Opening – Namirin -Yasashisa No Ryu
Taikutsu na madobe ni
( Layar memperlihatkan genangan air yang bergelombang hingga mencerminkan Naruto yang duduk di kelas sambil memeluk bonekanya dari samping )
fukikomu kaze ni
( Layar kembali bergelombang hingga memperlihatkan Naruto dari depan mulai menundukkan kepalanya sambil membaca buku di mejanya )
Kao wo shikameta no wa terekusasa no uragaeshi
( Salah satu tulisan di meja Narutopun seketika melayang membuat Naruto yang melihat itu terdiam polos sambil melihat Tulisan tersebut keluar jendela )
Fix First
( Layarpun menjauh memperlihatkan Sekolah Kuoh di sertai Tulisan Judul Autisme? Or Genius? )
Aimai ni unazuku
( Layar kembali di ganti memperlihatkan Hinata yang berjalan di bawah hujan dengan payung di tangannya dengan ekspresi murung )
tenohira no kyou
( Layar kembali di ganti dengan Kuroka dari samping yang berteduh di bawah kuil )
Egaiteru jibun wa
( Layar kembali di ganti dengan Hanabi yang berteduh di bawah Supermarket sambil memandang langit )
sukoshi oogesa de
( Layar kembali di Ganti dengan Sona dan Akeno yang menunggu di sekolah sambil memandang langit yang hujan )
Nani ka kawarisou na
( Layar kembali di ganti Dengan Naruto yang berkumpul bersama yang lain sambil saling berbincang )
ki ga shiteiru yo
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang mengalihkan wajahnya dengan polos )
Kokoro ni yobikakeru
( Mata Naruto yang menangkap Dua burung biru tengah terbang di luar )
kimi no sei da ne
( layar kembali di ganti dengan mata Naruto yang melebar lalu semua seketika menggelap menyisakan Naruto seorang diri )
Fix Second
( layar kembali di ganti dengan kepingan masa lalu Naruto beserta keluarganya )
Kumorizora nozoita yokan
( Layar kembali di ganti dengan Hinata yang mengangkat wajahnya dengan ekspresi terkejut, Lalu Kuroka, Hanabi, Sona dan Akeno )
Te wo nobasou itsu yori mo chikara zuyoi yuuki de
( Dari belakang Narutopun muncul beberapa tangan bercahaya yang memeluk Naruto hingga Naruto tersentak dan bersamaan dengan itu Tempat yang gelap berubah menjadi terang dengan latar lautan yang luas )
Hikari mo kage mo mada tookute sore demo bokura wa
( Layar kembali di ganti dengan kamera mengelilingi Naruto yang terkena hembusan angin di lautan luas tersebut, lalu layar kembali berganti dengan Lengan Naruto yang memeluk erat boneka Kyuu di pelukannya.
Yasashisa no riyuu ga shiritai
( Layar kembali di ganti dengan Dua lengan yang tiba-tiba muncul dan menarik Naruto membuat Naruto tersentak karena saat ini Naruto di tarik oleh Kuroka dan Hinata )
Ima wa dare no namae demo nai kagayaki no kanata e
( layar kembali di ganti dengan Naruto, beserta Akeno, Hinata, Sona, Kuroka dan Hanabi yang saling bercanda dan bergurau di berbagai tempat )
Zenbu kako ni naru mae ni mitsuke ni ikou
( Layar kembali di ganti dengan Naruto yang menghentikan langkahnya karena melihat Bunga Violet laku tersentak ketika Hinata memanggilnya dan berlari ke tempat Hinata yang cukup jauh dengan lari pelan )
Fix End
( Kamerapun bergerak ke atas merekam langit biru yang di sinari matahari cerah.
Disclaimer :
Naruto Masashi Kisimoto
High School DxD Ichiei Ishibumi
Summary : Namikaze Naruto, sosok pemuda yang ceria harus mengalami penyakit 'Autisme' karena sebuah kejadian yang terduga namun memiliki Kegeniusan di iatas rata-rata, beberapa orang datang mendekat memberinya pencerahan dan memberinya uluran tangan, namun... Apakah itu bisa bertahan lama?
Autisme? Or Genius?
Pair :
Naruto x ...
Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Comedy, Little Humor, Slice of Life, Echhi, DLL
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, Jutsu Buatan sendiri, Alur berantakan dan Lain-lain, Smart!Naru, Autis!Naruto.
" Naruto " berbicara
' Naruto ' batin
[" Naruto "] Sacred Gear berbicara
[' Naruto '] Sacred Gear berbicara batin
.
Chapter 11 : Permintaan
.
["BRAHMASTRA... KUNDALA!"]
Wush! BOOOM!
Bagian samping sebuah kediaman berukuran besar di underworld pun seketika meledak dengan dahsyatnya hingga membuat warga underworld yang tengah mengungsi harus terkejut mendengar suara ledakan tersebut.
"S-Suara apa itu?!"
"Mu-Mungkinkah... Serangan lagi?!"
Serafall yang paling dekat dengan ledakan menyilangkan tangannya untuk menangkal angin ledakan yang menerpanya hingga dia merasa angin ledakan tersebut sedikit mereda.
"Kau tidak apa, Leviathan-sama?" Serafall yang mendengar itu menurunkan ke dua tangannya dan dia bisa melihat Karena tengah berdiri di depannya dengan ekspresi tenang.
"Karna-san?!"
"Untunglah aku datang tepat waktu, seperti yang aku duga... Kejadian ini pasti akan terlihat menonjol," gumam Karna.
Twush! Trink! BOOOM!
Dari balik ledakan, keluar gelombang merah berkekuatan tinggi mengarah pada Karna, sementara Karna langsung menyilangkan ke dua tangannya hingga Shield di ke dua bahunya bergerak ke depan menangkis gelombang merah tersebut hingga terbagi menjadi empat bagian dan menghancurkan sisi ruangan tersebut.
"Jangan khawatir, keluarga Anda sudah di amankan terlebih dahulu, jadi tidak perlu khawatir jika serangannya menghancurkan rumah ini," ucap Karna sebelum Serafall khawatir dengan keadaan keluarganya.
Twush!
Selagi menahan gelombang merah yang di arahkan padanya, dari dua sisi muncul dua gelombang merah yang sama membuat Karna menyipitkan matanya.
Twush! BOOM!
Kembali, dari langit turun dua cahaya hijau yang langsung menghancurkan dua gelombang yang muncul dari kedua sisi hingga terjadi ledakan, Karna pun juga menciptakan Tombak api dari ketiadaan dan langsung melesatkan ya ke arah gelombang merah yang menerpanya hingga terbagi kembali dan menyebabkan ledakan besar.
"Seperti yang di harapkan dari Maou Lucifer, serangan seperti itu tidak akan mempan untukmu bukan?" ujar Karna, dan ketika asap menipis terlihat Sirzech yang berdiri dengan aura merah membara yang menutupi sebagian tubuhnya serta energi merah yang menangkap tombak api Karna dengan mudah.
"Jadi begitu, membuat dinding Demonic Power untuk menahan Bhramastra Kundala ku, tidak buruk juga."
Sirzech yang melihat kedatangan seorang Servant menggeram, Demonic Powernya semakin membara dirinya tak takut melawan Servant sekali pun.
"Kau terlalu nekat, Karna-san!" ujar seorang perempuan turun dari langit dan mendarat di dekat Serafall beserta seorang pria berambut putih di sisi lain Serafall.
"A-Atalanta-san, Siegfried-san?!" kejut Serafall ketika dua Servant lain muncul kembali. "Gomen, Levia-sama!" ujar perempuan berambut hitam muncul di belakang Serafall dan menggendong Serafall dan melompat ke udara.
"MATTE!" teriak Sirzech mengendalikan Demonic powernya ke arah Serafall, namun pria bernama Siegfried langsung membelah Demonic Power Sirzech membuatnya menggeram marah karena sepertinya dirinya tidak akan melawan satu Servant.
"Jangan memasang wajah seperti itu Maou Lucifer, kau yang sekarang akan terlihat berbeda dari yang dulu." Mendengar itu Demonic Power Sirzech semakin besar dan menjadi liar, Karna, Siegfried dan Atalanta yang melihat itu tetap tenang tanpa siaga sedikit pun dengan Demonic Power Sirzech.
"Jangan buang-buang tenagamu, kau tidak akan melawan kami, jika kau memang mau melawan kami tentu saja kami akan langsung membunuhmu, tapi bukan Kamilah yang akan membunuhmu," ujar Karna dengan tenang, "Akan ada yang membunuhmu nanti, jadi sebaiknya kau persiapkan dirimu."
"Jadi benar penerusnya masih hidup?!" geram Sirzech, Atalanta yang mendengar itu menodongkan panahnya ke arah Sirzech dengan wajah menahan amarah.
"Sebaiknya kau menahannya, Atalanta... Kau tahu itu bukan takdirmu bukan?" Atalanta mendecih ketika mendengar itu lalu menurunkan busurnya tanpa melepaskan tarikan panahnya.
"Ya, kira-kira seperti itu. Tapi karena perbuatanmu di Kuoh Gakuen kau malah mempersempit rencanamu, kau terlalu naif Maou Lucifer," ucap Karna
"JANGAN BERCANDA! KALIAN MEMBUNUH RASKU, APA KALIAN PANTAS DI SEBUT SERVANT?! SERVANT SEHARUSNYA MELINDUNGI DAN BERTARUNG DENGAN ADIL BUKANNYA CARA PENGECUT YANG MENGORBANKAN NYAWA YANG TAK BERSALAH?!"
"Lihatlah dirimu sendiri?!" balas Atalanta berteriak marah. "TUTUP MULUTMU JALANG?! KARENA KALIAN AYAHKU HARUS MENERIMA LUKA FATAL DAN KALIAN MEMBUAT KELUARGAKU MENANGIS, PERBUATAN KALIAN TIDAK BISA DI MAAFKAN?!"
Atalanta yang mendengar itu benar-benar ingin mengarahkan panahnya ke dada Sirzech agar bisa membunuhnya secepatnya, tapi mereka sudah bersumpah untuk membiarkan Naruto yang menghabisi nyawa orang yang membunuh keluarganya.
Seketika Atalanta tersentak ketika merasakan energi yang besar dari Karna, perlahan mereka mulai melayang ke langit Underworld membuat Sirzech semakin marah karena para Servant tidak berniat melawannya seolah meremehkan dirinya dan membiarkan nyawanya hanya demi seorang yang cacat mental.
"JANGAN KABUR KALIAN?!" teriak Sirzech mengendalikan Demonic Powernya ke arah tiga Servant tersebut, Karna yang melihat itu mengarahkan tombaknya ke samping.
Sring! BOOM!
Karna pun mengibaskan tombaknya dan seketika Demonic Power Sirzech meledak di udara membuat Sirzech menggeram dan melesat ke arah tiga Servant tersebut.
"Walau pun kau meminta bantuan dari Mitologi Yunani, jangan pikir kami semua akan diam saja, kau ingat bukan jika bukan hanya kami saja Servant milik Almarhum Minato-sama."
"JANGAN PERNAH MENYEBUT NAMANYA DI HADAPANKU?!" teriak Sirzech mengumpulkan Demonic Powernya di kedua tangannya.
Jrash! Twush! BOOM!
Entah dari mana, muncul sebuah panah yang mengenai perut Sirzech dan mendorongnya ke bawah hingga membentur kediaman besar Sitri hingga hancur berkeping-keping.
Karna yang melihat itu melirik ke samping di mana perempuan berambut hitam tengah menatap datar ke bawah dengan Serafall yang berpegangan di sampingnya.
Karena saat ini mereka tengah mengendari Busur panah bulan Sabit. "Aku pikir kalian sudah pergi, Isthar-san, Leviathan-sama?" tanya Karna.
"Kau pikir kami akan pergi begitu saja meninggalkan kalian?" Karna yang mendengar itu tersenyum tipis lalu menatap ke bawah dan mengangkat tangannya hingga jubahnya mulai terbakar begitu juga dua perisai di bahunya.
Atalanta yang melihat itu mengarahkan busurnya ke atas dan melepaskan anak panahnya hingga hilang di telan langit, sementara Siegfried menggenggam erat pedangnya hingga pedangnya mulai berubah menjadi biru.
"Sebagai tanda perpisahan, cobalah tahan serangan ini, Maou Lucifer!" teriak Karna, "Dirimu yang sekarang sangat kuat bukan! Bahkan kau bisa mengalahkan Calon Maou terdahulu dengan mudah?!"
"Jika kau tidak bisa menahannya, mintalah bantuan dengan kata-kata busukku itu, mau itu Great Red atau pun Ouorobos Dragon atau pun Mitologi Dewa sekalipun, ingatlah! Kami para Servant akan melawan mereka dan mengorbankan nyawa kami untuk dendam kami atas perbuatanmu!"
"Tapi ingatlah! Yang membunuhmu bukanlah kami, tapi keturunan dari Maou Lucifer sesungguhnya! Tapi karena penyakit mentalnya kau beruntung karena kau memiliki waktu untuk bernafas, tapi tidak kali ini," ucap Karna, "Kami akan membuatmu terbaring dengan luka parah hingga waktunya tiba, dia akan membunuhmu."
Sirzech yang tertanam di tanah menggeram dan menatap ke langit dan betapa terkejutnya dia ketika melihat bola api kecil tercipta di atas tombak Karna yang berubah menjadi pedang.
Twuing! Jrash! Jrash! BOOM!
Dari langit seketika terjadi hujan panah yang menghancurkan seluruh Kota Underworld dan membuat beberapa kawah yang langsung di susul longsor membuat Underworld benar-benar berantakkan.
Siegfried yang melihat itu pun mengayunkan pedangnya ke bawah dan seketika gelombang biru tercipta dan mengenai tanah di Kota Underworld dan kembali terjadi ledakan besar yang langsung menghempaskan puing-puing Kota Underworld.
"Cobalah bertahan kalau kau bisa, Maou Lucifer, cobalah lindungi keluarga tercinta yang kau bilang itu."
["VHASAVI SAKTI!"]
.
Naruto Side
.
Sementara itu di kediaman Naruto, pemuda tersebut saat ini masih berbaring di kamarnya yang minim cahaya.
"Enghh~," lenguh Naruto sambil membuka matanya, perlahan dia pun bangkit dari berbaring ya sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Ba-Bagaimana bisa A-Aku di sini?" gumam Naruto, "Bukannya tadi... Aku di sekolah ya?"
"Ara? Kau sudah sadar, Naruto-sama?" Naruto yang mendengar suara menoleh dan dia melihat sosok perempuan berambut orange dengan dua telinga rubah di kepalanya serta memakai pakaian sekolah tengah duduk di kamarnya sambil menatapnya dengan senyum manis
Naruto yang melihat perempuan tersebut terdiam, dirinya bahkan tidak ingat bertemu dengan perempuan ini, dan juga dia tahu namanya, mungkinkah...
"Pe-Penjahat?" gagap Naruto dengan tubuh gemetar.
"Bukan! Bukan!" teriak perempuan tersebut dengan nada yang sedikit di rendahkan, "E-Ehem! I-Izinkan aku memperkenalkan diri."
"Namaku Suzuka Gozen, aku akan menjadi guru Kenjutsumu, Naruto-sama." Naruto yang mendengar itu terdiam sambil menatap lekat perempuan bernama Suzuka ini.
Guru Kenjutsu? Bukannya tadi yang akan mengajarinya Tsubaki-senpai? Dan sekarang dia mendapat guru baru?
"A-Ano...," gumam Naruto dengan ekspresi bingung, dirinya bingung harus mengatakan apa.
"Um? Ada apa?"
"T-Tidak... Ha-Hanya saja A-Aku sedikit bingung...," jawab Naruto sambil memeluk bantalnya, "Ba-Bagaimana bisa... Kamu menjadi G-Guru Kenjutsu ku, bu-bukannya Tsubaki-senpai?"
Deg!
"A-A-Anda tidak menyukai saya melatih An-Anda?" tanya Suzuka tergagap, ketika mendengar itu entah kenapa hatinya tersakiti.
"Ti-Tidak... Bu-Bukannya begitu...," jawab Naruto menggelengkan kepalanya, dirinya sama sekali tidak berpikir demikian, dirinya hanya bingung saja.
Cklek!
"Permisi, Naru-kun?" ucap Kuroka sambil membuka pintu kamar Naruto dan dirinya seketika tersentak ketika melihat Suzuka yang tengah duduk di kamar Naruto.
"Ku-Kuroka-chan?"
Kuroka yang di panggil oleh Naruto tersenyum lalu menatap serius Suzuka yang masih meliriknya, "Naru-kun, bagaimana keadaanmu?" tanya Kuroka sambil memasuki kamar Naruto.
"A-Aku baik-baik saja, T-Tapi aku bingung... Bagaimana bisa kita di sini? Bu-Bukannya tadi kita ada di sekolah?" jawab Naruto sambil memiringkan kepalanya di sertai ekspresi kebingungan.
"Kau tadi kelelahan, Naru-kun maka dari itu kita pulang lebih awal."
"S-Souka...," gumam Naruto, "La-Lalu, A-Apakah K-Kuroka-chan mengenalnya?"
Kuroka yang mendengar itu melirik Suzuka, "Ya, dia adalah Suzuka-san, dia akan menjadi guru Kenjutsu mu bersama Tsubaki-san."
Kuroka sudah di beritahu oleh Scathach dan Nobunaga bahwa akan ada seorang Servant yang melatih Naruto, dan dirinya tidak menyangka bahwa yang melatih Naruto nanti adalah Suzuka.
Dalam beberapa hal dirinya tidak terlalu menyukainya karena...
"A-Apa kalian saling kenal?"
"Ara, tentu saja Naruto-sama, aku sangat kenal dengan kucing garong ini," jawab Suzuka sambil tersenyum, alis Kuroka seketika berkedut karena perkataan Suzuka.
"Tentu, Aku sangat kenal dengan perempuan operasi wajah ini," balas Kuroka membuat alis Suzuka berkedut.
"Apa maksudmu tadi, Kucing Garong?!"
"Kau yang apa Perempuan sok cantik?!"
Naruto yang melihat mereka saling melempar tatapan tajam bergetar, apa lagi hawa yang tidak mengenakan di sekitarnya mengganggunya.
"Ka-Kalian tampak a-akrab ya?"
"KAMI TIDAK AKRAB?!" teriak mereka kompak membuat Naruto semakin gemetar ketakutan, Suzuka dan Kuroka yang melihat Naruto ketakutan shock dengan wajah merasa bersalah.
"Apa yang kalian lakukan?" tubuh Suzuka dan Kuroka seketika tersentak dan gemetar ketika mendengar suara dan aura intimidasi di belakang mereka.
Bletak!
.
Beberapa menit berlalu, keadaan ruang tamu kediaman Naruto terasa hening dengan Suzuka dan Kuroka duduk dengan benjolan di kepala mereka, Hinata yang memeluk Naruto masih gemetar ketakutan, Hanabi yang duduk bersama Asia di sampingnya serta Anastasia yang duduk di samping Naruto sambil membawa bonekanya serta boneka Kyuu.
"Kalian pikir apa yang telah kalian perbuat?" tanya Hinata menatap tajam Suzuka dan Kuroka, sementara mereka hanya menundukkan kepala mereka merasa bersalah.
"Walau Servant kau kalah dengan Hinata-san ya, Suzuka-chan?" ucap Anastasia membuat Suzuka mendeliknya.
"Urusai!"
"S-Servant?" tanya Naruto tergagap dan penasaran. "Tidak, bukan apa-apa, Naruto-kun," balas Hinata agar Naruto tidak semakin penasaran.
"Jadi... Suzuka-nee, apakah kau datang seorang diri saja?" tanya Hanabi memulai pembicaraan. "Ha'i, aku datang atas permintaan Merlin-sama untuk melatih Naruto-kun dalam Kenjutsu, awalnya aku pikir yang di katakan Merlin-sama itu bohong tapi tidak sangka ternyata perkataannya benar," jawab Suzuka sambil melirik Naruto yang menatapnya penasaran.
"Mer... Lin?"
"Nanti kau juga akan tahu, Naruto-kun," balas Hinata sambil tersenyum sementara Naruto mengembungkan pipinya ketika mendengar itu.
Deg!
Semua yang ada di ruang tamu kecuali Naruto seketika menegang dan menatap keluar secara bersamaan membuat Naruto kebingungan.
"Sepertinya terjadi sesuatu di bawah."
"Um? Di bawah?" tanya Naruto kembali.
"Bukan apa-apa, selain itu Naruto-sama. Apa kau sudah siap berlatih Kenjutsu?" ucap Suzuka mengalihkan pembicaraan. "E-Eh... Ba-Bagaimana ya bilangnya... A-Aku Ti-Tidak terlalu bisa menggunakan se-senjata," jawab Naruto tergagap.
"Ka-Karena aku... Tak ingin melukai seseorang," lanjut Naruto sambil menundukkan kepalanya.
Semua yang ada di ruangan tersebut terdiam, tentu saja perkataan Naruto ada benarnya, bagaimana mungkin orang sepolos dan memiliki penyakit mental melukai seseorang tanpa niat.
Tapi dari yang mereka dengar, Naruto sudah harus di beritahukan mengenai semuanya karena "mereka" telah menghilang, terdapat orang-orang kuat selain Sirzech yang berniat membunuh Naruto.
"Minna-san, maaf aku harus melakukan ini, Anastasia-chan, kau pasti mengerti situasinya bukan?"
Semua yang ada di sana melebarkan mata mereka kecuali Anastasia yang tampak tenang, "Cho-Chotto Matte!" cegat Hinata, namun Suzuka sama sekali tidak mendengarkan.
Dia mengangkat jarinya sejajar dengan wajahnya hingga memunculkan cincin api yang berputar ["Nichi..."].
Grep!
Suzuka seketika tersentak ketika Kunou langsung merubah dirinya dan menahan tangannya hingga membuat cincin apinya menghilang .
"Hentikan, Suzuka-nee! Apa kau berniat mengubah isi otaknya dengan melihat kejadian masa lalu?!" bentak Kunou sambil menatap tajam Suzuka. "Ini perintah dari Merlin-sama, dia memberitahuku bahwa ini adalah keinginan Minato-sama," jawab Suzuka membuat semua yang ada di sana terkejut kecuali Naruto yang tengah tak sadarkan diri.
"Aku dengar kalian berencana membiarkan mereka berkumpul untuk rapat tiga Fraksi, tapi sayang... Brynhildr-san, dan Karna-san sudah melancarkan serangan pada dua kubu tersebut hingga membuat hal tersebut mustahil."
"Aku sejujurnya bingung kenapa kalian harus membuat mereka melakukan rapat tiga Fraksi?"
"Itu karena dengan begitu kedok dari Sirzech akan terbukti." Semua yang mendengar suara lain menoleh dan mereka melihat sosok perempuan berambut hitam datang bersama beberapa orang di belakangnya.
"Kalian...," gumam Hinata menatap terkejut orang-orang yang datang ke kediaman mereka.
"Oh, panjang umur, kau datang juga Brynhildr-san?" Brynhildr yang mendengar itu tertawa halus dan mendekati Suzuka. "Sudah lama sekali kita tidak bertemu ya, Suzuka-san," balas Brynhildr dan di balas gumaman pelan oleh Suzuka.
"Jadi, apa maksud perkataanmu tadi?" tanya Suzuka, "Kau menyerang Heaven bersama para Valkyrie dan membunuh beberapa orang di Heaven, apa yang kau pikirkan?"
Gabriel yang mendengar bahwa Heaven di serang oleh Brynhildr hanya diam, dia bahkan tak memasang wajah khawatir ketika tempat tinggalnya serta orang-orang di Heaven di serang.
"Aku berencana membuat penderitaan kepada mereka karena telah mengikuti Lucifer brengsek tersebut, dengan begitu kebencian akan tumbuh pada mereka dan berbalik menyerang Sirzech."
"Tapi kita sudah bersumpah bahwa hanya Naruto-sama yang boleh membunuhnya!"
"Michael sudah pasti menyadarinya, jadi dengan kata lain dia pasti akan membantu," balas Brynhildr, "Pihak Heaven adalah pihak yang terlibat, mereka sebenarnya tidak ingin membunuh orang tanpa sebab tapi karena perkataannya, mereka jadi terpancing."
"Jadi orang-orang yang anda serang di Heaven...," gantung Gabriel. "Hanyalah orang-orang yang terlibat di masa lalu, tapi aku tidak menyangka ternyata banyak juga," jawab Brynhildr.
"Lalu penyerangan Underworld?" tanya Suzuka kembali sambil melirik Danzou. "Dari yang aku dengar dari Danzou-chan tadi, penyerangan di Underworld memiliki prinsip yang sama dengan penyerangan di Heaven, bahkan Karna-san sudah menceritakan semuanya pada Zeoticus-san," jawab Nero.
"Dengan begitu, kemungkinan Fraksi Iblis juga akan ikut membunuh Sirzech karena perbuatannya seluruh Underworld harus menderita."
"Dia pantas menerimanya," balas Mushashi dengan wajah menahan amarah. "Mu-Mushashi-nee, Ka-Kau kenapa?" tanya Hanabi tergagap.
"Dia hanya kesal karena tidak menemukan fraksi Da-Tenshi yang berniat menangkap Naruto," jawab Okita, "Aku sendiri bingung kenapa mereka sangat ingin sekali menangkap Naruto."
"Ano... Sebenarnya..."
.
.
"Huh?! Kyouka dan Jukkan ada di tubuh Naruto-sama?!" kejut semuanya. "Ya, itu adalah Sacred Gear milik Minato-sama dan Kushina-sama, dua Sacred Gear yang masuk dalam kategori 72 Pilar Sacred Gear terkuat," jelas Kunou sambil melirik Naruto.
"Kyouka, Sacred Gear berbentuk Armor dengan syal merah serta Sembilan ekor api yang bisa di gunakan untuk segala pertarungan, api suci yang kuat dan panas, meleburkan segalanya dengan amarahnya."
"Jukkan, Sacred Gear yang memiliki kekuatan dimensi ruang dan waktu, bahkan Sacred Gear ini bisa menciptakan lubang hisap yang jika lepas kendali akan melenyapkan dunia," jelas Kunou panjang lebar.
"Minato-sama dan Kushina-sama mungkin tampak lemah dengan senyum di wajah mereka, tapi mereka akan mengerikan ketika mereka melakukan Kombinasi serangan."
Semua yang ada di sana terdiam, tentu mereka juga tahu akan hal itu, maka dari itu mereka setia terhadap Naruto yang tak lain adalah putra dari Minato.
Dia sudah melakukan banyak hal untuk mereka jadi sudah sepantasnya mereka membalas budi.
"Souka... Jadi aku tidak perlu menggunakan [Nichirin Ringu]," gumam Suzuka menghela nafas lega. "Jadi selanjutnya bagaimana?" tanya Hinata ingin tahu langkah selanjutnya.
"Mulai besok aku akan menjadi guru di Kuoh Gakuen, dengan begitu aku juga bisa ikut mengawasi Naruto-sama. Dari yang aku dengar tampaknya Merlin-sama akan menyerang Grigory jadi kita tunggu saja."
"Ah, benar juga, aku mendapat perintah dari Merlin-sama untuk kalian, Hinata-sama, Kuroka-sama, Hanabi-sama, Asia-sama, Gabriel-sama, dan Ana-chan," ujar Danzou membuat yang di sebutkan merasa tidak enak.
"Tolong jangan pakai -sama, itu membuatku tidak enak."
"Aku di beritahukan untuk memberitahu kalian, bantu Rias Gremory untuk lepas dari pertunangannya dengan Riaser Phenex," ujar Danzou membuat mereka tersentak karena mereka harus membantu Rias Gremory?
"Huh?!"
.
.
TBC
Note : Yo, ketemu lagi minna-san. Siapa yang semakin penasaran? Ah sudahlah lagi pula sedikit yang ngikutin kan :v.
Ok, di sini sudah terlihat jelas kenapa para Servant menyerang Heaven dan Underworld, mereka berniat melakukan pembalikan di mana mereka yang terlibat pembunuhan Minato dan Kushina akan berbalik membantu membunuh Sirzech karena perbuatannya mereka harus menerima akibat yang fatal.
Hanya tinggal Grigory yang belum dan juga salah satu Da-Tenshi yang berniat menculik Naruto, aku yakin kalian sudah bisa menebak ini siapa.
Lalu Sacred Gear Minato dan Kushina, saya sengaja menciptakan Sacred Gear mereka adalah yang terkuat padahal mereka hanyalah iblis-iblis yang ramah.
Dan kejadian di Underworld, saya membuat Karna tak menahan diri lagi untuk menggunakan Kekuatan sesungguhnya pada Underworld setelah menyelamatkan keluarga Sitri, dengan bertujuan untuk membuat Sirzech melemah dan memberi waktu pada Naruto untuk memperkuat dirinya tanpa ada gangguan.
Namun hal tersebut harus terhenti sesaat karena mereka harus menyelamatkan Rias Gremory dari pertunangan Raider Phenex.
Bagaimana bisa masih ada yang lain? Saya membuat beberapa Kota Underworld terpisah jadi Kota Underworld yang di tempati oleh Gremory dan Sitri saja yang telah hancur sementara Kota yang di tempati oleh Iblis lain masih ada.
Kenapa mereka harus membantu Rias? Alasan akan di jawab di Chapter depan. Lalu kenapa Servant gak langsung aja membunuh mereka? Seperti yang ada di atas, yang memiliki hak adalah Naruto jadi mereka hanya akan membantu atau mensupport Naruto agar berhasil mencabut nyawa orang yang telah membunuh keluarganya.
Ok, itu saja dari saya, sampai bertemu di cerita lain, saya 4kagiSetsu, undur diri, Jaa~
4kagiSetsu
