Opening – Namirin -Yasashisa No Ryu
Taikutsu na madobe ni
( Layar memperlihatkan genangan air yang bergelombang hingga mencerminkan Naruto yang duduk di kelas sambil memeluk bonekanya dari samping )
fukikomu kaze ni
( Layar kembali bergelombang hingga memperlihatkan Naruto dari depan mulai menundukkan kepalanya sambil membaca buku di mejanya )
Kao wo shikameta no wa terekusasa no uragaeshi
( Salah satu tulisan di meja Narutopun seketika melayang membuat Naruto yang melihat itu terdiam polos sambil melihat Tulisan tersebut keluar jendela )
Fix First
( Layarpun menjauh memperlihatkan Sekolah Kuoh di sertai Tulisan Judul Autisme? Or Genius? )
Aimai ni unazuku
( Layar kembali di ganti memperlihatkan Hinata yang berjalan di bawah hujan dengan payung di tangannya dengan ekspresi murung )
tenohira no kyou
( Layar kembali di ganti dengan Kuroka dari samping yang berteduh di bawah kuil )
Egaiteru jibun wa
( Layar kembali di ganti dengan Hanabi yang berteduh di bawah Supermarket sambil memandang langit )
sukoshi oogesa de
( Layar kembali di Ganti dengan Sona dan Akeno yang menunggu di sekolah sambil memandang langit yang hujan )
Nani ka kawarisou na
( Layar kembali di ganti Dengan Naruto yang berkumpul bersama yang lain sambil saling berbincang )
ki ga shiteiru yo
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang mengalihkan wajahnya dengan polos )
Kokoro ni yobikakeru
( Mata Naruto yang menangkap Dua burung biru tengah terbang di luar )
kimi no sei da ne
( layar kembali di ganti dengan mata Naruto yang melebar lalu semua seketika menggelap menyisakan Naruto seorang diri )
Fix Second
( layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto beserta keluarganya )
Kumorizora nozoita yokan
( Layar kembali di ganti dengan Hinata yang mengangkat wajahnya dengan ekspresi terkejut, Lalu Kuroka, Hanabi, Sona dan Akeno )
Te wo nobasou itsu yori mo chikara zuyoi yuuki de
( Dari belakang Narutopun muncul beberapa tangan bercahaya yang memeluk Naruto hingga Naruto tersentak dan bersamaan dengan itu Tempat yang gelap berubah menjadi terang dengan latar lautan yang luas )
Hikari mo kage mo mada tookute sore demo bokura wa
( Layar kembali di ganti dengan kamera mengelilingi Naruto yang terkena hembusan angin di lautan luas tersebut, lalu layar kembali berganti dengan Lengan Naruto yang memeluk erat boneka Kyuu di pelukannya.
Yasashisa no riyuu ga shiritai
( Layar kembali di ganti dengan Dua lengan yang tiba-tiba muncul dan menarik Naruto membuat Naruto tersentak karena saat ini Naruto di tarik oleh Kuroka dan Hinata )
Ima wa dare no namae demo nai kagayaki no kanata e
( layar kembali di ganti dengan Naruto, beserta Akeno, Hinata, Sona, Kuroka dan Hanabi yang saling bercanda dan bergurau di berbagai tempat )
Zenbu kako ni naru mae ni mitsuke ni ikou
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang menghentikan langkahnya karena melihat Bunga Violet laku tersentak ketika Hinata memanggilnya dan berlari ke tempat Hinata yang cukup jauh dengan lari pelan )
Fix End
( Kamerapun bergerak ke atas merekam langit biru yang di sinari matahari cerah.
Disclaimer :
Naruto Masashi Kisimoto
High School DxD Ichiei Ishibumi
Summary : Namikaze Naruto, sosok pemuda yang ceria harus mengalami penyakit 'Autisme' karena sebuah kejadian yang terduga namun memiliki Kegeniusan di iatas rata-rata, beberapa orang datang mendekat memberinya pencerahan dan memberinya uluran tangan, namun... Apakah itu bisa bertahan lama?
Autisme? Or Genius?
Pair :
Naruto x ...
Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Comedy, Little Humor, Slice of Life, Echhi, DLL
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, Jutsu Buatan sendiri, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, Autis!Naruto.
" Naruto " berbicara
' Naruto ' batin
[" Naruto "] Sacred Gear berbicara
[' Naruto '] Sacred Gear berbicara batin
.
Chapter 10 : Sacred Gear
.
"Hu-Huh?"
Merlin yang melihat ekspresi terkejut Scathach dan Nobunaga hanya terdiam, karena bagaimana pun hal itu adalah hal wajar, dirinya juga mengalaminya saat melihat dua kuburan yang sudah kosong tersebut.
Grek!
Dengan gerakan cepat, Nobunaga menarik kerah Merlin dan menatap tajam pria di depannya tersebut, "Jangan bercanda Merlin-sama, mustahil mereka masih hidup! Kau ingat sendiri bagaimana tempat ini menjadi abu bukan?!"
"Maka dari itu aku mengatakan bahwa bisa saja 'mereka' di curi, dan juga kenapa kau marah kepadaku?!"
"Tenanglah dulu Nobu-chan, kita dengarkan dulu penjelasan Merlin-sama," ucap Scathach sambil menepuk pundak Nobunaga. Mengatur emosinya kembali, Nobunaga melepaskan kerah Merlin lalu membungkukkan badannya meminta maaf.
"Maaf Merlin-sama, aku terbawa emosi tadi." Merlin yang mendengar itu hanya mengangguk lalu berdehem sesaat. "Seperti yang aku katakan tadi, kemungkinan saja 'mereka' di curi atau bisa saja 'mereka' masih hidup, jika dua spekulasi ini benar, maka aku mencurigai beberapa Grup yang aku dengar-dengar dulu."
"Grup pertama yang aku curigai adalah Grup yang di pimpin oleh putra keturunan Lucifer sekaligus pemegang Sacred Gear Divine Dividing, Albion. Serta Grub kedua yaitu Khaos Brigade, yang di pimpin oleh salah satu pemegang True Longinus, Cao Cao," lanjut Merlin membuat Scathach dan Nobunaga terkejut begitu mendengar dia grup yang di pimpin oleh orang-orang kuat.
"Apa yang membuat Anda berpikir seperti itu, Merlin-sama?" tanya Scathach ingin tahu. "Grup yang di pimpin oleh Pemegang Sacred Gear Divine Dividing memiliki Pemimpin lagi satu dan itu adalah Ouroboros Dragon, Ophis," jawab Merlin lalu mengambil nafas kembali dan menghembuskannya perlahan.
"Seperti yang kita ketahui, Ophis sangat tergila-gila dengan orang-orang berkekuatan besar dan kita juga tahu seberapa besar kemampuan 'Mereka', jika mereka di curi oleh mereka itu mungkin saja. Tapi aku tidak bisa langsung memutuskannya begitu saja karena di sisi lain juga terdapat grup yang mencari orang-orang kuat."
"Jadi apa rencana anda? Aku harap Anda tidak menyergap mereka seorang diri?" tanya Nobunaga memastikan, Merlin yang mendengar itu terkekeh menghentakkan tongkatnya pelan ke tanah.
"Aku sudah menunjuk beberapa Servant yang siap ikut denganku, tentu saja termasuk Arthuria-chan serta Mashu-chan," jawab Merlin membuat Nobunaga menghela nafas tenang karena sudah terpilih dua Servant yang di percaya.
"Lalu... Siapa lagi?"
"The Old Man of Mountain, The King of Currupaw, The Biggest King in the Sea," jawab Merlin membuat Nobunaga dan Scathach menganga, Tiga Servant kuat lainnya, bahkan satu dari mereka sudah cukup untuk menjadikan mereka seperti kerupuk yang tipis.
"Ah, benar juga. Aku sudah meminta Celestial Maiden untuk datang ke tempat kalian dan melatih Naruto-sama, selagi Naruto-sama di latih..."
"Ch-Chotto Matte! Me-Melatih? Apa maksudnya?!" tanya Nobunaga tidak percaya apa yang dia dengar. "Ah, aku dia belum memberitahu kalian ya? Aku sudah meminta Karna-san untuk meminta Adik dari Maou Leviathan untuk melatih Naruto-sama untuk sementara, nyawanya dalam ancaman saat ini," jawab Merlin membuat Nobunaga menggeram pelan menahan emosinya.
"Kali ini siapa?"
"Para Mitologi Yunani sepertinya, karena Penyerangan di Underworld, Maou Lucifer berniat melaporkan itu pada Mitologi Yunani dan meminta bantuan."
Setelah mendengar jawaban itu, Nobunaga dengan cepat terbang meninggalkan Merlin serta Scathach yang memandang Nobunaga dengan ekspresi datarnya.
"Kalau begitu kami pergi dulu, kami khawatir terjadi sesuatu padanya," ujar Scathach lalu teraliri petir merah lalu terbang menyusul Nobunaga, setelah kepergian mereka Merlin melirik ke belakang dengan ekspresi serius.
"Kalian sudah datang rupanya."
"Tentu saja, apa lagi ketika mendengar bahwa anak dari Minato-sama dalam bahaya, kami tidak bisa membiarkan hal itu terjadi," ucap Pria berpakaian putih serta topi putih di kepalanya.
"Tugas kita hanya akan mengawasi pergerakan Sirzech serta para Dewa Mitologi Yunani, jika mereka meminta bantuan Dewa lainnya, maka kita akan bergerak lebih dahulu sebelum mereka," ucap Merlin lalu menatap pemuda beramor emas yang bersandar di pohon.
"King of Heroes, aku serahkan tugas untuk interogasi di Grigory padamu, dapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari Azazel."
"Serahkan padaku."
"Hah~ padahal aku ingin sekali bertemu Naruto-sama setelah sekian lama," gumam perempuan berambut hitam dengan Cepol dua di kepalanya. "Begitu juga aku, hahh~ jika aku sempat bertemu dengannya aku ingin sekali menarik kembali dua pipinya yang lucu itu," timpal seorang wanita dengan gaun putih.
"Kalian akan mendapatkan itu ketika ada waktu, tapi untuk sekarang prioritas pertama kita adalah menjaga Naruto-sama."
"Baik!"
.
.
Naruto Side
.
Sementara di sisi Naruto, saat ini dirinya tengah berusaha menahan ayunan-ayunan [Boken] yang di layangkan oleh Tsubaki, dalam waktu 3 Jam Naruto sudah berhasil menghafal setiap gerakan-gerakan pertahanan yang di ajarkan oleh Tsubaki dan itu membuatnya takjub karena cepatnya Naruto menguasai dan mengingatnya.
Setelah cukup, Tsubaki menjaga jaraknya lalu memberi tanda pada Naruto untuk melatih gaya serangannya, Naruto yang paham mengangguk ragu lalu mencoba menyerang Tsubaki walau gerakannya tampak kaku, itu hal wajar untuk orang seperti Naruto yang masih belum memiliki nafsu untuk melukai.
Sementara Hinata, Hanabi, Asia, Anastasia, Kuroka serta Sona hanya menonton dari kejauhan dengan ekspresi masing-masing mereka. Lalu di langit cukup jauh dari kuoh, terlihat Nobunaga serta Scathach secepat mungkin ke tempat Naruto karena yang mengawasi hanyalah Tamamo no Mae dan Jeanne D'Arc.
"Sialan! Aku tidak menyangka bahwa mereka sampai melibatkan Mitologi Yunani," umpat Nobunaga menahan kekesalannya. "Jangan terlalu Emosi, jumlah kita banyak mana mungkin mereka menyerang secara langsung tanpa mempertimbangkan jiwa Manusia yang tak bersalah," ujar Scathach.
Twush!
Mendengar suara menggelegar, Scathach dan Nobunaga menoleh ke langit dan mereka melihat sesuatu yang besar berjumlah 3 Mengarah ke Kuoh dan saat itu juga terjadi Distorsi ruang waktu berhenti.
"Sial! Aku punya firasat buruk!"
.
Deg!
Jeanne dan Tamamo yang menjaga di luar seketika tersentak ketika merasakan sesuatu yang berbahaya lalu menoleh ke sumber tersebut dan betapa terkejutnya mereka ketika secara tiba-tiba seekor monster Chimera datang ke arah mereka.
Deg! BLAAAR!
Anastasia yang ada di dalam melebarkan matanya dan menoleh cepat ke samping, dan dinding gedung yang mereka tempati hancur memperlihatkan Seekor Chimera yang lain membuat latihan mereka terhenti.
Kunou yang ada di bentuk boneka ingin memasuki tubuh Naruto namun hal itu tidak bisa dia lakukan hingga membuatnya kebingungan, 'Kuso! Kenapa aku tidak bisa merasuki Naruto-sama!'
"Naruto-san! Mundurlah!" peringat Tsubaki sambil melindungi Naruto, sementara Naruto menatap takut makhluk di depannya dengan tubuh bergetar ketakutan karena pertama kalinya dia melihat monster sebesar itu.
Blaar! Jrash!
Keterkejutan mereka semakin bertambah ketika muncul Chimera lain di samping Naruto dan mencakar Naruto hingga membuat wajah, dada dan kaki Naruto menerima luka hingga mengeluarkan darah.
"NARUTO-KUN!"
"NARUTO-SAN!"
"NARUTO-SAMA!
Swush! Duak! Blaar!
Ekor Chimera berbentuk ular itu pun memukul Naruto dengan kuat hingga membuatnya membentur dinding dengan sangat keras membuat dinding tersebut tercat oleh darah.
Semua yang di sana menatap terkejut apa yang mereka lihat, terutama Anastasia serta Kunou. "Na-Naruto-kun... Naruto-kun..."
'Ki-Kisama!' teriak Kunou mengamuk dan berusaha mencoba mengendalikan tubuh Naruto namun tetap tidak bisa.
'AKU MOHON BEKERJALAH! AKU MOHON BEKERJALAH! JIKA TIDAK... JIKA TIDAK NARUTO-SAMA BISA MATI!'
"Beraninya..." gumam Anastasia dengan suara dingin.
Pshhh! Wush! Pyaarsh!
Anastasia yang merasakan serangan di belakangnya menciptakan dinding es yang langsung menahan serangan tersebut, "Aku... Tidak akan memaafkan kalian dasar makhluk brengsek!" teriak Anastasia mengamuk dan menciptakan Es skala besar yang langsung mendorong Chimera menjauh darinya.
Swush! Twush!
Chimera yang di dorong oleh Anastasia membuka mulutnya dan menyemburkan Api yang melelehkan es miliknya, melihat itu Anastasia menggeram dan menciptakan Es berlipat ganda untuk menahan api tersebut.
Tsubaki yang menjaga Naruto masih terdiam dengan tatapan kosong tak peduli jika ada Chimera di depannya yang siap memakan dirinya begitu juga yang lain karena masih shock atas apa yang menimpa Naruto.
"Naruto-san... Naruto-san..."
["Grrr Grhaaaaaa~."]
Wush! Duak!
Mata Tsubaki seketika melebar kembali ketika melihat sekelebat seseorang yang memukul Chimera di depannya hingga terpental jauh dan menabrak beberapa pohon dengan keras.
Keterkejutan Tsubaki semakin bertambah ketika sosok pemuda berambut kuning berdiri tegak di depannya dengan pakaian kotor berisikan darah, dia mengenal pemuda di depannya ini.
"Na-Naruto-san..."
Kunou yang mendengar itu menoleh di dalam boneka dan dirinya ikut terkejut ketika Naruto berdiri tegak dengan kepala menunduk membuat ekspresinya tak terlihat, luka di tubuh Naruto bahkan telah menghilang membuat Kunou kebingungan apa yang sedang terjadi pada Naruto.
["Grrrr GROOAAAAARRRRR!"]
Sret!
Setelah mendengar Chimera yang di pukul Naruto mengaung, Naruto menghentakkan tangannya kebelakang lalu menggerakkannya ke depan dan seketika tubuh Naruto teramor oleh armor emas dengan Syal merah dan di belakangnya tercipta sembilan ekor api.
Twush!
Dengan gerakan sangat cepat, dalam beberapa detik Naruto tiba-tiba sudah di depan Chimera dengan tangan terkepal terbungkus empat ekor api miliknya lalu melayangkan pukulannya tepat di jantung Chimera.
BOOOOM!
Nobunaga dan Scathach yang hampir sampai menghentikan terbang mereka dan menatap terkejut ledakan api yang menjulang ke langit dalam skala besar.
"I-Itu..." gagap Nobunaga.
"Sacred Gear Kushina-sama... Kyouka."
Swush!
Setelah ledakan mereda, terlihat Naruto yang melindungi dirinya dengan Sebuah perisai api yang tercipta dari Lima Ekor api sisanya, Kunou yang melihat itu menatap tak percaya Naruto karena saat ini dia menggunakan Sacred Gear yang di miliki almarhum ibunya, Kyouka.
'I-Itu... Kyouka. Sacred Gear yang membuat sang pengguna bisa mengendalikan Api sesuka hatinya hanya dengan sembilan ekornya saja, bahkan Sacred Gear itu dapat merentang hingga melingkupi seluruh Jepang... Sacred Gear terkuat dari Kushina-sama,' batin Kunou lalu menatap lekat Armor yang melekat di tubuh Naruto.
'Armor itu...'
Naruto yang telah menghabisi satu Chimera mengarahkan lengan kirinya ke belakang membuat satu ekornya menangkap boken tak jauh dari Tsubaki lalu menangkapnya.
Twush!
Duak!
Chimera yang masih menyemburkan apinya ke arah Anastasia terhenti ketika Naruto membenturkan Boken di tangannya tepat di leher Chimera.
Buagh!
Setelah itu Naruto menendang kepala Chimera dengan kuat hingga membuatnya terseret ke belakang, Anastasia yang merasakan serangan Chimera berhenti menghentikan Element Esnya dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Naruto berdiri tegak di depannya.
"N-Naruto-sama!" seru Anastasia membuat Hinata, Kuroka, Asia, Hanabi serta Sona yang terdiam tersadar dan akhirnya kesadaran penuh mereka kembali ketika melihat Naruto tampak baik-baik saja namun dengan tampilan yang berbeda.
BLAAAR!
Dinding lain gedung tersebut pun hancur dan memperlihatkan Jeanne dan Tamamo yang terpental hingga terhenti di belakang Naruto.
"Sialan! Makhluk ini kuat sekali!" umpat Tamamo lalu melirik Anastasia, "Oi, Ana! Siapa pembuat ledakan besar tadi itu?"
"Na-Naruto-sama."
"Benarkah? Aku tidak tahu kalau Kunou-san memiliki kekuatan sebesar itu, bahkan aku juga tidak pernah melihat Kau menggunakan kekuatan ini, Kunou-san," gumam Tamamo.
"Itu bukan aku..."
"Eh!?" semua menoleh ke arah Boneka Kyuu yang bersandar di tembok, "Aku tidak bisa merasuki Naruto-sama."
["GROOOAAARRR!"]
Semuanya menoleh ke depan dan terlihat dua Chimera yang menatap mereka dengan tatapan intimidasi, tak lama setelah itu muncul Nobunaga dan Scathach di depan Naruto dan memasang kuda-kuda bertarung mereka.
"Maaf atas keterlambatan kami! Tadi aku melihat Sacred Gear Kushina-sama di sini," ujar Nobunaga sambil melirik Anastasia serta Jeanne dan Tamamo, "Jadi siapa yang menggunakannya?"
Bwush!
Swush!
Pembicaraan mereka terhenti ketika Dua Chimera menyemburkan Api berskala besar ke arah mereka, Naruto yang melihat itu mengendalikan sembilan ekornya ke depan dan membentuk lingkaran.
Twush!
Naruto pun menciptakan sebuah lubang hitam di tangannya dan dari sembilan ekornya tercipta distorsi ruang dan waktu yang menghisap Api tersebut hingga tak tersisa.
"I-Ini... Sacred Gear Minato-sama, Jukkan!"
"Ohh! Kunou-chan! Tak ku sangka kau memiliki dua Sacred Gear Minato-sama dan Kushina-sama!" puji Nobunaga sambil menyeringai.
"SUDAHBAKU BILANG ITU BUKAN DIRIKU!"
Nobunaga dan Scathach yang mendengar itu menoleh ke arah Anastasia yang mengangguk, "Itu bukan Kunou-san, tapi Naruto-sama sendiri!"
Swush! Tap!
Kedua lengan Naruto pun mengatup sepenuhnya dan saat itu juga seluruh Api Chimera terhisap dan sembilan Ekor Api Naruto kembali ke punggung Naruto.
Sret! Ctik!
Detik berikutnya Naruto mengangkat tangan kanannya lalu menjentikkan jarinya, ["Meikkan"]
Bwush! Bwush! Bwush!
Di atas Chimera seketika tercipta Ratusan Lubang dimensi dan perlahan mulai bersinar merah ["Armakhuyu"] gumam Naruto lalu mengarahkan lengannya ke arah dua Chimera dan mengepalkan tangannya.
Twush! Jrash! BOOM!
Dengan sangat cepat muncul Ratusan Pedang api yang menancap di dua Chimera dan meledak dengan sangat dahsyat hingga menjulang ke langit.
Semua menyilangkan tangan mereka untuk menutupi cahaya ledakan yang terjadi di depan mereka, setelah cahaya meredup terlihatlah tanah kosong berwarna hitam habis terbakar oleh api yang sangat panas.
Semua menatap lekat Naruto yang berdiri diam tanpa berkata sedikit pun, perlahan Armor, Ekor api di belakang Naruto menghilang dan membuat Naruto terjatuh ke lantai tak sadarkan diri.
Dengan gerakan cepat, Hinata langsung berlari ke arah Naruto dan mengecek keadaan Naruto, melihat keadaannya baik-baik saja, Hinata memeluk Naruto dengan erat.
Melihat keadaan yang kembali kondusif, Semua kecuali para Servant jatuh terduduk sambil menghela nafas mereka, sementara para Servant menatap Naruto diam karena mereka tidak percaya bahwa Dua Sacred Gear milik Minato dan Kushina berada di tubuh Anak mereka sendiri.
Dan sekarang Naruto menggunakan Sacred Gear tersebut tanpa kendala sedikit pun seolah sudah mengetahui kemampuan Sacred Gear yang ada di tubuhnya, sebenarnya apa yang terjadi, mereka benar-benar bingung sekarang.
"Kuso... Kepalaku semakin pusing ketika melihat ini!" umpat Nobunaga. "Yah, kau benar... Aku juga bingung sekarang apa yang sebenarnya terjadi," timpal Scathach.
"Sebenarnya apa yang terjadi, apa kalian mengetahui sesuatu?" tanya Jeanne dan di jawab anggukan pelan oleh Nobunaga. "Aku akan menceritakannya nanti, tapi untuk saat ini... Kita harus memperbaiki semua ini terlebih dahulu."
.
.
.
.
Hari menjelang sore, dan di kediaman Naruto terlihat Lima Servant saat ini berkumpul dengan Kunou, Hinata, Sona, Tsubaki, Kuroka, Asia, dan Hanabi di ruang tamu.
Kunou yang akhirnya berhasil mengubah dirinya dari wujud boneka ke tubuh aslinya benar-benar kebingungan, pasalnya kenapa baru sekarang dirinya berhasil sementara tadi dia tidak bisa sama sekali.
"Hahh~" semua yang di ruang tamu tersentak pelan ketika Nobunaga menghela nafasnya lalu menatap mereka satu persatu, "Jadi... Kita mulai dari mana?"
"Sebenarnya apa yang terjadi Nobunaga, apa yang kau ketahui mengenai ini?" tanya Jeanne mewakili semuanya.
"Pertama, aku sama sekali kalau Naruto-sama memiliki Sacred Gear Minato-sama dan juga Kushina-sama, ke dua aku dan Scathach mendapatkan sesuatu yang mungkin berhubungan dengan ini, ke tiga aku tidak tahu kenapa bisa Naruto-sama seperti tadi!" jawab Nobunaga sambil mengatur emosinya.
"Bagaimana bisa dia seperti itu? Padahal Kunou tidak merasukinya? Bahkan dia bisa menguasai Dua Sacred Gear secara sekaligus dan menggabungkan kekuatannya?"
"Kami juga tidak tahu hal itu, yang kami ingat dia menerima serangan dari Chimera namun beberapa menit berlalu dia sudah mengaktifkan dua Sacred Gear tersebut," Anastasia.
Mendengar jawaban tersebut, Nobunaga memijit keningnya, Mayat 'mereka' menghilang, para Mitologi Yunani sudah bergerak, Naruto memiliki dua Sacred Gear dan bisa mengendalikannya tanpa sadar, terlebih bagaimana bisa dia memiliki Sacred Gear tersebut.
"Kunou, kau yang paling terakhir menyelamatkan Naruto-sama dan kaulah... Orang terakhir yang berbicara dengan mereka berdua..." Kunou yang mendengar itu menundukkan kepalanya, kepingan memori di mana dia berbicara dengan dua orang di dalam kebakaran serta dirinya yang menggendong Naruto di punggungnya terlintas di pikirannya.
"Waktu itu... Apa yang kau bicarakan dengannya?"
Mengambil nafas dalam-dalam, Kunou pun bercerita, "Waktu itu, Minato-sama dan Kushina-sama hanya menitipkan pesan padaku untuk menjaga Naruto, mulai dari kesehatan, makanan dan sebagainya, hingga perpisahan terakhir, Aku memberi penghormatan terakhir dengan mencium tangan Minato-sama dan Kushina-sama," jawab Kunou.
"Mereka sama sekali tidak memberi Naruto-sama Sacred Gear mereka karena Naruto-sama ada di punggungku."
Mendengar itu semua yang ada di ruangan terdiam, Scathach dan Nobunaga saling melirik satu sama lain, bayangan dua tempat kosong yang mereka kunjungi terlintas di kepala mereka.
"Nobu-chan, aku bertanya sekali lagi, sebenarnya ada apa ini?" tanya Jeanne kembali. Nobunaga yang mendengar nada menuntut Jeanne melirik Scathach memberi kode untuknya agar menceritakannya.
"Begini... Kuburan 'mereka'... Saat ini telah kosong," jawab Scathach membuat semua yang di sana melebarkan mata mereka. "Apa maksudnya?! Bagaimana mungkin?!" tanya Kunou sambil menggebrak mejanya.
"Itulah yang kami tidak ketahui, namun setelah mendengar jawabanmu serta melihat Naruto-sama memiliki Sacred Gear Minato-sama dan Kushina-sama. Aku bisa menyimpulkan sesuatu, tapi aku masih belum yakin apakah benar atau tidak," jawab Nobunaga.
"Aku akan mengatakan ini pada Merlin-sama untuk mengumpulkan kita semua dan mendiskusikan hal ini, akan lebih baik kita mendiskusikan hal ini lebih dahulu bersama yang lainnya."
.
.
Sirzech side
.
Sementara itu di sisi Maou Lucifer atau Sirzech Gremory, saat ini dirinya berdiri di depan Serafall yang juga berdiri di depannya dengan ekspresi datarnya, suasana hening tercipta di antara mereka berdua hingga Serafall memutuskan membuka pembicaraan.
"Jadi ada apa kau memanggilku?"
"Bisakah kau hentikan omong kosong, Sera-chan?"
Serafall yang mendengar itu bersikap tenang, "Apa maksudmu?". "Kau bersengkokol dengan para Servant bukan?" tanya Sirzech dengan ekspresi serta aura intimidasi.
"Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau katakan," balas Serafall bersikap santai walau aura Sirzech menusuk dirinya. "Tidak usah mengelak, itu terbukti karena hanya tempat kalian saja yang selamat dari penyerangan para Servant," ujar Sirzech semakin meningkatkan auranya.
"Sera... Apa kau berniat mengkhianati kaummu sendiri?"
Serafall yang mendengar itu terdiam sesaat lalu menjawabnya tanpa ekspresi beban sedikit pun, "Aku mungkin merasa bersalah, tapi aku lebih senang membantu mereka yang kau bunuh tanpa alasan."
"Souka..."
Serafall yang merasakan sesuatu yang buruk bersiap, "Kalau begitu..."
Twush!
"MATILAH!" teriak Sirzech melesat ke arah Serafall dengan cepat.
Blaar!
Sirzech yang ingin membunuh Serafall terkejut ketika langit yang mereka tempati hancur dan memperlihatkan seorang pria dengan tombak di tangannya.
["Bhramastra..."]
.
.
.
["KUNDALA!"]
.
.
TBC
Note : Yo! Kembali update nih.
Bagaimana ceritanya? Benar-benar di luar dugaan? Aneh atau apa? Ya itu tergantung kalian.
Ok, kali ini seperti yang kalian lihat, saya hanya membuat cerita saya sampai sini dan jangan protes... Karena inilah maksimal dari cerita-cerita yang lainnya, tak seperti Dragon Future yang sampai 10 K cerita yang lain saya maksimalkan sampai sini karena... Jujur saya susah memikirkan lanjutan cerita selain Dragon Future jika saya percepat alurnya.
Lalu, Sacred Gear. Saya memutuskan memberi Sacred Gear pada Naruto dan itu adalah Sacred Gear Kyouka dan Jukkan, Sacred Gear milik Kushina dan Minato.
Bagaimana bisa mereka memiliki Sacred Gear sekuat itu dan apakah itu landasan mereka di bunuh? Akan terjawab mengikuti alur cerita.
Lalu orang-orang atau Servant-servant baru yang muncul di belakang Merlin, satu orang pasti kalian kenal dan beberapa lagi mungkin ada yang kenal juga.
Ok, itu saja kali ini. Saya 4kagiSetsu undur diri.
4kagiSetsu Out
