Opening – Namirin -Yasashisa No Ryu

Taikutsu na madobe ni

( Layar memperlihatkan genangan air yang bergelombang hingga mencerminkan Naruto yang duduk di kelas sambil memeluk bonekanya dari samping )

fukikomu kaze ni

( Layar kembali bergelombang hingga memperlihatkan Naruto dari depan mulai menundukkan kepalanya sambil membaca buku di mejanya )

Kao wo shikameta no wa terekusasa no uragaeshi

( Salah satu tulisan di meja Narutopun seketika melayang membuat Naruto yang melihat itu terdiam polos sambil melihat Tulisan tersebut keluar jendela )

Fix First

( Layarpun menjauh memperlihatkan Sekolah Kuoh di sertai Tulisan Judul Autisme? Or Genius? )

Aimai ni unazuku

( Layar kembali di ganti memperlihatkan Hinata yang berjalan di bawah hujan dengan payung di tangannya dengan ekspresi murung )

tenohira no kyou

( Layar kembali di ganti dengan Kuroka dari samping yang berteduh di bawah kuil )

Egaiteru jibun wa

( Layar kembali di ganti dengan Hanabi yang berteduh di bawah Supermarket sambil memandang langit )

sukoshi oogesa de

( Layar kembali di Ganti dengan Sona dan Akeno yang menunggu di sekolah sambil memandang langit yang hujan )

Nani ka kawarisou na

( Layar kembali di ganti Dengan Naruto yang berkumpul bersama yang lain sambil saling berbincang )

ki ga shiteiru yo

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang mengalihkan wajahnya dengan polos )

Kokoro ni yobikakeru

( Mata Naruto yang menangkap Dua burung biru tengah terbang di luar )

kimi no sei da ne

( layar kembali di ganti dengan mata Naruto yang melebar lalu semua seketika menggelap menyisakan Naruto seorang diri )

Fix Second

( layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto beserta keluarganya )

Kumorizora nozoita yokan

( Layar kembali di ganti dengan Hinata yang mengangkat wajahnya dengan ekspresi terkejut, Lalu Kuroka, Hanabi, Sona dan Akeno )

Te wo nobasou itsu yori mo chikara zuyoi yuuki de

( Dari belakang Narutopun muncul beberapa tangan bercahaya yang memeluk Naruto hingga Naruto tersentak dan bersamaan dengan itu Tempat yang gelap berubah menjadi terang dengan latar lautan yang luas )

Hikari mo kage mo mada tookute sore demo bokura wa

( Layar kembali di ganti dengan kamera mengelilingi Naruto yang terkena hembusan angin di lautan luas tersebut, lalu layar kembali berganti dengan Lengan Naruto yang memeluk erat boneka Kyuu di pelukannya.

Yasashisa no riyuu ga shiritai

( Layar kembali di ganti dengan Dua lengan yang tiba-tiba muncul dan menarik Naruto membuat Naruto tersentak karena saat ini Naruto di tarik oleh Kuroka dan Hinata )

Ima wa dare no namae demo nai kagayaki no kanata e

( layar kembali di ganti dengan Naruto, beserta Akeno, Hinata, Sona, Kuroka dan Hanabi yang saling bercanda dan bergurau di berbagai tempat )

Zenbu kako ni naru mae ni mitsuke ni ikou

( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang menghentikan langkahnya karena melihat Bunga Violet laku tersentak ketika Hinata memanggilnya dan berlari ke tempat Hinata yang cukup jauh dengan lari pelan )

Fix End

( Kamerapun bergerak ke atas merekam langit biru yang di sinari matahari cerah.

Disclaimer :

Naruto Masashi Kisimoto

High School DxD Ichiei Ishibumi

Summary : Namikaze Naruto, sosok pemuda yang ceria harus mengalami penyakit 'Autisme' karena sebuah kejadian yang terduga namun memiliki Kegeniusan di iatas rata-rata, beberapa orang datang mendekat memberinya pencerahan dan memberinya uluran tangan, namun... Apakah itu bisa bertahan lama?

Autisme? Or Genius?

Pair :

Naruto x ...

Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Comedy, Little Humor, Slice of Life, Echhi, DLL

Rate : M

Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, Jutsu Buatan sendiri, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, Autis!Naruto.

" Naruto " berbicara

' Naruto ' batin

[" Naruto "] Sacred Gear berbicara

[' Naruto '] Sacred Gear berbicara batin

.

Chapter 9 : Disaster

.

Underworld

.

SWUSH! BOOOM!

Ledakan besar terjadi underworld menghancurkan seperempat kota serta ratusan jiwa dalam sekejap, para Iblis Underworld menjadi panik ketakutan dan berlari untuk menyelamatkan diri mereka.

TWUNG! WUSH! BOOOOM!

Namun sayang… seberapa jauh pun mereka lari, nyawa mereka tak terselamatkan sedikit pun. Para pasukan Iblis dengan sekuat tenaga berusaha berlindung dan menyelamatkan para warga iblis underworld sebisa mereka, namun Kematian selalu menjemput mereka.

"Fuaah~ nikmat sekali~ aku bisa merasakan jiwa-jiwa mereka mengalir di tubuhku~!"

Di daerah tebing dekat Kota Underworld terlihat perempuan berambut kuning tengah memeluk tubuhnya sendiri dengan wajah merona, tubuhnya bergetar pelan seolah seperti ada yang memberinya rangsangan.

"Ck, Kau membuatku geli, Eres-chan!" decak perempuan berambut hitam di ikat twins sambil menarik busur besar seperti bulan sabit hingga memunculkan anak panah berukuran besar.

Twush! Phats! BOOM!

"Fufu~ tapi ini sangat nikmat sekali Isthar-chan~"

"Sieg, Gunakan kembali [Hougu]-mu, aku akan menggabungkannya dengan [Hougu]-ku," pinta perempuan berambut abu-abu dengan telinga seperti rubah di kepalanya serta berpakaian hitam sedikit vulgar.

"Baiklah," jawab Pria bertubuh tinggi dengan rambut berwarna abu-abu mengacungkan senjatanya hingga mengeluarkan Aura biru besar ke langit.

Sret! Trrrt~

Perempuan berambut abu- abu itu pun mendekati Sieg lalu menarik tali busur panah berwarna hitam hingga Aura pedang Sieg pindah ke anak panahnya.

["Taurourugga!"]

Setelah meneriakkan nama [Hougu] / Noble Phastamnya, perempuan tersebut melepaskan anak panahnya ke kota.

Twush! BOOOM!

BLLAAAAAR!

Begitu anak panah tersebut melewati kota, Kota yang terlewati pun hancur berantakan dan begitu panah tersebut membentur salah satu bangunan, sebagain Kota Kuoh langsung meledak dengan dahsyatnya.

Perempuan berambut abu-abu yang melihat itu menyeringai senang. "Aku tidak menyangka kau bisa melakukan itu, Atalanta," puji Sieg membuat Atalanta mendengus pelan dengan bangga.

Bzit! BLAAAR!

Dari arah kota, seketika keluar dua petir berwarna merah yang bergerak liar ke arah Atalanta, namun Karena dengan cepat muncul dan menangkis petir tersebut dengan perisai yang selalu melekat di tangannya.

"KENAPA KALIAN MENYERANG UNDERWORLD?!"

Karna yang mendengar itu mengubah bentuk perisainya lalu mengayunkan lengannya hingga petir merah yang dia tangkal terpental ke arah lain.

"Sebuah kehormatan bahwa kau repot-repot datang menemui kami, Zeoticus Gremory-sama."

Bhaatsh!

Kumpulan asap akibat ledakan kota pun menghilang memperlihatkan Zeoticus terbang dengan sayap iiblisnya

"Apakah aku boleh membelahnya?" tanya Sieg dengan polosnya. "Tunggu sebentar Sieg. Biarkan Karna berbicara dengannya," jawab Atalanta sambil melompat ke batu tertinggi lalu duduk dengan santainya di sana.

"Jika dia melakukan kesalahan maka itu adalah salahnya, namun ini jadi semakin berjalan baik karenanya."

"Kalian?!"

Zeoticus yang melayang di udara harus terkejut siapa yang ada di hadapannya, mereka adalah Servant?! Siapa yang tidak kenal dengan mereka. Mereka adalah Orang-orang kuat yang berada di pihak Clan Namikaze.

Dirinya mendengar bahwa Clan Namikaze sudah di bunuh karena memiliki niat buruk, namun saat ini Para Servant tengah berdiri di depannya yang membuktikan bahwa Clan Namikaze masih ada yang tersisa.

"Saa~ mari kita berbicara sebentar..."

.

Kuoh Gakuen Side.

Minggu, 20 Mei 2018

11:00 AM

.

Hinata yang berdiri diam bersama Kuroka, Hanabi, Anastasia, Asia, dan Naruto harus di buat bingung karena saat ini mereka tengah berdiri di Ruang Kendo Sekolah bersama Sona Sitri dan wakilnya, Tsubaki.

Dirinya bingung karena tidak biasanya Sona memanggil mereka berkumpul di sini, terlebih… ini adalah Hari Minggu, hari liburnya mereka. Tapi kenapa dia memanggil mereka ke sini?

Naruto sejak tadi hanya diam sambil sesekali memainkan sebuah pedang kayu atau di sebut [Boken] dengan ragu, untuk pertama kalinya dia memegang [Boken] di tangannya dan dia bingung harus di apakan benda tersebut.

"Ok… jadi ada apa kau memanggil kami, Sona-senpai? Dan kenapa kau memberikan Naruto-nii sebuah [Boken]?"

Hinata yang mendengar adiknya telah melontarkan pertanyaan melirik Naruto yang memegang [Boken] begitu juga Tsubaki yang menggenggam [Boken] di tangannya.

"Jadi kalian belum mendapat kabar ya?"

Hinata yang mendengar itu menaikkan sebelah alisnya, kabar? What's News?

"Zeoticus Gremory… mengalami Kritis di Underworld," lanjut Sona menjerat ucapannya sesaat lalu melanjutkannya. Hinata, Kuroka, Hanabi yang mendengar itu tentu terkejut, sementara Anastasia, dan Asia hanya bersikap santai.

Sementara Naruto? Dia masih berkutat dengan [Boken]-nya.

"Apa maksudnya? Siapa yang melakukannya?" tanya Kuroka meminta penjelasan, dirinya tahu bahwa Zeoticus Gremory adalah orang yang kuat, tidak mungkin dia bisa kalah dengan mudah.

"Nee-sama bilang, bahwa pelakunya adalah teman kalian, salah satunya adalah Ereshkigal dan Karna-san," jelas Sona membuat mereka terdiam, Kuroka menghela nafasnya, dirinya sempat berpikir bahwa pesta mereka akan lenyap tanpa Zeoticus.

"Aku pikir siapa… ternyata mereka."

"Mereka melakukan Kudeta Kota Underworld secara besar-besaran, bahkan mereka menyisakan satu per 4 dari Kota Underworld," jelas Sona sambil memberikan selembar foto pada mereka.

Dan di sana terlihat Kota Underworld hancur berantakan di sertai banyaknya korban jiwa, Hinata yang melihat itu hanya diam, jika Orang mati sebanyak ini? Sudah seberapa kuat Ereshkigal sekarang?

Ereshkigal, atau di panggil [The Goddess of Kur] adalah penjaga dunia bawah mitologi Sumerian. Kekuatannya terus bertambah jika dia mendapatkan Nyawa atau Jiwa seseorang yang meninggal, dan Kota Underworld telah hancur dan menyisakan seperempat kota, bisa di bayangkan seberapa banyak jiwa yang dia dapat.

Namun yang membuatnya bingung adalah, apa hubungannya dengan mereka? Jika memang para Servant melakukan itu ya sudah, lalu apa hubungannya dengan mereka? Bukankah mereka pantas menerimanya?

Dan juga dari kemarin ada sesuatu yang mengganggunya

"Tidak… tunggu… aku baru sadar. Apa hubungannya dengan kami?"

Sona yang melihat lambatnya respons mereka menghela nafasnya, "Karena hal itu, Maou Lucifer serta angkatannya yaitu Ajuka-sama dan Falbium-sama berniat mengincar Naruto dengan bekerja sama bersama Para Dewa Mitologi Yunani serta Budha dan Hindu."

Semua yang di sana tentu terkejut, melapor kepada Dua Dewa Mitologi? Apa sebegitu ya mereka hanya untuk melenyapkan Naruto?

"Maka dari itu, Karna-san berkata pada Nee-sama untuk memerintahkanku, untuk mengajari Naruto cara bertahan hidup," ujar Sona mengenai tujuannya.

"Tunggu! Bukankah kita sudah berjanji bahwa kita tidak akan membiarkan Naruto-kun mengetahui Hal Supranatural?!"

Sona yang mendengar protesan Hanabi melirik Hinata yang berdiri diam, melihat Hinata terdiam dia pun berucap.

"Apakah Merlin-sama telah memberitahumu, Hinata-chan?"

Semua seketika menatap ke arah Hinata yang menghela nafasnya, "Dia hanya mengatakan ini padaku."

"Time's Up."

"Apa maksudnya?" tanya Kuroka bingung dengan arti kalimat tersebut. "Waktu telah habis, Aku dari tadi memikirkan apa arti kata tersebut hingga akhirnya aku paham apa maknanya," jelas Hinata sambil mengatur emosinya.

"Jujur aku tidak bisa menerima hal ini karena…."

Tak!

Semua mengalihkan pandangan mereka pada Naruto yang mengelus kepalanya yang sedikit benjol, jika kalian berpikir bahwa pelakunya adalah salah satu di antara mereka jawaban kalian salah.

Benjol tersebut muncul karena kesalahan Naruto sendiri yang bermain-main dengan [Boken]-nya.

"Itu karena dia mengalami penyakit mental? Apa kau serius ingin melakukan perintah itu?"

Sona yang mendengar itu terdiam sambil mengingat-ngingat kenapa Karna dan Merlin bekerja sama untuk melatih Naruto bertahan hidup.

"Mungkin… Karna-sama dan Merlin-sama memiliki sebuah tujuan… jika mereka meminta kami untuk melakukan hal tersebut…." Mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya kembali, "Pasti itu untuk keselamatan Naruto-kun."

Mereka seketika merenung bersama, Meminta pertolongan pada Dua Dewa Mitologi memang adalah hal yang gila, apa lagi mereka tidak tahu siapa yang akan menyerang mereka. Terlebih para Servant yang muncul baru beberapa dan itu pun mereka membutuhkan 4 Servant untuk melawan satu Dewa.

Mereka mencoba berpikir apakah ada cara lain untuk menjaga Naruto namun hasilnya mereka hanya berpikir adalah dengan bantuan Servant. Namun jika suatu saat para Servant mati dan tidak ada yang bisa melindungi Naruto… siapa yang akan mereka minta tolong.

Servant yang telah muncul memang termasuk kuat, di antaranya adalah Karna sang Putra Dewa Surya, Ereshkigal Dewa alam bawah Mitologi Sumerian dan Merlin Penyihir atau Caster dari legenda Arthur. Kekuatan mereka sudah termasuk cukup untuk melawan Dewa seorang, namun yang lainnya masih belum sebanding, bahkan kekuatan mereka sangat mustahil untuk melukai dewa seujung jari pun.

jika dua dewa Mitologi menyerang bersamaan, sudah di pastikan mereka akan tewas, belum lagi jika mereka meminta tolong pada Dewa mitologi yang lainnya, mereka akan menjadi abu dalam sekejap.

"Tapi dalam kondisi mentalnya yang seperti itu…."

Anastasia yang merupakan Servant juga sedikit bingung karena dia belum di beritahu oleh Merlin agar membiarkan Naruto berlatih bertahan diri, apakah ada sesuatu atau memang sudah waktunya Naruto mengetahui hal supranatural, tapi Almarhum Minato memberi perintah untuk jangan membiarkan Naruto mengetahui hal Supranatural sedikit pun.

"Kalian semua terlalu khawatir."

Semua menoleh ke arah Asia yang berucap dengan santainya, Hinata ingin sekali marah namun Asia berucap kembali. "Ini hanya melatih Naruto melindungi dirinya bukan? Kita masih memiliki waktu yang cukup untuk melatihnya, kita ajarkan Basicnya terlebih dahulu, jika dirinya sudah paham barulah kita pertingkat latihannya."

Ok, mendengar itu Hinata semakin emosi karena Asia setuju membiarkan Naruto berlatih, namun Kuroka menahan Hinata untuk tak menghajar Asia. "Hinata! Tenangkan dirimu!"

"Kau mungkin tidak setuju, tidak…, mungkin kalian semua. Tapi tidakkah kalian sadar bahwa ada yang mengganjal dari dulu?"

"Apa maksudmu?"

Mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya kembali, Asia kembali berucap. "Tidakkah kalian sadar, walau Naruto menderita penyakit mental, dia sangat pintar bahkan memiliki kecerdasan di atas rata-rata untuk orang-orang sepertinya."

"Pernahkah kalian tahu? Einstein dan Mozart adalah salah satunya, mereka menderita penyakit yang sama namun mereka cerdas bahkan membuat mereka terkenal dan menjadi sorotan dunia."

"Mereka yang mengalami penyakit tersebut berani melampaui batas mereka, lalu kenapa Naruto tidak? Apakah kita akan membiarkan Naruto selalu Di lindungi? Tidak… Tidak… kita tidak tahu kapan para Dewa akan menyerang jadi sudah saatnya Naruto melindungi dirinya sendiri jika kita tidak ada."

"Asia, Kau…."

"Aku tahu! Aku tahu kalau Almarhum Minato-sama meminta kita menjauhkan Naruto-kun dari hal Supranatural, namun sekarang tidak lagi… sudah saatnya dia bebas dari sangkar! Sudah saatnya dia melakukan sesuatu di luar batasnya!"

Semua yang mendengar perkataan Asia terdiam, memang benar Einstein… orang tercerdas di dunia. Dia memiliki kepintaran yang di atas rata-rata bahkan hingga batas mentalnya mencapai batasnya. Begitu juga Mozart…

Wolfgang Amadeus Mozart, salah Komponis musik Klasik Eropa. Dia menulis banyak lagu Klasik Eropa dengan penyakit mental miliknya, walau pun begitu karyanya sangat di hargai dan di sukai orang. Masih banyak yang mungkin seperti mereka, bahkan mereka bisa keluar dari sangkar mereka… lalu kenapa Naruto tidak… kenapa dia harus selalu di sangkar.

Mereka baru sadar bahwa mereka terlalu mengekang Naruto, dan setelah mendengar perkataan Asia, sumpah selalu melindungi dari Dunia Supranatural memudar… sudah saatnya dia lepas dari sangkarnya.

"Tampaknya kalian terlalu asik hingga lupa kalau Naruto-sama ada di sini."

Teringat sesuatu mereka menoleh bersama dan mereka melihat Naruto yang di rasuki oleh Kunou, melihat itu mereka bernafas lega, untung Kunou melakukan itu jika tidak…

"Untung saja aku merasukinya agar dia tidak mendengar kalian yang berisik itu, jika dia mendengarnya mungkin dia akan melontarkan banyak pertanyaan yang selalu membuatnya penasaran."

Merasa bersalah mereka semua membungkukkan badan meminta maaf kecuali Tsubaki yang sejak tadi diam tak melontarkan kata atau suara sedikit pun. Kunou yang melihat itu menghela nafasnya kembali lalu membalikkan badannya, "Asia-chan."

"Ya?"

"Terima kasih." Setelah mengatakan itu, Kunou keluar dari tubuh Naruto dan kembali ke boneka Kyuu yang duduk di dinding ruangan Club Kendo.

Mendengar itu Asia mengerjakan matanya pelan, [Terima Kasih]… mendengar dua kalimat itu membuatnya bingung, kenapa Kunou berterima kasih padanya.

Mendapatkan kesadarannya, Naruto mengerjapkan matanya pelan lalu menatap sekitarnya seperti seseorang yang kebingungan, Tsubaki yang merasa sudah waktunya pun melirik Sona.

"Apakah aku boleh sekarang?"

"A-Ah, ya… tentu. Maaf membuatmu menunggu, Tsubaki… silahkan lakukan."

Tsubaki yang mendengar itu mengangguk lalu berjalan ke arah Naruto untuk memulai latihan mereka. Dari awal pembicaraan dirinya hanya diam sambil mendengarkan topik yang mereka bahas, dirinya memang sedikit mengetahui soal Servant karena Sona sering bercerita padanya.

Begitu juga mengenai Almarhum Namikaze Minato, seorang Iblis yang di tuduh melakukan kejahatan karena berniat mengambil tahta Maou Lucifer secara sepihak bahkan banyak yang bilang berniat membuat Malaikat dan Da-tenshi menjadi bawahan mereka.

Tentu karena hal itu semuanya menyerang Clan Namikaze, selama beberapa Minggu Sona Depresi karena hal tersebut dan dia berusaha menyemangati Sona, untuk memperingatkan kematian Namikaze yang di lakukan secara rahasia, Tsubaki mengikuti Sona ke acara tersebut.

Namun acara tersebut bukanlah pemakaman namun acara rahasia bertukar informasi, ternyata Clan Namikaze hanyalah Kambing hitam. Seseorang yang sebenarnya ingin melakukan semua hal yang di luar akal sehat tersebut adalah Sirzech Lucifer atau Sirzech Gremory, Kakak Rias Gremory.

Tentu hal itu membuat hatinya memanas karena seseorang yang menjadi orang terdekatnya di hilangkan secara paksa layaknya sampah, dan saat itu juga dirinya mulai membenci Gremory.

Terlihat jelas ketika ingin melakukan pertemuan dengan Gremory, Tsubaki selalu menolaknya dengan nada dingin. Dirinya tidak bisa memaafkan seseorang yang menghilangkan cahaya seseorang yang sudah dia anggap saudari sendiri.

Matanya menatap Naruto yang juga menatapnya dengan polos. Pemuda di depannya ini… dia adalah Cahaya untuk Sona, Cahaya yang telah di hapus paksa ternyata bersinar dari jauh dan mulai mendekat kembali.

Melihat Sona yang selalu tersenyum ketika mengetahui Cahayanya kembali ikut tersenyum dan bahagia karena teman yang telah dia anggap Saudari kembali tersenyum.

Namun rasa bencinya pada Gremory tidaklah memudar, menggenggam erat [Boken]-nya dan mengatur emosinya, dia akan melatih pemuda di depannya ini untuk menjadi kuat agar orang licik tersebut tidak bisa membunuh Naruto dengan mudah, itu adalah janjinya.

"Hetto~"

Mendengar nada lembut tersebut, Tsubaki tersentak begitu Naruto sangat dekat dengannya dengan jari kirinya menyentuh leher miliknya, tepat pada denyut nadinya

"S-Senpai… tolong jangan terbawa Emosi. Hapus emosimu, tariklah nafas dalam-dalam lalu hembuskan kembali." Mendengar itu Tsubaki terdiam, Pemuda di depannya ini. Seseorang yang terkena penyakit mental, namun dia bisa mengetahui emosinya.

Untuk orang seperti Naruto, seharusnya itu adalah hal mustahil, namun Naruto berbeda, dia memiliki banyak bakat. Mengikuti perkataan Naruto, menarik nafasnya perlahan lalu menghembuskannya kembali, Tsubaki menatap Naruto dengan tatapan lembut yang membuat Naruto tersenyum senang.

"Uzumaki Naruto-kun."

"Y-Ya Senpai?"

"Ikuti gerakkanku, kita akan melakukan sesuatu untuk menguatkan tubuhmu itu."

.

Underworld

.

Underworld, kota yang seharusnya besar dan berisikan para iblis telah berganti menjadi Kota yang hancur serta mayat para Iblis yang sudah tak bernyawa.

Kobaran Api serta tanah yang berubah menjadi lava memenuhi kota yang telah hancur tersebut. Hanya Seperempat Kota yang tersisa dari kota yang telah hancur tersebut, para Iblis yang masih hidup meneteskan air mata mereka karena tempat tinggal serta orang tercinta dan terkasih mereka meninggal.

Di salah satu tempat, tampak saat ini Zeoticus Gremory tengah berbaring dengan penuh luka serta wajah pucat, Siapa yang membuatnya seperti itu? Jangan di tanya lagi. Para Servant yang datang ke Underworld tak segan-segan memberikan serangan pada Zeoticus yang membuatnya harus bersusah payah bertahan untuk melindungi dirinya sendiri dan Kota tercintanya.

Namun takdir berkata lain, Dirinya harus menerima serangan Double Combo dari Servant Sieg, Karna serta Atalanta dan Isthar. Bahkan dia hampir kehilangan Tangan, Kaki, serta Nyawanya, dirinya tahu para Servant tersebut menahan diri, apa lagi satu Servant Lagi belum mengeluarkan kekuatan sedikit pun untuk menyerangnya.

Jika mau, mungkin dia sudah mencabut nyawanya dari kemarin.

Venelana yang berada di samping sang suami menangis sambil memeluk tangan suaminya karena berjuang melawan maut, dirinya sedih karena sang suami harus menerima takdir seperti ini.

Sementara di sekitarnya terlihat beberapa orang berdiri dengan ekspresi lirih serta biasa saja, terutama Keluarga Sitri. Mereka mendatangi Zeoticus karena mendengar dia terluka, di wajah mereka tak ada kekhawatiran sedikit pun.

Serafall yang ada di antara keluarganya hanya diam sambil mengingat perkataan Karna untuk merahasiakan hal ini. Dia bisa saja namun saat ini, Sirzech telah pergi menemui Dewa Mitologi Yunani serta Mitologi Hindu dan Budha.

Dia sudah memberitahu Sona untuk memberitahukan Servant yang menjaga Naruto untuk berjaga-jaga. Keluarga Namikaze terakhir harus di jaga dengan baik, karena mereka harus menjadi kambing hitam, dan hal tersebut tidak bisa di terima.

Sesuatu yang buruk harus segera di perbaiki.

Zeoticus yang berbaring hanya bisa menggerang pelan di kasur karena lukanya, bahkan untuk berbicara sedikit saja sangat susah untuknya.

"Kami datang menyerang Underworld karena ini adalah keadilan untuk kalian."

"Keadilan kau bilang?"

"Keluarga Namikaze menjadi kambing hitam karena perbuatan Anakmu, setelah berhasil membunuh keluarga Namikaze dia berniat membunuh keluarga Namikaze yang tersisa."

"Karena itu kami datang kemari untuk melakukan keadilan."

"Keadilan dengan melakukan persis yang di lakukan oleh Anakmu?!"

Mengingat kejadian kemarin membuat Zeoticus tidak percaya karena anaknya melakukan sesuatu yang buruk hanya demi tahta. Sekarang dirinya tidak bisa mengeluarkan suara, bahkan memulihkan lukanya, yang bisa dia lakukan saat ini hanyalah berbaring sambil menunggu Takdir yang terbalik di balik kembali.

.

Crush Side

.

Di sisi lain, tampak saat ini di sebuah gereja tua terdapat banyak mayat Da-Tenshi dalam keadaan menggenaskan berceceran di lantai di sertai genangan darah dari para mayat tersebut.

Bau pesing menyengat memenuhi gereja tua tersebut, para serangga memenuhi ruangan tersebut dan memakan sesuatu yang menjadi konsumsi mereka. Jika para serangga kuat berada di gereja tersebut, maka manusia biasa tidak akan bisa bertahan dalam 1 menit di gereja tersebut.

Dari lubang di gereja tersebut keluar hewan pengerat yang berusaha mendekati satu mayat untuk mendapatkan makanan miliknya, namun hewan tersebut berhenti lalu berlari kembali dengan cepat ketika melihat seorang dengan tombak berjalan ke arahnya dengan tombaknya menyeret tujuh kepala di lantai.

Orang tersebut pun menancapkan tombaknya kembali lebih dalam lalu berhenti di samping seorang perempuan berambut putih keunguan dengan dua pedang di tangannya.

"Huft~ apakah ada yang mau [Dango]?"

"Kau gila? Siapa yang mau memakan [Dango] manusiamu itu."

Seseorang yang membawa tombak tertawa halus mendengar itu lalu melirik sosok perempuan yang duduk di atas mayat Iblis Liar berupa [Lamia] serta [Minotaur] sambil menggenggam pedangnya yang menancap di kepala [Minotaur].

"Kau sepertinya tengah kesal ya, Okita-chan? Terlihat sekali dari apa yang kau perbuat di belakangmu."

Di belakang perempuan tersebut, tampak puluhan mayat Da-Tenshi tengah menempel di dinding Gereja dengan darah memenuhi dinding tersebut, dan di dinding tersebut tampak Empat orang Da-Tenshi tersisa duduk terikat dengan wajah pucat serta air mata mengalir karena ketakutan.

Mereka telah menyaksikan betapa mengerikannya pemandangan yang di lihat oleh mata mereka semenjak kemarin. Bahkan saking tidak kuat mereka sampai pingsan karena shock berat.

Perempuan yang menduduki para Iblis liar yang tak lain adalah Okita Shouji menghela nafasnya lalu mencabut pedangnya dan turun dari mayat tersebut.

"Fuuhh~ ruangan tua ini juga kosong. Sepertinya dia telah lari terlebih dahulu karena dia sudah menduga hal ini."

Perempuan yang membawa tombak mendengar suara rekannya menoleh dan dia melihat rekannya tersebut datang dari ruangan bawah tanah dengan dua mayat Da-Tenshi di pedang yang dia letakkan di pundaknya.

Empat Da-Tenshi yang di tangkap kembali Shock ketika teman-teman mereka di bunuh kembali dengan sadis, ini sudah tujuh Gereja! Tujuh Gereja telah di bantai habis hanya oleh Empat orang manusia. Itulah pikir mereka.

Mereka tidak tahu bahwa mereka- yang telah membunuh rekan-rekan mereka, adalah Servants. Orang-orang kuat yang membalaskan sebuah perbuatan kejam saat masa sebelumnya.

Perempuan berambut putih keunguan yang seperti sudah tidak bisa menahan sesuatu ingin sekali menghunuskan pedangnya, namun perempuan yang membawa tombak menahannya untuk tidak melakukannya.

"Jangan terburu-buru. Jika kau melakukannya, informasi kita akan lenyap."

Mendengar itu perempuan tersebut menggeram pelan lalu memasukkan pedangnya kembali. Okita yang sejak tadi diam menoleh ke arah lain dan terlihat dari balik bayang, keluar seorang perempuan berpakaian Ninja mendekati mereka.

"Danzou-chan?"

"Lama tidak bertemu, Miyamoto-chan, Okita-chan, Nero-chan, Brynhildr-chan," ujar Perempuan yang rupanya adalah Katou Danzou sambil membungkukkan badannya.

Mengangkat badannya kembali, matanya menatap sekelilingnya lalu menatap empat orang di depannya yang sudah pasti adalah biang kerok dari kejadian di sekitarnya ini.

"Sepertinya terjadi sesuatu yang mengerikan di sini, aku yakin kau pasti yang paling banyak melakukan ini… bukan begitu, Brynhildr-chan?"

Mendengar itu perempuan yang membawa tombak yang tak lain adalah Brynhildr tertawa halus lalu menjilati jarinya dengan seksual.

"Fufufufu~"

Menghela nafasnya dia pun menatap Okita dengan serius, "Aku punya kabar untuk kalian dari Merlin-sama."

.

.

Other Side

.

Di tempat lain, tampak saat ini terdapat beberapa orang tengah berjalan di sebuah hutan lebat dengan tenang di sertai senandung dari seseorang yang memimpin orang-orang tersebut.

Perempuan yang ada di belakang orang yang bersandung tenang menghela nafasnya pelan lalu menepuk bahu orang di depannya.

"Sebenarnya kenapa kita kemari, Merlin-sama?"

Orang yang memimpin jalan yang tak lain adalah Merlin menoleh kebelakang lalu tersenyum. "Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan pada kalian," jawabnya lalu menatap ke depan kembali.

"Apa yang ingin kau tunjukkan, kau harusnya tahu bahwa tempat ini adalah kegagalan kita!"

Merlin yang mendengar itu tertawa pelan, "Kegagalan? Hahaha, sejak kapan kau bisa melawak Scathach?". Alis Scathach seketika berkedut karena mendengar itu.

"Melawak? Bukankah itu memang benar Merlin-sama?"

Perempuan berpakaian tentara yang mendengar itu berkomentar, memang benar tempat di depan mereka ini adalah sebuah kegagalan mereka. Mereka juga telah bersumpah di depan tempat tersebut untuk tak membuat Naruto sedih karena kepergian mereka.

"Nobu, memang benar mungkin di depan adalah tempat kegagalan kita, namun semuanya akan berubah," ucap Merlin membuat perempuan yang tak lain Nobunaga dan Scathach saling bertatapan.

"Apa maksudmu?"

"Di masa depan nanti akan terjadi sesuatu yang pasti sangat luar biasa, aku tidak begitu tahu kapan namun saat waktunya tiba, keadilan yang sesungguhnya akan muncul dan menggemparkan Dunia."

Nobunaga dan Scathach kembali bertatapan, perkataan Merlin membuat mereka bingung sekaligus penasaran, memang apa yang ada di depan mereka hingga bisa membuat keadilan?

Apakah Keadilan yang muncul di masa depan tersebut sungguh besar? Atau hanya sebatas menganggumkan saja? Itulah yang masih membuat mereka bingung.

"Yosh, aku harap kalian tidak terkejut, karena ini pasti akan membuat emosi kalian meluap," ujar Merlin melirik Nobunaga dan Scathach lalu menggeser tubuhnya.

Nobunaga dan Scathach sempat bingung kembali dengan perkataan Merlin, namun baru saja mereka melihat apa yang ada di depan. Baru saja melihat, mata mereka berdua seketika melebar di sertai ledakan energi kuat di tubuh mereka, Merlin yang melihat itu hanya diam, padahal dia sudah memperingatkan mereka.

"Merlin-sama… apa maksudnya ini?"

Merlin yang mendengar suara Nobunaga seperti tengah menahan amarah mengangkat tangannya menyuruh mereka tenang, "Aku akan menjelaskannya, tapi pertama, turunkan energi kalian dan aturlah emosi kalian."

Nobunaga dan Scathach pun berusaha mengikuti perkataan Merlin hingga akhirnya emosi mereka terkendali dan energi mereka kembali normal.

"Semenjak di kuburnya 'Mereka', aku berkeliling bersama Arthuria-chan ke berbagai tempat hingga bertemu Servant lain yang kehilangan tujuan mereka karena meninggalnya Minato-sama. Aku pun berusaha memberitahu bahwa penerus Minato-sama masih hidup hingga membuat mereka mendapatkan cahaya kembali."

"Saat aku ingin berkunjung kemari untuk memperingati 5 tahun Kematian 'Mereka'. Kondisi tempat mereka terkubur telah hancur berantakkan serta peti mereka kosong tak tersisa sedikit pun."

"Jika di logika-kan. Mayat orang meninggal akan memakan waktu lama untuk pembusukan, bahkan bisa memakan puluhan tahun. Namun ini berbeda, tidak ada mayat atau pun tulang sedikit pun, benar-benar bersih."

Merlin menjelaskan kronologi yang terjadi dan Nobunaga serta Scathach mendengarkan dengan baik.

"Aku ada spekulasi mengenai bagaimana tempat ini kosong. Pertama, mayat mereka di curi oleh seseorang dan ke dua…."

.

.

"Mereka… masih Hidup."

.

.

.

TBC

Note : Yo, Kembali dengan saya 4kagiSetsu!

Hohoho, apakah menarik? Um-um~ aku harap kalian menyukainya. Di Chapter ini lebih banyak penjelasannya mengenai rencana Karna dan Merlin, Penyerangan Kota Underworld, meminta pertolongan kepada Dua Dewa Mitologi yang berbeda serta penjelasan mengenai [Mereka].

Dan dari Chapter ini! Naruto mulai melakukan latihan fisiknya dari Newbie saya tidak akan langsung meningkatkannya dengan cepat, akan saya lakukan bertahap dan saya ingatkan.

Kalian baru baca awalnya dan belum hingga kedalam loh, jadi bersabarlah. Lalu kesadisan Okita Shouji dan yang lain? Sebenarnya apa tujuan mereka?

Hoho masih belum ku beritahukan. Tidak akan asik jika aku beritahu.

Ok, itu saja yang bisa saya jelaskan di Note ini, sampai bertemu di Cerita lainnya.

Saya 4kagiSetsu, undur diri.

Selamat hari raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin

4kagiSetsu Out