak mau dirinya harus mengikuti keinginan Naruto, sementara yang lain hanya tersenyum dan membiarkan Hinata beristirahat di Paha Naruto.

Karena Hinata cukup berhak mendapatkan itu karena dialah yang paling khawatir Dan dialah yang telah mengobati Naruto.

.

.

Other Place

.

Sementara itu di sebuah Gereja Tua, tampak di Dalam Gereja tersebut terdapat banyak bercak darah di sertai mayat dan bulu-bulu berwarna hitam berserakkan di Lantai yang di penuhi darah.

Jrash!

Di salah Satu mayat, tampak sebuah pedang berhasil menancap di kepala mayat tersebut Hingga tembus. Pemilik pedang tersebut menghela nafasnya, "Ini sudah Gereja ke 3 Dan Kita belum menemukannya sama sekali," gumamnya.

"Bersabarlah Mushashi-chan, kesabaran pasti Ada hasilnya," ucap Perempuan berambut putih sambil mengibas tombaknya menghilangkan darah yang menempel di senjatanya.

Ya, mereka adalah Empat Servant yaitu Miyamoto Mushashi, Nero Claudius, Souji Okita dan Brynhildr. Mereka telah membantai tiga Gereja yang terdapat Iblis Dan Malaikat Jatuh yang bekerja sama tanpa sisa begitu juga Biarawati-biarawati yang memihak Da-Tenshi.

Nero yang duduk di kursi Gereja menghela nafasnya lalu berdiri kembali sambil menghilangkan Senjata di tangannya begitu juga Okita yang berdiri di tumpukan mayat mulai menyarungkan pedangnya Dan mendekati yang lainnya.

"Kita akan berpindah Gereja kembali mulai besok, saat ini Kita akan beristirahat lebih dulu," usul Okita Dan di setujui oleh yang lain.

Wush! Sring!

Brynhildr yang merasakan sebuah serangan datang ke arah mereka langsung menebaskan tombaknya Hingga membelah serangan tersebut dan akhirnya meledak dibelakang mereka.

"Hohoho! Sepertinya Kalian kuat untuk Manusia rendahan." Para Servant yang mendengar itu menoleh ke sumber suara di Mana tampak seorang lelaki dengan jubah abu-abu di sertai wajah gilanya ke arah mereka.

Para Servant yang mendengar itu saling melirik Satu sama lain. Setelah saling melirik, Okita kembali menatap orang di depannya Dan Dalam sekejap Okita telah muncul di depan orang tersebut membuatnya terkejut karena kecepatan Okita.

Sring! Trank!

Okita yang telah di depan lelaki tersebut pun menebaskan katananya untuk memenggal kepala lelaki di depannya ini, namun muncul sosok perempuan menahan Senjata Okita dengan tombak cahaya.

"Nampaknya Kalian memiliki sebuah jawaban yang selama ini kami cari," ucap Okita sambil menyeringai.

Wush! Swung!

Kedua orang tersebut harus terkejut ketika tiba-tiba Mushashi telah di belakang mereka sambil mencabut kedua katananya Dan di belakangnya muncul sosok raksasa dengan enam Senjata di tangannya.

"Saa~ mati Kita mulai sesi Tanya jawabnya."

Bllaaar!

.

.

.

.

.

TBC

.

Note : Yo! Akhirnya bisa up juga.

Bagaimana cerita Kali ini? Aku harap Kalian menyukainya, jujur Saya benar-benar kesusahan mengetik cerita Karena waktu Saya terbagi dengan kerja jadi Saya harus mencicilnya sedikit Demi sedikit.

Kembali ke cerita, di Chapter ini ternyata 3 Dewa Olympus langsung terjun untuk membunuh Naruto karena ternyata, Sirzech menghasut Mereka dengan mengatakan Naruto sangat berbahaya Dan dia adalah penyebab Surga dan langit di bumi jadi Kacau.

Dan karena keadaan yang tidal memungkinkan bertarung sambil melindungi Naruto yang Tak sadarkan diri, maka Saya membuat Jutsu bernama Fusion. Yap, Fusion adalah jurus bergabung yang di miliki Minato Dan di wariskan pass Kunou.

Setelah pertimbangan Saya memutuskan memberi Naruto sebuah kekuatan Dan Sacred Gear di Mana Sacred Gear ini sudah setia padanya.

Lalu, karakter Servant baru kembali muncul, di antaranya Merlin, Arthuria Pen Dragon, Katou Danzou, Ereshkigal, Karna dan Sieg.

Kenapa Saya memasukkan mereka? Karena Merlin memiliki hubungan dekat dengan Minato, Dan Arthuria sangat dekat dengan Merlin.

Sementara Katou Danzou, Ada cerita di balik kenapa dia mengikuti Arthuria Dan Merlin. Lalu Penyerangan Underworld, telah di lakukan oleh Ereshkigal serta Sieg. Btw Sieg di sini adalah Si Homonculus itu loh ya.

Lalu Karna, dia adalah orang ke Dua yang dekat dengan Keluarga Minato, Servant yang dekat dengan Minato Ada 4, Dan baru muncul 2. Kira-kira siapa Ayo? Lagi Dua?

Lalu, di Mana Tangan Zeus terpotong? Ya itu adalah akibat yang dia terima, btw itu belum loh, itu belum sepenuhnya Karma yang dia terima.

Lalu Gabriel, dan penghenti Waktu, kekuatan 3 Dewa Olympus sangat besar jika bergabung bahkan sebagai Mantan Seraph yang memiliki kekuatan besar tidal bisa menggerakkan tubuhnya.

Jika memang begitu, bagaimana Servant bisa bergerak begitu juga Hinata Dan yang lain? Khusus Hinata Dan yang lain, mereka berada di luang lingkup yang tidak terkena dampak penghenti Waktu, sementara Servant memiliki kekuatan yang setara walau perbandingannya 70% Tiga Dewa Olympus Dan 30% Servant, namun jika sudah Ada Merlin, kekuatan Servant bisa melebihi 2 Dewa Olympus.

Lalu bagian akhir? Siapakah Dua orang tersebut? Kalian bisa menebaknya sendiri.

Baiklah itu saja Kali ini, Dan untuk Berikutnya Saya akan mengetik Assassination Classroom Milik saya. Walau jujur Saya ingin ngejar Chapter Dragon Future tapi aku ingin mengaktifkan kembali cerita lama Saya.

Ok, itu saja, Saya 4kagiSetsu Undur diri, Jaa~

4kagiSetsu Out